

KOTA PALANGKA RAYA -- Kebakaran yang terjadi di Komplek Sosial Mendawai Ujung Jalan Tjilik Riwut Km. 1 Kota Palangka Raya pada Selasa (12/09) masih menyisahkan kepedihan. Sekitar 45 Kepala Keluarga (KK) atau 138 jiwa terdampak dengan musibah ini. 28 rumah hangus terbakar, serta 13 rumah lainnya terdampak dengan kondisi rusak parah.
Setelah seminggu pasca kebakaran tersebut, bantuan pun mulai mengalir dari berbagai pihak. Berkoordinasi dengan Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Lazismu Kota Palangka Raya bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Palangka Raya bergerak untuk menghimpun bantuan. Penghimpunan dana ini berlangsung mulai Kamis (14/09) hingga Senin (18/09).
Setelah dana terkumpul, Lazismu Kota Palangka Raya melaksanakan penyaluran bantuan kepada warga terdampak kebakaran berupa 28 unit kompor gas. Bantuan ini diterima secara langsung oleh Dawit selaku Lurah Palangka pada Selasa (19/10).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Palangka Raya, Budiannor berharap agar bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat dan mampu meringankan beban warga yang mengalami musibah ini. "Semoga bantuan yang kita salurkan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah kebakaran," ujarnya.
Sementara itu, Dawit selaku Lurah Palangka mengucapkan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Muhammadiyah melalui Lazismu. "Atas nama pribadi dan Kelurahan Palangka, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur melalui Lazismu Kota Palangka Raya yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu warga kami. Semoga Allah SWT membalas kebaikan yang telah diberikan," ujarnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN GUNUNGKIDUL -- Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul turut memantik kepedulian dari warga yang ada di luar daerah tersebut. Kantor Layanan (KL) Lazismu Mantrijeron dari Kota Yogyakarta turut membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan. Hingga Rabu (04/10), bantuan air bersih telah didistribusikan sebanyak 1.015.000 liter atau setara dengan 203 tangki.
Untuk bisa terus menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, KL Lazismu Mantrijeron berkolaborasi dengan berbagai elemen seperti Organisasi Otonom Muhammadiyah, masjid se-Kemantren Mantrijeron, Remaja Masjid, relawan kebencanaan, dan elemen masyarakat lainnya. Selain bantuan air bersih, KL Lazismu Mantrijeron juga telah menyalurkan bantuan tandon air dengan kapasitas 5.700 Liter untuk wilayah yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan air bersih ini pun diakui oleh Kepala KL Lazismu Mantrijeron, Nur Alam Romadhon tidak lepas dari partisipasi para donatur dan mitra yang telah mengamanahkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Lazismu. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan mitra yang terlibat dalam program ini. "Semoga bermanfaat bagi para penerimanya dan semoga keberkahan senantiasa tercurahkan," ujarnya.
Salah amil Lazismu Mantrijeron, Abi Farruq menjelaskan, bantuan air bersih tersebut telah didistribusikan ke enam kapanewon di Gunungkidul. Enam kapanewon tersebut adalah Purwosari, Tepus, Panggang, Nglipar, Girisubo, dan Rongkop. "Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap mengingat adanya keterbatasan sumber mata air yang ada. Alhamdulillaah, sampai akhir September 2023 ini ada sedikitnya 20.248 penerima manfaat yang telah merasakan manfaat bantuan Program Air Untuk Negeri dari KL Lazismu Mantrijeron," imbuhnya.
Kabupaten Gunungkidul memiliki 18 kapanewon yang terdampak kekeringan. Sampai saat ini, jumlah warga terdampak kekeringan terus meluas. Tercatat 118.000 jiwa yang terdampak bencana ini. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul pada tahun ini warga terdampak kekeringan bertambah banyak dibandingkan dengan tahun lalu. KL Lazismu Mantrijeron pun berencana untuk membuat tandon air permanen dengan kapasitas 10.000 liter serta pemasangan pipa.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nur'aini Puji Lestari]

KABUPATEN SIDOARJO -- Program "Sidoarjo Gemar Bersedekah" terus menggema. Setelah sebelumnya diluncurkan bulan September lalu di Masjid An Nur pada Kajian Ahad ke-3 Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, program ini pun terus digalakkan. Lazismu Kabupaten Sidoarjo pun telah menjadwalkan agenda sosialisasi, baik ke tingkat cabang maupun amal usaha Muhammadiyah seperti sekolah-sekolah.
Sebagai bentuk sosialisasi tersebut, pada acara pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gedangan yang berlangsung Ahad (08/10), 200 kaleng Sedekah Subuh pun diserahkan. Penyerahan ini dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sidoarjo Hifni Solikhin kepada Ketua PCM dan PCA Gedangan. Turut menyaksikan penyerahan simbolis ini yaitu Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Thohir Luth, Ketua PDM Sidoarjo Dzoul Milal, serta Ketua PDA Sidoarjo Zubaidah Syafi.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sidoarjo, Hifni Solikhin menuturkan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan sejak akhir bulan September lalu. Kunjungan pun telah dilakukan ke SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo serta di PCM Sedati dan PCM Gedangan.
"Setelah di SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo dan PCM Gedangan, Gerakan Sidoarjo Gemar Bersedekah akan terus kami gulirkan dan dijadwalkan ke seluruh cabang dan sekolah," ungkap Hifni.
Program ini pun mendapatkan sambutan positif dari warga Muhammadiyah. Salah satunya adalah Enny Yulianti, Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Puri Surya Jaya yang turut hadir dalam acara ini. Ia mengaku sangat mendukung adanya kaleng Sedekah Subuh. "Sangat bagus kaleng Sedekah Subuh ini yang dibagikan Lazismu pada setiap keluarga. Saya bisa menyisihkan uang belanja setiap pagi," sambutnya.
Program "Sidoarjo Gemar Bersedekah" bertujuan untuk memfasilitasi anggota persyarikatan maupun masyarakat umum dalam menyalurkan infak dan sedekahnya. Dalam program ini, Lazismu Kabupaten Sidoarjo menggunakan media kaleng Filantropis Cilik dan Sedekah Subuh. Uang yang terkumpul melalui kaleng-kaleng ini kemudian dikelola dan disalurkan dalam berbagai program Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

KABUPATEN SLEMAN -- Tema mengenai kebencanaan sebagai rumusan masalah penyelesaian kekeringan diangkat dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) yang diadakan oleh Lazismu Wilayah DI Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (07/10) di Aula Masjid K.H. Sudja, Kompleks Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Kabupaten Sleman. Rakorsus dibuka langsung oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Ridwan Furqoni.
Dalam sambutannya, Ridwan Furqoni menyampaikan perlunya kolaborasi dengan mitra dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Hal ini termasuk dalam penanggulangan bencana. "Menekankan One Muhammadiyah One Response (OMOR), Lazismu DI Yogyakarta fokus fundraising dan programnya menggandeng majelis, lembaga, dan ortom (MLO). Setiap kegiatannya harus mencantumkan logo Lazismu untuk branding," ujarnya.
Kabupaten Gunungkidul menjadi daerah dengan karst atau kawasan bebatuan. Melihat kondisi tersebut, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PWM DI Yogyakarta melihat fenomena kekeringan tahunan yang terus terjadi karena tidak mampu untuk memetakan sumber air, sementara daerah karst dikenal dengan potensi airnya yang besar. Hal ini disampaikan oleh Ketua LRB PWM DI Yogyakarta, Indrayanto.
"Kuncinya dengan dilakukan eksplorasi air bawah tanah, dapat dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk eksplorasi. MDMC masih melakukan assessment untuk mencari sumber air di daerah Gedangsari, Semin, Saptosari. Permasalahan pertama, beberapa daerah tersebut sudah dieksplorasi, sudah ada mesin pompa tetapi pola pengelolaan/manajemen air di sana tidak berjalan. Kedua, tidak adanya akses listrik di beberapa titik yang akan dieksplorasi. Pipanisasi sudah ada tetapi aliran listriknya belum ada," terang Indrayanto.
Tupano mewakili Lazismu Kabupaten Gunungkidul mengatakan, berdasarkan data MDMC Gunungkidul, 21.318 jiwa dari 32 desa yang ada pada 10 kecamatan telah terdampak kekeringan sejak bulan Agustus. "Permasalahannya ada beberapa daerah tidak bisa dibuat sumur bor, perlu menerjunkan relawan sebanyak-banyaknya untuk mengatasi kekeringan tersebut," ungkapnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Jefree Fahana mengingatkan, dalam mengatasi kebencanaan tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. "Muhammadiyah mengedepankan One Muhammadiyah One Response dalam mengatasi problematika kebencanaan. Pada MDMC memetakan potensi kebencanaan kemudian dikerucutkan yang menjadi fokus isu Lazismu untuk menyusun mekanisme fundraising," tegasnya.
Dengan adanya siklus bencana tahunan di daerah kabupaten/kota DI Yogyakarta, perumusan prioritas kebencanaan dan mekanisme mengatasinya terus dilakukan. Hal ini dalam rangka mewujudkan respons cepat Muhammadiyah melalui OMOR.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]


Kembali, Israel dan Hamas membuat situasi konflik memanas., Israel terus menerus menyerang Jalur Gaza Palestina sejak Sabtu (7/10). Tragedi ini telah banyak menelan korban jiwa bahkan anak-anak.
Kementerian Kesehatan Palestina yang berada di Jalur Gaza pada Ahad (8/10) merilis daftar korban jiwa sebanyak 413 Warga Palestina, 78 di antaranya bahkan masih anak-anak lalu 2300 orang lainnya menjadi korban luka-luka.
Konflik Israel - Palestina diawali dari migrasi bangsa Yahudi ke Palestina pasca perang dunia kedua, dikarenakan kekejaman Nazi Jerman pimpinan Hitler membuat warga Yahudi meninggalkan Eropa ke Palestina.
Konflik dimulai dari Deklarasi Kemerdekaan Israel 14 Mei 1948 yang berlangsung selama 10 bulan, dan perebutan kekuasaan di Palestina, terus berlanjut hingga saat ini yang berdampak pada krisis kemanusiaan
Muhammadiyah menurut beberapa sumber yang didapat telah memberikan bantuan kepada Palestina sejak dekade 1960-an, terlebih tokoh Muhammadiyah saat itu ialah Lukman Harun yang fokus kepada isu-isu kemanusiaan.
Saat ini, Muhammadiyah dan Lazismu melalui program Muhammadiyah Aid yang sudah didirikan sejak tahun 2017 melanjutkan mendistribusikan bantuan kepada Palestina khususnya membantu dalam bidang pendidikan.
Bantuan pendidikan untuk warga Palestina berupa beasiswa SPP untuk mahasiswa S1, S2, S3 yang kuliah di Gaza maupun di Indonesia sehingga hak warga Palestina tidak hilang akibat konflik.
Muhammadiyah juga memberikan bantuan berupa pengobatan serta pembelian kaki palsu untuk masyarakat yang terkena dampak dari konflik yang berada di Gaza, dan Muhammadiyah Aid terus memberikan bantuan.
Bantuan berupa pangan serta pakaian untuk para pengungsi di Jalur Gaza maupun di negara penampung pengungsi Palestina terus Muhammadiyah lakukan hingga saat ini.
Setiap bulan Ramadhan, Muhammadiyah juga memberikan kado ramadhan bagi keluarga Palestina yang sangat membutuhkan bantuan dari berbagai penjuru dunia, ini bukti konsistensi Muhammadiyah membantu Palestina.
Momen Iduladha pun tidak ketinggalan, Muhammadiyah bersama Lazismu melaksanakan pemotongan hewan kurban titipan rakyat Indonesia untuk masyarakat Palestina yang belum tentu setiap tahunnya bisa berkurban.
Dalam berbagai keterangan Muhammadiyah Aid fokus pada tiga tahap bantuan Palestina, misalnya jangka pendek ialah memberikan bantuan kesehatan dan pendidikan yang selama ini sudah dijalankan.
Jangka menengah adalah menyampaikan narasi perdamaian agar konflik di Palestina dan Israel berhenti dan tidak berdampak pada krisis kemanusiaan seperti yang terjadi saat ini di Jalur Gaza.
Terakhir adalah kampanye berupa narasi politik agar Palestina bersama rakyatnya memperoleh kemerdekaan layaknya negara-negara lain yang sudah merdeka dan rakyat Palestina dapat memperoleh keamanan.

KOTA PAREPARE -- Lazismu Kota Parepare kembali menggelar penyaluran program Pilar Pendidikan, yaitu Beasiswa Mentari. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium BJ Habibie Rumah Jabatan Wali Kota Parepare pada Sabtu (07/10). Beasiswa ini diberikan kepada 450 pelajar yang menempuh pendidikan di bangku SD hingga SMP se-Kota Parepare.
Walikota Parepare, H. Muhammad Taufan Pawe yang hadir langsung dalam acara ini menyampaikan bahwa Lazismu dalam menyalurkan infak yang dihimpun dan syiar Islam tidak perlu diragukan lagi eksistensinya. Terlebih Lazismu memiliki legalitas yang kuat dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). "Tentunya kita tidak ragukan lagi bagaimana Lazismu telah berbuat untuk kepentingan masyarakat. Semoga kedepan kegiatan-kegiatan tentang syiar Islam ini bisa terus digalakkan," ujarnya.
Lebih lanjut Taufan mengatakan, kerja sama yang dilakukan antara seluruh pemangku kebijakan seperti Lazismu, BAZNAS, dan Pemerintah Kota Parepare harus terus ditingkatkan dan lebih banyak kolaborasi yang dapat dilakukan ke depannya. "Kita sudah lihat sendiri bagaimana hasil dari kerja-kerja Lazismu ini, maka kemudian kita tidai perlu ragu untuk terus menjalin kerjasama dan kebersamaan dalam melakukan syiar islam, dan bagaimana terus bergerak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," tuturnya.
Taufan pun memberikan apresiasi kepada Lazismu yang telah mengajarkan kepada anak-anak didik untuk saling membantu dan juga menabung untuk membantu saudara atau teman sekelas mereka. "Pada dasarnya kegiatan ini bukan hanya memberikan gambaran tentang penyaluran beasiswa tapi juga lebih kepada bagaimana Lazismu memberikan pendidikan saling membantu dan bahu-membahu antara sesama pelajar," ungkapnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Parepare, Erna Rasyid Taufan mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengurus Lazismu dalam menunaikan kewajiban yang menyasar kepada para penerima manfaat yaitu pelajar tingkat SD dan SMP. "Lazismu sangat antusias untuk memberikan beasiswa terhadap 450 pelajar tingkat SD dan SMP se-Kota Parepare. Hal ini menjadikan bahwa kerja sama Pemerintah Kota Parepare dan Lazismu mampu menjadikan pendidikan berkembang pesat dengan adanya beasiswa ini," tegasnya.
Menurut Erna, selama ini pihak Pemerintah Kota Parepare sangat serius dalam mendorong Lazismu dalam menjalankan tugas dan fungsinya, karena pada dasarnya Lazismu bergerak dalam berbagai bidang. "Pemerintah sangat mendorong keberlangsungan pendidikan seperti pemberian beasiswa untuk seluruh pelahar tingkat SD dan SMP ini. Intinya kalau orang yang suka berbagi, justru hartanya akan bertambah dan menjadi pahala," tuturnya.
Ketua (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota Parepare, Mahsyar Idris menerangkan, pihaknya juga terus mendapatkan bantuan dan dukungan dari Pemerintah Kota Parepare. "100 tahun Muhammadiyah telah bergerak dalam berbagai fokus perhatian, dan dalam kondisi itu pun Pemerintah selalu hadir dan memberikan dukungannya dalam memajukan peran Muhammadiyah di Kota Parepare ini," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Cahaya Anita]

