

KOTA SURABAYA -- Lazismu Wilayah Jawa Timur melaksanakan kegiatan "Upgrading Pengurus dan Pelaksana Lazismu se-Jawa Timur" di Hall Mas Mansyur lantai 3, Gedung Muhammadiyah Jawa Timur di Jalan Kertomenanggal IV, Kota Surabaya. Acara ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang handal, mampu, dan berkarakter kuat sehingga dapat mendukung kinerja amil Lazismu yang kredibel, amanah, dan profesional. Selain itu, kegiatan ini dibutuhkan untuk menumbuhkembangkan budaya kerja yang profesional, produktif, terukur, dan berkemajuan yang akan berdampak pada peningkatan kinerja lembaga.
150 orang yang merupakan pengurus dan eksekutif Lazismu tingkat daerah serta Kepala Kantor Layanan Lazismu se-Jawa Timur mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Ahad (10/12) ini. Turut hadir dalam kegiatan upgrading ini Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur membidangi Ekonomi, Bisnis, dan Lazismu Hidayatur Rahman dan Anggota Dewan Pengawas Syariah Lazismu Wilayah Jawa Timur Dian Berkah. Selain itu juga hadir jajaran Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur yaitu Ketua Imam Hambali, Wakil Ketua Bidang Audit Kepatuhan Sigit Hermawan, Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Amil Mohammad Saifuddin Ali Sahidu, Wakil Ketua Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Aditio Yudono, Wakil Ketua Bidang Transformasi Digital dan Monitoring Evaluasi Agus Edi Sumanto, Sekretaris Muhammad Masrukh dan Wakil Sekretaris Zaenal Abidin.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur yang juga menjadi pelaksana kegiatan, Muhammad Masrukh menyebutkan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas amil, baik secara langsung maupun tidak langsung. "Kegiatan Pemantapan (Upgrading) Pengurus dan Pelaksana ini merupakan program rutin Lazismu. Berdasar pada pemikiran bagaimana untuk meng-upgrade Pengurus dan Pelaksana Lazismu Daerah yang sebagian besar adalah SDM baru, maka PWM Jawa Timur melalui anggaran Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023 ini memfasilitasi Kegiatan Upgrading Amil Lazismu. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Jawa Timur," ujarnya saat memberikan prakata Panitia pada pembukaan kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Imam Hambali mengajak para amil Lazismu untuk menyongsong tahun 2024 dengan semangat dan pola kerja yang baru. "Menyambut tahun baru 2024, Lazismu Jawa Timur ingin ada semangat kinerja baru yang akan dirumuskan dalam Rakerwil tanggal 6-7 Januari 2024 mendatang. Materi Rakerwil ini sedang digodok dalam dua kali pertemuan, yakni pada upgrading, 10 Desember hari ini dan pra Rakerwil 16 Desember 2023 nanti," terangnya.
Rakerwil Lazismu Jawa Timur yang diawali dengan kegiatan upgrading ini, papar Imam, membahas dua hal penting yaitu kelembagaan harus kuat melalui SOP (Standar Operating Procedure) dan keuangan harus transparan melalui SIM (Sistem Informasi Manajemen) ZISKA (zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya). "Penguatan kelembagaan dan aturan main terletak pada eksekutif, yang mengendalikan dan mengembangkan layanan Lazismu di wilayah dan daerah, sehingga dalam Upgrading ini para ketua dan wakil plus eksekutif paham akan SOP-nya," tegasnya.
Sementara itu, Kabid Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Mufi Imron Rosyadi menekankan pentingnya prinsip pengelolaan zakat aman 3A kepada para amil Lazismu. "Kami dari Kanwil Kemenag Jawa Timur yang di dalamnya ada BAZNAS, mengajak Lembaga Amil Zakat khususnya Lazismu Jawa Timur untuk terus menjaga amanah yang diberikan, dengan menerapkan prinsip Aman 3A, yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Jangan sampai dalam mengelola ZIS (zakat, infak, dan sedekah) malah menyebabkan berurusan dengan pihak berwajib, sehingga butuh auditor keuangan dan auditor syariah," ucap Mufi Imron Rosyadi dalam sambutannya.
Mufi Imron Rosyadi pun mengingatkan pentingnya pelaporan demi penertiban pengolahan LAZ termasuk pemberdayaan masjid UPZ (Unit Pengelola Zakat) untuk mencatatkan zakat. Untuk itu perlu dilakukan upaya guna mendeteksi kurangnya kesadaran akan kewajiban zakat, atau karena tidak terlapornya pengelolaan zakat di masjid-masjid. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan SK perpanjangan izin operasional Lazismu Wilayah Jawa Timur periode 2023-2028. SK tersebut diperbarui setiap lima tahun.
"Perpanjangan SK ini bukti Kemenag Jawa Timur memberikan apresiasi atas kerja bagus Lazismu Jawa Timur dalam pemberdayaaan masyarakat Jawa Timur. Selajutnya, ke depan mengajak kerja sama antara pemerintah dan pengelola zakat swasta agar mentasyarufkan zakat jangan untuk gerakan-gerakan yang membahayakan keutuhan NKRI," pungkas Mufi Imron Rosyadi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN ACEH BARAT DAYA -- Para penyintas banjir bandang di Trumon, Kabupaten Aceh Selatan mendapatkan bantuan dari Lazismu dan Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Aceh Barat Daya. Bantuan ini merupakan penyaluran tahap kedua yang terdiri dari beras, mie instan, air mineral, dan beberapa bahan kebutuhan pokok lainnya. Penyaluran bantuan dilakukan oleh relawan Muhammadiyah yang terdiri dari unsur Lazismu, MDMC, serta KOKAM Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan.
Selain menyalurkan bantuan makanan siap, para relawan juga ikut membersihkan rumah warga penyintas banjir bandang dan fasilitas umum. Bantuan makanan siap santap berupa nasi bungkus sebanyak 1.600 paket merupakan sumbangan dari siswa-siswi MAN Inovasi Aceh Barat Daya, sementara nasi bungkus lengkap dengan kudapan sebanyak 400 paket berasal dari siswa-siswi dan guru SDIT Rabbani Qur'an School Blangpidie, Aceh Barat Daya.
Distribusi bantuan sembako dan makanan tahap kedua pada Sabtu (09/12) ini dibagikan di 3 titik terpisah, yaitu untuk siswa-siswi SDN 1 Ladang Rimba yang sedang melaksanakan Ujian Semester, diterima langsung oleh Kepala Sekolah SDN 1 Ladang Rimba Khairuman, kemudian titik kedua di Posko 2 Ladang Rimba, dan terakhir diserahkan di Posko Dapur Umum Dusun Blang Dalam yang langsung diterima oleh Safrizal selaku tokoh masyarakat Dusun Blang Dalam.
Ketua MDMC Aceh Barat Daya, Anhar saat penyerahan berharap agar bantuan yang diberikan ini bisa memberikan manfaat untuk seluruh warga Blang Dalam. "Semoga bantuan ini dapat dinikmati oleh seluruh warga Blang Dalam melalui Posko Dapur Umum ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Aceh Barat Daya, Indra Syahputra menyampaikan kebahagiaannya karena Muhammadiyah melalui para relawannya dapat menyalurkan bantuan dari masyarakat untuk para penyintas banjir bandang Trumon ini. "InsyaAllah Muhammadiyah akan selalu hadir di setiap misi kemanusiaan dan untuk kemaslahatan sebagaimana motto Lazismu, memberi untuk negeri," ungkapnya.
Indra juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kabupaten Aceh Barat Daya yang telah memberikan sumbangan dan mempercayakannya kepada Lazismu untuk disalurkan kepada para penyintas banjir bandang Trumon. "Semoga Allah SWT akan mengganti dengan rezeki yang lebih baik dan diterima oleh Allah ini semua sebagai amal kebaikan kita. Aamiin," ucap Indra.
Selain memberikan bantuan sembako dan makanan, Lazismu dan MDMC juga membantu pengadaan sumur bor di tiga titik terpisah. Titik pertama berada di SD Negeri 2 Ladang Rimba, sementara titik kedua dan ketiga di Kantor Keuchik dan TPA Mushalla Gampong Pulo Paya. Penyerahan bantuan sumur bor ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Desa Pulo Paya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SIDOARJO -- WarungMu merupakan salah satu bentuk program pemberdayaan untuk para pelaku UMKM yang dilakukan oleh Lazismu Kabupaten Sidoarjo. Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sidoarjo, Jalan Mojopahit 666 B, Kabupaten Sidoarjo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan program ini. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis dari dalam gerobak kontainer WarungMu para rangkaian acara Milad ke-111 Muhammadiyah, Ahad (17/12).
Emil Elestianto Dardak memberikan apresiasi kepada Lazismu Kabupaten Sidoarjo dalam menumbuhkembangkan para pelaku UMKM melalui penyaluran zakat produktif. Menurutnya, program WarungMu yang berasal dari zakat produktif ini memiliki banyak manfaat. Masyarakat pun dapat menjadi mandiri dan sejahtera.
"Sebuah kegiatan yang sangat inspiratif dalam upaya investasi sosial yang telah dilakukan Lazismu dengan penyaluran zakat dan infaq produktif. Sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian dan kemandirian masyarakat. Dengan bantuan kontainer kepada pelaku usaha makanan dan minuman ini sebagai upaya membangun kesejahteraan penerima manfaat dan bisa menciptakan lapangan kerja. Ini contoh yang luar biasa," ungkap Emil.
Emil pun memuji bentuk fisik dari WarungMu. Pujian ini dilontarkan setelah meresmikan dan masuk ke dalam gerobak kontainer WarungMu berwarna jingga dengan ukuran tinggi 2 meter, panjang 1,5 meter, dan lebar 1,5 tersebut. "Kios yang sederhana tapi keren. Sederhana tapi nyaman untuk pelaku usaha ultra mikro," pujinya.
Selanjutnya, Emil mengajak khalayak untuk mendukung program Lazismu Kabupaten Sidoarjo agar dapat terus melaksanakan program pemberdayaan, khususnya untuk para pelaku usaha ultra mikro. "Jadi mari dukung program pemberdayaan usaha ultra mikro untuk meningkatkan kemandirian perekoniman dengan berdonasi di Lazismu. InsyaAllah akan menjadi bermanfaat seperti program pada hari ini," ajak Emil.
Pada kesempatan terpisah, Muarawati Nur Malinda selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut menyampaikan ucapan selamat kepada penerima manfaat program WarungMu. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan kepada mereka yang ingin membangun usaha.
"Selamat atas pendistribusian dana zakat oleh Lazismu Sidoarjo melalui program pemperdayaan UMKM berupa pemberian 10 rombong kontainer pada kelompok pelaku usaha dari berbagai kalangan seperti marbot masjid, keluarga yatim, keluarga disabilitas dan entrepreneur muda. Ini sebagai dukungan kepada mereka yang ingin mandiri dan membangun usaha," ujar Muarawati.
Pemberian rombong kontainer ini, sambung Muarawati, menjadi bagian dari strategi untuk membangun ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Program ini juga terwujud atas dukungan dari zakat yang disalurkan oleh mitra Lazismu, yaitu Bank Mega Syariah. "Kepada penerima manfaat semoga bisa menggunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk meraih kemajuan usaha dan kesejahteran keluarga," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

KABUPATEN BANYUMAS -- Fauzi merupakan seorang tenaga kebersihan yang bertugas di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Wangon. Selain aktif di sekolah tersebut, Fauzi juga kerap terlibat dalam kegiatan keagamaan di desanya. Ia juga turut menghidupkan masjid setempat sebagai muadzin dan imam, serta mengisi kajian untuk memperkuat kehidupan beragama di masyarakat.
Malang bagi Fauzi, rumah miliknya berada kondisi memprihatinkan. Atapnya sudah banyak yang jebol, begitu pula dinding rumahnya sangat rapuh. Keadaan ini memantik kepedulian Lazismu Kabupaten Banyumas. Melalui Bedah Rumah, Fauzi menjadi penerima manfaat yang ke-51 dari program tersebut. Kini, warga Desa Wangon RT 02 RW 1, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas tersebut dapat tinggal di tempat yang layak. Penyerahan bantuan ini secara simbolis dilakukan pada Ahad (17/12).
Hendrik Prasetyo selaku perwakilan Pemerintah Desa Wangon berharap agar bantuan ini dapat memicu semangat Fauzi dalam bekerja. "Kami berharap dengan rumah yang baru ini, keluarga Pak Fauzi dapat merasakan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik. Semoga rumah yang baru ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi tempat yang memicu semangat dalam beribadah dan bekerja dengan penuh dedikasi," ujarnya.
Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas, Sabar Waluyo menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan seluruh pihak yang telah mendukung program ini. "Rumah Bapak Fauzi menjadi yang ke-51 yang berhasil dibedah dan diserahkan kepada masyarakat, memperkuat misi Lazismu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Bedah Rumah," ungkapnya.
Proses bedah rumah dilakukan selama 9 hari oleh tim ahli Bedah Rumah Lazismu Kabupaten Banyumas. Tim tersebut berupaya memperbaiki seluruh bagian rumah yang rusak agar dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi Fauzi dan keluarganya. Acara penyerahan rumah dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas, Lazismu Kabupaten Kendal, Lazismu Kabupaten Pemalang, serta perwakilan dari pemerintah desa setempat.
Rumah yang baru diresmikan tersebut akan dihuni oleh Fauzi beserta istri dan anak-anak, juga cucu-cucunya. Kehadiran keluarga besar di dalam rumah ini menjadi simbol kebersamaan dan kebahagiaan dalam mengarungi hidup yang baru di tempat tinggal yang lebih baik. Program bedah rumah ini bukan hanya memberikan tempat tinggal yang layak bagi Fauzi dan keluarganya, tetapi juga memberikan harapan dan inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk terus berkolaborasi dalam membangun kesejahteraan bersama.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

KABUPATEN KULON PROGO -- Perhatian kepada kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa kembali ditunjukkan oleh Lazismu Wilayah DI Yogyakarta. Kali ini, guru-guru yang mengajar di PAUD dan para guru ngaji di kawasan tersebut mendapatkan bantuan dari Lazismu. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) bersama Lazismu dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) DI Yogyakarta.
Penyerahan bantuan berlangsung pada Kamis (14/12) di PAUD Aisyiyah ALBHA, Wates, Kulon Progo yang dihadiri oleh perwakilan MTT, PWA DI Yogyakarta, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kulon Progo, serta para guru penerima bantuan. Selain menerima bantuan berupa uang tunai, guru-guru juga mendapatkan paket sembako sebagai pelengkap kebutuhan pokok.
Ketua PDA Kulon Progo, Khotimah menyambut baik bantuan yang diberikan oleh MTT melalui Lazismu ini. Menurutnya, bantuan ini mampu menjangkau para guru yang berada di akar rumput. "Kami ucapkan terima kasih kepada Majelis Telkomsel Taqwa atas kepeduliannya dengan guru-guru ngaji. Program yang sangat bermanfaat dan dapat memberikan motivasi kepada guru-guru yang berjuang di akar rumput," tuturnya.
Mewakili MTT, Wahyu menyebutkan bahwa pihaknya telah lama menjalin kemitraan dengan Lazismu. Sebagai badan keorganisasian di Telkomsel, MTT banyak memiliki kegiatan dalam penyaluran zakat. "Banyak kegiatan yang dilakukan MTT. Sinergi dengan Lazismu sudah sejak tahun 2018," terangnya.
Marzuki selaku Manajer Area Lazismu Wilayah DI Yogyakarta juga mengungkapkan hal serupa. Sebelumnya, pihaknya telah menjalin kerja sama dalam pembuatan dua titik sumur bor di daerah Kulon Progo pada tahun 2018. Selain itu, pada tahun 2023 keduanya berkolaborasi dalam program pemberdayaan UMKM. "Sejak 2018, Lazismu DI Yogyakarta kolaborasi dengan MTT dari pembuatan sumur bor hingga hari ini program Peduli Guru untuk pengajar di PAUD hingga guru ngaji," terang Marzuki.
MTT merupakan organisasi yang berasaskan Islam dan mewujudkan insan Telkomsel yang bertakwa, amanah, profesional, berakhlak mulia, serta mampu menyebarkan karakter tersebut baik di lingkungan Telkomsel maupun di lingkungan lainnya yang lebih luas. Kolaborasi kerap dijalin bersama berbagai mitra, termasuk Lazismu dalam berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

KABUPATEN BANYUMAS -- Setelah sukses di Desa Purwojati, Kecamatan Purwojati, Green House Hidroponik Golden Aroma yang merupakan binaan Lazismu Kabupaten Banyumas kembali melakukan panen perdana. Kali ini, program pemberdayaan tersebut menggandeng Kelompok Tani Bangkit Masjid Al-Ikhlas Karangtawang, Banteran, Wangon. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (18/12) yang merupakan wujud kerja sama Lazismu dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Banyumas serta partisipasi aktif jamaah Masjid Al-Ikhlas Karangtawang.
Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas, Sabar Waluyo mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari panen perdana sebelumnya yang ada di Desa Purwojati. Pihaknya pun berencana melebarkan sayap untuk melaksanakan program serupa di titik lainnya. "Green House Melon Hidroponik Golden Aroma ini sudah ada dua titik yaitu Purwojati dan Karangtawang. Nantinya akan dilanjutkan untuk pemberdayaan ini di kecamatan lain," ujarnya.
Jamaah masjid dan warga sekitar pun antusias menyerbu untuk turut serta membeli melon Golden Aroma ini. Bahkan, Lazismu dari Kabupaten Kendal dan Pemalang turut hadir dalam acara panen perdana ini untuk menunjukkan dukungan dan kolaborasi yang kuat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan, karena melon hidroponik dikenal memiliki kualitas yang lebih sehat, manis, dan renyah.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas terlaksananya kegiatan ini. Panen perdana melon hidroponik Golden Aroma ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Masjid Al Ikhlas Karangtawang dan Lazismu Kabupaten Banyumas tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan pemberdayaan ekonomi melalui proyek-proyek berbasis masjid di masa mendatang.
"Rasanya gurih manis. Teman-teman di Banyumas harus mencoba melon Golden Aroma hasil panen perdana ini," ucap Ketua PDM Banyumas, Djohar dengan gembira.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 360 pohon melon hidroponik Golden Aroma dipanen dengan hasil yang menggembirakan. Hasil panen tersebut berhasil mencapai omset sebesar 19 juta rupiah. Menariknya, masih terdapat 150 pohon melon yang siap panen dalam sepekan ke depan, menjanjikan kelanjutan suksesnya proyek ini. Melon Golden Aroma yang dihasilkan memiliki tingkat kemanisan yang mencapai angka 17, menjadikannya pilihan yang istimewa bagi para konsumen.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

