

KABUPATEN GUNUNGKIDUL -- Bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Wonosari dan Kantor Layanan (KL) Lazismu RS PKU Muhammadiyah Wonosari, Nasyiatul Aisyiyah menggelar sosialisasi mengenai pencegahan stunting dan pembagian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. Tujuannya adalah untuk membuka wawasan bagi para ibu mengenai pentingnya pencegahan stunting sedini mungkin, serta memberikan pengetahuan bagaimana deteksi dini serta penanganan yang tepat bagi penderita stunting. Kegiatan ini berlangsung di Kalurahan Semin, Kepanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul.
Pada acara yang berlangsung Senin (24/07), 30 ibu hamil juga mendapatkan pelayanan berupa konsultasi bersama dokter spesialis dan ahli gizi secara gratis, terutama untuk ibu hamil yang berisiko stunting oleh RS PKU Muhammadiyah Wonosari. Selain itu, KL Lazismu RS PKU Muhammadiyah Wonosari juga memberikan bibit bayam sebagai salah satu program untuk ibu hamil.
Mewakili Nasyiatul Aisyiyah, Tazkia menjelaskan bahwa pemberantasan stunting ini selaras dengan program pemerintah di Kabupaten Gunungkidul. Oleh karena itu harus dimulai dari kelompok paling utama yaitu keluarga, sehingga sosialisasi kali ini menyasar langsung kepada ibu hamil agar dapat menjaga kehamilannya serta memperhatikan pertumbuhan buah hatinya. "Pendampingan kepada ibu hamil dan balita merupakan program yang telah dicanangkan oleh pengurus daerah, sehingga ini menjadi program unggulan kami yang bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Wonosari," ujarnya.
Sementara itu, Guntur Bayu Murti selaku Kepala Humas dan PEP RS PKU Muhammadiyah Wonosari mengungkapkan, kerja sama dengan Nasyiatul Aisyiyah akan terus dilanjutkan karena banyak sekali program Nasyiatul Aisyiyah yang berhubungan dengan kesehatan dan keluarga. "Dari RS PKU Muhammadiyah akan terus memberikan dukungan dan ikut menyukseskan program-program yang baik ini," terangnya.
Para peserta kegiatan ini sangat antusias mendengarkan paparan dari pihak RS PKU Muhammadiyah Wonosari. Sesi diskusi dan tanya jawab dengan peserta yang kebanyakan ibu-ibu muda pun berjalan aktif. Kegiatan ini turut dihadiri pihak pemerintah desa yang diwakili oleh Carik Kelurahan Semin, dokter RS PKU Muhammadiyah Wonosari, Humas dan PEP, serta perwakilan dari Lazismu dan Nasyiatul Aisyiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN TANGERANG -- Kantor Layanan (KL) Lazismu Pagedangan dan Legok menggelar kegiatan bertajuk "Pengabdian Kepada Masyarakat" dengan menggandeng perguruan tinggi. Dua kampus yaitu Universitas Mercu Buana serta Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif Universitas Muhammadiyah Tangerang menjadi bagian dari kegiatan ini. Acara tersebut dibuka langsung oleh Dr. H. Suhardi M.Ag. sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pagedangan & Legok pada Ahad (16/07).
Bertindak sebagai narasumber pertama adalah Anton Hindarjo Ph.D yang menyampaikan tentang perencanaan keuangan syariah untuk rumah tangga dengan aplikasi MyIFPE Syariah. Dalam materinya, Anton yang juga menjadi dosen di Universitas Mercu Buana ini menerangkan tentang bagaimana mendesain keuangan dengan menggunkaan aplikasi MyIFPE Syariah. "Dalam kehidupan kita sebagai manusia harus merencanakan keuangan, dari rencana ingin punya rumah, rencana pendidikan, dan lain-lain," ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Putri Andari Ferranti, S.E., M.S.M. sebagai narasumber yang memberikan materi tentang sukuk atau obligasi syariah. Menurutnya, saat ini perbankan sudah mulai menawarkan untuk masyarakat berinvestasi melalui sukuk dalam rangka mendorong ekonomi syariah.
Selain kedua narasumber tersebut, Adrial Wathan Ph.D dan Salahudin M.I.Kom. dari Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif Universitas Muhammadiyah Tangerang juga hadir dan memberikan materi mengenai wisata halal. Acara ini dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai macam daerah.
Sementara itu, Dr. H. Suhardi M.Ag. yang juga mewakili KL Lazismu Pagedangan dan Legok mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. "Semoga dengan kegiatan 'Pengabdian Kepada Masyarakat' ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BELITUNG -- Pemahaman terhadap kesadaran menunaikan zakat perlu ditanamkan kepada generasi muda. Hal ini mendorong Lazismu Kabupaten Belitung untuk mengadakan sosialisasi zakat di SMK 1 Tanjungpandan yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Perawas, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (17/07) dan disambut antusias para siswa dan guru.
Selain memberikan pemahaman mengenai zakat, khususnya zakat profesi, Lazismu Kabupaten Belitung juga melakukan sosialisasi pembayaran zakat melalui website Lazismu Kabupaten Belitung. Dua orang amil yaitu Medis dan Adjie diutus untuk menyampaikan berbagai hal terkait zakat dan berbagai program-program yang dijalankan oleh Lazismu.
Medis menyampaikan bahwa kegiatan itu rutin dilaksanakan setiap bulan. Hasilnya pun kemudian diserahkan kepada Lazismu Kabupaten Belitung. "Dalam memberikan kesadaran akan pentingnnya zakat profesi kepada guru-guru dan staf yang ada di SMK 1 Tanjungpandan, kami dari tim fundraising melakukan kegiatan ini sebulan sekali. Hasil penghimpunan yang diperoleh akan langsung diserahkan ke kantor Lazismu Belitung," terangnya.
Selain memberikan pemahaman tentang zakat, lanjut Medis, mereka juga memperkenalkan program-program yang ada di Lazismu Kabupaten Belitung. "Selain memberikan sosialisasi mengenai Lazismu Belitung, kami juga memperkenalkan program-program unggulan Lazismu Belitung seperti Berkah Bersama Anak Yatim, Senyum Lansia, Nasi Jumat berkah dan Mobil Ambulans Gratis," imbuhnya.
Sementara itu, Adjie menambahkan bahwa ia berharap agar kegiatan ini dapat menyasar sekolah lain secara lebih luas. "Kegiatan positif seperti jangan hanya dilakukan di satu tempat saja. Perlu ada kolaborasi dengan sekolah-sekolah lain untuk memberikan kesadaran akan pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah di Lazismu Belitung," harapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SLEMAN -- Kantor Layanan (KL) Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa-siswi berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan yang dikemas dalam program Beasiswa Mentari ini menyasar para penerima manfaat yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, baik negeri maupun swasta di wilayah DI Yogyakarta. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Jumat (21/07) oleh Rektor UMY Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN.Eng. di Gedung A.R. Fakhruddin A lantai 5 UMY.
Rektor UMY Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN.Eng. menegaskan bahwa Muhammadiyah khususnya UMY selalu memiliki semangat memberi dan berkontribusi bagi masyarakat. Hal ini terbukti saat masa pandemi lalu banyak kampus yang mengalami kesulitan, namun UMY tetap berhasil meningkatkan jumlah mahasiswanya. Rahasianya adalah pentingnya sikap bersyukur dalam hidup.
"Menjadi orang kaya itu gampang, apalagi menjadi orang miskin, tapi menjadi orang bersyukur itu tidak gampang. Banyak contoh di negara kita ini hartanya berlimpah tapi tidak pernah bersyukur dan selalu merasa ingin terus, terus, dan terus," ujar Gunawan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Gunawan atas kontribusi luar biasa dari UMY, termasuk dalam penyaluran beasiswa dan dukungan lainnya. Meskipun dalam matematika dunia tampak sebagai pengeluaran besar, namun menurutnya dalam matematika langit, berbuat baik dan bersedekah selalu mendatangkan berkah dan kebahagiaan. "Itu kalau matematika dunia, rugi. Tapi matematika langit berbeda. Banyak orang bersedekah bukannya menjadi miskin, tapi hidupnya semakin bahagia. Sekali lagi selamat kepada penerima Beasiswa Mentari, semoga mendapatkan ridha dari Allah SWT," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala KL Lazismu UMY, dr. Muhammad Syamsuddin M.Pd. menjelaskan bahwa penyaluran program Beasiswa Mentari pada tahun ini mengalami beberapa perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, KL Lazismu UMY menyalurkan beasiswa sebesar 30 juta rupiah dan dana tersebut langsung dikirimkan ke rekening sekolah dari para penerima beasiswa. Tujuan dari perubahan ini adalah agar dana beasiswa dapat langsung bermanfaat bagi siswa-siswi yang membutuhkan.
"Perlu saya sampaikan bahwa Beasiswa Mentari ada perubahan. Tahun ini kami memberikan beasiswa sejumlah 30 juta rupiah dan akan dibayarkan langsung ke sekolah dengan harapan tidak tersedot oleh hal-hal lain," ujar Syamsuddin.
Pada tahun 2023 KL Lazismu UMY telah menggelontorkan dana program Beasiswa Mentari sebesar 30 juta rupiah yang disalurkan kepada 30 siswa dari 30 sekolah yang berbeda. Rinciannya adalah 15 siswa dari SD, 8 siswa dari SMP, dan 7 siswa dari SMA.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PEKANBARU -- Bantuan kesehatan kembali diberikan oleh Lazismu Kota Pekanbaru kepada penerima manfaat. Kali ini, Dewi yang berumur 41 tahun mendapatkan bantuan berupa biaya kesehatan. Penyerahan dilakukan di kediaman Dewi di Jalan Sialang Indah, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru pada Kamis (20/07).
Dewi didiagnosa menderita vertigo dan paru-paru sejak awal bulan Juli tahun ini. Ia kemudian dirawat di RSUD Arifin Achmad, Jalan Diponegoro No. 2, Kelurahan Sumahilang, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru selama 15 hari. Setelah itu, Dewi melanjutkan rawat jalan namun untuk melakukan kontrol kembali ia mengalami hambatan karena adanya tunggakan tagihan BPJS sebanyak sekitar lima juta rupiah.
Manajer Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo menerangkan, bantuan ini adalah untuk membantu kelancaran Dewi dalam berobat. Terlebih saat itu pengobatan Dewi sempat terhambat akibat adanya tunggakan dalam pembayaran BPJS. Hal ini mengganggu proses penyembuhan sakit vertigo dan paru-paru yang diderita Dewi.
"Alhamdulillah, Lazismu Pekanbaru kembali menyalurkan bantuan kesehatan untuk seorang ibu bernama Dewi yang sedang menderita sakit vertigo dan paru-paru. Sayangnya sang ibu memiliki tunggakan tagihan BPJS sehingga tidak dapat fasilitas BPJS untuk berobat kembali. Jadi kita membantu untuk kontrol pengobatannya terlebih dahulu untuk proses penyembuhannya," ungkap Agung.
Bantuan dari Lazismu Kota Pekanbaru ini dimanfaatkan oleh Dewi dengan melakukan kontrol kesehatan secara mandiri di Poliklinik Bedah Digestif RSUD Arifin Achmad pada keesokan harinya yaitu Jumat (21/07). Dewi pun mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima untuk pengobatannya. "Terima kasih kepada pimpinan, bapak, dan ibu Lazismu sudah bersedia untuk membantu pengobatan saya sehingga saya bisa melakukan kontrol ke rumah sakit. Semoga bapak dan ibu Lazismu diberikan kesehatan," ujarnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rina]

KOTA YOGYAKARTA -- Konsep pengelolaan zakat diharapkan dapat menjadi produktif. Hal ini ditunjukkan dalam pengelolaannya, yaitu 70 persen produktif dan sisanya bisa konsumtif. Hal ini dikemukakan oleh Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Eka Yuhendri dalam diskusi pasca penandatanganan MoU antara Lazismu Wilayah DI Yogyakarta dengan PT PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Harta Insan Karimah Mitra Cahaya Indonesia (BPRS HIK MCI) dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam diskusi yang berlangsung pada Selasa (18/07) di kantor Lazismu Wilayah DI Yogyakarta ini, kedua pihak bersepakat untuk menindaklanjutinya melalui program kerja sama pendistribusian dan pendayagunaan.
"Kerja sama pendistribusian dan pendayagunaan ini menindak lanjuti MoU atau kerjasama pengelolaan ZIS oleh Lazismu dan BPRS HIK MCI yang sudah ditandatangani beberapa waktu lalu," terang Eka.
Kerja sama pendayagunaan akan difokuskan pada bidang ekonomi dan pendidikan. Untuk pola kerja sama, lanjut Eka, tentunya Lazismu juga akan bersinergi dengan majelis dan lembaga terkait yang ada di lingkungan Muhammadiyah. "Ini sangat bagus, karena di DI Yogyakarta fokus ke pendidikan dan juga ekonomi. Ini menjadi kesempatan yang bagus untuk kerja sama ke depannya," imbuhnya.
Misbahul Anwar selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta yang membidangi keuangan menjelaskan, dalam pengelolaan keuangan, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta rutin setiap tahun melakukan audit. Hal ini dalam rangka menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik kepada Lazismu. Untuk penyaluran, ada beberapa pilar program yang yang saat ini dijalankan oleh pihaknya. "Seperti Pilar Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, Sosial-Dakwah, Kemanusiaan, dan lingkungan," terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT BPRS HIK MCI, Kholid menyampaikan bahwa setelah penandatanganan MoU pada Kamis (15/06) lalu belum ada program yang disepakati sehingga pertemuan ini menjadi pintu untuk pelaksanaan program ke depannya. "Program dari HIK juga sepakat untuk membantu siswa tidak mampu dalam bentuk beasiswa. Harapannya ada siswa binaan yang dikasih beasiswa baik bulanan maupun kebutuhan dana yang lainnya baik dari jenjang SD, SMP, ataupun SMA," harapnya.
Untuk teknis pelaksanaan program, sambung Kholid, pihaknya akan menyerahkan kepada Lazismu Wilayah DI Yogyakarta yang telah memiliki data dan pola. Sementara dalam bidang ekonomi, ia berharap juga dapat memberdayakan pedagang kecil seperti melalui bantuan alat bantu usaha atau lainnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

