

Penanggung jawab pembagunan huntara milik Muhammadiyah, Priyo AS mengatakan, pembangunan huntara pasca APG Semeru yang terjadi akhir 2021 telah selesai dibangun untuk proses tahap pertama. Ia menyebutkan, Muhammadiyah masih akan membangun huntara untuk penyintas pada tahap berikutnya. "Muhammadiyah di tahap pertama ini menyediakan 40 hunian dari rencana 200 hunian sehingga kita masih memiliki 160 hunian yang akan diselesaikan di tahap berikutnya," sebutnya.
Priyo yang juga merupakan spesialis pembangunan shelter MDMC ini menambahkan, salah satu pendukung utama pada pembangunan tahap pertama ini adalah sumbangan dari dari para pengusaha SPBU yang tergabung dalam HISWANA MIGAS untuk 23 unit huntara yang dananya dikelola oleh Lazismu dan sisanya dari donatur yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Dari 40 hunian yang telah selesai dikerjakan, 20 di antaranya per awal bulan Mei 2022 ini telah diserah terimakan kepada warga yang berasal dari Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro.
"Selama proses pembangunan ini penyitas kita libatkan dengan kontribusi melalui pembuatan batako. Material tersebut digunakan sebagai dinding dasar pembangunan huntara sehingga proses pemberdayaan serta pendayagunaan bagi penyintas berjalan sesuai yang kita harapkan," ungkap Priyo.
Kegiatan pembangunan huntara ini, lanjut Priyo, adalah pengalaman pertama bagi banyak ormas/LSM yang terlibat, dengan proses pembangunan huntara dan huntap (hunian tetap) dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Konsep yang awalnya adalah rumah tumbuh akhirnya menjadi rumah pendamping atau hunian pelengkap bagi bangunan huntap. Keterlibatan relawan Muhammadiyah dalam proses pembangunan tidak hanya berasal dari Kabupaten Lumajang, tetapi juga dari luar daerah bahkan dari provinsi lain. Misalnya dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yang menurunkan tiga tim secara bergantian dan juga relawan dari Kabupaten Pacitan.
"Target tahap kedua ini akan dimulai setelah seluruh proses serah terima ini selesai. Muhammadiyah akan melanjutkan di blok I dan blok J, serta menambah bangunan di atas lahan fasum (fasilitas umum). Di kompleks fasum ini rencananya akan berisi bangunan ibadah, pendidikan, sosial, serta ekonomi. Diharapkan pertengahan Juni akan dimulai sembari menunggu kesiapan lahan seluas tiga ribu meter persegi," pungkas Priyo.
Kehadiran huntara ini sangat besar artinya bagi warga penerima manfaat, salah satunya adalah Sidik. Warga Dusun Kajar Kuning yang rumahnya hancur akibat tertimbun material abu vulkanik ini menceritakan, saat kejadian, ia hanya bisa menyelamatkan diri tanpa sempat membawa harta benda selain baju yang melekat di badan. "Alhamdulilah nyawa saya dan keluarga masih selamat, masalah harta masih bisa di cari lagi," ujarnya sambil meneteskan air mata.
Sidik yang berprofesi sebagai penambang pasir ini kemudian sempat berpindah-pindah selama di pengungsian, sampai akhirnya harus menetap di tenda selama lima bulan. "Alhamdulilah ketika akhir Ramadhan kemarin kami mendapatkan jatah untuk menempati rumah baru yang dibangun oleh pemerintah dan Lazismu. Terima kasih banyak para donatur yang telah membantu kami, mudah-mudahan ini menjadi ladang pahala dan mohon doanya mudah-mudahan dengan rumah baru ini kami bisa segera bangkit dari segi ekonomi serta dari trauma yang selama ini kami rasakan," harapnya.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Slamet Efendi saat ditemui oleh tim Lazismu Kabupaten Lumajang pada Kamis (12/05). Saat menempati hunian baru bertepatan dengan satu hari sebelum Idul Fitri, Slamet menyampaikan bahwa saat takbir berkumandang, ia dan keluarga masih sibuk memindakan barang dari tempat pengungsian ke huntara tersebut. "Rasa hati ini berkecamuk ketika suara takbir berkumandang, kok koyo ngene nasibku (kok nasib saya seperti ini)," ungkap Slamet.
Slamet juga mengucapkan rasa syukurnya dan bertekad untuk bangkit kembali menata hidup baru. "Alhamdulilah pak, saya dan keluarga berangsur bangkit untuk membenahi ekonomi kami. Ini saya juga mulai jualan pracangan dan membenahi lahan pertanian kami," tutupnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Kuswantoro]

Acara tersebut berlangsung pada Rabu (18/05) dari Kantor Lazismu PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No.62, Jakarta Pusat dan diikuti secara daring oleh seluruh kantor wilayah Lazismu yang turut serta dalam audit kali ini. Audit Laporan Keuangan Lazismu 2021 rencananya akan diikuti oleh 11 kantor wilayah, 69 kantor daerah, dan 4 kantor layanan. Jumlah ini pun diperkirakan akan terus bertambah. Sementara itu, pelaksanaan audit akan berlangsung pada pertengahan bulan Mei hingga akhir Agustus tahun 2022.
Kick Off Meeting Audit Laporan Keuangan Lazismu 2021 resmi diluncurkan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin. Dalam sambutannya, Mahli menekankan bahwa prosedur audit ini harus diikuti oleh Lazismu berbagai tingkatan yang telah memenuhi persyaratan untuk menjalani audit. Hal ini karena Lazismu merupakan lembaga yang memegang amanah dalam mengelola keuangan publik.
"Sebagai lembaga keuangan yang memegang amanah yang tidak ringan, kita harus mengikuti prosedur. Alhamdulillah pada beberapa tahun terakhir kita sudah mendapatkan predikat yang kita inginkan yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," terang Mahli.
Mahli pun menjelaskan, pada tahun ini audit keuangan akan dilakukan dengan menggandeng KAP Abdul Hamid dan Rekan. Senada dengan Mahli, Rini selaku Koordinator Audit Lazismu menerangkan, alasan dipilihnya KAP Abdul Hamid dan Rekan adalah berdasarkan proses tender yang diikuti oleh tiga KAP dan hasil musyawarah Badan Pengurus Bidang Keuangan serta Badan Pengawas Lazismu PP Muhammadiyah.
"Berdasarkan proses tender yang diikuti oleh tiga KAP dan hasil musyawarah Badan Pengurus Keuangan dan Badan Pengawas dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, maka ditetapkan KAP Abdul Hamid dan Rekan sebagai KAP yang akan mengaudit laporan keuangan Lazismu 2021," terang Rini.
Rini yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan Lazismu PP Muhammadiyah berpesan kepada kantor Lazismu peserta audit agar tertib dalam mengikuti proses audit keuangan ini. "Pelaksanaan audit sampai 31 Agustus itu maksudnya adalah tanggal 31 Agustus laporan sudah diterbitkan. Artinya, pekerjaan lapangan sampai Juli. Kita menjadwalkan berdasarkan urutan data laporan keuangan wilayah dan daerah yang sudah masuk ke pusat," tegasnya.
Mewakili pihak auditor, Wilda Farah selaku Engagement Partner KAP Abdul Hamid dan Rekan mengingatkan bahwa pelaksanaan audit ini merupakan bagian dari tata kelola Lembaga Amil Zakat (LAZ) seperti yang tercantum pada regulasi negara. Pihaknya pun selaku auditor akan menggali informasi tentang berbagai aktivitas keuangan yang dilakukan oleh Lazismu.
"Kalau kita lihat lagi UU No. 23 Tahun 2011 yang diturunkan menjadi PP No. 14 Tahun 2014, pengelolaan zakat sendiri dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengorganisasian yang kaitannya dengan aktivitas utamanya ada tiga, yaitu pengumpulan, pendistribusian, dan pemberdayaan. Jadi sebenarnya seputar dari aktivitas yang bapak ibu telah lakukan di Lazismu, tentunya kami nanti ingin mendapatkan informasi terkait dengan aktivitas tentang akuntabilitas, ke mana larinya dana ketika dana tersebut dikumpulkan, didistribusikan, dan diberdayakan, maka semuanya akan tersaji di dalam laporan keuangan," ujar Wilda.
Wilda juga memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah, dalam hal ini Lazismu yang telah berhasil mengumpulkan seluruh data keuangan dari berbagai kantor yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai bentuk kesadaran pentingnya akuntabilitas Lazismu sebagai LAZ dengan kesiapan untuk menjalani proses audit.
"Muhammadiyah termasuk yang cukup terdepan untuk bisa mengumpulkan seluruh data dari wilayah, meskipun prosesnya bertahap. Mudah-mudahan nanti bisa bertambah lagi. Artinya termasuk juga gairah akuntabilitas, di Lazismu sendiri sudah mulai sadar bahwa akan ada satu proses yang sebetulnya harus kita selesaikan setelah mengumpulkan, mendistribusikan, dan memberdayakan, yaitu mempertanggung jawabkan. Salah satu bagian dari mempertanggung jawabkan yaitu siap untuk diaudit," pungkas Wilda.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Manajer Area Lazismu Wilayah Lampung, Deni Fransiska mengungkapkan bahwa angka penghimpunan ini bisa dicapai berkat andil dari semua pihak, baik muzaki yang menunaikan ZIS maupun amil yang melakukan penghimpunan dana ZIS tersebut. "Angka ini menunjukkan bahwa banyak muzaki yang memercayakan ZIS-nya melalui Lazismu Lampung. Alhamdulillah, mudah-mudahan semakin banyak muzaki yang mempercayakan zakatnya pada kami," harap Deni.
Jumlah penghimpunan tersebut merupakan akumulasi dari perolehan zakat fitrah, zakat maal, infak program, dan infak tidak terikat. Nisa, Staf Keuangan Lazismu Wilayah Lampung pun merinci angka yang berhasil diperolah. "Zakat fitrah yang terhimpun sejumlah Rp. 265.474.109, zakat maal Rp. 485.044.657, infak tidak terikat Rp. 206.048.350, dan selebihnya adalah infak untuk program Ramadhan," ungkapnya.
Penghimpunan ini, tambah Nisa, didukung oleh 12 Lazismu Daerah yang ada di wilayah Lampung. "Penghimpunannya dilakukan oleh Lazismu Wilayah bersama 12 Daerah Pembantu di kabupaten dan kotamadya se-Lampung," imbuhnya.
Sementara itu, Staf Fundraising Lazismu Wilayah Lampung, Jeni Rahmawati menjelaskan, dana yang terhimpun disalurkan melalui program-program seperti Takjil Tangguh, Isoman Tangguh, Ramadhan Ceria, Masjid Tangguh, Guru Tangguh, Sekolah Tangguh, dan UMKM Tangguh. Ia pun menegaskan, Lazismu Wilayah Lampung akan selalu melaporkan penyaluran dana ZIS yang telah dipercayakan oleh muzaki.
"Untuk setiap dana yang terhimpun insyaAllah kami selalu ada pelaporannya. Program-program di Lazismu Lampung juga jelas sifatnya memberdayakan masyarakat. Karena tujuan besar Lazismu bukan hanya memberikan bantuan saja, tapi mengupayakan mustahik kelak dapat berubah menjadi muzaki," terang Jeni.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Jeni Rahmawati]

Dalam perjalanannya, beberapa peserta iktikaf diberikan kepercayaan oleh masyarakat sekitar untuk menjadi muazin. Contohnya Muhammad Al Farisi, mahasiswa yang berasal dari Padang, Sumatra Barat ini kerap diamanahkan oleh takmir masjid untuk mengumandangkan azan. Suaranya yang bagus dan merdu membuat masyarakat sangat menghayati seruan untuk sholat tersebut. Hal yang sama juga dirasakan dengan Muhammad Iqbal, teman seperjuangan Faris ini silih berganti dalam mengumandangkan azan. Ibrahim dan Abdullah, peserta yang berasal dari Yaman juga dipercaya menjadi imam tarawih. Masyarakat sangat antusias sekali dengan kedatangan peserta iktikaf.
Mahdi, Koordinator Iktikaf Internasional KL Lazismu PCIM Sudan yang juga merupakan relawan Lazismu dari Yaman ini menerangkan, peserta iktikaf selama menjalankan kegiatan diberikan fasilitas berupa masjid yang dipenuhi dengan pendingin udara dan tempat yang nyaman. Untuk makan sahur peserta dibagi menjadi dua menu. Pembagian ini dilakukan karena adat yang berbeda. Pertama, mereka yang berasal dari Yaman terbiasa dengan makan sahur menggunakan hubz (roti), dan Indonesia yang terbiasa dengan makan nasi. Panitia pun menyiapkan dua menu, pertama adalah nasi dengan telur untuk peserta dari Indonesia, kemudian roti dengan kacang-kacangan untuk peserta dari Yaman.
Untuk menu berbuka, lanjut Mahdi, panitia menyeragamkan semuanya karena tidak ada terjadi perbedaan kebiasaan. Semua pun menerima jika menu berbuka puasa menggunakan nasi dan ayam. "Kami memberikan fasilitas pelayanan terbaik bagi peserta iktikaf guna menunjang kekhusyukan ibadah mereka," ungkapnya.
Ridwan, Ketua PCIM Sudan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan kesan yang baik dan berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini. "Alhamdulillah kita bisa melaksanakan kegiatan iktikaf ini dengan lancar dan tidak ada halangan yang berat. Semoga kegiatan ini memberikan kesan yang baik buat antum semuanya dan mohon doanya untuk para muhsinin yang mendukung acara ini, semoga hartanya diberkahi oleh Allah Subhanahu wata’ala," harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Masjid Ali Al Halabi, Syaikh Khatim juga turut mengucapkan terima kasih kepada KL Lazismu PCIM Sudan. "Terima kasih untuk PCIM Sudan dan Lazismu Sudan sudah berkenan memercayai masjid kami sebagai tempat iktikaf tahun ini," ujarnya.
Acara iktikaf ini ditutup tepat saat malam takbiran. Acara penutupan dihadiri oleh Ketua PCIM Sudan, Kepala KL Lazismu PCIM Sudan, Koordinator Iktikaf Internasional KL Lazismu PCIM Sudan, dan perwakilan dari takmir masjid setempat. Penyerahan cinderamata oleh Ketua PCIM Sudan ditemani oleh Kepala KL Lazismu PCIM Sudan kepada Syaikh Khatim menjadi puncak acara penutupan Iktikaf Internasional KL Lazismu PCIM Sudan.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Dimas]

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Magelang, Imron Rosidi menerangkan, kegiatan ini dilakukan secara serentak dari awal hingga akhir bulan Ramadhan 1443 H. Penyalurannya pun dilakukan dengan berbagai cara, ada yang dilakukan awal bulan, ada yang pertengahan bulan, ada pula yang melakukannya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
"Kegiatan ini serentak dilaksanakan mulai awal Ramadhan sampai akhir Ramadhan. Ada KL yang tashorufnya pada awal Ramadhan, ada juga yang pertengahan Ramadhan, ada juga KL yang tashorufnya sepuluh hari akhir Ramadhan, serta ada juga KL yang tashorufnya setiap seminggu sekali," terang Imron.
Menurut Imron, Kado Ramadhan ini berisi paket sembako yang dibutuhkan oleh para penerima manfaat dalam menjalani bulan suci Ramadhan. Para penerima manfaat tersebut utamanya adalah dhuafa, sabilillah, mualaf, ibnu sabil, dan anak yatim. "Kado Ramadhan yang berisi paket sembako diperuntukkan untuk kaum dhuafa, sabilillah, mualaf, ibnu sabil, serta anak yatim di wilayah Kabupaten Magelang," ujarnya.
Pada bulan Ramadhan tahun ini Lazismu Kabupaten Magelang mendapatkan target sebesar 1,1 miliar oleh induknya, yaitu Lazismu Wilayah Jawa Tengah. Target itu pun akhirnya terlampaui, ditandai dengan konsolidasi pada hari ke-29 Ramadhan yang menyebutkan bahwa penghimpunan Lazismu Kabupaten Magelang sudah mencapai lebih dari 1,1 miliar rupiah. Dengan kata lain, capaian Lazismu Kabupaten Magelang sudah melebihi target yang dicanangkan oleh Lazismu Wilayah Jawa Tengah.
Terakhir, Imron menyampaikan ucapan terima kasih kepada para muzaki yang telah memercayakan dana ZIS melalui Lazismu. "Kami ucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah memercayakan penyaluran ZIS-nya melalui Lazismu Magelang," tutupnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Manajer Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo menjelaskan, kerja sama program Pesantren Ramadhan antara Lazismu dengan Masjid Tauhid ini telah berlangsung sebanyak lima kali. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pihak pengelola masjid. "Alhamdulillah, terima kasih kepada Masjid Tauhid. Ini kali kelima kerja sama melaksanakan program Pesantren Ramadhan antara Lazismu Pekanbaru dan Masjid Tauhid," jelasnya.
Agung menambahkan, penutupan Pesantren Ramadhan tersebut juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah kepada beberapa peserta Pesantren Ramadhan. Para peserta ini sebelumnya telah memenangkan beberapa perlombaan yang digelar oleh panitia. Selain itu juga dilakukan pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar lingkungan Masjid Tauhid.
Terakhir, Agung berharap agar kegiatan ini bisa mencetak generasi Islami. "Program Pesantren Ramadhan yang dilaksanakan di Masjid Tauhid ini bisa mencetak generasi Islami yang bisa mendakwahkan Islam serta menjadi penghafal Al-Qur'an," harapnya.
Ilfiza Hendra, salah satu pengurus Masjid Tauhid sangat berterima kasih kepada Lazismu Kota Pekanbaru yang telah memberikan dukungan tenaga pengajar untuk membina anak-anak yang berada di sekitar Masjid Tauhid. "Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Pekanbaru yang memberikan dukungan tenaga pengajar untuk mengajari anak-anak kami ini," ujarnya.
Ia pun berharap agar pada tahun depan Lazismu Kota Pekanbaru bisa kembali melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan di Masjid Tauhid agar bisa menciptakan generasi muda Islami yang berada di sekitar Masjid Tauhid. Selain di Masjid Tauhid, pada Ramadhan tahun ini Lazismu Kota Pekanbaru juga menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan di Masjid Darul Ihsan Jalan Cipta Karya, Sialangmunggu, serta Musholla Mumtahid Jalan Kenanga, Mentangor, Tenayan Raya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

