Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

USAHA WARUNG MILIK TUNANETRA MENDAPATKAN SUNTIKAN BANTUAN LAZISMU DAN BANK MEGA SYARIAH

KABUPATEN SIDOARJO -- David Lesmana merupakan seorang penyandang disabilitas. Lelaki berusia 43 tahun ini tidak bisa melihat. Bukan sejak lahir, namun setelah operasi mata yang pernah dijalaninya mengalami jalan buntu.

Amil Lazismu Kabupaten Sidoarjo, Yekti Pitoyo yang telah mengunjungi kediaman David pada Sabtu (25/05) di Jalan Kenongo RT. 05, RW. 02, Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo menceritakan, penglihatan bapak tiga anak itu mulai berkurang pasca operasi yang dijalani pada tahun 2014. Operasi tersebut dilakukan karena matanya minus 16. Hingga tahun 2016, ia sama sekali tidak bisa melihat dan hanya menangkap cahaya saja.

"Dulu ketika penglihatannya masih normal beberapa kali pindah pekerjaan. Pernah menjadi sopir, kerja di mesin bubut, juga pernah jadi tukang las," terang Yekti.

David hanyalah tamatan SMP. Dengan kondisi tersebut, perkerjaan apapun ia lakoni. Seperti menjadi sopir, tukang las, hingga bekerja menjalankan mesin bubut. Pekerjaan terakhir yang berhenti dijalani akibat kecelakaan kerja, cedera tangan mengakibatkan dua jari tengah dan manis terpotong.

Meski kehilangan penglihatan, ungkap Yekti, David tidak patah arang. Sejak tahun 2017, ia dan istrinya kemudian mengelola usaha makanan di depan rumahnya. Warung bernama Lumintu tersebut buka setelah waktu maghrib hingga subuh. Menu yang dijual adalah masakan khas Warung Tegal (warteg) misal nasi kuning, nasi campur, rawon, aneka lauk pauk seperti ayam goreng, perkedel, tempe, dan lainnya.

"Kelebihan warung makannya dibandingkan yang lain adalah harga terjangkau, pilihan menu yang beraneka, dan pembeli bebas mengambil sendiri lauk pauknya. Warung David tidak pernah menolak pembeli apabila ingin membeli nasi atau lauk saja. Pelanggan pun semakin banyak, bahkan dari luar kota seperti Mojokerto dan Pasuruan," ungkap Yekti.

Warung Lumintu awalnya hanya menghabiskan beras sebanyak 2 kilogram. Seiring dengan berjalannya waktu, warung ini semakin laris sehingga rata-rata sehari menghabiskan beras hingga 15 kilogram. Dengan semakin meningkatnya pelanggan, warung tersebut otomatis membutuhkan tambahan peralatan. David berkeinginan untuk memiliki kompor bros dua tungku. Kompor ini merupakan kompor gas khusus yang digunakan untuk usaha makanan. Api dari kompor tersebut memiliki api yang menyembur sehingga dapat mempercepat proses memasak sehingga mampu menangani pesanan dalam jumlah besar.

Melalui bantuan program Pemberdayaan UMKM Binaan Lazismu Kabupaten Sidoarjo. David mendapatkan bantuan dalam kategori Keluarga Disabilitas. Program ini merupakan Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Bank Mega Syariah yang dijalankan oleh Lazismu Kabupaten Sidoarjo.

"Dengan kondisi penglihatannya, David tetap semangat menjalankan bisnisnya. Setiap pukul tiga dini hari bersama anak pertamanya, ia kulakan ke pasar berjalan kaki dengan dituntun. Kebetulan jarak rumah dan pasar sekitar 500 meter," tutup Yekti.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

SELENGKAPNYA
29 Mei 2024

KETUA BADAN PENGURUS LAZISMU PP MUHAMMADIYAH: SANTRI HARUS BISA BERDIASPORA

KABUPATEN TASIKMALAYA -- Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon yang terletak di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menggelar Baitul Arqam Purnastudi. Baitul Arqam Purnastudi berlangsung selama tiga hari, terhitung dari tanggal 28-30 Mei 2024 di Gedung Al-Furqon Sport Center (ASC). Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tasikmalaya dan jajarannya serta para pengasuh dan ustadz-ustadzah pesantren Muhammadiyah Al-Furqon.

Berdasarkan surat yang dilayangkan kepada Lazismu, Baitul Arqam Purnastudi untuk para santri tersebut menghadirkan narasumber Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais. Mudir Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah, Uum Syarif Usman mengatakan, standar kompetensi santri yang ditetapkan tidak hanya diidentikkan sebagai seseorang yang menuntut ilmu di pesantren dan dianggap sebelah mata.

"Tetapi justru dengan bekal ilmu yang diperolehnya dari pesantren, santri bisa menjadi jauh lebih sukses daripada orang lain yang tidak pernah mengemban ilmu di pesantren," tutur Uum.

Dengan demikian, peserta dapat menghayati bahwa menjadi seorang santri adalah suatu kebanggaan yang bisa membawa kesuksesan di dunia dan akhirat. Indikator keberhasilannya setelah mengikuti Baitul Arqam Purnastudi ini adalah diharapkan santri dapat memahami perannya dalam kehidupan bangsa.

Di samping itu, sebagai indikator lainnya peserta menyadari bahwa sebagai warga negara yang sedang menjalankan misi menuntut ilmu adalah individu yang perannya sebagai aset berharga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, peserta dapat menjadi teladan sekaligus bisa mengisahkan kisah-kisah suksesnya yang dapat memberi inspirasi dalam kehidupan.

Yang paling penting adalah sambung Syarif Usman, setelah tamat dari pesantren dapat memanfaatkan keilmuannya. Tradisi yang pernah dilakukan di pesantren pun dapat menjadi keteladanan di dalam keluarga dan masyarakat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais yang menyampaikan materi Diaspora Santri dalam Kehidupan Bangsa, mengingatkan bahwa fungsi dan peran santri dalam kehidupan bangsa adalah penting. "Sebagai santri sejatinya harus bangga. Banyak kisah yang sudah ditorehkan oleh para santri sehingga menjadi teladan sukses, khususnya di lingkungan Muhammadiyah," paparnya.

Dalam pesannya, Rais juga mengajak para santri jika lulus dari pesantren dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. "Santri bisa berdiapsora menuntut ilmu, baik di dalam dan di luar negeri, dan bisa memberikan sumbangsihnya terhadap Muhammadiyah," kata peraih gelar master Hubungan Internasional University of Melbourne ini.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
29 Mei 2024

PROGRAM HAPUS TATO LAZISMU BANTU 4 NAPITER JELANG KEBEBASAN

KABUPATEN CILACAP -- Hijrah untuk kembali ke jalan yang benar bukan perkara mudah. Dibutuhkan niat yang tulus dan konsistensi dalam melakukannya. Namun hal itu bukan halangan bagi empat orang narapidana terorisme (napiter) Nusakambangan saat akan menjalani kehidupan normal kembali.

Menyongsong hari kebebasannya, empat orang napiter tersebut menghapus tatonya pada Kamis (19/05) sebagai ikhtiar untuk kembali kepada keluarga dalam kondisi terbaik. Program Hapus Tato ini terlaksana berkat sinergi antara Lapas High Risk Pasir Putih, Direktorat Idensos Densus 88 AT Polri, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Lazismu Kabupaten Cilacap, dan Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Cilacap.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Idensos Densus 88 AT Polri ini adalah bagian dari deradikalisasi napiter. Deradikalisasi sendiri merupakan upaya mengembalikan pemahaman yang salah, membangun keharmonisan bangsa dengan mereduksi paham kekerasan. Tiga orang dari empat napiter tersebut adalah penghuni Lapas Pasir Putih, sementara satu orang lainnya merupakan penghuni Lapas Kembangkuning.

Menurut Katim II Idensos Nusakambangan Densus 88 AT Polri, Iwan Zuli, pihaknya melakukan berbagai pendekatan dalam program deradikalisasi napiter. Di antaranya adalah pendekatan ideologi, psikososial, serta ekonomi. Salah satu pendekatan ideologi yang disebutkan adalah dengan menggandeng PDM Cilacap.

"Selain menyiapkan napiter untuk kembali ke masyarakat, kami juga melakukan intervensi terhadap lingkungan tempat tinggal napiter agar bisa menerima mereka kembali," ungkap Iwan.

Sementara itu, Habib Ghozali selaku Ketua PDM Cilacap yang ikut dalam rombongan tersebut menyambut baik kerja sama antara PDM dan Densus 88 AT Polri dalam rangka deradikalisasi napiter ini. Ia juga diminta untuk bertemu langsung dengan beberapa napiter yang akan bebas. "Ini menjadi bagian dari dakwah kita," tegasnya.

Dukungan terhadap program Hapus Tato ini disampaikan oleh Manajer Lazismu Kabupaten Cilacap, Budi Santoso. "Lazismu berupaya sebaik mungkin untuk bekerja sama dengan Densus 88 sebagai bentuk tanggung jawab sosial Lazismu," tutupnya.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
28 Mei 2024

LAZISMU DAN MTT TANDA TANGANI PERJANJIAN KERJA SAMA PENYALURAN HEWAN KURBAN

JAKARTA -- Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) dan Lazismu menandatangani perjanjian kerja sama dalam penyaluran hewan kurban. Penandatanganan perjanjian kerja sama itu diwakili oleh Ketua Umum MTT, Herdin Hasibuan dan Ibnu Tsani selaku Direktur Utama Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Acara ini berlangsung di Gedung Telkomsel Smart Office, Jakarta (27/05).

Herdin Hasibuan selaku Ketua Umum MTT mengatakan bahwa ini adalah program rutin yang dilakukan setiap tahun, terutama memasuki momen Idul Adha. "Kami sangat bahagia dapat berkolaborasi dan terima kasih atas kedatangannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Herdin mengatakan dari amanah jamaah yang dititipkan kepada kita semua, berharap jamaah senang bisa disalurkan secara tepat sasaran. "Semoga program kali ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, dan berjalan lancar sesuai rencana di awal," paparnya.

Sebagai perusahaan teknologi digital MTT adalah organisasi kerohanian Islam di lingkungan Telkomsel yang bersifat terbuka dan independen. Sejak tahun 1997, kegiatan-kegiatan dakwah karyawan dilakukan di seluruh Indonesia. Termasuk di dalamnya kegiatan pengadaan dan penyaluran hewan kurban yang dihimpun dananya dari seluruh karyawan Telkomsel dan dikelola oleh MTT secara modern dan profesional.

Sementara itu, Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Ibnu Tsani mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang dilakukan ini. Program tahunan bersama dengan MTT terutama program penyaluran kurban akan dilakukan Lazismu dalam program Qurbanmu.

Program Qurbanmu sendiri merupakan program pengadaan dan penyaluran hewan kurban yang dilakukan oleh Lazismu secara nasional. Sebagai brand, Qurbanmu dikemas dalam makanan siap saji berupa Rendangmu dan daging segarnya dibagikan di kantong-kantong kemiskinan baik di desa dan di kota secara tepat sasaran.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Direktur Penghimpunan dan Kerja Sama Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Muktiono. Selain Lazismu juga terdapat lembaga filantropi lainnya seperti Rumah Zakat, LazisNU, BMM, dan BAZNAS yang hadir dalam penandatanganan kerjasama tersebut.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
28 Mei 2024

LHKI DAN LAZISMU INISIASI PROGRAM BINA DAMAI PALESTINA

JAKARTA -- Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang didukung oleh Lazismu menggelar Launching dan Press Conference program Peacebuilding Palestine. Bermitra dengan lembaga lokal Palestina Witness-Syahid, LHKI dan Lazismu akan memulai program inovatif berupa pembinaan perdamaian yang bertajuk "Multicultural Dialogue and Capacity Building for Palestine: Peace Building Lab, Being a Change Agent" yang selanjutnya disingkat "Palestine Peacebuilding Lab: Being a Peace Agent". Acara ini berlangsung pada Senin (27/05) di Aula Masjid At Tanwir PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat.

Sekretaris LHKI PP Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah yang menjadi Pemimpin Program menjelaskan, Indonesia mendukung kemerdekaan dan perdamaian Palestina serta berusaha membantu melalui berbagai cara. Rakyat Indonesia pun mendukung kebijakan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri. Ada banyak donasi yang disalurkan, salah satunya melalui Lazismu.

"Di antara berbagai program yang kita bantu melalui Muhammadiyah terdapat Humanitarian Relief atau bantuan untuk kebutuhan dasar ketika warga Palestina yang ada di wilayah perang menjadi korban seperti sandang, pangan, dan obat-obatan," ungkap Yayah.

Sejak tahun lalu, cita-cita untuk membuat program bantuan selain Humanitarian Relief mulai terlaksana, yaitu berupa Community Development. Bantuan yang diberikan berupa modal dengan berbagai program. Saat ini, perancangan program dilakukan bersama lembaga lokal yang berada di Palestina.

"Supaya manfaatnya langsung dirasakan oleh warga Palestina. Jadi tidak ada yang tercecer di tengah jalan," terang Yayah.

Program Bina Damai Palestina ini akan melengkapi berbagai bentuk bantuan nyata yang selama ini dilakukan Muhammadiyah untuk Palestina, utamanya oleh Lazismu, Majelis Diktilitbang, MDMC-LRB, dan MuhAid-LHKI, yaitu Humanitarian Relief, Emergency Medical Team, beasiswa bagi mahasiswa/mahasiswi Palestina di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), serta program Community Development. Semua program ini merupakan dukungan komprehensif Muhammadiyah bagi upaya kemerdekaan dan perdamaian Palestina.

Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais dalam sambutannya menyebutkan, pertemuan hari ini merupakan bagian dari program Muhammadiyah untuk mewujudkan perdamaian di Palestina. Ia berharap, langkah kecil yang dilakukan melalui dialog multikultural ini menjadi bagian dari kontribusi Lazismu untuk rakyat Palestina.

Rais kemudian menceritakan bahwa pihaknya menerima surat elektronik dari Bulan Sabit Merah Palestina yang menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan berupa dua unit mesin hemodialisis atau cuci darah serta bantuan makanan pada bulan Ramadhan lalu. Bantuan ini diberikan beberapa bulan yang lalu.

"Daripada mengutuk dalam kegelapan, lebih baik kami membuat langkah demi langkah dengan aksi yang nyata untuk membantu Palestina. Komitmen kami sejalan dengan Pemerintah Indonesia agar pada masa depan rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaannya," tegas Rais.

Imam Addaruqutni selaku Ketua LHKI PP Muhammadiyah dan juga Pengarah Program menyampaikan, ia berharap agar program ini dapat mencapai target. "Kami berdiri bersama-sama untuk mendukung Palestina mengembalikan apa yang menjadi miliknya. Permasalahan yang terjadi di Palestina adalah merupakan permasalahan dunia," ujarnya.

Program ini, lanjut Imam Addaruqutni, merupakan langkah Muhammadiyah untuk membantu generasi di sana. Selain itu, melalui program ini diharapkan dapat membangun kembali peradaban di Palestina.

Pelaksana Program ini yaitu Direktur Witness-Shahid, Mr. Kayed Ma'ari menerangkan, ada tiga tujuan dari pelaksanaan program ini. Pertama adalah dukungan terhadap perdamaian. Kedua, memberdayakan generasi muda. Ketiga, berkontribusi terhadap masyarakat inklusif yang lebih damai.

Lebih jauh, Kayed Ma'ari menjabarkan bahwa program tersebut akan dilaksanakan melalui tiga pilar yaitu pendidikan non formal dan jejaring, kemudian peningkatan kapasitas dan pendampingan, serta kemanusiaan dan aspek mental. Sementara itu, aktivitas yang akan dilakukan berupa pertukaran atau kunjungan antara Muhammadiyah dan Witness, program pelatihan dan sesi informasi, serta kampanye Gaza.

Program Bina Damai Muhammadiyah untuk Palestina ini memfasilitasi kampanye/advokasi melalui storytelling, peningkatan kapasitas kaum muda dan perempuan Palestina dalam bidang dialog multikultural nir-kekerasan dan diplomasi bina damai, dukungan psikososial untuk pemulihan trauma perang, serta pertukaran kunjungan untuk internasionalisasi dakwah Muhammadiyah di Palestina serta memperluat dukungan publik bagi kemerdekaan dan perdamaian positif bagi Palestina. LHKI PP Muhammadiyah bekerjasama dengan beberapa NGO lokal non-profit berdomisili di Palestina, dengan mitra utama Witness-Shahid Center yang berfokus pada hak asasi warga, kesetaraan gender, dan keadilan sosial-ekonomi, serta The Holy Land Trust yang bergerak di bidang nir-kekerasan, penciptaan perdamaian, dan peningkatan kesadaran sosial-politik di Palestina, serta beberapa organisasi akar-rumput yang akan dikoordinir oleh Witness Center.

Inisiatif program ini mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Mengembangkan kapasitas kaum muda dan perempuan dalam dialog multikultural berpendekatan nir-kekerasan, kemampuan diplomasi untuk penyelesaian konflik

2. Peningkatan kesadaran melalui media untuk memerangi ujaran kebencian, misinformasi, stereotip dan diskriminasi

3. Menguatkan resiliensi psikososial melalui konseling psikoedukasi pemulihan trauma perang

4. Advokasi kebijakan melalui kampanye global untuk Gaza/Palestina

5. Kunjungan timbal-balik antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan delegasi mitra multi stakeholders Palestina ke Jakarta-Yogyakarta (Indonesia), dan ke Tepi Barat-Ramallah (Palestina)

Program Palestina Peacebuiding Lab merupakan strategi kebudayaan untuk melengkapi strategi advokasi, kampanye global, pembangunan masyarakat, dan diplomasi track-1 bagi penyelesaian perang Israel-Palestina. Tujuan-tujuan utama program ini adalah memperjuangkan pemberdayaan dan inklusi kaum muda sebagai katalis transformasi konflik, dan memperkuat keamanan manusia (human security) bagi pengungsi dan korban perang khususnya dari Gaza. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam proses bina damai yang dilakukan oleh berbagai mitra dan stakeholders untuk masa depan Palestina merdeka yang berkeadilan dan berkemakmuran. Penerima manfaat antara lain mencakup korban perang dan genosida Israel di Gaza, pengungsi Gaza, kaum muda dan perempuan sebagai aktivis perubahan maupun sebagai korban yang terkena dampak konflik, serta penyandang disabilitas di Tepi Barat bagian utara.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
27 Mei 2024

WAKIL BUPATI LABUHANBATU UTARA APRESIASI PROGRAM BEDAH RUMAH LAZISMU

KABUPATEN LABUHANBATU UTARA -- Apresiasi tinggi diberikan oleh Wakil Bupati Labuhanbatu Utara, H. Samsul Tanjung terhadap program Bedah Rumah yang dilaksanakan oleh Lazismu. Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan pada acara serah terima program tersebut yang digelar pada Ahad (26/05). Penerima manfaat kali ini adalah Indah Lina Manday yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Lingkar XII Kuala Aek Kanopan Timur, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Dalam sambutannya, H. Samsul Tanjung mengatakan, pihaknya mengapresiasi program yang merupakan langkah nyata bagi mereka yang membutuhkan. "Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara sangat mengapresiasi inisiatif Lazismu dalam membantu masyarakat melalui program Bedah Rumah ini. Langkah konkret seperti ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang kurang mampu dan terdampak oleh kondisi ekonomi yang sulit," ujarnya.

Menurut Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ini, masyarakat telah merasakan manfaat nyata dari program Bedah Rumah Lazismu tersebut. Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Lazismu dan para donatur yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat di daerahnya. "Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Lazismu dan juga donatur yang hari ini telah memilih Labuhanbatu Utara sebagai tempat realisasi program," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Utara, Syahrul Amsari menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan melalui berbagai program yang telah dirancang oleh pihaknya. Ia pun berharap agar Lazismu dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dapat berkolaborasi melalui berbagai program. Kolaborasi ini dimaksudkan agar dampak atau manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dapat semakin luas.

"Kami Badan Pengurus Lazismu Sumatra Utara terus berupaya melaksanakan program-program sehingga dana zakat, infak, serta sedekah yang diberikan para donatur atau muzakki kebermanfaatannya dapat terus dirasakan oleh para mustahik," tegas Syahrul.

Selain dihadiri oleh Wakil Bupati Labuhanbatu Utara, acara ini juga disaksikan oleh Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Utara, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Labuhanbatu Utara, Pimpinan Daerah Aisyiyah Labuhanbatu Utara, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Labuhanbatu Utara, serta Lurah setempat. Sebelumnya, rumah kediaman Indah Lina Manday tidak layak untuk dihuni. Setelah menjalani proses renovasi dan berbagai perbaikan, rumah tersebut kemudian layak untuk ditempati sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pemiliknya.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
27 Mei 2024
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross