

KOTA MAKASSAR -- Tallo adalah sebuah kecamatan di Kota Makassar. Di tempat ini, Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan berbagi kebahagiaan ke kawasan kampung pesisir, tepatnya Kampung Karabba, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo. Tidak sendiri, Lazismu menggandeng Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Sulawesi Selatan dalam momen Ramadhan 1445 H untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Menurut Ketua PWNA Sulawesi Selatan, Darnawati Rajab, kegiatan ini adalah program Ramadhan Berbagi Nasyiah atau Rabina yang dijalankan oleh Departemen Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat PWNA Sulawesi Selatan. Bersama dengan Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan, pihaknya memberi santunan kepada penerima manfaat pada Jumat (23/03). Di antaranya adalah masyarakat yang tinggal di pesisir Kota Makassar tersebut.
"Ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama manusia dengan berbagi dalam momentum bulan suci Ramadhan ini. Kita bersama-sama memanfaatkan momentum ini untuk saling berbagi dengan mengunjungi langsung dan juga berbagi terkait pentingnya pola hidup sehat agar terhindar dari segala macam penyakit," ungkap Darnawati.
Menyambung, Ketua Departemen Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat PWNA Sulawesi Selatan, Mujahidatul Khaerat menjelaskan bahwa aksi ini akan berlanjut pada tahap berikutnya. "Paket yang kami salurkan hari ini merupakan hasil donasi yang masuk. Kemudian kami serahkan berupa paket bingkisan untuk masyarakat di kampung pesisir ini. Penyerahan ini juga adalah tahap pertama. Selanjutnya masih ada paket yang akan kami salurkan di titik lainnya untuk tahap kedua," imbuhnya.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, PWNA Sulawesi Selatan turun bersama dengan sejumlah pengurus. Sebanyak 50 paket bingkisan Ramadhan dibagikan kepada anak-anak dan ibu-ibu yang ada di perkampungan pesisir Kota Makassar ini. Tidak hanya melibatkan Lazismu, PWNA Sulawesi Selatan juga bekerja sama dengan Yayasan Masyarakat Peduli Tubercolosis (Yamali TB) Sulawesi Selatan.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN KUDUS -- Pesantren Mualaf sukses dilaksanakan oleh Lazismu Kabupaten Kudus. Bersama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan Mualaf Center Aisyiyah (MCA), kegiatan ini diselenggarakan di aula Masjid Baitunnadzir dengan tujuan membantu para mualaf agar iman mereka semakin kuat dan mantap melalui pemberian ilmu agama Islam yang komprehensif. Terlebih lagi kegiatan ini melibatkan bimbingan langsung dari para ustadz yang berpengalaman.
Mewakili Lazismu Kabupaten Kudus, Latif Muhtadin menjelaskan bahwa kegiatan pesantren yang berlangsung Rabu (27/03) ini merupakan wujud kerja sama antara Lazismu Kabupaten Kudus dengan pihak terkait dalam rangka memberikan dukungan dan pembinaan kepada para mualaf. "Pesantren ini menjadi sarana bagi para mualaf untuk mendalami agama Islam secara lebih dalam dan memperkokoh iman mereka," ujarnya.
Dalam pembukaan kegiatan, Latif menyampaikan harapannya agar pesantren ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para peserta. Tidak hanya dalam meningkatkan pengetahuan agama Islam, tetapi juga dalam memperkuat spiritualitas dan keimanan mereka. "Kami berharap para peserta dapat mengambil manfaat maksimal dari setiap materi yang disampaikan dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Lebih lanjut, Latif menekankan tentang pentingnya dukungan dalam bentuk donasi yang juga menjadi bagian integral dari acara pesantren. Dukungan melalui donasi memungkinkan para mualaf untuk memperoleh fasilitas dan bimbingan yang lebih baik dalam mempelajari agama Islam. "Dengan dukungan Anda melalui donasi, para mualaf dapat mempelajari Al-Qur'an dan hadits dengan baik, memahami ajaran Islam secara utuh, serta menjalani ibadah dengan benar," sambungnya.
Salah seorang peserta, Fatimah, menyampaikan rasa syukur dengan adanya kegiatan ini. "Saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti pesantren ini karena saya mendapatkan ilmu yang sangat berharga untuk mengokohkan iman saya sebagai seorang mualaf," tutur Fatimah.
Seluruh anggota PITI dan MCA yang berjumlah 40 orang turut serta dalam penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi dalam memperkuat jaringan kerja sama antar umat beragama. Mereka memberikan dukungan penuh dalam menyediakan fasilitas dan tenaga untuk keberlangsungan acara pesantren. Pesantren Mualaf Lazismu Kabupaten Kudus ini menitikberatkan pada pembahasan Al-Quran dan hadits serta pemahaman ajaran Islam secara menyeluruh.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SIDOARJO -- Emi Mariam adalah potret Kartini masa kini. Sebagai perempuan "single parent", ia berjuang keras untuk menjalani hidup. Suaminya yang mencari nafkah sebagai buruh bangunan telah berpulang tiga tahun yang lalu. Situasi ini semakin membuat Emi semakin terpuruk, terutama dari sisi ekonomi.
Tinggal berdua dengan putri semata wayangnya, Emi menempati sebuah rumah yang jauh dari kata layak. Saat dikunjungi amil Lazismu Kabupaten Sidoarjo, Yekti Pitoyo, ia menceritakan keadaan tempat tinggalnya tersebut. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan, terlebih saat hujan datang. Bagian depan rumahnya terutama kayu penyangga atap rumah ambruk karena sudah rapuh. Genteng pun banyak yang melorot. "Maklum rumah lama peninggalan orang tua, saya tidak ada biaya untuk memperbaiki," ujar perempuan 50 tahun ini lirih.
Keadaan rumah yang ditempat Emi mendapatkan perhatian dari salah satu tetangganya. Bergegas, laporan pun disampaikan kepada Lazismu Kabupaten Sidoarjo agar mendapatkan bantuan. Setelah melewati berbagai tahap, Emi mendapatkan bantuan program Bedah Rumah. "Alhamdulillah, rumah sekarang tidak bocor dan air hujan tidak membanjiri seluruh ruangan lagi karena atapnya sudah diperbaiki oleh Lazismu Sidoarjo," ujarnya.
Berada di bawah Pilar Sosial Dakwah, Bedah Rumah Lazismu menyasar kediaman kalangan yang tidak mampu. Seperti yang didapatkan oleh Emi, program ini berupa perbaikan atau renovasi tempat tinggal keluarga yang kesulitan secara ekonomi sehingga bisa menempati rumah yang layak huni. "Aini bisa belajar dengan tenang," imbuh Emi menceritakan putrinya.
Vidi Nur Aini, gadis berusia 20 tahun yang disapa Aini ini adalah putri semata wayang Emi. Dorongan dan semangat pun selalu diberikan oleh sang ibu agar Aini bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Saat ayahnya meninggal, Aini sempat patah semangat dan tidak ingin melanjutkan sekolahnya lagi. Ia kasihan melihat ibunya bekerja membanting tulang jika harus membiayai kuliahnya.
Meski demikian, Emi tetap terus berusaha agar putrinya bisa kuliah. Ia terus memohon kepada Yang Maha Mendengar agar diberikan jalan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Aini. "Saya ingin putri saya bisa sekolah. Tidak seperti saya yang hanya lulusan sekolah dasar. Setiap hari saya usahakan jam dua malam memohon kepada Allah, Senin Kamis saya berpuasa," ungkapnya sambil mengusap air mata.
Untuk pendidikan putri tunggalnya, Emi rela melakukan pekerjaan apapun asalkan halal. Diawali pada jam dua dini hari, Emi sudah terbangun untuk melakukan salat tahajud. Ia kemudian bekerja sebagai ojek untuk mengantar tetangganya berbelanja di pasar. Selepas subuh setelah pulang, Emi pun membereskan rumah dan jam enam kembali berangkat untuk bekerja. Kali ini ia mencari nafkah dengan membantu mengasuh anak tetangganya. Penghasilan yang diperoleh selalu disisihkan dan ditabung untuk kebutuhan pendidikan Aini, sang buah hati tercinta.
Ikhtiar dan doa seorang ibu yang tulus ini pun dikabulkan Allah. Aini akhirnya diterima untuk mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya. Ia menempuh jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Tidak hanya itu, Aini juga berhasil mendapatkan beasiswa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang telah disetujui oleh pihak kampus.
"Saya sujud syukur, anak saya diterima kuliah," kenang Aini bangga.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

KOTA SURABAYA -- Lazismu dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyelenggarakan Pesantren Mualaf dan Pejuang Damai. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dedung Muhammadiyah Jawa Timur, Jalan Kertomenanggal IV No. 1 Surabaya. Tercatat 35 peserta mengikuti kegiatan ini, yaitu 11 orang mualaf dan 24 orang dari Komunitas Pejuang Damai eks Napi Teroris (Napiter) Surabaya yang merupakan binaan LDK PWM Jawa Timur.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono menyebutkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan agama Islam kepada para mualaf, terutama dari aspek akidah Islamiyah agar mereka tetap teguh dalam keyakinan dan berislam dengan sebenar-benarnya. Momen Ramadhan ini merupakan saat yang tepat untuk menguatkan para mualaf dan memberkali mereka secara rohani dan jasmani.
"Dalam Islam Mualaf mendapat perlakuan khusus dan dimuliakan. Kita diperintah oleh Rasulullah SAW untuk memperlakukan mualaf dengan baik dan penuh kasih sayang. Tidak hanya itu, bagi Mualaf yang baru memeluk dan mempelajari agama Islam perlu mendapatkan bimbingan dan pendampingan," ucap Aditio Yudono saat pembukaan kegiatan yang berlangsung Sabtu (06/04).
Selain mualaf, lanjut, Aditio, pihaknya juga memberikan dukungan kepada para pejuang damai yang merupakan eks Napi Teroris yang telah kembali ke jalan yang benar. Muhammadiyah pun membimbing mereka untuk dapat menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam koridor NKRI dengan pemahaman Islam.
"Acara ini sebenarnya merupakan ajang membangun silaturahmi lintas komunitas muslim sebagai upaya perintisan program MCM atau Mualaf Center of Muhammadiyah Surabaya, yaitu program sinergi dan kerja sama antara Lazismu dengan LDK PWM Jawa Timur untuk membina mualaf dan mereka yang kembali ke jalan Islam yang sebenar-benarnya," imbuh Aditio.
Pada kesempatan ini, Lazismu Wilayah Jawa Timur menyalurkan bingkisan Kado Ramadhan yang terdiri dari paket Al-Qur'an, sembako, RendangMu, uang transportasi, dan baju Koko atau baju muslim yang sumbangan dari PT Behaestex Gresik. "Kami berharap semua yang hadir merasakan jalinan silaturrahim yang erat dan dukungan bagi mereka untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan agama Islam yang diwujudkan dalam pola hidup bermasyarakat yang inklusif," pungkas Aditio.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BELITUNG -- Kukuhkan ikatan kebersamaan dan spiritualitas umat muslim, Lazismu Kabupaten Belitung kemabli melakukan kegiatan Safari Ramadhan. Kali ini, tiga kecamatan pun disambangi. Langkah ini merupakan upaya untuk mempererat tali silaturahim antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah dengan masjid-masjid yang ada di daerah tersebut.
Safari yang dilakukan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Belitung dengan dukungan Lazismu ini mengunjungi Kecamatan Membalong, Sijuk, dan Badau. Tujuannya adalah Masjid Al-Jariyah di Membalong, Masjid Raudatul Jannah di Badau, dan masjid As-Sajjadah di Sijuk. Kunjungan ini berlangsung pada Jumat (29/03).
Ketua PDM Belitung, H. M. Turfan Amir menjelaskan bahwa program Safari Ramadhan ini telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Ia juga menekankan pentingnya menyebarkan dakwah dan syiar Islam, bukan hanya di pusat kota, tetapi juga merambah ke masjid-masjid yang ada di berbagai kecamatan di Kabupaten Belitung.
Dimulai dengan sambutan dari Ketua PDM Belitung, rangkaian acara ini kemudian diikuti dengan tausyiah yang disampaikan oleh kader Muhammadiyah Belitung. Acara kemudian ditutup dengan pembagian sembako oleh Lazismu Kabupaten Belitung untuk warga dhuafa di sekitar masjid yang dikunjungi.
Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan berbuka puasa bersama serta melaksanakan sholat tarawih berjamaah. Dengan demikian, program Safari Ramadhan ini tidak hanya mempererat hubungan antara PDM Belitung dengan masyarakat sekitar masjid, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi umat muslim yang membutuhkan. Harapannya, akan tercipta kebersamaan dan manfaat yang lebih besar di antara umat muslim di Belitung, sehingga menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat spiritualitas dan kebersamaan umat Muslim di wilayah tersebut.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN PURBALINGGA -- Secara serentak, Lazismu Kabupaten Purbalingga melaksanakan program Ramadhan 1445 H di Masjid Jami Al Ma'ruf Gambarsari. Kegiatan ini bertujuan sebagai langkah preventif dan acuan dalam penyelenggaraan program Ramadhan Lazismu Purbalingga. Di samping itu turut mengenalkan dan mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga, Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Purbalingga, jajaran eksekutif Lazismu Kabupaten Purbalingga, Kepala Desa Gambarsari, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gambarsari, Kantor Layanan (KL) Lazismu Gambarsari, dan para penerima manfaat. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari PCM Gambarsari, Kepala Desa Gambarsari, Badan Pengurus Lazismu Purbalingga, dan PDM Purbalingga.
"Alhamdulillah, Lazismu Purbalingga kembali hadir di tengah masyarakat untuk menyalurkan amanah dari para muzakki. Semoga program Ramadhan Lazismu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Ketua PDM Purbalingga, Imam Yulianto.
Dalam kesempatan ini, Lazismu Kabupaten Purbalingga menyerahkan bantuan secara simbolis untuk program Kado Ramadhan, Vakasi Dai Muhammadiyah, Honorarium Guru TPQ, dan Peduli Guru TK. Masyarakat desa Gambarsari pun turut mengapresiasi acara penyaluran program Ramadhan ini. Salah satu penerima manfaat pun mengaku senang dengan bantuan yang diterimanya. "Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami," ujar salah satu penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Desa Gambarsari, Nur Widyo Winarso, turut menyampaikan apresiasi kepada Lazismu. "Kami mengapresiasi Lazismu yang telah peduli kepada masyarakat Gambarsari. Semoga Lazismu terus maju dan berkembang," harapnya.
Kegiatan penyaluran serentak program Ramadhan oleh Lazismu Kabupaten Purbalingga merupakan wujud nyata kepedulian Lazismu kepada masyarakat yang membutuhkan. Harapannya, program ini dapat membantu masyarakat untuk menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kebahagiaan.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

