

KOTA BANJARMASIN -- Melalui program Kado Ramadhan, Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Jihad Kota Banjarmasin memberikan perhatian kepada para penerima manfaat yang tersebar di kota tersebut. Di antaranya adalah para dai/ustadz, guru, anak-anak yatim, dan warga dhuafa. Kado Ramadhan merupakan program nasional yang digagas oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang bertujuan untuk menguatkan umat dan bangsa yang baru bangkit dari keterpurukan ekonomi maupun pandemi.
Total Kado Ramadhan yang disalurkan adalah sebanyak 400 paket. Paket ini berisi bahan pokok dan makanan seperti beras, minyak goreng, gula, sirup, kurma, dan lainnya. Distribusi program ini berlangsung mulai tanggal 20 Maret hingga 4 April 2023.
Staf Program KL Lazismu Al Jihad, Ikhza menjelaskan bahwa penyaluran Kado Ramadhan dilakukan melalui beberapa tahap. Penyaluran diawali kepada para dai di lingkungan masjid atau mushola Muhammadiyah. "Yang pertama kami bagikan ke para da'i kota, yang di bulan Ramadhan ini mereka punya tugas untuk menjadi imam dan mengisi kultum di mushola-mushola Muhammadiyah," ujarnya.
Kegiatan ini pun menggandeng Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Kayuh Baimbai. Ikhza menambahkan, selanjutnya untuk para penerima manfaat lain dibagikan melalui lembaga atau sekolah tempat bernaung. "Kemudian kami bagikan juga untuk para guru, melalui lembaga atau sekolahnya langsung," imbuhnya.
Untuk Kado Dhuafa, para penerima manfaat yang tinggal di sekitar KL Lazismu Al Jihad mengambil langsung ke kantor. Sementara itu pihak PK IMM Kayuh Baimbai turut membagikan ke daerah-daerah terpencil dan kepada para penerima manfaat yang berada di jalan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BARITO KUALA -- Perhatian terhadap mereka yang membutuhkan terus ditunjukkan oleh Lazismu di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Furqon. Kali ini, para petani terdampak gagal panen menjadi penerima manfaat penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh KL di bawah Lazismu Kota Banjarmasin ini. Kegiatan ini bekerja sama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan.
Bertempat di Desa Sungai Pantai, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, penyerahan zakat, infak, dan sedekah serta paket sembako ini dilakukan pada Ahad (15/04). Sembako yang dibagikan sebanyak 50 paket ditambah uang tunai masing-masing sebesar 100 ribu rupiah untuk para petani. Penyerahan bantuan ini juga dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1444 H.
Kepala KL Lazismu Al Furqon, H. Yazidi Indar menuturkan, distribusi pembagian sembako untuk para petani ini dilakukan mengingat sering turunnya hujan sehingga para petani sempat mengalami gagal panen di desa tersebut. "KL Lazismu Al Furqan bekerja sama MPM PWM Kalimantan Selatan membagikan 50 paket sembako dan uang tunai seratus ribu rupiah kepada para petani yang terkena dampak gagal tanam padi," ujarnya.
Mewakili MPM PWM Kalimantan Selatan, Agus Mooduto menyebutkan, program ini diselenggarakan dengan memperhatikan masyarakat yang terdampak baik dari kebijakan maupun musibah. Ia pun berharap agar bantuan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. "Kita melihat masyarakat yang terdampak, baik itu dari kebijakan-kebijakan pemerintah atau dari alam maupun musibah," tegasnya.
Sementara itu salah satu penerima manfaat, Muhammad Noor meminta agar MPM dapat memberikan edukasi kepada warga yang terdampak gagal panen. Selain itu, solusi agar para petani dapat menghasilkan panen yang memuaskan juga diharapkan. Tak lupa ia pun mengucapkan terima kasih kepada Lazismu atas bantuan yang diberikan.
"Amanah ini berupa bantuan yang layak dan kita mengucapkan terima kasih kepada Lazismu sudah terlaksana program bantuannya. Semoga perekonomian desa bisa terangkat dan bisa terbantu untuk kebutuhan sehari-hari," pungkas Muhammad Noor.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA SURABAYA -- Bertempat di Masjid Al-Fajr, Perumahan Putat Indah, Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Lazismu Wilayah Jawa Timur menggelar Pesantren Cilik bersama dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Korkom Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Acara ini diikuti oleh anak-anak santri Taman Pendidikan Al-Qur'an yang rutin mengaji setiap sore di masjid tersebut. Mereka tinggal di perkampungan yang ada di sekitar masjid, juga sebagian lainnya merupakan anak-anak warga Perumahan Putat Indah.
Pada Ahad (09/04), 35 anak-anak memeriahkan kegiatan dalam rangka menyemarakkan Ramadhan 1444 H dengan beragam aktivitas yang menumbuhkan semangat dalam beragama. Selain diisi kajian agama oleh Ustadz Munahar, kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan lomba mewarnai gambar dan aneka kuis dengan hadiah menarik bagi anak-anak. Hadiah diberikan kepada pemenang lomba mewarnai gambar dan siapa saja yang bisa menjawab pertanyaan kuis dari kakak-kakak mahasiswa dan mahasiswi Unesa. Kegiatan ini berakhir saat jelang berbuka puasa.
Aditio Yudono mewakili Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur menyebutkan, guna menyiapkan sajian untuk berbuka puasa, pihaknya langsung mengerahkan Food Truck atau Kendara Saji Makanan. "Masakan nasi, rawon iga, tempe goreng gurih, sambal dan kerupuk menjadi menu berbuka puasa yang dimasak langsung oleh Tim Food Truck, mulai dari siang hari hingga sore. Tidak hanya itu, aneka kudapan dan minuman segar menjadi syarat pembatal puasa yang hadir di masjid itu," ujarnya.
Kendaraan Food Truck ini, lanjut Aditio, biasa menjadi andalan Lazismu Wilayah Jawa Timur sebagai Dapur Umum bergerak pada saat tanggap bencana. Ketika tidak ada momen kebencanaan, Food Truck tetap beraksi untuk aksi Jumat Berkah dan berbagi hidangan gratis pada berbagai kegiatan yang diadakan oleh Muhammadiyah, kegiatan masjid, dan acara kemasyarakatan lainnya.
Pada sore itu sebanyak 150 porsi menu hidangan buka puasa ludes dilahap oleh para peserta Pesantren Cilik, jamaah masjid, dan para panitia. Tidak hanya itu, di Masjid Al-Fajr juga diadakan Pesantren Lansia yang dengan ruangan yang terpisah. Saat berbuka, semua bisa menikmati sajian yang disiapkan oleh Tim Kendara Saji Makanan Lazismu Wilayah Jawa Timur. Acara ini dilengkapi dengan penyerahan bingkisan berupa Kado Ramadhan untuk kemudian dibawa pulang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

KABUPATEN LEBAK -- Bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar kegiatan Pesantren Mualaf. Kegiatan bertema Ramadhan Cerahkan Semesta ini pada tahap pertama berlangsung di Kampung Baduy Kompol, Desa Sankangwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Sebagai bagian dari rangkaian program Syiar Ramadhan 1444 H, program ini ditujukan untuk komunitas mualaf Suku Baduy yang ada di lokasi tersebut.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muhammad Arifin pada kegiatan yang berlangsung Rabu (12/04) tersebut memulai acara dengan menyambangi perkampungan mualaf Suku Baduy yang terletak tidak jauh dari lokasi acara. Setelah dibuka, kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan berbagai materi keislaman. Di antaranya adalah praktek ibadah praktis untuk para mualaf, materi Islam Rahmatan Lil 'Alamin, dan materi Pentingnya Bersyukur.
"Hadir di tempat ini membuat kami semakin bersyukur karena dapat menjumpai saudara-saudara kami seiman seperjuangan di Baduy," ucap Arifin dalam sambutannya saat membuka Pesantren Mualaf ini.
Arifin kemudian berpesan agar acara ini tidak hanya sekadar menambah pengetahuan bagi para mualaf, namun juga dapat mempererat tali persaudaraan. "LDK akan berjuang sekuat tenaga, menyusuri seluruh pelosok negeri untuk menyambangi komunitas-komunitas yang seringkali tak tersentuh dakwah," tegasnya.
Terakhir, Arifin menyampaikan terima kasih tidak terhingga kepada Lazismu PP Muhammadiyah yang sudah memberikan dukungan dalam program tersebut. "Semoga keluarga besar muzakki dan amil Lazismu dilimpahi keberkahaan oleh Allah SWT," pungkasnya.
Meski sempat diguyur hujan, semangat para mualaf tidak surut saat menghadiri kegiatan pesantren ini. Sebanyak 85 keluarga mualaf Suku Baduy mengikuti semua rangkaian acara dengan seksama. Mereka tampak antusias dalam menyerap pengetahuan tentang Islam, sehingga menunjukkan keseriusan dalam memeluk agama ini. Kegiatan ini juga diiringi dengan pembagian Kado Ramadhan dalam bentuk sembako untuk para mualaf.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BANTUL -- Dalam rangka program Safari Ramadhan, Lazismu bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI membagikan 1000 Al-Qur'an kepada warga dhuafa. Tak hanya itu, para dhuafa di wilayah DI Yogyakarta juga mendapatkan bantuan 200 paket sembako dan 100 alat ibadah. Penyaluran bantuan ini berlangsung pada Selasa (18/04) atau 27 Ramadhan 1444 H di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.
Acara penyerahan Program Kemaslahatan Ramadhan 1444 H/2023 M ini dihadiri oleh anggota badan pelaksana BPKH RI Dr. Sulistyowati, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta Dr. M. Riduwan, M.Ag., perwakilan Panewu Sedayu Anton Yulianto, Komandan Koramil Sedayu Reja Mulyo, dan Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Eka Yuhendri. Selain itu, para penerima manfaat dari komunitas difabel DI Yogyakarta juga turut berhadir dalam acara tersebut.
Anggota Badan Pelaksana BPKH RI, Dr. Sulistyowati menyampaikan penyerahan bantuan program kemaslahatan BPKH RI ini merupakan program pengembangan dana abadi yang dikelola dalam bentuk investasi. "Untuk tahun ini dalam bidang sosial keagamaan membagikan sebanyak 50 ribu Al-Qur'an, 38 ribu paket sembako, dan 15 ribu Kado Ramadhan yang berisi paket ibadah. Lazismu DI Yogyakarta sebagai mitra program pelaksana untuk wilayah Yogyakarta mendapatkan 1000 Al-Qur'an, 200 paket sembako, dan 100 Kado Ramadhan," terangnya.
Sementara itu, Eka Yuhendri mewakili Badan Pengurus Lazismu DI Yogyakarta mengungkapkan, kerja sama pihaknya dalam program BPKH sudah berlangsung sejak tahun 2018 dengan berbagai kegiatan, seperti program renovasi masjid, pengadaan mobil jenazah, pengadaan ambulans, pembangunan sekolah, hingga penyaluran hewan qurban. "Kerja sama dengan BPKH selalu mendapatkan audit predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian)," ungkapnya.
Kerja sama ini pun mendapatkan sambutan dari Wakil Ketua PWM DI Yogyakarta, Dr. M. Riduwan, M.Ag. "Apa yang dipercayakan BPKH RI ini sejalan dengan gerakan Muhammadiyah, yaitu semangat membantu, mengasihi, melayani dengan lintas agama, artinya siapa saja yang membutuhkan tanpa melihat suku, ras, maupun agama. Ini bagian komitmen Muhammadiyah menjaga keumatan dan kebangsaan," tegasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA -- Konflik yang terjadi di Sudan berimbas kepada pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) ke tanah air. Keadaan ini direspons oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) atau Task Force untuk membantu proses pemulangan WNI tersebut. Sebagian telah tiba di Asrama Haji Jakarta dan beberapa diantaranya telah mendapatkan penanganan oleh Tim Task Force Muhammadiyah dan RSI Jakarta yang turut serta dalam memberikan layanan kesehatan.
Anggota Tim Task Force PP Muhammadiyah, Yuli Mumpuni dalam keterangannya menyebutkan, Task Force Muhammadiyah terdiri atas beberapa perwakilan majelis dan lembaga yang ditunjuk oleh PP Muhammadiyah. Di antaranya Lembaga Resiliensi Muhammadiyah atau biasa dikenal dengan nama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI), dan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang). "Tim Satgas PP Muhammadiyah sudah dibentuk oleh PP Muhammadiyah untuk merespons kebutuhan kepada adik-adik kita yang bersekolah di Sudan. Alhamdulillah koordinasi dengan KBRI di Khartoum, maupun KJRI kita di Jeddah dan KBRI di Riyadh itu sangat lancar," terangnya.
Yuli melanjutkan, Muhammadiyah juga melibatkan Tim Kesehatan dari Rumah Sakit Islam (RSI) Jakarta Cempaka Putih, RSI Jakarta Pondok Kopi, dan RSI Jakarta Sukapura. Selain itu, Tim Task Force Muhammadiyah juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam melakukan penanganan berupa pendampingan psikososial, pelayanan kesehatan, manajemen data dan informasi serta asesmen.
"Untuk selanjutnya yang akan kita lakukan dari Satgas PP Muhammadiyah akan standby untuk intervensi. Kami sudah mengerahkan dari RSI Jakarta Pondok Kopi satu tim dokter di Asrama Haji untuk mulai periksa SWAB Antigen. Teman-teman dari Lazismu dan MDMC juga mulai berdatangan. Terima kasih relawan-relawan yang telah membantu menemani anak-anak dan ibu yang hamil yang telah mengalami perjalanan jauh," ujar Yuli.

Sebelumnya, Pemerintah RI melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa evakuasi dan pemulangan WNI dari Sudan ke Indonesia dilakukan bertahap. Dari 897 WNI yang dievakuasi ke Indonesia, 385 WNI telah tiba di tanah air pada Jumat (28/04) pagi. Rombongan pertama yang dipulangkan itu terdiri atas 248 perempuan, 137 laki-laki, dan 43 anak-anak. Rombongan kedua dipulangkan dari Jeddah ke Indonesia pada Sabtu (29/04) dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Ahad (30/04). Sementara rombongan terakhir akan pulang ke Indonesia dari Jeddah pada Ahad (30/04).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

