

SEMARANG - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah mengirim relawannya ke Mamuju Sulawesi Barat pasca terjadi bencana gempa bumi yang terjadi pada jum’at (15/1) lalu.
Sebelum berangkat, dilakukan acara pelepasan relawan yang langsung dipimpin oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir dan Ketua MDMC Jawa Tengah Naibul Umam, di Kantor PWM Jawa Tengah, Ahad (17/1).
“MDMC Jawa Tengah mengirimkan tim penanganan darurat bencana respon gempa bumi di Mamuju. Tim ini kami sebut Tim Alfa. Berjumlah 10 personil dengan kualifikasi sebagai anggota tim SAR,” ujar Umam sebagaimana dilansir dari laman resmi PWM Jateng.
Tim Alfa diberangkatkan pada hari Ahad (17/1) sore dari Bandara Ahmad Yani, transit pertama di Jakarta, transit ke dua di Makasar, dan turun di Bandara Mamuju dengan Perkiraan perjalanan sekitar 24 Jam, diperkirakan mereka akan sampai di mamuju pada Senin (18/1) sore
"Tim Alfa dibekali dengan pengetahuan dan pengelolaan manajemen posko, manajemen logistik, manajemen komunikasi, serta manajemen transportasi, “lanjutnya.
Tim Alfa MDMC Jateng akan bertugas di Mamuju selama 14 hari dan akan mendukung proses operasi penanganan darurat bencana MDMC Sulawesi Barat yang sudah mendirikan Pos Koordinasi di Mamuju.
Tim Alfa MDMC Jateng nantinya akan bergabung dengan Tim Badan SAR Nasional dengan sumber daya yang mereka miliki. Sehingga Tim Alfa MDMC Jateng hanya menyiapkan perlengkapan pribadi mereka serta Alat Pelindung Bencana (APB) yang akan mereka butuhkan untuk keperluan operasi SAR di Mamuju.
Ketua PWM Jateng Tafsir menyampaikan bahwa Tim Alfa dari MDMC Jawa Tengah sebanyak 10 personel siap bertugas selama 14 hari.
"Ini bagian dari tugas kita, dan kita ketahui memang Pimpinan Pusat (PP) sangat mengandalkan Jawa Tengah. Karena untuk dikirim ke lokasi bencana itu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memadai dan pembiayaan yang cukup besar. Itulah mengapa Jawa Tengah menjadi bagian yang diandalkan oleh PP Muhammadiyah untuk pengiriman relawan ini," ujar Tafsir.
Ia mengaku bahwa PWM Jawa Tengah siap membantu dan bersama Lazismu Jawa Tengah memenuhi kebutuhan relawan seperti rapid tes, tiket pesawat, hingga kebutuhan konsumsi. "Mudah-mudahan mereka senantiasa sehat serta bisa memberi manfaat bagi mereka yang sedang tertimpa musibah," harap alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah tersebut.
Sementara itu, Chairil Anam, koordinator bidang tanggap darurat MDMC Jawa Tengah menyebut bahwa Tim Alfa MDMC Jawa Tengah ini mendapatkan tugas utama melakukan operasi pencarian dan pertolongan serta evakuasi warga terdampak. Mereka juga harus menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam situasi pandemi covid-19.
"Tim kami minta membawa perlengkapan tambahan seperti hazmat, faceshield, google, sarung tangan dan handsanitizer. Ini sangat penting karena kami juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan tim dalam menjalankan tugas", ujar Anam yang juga ikut berangkat bersama tim MDMC PP Muhammadiyah dari Yogyakarta.
Ikhwanussofa, Direktur Eksekutif Lazismu Jawa Tengah mengutip Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Prof. Hilman Latief bahwa posisi Lazismu adalah sebagai fund manager bagi gerakan sosial Muhammadiyah. Maka menjadi tanggung jawab Lazismu dalam mendanai kerja-kerja MDMC dalam respon bencana.
"Salah satunya adalah respon gempa bumi di Sulawesi Barat. Ketika turun instruksi MDMC Pusat kepada MDMC Jawa Tengah untuk mengirim Tim SAR terlatih, maka dalam sehari sudah bisa diputuskan 10 relawan dikirim kesana. Sehingga hari ini para relawan telah berada di Sulawesi menuju lokasi bencana," ujar Ikhwan ketika dihubungi oleh lazismu.org, Senin (18/1).
Reporter: Yusuf

JAKARTA - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengajak masyarakat untuk menyalurkan donasinya melalui Lazismu. Hal ini ia sampaikan setelah melihat bencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini.
Ia menyebut bahwa penghimpunan dana akan sangat bagus jika dilakukan secara serentak. "Masyarakat harus menghimpun dana untuk korban musibah di berbagai daerah dan disalurkan melalui Lazismu," tegasnya.
Menurut Mu'ti, musibah selalu menimbulkan berbagai macam persoalan. Ada korban-korban yang kehilangan tempat tinggal bahkan kehilangan anggota keluarga. Maka, masyarakat harus saling tolong-menolong dengan memberikan donasi.
Guru Besar Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga berpesan agar infaq hari Jumat besok disalurkan ke korban bencana yang ada di berbagai daerah melalui Lazismu.
Ia berharap masyarakat dapat memberikan dukungan dan bantuan yang terbaik agar persoalan masyarakat yang sedang tertimpa musibah dapat segera diatasi dan segera pulih.
"Kita harus segera rekonstruksi atau pembangunan kembali sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana alam," tutupnya.
Sebagaimana diketahui, setelah terjadi berbagai bencana di Indonesia, Lazismu menggelar berbagai aksi galang dana melalui Program Indonesia Siaga.
Aksi-aksi yang dilakukan oleh Lazismu antara lain membuka donasi di partner Lazismu kitabisa.com, menyebarkan flyer digital, broadcast pesan ke donatur, dan lain-lain. Selain itu, Lazismu juga memberikan bantuan tunai langsung senilai seperempat miliar untuk penanganan darurat bencana di Sulawesi Barat.
Menariknya, dalam satu malam donasi dibuka melalui kitabisa.com, donasi yang masuk langsung mencapai angka 100 juta rupiah.
Dalam merespon bencana banjir di Kalimantan Selatan, Lazismu bersama MDMC mengerahkan 110 personil untuk melakukan evakuasi & penyelamatan warga, membuka jalur distribusi logistik, membuka pos pelayanan, dan menyiapkan puluhan ribu makanan siap saji.
Sedangkan dalam merespon bencana gempa bumi di Sulawesi Barat, Lazismu sebagai fund manager bagi gerakan sosial Muhammadiyah yang diwakili oleh MDMC membantu secara pendanaan operasi evakuasi & penyelamatan warga, pembukaan pos koordinasi, melakukan distribusi logistik, dan membuka pelayanan dapur umum.
Reporter: Yusuf

BANJARMASIN - Banjir yang melanda Kalimantan Selatan sejak tanggal 10 Januari 2021 silam hingga kini belum surut, bahkan intensitas hujan tinggi masih sering terjadi. Ini mengakibatkan di banyak daerah ketinggian air bisa mencapai 2 – 3 meter dan mengalami isolasi. Daerah yang sempat terisolir beberapa hari adalah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang beribu kota di Barabai.
Menyikapi situasi tersebut, Muhammadiyah melalui MDMC Kalimantan Selatan mengerahkan ratusan relawan untuk membantu warga yang terdampak. MDMC Kalimantan Selatan membuka pos koordinasi di Kabupaten Banjar dan pos pelayanan di Banjarmasin, Banjarbaru, Tabalong, Tapin, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan serta Hulu Sungai Tengah.
Dilansir dari Muhammadiyah.or.id, relawan yang terlibat selain relawan MDMC sendiri ada juga relawan dari Lazismu dan unsur organisasi otonom Muhammadiyah seperti Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatam Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Tapak Suci, serta kepanduan Hizbul Wathan.
Ginanjar Sutrisno, Ketua MDMC Kalimantan Selatan menyampaikan berbagai layanan yang saat ini dijalankan antara lain evakuasi warga, distribusi logistik dan dapur umum. Bantuan yang sudah disalurkan antara lain berupa bahan makanan pokok, uang tunai, selimut, sarung, tikar, bantal, guling, terpal, makanan bayi dan peralatan MCK.
“Selain itu kami juga menyediakan makanan siap saji melalui dapur umum di semua pos pelayanan bagi warga yang membutuhkan. Seratusan lebih relawan dapur umum setiap harinya membuat nasi bungkus untuk warga dengan. Sedangkan jumlah makanan yang dibagikan per harinya di Martapura 5000 bungkus, Banjarbaru 4500, Tanah Laut 5000 dan Hulu Sungai Selatan 5500,” katanya.
Ginanjar menngungkapkan kendala yang mereka hadapi di lapangan adalah tingginya air banjir menyebabkan para relawan mengalami kesulitan untuk membantu warga. Bahkan di Hulu Sungai Tengah, jembatan penghubung mengalami kerusakan sehingga akses sempat terputus.
Selanjutnya Ginanjar menambahkan, pada hari Jum’at (15/01) empat tim relawan dari poskor Banjabaru, pos pelayanan Tabalong, Tapin dan Hulu Sungai Selatan (HSS), dan poskor induk di Kab. Banjar ditugaskan untuk menembus Hulu Sungai Tengah melalui Tapin dan Tabalong dengan membawa bantuan logistik berupa bahan makanan pokok.
“Alhamdulillah setelah berjuang menembus isolasi di Hulu Sungai Tengah, relawan kami bisa menjangkau Kota Barabai dengan selamat dan menyerahkan bantuan logistik ke pos pelayanan kami disana. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban warga disana,” pungkasnya.

LAZISMU.ORG - Muhammadiyah menerjunkan tim MDMC untuk membantu korban dan menanggulangi dampak bencana alam gempa bumi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan mengatakan, pihaknya telah berkoodinasi dengan MDMC Kabupaten Luwuk, MDMC Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) terkait bencana gempa. Budi mengaku, sudah menginstruksikan anggota MDMC untuk segera berangkat ke Mamuju, Sulbar.
Dilansir dari Republika, MDMC Kalimantan Timur (Kaltim), sambung dia, juga diminta untuk memberi dukungan dalam merespon pada gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 skala richter tersebut.
"Meskipun sebagian saudara kita masih berkutat dengan bencana tanah longsor yang terjadi di Sumedang dan banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan, kita semua harus tetap melakukan koordinasi dengan semangat kerelawanan membantu saudara-saudara kita di berbagai daerah bencana. Kita berada dalam kondisi pandemi sehingga seluruh respon harus tetap mengutamakan protokol kesehatan," ujarnya melalui akun media sosial MDMC PP Muhammadiyah.
Koordinator Divisi Tanggap Darurat MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto, mengatakan MDMC terkendala melakukan komunikasi dengan MDMC Sulbar. "Kemungkinan karena fasilitas komunikasi mengalami kerusakan. Namun demikian, kami sempat mendapatkan informasi berupa foto giat respon yang sudah dilakukan relawan kami di sana,” katanya di Jakarta, Jumat (15/1).
Berdasarkan informasi tersebut, menurut Indrayanto, relawan MDMC Sulbar sudah turun langsung di lapangan membantu warga yang terdampak. Prioritas pertama yang dilakukan saat ini adalah evakuasi warga yang masih terjebak reruntuhan bangunan.
Indrayanto mengatakan, selanjutnya MDMC akan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk membantu warga terdampak, termasuk kemungkinan harus mengerahkan tim dari berbagai klaster seperti kesehatan, psikososial, hunian dan sanitasi.
“Melihat dari informasi-informasi awal yang masuk, kerusakan yang timbul akibat gempa ini cukup masif. Oleh karena itu, kami kemungkinan harus mengerahkan semua kekuatan yang diperlukan untuk membantu warga terdampak,” katanya.
Sementara itu, pada hari Minggu (17/1) MDMC PP Muhammadiyah menerjunkan Emergency Medical Team Muhammadiyah yang akan bertugas di Sulawesi Barat. Relawan Emergency Medical Team tersebut antara lain dr. Joko, SpAn; dr. Meiky, SpOT; dr. Ribkhi, SpOG; dr. Wildan; Lismanto, S. Kep., Ns; Faizal, Amd. Farm; Rezty, S. Kep., Ns; dan Hervia, SKM.
MDMC Jawa Tengah juga memberangkatkan tim penanganan darurat bencana pada Minggu (17/1) setelah mendapatkan instruksi dari MDMC PP Muhammadiyah. Satu hari sebelum keberangkatan, Tim Alfa MDMC Jawa Tengah sejumlah 10 relawan mendapatkan breifing pengarahan dari Naibul Umam, Ketua MDMC Jawa Tengah dan Chairil Anam, koordinator bidang tanggap darurat MDMC Jawa Tengah.
"Kami berikan arahan sekaligus mempersiapkan segala sesuatunya agar Tim Alfa ini dapat menjalankan tugas dengan sebaik baiknya. Sebelum mereka kami terjunkan ke lokasi bencana harus bisa memetakan situasi dan kondisi di lokasi bencana sedetail mungkin. Mereka juga harus bisa mempersiapkan rencana operasi bahkan dalam situasi terburuk sekalipun", demikian ujar Umam dalam rilis yang dikeluarkan oleh MDMC Jawa Tengah.
Tim Alfa MDMC Jawa Tengah ini mendapatkan tugas utama melakukan operasi pencarian dan pertolongan serta evakuasi warga terdampak. Menurut keterangan Chairil Anam mereka juga harus menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam situasi pandemi covid-19.
"Tim kami minta membawa perlengkapan tambahan seperti hazmat, faceshield, google, sarung tangan dan handsanitizer. Ini sangat penting karena kami juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan tim dalam menjalankan tugas", ujar Anam yang juga ikut berangkat bersama tim MDMC PP Muhammadiyah dari Yogyakarta.
Tim Alfa dilepas secara langsung oleh Tafsir, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.
Selain Jawa Tengah, MDMC Sulawesi Selatan, MDMC Sulawesi Tenggara, MDMC Jawa Timur, MDMC Makassar, MDMC Luwu Utara, dan MDMC Parepare juga menerjunkan sejumlah relawan menuju Sulawesi Barat. Selain MDMC, elemen relawan Muhammadiyah dibantu oleh organisasi otonom seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Barat dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Barat.
Reporter: Yusuf

LAZISMU.ORG - Siang itu, di tengah guyuran gerimis, saya sedang dalam perjalanan pulang dari kampus. Di sebuah perempatan kota, saya melihat beberapa mahasiswa dan mahasiswi menggunakan jas merah sambil membawa kardus di tengah kerumunan sepeda motor dan mobil. Dua mahasiswa membawa kardus di tengah jalan, satu mahasiswi membawa bendera merah di pinggir.
Seorang mahasiswa itu nekat mengedarkan kardus bertuliskan "Galang Dana Kemanusiaan Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel" meskipun jasnya telah basah oleh air hujan. Ketika ia mendekat ke saya yang tengah berhenti karena lampu merah, terlihat bahwa di kardus itu ada logo Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Lazismu.
Niat saya memasukkan sejumlah uang ke kardus, namun lampu telah berubah warna menjadi hijau sebelum kardusnya sampai ke jangkauan saya. Suara klakson mobil di belakang membuat saya harus segera melaju dan urung memberikan bantuan sumbangan.
Mahasiswa-mahasiswi tersebut adalah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukoharjo. Mereka tersebar di beberapa perempatan jalan raya di sekitar Universitas Muhammadiyah Sukoharjo.
Sebelum memutuskan untuk melakukan galang dana, grup WhatsApp IMM Sukoharjo telah ramai dengan pemberitaan bencana alam, terutama hari Jumat (15/1) setelah gempa bumi terjadi di Sulawesi Barat. Berita ini cukup memukul sanubari para cendekiawan berpribadi tersebut karena beberapa aktivis IMM Sukoharjo berasal dari Mamuju, salah satu daerah yang terdampak gempa bumi.
"IMM galang dana yuk. Nanti disalurkan lewat Lazismu. Kebetulan tadi pengurus Lazismu bilang kalau mau ngajak kerjasama Angkatan Muda Muhammadiyah," ujar Zia Amalia, demisioner IMM Komisariat Muhammad Abduh, Cabang Sukoharjo memantik kegiatan, Sabtu (16/1).
Setelah Zia melemparkan bola, para pengurus IMM Sukoharjo langsung memutuskan untuk turun ke jalan selama empat hari berturut-turut pada hari Minggu - Rabu (17-20/1) setiap siang hingga sore. Mereka menggalang dana bantuan bencana di tiga titik, yaitu Lampu Merah Tugu Lilin, Lampu Merah Kartasura Heritage, dan Lampu Merah Kleco.
Tak tanggung-tanggung, meskipun beberapa kali diguyur hujan dan beberapa kali di bawah terik panas matahari, IMM Sukoharjo berhasil mengumpulkan dana hingga Rp. 18.086.900,- pada hari ketiga. Dana tersebut disalurkan melalui Lazismu Sukoharjo.
Pasca bencana yang menghantam Indonesia secara bertubi-tubi, Muhammadiyah melalui seluruh elemen langsung bergerak untuk membantu. Selain Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang langsung membantu di lapangan, elemen lain membantu secara pendanaan dengan berbagai cara.
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Surakarta juga melakukan hal yang sama di Lampu Merah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Patung Mahkota Solo, dan Manahan Solo pada hari Sabtu - Senin (16-18/1) setiap sore. Dalam tiga hari, mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 11.326.000,-
Senin (18/1), PC IMM Sidoarjo, Jawa Timur juga menggelar galang dana meski di tengah guyuran hujan. Aksi galang dana dilakukan di Alun-Alun Sidoarjo, Lampu Merah Celep, dan Lampu Merah Polsek Candi.
PC IMM Surabaya tidak mau kalah. Mereka melakukan aksi galang dana Lampu Merah Masjid Jenderal Soedirman (Kampus A Unair), Lampu Merah Koni Merr, dan Maspion Square Wonocolo pada Selasa - Kamis (19-21/1).
PC IMM Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah melakukan penggalangan dana untuk penyintas bencana alam banjir di Kalimantan Selatan, Sabtu (16/01/21). Kegiatan tersebut dilaksanakan di simpang tiga Kampus Perguruan Muhammadiyah Palangkaraya.
PC IMM Pekanbaru, Riau pada Senin (18/1) setelah melakukan sholat ashar pukul 16.00WIB juga melaksanakan kegiatan galang dana di 9 titik. Kegiatan ini dikomandoi oleh Ari bagus selaku Ketua Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat PC IMM Kota Pekanbaru.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Robby Karman menyampaikan bela sungkawa yang mendalam untuk para korban yang terdampak bencana di berbagai daerah. Sebagai bentuk solidaritas terhadap para penyintas, DPP IMM menginstruksikan IMM se Indonesia untuk melakukan penggalangan dana.
"Dana tersebut akan disalurkan melalui Lazismu di masing-masing daerah. Kami juga telah menginstruksikan kader-kader IMM yang berada di sekitar daerah bencana untuk menjadi relawan sesuai dengan kapasitas masing-masing," ujar Robby ketika dihubungi lazismu.org.
Bencana-bencana tersebut juga mengetuk hati aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di seluruh Indonesia. Pimpinan Daerah IPM Kebumen, Jawa Tengah misalnya melakukan galang dana di Tugu Lawet, Alun-Alun Kebumen, dan Perempatan Polres Kebumen pada hari Selasa (19/1). 14 aktivis IPM bersama dengan pengurus Lazismu Kebumen tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 2.458.100,-
"Besok Kamis dan Minggu kita turun ke jalan lagi," ujar Andi, Ketua Umum PD IPM Kebumen.
Di Ampelgading, Pemalang, PC IPM Ampelgading bersama dengan seluruh Organisasi Otonom Muhammadiyah melakukan galang dana di Pendopo Masjid Al-Islah pada Selasa (19/1).
Pada hari yang sama Pimpinan Cabang IPM Pamijahan, Bogor melakukan galang dana di Ciasmara-Purwabakti dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 1.705.000,-. Galang dana ini diikuti oleh PR IPM SMA Muhammadiyah Pamijahan dan PR IPM MTs Muhammadiyah Ciasmara bersama dengan PC IPM Pamijahan.
Selain Pamijahan, PR IPM SMA Muhammadiyah Puraseda, Leuwiliang, Bogor juga melakukan dana di jalanan. Dalam foto-foto yang diposting di akun instagram @ipmsmapur terlihat galang dana tersebut juga diikuti oleh aktivis Tapak Suci Putra Muhammadiyah dan Hizbul Wathan. Hal yang sama juga dilakukan oleh PC IPM Jasinga, Bogor.
Masih di hari yang sama, nun jauh di Sulawesi Selatan, tepatnya di Gowa, PR IPM Paranga, Bori Matangkasa juga melakukan penggalangan dana di daerahnya.
Di Bontang, Kalimantan Timur, IPM bersama Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM melakukan galang dana ada Sabtu-Senin (16-18/1) di Lampu Merah Kenari, depan Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Bontang.
Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bidang Advokasi, M Abid Mujaddid menyebut bahwa IPM turut mengucapkan belasungkawa atas kejadian bencana-bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Ia berpesan kepada relawan di lokasi untuk selalu menjaga diri dan menjaga kesehatan.
"Terima kasih para relawan yang telah berjuang. Terima kasih untuk teman-teman IPM yang dengan sadar membantu penggalangan dana meringankan teman-teman yang terdampak bencana. Lakukan apa yang bisa dilakukan, berikan infak terbaik, koordinasi dengan pimpinan untuk penggalangan dana di daerah masing-masing melalui Lazismu. Berapapun akan sangat membantu teman-teman kita," ujarnya.
Galang dana yang dilakukan oleh aktivis-aktivis Muhammadiyah diatas hanya menjadi sedikit contoh. Banyak penggalangan dana dan kegiatan kemanusiaan lain yang dilakukan oleh relawan dan kader-kader Muhammadiyah yang tidak terliput oleh media.
Reporter: Yusuf

PULANG PISAU - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau mendirikan pos koordinasi peduli bencana banjir Kalimantan Selatan di jalan lintas Kalimantan, depan Masjid KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau dan melakukan penggalangan donasi melalui Lazismu Pulang Pisau (16/1).
Pendirian poskor ini adalah upaya Muhammadiyah Pulang Pisau dalam membantu dan meringankan beban bencana banjir di 7 kabupaten/kota propinsi Kalimantan Selatan yang terdampak. Yaitu Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau, Rudi Purwadi S.Sos mengatakan bencana menjadi urusan bersama baik pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Pengambilan keputusan yang cepat dalam kondisi darurat akan banyak membantu masyarakat yang terdampak bencana
"Saya berharap upaya donasi ini mendekatkan pelayanan pada para donatur, dan poskor dapat mengelola dan mendistribusikan kepada yang berhak secara tepat sasaran dan transparan dalam pelaksanaanya, serta teradministrasi dan terdokumentasi dengan baik," katanya.
Rudi menambahkan dengan adanya Poskor Muhammadiyah Pulang Pisau dapat menjembatani relawan relawan lainnya agar terkoordinasi dalam pendistribusian dari Pulang pisau ke daerah tujuan dengan efisien.
Penggalangan donasi turun ke jalan dilakukan dengan melibatkan seluruh ortom persyarikatan seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Tapak Suci, MDMC, KOKAM, dan beberapa relawan Muhammadiyah lainnya.
Melalui poskor Muhammadiyah, banyak warga masyarakat yang menitipkan donasinya dalam bentuk tunai maupun barang seperti mie instan, pakaian layak pakai, selimut, pampers, dan makanan lainnya. Hasil donasi akan disalurkan melalui Lazismu Pulang Pisau untuk diteruskan ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan.
Reporter: Bonni/Yusuf

