

KOTA PEKANBARU -- Lazismu Kota Pekanbaru mendistribusikan amanah daging kurban kepada para penerima manfaat di wilayah tersebut. Sebanyak 150 kantong paket daging kurban ini merupakan bentuk dari kolaborasi Tiki, Lingga, Dashnet, Aubama, Butik, dan juga Sekolah Alam Indonesia disiapkan. Seluruhnya disalurkan kepada para mustahik yang membutuhkan.
Penyaluran paket daging kurban ini berlangsung pada Selasa (18/06) di Jalan Matoa, Kelurahan Industri Tenayan, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Paket daging kurban tersebut berasal dari 5 ekor sapi. "Alhamdulillah Lazismu Pekanbaru kembali dipercaya untuk menyalurkan 150 kantong kepada masyarakat yang membutuhkan," terang Agung Pramuryantyo mewakili Lazismu Kota Pekanbaru.
Agung menjelaskan, kerja sama ini sebenarnya sudah terjalin cukup lama. Ia pun berharap agar kegiatan ini dapat berlanjut pada tahun berikutnya sehingga bisa terus memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan.
"Alhamdulillah kita sudah lama bekerja sama untuk menyalurkan pendistribusian daging kurban. Hari ini kita memotong 5 ekor sapi qurban. Mudah-mudhan kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan bisa berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," ujar Agung.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan kurban, Didi Winarsah mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kota Pekanbaru yang telah bersedia untuk bekerja sama dalam pendistribusian daging kurban. "Terima kasih kepada Lazismu Pekanbaru yang sudah membantu kami dalam mendistribusikan hewan-hewan kurban kami. Alhamdulillah ini sudah kesekian kalinya kami bekerja sama dengan Lazismu Pekanbaru untuk mendistribusikan daging kurban," pungkasnya.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

KABUPATEN KUNINGAN -- Mengambil tema "Optimalisasi Informasi Penanganan Bencana MDMC Jabar", Lazismu Wilayah Jawa Barat dan Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Barat mengadakan kegiatan "Pelatihan Jurnalistik Kebencanaan. Kegiatan yang menggandeng UM Bandung ini berlangsung pada Sabtu-Ahad (22-23/06) dan bertempat di Villa Kampung Gunung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Barat, Chafid Seffriyadi yang menjadi salah satu narasumber dalam acara pelatihan menjelaskan bahwa kini pihaknya memiliki orientasi yang lebih jauh dalam memanfaatkan dana yang dikelola. "Problemnya dulu di awal perjuangan kita, uang itu jelas untuk bangun rumah sakit, sekolah, dan untuk bangun masjid. Sekarang tidak bisa lagi berpikir lagi seperti itu. Kita harus punya gedung, punya mobil kemanusiaan mobil siap saji, harus punya wartawan-wartawan," terangnya.
Chafid menegaskan, dana yang dikelola oleh Lazismu Wilayah Jawa Barat tidak hanya digunakan untuk pembangunan sekolah dan masjid saja sebagaimana biasa, tetapi juga diperuntukkan membantu kegiatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). "Aktivitas beramal sekarang lebih luas, tidak harus ke sekolah atau ke masjid. Bisa juga dalam membantu kegiatan-kegiatan lain, misalnya seperti mendukung kegiatan MDMC," imbuhnya.
Permasalahan yang kini dihadapi, sambung Chafid, masih ada Lazismu tingkat daerah di wilayah Jawa Barat yang belum berpikiran sama. "Di Jawa Barat ini yang begini masih asing. Jadi misalnya MDMC jika ada bencana tidak perlu mengajukan dulu anggaran, tinggal telepon saja, nanti kita transfer," ujarnya.
Pelatihan kali ini menjadi yang ketiga kalinya setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar pada 17 dan 18 Februari 2024 di Villa Manglayang, Kabupaten Bandung dan di Kampung Rawacina, Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur pada 9-10 Mei 2024. Ada 35 relawan kebencanaan Muhammadiyah yang berasal dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis yang mengikuti kegiatan. Pelatihan diberikan relawan kebencanaan Muhammadiyah di daerah agar para relawan memiliki pemahaman tentang publikasi.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Mohammad Aqbil]

KOTA PEKANBARU -- Banjir yang melanda wilayah Sumatra Barat tidak hanya memantik kepedulian dari warga sekitar, namun juga sampai hingga provinsi tetangga. Di Kota Pekanbaru, Lazismu juga turut menyiapkan bantuan untuk mereka yang terdampak. Tanggap dengan bencana yang terjadi, Lazismu Kota Pekanbaru turun langsung membawa paket sembako untuk puluhan warga yang terdampak banjir di wilayah Sungai Jambu, Pariangan, Sawah Tangah, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.
Mewakili Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo membenarkan pengiriman bantuan yang berlangsung pada Rabu (12/06) ini. "Alhamdulillah hari ini Lazismu Pekanbaru bisa memberikan bantuan berupa 50 paket sembako, 10 karung beras, 10 papan telur, minyak 6 botol dan mie 1 karton, untuk saudara-saudara kita yang saat ini sedang menghadapi musibah," ungkapnya.
Lebih jauh, Agung menuturkan bahwa bantuan yang diberikan tersebut merupakan kumpulan donasi dari Riau Entertainment Comunity dan relawan dari berbagai organisasi lainnya. "Tentunya saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman REC dan relawan dari berbagai organisasi yang telah menggalang dana untuk saudara-saudara kita di Sumatra Barat dan mempercayakan Lazismu Pekanbaru sebagai wadah penyalurannya," imbuhnya.
Sementara itu, Pengurus Riau Entertainment Community (REC) melalui Zulfahmi selaku ketua menjelaskan bahwa kegiatan galang dana ini bekerja sama dengan Lazismu Kota Pekanbaru, yang dilakukan dengan tiga tempat lokasi. Ketiga lokasi itu yaitu di Jalan Harapan Raya, Jalan Soebrantas depan Pasar Selasa dan di Simpang Tiga yang dimulai dari hari Selasa (21/05) hingga Jumat (31/05).
"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada kawan-kawan semua yang sudah berpartisipasi, bekerja sama dengan ikhlas turun langsung kelapangan melaksanakan galang dana untuk saudara kita di Sumatra Barat. Semoga apa yang kita lakukan ini akan dibalas kebaikannya oleh Allah SWT. Semua yang kita dapatkan, baik itu berupa uang, pakaian yang layak pakai yang sudah di sumbangkan oleh masyarakat sudah kami antarkan juga secara langsung bersama Lazismu ke lokasi terdampak banjir tersebut," tutup Zulfahmi.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada momentum Idul Adha 1445 H/2024 M, kembali menyalurkan hewan kurban ke seluruh Indonesia. Program tahunan BPKH ini, mengangkat nama Sedekah Kurban yang berbasis inovasi secara berkelanjutan.
Dalam Siaran Pers resmi BPKH yang diterbitkan dalam laman resminya (21/6/2024), di tahun ini, program Sedekah Kurban menyalurkan sapi sebanyak 777 ekor dan kambing serta domba sejumlah 777 ekor ke seluruh Indonesia.
BPKH dalam program ini berkolaborasi dengan sembilan mitra kemaslahatan antara lain Baznas, Lazisnu, DT Peduli, Rumah Zakat, Lazismu, Laz Ummul Quro, Baitul Mal Muamalat, PPPA Daarul Quran, dan Solo Peduli untuk mendistribusikan hewan kurban tersebut.
Dalam keterangannya, Sedekah Kurban 1445 H adalah program inisiasi BPKH yang menggambarkan konsep integrasi program kurban yang mengemasnya pada pemberdayaan ekonomi umat di bidang peternakan sapi, domba dan kambing.
Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan dalam program Sedekah Kurban 1445 H mengusung tema “Berkelanjutan” dengan beberapa inovasi. “Wujudnya dalam bentuk daging kurban yang diolah diolah menjadi makanan siap saji seperti rendang kaleng dan abon untuk membantu ketahanan pangan di wilayah rawan bencana dan terluar, terdepan dan tertinggal (3T),” jelasnya.
Kemasan wadah daging kurban menggunakan besek bambu dan plastik ramah lingkungan untuk mengurangi sampah plastik.
Kepala BPKH Fadlul Imansyah berharap program ini dapat membantu masyarakat, khususnya di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan terdampak bencana. “Momentum Hari Raya Idul Adha menjadi saat yang tepat untuk membantu sesama, program Sedekah Kurban 1445 H ini diharapkan dapat memberikan maslahat bagi umat”, ujar Fadlul.
Program Sedekah Kurban ini tidak menggunakan dana setoran awal haji, kata Fadlul. Melainkan dari nilai manfaat pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU). Hal ini sesuai dengan UU No. 34 tahun 2014 dan PP No. 5 tahun 2018. Dengan berasaskan prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan, dan akuntabel.
BPKH berkomitmen untuk menyalurkan nilai manfaat DAU melalui berbagai program kemaslahatan, termasuk Sedekah Kurban. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi umat Islam di seluruh Indonesia.
Distribusi program kemaslahatan BPKH mencakup berbagai bidang, seperti prasarana ibadah, kesehatan, pelayanan ibadah haji, ekonomi umat, pendidikan, dakwah, sosial keagamaan, dan tanggap bencana.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program kolaborasi Lazismu – BPKH, Upik Rahmawati, mengatakan, Alhamdulillah Lazismu tahun ini kembali menjadi mitra kemaslahatan BPKH untuk program Sedekah Kurban. “Ada 11 titik yang tersebar di wilayah Indonesia yang menjadi proses awal sampai akhir pendistribusia hewan kurban,” pungkasnya.
Adapun wilayah tersebut, kata Upik, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Maluku Utara, NTT, dan Papua Barat Daya. Hewan kurban yang didistribusikan terdiri dari sapi dan kambing. Lazismu wilayah dan unsur pimpinan muhammadiyah ikut terlibat dalam program Sedekah Kurban ini, tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Humas BPKH]

KABUPATEN MADIUN -- Tiga desa yang berada di pelosok wilayah Madiun mendapatkan bantuan daging kurban dari Lazismu Kota Madiun. Tiga desa tersebut yaitu Desa Kepel di Kecamatan Kare, Dusun Sumbergandu di Kecamatan Pilangkenceng, dan Dusun Kedungbrubus Baru, Desa Bulu di Kecamatan Pilangkenceng. Bantuan daging kurban ini berasal dari program Qurbanmu yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Lazismu.
Sebanyak 65 paket daging kambing dan 94 paket daging sapi didistribusikan ke daerah tersebut. Seluruhnya disalurkan pada hari yang sama dengan pemotongan hewan kurban tersebut. Serentak setelah salat dzuhur, satu armada bergerak untuk melakukan distribusi daging kurban ke Desa Kepel, sementara sisanya menuju ke 2 desa di Kecamatan Pilangkenceng.
Bantuan ini pun mendapatkan apresiasi dari warga setempat. "Alhamdulillah, terima kasih Lazismu sudah bagi-bagi daging kurban di desa kami," ujar salah satu ibu rumah tangga yang di Desa Kepel, Kecamatan Kare.
Daging qurban yang disalurkan tidak hanya berasal dari Lazismu, tetapi ada juga yang merupakan titipan dari beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kota Madiun. Salah satunya adalah SD Muhammadiyah Kota Madiun dan dari warga masyarakat yang menitipkan penyalurannya melalui Lazismu, seperti warga Perumahan Cempaka, Munggut.
Titik penyaluran tersebut dipilih atas rekomendasi dari salah seorang pasien yang pernah mendapatkan layanan ambulans gratis dari Lazismu Kota Madiun. Pada pelaksanaan ibadah kurban tahun ini, Lazismu mengusung program Qurbanmu dengan tagline "Bahagiakan Sesama". Salah satu titik prioritas distribusi daging kurban adalah untuk mereka yang berada di kawasan pelosok dan berasal dari keluarga kurang mampu.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA MADIUN -- Dalam pelaksanaan ibadah kurban 1445 H, Lazismu Kota Madiun menerima titipan berupa 3 ekor kambing dan 1 patungan sapi yang diikutkan bersama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Muhammadiyah. Pemotongan hewan kurban ini dilakukan di panti asuhan yang berada di Jalan Merbabu, Kota Madiun tersebut. Total hewan kurban yang disalurkan melalui Panti Asuhan Muhammadiyah dan Lazismu Kota Madiun sebanyak 2 ekor sapi dan 7 kambing.
Pemotongan hewan kurban berlangsung selama dua hari. 5 ekor kambing disembelih pada pertama, Senin (17/06), sementara 2 ekor sapi dan 2 kambing sisanya disembelih pada hari berikutnya. Sekitar 30 anak-anak panti asuhan ikut serta berpartisipasi dalam penyembelihan dan pemotongan daging kurban ini. Daging kurban selanjutnya disalurkan kepada anak-anak penghuni panti asuhan, warga dhuafa di pinggiran kota, serta warga desa terpelosok di wilayah Madiun.
Suripah selaku pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah mengatakan, partisipasi anak-anak tersebut sebagai bagian dari pembelajaran tentang penyembelihan kurban. Selain itu, peran serta ini merupakan bentuk kegiatan bersama untuk membangun rasa kekeluargaan.
Apresiasi diberikan oleh ketua pelaksana ibadah kurban yang juga menjadi pengasih di LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah, Hafidz. "Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Lazismu Kota Madiun dengan berkolaborasi melaksanakan qurban di Panti Asuhan Muhammadiyah. Semoga tahun depan bisa berkolaborasi kembali dengan jumlah hewan kurban yang lebih banyak sehingga kita bisa memberikan lebih banyak lagi ke anak-anak di Panti Asuhan," ungkapnya.
Mewakili Lazismu Kota Madiun, Mulyadi memberikan tanggapan terkait kolaborasi pelaksanaan ibadah kurban di LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah ini. "Alhamdulilah, senang sekali tahun ini bisa berkolaborasi dengan LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah. Semoga kegiatan kolaborasi antar lembaga muhammadiyah ini bisa terus berlanjut," harapnya.
Pemilihan LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah sebagai mitra kolaborasi kurban tahun ini bukan tanpa sebab. Lazismu menilai pengalaman pengelola LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah yang rutin menyelenggarakan penyembelihan qurban sebagai faktor utama. Demikian disampaikan oleh Manajer Lazismu Kota Madiun, Ika Happy Azizah.
Ika melanjutkan, Panti Asuhan Muhammadiyah memiliki ustadz yang paham tentang penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam yang baik dan benar. "Selain itu kegiatan ini bisa menjadi ajang merekatkan kerja sama antara Lazismu Kota Madiun dan LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah," tutupnya.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

