

KABUPATEN SERUYAN -- Setiap hari Jumat, Lazismu Kabupaten Seruyan rutin melakukan kegiatan pembagian beras. Penerima manfaatnya adalah kaum dhuafa, terutama mereka yang telah lanjut usia atau lansia. Salah satunya adalah yang dilakukan pada Jumat (13/10), amil Lazismu Kabupaten Seruyan mendatangi para penerima manfaat untuk menebar kebaikan, apalagi Jumat merupakan hari yang mulia dan penuh keberkahan.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Seruyan, Nurcholish Akbar menerangkan, program ini sebagai jalan untuk menjembatani para donatur agar bersedekah, terutama memberikan bahan pokok seperti beras kepada masyarakat yang membutuhkan. "Semoga program ini bisa sedikit membantu para penerima manfaat dan menjadi berkah bagi para dermawan atau donatur," terangnya.
400 kg beras yang didistribusikan dengan cara dibagi dalam dua tahap. Salah satunya adalah dimasukkan ke dalam program Tebar Senyum untuk Dhuafa. Program ini bertujuan untuk memberikan beras kepada masyarakat dhuafa, lansia, yatim, serta warga yang bekerja di sektor non formal dan memiliki penghasilan yang tidak tetap.
Thariq Latif Al Akbar selaku Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Seruyan berharap agar para donatur Lazismu semakin bertambah. Hal ini dapat membantu memperluas jangkauan dan sasaran program, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelaksanaannya. "Ini adalah salah satu program rutin yang kami lakukan setiap tiga bulan sekali. Selain beras, Lazismu Seruyan juga membagikan zakat kepada beberapa mustahik," ungkapnya.
Ke depan, Lazismu Kabupaten Seruyan berharap agar dapat memperluas jangkauan menebar kebaikan melalui berbagai program dengan melibatkan Angkatan Muda Muhammadiyah setempat. Hal ini dapat memberikan ruang bagi generasi muda di lingkungan Muhammadiyah Seruyan agar dapat bersama-sama melakukan kebaikan. Berbagai kolaborasi antar elemen persyarikatan adalah kunci dalam meningkatkan kinerja Muhammadiyah untuk umat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]


Muhammadiyah sebagai organisasi besar di Indonesia terus berkontribusi di dunia Internasional, sebelumnya persyarikatan yang didirikan oleh Ahmad Dahlan membantu korban gempa di Maroko.
Tidak hanya itu, berbagai bantuan telah Muhammadiyah salurkan melalui MDMC dan Lazismu ke beberapa negara yang mengalami bencana kemanusiaan maupun krisis kemanusiaan.
Termasuk membantu Palestina, Muhammadiyah sudah puluhan tahun membantu masyarakat Palestina dengan berbagai program baik kemanusiaan, pendidikan hingga pemberdayaan.
Bahkan menurut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq A Mughni Muhammadiyah akan menjalankan salah satu programnya yaitu capacity building pada November yang akan datang.
Program capacity building bertujuan untuk melatih anak-anak Palestina menjadi manusia yang memiliki ketegaran serta mempunyai prinsip yang cinta damai untuk membangun masyarakat yang co-exist.
Tidak hanya itu, program pemberdayaan ekonomi bernama Ramallah akan diadakan di wilayah tepi barat pada November nanti, Program yang melatih ibu-ibu di sana untuk mandiri secara ekonomi serta mengembangkan produksi barang yang masyarakat butuh kan.
Namun karena krisis kemanusiaan yang sedang terjadi saat ini, dua program yang akan dilaksanakan Muhammadiyah berpotensi ditunda,
Muhammadiyah sejak lama sudah membantu Palestina melalui Program Kemanusiaan, Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk warga Palestina yang ditempatkan di sana maupun di Indonesia.
Saat ini, Muhammadiyah juga telah membangun sekolah untuk para pengungsi Palestina di Beirut Lebanon. Ini merupakan konsistensi Muhammadiyah dalam membantu Palestina dan masyarakat dunia.

JAKARTA -- Muhammadiyah memberikan perhatian khusus atas konflik kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Melalui Lazismu, Muhammadiyah terus melakukan penghimpunan bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan bela sungkawa dan keprihatinan dengan tragedi tersebut.
Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan, Muhammadiyah selalu mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Perhatian pada perjuangan rakyat Palestina ini sejalan program-program kemanusiaan yang dilakukan Muhammadiyah, baik di tanah air maupun mancanegara. Wujudnya adalah dengan memberikan bantuan kemanusiaan.
"Maka sebagai wujud dari kepedulian dan keprihatinan kita semua, maka PP Muhammadiyah mengajak kepada seluruh warga persyarikatan Muhammadiyah dan warga bangsa, marilah kita dukung perjuangan Palestina dan program-program kemanusiaan yang dilakukan oleh Muhammadiyah untuk perdamaian dunia dengan antara lain memberikan infak, sedekah, dan sumbangan serta dana kemanusiaan bagi perjuangan rakyat Palestina," ajak Haedar.
Bantuan yang diberikan oleh bangsa Indonesia, lanjut Haedar, diyakini dapat membantu meringankan beban perjuangan rakyat Palestina. Melalui program-program kemanusiaan yang dilakukan oleh Muhammadiyah, misi dakwah dan tajdid yang rahmatan lil 'alamin akan dapat terwujud. Haedar pun memberikan apresiasi kepada Lazismu yang terus melakukan penghimpunan dana untuk membantu rakyat Palestina.
Kami juga memberi apresiasi kepada Lazismu untuk terus menggali sumber dana dari zakat, infak, dan sedekah untuk membangun kekuatan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. InsyaAllah dana itu akan menjadi amal jariyah kita semua," ungkap Haedar.
Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Suryanto menerangkan, pihaknya telah menginstruksikan kepada kantor-kantor Lazismu yang ada di Indonesia maupun mancanegara untuk melakukan penghimpunan dana. Penghimpunan ini juga dilakukan dengan menjalin sinergi bersama berbagai unsur, baik internal maupun eksternal persyarikatan, serta mengoptimalkan potensi jamaah di masjid-masjid Muhammadiyah.
"Kami menginstruksikan kepada Lazismu di semua tingkatan, mulai dari Kantor Layanan, Daerah, Wilayah, Pusat, hingga yang berada di luar negeri untuk terus menghimpun dana bagi Palestina. Bantuan itu akan disalurkan untuk membantu pemulihan dampak dari konflik yang terjadi di sana," terang Edi.
Edi juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuan melalui Lazismu. Bantuan ini dapat disalurkan melalui https://lazismu.org/bantupalestina yang ada di web Lazismu PP Muhammadiyah. Distribusi bantuan akan dilakukan melalui mitra-mitra terkait agar dapat menjangkau rakyat Palestina yang berada di tengah konflik kemanusiaan tersebut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BANTUL -- Upaya penanggulangan bencana kekeringan di DI Yogyakarta terus dilakukan oleh berbagai elemen Muhammadiyah yang ada di wilayah tersebut. Kali ini, Kantor Layanan (KL) Lazismu Bambanglipuro bekerja sama dengan KL Lazismu Dlingo menyalurkan bantuan air bersih untuk warga di Kalurahan Muntuk Selatan, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Aksi ini berlangsung di halaman Masjid Al Iman Seropan Kalurahan Muntuk Selatan.
Penyerahan air bersih dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bambanglipuro, Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Bambanglipuro, dan Kepala KL Lazismu Bambanglipuro kepada Ketua dan Sekretaris PCM Dlingo. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (07/10) ini juga dihadiri oleh Ketua PRM Muntuk Selatan, pengurus Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Bambanglipuro, serta pengurus AMM Dlingo.
Ketua PCM Bambanglipuro, Sudadi mengungkapkan, program donasi air ini merupakan kegiatan bakti sosial antara PCM dan PCA Bambanglipuro melalui KL Lazismu Bambanglipuro. "Ini menjadi bukti kepedulian kami kepada sesama. Kita ini adalah lembaga yang menebar manfaat, wujud islam berkemajuan dengan peduli sesama. Setelah ini sedang digagas untuk dibuat sumur bor di wilayah ini agar manfaat yang dirasakan berkelanjutan," terangnya.
Kepala KL Lazismu Bambanglipuro, Pardiyana menuturkan, pihaknya telah mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih untuk warga terdampak. "Alhamdulillah tahap pertama ini kami droping 25.000 liter air bersih atau 5 tangki," ungkapnya.
Apresiasi dan ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Pardiyana atas kepercayaan para mitra dan donatur kepada KL Lazismu Bambanglipuro. "Alhamdulillah telah tersalurkan droping air bersih ini. Semoga tahap berikutnya segera bisa tersalurkan," sambungnya.
Salah satu pengurus KL Lazismu Dlingo, Awali Witoto menjelaskan bahwa selama musim kemarau ada delapan kapanewon dengan 14 kelurahan dan 27 dusun terdampak kekeringan di Kabupaten Bantul. Adapun jumlah warga terdampak mencapai 5224 kepala keluarga (KK) atau 21.296 jiwa. "Memang di wilayah kami (Muntuk Selatan) saat ini kesulitan (memenuhi) kebutuhan air bersih," jelasnya.
Distribusi air bersih ini, lanjut Awali, dilakukan dengan memindahkan 5 tangki air ke dalam tampungan air Desa Muntuk Selatan untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Warga Muntuk Selatan khususnya Seropan yang mengambil air di tampungan ini, alhamdulillah sangat bermanfaat," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN GUNUNGKIDUL -- Bencana kekeringan yang melanda wilayah DI Yogyakarta menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Salah satunya adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede. Melalui Kantor Layanan (KL) Lazismu Kotagede, PCM Kotagede mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul, yaitu Kepanewon Purwosari dan Kepanewon Panggang.
Penyaluran bantuan yang berlangsung Sabtu (30/09) ini dihadiri oleh Ketua 5 PCM Kotagede Pramudya Ananto, Wakil Bendahara PCM Kotagede Barjiyanto, dan Perwakilan Ambulanmu Kotagede Nur Zaman. Sementara itu, staf KL Lazismu Kotagede yang hadir terdiri dari Muhammad Arsyad, Andi Budi, Sukasman, M. Kholid Mawardi, dan Ahmad Amiruddin Priyatmaja.
Bantuan ini diterima langsung oleh Rungki selaku Ketua PCM Purwosari. Amil KL Lazismu Kotagede yang langsung meninjau tempat terjadinya kekeringan di Kepanewon Purwosari mendapati beberapa titik yang sudah mengalami penyusutan dari bantuan air pada pekan terakhir bulan September sehingga tampungan air masyarakat sudah mencapai titik terendah dari jumlah debit air dalam tandon tempat penyimpanan air.
"Insyaallah lokasi sasaran penyaluran air KL Lazismu Kotagede ini akan diarahkan pada Kelurahan Giripurwo dan Kelurahan Giricahyo yang berada pada bagian selatan Kepanewon Purwosari," jelasnya.
Di Kepanewon Panggang, Heri selaku perwakilan KL Lazismu Panggang menyebutkan, dalam mengatasi kekeringan di daerah Panggang, masyarakat dusun sudah memiliki relawan yang siap melaporkan keadaan terkini setiap waktunya. "Biasanya yang menjadi titik rawan atau paling membutuhkan air di wilayah Panggang adalah pada bagian sentral kegiatan seperti instansi-instansi, mulai dari masjid, sekolah, hingga balai masyarakat," ujarnya.
Maka, dengan adanya bencana kekeringan pada kemarau ini, semua pihak yang ada di lingkungan PCM serta seluruh amal usaha Muhammadiyah Kotagede diharapkan dapat selalu bersinergi untuk saling membantu. Distribusi air bersih ini direncanakan bisa menghimpun total 75 tangki air bersih yang siap disalurkan untuk masyarakat di Kepanewon Purwosari dan Kepanewon Panggang dalam waktu beberapa pekan ke depan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PALANGKA RAYA -- Di tengah kabut asap yang menyelimuti, Muhammadiyah Kalimantan Tengah menggelar berbagai kegiatan untuk memperingati bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Beragam kegiatan seperti edukasi PRB kondisi tanggap darurat bencana, pembagian seribu masker dan vitamin, serta pembagian nutrisi untuk petugas atau relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran & Penyelamatan Kota Palangka Raya dilakukan dalam bingkai One Muhammadiyah One Response (OMOR).
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah Bidang Resiliensi Bencana, H. Daryana, S.E. yang turun langsung membagikan masker kepada masyarakat mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif dalam pencegahan penyakit yang dapat ditimbulkan sebagai dampak kabut asap. "Di peringatan bulan PRB ini dan di tengah kabut asap, masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker, padahal sangat berbahaya bagi kesehatan khususnya saluran pernafasan. Sudah saatnya kita sadar diri menjaga kesehatan tubuh, gunakan masker sekarang juga," ajaknya.
Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Tengah, Anisa Meutia menyampaikan bahwa Muhammadiyah Kalimantan Tengah akan terus melakukan respons dalam mengurangi risiko bencana, terutama pada situasi kabut asap ini. "Pembagian masker dilakukan di Pasar Besar karena mobilitas masyarakat sangat tinggi. Kami akan mengadakan respons lanjutan di beberapa titik yang lain. Selain itu sejak bulan Agustus Poskor Karhutla Muhammadiyah Kalimantan Tengah telah menyiapkan rumah dan mobil oksigen, masyarakat bisa menggunakan fasilitas tersebut," terangnya.
Anisa juga menambahkan pesan untuk masyarakat saat kondisi tanggap darurat bencana asap karhutla ini, terutama untuk menjaga kesehatan. "Masyarakat harus peduli dengan kesehatan diri sendiri dan kondisi orang lain. Jika tidak penting kurangi aktivitas di luar dan dalam membuka lahan dengan cara membakar itu bukan solusi," pesannya.
Beberapa hari terakhir kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya semakin meluas, dampaknya kabut asap semakin tebal mengganggu aktivitas dan mengancam kesehatan masyarakat. Muhammadiyah Kalteng melalui Pos Komando dan Koordinasi (Poskoor) Karhutla terus bergerak proaktif dalam menanggulangi bencana tersebut.
Peringatan bulan PRB diikuti oleh Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Palangka Raya, MDMC Kota Palangka Raya, Lazismu Kota Palangka Raya, Relawan Mahasiswa FIK UMPR, Kokam Kalteng, RSI PKU Kota Palangka Raya, PK IMM PKUM UMPR, serta relawan Ortom dan amal usaha Muhammadiyah lainnya yang tergabung dalam satu komando OMOR. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (08/10) di Jalan Halmahera Pasar Besar, Kota Palangka Raya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

