

JAKARTA --- Satu tahun sudah Israel melancarkan aksinya membumi-hanguskan Palestina. Serangan tersebut sampai detik ini terus bergulir. Akibat serangan Israel ini, yang telah menelan banyak korban dalam catatan United Nations Relief and Works Agency for Palesine Refugees in The Near East (UNRWA), setidaknya 42.718 warga Palestina dilaporkan tewas menurut Kementerian Kesehatan Gaza dan dilansir OCHA (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) 100.282 orang dialporkan terluka.
Secara rinci OCHA melaporkan, pada 20 Oktober 2024, Kementerian Kesehatan Palestina menerbitkan rincian 40.717 dari 42.010 peristiwa kematian pada 07 Oktober 2024. Jumlah tersebut dilaporkan mencakup 13.319 anak-anak, 7.216 perempuan, 3.447 lansia, dan 16.735 laki-laki. Di antara kematian anak-anak, 786 anak-anak berusia di bawah satu tahun, mewakili sekitar enam persen dari anak-anak yang terbunuh yang rincian identifikasi lengkapnya telah didokumentasikan. Kementerian Kesehatan juga melaporkan bahwa 35.055 anak telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya selama setahun terakhir.
Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional di Indonesia, setidaknya telah melakukan respons berupa penyaluran bantuan yang melibatkan banyak pihak baik di dalam negeri dan luar negeri. Antara lain untuk di dalam negeri bersama Pemerintah Indonesia, Forum Zakat, POROZ dan MuhammadiyahAID serta PCIM di Mesir, Turki, Yordania dan Libanon. Sementara itu bersama mitra luar negeri terdiri dari GDD, Wafaa, IESCO, Takween, Hayat Yolu, Witness Center, dan lainnya.
Di samping bantuan kemanusiaan, Lazismu berkolaborasi dengan Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sejak Juni 2024 mengaktivasi Program Peacebuilding Lab. “Suatu program Bina Damai Palestina yang menyediakan program konseling, penyembuhan trauma, hingga pelatihan bagi 200 pemuda Palestina untuk menjadi agen perubahan dan melakukan diplomasi tanpa kekerasan,” demikian disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammmadiyah Syafiq A. Mughni.
Target program tersebut menurut Syafiq A Mughni adalah generasi muda Palestina yakni pemuda dan pemudi yang memiliki kesempatan bersama mitra lokal untuk mencari solusi berbuat sesuatu agar tidak putus asa dan bangkit menatap masa depan dengan pendekatan psikologis. Mereka memperoleh bantuan program peningkatan kapasitas secara signifikan dari program-program yang dikembangkan oleh Muhammadiyah dengan mitra kolaborasi.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais mengatakan kegiatan Peace Building and Multiculture Dialogue yang diselenggarakan oleh Lazismu dan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKI) PP Muhammadiyah, serta Withneess, bertujuan memperkuat dialog lintas budaya dan membangun perdamaian global dalam bingkai Prospect of Palestine Peacebuilding Program and the Future of Gaza.
Rangkaian kegiatan ini sebetulnya berlangsung dari 11 – 18 Desember 2024 di UMY dan UAD (Yogyakarta), UMS (Surakarta) dan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta. Agenda khusus Lazismu pada Senin, 16 Desember akan menjadi momen strategis untuk menyampaikan kontribusi nyata dalam mendukung masyarakat Palestina.
“Tujuan paparan publik ini yang dilanjutkan dengan dialog multikultural untuk meningkatkan transparansi program bantuan Palestina, mempromosikan solidaritas global dan memperkuat kolaborasi antara Lazismu, delegasi Palestina, perwakilan Organisasi Kerjasama Islam (The Organisation of Islamic Cooperation/OIC), dan mitra global lainnya,” ungkap Mujadid Rais.
Di samping itu, lanjut Mujadid Rais, Lazismu akan memaparkan capaian program Lazismu dalam mendukung masyarakat Palestina serta memperkuat komitmen Lazismu terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian global.
Dari tahun 2018 – 2024 bantuan yang diberikan antara lain, pendidikan mahasiswa di Universitas Gaza, beasiswa untuk mahasiswa Gaza yang belajar di Indonesia, bantuan kemanusiaan, bantuan Ramadhan dan kurban, serta dana kemanusiaan lainnya untuk makanan dan sembako, family kit, hygiene kit, Penyaluran dana pembangunan rumah sakit Indonesia di Hebron, bantuan emergency aid untuk 600 orang dan 2 rumah sakit, pemberdayaan peternakan dan pertanian, bantuan 2 unit alat cuci darah, bantuan pakaian hangat uintuk musim dingin dan lain sebagainya.
Melalui kolaborasi strategis ini, semoga lazismu dapat meningkatkan keterlibatan di kancah internasional dalam program-program kemanusiaan untuk Palestina. Lebih jauh lagi, dapat memfasilitasi dialog lintas budaya untuk memperkuat solidaritas antar bangsa.
Sementara itu, Sekretaris LHKI PP Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah mengatakan, LHKI berusaha untuk fokus pada keberlangsungan program pemberdayaan yang didukung Lazismu, di samping ada bantuan kemanusiaan lainnya. Para pemuda dan pemudi ini mendapatkan bantuan berupa peningkatan kapasitas.
“Bersama komunitas lokal secara komprehensif mengeksplorasi program-program pemberdayaan seperti peternakan, petarnian dan program pemberdayaan lainnya yang terhubung dengan Witness Center sebagai mitra kolaborasi” ungkapnya.
Yayah mengungkapkan jauh sebelum peritiwa 07 Oktober 2023, LHKI dan Lazismu telah merencanakan program di Palestina yang pada akhirnya tertunda karena alasan keamanan. Kami mengembangkan program berbasis dialog multikultural yang mengedepankan kemanusiaan dan nir-kekerasan sehinga tujuan program ini adalah mempromosikan bina damai dengan pendekatan inklusif yang melibatkan mitra strategis.
Pada kesempatan itu, Al-houcine Rhazoui Director The Organisation of Islamic Cooperation (OIC) of Cultural Affairs, menilai isu dan aksi kemanusiaan yang dibawa oleh Muhammadiyah merupakan isu baru yang memberikan harapan bagi gerasi muda di Palestina dan kami mengapresiasi program kolaborasi ini. Apalagi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia turut menyuarakan untuk pembebasan Palestina dari cengkraman Israel.
Peran OIC sebagai organisasi yang berkolaborasi dengan negara-negara muslim di dunia sejak berdiri tahun 1969, sebagai respons terhadap kebakaran Masjid Al-Aqsha. Kita semua melihat bahwa bencana kemanusiaan di Palestina yang disebabkan oleh Israel dalam waktu yang sangat lama merupakan kejahatan kemanusiaan.
Kolaborasinya bersama Witness Center, kata dia, merupakan kerja-kerja kolaboratif antar negara muslim yang menggerakan masyarakat sipil dan kaum muslim di dunia untuk merawat bersama nilai-nilai kemanusiaan dengan pendekatan multikultural.
Dari perspektif yang lain disampaikan Kayed al-Meary dari Witness-Syahid Center For Zitizens Rights and Social Development, generasi muda di Palestina tumbuh dan bertahan dalam program-program pemberdayaan dalam skala yang masih terbatas. Isreal dengan kekuasaannya berusaha untuk mengokupasi setiap wilayah di Palestina dengan target generasi muda Palestina.
Israel tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tapi juga merusak tatanan kohesi sosial yang ada di Palestina. Oleh Karena itu, kehadiran Witness Center di Palestina sebagai lembaga kemitraan untuk pemberdayaan, advokasi dan media literasi.
“Witness juga berupaya menghubungkan pemuda dan pemudi di Palestina agar mereka memliki harga diri, kedaulatan dan misi cinta kemanusiaan,” pungkasnya. Ini bukan sekadar isu ekonomi dan politik, lebih jauh lagi identitas dan harga diri. Maka program kerja kami adalah menciptakan peningkatan kapasitas bagi generasi muda Palestina supaya tumbuh kerelawannanya untuk menolong saudara-saudara yang lain.
Memotivasi mereka dengan spirit kepemimpinan agar bisa memproteksi masyarakat dan identitasnya. Ini tidak hanya memberikan nilai manfaat yang menguatkan komunitas pemuda di palestina. Program yang dikolaborasikan bersama Muhammadiyah yang didukung penuh Lazismu untuk menguatkan komunitas lokal.
Dalam program ini juga bersama Muhammadiyah, Witness senantiasa memberikan wawasan, ketrampilan dan spirit kepemimpinan dengan ragam pendekatan seperti pelatihan dan workshop sehinga bisa mengkreasikan gerakan transformasi sosial melalui komunitas lokal.
Agenda seminar internasional Strategic Global Partnership for Palestine ini dengan tema “Prospect of Palestine Peacebuilding Program and the Future of Gaza” dipandu oleh Yasmi Andriansyah anggota LHKI PP Muhammadiyah, yang juga menghadirkan Kedutaan Besar Palestina Untuk Indonesia Mr. Zuhair Alshun, Badan Pengurus Lazismu Pusat dan jajaran Direksi Lazismu Pusat serta mitra kolaborasi Lazismu lainnya baik korporat dan individu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

LANGKAT – Lazismu Langkat bersama Dinas Sosial, menyerahkan kursi roda kepada dua penerima manfaat, yakni M. Khalid (74) dan Ayu Pratiwi (21), yang keduanya membutuhkan alat bantu untuk mempermudah mobilitas mereka. Penyerahan ini dilaksanakan pada Jum’at (13/12/2024) yang merupakan bagian dari program kesehatan Lazismu Langkat.
Khalid, warga Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, telah mengalami kesulitan berjalan selama kurang lebih sembilan tahun akibat penyakit osteoarthritis dan asam urat. Selama ini, ia terpaksa menggunakan kursi roda yang dibuatnya sendiri dari kayu. “Semoga dengan kursi roda ini, saya bisa lebih mudah bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Di lokasi berbeda, di Desa Telaga Jernih, Kecamatan Secanggang, Ayu Pratiwi juga menerima bantuan kursi roda setelah mengalami patah tulang pada kedua kaki dan kropos tulang (osteoporosis) yang membuatnya terbaring selama enam bulan. “Saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Semoga dengan kursi roda ini, saya bisa kembali bergerak dengan lebih leluasa,” kata Ayu.
Penyerahan kursi roda dilakukan langsung oleh Ketua Lazismu Langkat, M. Sholihin Nur Tarigan Tua, bersama Badan Pengurus Lazismu Langkat. Dalam kesempatan tersebut, Sholihin menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Sosial Langkat yang telah mempercayakan Lazismu Langkat untuk menyalurkan bantuan tersebut. Ia juga mengapresiasi para donatur yang telah menyumbangkan infaq, zakat, dan sedekah mereka melalui Lazismu Langkat.
“Ini adalah sebuah kepercayaan dari Pemda Langkat kepada LAZISMU untuk membantu masyarakat melalui program kesehatan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerima,” kata Sholihin.
Sementara itu, Supiana dan Kurniawan Al Jogi, yang juga merupakan Badan Pengurus Lazismu Langkat, menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan sumbangannya kepada lembaga ini. Mereka berharap apa yang diberikan oleh para donatur akan mendatangkan keberkahan dan pahala.
]Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu Langkat]

SUKABUMI -- Banjir bandang yang melanda kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada pekan pertama bulan desember ini mengakibatkan 1.260 rumah alami kerusakan, ada 428 rumah rusak berat, 230 rumah rusak sedang, dan 602 rumah mengalami rusak ringan.
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Barat telah bergerak dan mangaktivasi Pos Koordinasi dan Pos Pelayanan. Sebanyak 23 personil relawan Muhammadiyah atas dukungan Lazismu diterjunkan untuk respons tanggap darurat bencana baniir bandang di Sukabumi.
Selain memberikan bantuan darurat, relawan Muhammadiyah dan Pimpinan Muhammadiyah Sukabumi turut memberikan bantuan dalam bentuk Pelayanan Kesehatan di Desa Sagaranten setelah dilakukan koordinasi dan asesmen.
Aksi layanan program Indonesia Siaga ini di Pos Layanan Segaranten (10/12/2024) melibatkan tenaga medis dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Koordiantor Pos Pelayanan Sagaranten, M. Abdul Aziz mengatakan, pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir dan longsor di Desa Segaranten, merupakan upaya pemulihan kesehatan masyarakat paska-bencana.
“Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sukabumi berisiko meningkatkan penyebaran penyakit. Dalam masa tanggap darurat seperti ini, kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama,” ujarnya.
Dukungan penuh dari Lazismu sampai saat ini telah menyalurkan bantuan makanan siap saji Rendangmu di Pos Koordinasi sebagai amanah dari program kemaslahatan BPKH serta bantuan dasar lainnya selama tanggap darurat berlangsung.
Aziz menambahkan untuk mendukuing proses tanggap darurat tersebut, ada kebutuhan mendesak yang diperlukan penyintas antara lain Family Kit, Baby Kit, Obat-obatan, pakaian dan alas tidur. Sejauh ini, relawan Muhammmadiyah telah melakukan penanganan kesehatan,
mengecek kesehatan warga. Di samping itu, kendala di lapangan yang ditemui adalah akses jalan yang masih sulit dilalui, jaringan komunikasi tidak stabil dan di beberapa desa aliran listrik masih ada yang terputus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/MDMC Jabar]

PEKALONGAN – Rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu saling gayung bersambut. Pasca-rakernas di Yogyakarta, agenda masing-masing wilayah mengerucut untuk menajamkan koordinasi program dan fundraising.
Pada gilirannya Lazismu Jawa Tengah bergerak dalam agenda Rakerwil yang berlangsung di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, yang dimulai dari tanggal 7 – 8 Desember 2024.
Dalam rakerwil tersebut, Lazismu Wilayah Jawa Tengah mencanangkan target untuk penghimpunan dana zakat sebesar Rp 320 miliar pada 2025. Target ini naik dari capaian sebelumnya, yakni Rp 241 miliar pada 2024.
Rakerwil dihadiri oleh perwakilan Lazismu dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Tahapan agenda utama di rakerwil meliputi pembahasan strategi penghimpunan dana zakat dan sedekah, perbaikan tata kelola keuangan, optimalisasi pendayagunaan dana, serta pengembangan program inovatif seperti “Kampung Berkemajuan.”
Pada 2024, Lazismu Jawa Tengah sukses menyalurkan dana zakat dan sedekah ke enam pilar program prioritas. Program-program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial dakwah, kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, menyampaikan rasa optimisnya terhadap target 2025 yang signifikan dengan kondisi perkembangan Lazismu di pulau jawa bagian tengah ini.
“Kami percaya, dengan kerja keras dan sinergi seluruh tim, target Rp 320 miliar bukan hal yang mustahil untuk dicapai. Melalui Rakerwil ini, kami bersepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam penghimpunan dan pendayagunaan dana,” ujarnya.
Dwi Swasana menambahkan bahwa dukungan penuh dari berbagai pihak akan menjadi kunci keberhasilan. “Program-program kemanusiaan dan pemberdayaan akan semakin meluas jika seluruh elemen berkomitmen dan berjalan seirama,” urainya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, turut hadir memberikan arahan. Ia mengapresiasi capaian Lazismu Jawa Tengah, namun mengingatkan agar mereka tidak cepat berpuas diri.
“Tantangan berikutnya tentu tidak mudah. Lazismu harus terus menjaga semangat kolaborasi dan menyamakan persepsi untuk mencapai target yang lebih tinggi. Fokus kami adalah menciptakan dampak berkelanjutan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ahmad Imam juga mendorong penguatan inovasi dalam tata kelola dana dan pelibatan masyarakat secara lebih aktif. Dia menilai peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu akan menjadi modal utama dalam mewujudkan visi ke depan.
Strategi komprehensif telah disusun oleh Lazismu Jawa Tengah untuk mengejar target 2025. Selain memperkuat penghimpunan dana, Lazismu berkomitmen untuk meningkatkan dampak positif melalui program-program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program unggulannya seperti “Kampung Berkemajuan” diharapkan menjadi contoh aksi nyata bagaimana dana zakat dapat dikreasikan secara optimal untuk membangun kemandirian masyarakat. “Kami ingin Lazismu terus menjadi motor penggerak kebaikan yang membawa manfaat besar bagi masyarakat luas,” tutup Dwi Swasana.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu Jawa Tengah]
Sumber : pwmjateng.com

MEDAN -- Pimpinan Daerah Aisyiyah (PD Aisyiyah) Kabupaten Asahan bersama Lazismu Wilayah Sumatera Utara pada Ahad, (8/12/2024), menyalurkan bantuan untuk para penyintas banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Medan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung di beberapa titik, seperti Kecamatan Tanjung Sari, Kampung Aur dan Juga Flamboyan, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Ketua PD Aisyiyah Kabupaten Asahan, Sumiati mangatakan, aksi ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong-royong dan rasa kemanusiaan. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena dampak banjir. Sinergi antara Aisyiyah Kabupaten Asahan dan Lazismu menjadi langkah nyata untuk memperluas jangkauan bantuan,” ujarnya.
Jenis bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, telur, gula pasir, teh, pakaian, dan perlengkapan kebersihan. Tak hanya itu, relawan yang terlibat juga memberikan layanan psikososial kepada para korban untuk membantu mereka pulih dari trauma akibat bencana.
Sementara itu, Ketua LAZISMU Sumatera Utara Syahrul Amsari mengapresiasi langkah cepat PD Aisyiyah Kabupaten Asahan dalam merespons musibah banjir ini. “Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Kami terus berkomitmen menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak demi misi kemanusiaan,” katanya.
Banjir yang melanda Kawasan Medan, Binjai dan Deli Serdang dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan ratusan warga terdampak dan mengungsi. Kondisi ini menuntut perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Warga terdampak menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Salah satu penerima bantuan yakni Eddy mengungkapkan, “Kami sangat berterima kasih kepada Aisyiyah dan Lazismu yang peduli terhadap kami. Bantuan ini sangat berarti, terutama di tengah kondisi sulit seperti ini.”
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menguatkan nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Segenap PD Aisyiyah Kabupaten Asahan dan Lazismu mengajak masyarakat luas untuk terus membantu korban bencana melalui donasi atau keterlibatan langsung dalam aksi kemanusiaan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu Sumut]

SUKABUMI – Darurat bencana di wilayah Sukabumi, Jawa Barat pasca-bencana banjir bandang pada Selasa – Rabu, (3 – 4/12/2024), masih dalam proses penanganan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam laman resminya, sejak Jum’at, (6/12/2024), menyerukan kepada pemangku kepentingan untuk aktivasi posko tanggap darurat bencana.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto mengungkapkan ada 1.260 rumah alami kerusakan akibat bencana tersebut, dengan rincian sebanyak 428 rumah rusak berat, 230 rumah rusak sedang, dan 602 rumah mengalami rusak ringan.
Seruan BNPB direspons Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Barat yang didukung oleh Lazismu mendirikan Pos Koordinasi dan Pos Pelayanan. Berdasarkan informasi Ade Irvan Nugraha hari ini (9/12/2024) dari lokasi disebutkan bahwa untuk Poskor berada di Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan Posyan barada di Jalan Tangkil - Agrabinta, Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
“Kedua pos tersebut berfungsi sebagai pusat informasi dan koordinasi penanganan bencana selama masa tanggap darurat,” jelsnya. Adapun Ketua Pos Koordinasi (Poskor) dibawah koordinasi Andir Moewashi Idharoel Haq, yang merupakan Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sukabumi.
Dalam catatan situasi terkini, Ade Irvan mengabarkan bahwa lokasi terdampak yang telah diasesmen ada di 6 desa antara lain: Desa Lembur Sawah, Cibadak, Bantarsari, Sirnasari, Pabuaran dan Ciwalat. Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun relawan muhammadiyah dalam program Indonesia Siaga, pada Ahad, 07 Desember 2024, untuk para penyintas mengungsi di tempat aman.
Adapun berdasarkan laporan situasi itu, relawan muhammadiyah telah menyebarkan para personilnya di 6 titik lokasi dampingan antara lain di kampong Pucang Kalong, Parungseah, Panembong, Sindanghayu, Nagrog, Muara Cihaur, Eretan, dan Cieurih. “Relawan Muhammadiyah sudah melakukan asesmen kesehatan dan bersih bersih rumah terdampak bersama warga Curug Luhur dan asesmen di Kecamatan Segaranten.
Aktivasi Poskor dan Penyaluran Bantuan Rendangmu
Sejauh ini relawan muhammadiyah juga telah berkoordinasi dengan Lazismu dalam mengoptimalkan Pos layanan. Pos layanan pertama menurut Tim MDMC Jabar telah dibuka di Desa Sagaranten, dengan rencana pembukaan pos-pos lainnya di Desa Nyalindung dan Warung Kiara.
Kehadiran pos layanan ini diharapkan dapat mendukung pos koordinasi dalam memberikan akses yang lebih cepat dan efektif bagi warga terdampak bencana serta memfasilitasi distribusi bantuan. Sebagai informasi pelengkap, Pimpinan Muhammadiyah Sukabumi juga merencanakan serangkaian langkah tindak lanjut, termasuk penyediaan layanan kesehatan, psikososial, dan pendidikan darurat untuk membantu pemulihan masyarakat.
Selain itu, tidak hanya di Sukabumi, Muhammadiyah Cianjur juga telah bergerak untuk merespons bencana tanah gerak yang terjadi di Cianjur dengan membuka Pos koordinasi yang diketuai oleh Majid.
Sampai berita ini ditayangkan, Lazismu juga telah menyalurkan bantuan makanan siap saji Rendangmu di Pos Koordinasi sebagai amanah dari program kemaslahatan BPKH serta bantuan dasar lainnya selama tanggap darurat berlangsung.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/MDMC Jabar]

