

JAKARTA -- Keberagaman memiliki peran penting, terlebih dalam sektor informal. Salah satu bentuknya adalah dalam sosial ekonomi untuk pembangunan negara. Hal ini dipaparkan oleh Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia, Enilda Martin dalam agenda Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Kesehatan dengan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Acara ini dihelat di Aula Masjid At Tanwir Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta pada Senin (13/05).
"Hari ini kita terhubung dengan komitmen untuk menunjukkan manfaat kerja sama dan inovasi. Dua hal itu bisa mendorong jaminan sosial bagi kelompok rentan khususnya perempuan dan keluarga di sektor informal," terang Enilda Martin.
Sebagai perwakilan USAID di Indonesia yang menangani bidang kesehatan, Enilda Martin menegaskan bahwa pihaknya memiliki tujuan untuk memastikan bahwa setiap orang dalam status sosial ekonomi apapun memiliki akses terhadap layanan kesehatan berkualitas. Layanan tersebut diberikan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Amerika Serikat melalui USAID mendukung upaya Indonesia untuk mencapai cakupan kesehatan semesta.
"Pendekatan kami memanfaatkan mekanisme untuk mendorong masyarakat sadar bahwa perlindungan sosial penting. Tujuan kami tidak hanya memasukkan peserta baru ke dalam JKN, tapi kami juga memfasilitasi cara supaya premi bisa dibayar berkelanjutan untuk memastikan akses layanan kesehatan ke depan," lanjut Enilda Martin.
Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lazismu dan BPJS Kesehatan, puji Enilda Martin, merupakan sebuah langkah awal. Kemitraan ini akan menunjukkan dampak positif pada masa depan. Langkah ini juga dapat dorong perubahan di tingkat akar rumput.
"Kita tetap teguh pada komitmen untuk meningkatkan cakupan jaminan sosial dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Mari terus lakukan inovasi, kolaborasi, dan adaptasi karena kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Bersama-sama kita bangun Indonesia yang lebih sehat," ajak Enilda Martin.
Implementasi dari kerja sama ini akan dimulai dengan membayarkan iuran JKN dari 20 keluarga guru honorer Muhammadiyah di Jakarta yang tertunggak dengan jumlah 67 jiwa. Total iuran JKN yang tertunggak dan dibantu dibayarkan oleh Lazismu sekitar Rp. 48.137.000,-. Angka ini akan terus bergerak dan bertambah baik dari sisi jumlah maupun locusnya. Melalui kerja sama ini, Pemerintah Daerah lain diharapkan dapat terdorong untuk meningkatkan kepesertaan aktifnya melalui Corporate Social Responsibility atau CSR serta lembaga filantropi.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN MAJALENGKA -- Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) bersama Lazismu Wilayah Jawa Barat menyepakati langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pertanian organik dan berkelanjutan. Hal ini dicetuskan dalam sebuah sarasehan yang berlangsung pada Sabtu (11/05) di Balai Desa Lengkong Wetan, Kabupaten Majalengka. Pertemuan ini menjadi momentum diskusi yang penting bagi pengembangan pertanian yang ramah lingkungan dan mengedepankan kesejahteraan petani.
Ketua Jatam Pusat, Hadi Sutrisno menuturkan, jihad petani dalam memproduksi komoditas pangan yang halal dan thayyib merupakan fokus utama dari JATAM saat ini. "Pembentukan JATAM menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kekuatan tawar petani, akses terhadap informasi dan teknologi pertanian, serta memperjuangkan kepentingan bersama dalam kebijakan pertanian," ujarnya.
Dewan Pakar Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafi'i Latuconsina turut menekankan betapa pentingnya pengembangan pertanian organik untuk mendukung fokus utama JATAM tersebut. "Salah satu tantangan adalah penggunaan pupuk kimia berlebihan, yang dapat merusak kualitas tanah. Kami mengadvokasi penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas pertanian," ungkapnya.
Sementara itu, Rahman Hakim selaku Ketua MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Majalengka mengatakan bahwa pemberdayaan petani secara kolaboratif saat ini memiliki urgensi tersendiri. "Pertemuan produktif seperti ini diperlukan untuk mendukung program Tani Bangkit. Kolaborasi antara MPM pusat, MPM Jawa Barat, dan MPM PDM Majalengka sangat penting untuk menjalankan program-program pemberdayaan petani, seperti Jamaah Tani Muhammadiyah," tuturnya.
Kelompok Kuwu Lengkong Wetan yang diwakili oleh Enda Sukandi menuturkan bahwa mereka berharap dapat memperkuat kekuatan tawar petani, meningkatkan akses terhadap teknologi pertanian yang lebih baik, dan memperjuangkan kepentingan bersama dalam kebijakan pertanian. "Dengan kolaborasi antara Lazismu dan JATAM, kami berharap dapat menghasilkan model pertanian yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di tempat lain," harap Enda.
Diskusi tersebut kemudian mencapai kesepakatan untuk menciptakan kolaborasi antara Lazismu Wilayah Jawa Barat dan JATAM di Majalengka. Fokusnya adalah pada proyek strategis seperti kegiatan Tani Bangkit. Kolaborasi antara JATAM dan Lazismu di Majalengka bukan hanya tentang pembentukan demonstrasi plot (demplot) pertanian organik, tetapi juga tentang semangat kolaboratif untuk memecahkan masalah-masalah dalam pertanian.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA -- Setiap profesi mensyaratkan keahlian dan keterampilan. Begitu juga dengan guru yang memiliki tanggung jawab mendidik dan membina peserta didik agar menjadi pribadi yang berkarakter. Guru dalam pengabdiannya bersandar pada paggilan jiwa dan hati nurani. Karena itu, kesehatan jasmani dan rohaninya harus terpenuhi untuk memperkuat kualitasnya. Tantangan guru sangat kompleks termasuk tantangan yang dialami dalam kehidupannya sebagai orang tua di rumah. Adapun yang paling menohok adalah tantangan ekonomi bagi seorang guru terlebih jika statusnya sebagai honorer.
Dalam catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada bulan Februari 2023, ada banyak profesi yang terjerat pinjaman online, salah satunya adalah guru. Karena persoalan ekonomi dan kebutuhan mendesak maka tidak ada pilihan selain memanfaatkan akses pinjaman online. Masalahnya, guru honorer dengan penghasilan yang terbatas tak cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun tidak semua guru terjerat pinjaman online, ada banyak faktor yang melatarbelakanginya sehingga untuk memperoleh akses kesehatan saja mengalami kendala keuangan.
Sejauh ini, Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional bersama Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, melakukan kajian terhadap guru honorer di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Diperoleh informasi bahwa masih ada sebagian guru honorer tidak mampu melanjutkan membayar iuran BPJS Kesehatan.
Sebagai intervensi untuk memberikan solusi terhadap perlindungan kesehatan guru, ikhtiar Lazismu adalah berkolaborasi dengan banyak pihak antara lain BPJS Kesehatan, Kemenko PMK dan USAID CATALYZE untuk memberikan bantuan berupa melunasi iuaran BPJS Kesehatan yang tertunggak. Langkah terobosan ini menurut Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Nunung Nuryartono, merupakan inovasi program yang berani untuk menjadi role model. Dia menilai kolaborasi Lazismu dan BPJS Kesehatan merupakan keberhasilan membaca realitas sosial dan pendidikan untuk menghadirkan project boosting yang komitmennya harus diaperesiasi.
"Satu prinsip yang perlu digarisbawahi dalam jaminan sosial dan kesehatan, ada spirit nilai-nilai Pancasila yaitu gotong royong. Masyarakat saling membantu untuk membayar iuran jaminan kesehatan secara berkelanjutan," jelas Nunung.
Implementasi program ini akan dimulai dengan membayarkan 20 keluarga guru honorer Muhammadiyah di Jakarta dengan jumlah 67 jiwa dan total iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tertunggak dan dibantu dibayarkan oleh Lazismu sekitar Rp. 48.137.000 dan akan terus bergerak dan bertambah baik dari sisi jumlah maupun locusnya. Project Piloting ini diharapkan dapat menjadi boosting bagi Pemerintah Daerah lain dalam meningkatkan kepesertaan aktifnya melalui CSR dan lembaga amil zakat seperti dilakukan Lazismu.
Hal senada disampaikan Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Arief Witjaksono Juwono Putro, bahwa kolaborasi dengan Lazismu tak perlu diragukan lagi. Kiprah Muhammadiyah dalam membangun bangsa dan negara sudah teruji. "Kehadiran Jaminan Kesehatan Nasional yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan satu dekade yang lalu merupakan wujud hadirnya negara dalam melindungi dan menyejahterakan warga negaranya," ujarnya.
Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan Muhammadiyah bukan hanya kali ini. Arief menegaskan, sebelumnya 115 jejaring rumah sakit PKU Muhammadiyah telah melayani peserta JKN di seluruh Indonesia. "Tentunya kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan Lazismu akan semakin melengkapi kemanfaatan kepada masyarakat Indonesia," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais yang menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama antara Lazismu dan BPJS Kesehatan (13/05) di Aula Masjid At-Tanwir Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah mengatakan, implementasi program Lazismu yang difokuskan kepada guru honorer ini merupakan perwujudan dari pengkhidmatan kepada umat dan bangsa sebagaimana terpancar dalam Risalah Islam Berkemajuan. Signifikansinya dalam konteks capaian SDGs, Lazismu memperioritaskan mustahik yang memang layak dibantu untuk pemberdayaan seperti guru honorer ini.
"Alhamdulillah, kami menyambut baik adanya inisiasi ini. Komitmen persyarikatan Muhammadiyah dalam hal ini melalui Lazismu dapat langsung mempraktikkan pengkhidmatan secara nasional dan global seperti yang telah dilakukan pendiri Muhammadiyah di Yogyakarta," kata Mujadid Rais.
Profesi guru adalah panggilan jiwa, sambung Rais, karena itu jasmani dan rohaninya harus sehat untuk memperkuat kapasitasnya. Pihaknya memastikan juga sebelum guru-guru honorer memperoleh bantuan, tentu di internal kami juga memastikan amil-amil kami sudah ikut BPJS Kesehatan.
Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia, Enilda Martin dalam agenda yang sama mengungkapkan, setiap orang dan dalam status sosial ekonomi apa pun punya akses terhadap layanan kesehatan berkualitas. Melalui USAID Catalyze, pihaknya mendukung upaya Indonesia untuk mencapai cakupan kesehatan semesta.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

JAKARTA -- Lazismu dan BPJS Kesehatan resmi melakukan perjanjian kerja sama di Aula Masjid At Tanwir Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta pada Senin (13/05). Kerja sama kedua belah pihak ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang diwakili oleh Ibnu Tsani selaku Direktur Utama bersama Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Arief Witjaksono Juwono Putro. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujadid Rais, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono, dan Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia, Enilda Martin. Tampak anggota Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah juga turut berhadir antara lain Muarawati Nurmalinda dan Erni Juliana serta jajaran direksi Lazismu.
“Kami menyambut baik adanya inisiasi ini. Bagaimana komitmen persyarikatan Muhammadiyah dalam hal ini melalui Lazismu dapat langsung mempraktikkan pengkhidmatan secara nasional dan global seperti yang telah dilakukan pendiri Muhammadiyah di Yogyakarta," kata Mujadid Rais.
Kolaborasi ini sepengelaman kami sudah didiskusikan hampir setahun bersama BPJS Kesehatan dan USAID Catalyze. Prinsipnya, sambung Rais, Lazismu mengapresiasi kolaborasi ini. Kami memastikan juga sebelum guru-guru honorer memperoleh bantuan, tentu di internal kami juga memastikan amil-amil kami sudah ikut BPJS Kesehatan.
"Pada hari ini akhirnya program kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dapat terlaksana dan resmi ditandatangani. BPJS Kesehatan merupakan salah satu sistem jaringan sosial terbaik dan terluas di dunia. Kalau ada kekurangan, itu wajar. Sama-sama kita perbaiki dan tingkatkan," tutur Rais.
Harapannya ke depan tentu BPJS Kesehatan bisa lebih maju, sehingga bisa berkolaborasi dengan lembaga lain. Rais menambahkan bahwa Lazismu terstruktur, di setiap provinsi ada. "Ada di luar provinsi dan ada daerah tingkat kota/kabupaten. Jika bicara proyeksi ke depan, mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan hingga tingkat akar rumput," jelasnya.
Ini bisa menjadi warna yang menggambarkan program-program yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Terakhir, Rais juga mangajak kepada masyarakat untuk tidak lupa berzakat ke Lazismu karena manfaatnya akan kembali ke program ini pula.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Arief Witjaksono Juwono Putro, mengemukakan kiprah Muhammadiyah dalam membangun bangsa dan negara yang tidak perlu diragukan lagi. "Kehadiran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan satu dekade yang lalu merupakan wujud hadirnya negara dalam melindungi dan menyejahterakan warga negaranya," ujarnya.
Dengan adanya program JKN ini, kata Arief, warga negara Indonesia memiliki hak dan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan sah sehingga terbebas dari risiko sadikin (sakit sedikit miskin) sebagaimana stigma yang ada saat ini. Hingga kuartal pertama 2024, Arief melaporkan bahwa cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 299,9 juta jiwa atau 96 persen dari total penduduk Indonesia dengan total kunjungan berobat atau tingkat kemanfaatan layanan kesehatan ini mencapai 606 juta kunjungan pada 2023 dengan biaya jaminan kesehatan yang telah dibayarkan mencapai 158,85 triliun rupiah.
Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan Muhammadiyah bukan hanya kali ini. Arief menegaskan, sebelumnya 115 jejaring rumah sakit PKU Muhammadiyah telah melayani peserta JKN di seluruh Indonesia. "Tentunya kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan Lazismu akan semakin melengkapi kemanfaatan kepada masyarakat Indonesia," tandasnya.
Merespons kolaborasi tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Nunung Nuryartono mengatakan bahwa satu prinsip yang perlu digarisbawahi adalah dalam jaminan sosial dan kesehatan, ada spirit nilai-nilai Pancasila yaitu gotong royong. "Masyarakat saling membantu untuk membayar iuran jaminan kesehatan secara berkelanjutan," jelas Nunung.
Setelah dicermati, sambung Nunung, ternyata masih ada saudara-saudara kita yang belum memperoleh akses jaminan perlindungan kesehatan yang perlu dibantu karena persoalan ekonomi, jadi tidak sanggup membayar. Kita harus bersyukur Indonesia di tahun 2024 ini menargetkan Universal Healthcare Coverage (UCH) minimal 98 persen penduduk Indonesia harus menjadi program JKN.
"Mewakili Kemenko PMK, kami mengapresiasi kolaborasi antara Lazismu dan BPJS Kesehatan. Jangan melihat jumlah jiwanya, tapi lihat terobosan ini bisa menjadi role model untuk melakukan banyak hal dalam inovasi program. Lazismu berhasil melihat persoalan ini di internal Muhammadiyah, terutama untuk guru honorer yang karena kendala ekonomi tidak bisa melanjutkan iuran BPJS Kesehatan. Ini adalah project boosting yang komitmennya harus diaperesiasi," sambung Nunung.
Sementara itu, Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia, Enilda Martin dalam agenda yang sama mengungkapkan, setiap orang dan dalam status sosial ekonomi apa pun punya akses terhadap layanan kesehatan berkualitas. Melalui USAID Catalyze, pihaknya mendukung upaya Indonesia untuk mencapai cakupan kesehatan semesta. "Pendekatan strategis kami, manfaatkan dengan mekanisme mendorong masyarakat supaya sadar bahwa perlindungan sosial penting. Tujuan kami tidak hanya memasukkan peserta baru ke dalam JKN, tapi kami juga fasilitasi cara supaya premi bisa dibayar berkelanjutan untuk pastikan akses layanan kesehatan ke depan," paparnya.
Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lazismu dan BPJS Kesehatan merupakan langkah awal perjalanan bersama. Menurut Enilda, ini menjadi upaya kemitraan di masa depan yang menunjukkan dampak positif. Langkah ini bisa dorong perubahan di tingkat akar rumput. USAID tetap teguh pada komitmen untuk meningkatkan cakupan jaminan sosial dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. "Mari terus lakukan inovasi, kolaborasi, dan adaptasi karena kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Bersama-sama kita bangun Indonesia yang lebih sehat," tutupnya.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

KABUPATEN TANAH DATAR -- Korban jiwa yang meninggal dunia akibat banjir lahar dingin dan longsor yang menerjang enam kabupaten/kota di Sumatra Barat terus bertambah. Menurut data BNPB per Selasa (14/05), tercatat 50 orang meninggal dunia, 27 orang hilang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi. Adapun rincian dengan korban meninggal dunia di antaranya Kota Padang Panjang 2 orang, Kabupaten Agam 20 orang, Kabupaten Tanah Datar 19 orang, Kota Padang 1 orang, Kabupaten Padang Pariaman 8 orang,
Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dengan dukungan Lazismu merespons bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat dengan mengerahkan segenap sumber daya yang ada. Seperti di Kabupaten Tanah Datar yang terdampak banjir dan longsor, Muhammadiyah hadir memberikan bantuan dan layanan. Di daerah ini, enam kecamatan terdampak bencana yaitu Rambatan, Batipuh, Sungai Tarab, Pariangan, Lima Kaum, dan X Koto.
Berdasarkan laporan MDMC Sumatra Barat, di Kabupaten Tanah Datar 11 orang dinyatakan meninggal dunia dan 14 lainnya hilang. Kerusakan juga menimpa bangunan seperti rumah warga, jembatan, sekolah, rumah ibadah, dan irigasi. Lebih dari 2 ribu jiwa mengungsi di 6 kecamatan.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Barat, H. Rifki Abror Ananda menjelaskan, pihaknya saat ini bersama MDMC sedang menyusun program untuk membantu warga terdampak. Muhammadiyah juga telah menginisiasi berdirinya 3 Pos Pelayanan yaitu di Parambahan Limo Kaum Tanah Datar, Bukit Batabuah Agam, serta Baruah Pandai Sikek. "Tim MDMC dan Lazismu baik wilayah atau daerah kabupaten/kota sudah bekerja di lapangan membantu masyarakat. Saat ini sedang pemenuhan kebutuhan posko," ujarnya.
Prioritas bantuan saat ini, ungkap Rifki, adalah bantuan bahan pangan untuk dapur umum serta kebutuhan sandang atau pakaian. Hal ini mengingat banyak rumah yang hanyut oleh banjir, sementara warga tidak sempat menyelamatkan pakaian maupun harta benda lainnya. Di samping itu, para penyintas juga membutuhkan bantuan seperti family kit dan hygiene kit.
Selain membuka Pos Pelayanan, Muhammadiyah juga telah menyalurkan 242 porsi makanan siap saji, air mineral untuk 624 jiwa, pembagian sarung tangan untuk 200 jiwa, serta membersihkan 2 rumah warga yang dihuni oleh 4 Kepala Keluarga. Data tersebut tercatat per tanggal 13 Mei 2024.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN DEMAK -- Peran perempuan terhadap perubahan iklim terus didorong sebagai bentuk penguatan komunitas jika sumber-sumber ekonomi mengalami kelesuan. Untuk menciptakan sumber ekonomi alternatif itu penguatan kapasitas dalam bentuk ketangguhan Bemcana penting diterapkan. Aksi inilah yang dilakukan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, bekerja sama dengan Lazismu.
Di hari ini, Ahad 12 Mei 2024, program ketangguhan BEMCANA (Bencana dan Masyarakat) dengan fokus pada perempuan di kawasan pesisir dihelat ibu-ibu Aisyiyah. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah, dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua PP Aisyiyah Siti Orbayinah, Ketua LLHPB Rahmawati Husein, dan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu PP Muhammadiyah, Ardhi Lutfi Kautsar.
Ketua LLHPB Aisyiyah, Rahmawati Husein, mengatakan bahwa program ini berorientasi untuk mendorong masyarakat yang terkena dampak perubahan alam di kawasan pesisir dengan mengadopsi metode pola asuh dalam penanaman mangrove. "Penanaman mangrove tidak hanya bertujuan untuk memperlambat perubahan iklim tetapi juga untuk menciptakan sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat yang sebelumnya menggantungkan diri pada pertanian," jelasnya.
Dua agenda utama dalam agenda itu disuguhkan dalam satu tarikan aksi pelestarian lingkungan. Pertama penanaman mangrove dan kedua, sosialisasi yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Sayung. Ketua PP Aisyiyah, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dan mendukung program ini. Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengawasan penanaman mangrove agar hasilnya dapat maksimal.
Program ini juga merupakan implementasi dari hasil Muktamar Muhammadiyah di Solo tentang pelestarian lingkungan. Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardhi Lutfi Kautsar menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program ini. Komitmen Lazismu terhadap isu lingkungan dan kolaborasi dengan semua MLO untuk merespons isu-isu straregis yang digalakkan Muhammadiyah adalah wujud nyata salah satunya penanaman mangrove.
"Mangrove bukan hanya pohon biasa, ini jenis tanaman penjaga alam yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mengurangi dampak bencana alam," tandas Ardhi.
Penanaman mangrove tidak hanya sekadar menanam pohon, ujarnya, juga ikut membangun keberlanjutan lingkungan yang kokoh. Mangrove adalah benteng pertama dalam melindungi pesisir dari badai, gelombang, dan bahkan banjir dari laut. Selain itu, mangrove berfungsi sebagai tempat perlindungan dan habitat bagi berbagai spesies laut dan pesisir yang penting untuk ekosistem laut yang sehat. Lazismu berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup untuk generasi mendatang.
"Dengan mendukung program-program lingkungan, Lazismu berupaya mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian alam dan menyumbangkan kontribusi yang berarti dalam menghadapi perubahan iklim," pungkasnya.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

