

Sarwono merinci, para korban terdiri dari warga lanjut usia sebanyak 4 orang, dewasa 54 orang, anak-anak 9 orang, dan balita 7 orang. "Alhamdulillah mereka semua selama ini mendapat perhatian berupa bantuan dari berbagai pihak," ujarnya
Sementara itu, Prihatin Budi Santoso selaku Ketua RW setempat mengatakan, pasca peristiwa kebakaran terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Bahkan bantuan dari berbagai pihak telah disalurkan ke penerima manfaat. Termasuk kehadiran Lazismu di Manggarai Utara juga sangat membantu melalui pembagian makanan setiap Jumat Berkah. Kali ini, lanjut Prihatin, Lazismu kembali datang untuk menyampaikan bantuan.
Pada kesempatan yang sama, Nazhori Author selaku Manajer Program Kemanusiaan dan Lingkungan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Rabu (04/01) di kantor RW 1 mengucapkan terima kasih kepada Ketua RW yang telah menerima Lazismu untuk ikut meringankan beban warga yang menjadi korban kebakaran. "Tiga hari pasca kejadian, Lazismu sudah datang untuk berkoordinasi dengan Ketua RT dan Ketua RW," paparnya.
Menurut Author, Lazismu memberikan bantuan sebagai bentuk pelaksanaan amanah dari para donatur kepada penerima manfaat. Amanah tersebut berupa 60 paket sembako yang diserahkan langsung kepada Ketua RW disaksikan jajarannya. "Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, khususnya kepada donatur yang mengamanahkannya melalui Lazismu," imbuhnya.
Prihatin dan Sarwono yang mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan menyambut baik bantuan tersebut. Bantuan akan disalurkan kepada penerima maanfaat dengan merata. Sebagian warga mengungsi di tempat penampungan maupun rumah keluarganya, sementara yang lainnya memilih untuk tinggal di sekitar lokasi rumah mereka.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

Pada Jumat (30/12), bantuan program Save Our School (SOS) kembali diberikan untuk TK ABA 12, 29, dan 35. Lazismu Kota Banjarmasin juga menyalurkan bantuan program Peduli Guru untuk SD Muhammadiyah 7 dan TPA Al Kharits, Beasiswa Sang Surya untuk 1 orang kader mahasiswi, serta Beasiswa Mentari untuk 2 orang kader pelajar. Selain itu, 26 paket sembako dan uang santunan senilai tiga ratus ribu rupiah per orang untuk petugas masjid Asy-Syazali dan Adz-Dzakirin diberikan melalui program Back to Masjid dan Pendampingan Mualaf. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari H. Maskur selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banjarmasin.
"Pimpinan Daerah Muhammadiyah dengan ini mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan ini. Di sini kita lihat bahwa Lazismu Kota Banjarmasin pada penghujung tahun ini lebih banyak memberikan bantuan daripada tahun-tahun sebelumnya. Semoga ini menjadi contoh yang baik untuk ke depannya sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang menerima manfaat," ucap Maskur saat penyerahan bantuan secara simbolis di Kantor Lazismu Kota Banjarmasin.
Dalam kesempatan yang sama, Khairuntini mewakili TK ABA 35, 12, dan 29 menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lazismu Kota Banjarmasin yang telah membantu memperbaiki gedung TK yang mereka bina sehingga dapat menarik lebih banyak peserta didik untuk belajar. "kami sangat bersyukur karena pada tahun ini Lazismu Kota Banjarmasin telah memberikan bantuan dana kepada kami sehingga dana tersebut dapat kami gunakan untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas yang ada di TK kami menjadi lebih baik dan membuat anak-anak yang belajar menjadi lebih nyaman. Semoga yang memberikan bantuan ini mendapat pahala yang berlimpah dari Allah SWT," ujarnya.
Dukungan dan bantuan terus diberikan kepada Lazismu Kota Banjarmasin sehingga dapat terus menebar kebaikan melalui program-program unggulannya seperti program SOS ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Banjarmasin, Sarbaini. "Adanya kepercayaan dari warga, donatur, lembaga keuangan, dan Persyarikatan Muhammadiyah Kota Banjarmasin serta kerja keras tim, sehingga Lazismu Banjarmasin dapat menyalurkan ZISKA pada akhir tahun ini sekitar Rp. 85.150.000,- kepada penerima manfaat berdasarkan permohonan dan proposal yang masuk selama dua bulan terakhir. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan dan kepedulian para donatur," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Puluhan peserta yang terdiri Pemuda Muhammadiyah yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan beserta amil Lazismu tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Ahad-Senin (25/26-12) ini. Meski lokasi yang dituju harus melewati medan yang berbahaya dan umumnya hanya bisa ditempuh kendaraan roda dua, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Para peserta berdatangan sejak Ahad malam dengan cuaca hujan dan listrik padam. Di tempat ini listrik kerap kali padam, tidak ada jaringan seluler, sarana air bersih PDAM, dan sangat terpencil.

Pada sesi "Refleksi Akhir Tahun", Ketua PWPM Kalimantan Selatan, H. Meldy Muzada Elfa memberikan tausiyah sebagai refleksi warga Muhammadiyah di penghujung tahun. Ia berpesan agar kegiatan dakwah di Pegunungan Meratus ini harus dilaksanakan secara kontinyu, meski kepemimpinannya akan berakhir pada 2023. "Beberapa desa binaan mualaf seperti Patikalain, Papagaran, dan Kamawakan harus terus dibina secara berkelanjutan agar perjuangan dakwah tidak jalan di tempat. Besar harapan saya kegiatan ini dapat didukung oleh seluruh komponen baik internal Muhammadiyah maupun lembaga eksternal Muhammadiyah," ujarnya.
Pada malam ini, Meldy yang juga merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini mengunjungi salah satu warga mualaf binaan Lazismu. Gutu, dengan nama mualaf Abdullah harus terbaring di rumahnya yang sederhana akibat cedera yang dialaminya saat mendulang. Saat ini ia mengalami kelumpuhan dan harus mendapatkan penanganan medis. Saat melakukan pemeriksaan, Meldy pun menyarankan agar Abdullah menjalani fisioterapi di rumah sakit, di samping harus mendapatkan nutrisi tambahan karena kondisi tubuhnya semakin melemah.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga diwarnai dengan gotong royong untuk membangun bronjong di sisi masjid. Bronjong merupakan keranjang dari kawat untuk membungkus batu kali guna mencegah longsor dari hantaman aliran sungai yang mengitari masjid tersebut. Di samping itu, para peserta juga mengikuti makan bersama warga mualaf dan warga sekitar masjid sebagai ajang dakwah. Setelah itu, para warga mualaf dan warga lainnya mendapatkan bantuan paket sembako dari Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan yang berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel. Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan juga menyerahkan gaji dai pedalaman yang telah mengabdi di tempat tersebut.

M. Akmal Fadillah, Staf Fundraising Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan menjelaskan, sembako yang dibagikan berjumlah 150 paket. Ia pun berharap agar lebih banyak lagi donatur yang menjadi mitra Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan. "Kegiatan ini didukung oleh UPZ Bank Kalsel yang membantu menyediakan 150 peket sembako untuk masyarakat kampung mualaf Kamawakan, Hulu Sungai Selatan. Semoga kegiatan ini dapat berjalan secara terus menerus dan kami berharap lebih banyak lagi donatur yang menjadi mitra Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan dalam berdakwah serta membantu orang lain. Semoga ini menjadi amal jariah untuk kita semua," harapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Kegiatan ini dikemas bersama dengan pembinaan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) kepada guru-guru pada Rabu (28/12). Masa jeda pembelajaran dimanfaatkan untuk menyemangati sumber daya manusia di sekolah yang ada dalam wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Matesih ini. Bantuan dana untuk pembinaan guru dari Lazismu Kabupaten Karanganyar sebesar Rp. 40.335.000,- diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Ngadiyo kepada Kepala SMP Muhammadiyah 10 Matesih, Slamet Daryanto.
Manajer Lazismu Kabupaten Karanganyar, Ahmad Zaky Mustofa, turut hadir mendampingi acara penyerahan dana program Bakti Guru ini. Ia mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan oleh Lazismu kepada guru-guru Muhammadiyah. Bakti Guru sendiri merupakan salah satu program unggulan Lazismu Kabupaten Karanganyar yang berada di bawah Pilar Pendidikan.
"Bakti Guru adalah salah salah satu pilar program unggulan Lazismu Karanganyar. Tujuan dari program Bakti Guru ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai kemampuan lokal serta satuan pendidikan setempat dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan hidup, loyalitas, lama pengabdian, kreativitas, dan profesionalisme kerja," terang Zaky.
16 orang guru dan karyawan, menurut Zaky, mendapatkan bantuan program Peduli Guru tersebut. Meski jumlahnya tidak seberapa, ia berharap bantuan ini dapat mendorong semangat para guru untuk terus mengembangkan pendidikan di sekolah masing-masing. "Memang tidak seberapa jika dibagi per orang. Namun harapannya bisa lebih mendorong semangat para pejuang pendidikan ini sehingga tumbuh kreasi dan inovasi untuk mengembangkan sekolah Muhamamdiyah yang memang tidak semua mempunyai kesejahteraan yang sama," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Ketua Majelis Dikdasmen PDA Tulungagung, Atika Budi Mustikawati menyampaikan, AUM serta karyawan pendidikan yang ada di Besuki dapat dipercaya dengan baik dan sudah tidak diragukan lagi loyalitasnya. Ini bisa dibuktikan dari banyaknya siswa sekolah serta kader Muhammadiyah yang melimpah di wilayah Besuki. Hal ini pun dapat mewarnai Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung.
"Niat yang iklas menjadi kunci utama sekolah menjadi besar. Menjadi guru sekolah Muhammadiyah sama saja menjadi pejuang untuk agama Islam karena anak yang dididik adalah calon penerus agama Islam. Selain itu, honorarium di sekolah Muhammadiyah ditabung untuk keperluan akhirat, tidak hanya untuk kebutuhan duniawi saja," ujar Atika saat acara yang berlangsung pada Kamis (29/12) ini.
Senada dengan Atika, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Tulungagung, Imam mengajak seluruh elemen AUM pendidikan di PCM Besuki untuk membesarkan AUM bersama-sama, yaitu jenjang pendidikan di Muhammadiyah harus linier, anak mulai dididik dari RA, TK ABA, SD/MI Muhammdiyah. "Sedangkan untuk tingkat SMP, bisa di MBS Bandung dan tingkat Atas ke MA Muhammadiyah Bandung," imbuhnya.
Pada acara ini, Lazismu Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan kepada 51 tenaga pendidik sekolah Muhammadiyah yang ada di Kecamatan Besuki. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, telur, gula, kopi, teh, dan sarden. Hendra Pornama mewakili Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Tulungagung mengucapkan terima kasih kepada pihak donatur dan Alfamart yang telah membantu penyaluran ini. "Terima kasih kami ucapkan kepada donatur Lazismu dan Alfamart," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Hendra Pornama]

Penerima manfaat program tersebut adalah Rusmidi, warga Desa Kaliurip, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas. Rumah miliknya menjadi yang terakhir dibedah oleh Lazismu pada tahun ini. Penyerahan bantuan ini berlangsung pada Rabu (28/12) yang dihadiri oleh berbagai elemen, seperti Pemerintah Desa Kaliurip, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, serta warga sekitar.
Kitam Sumardi, Kepala Desa Kaliurip berharap agar dengan adanya rumah yang telah selesai dibedah ini dapat semakin menambah semangat Rusmidi dalam beribadah. Selain itu, ia berharap agar Rusmidi pun menjadi teladan bagi warga lainnya. "Dengan rumah yang telah diberikan bisa menjadikan Rusmidi dan keluarga menjadi lebih semangat dalam beribadah dan bisa menjadi teladan baik bagi warga lain," harapnya.
Sementara itu, Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas, Sabar Waluyo mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan mereka yang terlibat dalam program ini. Ia juga berharap agar tahun depan program serupa dapat terus berjalan. "Alhamdulillah berkat doa dan dukungan muzakki, munfiq, mutashodiq, dan Sobat Lazismu semua berbagai program bisa terealisasi dengan lancar. Dan semoga khusus program Bedah Rumah tahun depan bisa lebih inovatif dan memberikan manfaat lebih bagi penerima," ungkapnya.
Seperti halnya rumah lain yang telah dibedah, rumah Rusmidi memerlukan waktu selama tujuh hari dalam proses program Bedah Rumah sampai akhirnya diserahkan. Rusmidi tinggal bersama istri serta anaknya dan dikenal sebagai warga yang hidup rukun bersama warga lainnya. Sampai pada penghujung tahun 2022 terdapat total 48 rumah yang sudah dibedah oleh Lazismu dan menjadi lebih layak untuk dihuni.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

