

KOTA PALANGKA RAYA -- 11 orang kader ulama Muhammadiyah yang kurang mampu di Kalimantan Tengah mendapatkan perhatian khusus dari Lazismu. Perhatian ini berupa penyaluran bantuan Beasiswa Sang Surya yang dikhususkan untuk kader ulama Muhammadiyah tahun 2024. Penyerahan ini bertempat di kantor Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Jalan RTA Milono Km. 1,5 Kota Palangka Raya yang dihadiri oleh Muhammad Fitriani selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah.
Pada kesempatan yang berlangsung Jumat (19/01) ini Manajer Area Lazisu Wilayah, Kurniawan menuturkan, beasiswa Sang Surya merupakan salah satu upaya untuk menyejahterakan umat dalam bidang pendidikan. Bantuan ini juga sebagai bentuk kepedulian kepada yang membutuhkan agar dapat memberikan dampak positif untuk perkembangan pendidikan, memotivasi semangat belajar mahasiswa, serta membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas masyarakat, khususnya di Kalimantan Tengah.
"Beasiswa Sang Surya ini berfokus pada mahasiswa yang kurang mampu dan berpesan kepada seluruh penerima beasiswa agar tetap fokus dalam menimba ilmu dan tidak lalai, serta mengembangkan potensi diri di bidang apapun," terang Kurniawan.
Senada dengan Kurniawa, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani mengatakan bahwa Lazismu mempunyai Enam Pilar Program dalam kegiatannya, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Sosial Dakwah, Kemanusiaan, Ekonomi, dan Lingkungan. Pendidikan menjadi salah satu ikhtiar Lazismu untuk berkontribusi membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta mendukung pembangunan negara khususnya bidang pendidikan.
"Semoga Lazismu Kalimantan Tengah dapat selalu menebar kebermanfaatan melalui program-progam kebaikan kepada warga masyarakat. Terima kasih Kepada para muzakki dan donatur yang selama ini telah memercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada Lazismu Kalimatan Tengah. Semoga Allah memberikan keberkahan dan selalu meridhai apa yang menjadi niat baiknya," ucap Muhammad Fitriani.
Salah satu penerima manfaat, Roudatul Anida mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah atas bantuan yang telah diberikan berupa beasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi. "Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saya dalam menjalani pendidikan di bangku perkuliahan dan Lazismu dapat semakin berkembang dan terus menerus menjadi manfaat bagi umat," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN KEBUMEN -- Sebagai bentuk upaya membangun kemandirian ekonomi bagi masyarakat yang kurang mampu, Lazismu Kabupaten Kebumen melakukan penyaluran bantuan untuk para pelaku UMKM. Bantuan ini diberikan kepada warga di Desa Karangsari 2/5 Kebumen. Penerima manfaat kali ini adalah seorang pemilik usaha es dawet.
Pada penyaluran bantuan yang berlangsung Selasa (09/01), Staf Program Lazismu Kabupaten Kebumen, Ryan Tanara menyerahkan satu unit gerobak untuk usaha kepada Robingatun. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan kepada warga kurang mampu dan membangun kemandirian mustahik. Gerobak usaha ini akan dipergunakan untuk berjualan es dawet.
Ryan Tanara dalam sambutannya berharap agar bantuan yang diberikan ini dapat membantu Robingatun dalam mengembangkan usaha yang telah dijalaninya tersebut. "Kami berharap gerobak usaha dawet ini dapat menjadi modal awal yang membawa berkah bagi Ibu Robingatun dan keluarganya," harapnya.
Robingatun selaku penerima bantuan ini turut menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Kabupaten Kebumen dan seluruh donatur yang telah membantu. "Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga dengan adanya dukungan ini, usaha dawet saya bisa semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga saya," ujarnya.
Dengan penuh rasa syukur, Robingatun juga mendoakan agar Lazismu Kabupaten Kebumen dan seluruh donatur yang terlibat dalam program ini diberikan keberkahan. Kegiatan penyaluran bantuan program Pemberdayaan UMKM ini menciptakan momen berbagi dan memberikan dampak positif dalam membantu masyarakat Desa Karangsari Kebumen untuk membangun ekonomi mandiri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PALEMBANG -- Menempuh pendidikan tinggi bukan perkara mudah untuk Rizka. Mahasiswi semester 6 jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang ini terkendala masalah pembiayaan untuk kuliahnya. Beruntung, di tengah keterbatasan dalam perjuangannya untuk menyelesaikan pendidikan, secercah harapan datang dari Lazismu Kota Palembang.
"Saya sangat bersyukur atas beasiswa ini. Beasiswa ini sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Ini membantu saya untuk menyelesaikan Pendidikan dan meraih cita-cita saya," tutur Rizka dengan mata berkaca-kaca.
Meskipun dihadapkan dengan berbagai kesulitan, Rizka tidak pernah menyerah. Ia tetap semangat belajar dan meraih prestasi. Saat ini, Rizka telah meraih IPK dengan nilai 3,89 dan masih bisa menyempatkan diri mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Lazismu Kota Palembang.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Palembang Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusiaan, Andi Wijaya mengatakan bahwa bantuan yang diberikan berupa Beasiswa Sang Surya ini merupakan salah satu program unggulan untuk membantu mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. "Kami ingin membantu generasi muda yang memiliki potensi dan semangat untuk belajar tetapi terkendala oleh biaya pendidikan. Kami berharap beasiswa ini dapat membantu mereka menyelesaikan pendidikan dan meraih cita-cita, serta kami mengajak kepada bapak ibu, abang dan kakak serta semuanya untuk terlibat dalam program kebaikan ini dengan menjadi donator atau orang tua asuh bagi penerima beasiswa," ujarnya.
Rizka berasal dari keluarga dhuafa. Kedua orang tuanya mengalami stroke dan tidak mampu bekerja. Rumah yang mereka tempati pun telah habis masa kontraknya, sehingga mereka terpaksa menumpang di rumah Ketua RT. Kakak perempuan Rizka juga tidak diperpanjang kontrak kerjanya di sebuah minimarket, sehingga tidak ada pemasukan selain dari saudara tertuanya yang sudah berkeluarga.
Penyerahan Beasiswa Sang Surya kepada Rizka dilakukan secara simbolis di kantor Lazismu Kota Palembang. Kakak perempuan Rizka tampak hadir mewakili keluarga dalam penyerahan bantuan tersebut, sementara dari pihak Lazismu diwakili oleh Andi Wijaya selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Palembang Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusiaan. Pada tahun 2024 ini Lazismu Kota Palembang telah menyalurkan Beasiswa Sang Surya kepada 4 mahasiswa/mahasiswa yang berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu. Keempatnya menempuh pendidikan di 4 perguruan tinggi berbeda di Kota Palembang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Andi Wijaya]

KOTA PEKANBARU -- Gerak cepat dilakukan oleh Lazismu Kota Pekanbaru untuk peduli terhadap dunia pendidikan. Hal ini ditunjukkan saat mendapatkan laporan pengaduan bahwa ada salah satu siswa di kota tersebut yang membutuhkan bantuan kursi roda. Segera, Lazismu Kota Pekanbaru memberikan bantuan pada Rabu (31/01) untuk siswa bernama Fardan yang tinggal di Jalan Tengku Bey II No. 28, Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru ini.
Manajer Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo menjelaskan, kejadian ini berawal dari laporan salah satu guru yang ada di SMP Muhammadiyah 2 Kota Pekanbaru. Di sekolah tersebut Fardan menempuh pendidikan. Saat itu, kursi roda yang dimilikinya sudah tidak layak lagi untuk dipergunakan.
"Kita mendapat laporan dari salah seorang guru SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru tentang kebutuhan Fardan karena melihat kondisi kursi roda yang selama ini dimilikinya sudah mulai kurang layak lagi digunakan. Untuk itu kita berinisiatif memberikan kursi roda baru untuknya agar memberikan kemudahan dan kenyamanan baginya dalam beraktivitas," terang Agung.
Fardan, lanjut Agung, merupakan salah satu siswa yang berprestasi. Ia merupakan salah satu penghafal Al-Qur'an di sekolahnya. Bantuan ini pun diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Fardan agar semakin semangat dalam belajar dan menghafal Al-Qur'an.
"Fardan ini juga termasuk berprestasi karena juga memiliki hafalan Al Qur'an. Semoga dengan ini semakin memotivasinya untuk giat belajar dan menambah hafalannya sebagai bentuk syukurnya," sambung Agung.
Sementara itu Fardan yang mendapatkan bantuan ini mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Lazismu Kota Pekanbaru. Kini ia memiliki kursi roda yang baru dan tidak perlu lagi khawatir akan terjatuh dari kursi roda sebelumnya yang telah rusak. "Alhamdulillah, terima kasih kepada donatur dan Lazismu Pekanbaru yang telah memberikan hadiah kursi roda kepada Fardan. Mudah mudahan kursi roda ini dapat membantu Fardan dalam beraktivitas sehari-hari di sekolah," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

MESIR -- Konsistensi Pemerintah RI dalam membela Palestina terus berlangsung hingga hari ini. Termasuk Muhammadiyah, kiprahnya dalam membantu rakyat Palestina telah lama dilakukan. Pada tahun 2009 Muhammadiyah bersama Yakkum yang tergabung dalam jaringan antar iman pernah mengirimkan tim kesehatan ke Palestina. Tim Muhammadiyah dan Yakkum berangkat dari Amman Yordania berhasil masuk ke Gaza melalui pintu yang disebut Celah Erez atau Erez Gate yang berada di sebelah utara perbatasan Gaza dengan Israel dan harus seijin otoritas Israel yang saat itu dalam status perang dengan kelompok Hamas di Gaza.
Apakah Muhammadiyah akan menempuh jalur yang sama seperti pada tahun 2009 tersebut? Koordinator Advance EMT Muhammadiyah, Naibul Umam dengan tegas menyebut bahwa situasi dan kondisi saat ini tidak memungkinkan dukungan tim kesehatan Muhammadiyah melalui jalur tahun 2009. "Kami sudah mendapatkan arahan dari KBRI di Mesir dan memperoleh informasi terkait situasi dan kondisi politik terkini yang tidak memungkinkan tim kesehatan Muhammadiyah memasuki Gaza dari Yordania," tegas Umam.
Umam juga menjelaskan bahwa EMT Muhammadiyah merupakan bagian dari WHO. "EMT Muhammadiyah merupakan bagian dari WHO dan kami telah mendapatkan arahan terkait hal tersebut. Kami akan membuat laporan dan rekomendasi dari hasil pertemuan dengan WHO kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebaiknya kita tunggu kebijakan pimpinan saja," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Gunawan Hidayat yang ikut serta dalam rombongan tim turut memberikan penjelasan. "Kita semua tahu bahwa Muhammadiyah mempunyai tradisi membela Palestina. Sejarah membuktikan hal itu. Kami mengusulkan agar PP Muhammadiyah menetapkan satuan tugas khusus untuk Palestina yang sifatnya permanen. Kami menyebutnya dengan Desk Palestina," sebut Gunawan.
Sejarah mencatat keterlibatan Muhammadiyah dalam merespons krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Kahar Muzakkir merupakan tokoh Muhammadiyah yang dipercaya membawa mandat dari 34 organisasi di Indonesia untuk menghadiri Konferensi Bloudan di Syria. Saat itu ia dengan tegas menyerukan pentingnya pembelaan Palestina agar tidak dijajah oleh Israel.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BATANG -- Bekerja sama dengan TK ABA Kasepuhan, Lazismu Kabupaten Batang menginisiasi berlangsungnya kegiatan berupa seminar parenting. Acara ini berlangsung pada Kamis (01/02) di Gedung Pramuka Batang. 65 wali murid TK ABA Kasepuhan hadir dalam acara dengan narasumber yang kompeten yaitu dr. Maftuhah Nurbeti yang membawakan tema "Pola Asuh Anak Usia Dini dan Tumbuh Kembang Kecerdasan Anak".
Kepala TK ABA Kasepuhan, Inayatul Afiyani, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Lazismu Kabupaten Batang memberikan banyak manfaat terutama untuk program program peningkatan kapasitas anak dan orang tua. Para orang tua pun mendapatkan pengetahuan melalui kegiatan ini.
"Jadi kami di TK ABA Kasepuhan Batang tidak hanya anak-anaknya yang sekolah tapi juga orang tua ikut sekolah yaitu dengan diberikan pengetahuan terkait pola asuh anak, dalam hal ini adalah parenting. Jadi kami kerja sama dengan Lazismu Batang dan alhamdulillah didukung dan memberikan banyak manfaat," ujar Yani, sapaan Inayatul Afiyani.
Yani juga menambahkan bahwa program Filantropis Cilik Lazismu Kabupaten Batang juga menjadi wadah pendidikan karakter kepada anak. "Anak didik diajarkan untuk peduli kepada sesama sejak usia dini melalui program Filantropis Cilik, jadi anak setiap pekan bersedekah melalui kencleng yang difasilitasi oleh Lazismu Batang," imbuhnya.
Sementara itu, mewakili Divisi Fundraising Lazismu Kabupaten Batang, Irfan Fambudi dalam sambutanya menjelaskan bahwa program-program Lazismu mendukung kegiatan terkhusus peningkatan sumber daya manusia dan pembangunan berkelanjutan. "Anak-anak ini adalah generasi penerus, sejak dini perlu kita persiapkan agar menjadi generasi cerdas dan berkarakter. Jadi kami bersinergi dengan sekolah-sekolah agar pola asuh anak-anak ini juga baik sesuai dengan zamannya. Lazismu juga berkomitmen pada program pembangunan berkelanjutan termasuk dalam hal ini adalah pendidikan yang bermutu," terangnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Irfan Fambudi]

