

KABUPATEN LUMAJANG -- Dusun Tulungrejo, Desa Pasrujambe yang terletak di Kecamatan Pasrujambe merupakan salah satu desa yang terdampak cukup parah akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru pada bulan Juli lalu. Banjir ini merusak pipa saluran air bersih di desa ini sehingga pasokannya menjadi terputus. Akibatnya, warga pun harus mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Keadaan ini cukup menyulitkan warga setempat. Mereka harus menempuh jarak hingga 13 kilometer agar dapat mendapatkan air bersih dari sungai. Lazismu Kabupaten Lumajang segera menindaklanjuti dengan memberikan bantuan berupa pipa. Warga bersama Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Lumajang pun bergotong royong untuk memperbaiki saluran air bersih di desa tersebut serta memasang pipa sepanjang 2,5 kilometer dari sumber airnya.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pasrujambe, Junaidi menuturkan, pada saat banjir lahar dingin, pipa yang mengalirkan air turut terbawa banjir. Dengan adanya bantuan dari Lazismu dan MDMC Kabupaten Lumajang, warga pun bisa menikmati air bersih kembali. "Mudah-mudahan dengan air yang mengalir bisa menjadi berkah untuk masyarakat Tulungrejo khususnya dan masyarakat Pasrujambe pada umumnya," ujarnya.
Suraji, salah satu warga setempat mengungkapkan rasa syukur atas perbaikan fasilitas saluran air bersih yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini. Bantuan itu merupakan solusi atas kesulitan yang selama ini dirasakan warga. "Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Lazismu dan MDMC Lumajang. Kehadiran mereka telah mengembalikan air bersih ke dalam hidup kami setelah mengalami kesulitan selama beberapa bulan akibat banjir lahar," ungkapnya.
Dampak positif kembalinya pasokan air bersih ini dirasakan langsung oleh sekitar 200 warga Dusun Tulungrejo, Desa Pasrujambe yang menjadi penerima manfaat bantuan ini. Upaya Lazismu bersama MDMC Kabupaten Lumajang telah membuahkan hasil untuk membantu warga mengatasi kesulitan pasca bencana dengan memastikan akses air bersih telah terpenuhi kembali.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Kuswantoro]

KOTA SURAKARTA -- Lazismu Kota Surakarta bersama dengan tim Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Penyuluhan Pencegahan Stunting. Sasarannya adalah orang tua balita yang terindikasi stunting di Gilingan, Kota Solo. Kerja sama ini merupakan upaya untuk memperluas terwujudnya modal sosial yang merupakan bagian dari program Guyub Tandang.
Wulan selaku Ketua Tim PKM-PM UMS mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian ini telah berlangsung selama tiga bulan. Tujuannya adalah agar balita yang mengalami stunting bisa mendapatkan variasi asupan nutrisi setiap hari. "Kami berkolaborasi memberdayakan kader PKK untuk dapat menghimpun dana abadi bersumber dari masyarakat sekitar melalui Guyub Tandang agar dapat berkelanjutan memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bervariasi setiap pekannya," ujarnya.
Program itu, sambut Wulan, diharapkan dapat mencapai perbaikan asupan nutrisi anak yang mengalami stunting sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi. "Sehingga cita-cita bangsa mewujudkan Indonesia dengan kasus sebesar 14% pada tahun 2024 optimis terwujud," ungkapnya.
Selama satu bulan, tim PKM-PM UMS bersama kader Guyub Tandang rutin mendistribusikan PMT sekali dalam sepekan dengan menu yang bervariasi dan padat nutrisi. Kegiatan tersebut terus berlanjut dengan menggandeng Lazismu Kota Surakarta. Pada Selasa (19/09), Lazismu Kota Surakarta dan perangkat Kelurahan Gilingan hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Taman Cerdas Gilingan.
Sekretaris Kelurahan Gilingan, Joko Susilo memberikan apresiasi atas terselenggaranya gerakan tersebut. Menurutnya, penyelesaian masalah stunting membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen multi sektor dan bahkan lintas sektor. "Semoga kerjasama ini dapat berlanjut dalam rangka membantu menuntaskan permasalahan di masyarakat," imbuhnya.
Pada kegiatan tersebut, penyuluhan disampaikan oleh dosen Prodi Ilmu Gizi ITS PKU Surakarta dengan materi "Kenali Stunting, Penyebab dan Dampaknya". Selain itu, tim PKM-PM UMS juga memberikan materi "Cegah Stunting Itu Penting". Kegiatan Guyub Pangan ini dihadiri 43 orang tua balita terindikasi stunting yang didampingi para kader posyandu masing-masing. Acara kemudian ditutup dengan pembagian PMT olahan daging dari Lazismu Kota Surakarta.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PALANGKA RAYA -- Musim kemarau tahun yang melanda beberapa wilayah di Indonesia menimbulkan dampak yang cukup mengkhawatirkan, seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah. Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menjadi perhatian berbagai pihak, baik pemerintah hingga masyarakat. Karhutla menimbulkan kabut asap yang sangat mengganggu, baik dari kesehatan, pendidikan, maupun perekonomian.
Muhammadiyah Kalimatan Tengah melalui Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dengan dukungan Lazismu turut serta membantu pemadaman kebakaran hutan yang terjadi dan langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya. Sepuluh orang relawan diterjunkan beserta armada mobil double cabin yang digunakan untuk mengangkut pelatan seperti mesin pemadam, selang, kayu besar, tongkat panjang serta para relawan.
Koordinator relawan Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Anang menyebutkan, tingginya angka kebakaran lahan dan hutan belakangan di daerah Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya mendorong pihaknya untuk terjun langsung kelapangan agar dapat membantu memadamkan kebakaran tersebut. "Ini menjadi bagian dari dakwah amar ma'ruf nahi munkar yang dilakukan oleh Muhammadiyah, khususnya Lazismu Wilayah Kalimatan Tengah terus berusaha maksimal mengerahkan sumber daya yang dimiliki dalam rangka kemashalatan umat. Salah satunya turut serta dalam penanganan karhutla," ujarnya.
Senada dengan Anang, Mira selaku Staf Keuangan Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan dukungan atas aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Muhammadiyah dengan mendukung aktivitas para relawan, seperti yang bertugas melakukan pemadaman api. "Mari kita gotong royong untuk membuat langit Kalimantan Tengah menjadi biru kembali bersama Lazismu Kalimantan Tengah," ajaknya.
Hingga Kamis (12/10), Muhammadiyah Kalimantan Tengah telah melakukan respons karhutla di Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, serta Kabupaten Katingan. Disamping upaya pemadaman, Muhammadiyah juga menginisiasi rumah singgah oksigen, mobil oksigen, kesehatan lapangan, pemberian nutrisi untuk relawan/petugas pemadaman kebakaran, pembagian masker, sosialisasi dan edukasi, serta pendistribusian air bersih.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN GUNUNGKIDUL -- Kekeringan yang terjadi di wilayah DI Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir mengakibatkan masalah serius. Di antaranya adalah terganggunya pasokan air bersih, terutama saat musim kemarau. Kekeringan yang berkepanjangan ini menyebabkan langkanya air bersih. Masyarakat yang tinggal di pedesaan pun merasakan dampak yang signifikan dengan minimnya ketersediaan air bersih ini.
Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) DI Yogyakarta pun tergerak untuk merespons keadaan ini. Tindakan nyata yang dilakukan adalah dengan memberikan bantuan berupa air bersih yang sangat dibutuhkan di beberapa wilayah DI Yogyakarta yang kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih. Distribusi dilakukan pada Jumat-Sabtu (22-23/09) di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul, Desa Giripeni Kecamatan Wates Kabupaten Kulon Progo, serta Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul.
Keprihatinan ditunjukkan oleh Ketua PWA DI Yogyakarta, Widiastuti dengan situasi ini. Pihaknya segera mengambil tindakan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak kekeringan dengan bekerja bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat untuk memastikan penyediaan air bersih yang memadai.
"Kami berkomitmen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dalam hal air bersih. Kekeringan adalah masalah serius dan kami berusaha untuk memberikan solusi yang berkelanjutan," tegas Widiastuti.
Melalui Lazismu, bantuan mulai dihimpun untuk pengadaan air bersih dari anggota majelis dan lembaga yang ada di lingkungan PWA DI Yogyakarta serta masyarakat umum. Total paket air bersih yang disalurkan berjumlah 148 paket dengan nilai 23 juta rupiah. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah air bersih di wilayah yang dilanda kekeringan serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]


Lazismu.org – Ketua PP Muhammadiyah dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes.menyebut nikmat kesehatan merupakan salah satu karunia Allah SWT yang sering diabaikan oleh manusia. Ia mengatakan banyak manusia yang tidak menyadari bahwa nikmat sehat mahal. Dalam salah satu hadis Rasulullah SAW bersabda “Ada dua nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia yaitu nikmat sehat dan kesempatan.”
Baginya, Kondisi sehat adalah kondisi di mana seseorang bisa maksimal dalam melakukan ibadah dan bekerja bahkan untuk bersantai dan berlibur, kesehatan memang bukan segalanya tapi aktivitas tidak bisa dinikmati jika dalam keadaan sakit.
Kondisi sakit bisa mengingatkan bahwa kesehatan manusia merupakan kenikmatan yang tak terhingga, kesehatan bagai mahkota yang tidak dapat dirasakan kecuali bagi orang yang sedang terkena musibah penyakit.
Ia menyebut berapa banyak di negeri ini yang memiliki kekayaan namun tidak bisa menikmatinya. Bahkan ditemukan ada orang baru berusia 40 tahun dengan rizki yang melimpah namun sakit multiorgan sehingga makan enak pun harus dibatasi.
Rasulullah SAW pernah bersabda tentang lima perkara sebelum datangnya lima perkara salah satunya adalah “waktu sehat sebelum datang waktu sakit” sebagai dalil pentingnya kesehatan.
Bahkan ahli tafsir Ibn Katsir membahas ayat Rabbana atina fi al-dunya hasanah wafil akhirati hasanah (Al Baqarah : 201), menurutkan muatan kebahagiaan dunia yang kita mohonkan kepada Allah salah satunya adalah nikmat kesehatan.
Jika manusia sudah melakukan ikhtiar merawat diri lalu sesudahnya Allah memberikan kesehatan, hal tersebut merupakan bagian dari Amal Saleh. KH. Sudja sebagai perintis rumah sakit PKU merupakan bagian dari amal saleh.
Petugas kesehatan yang bekerja di rumah sakit lalu menyelamatkan nyawa seseorang, hal tersebut juga merupakan perbuatan sangat mulia. Sehingga Muhammadiyah dalam geraknya mengamalkan perintah untuk menjaga kesehatan diwujudkan dengan membangun pelayanan medis.
Melalui Lazismu dan PKU, Muhammadiyah mendirikan dan mengembangkan amal usaha kesehatan yang bagian dari dakwah persyarikatan yang tolok ukur keberhasilannya bukan keuntungan namun lebih kepada memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sumber : muhammadiyah.or.id

JAKARTA -- Konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel menyita perhatian dunia. Kecaman pun datang dari berbagai pihak. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam pernyataan persnya menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas ribuan masyarakat sipil yang meninggal dunia dan mengalami luka-luka.
Tak hanya itu, PP Muhammadiyah menyerukan kepada umat Islam untuk memanjatkan doa dan sholat ghaib bagi kaum muslimin yang menjadi korban perang serta memohon kepada Allah agar perang segera berakhir dan masyarakat dunia hidup damai dan sejahtera. PP Muhammadiyah juga menegaskan bahwa Muhammadiyah senantiasa mendukung perjuangan Palestina serta bersiap mengirimkan bantuan dan relawan kemanusiaan, aktif berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak yang dapat dipercaya untuk membantu masyarakat sipil yang menjadi korban perang, terutama anak-anak dan perempuan.
Terkait rencana pengiriman bantuan tersebut, Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Suryanto menjelaskan bahwa pada tahap awal bantuan akan fokus pada obat-obatan dan makanan. Pihaknya juga memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan berharap dapat membantu masyarakat di sana yang sangat membutuhkannya.
"Lazismu pada tahap awal ini menyalurkan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan makanan dan obat-obatan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penyaluran bantuan," terangnya.
Bantuan kemanusiaan untuk Palestina, lanjut Edi, merupakan sesuatu yang sudah tidak asing bagi Lazismu. Tidak hanya untuk mereka yang terdampak konflik atau peperangan, Lazismu juga ambil bagian dalam peningkatan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, maupun bantuan reguler seperti pada saat Ramadhan maupun dalam pelaksanaan ibadah qurban.
"Melalui program Muhammadiyah Aid, Lazismu turut berperan penting dalam aksi kemanusiaan internasional, terutama untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Tidak hanya saat pecah konflik, berbagai bantuan pun disalurkan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup di sana," imbuh Edi.
Terakhir, Edi pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut membantu rakyat Palestina dengan menyalurkan bantuan melalui Lazismu. Lazismu akan kembali melakukan kegiatan penghimpunan secara nasional dalam rangka membantu saudara-saudara kita di Palestina. Bantuan dapat disalurkan melalui https://lazismu.org/bantupalestina yang ada di web Lazismu PP Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

