

KOTA BANJARMASIN -- Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah (Musycab) Banjarmasin 4 berlangsung meriah. Bertempat di Galaxy Hotel Banjarmasin, Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Jihad turut meramaikan dengan membagikan paket sembako. Bantuan ini diberikan untuk para marbot dan karyawan Masjid Al Jihad Kota Banjarmasin. Tak hanya itu, para guru di lingkungan Cabang Muhammadiyah Banjarmasin 4 juga mendapatkan bantuan serupa.
Kepala Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Jihad, Muhammad Ikbal menyampaikan bahwa pihaknya memanfaatkan ajang ini sebagai wadah untuk berbagi. Terlebih lagi berbagai pihak yang ada di cabang tersebut berkumpul untuk meramaikan musycab ini. "Dalam rangka momentum musycab inilah berkumpulnya semua lini untuk merayakan musyawarah. Maka kami dari Lazismu Al Jihad berinisiatif untuk memberikan apresiasi berupa sembako kepada guru-guru maupun kepada marbot masjid yang berada di ruang lingkup Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarmasin 4 sendiri," ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu (14/10) ini, lanjut Ikbal, merupakan bentuk kepedulian Lazismu kepada para marbot dan karyawan Masjid Al Jihad Kota Banjarmasin. "Kegiatan pembagian paket sembako ini juga merupakan sebagai bentuk program peduli guru, dan kepedulian terhadap marbot serta karyawan Masjid Al Jihad," imbuhnya.
Wardatul Jannah, guru SD Muhammadiyah 8/10 Kota Banjarmasin yang menjadi salah satu penerima manfaat program ini mengaku sangat senang dengan bantuan yang diberikan. "Alhamdulillah saya senang dan berterima kasih kepada Lazismu Al Jihad yang sudah memperhatikan kami guru-guru, karyawan, dan siswa di sekolah," ungkapnya.
Musycab merupakan musyawarah atau agenda terbesar setingkat cabang yang diadakan satu kali dalam lima tahun. Mereka berkumpul bersama dalam menentukan pilihan untuk kepemimpinan periode selanjutnya. Sementara itu, 200 paket sembako yang dibagikan senilai 150 ribu per paket. Paket sembako tersebut terdiri dari beras, minyak, gula, sarden, teh celup, mie telur, dan kopi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Ikhza]

KOTA YOGYAKARTA -- Para lansia di wilayah DI Yogyakarta mendapatkan perhatian dari Lazismu. Melalui program Sayangi Lansia, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta bersama Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta membagikan 78 alat bantu untuk lansia PJP (Perawatan Jangka Panjang) di Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Sleman. Lansia dalam kondisi PJP ini merupakan lansia dalam menjalankan proses perawatan jangka panjang yang tidak mampu merawat dirinya sendiri karena keterbatasan pada aspek fisik.
Mewakili Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Saeful Effendi mengemukakan, kegiatan penyaluran ini dilakukan untuk membantu dan memudahkan lansia dalam aktivitas geraknya sehingga diberikan alat bantu jalan. Bantuan berupa kursi roda hingga tempat tidur pasien diberikan sesuai rekomendasi dan survei yang dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah DI Yogyakarta dan MPKS PWM DI Yogyakarta.
"Lazismu DI Yogyakarta mendapatkan dana amanah dari umat, diberikan dalam bentuk banyak alat. Semoga dapat meringankan beban keluarga dan semoga bermanfaat," ujar Saeful yang menjabat sebagai Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta Bidang Program ini.
Ketua MPKS PWM DI Yogyakarta, Zaenal Arifin menjelaskan, alat yang diterima dari Lazismu Wilayah DI Yogyakarta ini akan diberikan kepada lansia. Penyalurannya dibantu oleh Aisyiyah dari tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting. Pengelolaannya bersifat pinjaman bergilir.
"Alat bantu lansia dari program Sayangi Lansia Lazismu DI Yogyakarta pengelolaan dan perawatan diatur oleh MPKS PWM DI Yogyakarta. Ke depan alat tersebut sifatnya hak pakai atau pinjaman, kemudian setelah tidak dipergunakan lagi alat tersebut dilaporkan kepada Pimpinan Cabang Aisyiyah atau Pimpinan Cabang Muhammadiyah untuk didata dan diberikan kepada penerima yang lainnya. Artinya bergilir, kecuali selimut sifatnya hibah," ujar Zaenal dalam sambutan penyerahan simbolis dihadapan para penerima alat bantu pada Kamis (12/10).
78 alat bantu lansia PJP terdiri dari 20 tongkat siku, 3 kursi roda, 9 tongkat duduk, 8 tongkat tiga kaki, 8 walker lipat, 5 tempat tidur pasien, serta 25 selimut pasien. 78 alat bantu lansia PJP sepenuhnya diberikan kepada MPKS PWM DI Yogyakarta yang mengatur pengelolaan dan perawatannya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

KOTA SURABAYA -- Ada yang istimewa di SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang dan SD Muhammadiyah 26 Keputih Kota Surabaya. Di kedua tempat ini, aksi peduli kemanusiaan untuk Palestina digelar oleh Lazismu Kota Surabaya dengan menghadirkan Sondos J.R. Sheneiwra, mahasiswi program S2 Universitas Muhammadiyah Surabaya asal Gaza Palestina. Aksi yang berlangsung pada Kamis (19/10) ini disambut oleh para murid dengan berkumpul di halaman sekolah untuk menggalang dana kemanusiaan.
Di depan para guru dan murid, Sondos menceritakan keadaan tanah airnya yang sedang digempur oleh Israel. Ia pun bergetar kala menceritakan kondisi terkini Gaza. Sondos saat ini mendapatkan beasiswa dari Lazismu Wilayah Jawa Timur untuk menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya program studi S2 Pendidikan Islam.
Amil Lazismu Kota Surabaya, Rahmat Zulkarnain menuturkan, dalam sehari ini Sondos mengunjungi dua sekolah Muhammadiyah. Aksi ini dilakukan untuk mengetik simpati warga Kota Surabaya untuk membantu rakyat Palestina. Rencananya, Sondos bersama Lazismu akan berkeliling ke sekolah Muhammadiyah lainnya. "Kegiatan ini merupakan program Lazismu guna mengetuk simpati dan menggalang donasi bagi membantu rakyat Palestina yang terus menderita tak pernah henti," ujarnya.
Selama hampir dua pekan ini Sondos merasakan kegelisahan sehingga tidak bisa tidur. Ia bahkan merasa sangat resah ketika menjalani perkuliahan karena selalu memikirkan nasib keluarga dan kerabatnya yang ada di Gaza. Sondos terus memantau telepon seluler untuk mengetahui kabar terkini dari negaranya. Meskipun demikian, pada aksi kemanusiaan tersebut ia tetap bersemangat mengetuk hati anak-anak didik di sekolah Muhammadiyah dengan adanya tragedi kemanusiaan yang tidak henti-hentinya terjadi di Palestina.
Pada penghujung acara, para murid SD Mudipat Pucang dan SD Muhammadiyah 26 Keputih Kota Surabaya menyisihkan uang saku untuk disumbangkan kepada rakyat Palestina melalui Lazismu. Mereka mengantri dengan sabar saat memasukkan uang ke kotak yang telah disediakan. Donasi yang terkumpul di Lazismu Kota Surabaya ini akan disalurkan kepada rakyat Palestina.
"Jazakumullah khairan katsira atas kepedulian dan sumbangan adik-adik semua, dan juga arahan dari para guru. Semoga donasi ini bisa sedikit membantu meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di tanah Palestina yang tengah menderita akibat serangan Israel di Jalur Gaza. Semoga Allah SWT menerima dan membalas amal kebaikan kita semua," pungkas Rahmat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Kepedulian terhadap mereka yang terdampak gempa bumi di Maroko ditunjukkan oleh keluarga besar SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), pengurus Dewan Kerabat Penghela Hizbul Wathan (HW) dan Lazis SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta bergerak melakukan penggalangan dana. Seluruh keluarga besar sekolah yang dikenal dengan nama SMA Muhi ini bahu membahu memberikan infak terbaiknya untuk membantu para penyintas bencana ini. Selain dari peserta didik, guru-guru, dan tenaga pendidikan, bantuan dana juga diperoleh dari orang tua peserta didik.
Kepala SMA Muhi, Herynugroho menyebutkan bahwa kegiatan penghimpunan dana dilakukan selama 2 pekan. Beragam cara dilakukan untuk menghimpun dana, seperti melalui rekening, menempatkan kotak infak di tempat strategis, maupun penggalangan dana secara langsung di kelas. Ia pun berharap agar kegiatan ini dapat memupuk empati dan kepedulian anak-anak didik sejak dini agar kelak memiliki jiwa sosial setelah dewasa.
"Setiap peristiwa yang terjadi, baik yang menyenangkan atau menyedihkan pasti ada hikmah yang bisa diambil. Semoga saudara-saudara yang terkena bencana bisa menerima dengan lapang dada dan mengambil hikmah dari kejadian tersebut," ujar Herynugroho.
Dana yang berhasil dihimpun berjumlah 10 juta rupiah. Pada Selasa (10/10), bantuan dana ini diserahkan kepada Lazismu Kota Yogyakarta. Penyerahan berlangsung di ruang kepala sekolah, dihadiri oleh Kepala SMA Muhi dan perwakilan siswa.
Pembina IPM SMA Muhi, Syadah Khusniawati menyambut baik kegiatan penggalangan donasi yang dilakukan oleh para pengurus IPM dan HW. Menurutnya, aksi ini merupakan bentuk nyata gerakan filantropi yang dilakukan oleh Muhammadiyah. "Ini menunjukkan bahwa IPM SMA Muhi adalah organisasi yang hidup. Ada bencana, lalu respons. Ini juga wujud filantropi Muhammadiyah. Anak-anak IPM sudah dibekali dengan pengalaman-pengalaman gerakan Muhammadiyah. Alhamdulillah, terkumpul dana yang nantinya akan disalurkan melalui Lazismu Kota Yogyakarta," ungkapnya.
Seperti diketahui sebelumnya, gempa bumi M 6.8 yang menghantam Maroko menjadi duka mendalam bagi umat muslim di dunia. Bencana alam yang terjadi pada Jumat (08/09) menimbulkan kerugian jiwa dan materi. Ribuan orang meninggal dan puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka. Para penyintas yang rumahnya rusak harus mengungsi dan hidup dengan penuh keterbatasan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Yusron Ardi Darmawan]

KOTA SURABAYA -- Sondos J.R. Sheneiwra. Perempuan yang berasal dari Gaza City ini merupakan salah satu penerima manfaat program beasiswa dari Lazismu Wilayah Jawa Timur. Akhir Juli 2023 lalu, ia memenuhi undangan Lazismu Wilayah Jawa Timur dalam rangka mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan magister di salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menjadi tempat menempuh ilmu yang dituju, demi meraih cita-cita untuk menjadi seorang pendidik jika telah selesai menyelesaikan pendidikan dan kembali ke Palestina kelak.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan, Aditio Yudono menceritakan, beasiswa yang diberikan merupakan wujud realisasi dari program Save Palestine Lazismu Wilayah Jawa Timur. Sondos, sebagai penerima beasiswa, rela meninggalkan tanah kelahirannya untuk menempuh pendidikan di Indonesia dengan konsekuensi seperti perbedaan iklim, bahasa, budaya, dan jarak yang membentang ribuan kilometer. "Ia telah mantap menjatuhkan pilihan studi magisternya ke Universitas Muhammadiyah Surabaya yang beralamat di Jalan Sutorejo 59 Surabaya. Di UM Surabaya ia mengambil program studi S2 Pendidikan Islam," tuturnya.
Sebelum pergi menuju ke Indonesia, lanjut Aditio, Sondos merupakan lulusan University of Al-Azhar di Gaza, Palestina yang merupakan cabang dari kampus yang berada di Kairo, Mesir. Sebelumnya, ia berencana melanjutkan ke jenjang magister di salah satu perguruan tinggi di Palestina, namun terkendala biaya. Di tanah kelahirannya dan negara Arab lainnya, biaya pendidikan S2 dan S3 sangat tinggi jika dibandingkan dengan di Indonesia.
Sesuai dengan visa, izin belajar, dan izin tinggal yang telah dikantonginya, perempuan kelahiran 1 Mei 1994 ini akan menempuh pendidikan S2 selama 2 tahun, dari tahun 2023 hingga tahun 2025. Setelah tinggal di Kota Surabaya, UM Surabaya memfasilitasi Sondos untuk belajar bahasa Indonesia secara intensif karena ia hanya menguasai bahasa Arab dan Inggris. Setelah fasih, Sondos akan tinggal di Ma'had Umar bin Khattab, sebuah pondok pesantren dengan pendidikan setingkat diploma di bawah UM Surabaya. Sebuah kesempatan baginya karena di tempat ini ia bisa mempraktikkan ilmunya untuk mengajar para santri, terutama dalam bahasa Arab dan tahsin Al-Qur'an.
"Saat ini walau masih intensif belajar bahasa Indonesia, ia sudah mulai menjalani kuliah semester pertama program magister di UM Surabaya. Bersama tujuh mahasiswa asing dari benua Asia lainnya yang juga studi di UM Surabaya, Sondos bertekad menempuh kuliahnya dengan tepat waktu dan dengan hasil yang membanggakan. Tentunya juga berkat dukungan donatur dan muzakki yang mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Lazismu," terang Aditio.
Ketika krisis kemanusiaan mulai menggema di Palestina, Sondos aktif dalam membantu Lazismu menggalang dana untuk negerinya. Salah satunya adalah yang dilakukan pada Kamis (19/10). Bertempat di SD Muhammadiyah 26 Surabaya, ia bersama amil Lazismu memfasilitasi anak-anak didik untuk membantu Palestina melalui penghimpunan donasi. "Kita doakan bersama agar Sondos tercapai cita-citanya dan mampu menjadikan masa depan Palestina jauh lebih baik pada masa mendatang. Aamiin," pungkas Aditio.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN KATINGAN -- Musim kemarau yang melanda beberapa kawasan di Indonesia juga berdampak di Kabupaten Katingan. Beragam persoalan pun muncul, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, dan menurunnya ketersediaan air bersih. Hal ini menjadi perhatian semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, tak terkecuali Muhammadiyah Kabupaten Katingan.
Melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau dikenal dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan Lazismu Kabupaten Katingan, distribusi air bersih dilakukan ke Kelurahan Kasongan Lama, Kabupaten Katingan yang terdampak kekeringan. 3.600 liter air dibagikan untuk masyarakat setempat pada Selasa (10/10) dalam semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR) serta sebagai bagian dari peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Katingan, Sardinie U. Budin turun langsung untuk membagikan air bersih kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal dalam membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air bersih.
"Di peringatan bulan PRB, semoga air bersih yang disalurkan banyak memberikan manfaat untuk masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Kelurahan Kasongan Lama," ujar Sardinie.
Iswandi selaku Ketua MDMC Katingan menegaskan, Muhammadiyah Katingan akan terus melakukan respons dalam mengurangi risiko bencana. Salah satunya adalah untuk mengatasi masalah kekeringan selama musim kemarau dengan penerima mmanfaat sebanyak 300 orang. "Pembagian air bersih ini dilakukan di Kelurahan Kasongan Lama karena tempat ini merupakan lokasi yang terdampak kekeringan dan sangat membutuhkan air bersih," terangnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Katingan, Faridul Hayat menyebutkan, dengan adanya ujian kekeringan pada kemarau ini membuat semua pihak menjadi saling bersinergi. Termasuk PDM Kasongan dengan Lazismu, seluruh amal usaha Muhammadiyah beserta para donatur, serta semua elemen Muhammadiyah Katingan. "Tujuannya tak lain adalah agar tercipta rasa kekeluargaan dan tumbuh rasa kasih sayang terhadap sesama," ungkapnya.
Faridul Hayat pun mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam kegiatan ini. "Mengajak kepada para mitra, donatur, dan para dermawan untuk mengambil aksi nyata dengan turut berkontribusi menyalurkan donasi sedekah air bersih untuk para saudara di pelosok desa yang mengalami kekeringan," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

