Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Di Workshop Dampak Perubahan Iklim, Lazismu dan Madani Berkelanjutan Tandatangani Kerjasama

JAKARTA – Umat Islam menyadari tentang arti penting perubahan ikim. Kerisauan tentang dampak perubahan iklim begitu nyata. Dibutuhkan kolaborasi dan apa yang harus dilakukan untuk merespons perubahan iklim. Sosialisasi pemahaman tentang perubahan iklim semakin mendesak karena masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Dampak perubahan iklim menjadi perhatian Lazismu dan Madani Berkelanjutan. Hari ini, kedua lembaga berkolaborasi menyelenggarakan Workshop Dampak Perubahan Iklim dan Peran Lazismu, di Menteng, Jakarta yang berlangsung dari Sabtu – Minggu, 3 – 4 Agustus 2024.

Ketua Badan Pengurus Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais, dalam pembukaan workshop dampak perubahan iklim mengatakan agenda ini momentum yang tepat bahwa workshop selama dua hari   diinisiasi oleh Lazismu yang bersinergi dengan Madani Berkelanjutan.

“Direncanakan dengan proses yang panjang dan evaluasi program yang bertalian dengan SDGs, Lazismu menilai program lingkungan capaian programnya harus dioptimalkan sehingga terserap dalam suatu aktivitas yang strategis,” jelasnya.             

Lazismu sebagai lembaga filantropi peran strategisnya harus turut serta memberikan solusi (problem solver) dan fasilitator bagi masyarakat dalam menyelamatkan lingkungan. Topik perubahan iklim, kata Mujadid Rais merupakan topik yang hangat. Di Muhammadiyah sendiri kampanye kesadaran lingkungan dan perubahan iklim dibentuk dengan hadirnya Muhammadiyah Climate Changes (MCC).

Peran MCC melibatkan majelis dan lembaga untuk bersama – sama berkontribusi menghadapi dampak perubahan iklim. Sementara itu, kata Mujadid Rais, melalui program lingkungan Lazismu telah berkoordinasi dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk mengkaji dana penghimpunan zakat agar bisa dimanfaatkan untuk penyelamatan lingkungan.

“Beberapa program telah diaktivasi Lazismu di beberapa titik, misalnya di Duren Sawit, Jakarta dalam pemberdayaan komunitas pemulung yang disinergikan dengan program kampung hijau bersama Swara Peduli Indonesia. Program lingkungan lainnya di Bantul, Yogyakarta mengaktivasi rumah produksi pengelolaan sampah,” pungkasnya.     

Bersama Madani Berkelanjutan, kata Mujadid Rais, Lazismu bisa saling mengisi untuk memperkuat program lingkungan dari aspek lain khususnya dampak perubahan iklim. Dan Madani yang lebih intens bergerak di kajian perubahan iklim selama dua hari akan kita dengar dan ikuti sampai akhir untuk mendapatkan informasi penting.

“Dengan melibatkan empat puluhan kantor Lazismu wilayah dan daerah yang telah dikaji kerentanan daerahnya diharapkan akan lebih mengena. Karena di beberapa kota yang dulu dikenal sejuk kini karena suhu global yang naik mengalami dampaknya dan tidak sejuk lagi. Termasuk para nelayan di pesisir pantai yang merasakan dampaknya ketika melaut,” paparnya.

Maka dengan Lazismu yang turut berkontribusi dalam perubahan iklim, diharapkan kawan-kawan yang hadir untuk dua hari ini bisa melihat kondisi ini di lokasinya masing-masing dan dapat menyampaikan ke kawan-kawan yang lain untuk menyadarkan dampak perubahan iklim.

Di agenda yang sama, Lazismu dan Madani Berkelanjutan menanda-tangani kesepakatan kerjasama untuk program perubahan iklim yang diwakili oleh kedua pihak yaitu Ahmad Imam Mujadis Rais sebagai Ketua Badan Pengurus Lazismu dan Nadia Hadad sebagai Direktur Eksekutif Madani Berkelanjutan, yang disaksikan oleh Direktur Utama Lazismu Ibnu Tsani, Deputy Director Madani Berkelanjutan Giorgio Budi Indrarto dan Sofa sebagai Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.   

Nadia Hadad, Direktur Eksekutif Madani Berkelanjutan mengatakan kami senang dapat berkolaborasi dengan Lazismu. Apalagi telah disampaikan oleh Bapak Sofa dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, bahwa komitmen perubahan iklim di Muhammadiyah sudah dimulai sejak diterbitkannya dokumen Fikih Air dan Fikih Kebencanaan.

Ini merupakan langkah bagus bagaimana merespons perubahan iklim menjadi sesuatu yang bisa dikaji melalui kajian fikih.

Madani Berkelanjutan akan siap berkolaborasi dengan Lazismu melalui kajian dan riset yang mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi terhadap lembaga filantropi dalam mengembangkan program-programnya yang strategis. Terima kasih atas dukungannya sehingga kerjasama ini bisa terwujud

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
3 Agustus 2024

Menyelami Kerangka Kerja Logis, 9 Hari Melantai Di Pelatihan Program Kampung Berkemajuan

JAKARTA – Pagi itu, selepas sarapan pagi, di Hotel Cemara (28 Juli 2024), Menteng, Jakarta, peserta Workshop kembali ke ruangan mendiskusikan rangkaian aktivitas sebelumnya tentang praktik asesmen Kampung Berkemajuan. Selama tiga jam peserta dan fasilitator saling bertukar pikiran, wawasan (insight) apa yang diperoleh setelah melakukan praktik asesmen pada hari Sabtu, di Kampung Marunda, Jakarta Utara.

Urusan aktivitas peserta akan melakukan apa disampaikan Adtya Rizki Nugroho bahwa untuk hari minggu peserta akan dibawa ke Kampung Sumur, Klender, Duren Sawit Jakarta Timur. Mereka akan kembali praktik asesmen di komunitas pemulung untuk mencari data sebagai bahan informasi.

Sejak tanggal 25 Juli 2024, pasca materi pengenalan tentang Inovasi Sosial Kampung Berkemajuan Berbasis Kawasan, amil Lazismu yang berasal dari Lazismu Wilayah Jateng, Jatim, Jabar, DIY, dan Lampung, terlibat aktif menyelami Workshop Panduan, Pelatihan LFA dan Asesmen Program Kampung Berkemajuan Inovasi Sosial Berbasis Kawasan.

Materi sharing session disajikan gambit oleh Ardi Lutfi Kautsar, Adityan Reffiyanto dan Muhammad Sholeh Arfarabi. Ketiganya berbagi pengalaman bagaimana merencanakan suatu program ketika Lazismu dan Baznas berkolaborasi dalam jejak kebajikan di kabupaten Maluku, Banggai dan Banten.

Program kebajikan zakat yang mentas di tiga lokasi tersebut, dilakukan oleh tiga orang amil Lazismu memuat unsur yang sama bagaimana kerangka kerja logis program diimplementasikan. “Pendekatan berbasis isu dan pendekatan alur digunakan untuk data awal,” kata Ardi.

Melengkapi paparan Ardi, Program Kebajikan Zakat Wilayah Maluku 2021 – 2023 yang lalu, bagi Reffiyanto merupakan langkah awal bagaimana menemukan akar masalah. Menggunakan survei indeks desa, dan penilaian lokasi desa secara cepat dan partisipatif (Rapid Rural Appraisal/RRA), terkait kebutuhannya, lanjut dia, juga disiapkan secara bersama-sama cara menyelesaikan masalahnya.

Hal itu dilakukan sekaligus melakukan sosialisasi dan menentukan calon penerima manfaat program yang direncanakan. Hal senada disampaikan Alfarabi, namun yang perlu menjadi pertimbangan, bisa saja diawal perencanaan sudah matang dengan datanya, lalu saat kaji cepat di lapangan berbeda antara yang seharusnya dengan senyatanya.

Misalnya, kata Alfarabi, kita sudah merencanakan untuk memberikan beasiswa, faktanya di lapangan ternyata sekolah gratis. “Hanya saja mereka penerima manfaat tidak memiliki sepatu, seragam, dan jarak rumah ke sekolah jauh. Jadi, ternyata perencanaan terlalu matang tanpa kaji cepat juga ternyata keliru,” bebernya.

Sekelumit pengalaman dari Ardi Lutfi Kautsar, Adityan Reffiyanto dan Muhammad Sholeh Arfarabi, merupakan informasi berharga bagaimana kerangka kerja logis dilakukan dalam suatu program dengan durasi yang cukup panjang. Selain dikaitkan dengan suatu tipologi lokasi yang dituju, metodologi asesmen dalam panduan itu menjadi signifikan sebagai cara pandang membuka jalan mengenal penilaian suatu program.

Mengenal Metodologi Asesmen

Fasilitator pelatihan dan panduan LFA Kampung Berkemajuan Berbasis Kawasan, Barry Aditya, yang memiliki teknik metodologi asesmen, mencatat bahwa metodologi itu berperan dalam proses penggalian informasi yang dikumpulkan lalu dilakukan penilaian informasi tentang suatu informasi tertentu yang ingin diperoleh.

Tidak perlu terkejut, ungkapnya. Alurnya akan disesuaikan dengan kondisi di ruangan ini. Sebelum tiba di metodologi asesmen, kita akan mulai dengan tahapan menemukan akar masalah sosial. “Wilayah dan daerah sudah membawa inovasi sosial apa atau baru mau melakukan apa,” katanya mendampingi peserta.

Gambaran sederhananya, kata dia, inovasi sosial yang dilakukan untuk meningkatkan nilai (value). “Kita akan melihat apakah ada ciri tertentu tidak untuk inovasi sosial ? Apakah ada indikatornya,” kata Barry Aditya.

Dalam asesmen ini, hal yang meliputi data awal, identifikasi, analisis, penilaian, survei, pengumpulan data, verifikasi, validasi, pengumpulan data, refleksi, pendataan, survei lokasi, dan pencarian informasi lainnya, paling tidak ada enam tahapan antara lain: proses mencari solusi dan ide pemecahan masalah, tahapan uji coba, keberlanjutan program, peningkatan skala program dan terciptanya perubahan yang sistematis.

Seperti disampaikan Barry Aditya, kira-kira waktu akan melakukan penilaian apa saja patokannya dari keenam tahapan tersebut. Kita akan membayangkan sesuatu apakah akan terjadi di awal atau sebetulnya saat membayangkan hal itu sudah ada tujuan sebelumnya. “Atau melakukan asesmen belum ada yang dipikirkan, atau sudah ada yang dibutuhkan untuk warga,” pungkasnya.

Mind Mapping, Story Telling yang Bermakna

Dalam kesempatan berbeda, fasilitator lainnya Widyanto Muttaqien mengatakan dengan pendekatan kaji cepat (rapid appraisal) nanti akan ada kerangka kerja logis di dua tempat. “Pertama di kampung nelayan, Marunda, yang menjadi bagian dari dampingan lazismu. Di kampung ini ada nelayan pesisir yang kehidupannya tidak punya sama sekali tempat tinggal, ada sekitar 200 KK yang tinggal sementara. Mereka di bantaran banjir kanal timur, dalam pelatihan ini untuk melihat apa yang dihadapi oleh masyarakat yang kondisinya seperti itu,” katanya.

Di Marunda, awalnya menggunakan teknik kuesioner tapi diganti dengan teknik penggalian informasi dengan tanya jawab secara efektif-kreatif (mind mapping). Penggalian informasi menjadi lebih hidup dan kaya, karena masyarakat bercerita. “Pelatihan 1 hari dengan penggalian data 3 jam akan semakin hidup di banding kuisioner yang kaku dan satu arah,” imbuhnya.

Lokasi kedua, lanjut Widyanto berada di kompleks Yayasan Swara Peduli Indonesia yang menjadi mitra Lazismu. Yayasan ini memiliki urban farming, melon ditanam di green house dan berjalan cukup lama dan panen beberapa kali. Di sini warganya kebanyakan pemulung, lahannya bukan milik mereka tapi lahan yang diokupasi karena tidak ada tempat tinggal.

Informasi yang digali ceritanya akan banyak bagaimana sejarah orang yang tinggal di lahan ini. Yang ditekankan di sini, Baik Lazismu maupun muhammadiyah, ada dua kegiatannya yaitu pengasuhan anak dengan membuat PAUD, plus pendidikan alternatif di luar pendidikan formal.

Program yang ada di sini adalah dakwah dan lainnya penghijauan kampung kemudian ada juga pada program mengelola sampah dan terkahir membuat bio septik tank dengan hasil produknya berupa biogas.

Dengan teknik yang sama, kata dia, ada pembelajaran bahwa pada lini masa, sejarah dan kronologi waktu apakah ada hubungan relasi yang terjadi di sini dari aspek sosial dan ekonomi. Kita pelajari di sini dan bagaimana dengan relasi kekuasan dalam arti kebijakan publik.

Selanjutnya sejak awal selama 9 hari ini, setiap urutan materi kita rakit yang tujuannya membuat Lazismu di daerah memiliki program Kampung Berkemajuan. Ini harus ada baseline, yang akan digunakan untuk membuat suatu program.

Dengan diperolehnya data secara kuantitatif dan kualitatif, yang dilengkapi cerita dan tuturan warga (story telling), begitu sangat berharga. Karena ada informasi yang belum dan telah dilakukan warga. “Opsi-opsi ini yang akan dihitung risikonya bagaimana jika program ini mengalami kemandegan, dan mitigasinya seperti apa untuk dicari solusinya,” jelasnya.

Dari data ini akan digunakan untuk mitigasi risiko dalam kerangka kerja logis dan akan kita hubungkan dengan asumsi risiko dan kebijakan negara. Misalnya terkait dengan pendanaan program seperti apa. Kondisi yang tidak bisa diintervensi oleh Lazismu misalnya kebijakan publik. Artinya tidak serta merta risiko menjadi hilang tapi jadi tantangan bersama dengan memperhitungkan mitigasi dan risiko.

Mengapa latihan LFA ini menjadi penting dan signifikan, jadi sedari awal disusun berdasarkan tujuan, kemudian ada yang tujuan khusus, yang sebenarnya didapat dari data konkret di lapangan untuk mengenal akar masalah. “Akar masalahnya harus ada solusi yang tidak ke mana mana untuk diselesaikan. Prinsipnya dengan cara program khusus untuk menyelesaikan akar masalahnya,” tegasnya.

Selanjutnya, setelah selesai dalam bentuk tujuan program baru disusun programnya. Jadi LFA, kata dia, tidak berangkat dari hubungan yang tidak ada masalah. Sudah relevan atau tidak dengan tujuan tersebut, baru menyusul tujuan lain dari yang umum. Amil Lazismu dari pelatihan ini lalu dapat merumuskan urutannya jika aktivitasnya sudah jelas baru diturunkan dengan anggaran dan agenda waktu (timeline). Risiko ini akan dihitung dengan LFA, tutupnya.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
31 Juli 2024

Milad Lazismu Ke-22, Peningkatan Kualitas Tata Kelola dan Kolaborasi Jalan Menuju Inovasi Sosial

JAKARTA – Lazismu di usianya yang ke -22 tahun memiliki capaian dan tantangan. Sesuai dengan visi dan misinya, Lazismu juga akan mendukung Muhammadiyah untuk unggul dan berkemajuan. Hal itu bisa dilakukan dengan bersinergi untuk menuju inovasi sosial.

Seperti pada tema milad Lazismu tahun ini, Sinergi Kebajikan untuk Inovasi Sosial, keunggulan dan kemajuannya hanya bisa dilakukan dengan bersama – sama, kata Ketua Badan Pengurus Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais dalam resepsi milad Lazismu ke -22 di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, pada Selasa, 30 Juli 2024.

Tantangan di Lazismu, menurut Mujadid Rais, kalau saya amati dari pergerakan lembaga amil zakat di tanah air tidak lepas dari isu tata kelola. “Di internal Lazismu sendiri terkait isu digitalisasi, SOP, kemudian peningkatan sumber daya manusia masih terus untuk dikejar pencapaiannya. Lazismu akan memperbaiki dari hari ke hari sesuai dengan visi dan misinya sebagai lembaga amil zakat yang terpercaya, amanah dan profesional,” jelasnya.

Namun itu semua, tidak bisa dilakukan sendiri, Lazismu harus membuka diri bahkan lintas agama, suku, majelis di internal dan lintas sektor baik di pemerintahan dan di kalangan masyarakat sipil (civil society).

Mujadid Rais mewakili Lazismu bersyukur, di tahun ini mendapat apresiasi dan penghargaan dari FOZ, berupa zakat awards melalui program Edutabmu dalam kategori Gold. Kami berkolaborasi dengan The Head Foundation Indonesia untuk melakukan inovasi sosial pembelajaran digital nir internet sehingga bisa membuka akses proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terbatas dari sarana dan prasarana di daerah yang terpencil.

“Kami dalam perjalanannya bahwa semua program Lazismu mendukung program persyarikatan, ini penting untuk saling berkolaborasi. Tidak jalan sendiri. Baru kemarin Lazismu meluncurkan program beasiswa kader yang berkolaborasi dengan MPKSDI PP Muhammadiyah, serta lembaga lainnya seperti Baznas,” paparnya.  

Ini perjalanan panjang, Mujadid rais menegaskan, Lazismu berharap bisa menjadi satu lembaga yang mendukung visi Muhammadiyah tahun 2027 agar unggul dan berkemajuan.

Selain itu, sambung Mujadid Rais, Lazismu sebagai lembaga amil zakat harus aman syariah karena ada dewan pengawas syariah dengan panduan yang ketat, aman regulasi yang tunduk pada undang-undang zakat, aman NKRI karena beberapa waktu belakangan ada lembaga yang kirim donasi dikhawatirkan berbeda dari garis republik Indonesia,” pungkasnya.

Tambahnya satu lagi, Lazismu harus aman sosial dan ekonomi. Lazismu ingin memberikan satu dampak positif dan memberikan nilai manfaat terhadap masyarakat. “Mulai dari isu kemiskinan ekstrem yang masih ada di tengah kita, isu pinjol, dan pengangguran yang juga masih menjadi masalah bersama, ungkapnya dengan harapan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” tandasnya.

Maka dalam suasana yang berbahagia ini saya mengucapkan selamat milad untuk Lazismu yang ke-22, semoga bisa bersinergi dalam memberikan kebaikan dalam inovasi sosial. Hadir dalam acara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, Majelis, Lembaga dan Ortom Muhammadiyah, mitra korporat dan perbankan Lazismu, BPKH, donatur, dan rekan – rekan lembaga filantropi lainnya yang selama ini menjadi bagian mitra kolaborasi Lazismu.  

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
30 Juli 2024

Tingkatkan Kualitas Kader, Lazismu dan MPKSDI Kucurkan Program Beasiswa Kader Senilai 3,5 Miliar Rupiah

YOGYAKARTA  --  Kader muhammadiyah adalah kader yang siap berkiprah untuk kemajuan persyarikatan. Muhammadiyah mencari kader yang mumpuni untuk mengisi estafet kepemimpinan agar roda organisasi dan amal usaha dapat terus maju. Untuk menciptakan kader mumpuni dibutuhkan pelatihan dan pendampingan, salah satunya melalui beasiswa kader.  

Meski kader persyarikatan tersebar di seluruh Indonesia, menjaring kader potensial adalah agenda penting dengan memberikan perhatian khusus dalam bentuk peningkatan kapasitas dan kesempatan melanjutkan pendidikan. Lazismu dan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkolaborasi menjembatani hal itu dengan meluncurkan program pilar pendidikan berupa beasiswa kader.

Peluncuran program beasiswa kader diresmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto secara daring, di Yogyakarta, pada Senin, 29 Juli Agustus 2024, yang disaksikan langsung oleh Bachtiar Dwi Kurniawan Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah dan Ahmad Imam Mujadid Rais Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat.

Dihadapan kader muhammadiyah seluruh Indonesia, Bachtiar Dwi Kurniawan dalam sambutannya mengatakan rasa syukurnya atas inisiasi program ini. MPKSDI mendapatkan amanah untuk melakukan proses peningkatan dan pengembangan kapasitas kader muhammadiyah.

“Inisiasi yang kami niatkan untuk kader-kader muhammadiyah agar memperoleh akses pendidikan, semoga beasiswa ini juga bisa diakses oleh kader-kader yang ada di luar negeri dalam menyelesaikan studinya,” pungkasnya.

Bachtiar menuturkan bahwa MPKSDI diamanahi program pendidikan dalam muktamar muhammadiyah sebagai wujud penanaman dan peneguhan ideologi muhammadiyah. Rangkaian kegiatannya antara lain, ideopolitor dan baitul arqam yang dilakukan di tingkat struktur pimpinan persyarikatan muhammadiyah.

“Seiring dengan kemajuan infrastruktur dan pembangunan fisik muhammadiyah jangan sampai kader-kader kita tertinggal di aspek kejiwaan, etos dan ideologi. Sehingga proses-proses ini seiring dengan perkembangan jiwa dan spirit ideologi muhammadiyah dapat memberikan nilai manfaat untuk kader,” jelasnya.  

Dalam kesempatan yang lain, kami juga ada program diaspora kader yang sedang dirintis dan diinisiasi yang bentuknya nanti bisa dilihat dalam kurun waktu tiga sampai dengan empat tahun ke depan. Sementara itu, internasionalisasi muhammadiyah bukan sekadar fenomena lokal tapi global. Kader di luar negeri, kata dia, merupakan penyambung lidah muhammadiyah dan juru bicara dalam menyebarkan pemahamanan islam berkemajuan.

Karena itu, mewakili MPKSDI, kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu atas sinergi program ini. Semoga program ini untuk kader berjalan lancar dan membantu kader persyarikatan di mana pun berada dalam studinya.  

Selaras dengan sambutan itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengungkapkan bahwa dirinya dan Lazismu sering mendapat pertanyaan dari kader persyarikatan tentang beasiswa. Kader-kader itu tersebar di ortom dan AUM yang membesarkan persyarikatan di daerahnya masing – masing.

Maka dengan diluncurkannya program beasiswa kader, sambung Mujadid Rais, ada tantangan di depan mata bahwa kita menghadapi bonus demografi dan memerlukan peningkatan sumber daya manusia. “Dengan adanya beasiswa ini dapat mendukung generasi emas. Mudah-mudahan beasiswa kader bisa diakses oleh semua dan mendapatkan informasi yang layak,” katanya.

Dalam kolaborasi program kali ini, selain dengan MPKSDI, Lazismu juga menggandeng Majelis Dikti PP Muhammadiyah yang sudah berpengalaman menyeleksi. Lazismu mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang hadir dalam peluncuran ini. Kami memohon dukungan bapak ibu yang sama-sama menghidupkan Lazismu di mana pun berada.

“Supaya dampaknya bisa dirasakan bersama baik di lingkungan internal dan eksternal persyarikatan. Sekali lagi terima kasih kepada tim adhoc dan MPKSDI yang tak kenal lelah untuk duduk bersama agar program ini bisa berjalan,” ucapnya.

Di tengah antusias kader yang hadir, Ketua Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Agung Danarto dalam amanahnya mengatakan peluncuran program beasiswa kader sebagai upaya memberikan perhatian serius kepada kader dan angkatan muda muhammadiyah yang sedang menyelesaikan studinya.

“Muhammadiyah relatif terbuka secara organisasi dan kader yang berkiprah di muhammadiyah sejak dini tersalip dengan yang datang belakangan,” tandasnya.

Hal itu disebabkan oleh komptensi formal yang tidak dimiliki oleh kader yang aktif sejak lama. Karena muhammadiyah semakin berkembang, maka membutuhkan kompetensi kader yang semakin tinggi juga, bukan hanya tingkat sarjana tapi magister dan doktor dari hasil pendidikan formal yang ada di tanah air.

Kondisi ini jadi seleksi awal dalam hal kompetensi misalnya jadi dosen syaratnya lulusan strata dua. Sekarang saja, kata Agung Danarto menceritakan, banyak kader-kader yang belum bisa menyelesaikan pendidikannya. Hal itu tidak cukup dengan kekaderan bagi alumni atau pimpinan ortom tingkat pusat sekalipun karena dibutuhkan pendidikan yang formal.

“Ini strategis sekali bukan hanya dalam rangka memberikan kesempatan lebih lanjut tapi juga untuk menjaga muhammadiyah di masa yang akan datang,” tandasnya.

Karena itu harus ada kesempatan untuk kader-kader dalam memanfaatkan kesempatan ini dalam studi atau bisa juga dibantu dalam SPP dan biaya buku supaya semangat dan mau belajar dengan giat dan rajin.

Setelah strata satu, diberi wawasan dan informasi untuk lanjut ke jenjang berikutnya. Ini tentu apa yang dilakukan MPKDSI dan Lazismu sebagai langkah awal. Saya dengar program beasiswa kader sudah memberikan porsi untuk S1 250 orang dan S2 150 orang.

“Langkah awal yang bagus, ke depan itu tidak cukup kita tahu hampir semua AUM semuanya menawarkan beasiswa. MPKSDI harus memiliki data sebagai pusat informasi perguruan tinggi yang punya program beasiswa. Apa syaratnya dan yang dicover apa sehingga memberikan informasi yang luas bagi kader untuk bisa akses ke program beasiswa tersebut,” tegasnya.

Alhamdulillah Lazismu sudah bisa menyiapkan program beasiswa dari penggalangan dana dan kita doakan Lazismu agar lebih banyak muzaki dan donatur yang berinfak sehingga ada keberkelanjutan dan lebih besar untuk penerima manfaatnya.

“Mudah-mudahan para pemangku kepentingan mendapat keberkahan dan dimudahkan. Terutama untuk Lazismu dan yang mendapatkan beasiswa seteleh diseleksi. Ini keren sekali. Semoga kader yang terseleksi nanti lulus dan selesai studinya bisa ke jenjang pendidikan berikutnya,” tutupnya dengan nada semangat.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
29 Juli 2024

Semangat Internasionalisasi Muhammadiyah, Lazismu Turki Resmi Dikukuhkan

TURKI – Filantropi Islam berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaatnya. Kiprah Lazismu dengan jejaringnya di seluruh Indonesia peran strategisnya telah banyak dirasakan masyarakat. Melalui pimpinan Muhammadiyah di luar negeri diharapkan Lazismu turut mengoptimalkan nilai manfaat zakat, infak dan sedekah serta dana sosial lainnya yang sejalan dengan spirit dakwah berkemajuan yaitu internasionalisasi Muhammadiyah.    

Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki periode 2024-2026 resmi dikukuhkan pada Sabtu (20/7/2024) di kota Konya, Turki.

Pengukuhan itu dihadiri Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, serta Ketua Program Studi Ilmu Politik dan Kebijakan Publik Necmettin Erbakan University, Önder Kutlu.

Pada periode kepemimpinan Tri Julia Wulandari, Lazismu Turki diharapkan mampu mengoptimalkan segala usaha untuk menjadi lembaga filantropi islam berkemajuan di Turki. Hal ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang tertuang dalam Muktamar ke-48 di Surakarta tentang semangat internasionalisasi Muhammadiyah.

Pada acara pengukuhan tersebut, Ketua Lazismu Turki, Tri Julia Wulandari nenyampaikan arah kebijakan program Lazismu Turki ke depannya. Selain itu, ia mengatakan bahwa program-program yang telah berjalan harapannya tidak hanya dirasakan oleh warga negara Indonesia saja, tapi juga warga Turki atau warga negara asing secara umum.

Lazismu Turki akan berkomitmen penuh untuk membantu mereka yang ingin menyalurkan zakatnya. Tanpa memandang kewarganegaraan, Lazismu Turki percaya, dakwah yang disebarkan melalui program utamanya akan membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi sesama, sesuai dengan tagline Lazismu di Turki "Memberi Untuk Negeri".

Di samping itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu Turki semakin meningkat. Banyak dari mereka yang telah menyalurkan zakatnya melalui Lazismu. Nantinya, Lazismu Turki akan berupaya untuk mengesahkan legalitas dan menjadi salah satu lembaga filantropi terpercaya yang ada di Turki.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Kelana Wakil Sekretaris Lazismu Turki]

 

 

SELENGKAPNYA
29 Juli 2024

Hilman Latief: Dalam Inovasi Sosial, Lazismu Perlu Mempertimbangkan Nilai Penting Infrastruktur Program Berkelanjutan

JAKARTA – Ketika berbicara pemberdayaan dan pengembangan program selama ini yang dianggap perlu adalah programnya. Padahal dalam aspek pemberdayaan dan pengembangan, infrastruktur merupakan bagian yang penting. Seperti fasilitas pemberdayaan antara lain kolam, air dan lain sebagainya.

Pada kondisi tertentu, dengan modal sedikit, infrastruktur ada, dan ada tempat berkumpul untuk produktivitas warga. Maka infrastruktur harus menjadi perhatian program Kampung Berkemajuan. Melalui infrastruktur eskpresi kegiatan di dalamnya bisa melengkapi suatu program, kata peneliti filantropi Islam, Hilman Latief dalam sambutannya di acara Workshop Panduan, Pelatihan LFA dan Asesmen Program Kampung Berkemajuan Inovasi Sosial Berbasis Kawasan, di Jakarta pada Kamis, 25 Juli 2024.

“Saya apresiasi workshop ini dengan program yang sejak lama dilakukan, bahwa saat ini kita perlu masuk ke satu proyek sosial secara lebih terpola, sistemik. Memang saya sedang menguji Lazismu dan majelis terkait, bisakah kita melakukan proyek berkelanjutan dan konsisten selama 2-3 tahun,” ungkap Hilman Latief yang juga Bendahara Umum PP Muhammadiyah.

Hilman mengungkapkan, pada tahun 2019, saya berkomunikasi dengan salah satu perusahaan Korea berdiskusi tentang transformasi digital. Saya ingat mungkin bulan Desember beberapa tahun lalu, bagaimana kemudian agar satu program ada literasi untuk guru, siswa ada proses pembelajaran dengan mudah namanya Enuma.

Sebagai informasi, lanjut Hilman Latief, mereka sukses menerapkan program tersebut di kawasan gurun, Afrika, karena tidak memerlukan koneksi internet. Di sana, ada proses pembelajaran Enuma yang saat itu Covid, karena lebih relevan dan memberikan kemudahan bagi bantuan guru dalam mengajar.

Mereka adalah orang terpelajar, memiliki martabat, tapi hal itu kurang bermartabat. Kenapa demikian karena sekolah tidak mendapatkan income karena banyak siswa yang kesulitan juga. Hilman mengisahkan, akan lihat dahulu kerja tim kami, kita menyumbang Rp 2 milyar. Selanjutnya kita jalankan dan Enuma dukung dari sisi teknologi.

“Kita butuh tim, dari dikdasmen kita libatkan, ambil dari yang muda lalu membuat tim dan merancang peta jalannya (roadmap), lima tahun akan berhasil atau tidak,” ungkapnya.

Maksud dari apa yang saya sampaikan, saya ingin menguji, bisakah kita, tiga tahun minimal mengerjakan satu proyek inovasi sosial selama tiga tahun. Dan bagi mereka itu suatu kesuksesan yang merupakan bagian dari kemitraan (partnership). 

Selanjutnya, saya juga pamit dari Lazismu dan membuat satu platform program dari 2018. Pada kondisi ini, ingin menerjemahkan hasil muktamar dengan pemberdayaan kawasan, ada pemerataan kawasan. Bahwa ada daerah tertentu yang harus disentuh secara khusus agar masyarakat lebih hidup untuk meningkatkan berbagai aspek kehidupan.

Saya juga melihat suatu desa, dan tidak ada perubahan, dan kita lihat potensi, infrastruktur yang dibutuhkan. Kemudian saya inisiatif membuat ecovillages yang didukung dengan farm culture, yang selanjutnya kita kenalkan ke masyarakat.

Ternyata itu tidak mudah, tantangannya soal dana, di tempat yang saya kelola hampir 400 ekor kambing yang berasal dari 40 ekor di tahun 2020. “Keberlanjutan menjadi tantangan, sekaligus saya menguji teori pemberdayan sebagai peneliti filantropi,” tandasnya.

Masalah perencanaan waktu, juga perlu dipikirkan untuk berapa tahun dikerjakan program itu. Maksud saya, Lazismu bisa merancang suatu program sampai tahun 2027. Di periode 2,5 tahun, kita intensifkan dari sesuatu yang level A menjadi level C dengan model seperti ini. Lantas berapa budget yang akan diinvestasikan, karena itu Lazismu butuh ekspert yang bisa menguji untuk kampung berkemajuan ini.

Saya pikir yang menjadi poin penting akhirnya adalah bagaimana Lazismu bisa terkoneksi dengan wakaf. Agar lahan wakaf bisa diberikan perspektif baru dari Lazismu, mulai dari isu berkelanjutan, isu food friendly, sampai dengan tanaman, perikanan.

Semoga apa yang disampaikan kali ini, hemat saya, bisa memberikan pencerahan agar tanah wakaf bisa memberikan benefit untuk masyarakat sehingga tidak melulu dibangun masjid, sekolah dan lainnya. Sekali lagi, saya apresiasi langkah ini, dengan adanya tim fasilitator, bisa membuat hasil yang bermanfaat, pungkasnya.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
26 Juli 2024
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross