

Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyikapi kejadian ini dengan mengerahkan potensi relawan yang ada di sekitar lokasi untuk melakukan respons cepat. Selain itu, tim asistensi juga diterjunkan untuk melakukan respons tanggap darurat. Hal ini dikemukakan oleh Ketua MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Budi Setiawan.
"Hari ini Allah memberikan satu cobaan kita bersama dengan adanya gempa di Cianjur. Untuk itu saya Budi Setiawan, Ketua MDMC, meminta kepada relawan di Cianjur dan Jawa Barat untuk segera berkoordinasi untuk melakukan respon cepat. MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan segera menuju ke lokasi untuk melakukan pengembangan, kegiatan dan respon. Sehingga kemudian semuanya berlangsung dengan seksama," terang Budi.
Instruksi tersebut disampaikan oleh MDMC PP Muhammadiyah segera pasca gempa bumi terjadi. Budi juga mengajak kepada warga Muhammadiyah untuk membantu mereka yang terdampak bencana, terutama masih dalam suasana semangat Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48. Hal ini akan menunjukkan bahwa keluarga besar Muhammadiyah tetap sabar dan semangat membantu sesama meski sedang melaksanakan kegiatan. "Kepada semua keluarga besar Muhammadiyah dengan semangat sukses muktamar marilah kita membantu saudara-saudara kita di Cianjur," ajaknya.
Aksi kemanusiaan ini juga didukung oleh Lazismu, sesuai dengan semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR). Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Suryanto menekankan, semangat OMOR menjadi landasan dalam bergerak bersama membantu warga yang terdampak gempa. Hal ini juga untuk menghindari tumpang tindih tupoksi agar upaya respons dalam dilakukan secara cepat, efektif, efisien, dan tepat sasaran.
"Lazismu dalam hal ini berperan sebagai penghimpun dana yang akan disalurkan melalui program Indonesia Siaga yang bekerja sama dengan MDMC dalam respons tanggap darurat. Kita akan memberikan dukungan agar respons ini dapat berjalan dengan cepat, efektif, efisien, dan tepat sasaran. Karena itulah, dalam bekerja kita menjunjung semangat OMOR," tegas Edi.
Edi juga menghimbau kepada Lazismu di semua tingkatan untuk menghimpun dana kebencanaan. Selain dengan adanya gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Lazismu harus siap siaga mendukung MDMC jika terjadi bencana lain, meski hal ini bukanlah yang diharapkan oleh semua pihak. "Kepada semua Lazismu agar menyiapkan diri, dalam hal ini dukungan untuk respons kebencanaan. Meski kita tidak mengharapkan terjadi bencana, kita tetap harus bersiap, terutama dalam hal pendanaan," ujarnya.
Kedermawanan, menurut Edi, adalah modal utama Lazismu dalam menghimpun dana untuk kebencanaan. Ia pun mengajak para muzakki untuk mengulurkan tangan guna membantu mereka yang terdampak bencana ini. Lazismu sudah menyiapkan kemudahan untuk berbagi melalui beragam kanal donasi.
"Kita buktikan hasil riset, bahwa negara indonesia menjadi negara dengan penduduk paling dermawan melalui penggalangan dana secara masif yang dilakukan oleh seluruh kantor, baik daalam maupun luar negeri. Untuk itu kepada masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat dimudahkan melalui kantor Lazismu yg tersebar disegala penjuru tanah air dan berbagai kanal donasi yang sudah disiapkan," jelas Edi.
Selain mendapatkan dukungan dari relawan Muhammadiyah yang ada di sekitar lokasi terdampak gempa bumi, MDMC Jawa Barat juga mengerahkan para personilnya untuk mendukung aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh relawan Muhammadiyah Kabupaten Cianjur. Sekretaris MDMC Jawa Barat, Ade Irvan Nugraha menyebutkan bahwa tercatat tiga personil dari MDMC Jawa Barat, delapan dari Kabupaten Bogor, dan lima dari Kota Bandung turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini. "Relawan Muhammadiyah Cianjur sudah bergerak, Pos Koordinasi (Poskor) di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cianjur," ungkapnya.
Guna melengkapi tim respon yang dikerahkan ke Cianjur, MDMC PP Muhammadiyah juga mengerahkan tim medis dari Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung dan Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Setiap rumah sakit mengirimkan lima personil, terdiri dari satu orang dokter, dua orang perawat, satu tenaga farmasi dan satu orang logistik guna mendukung tim asistensi yang telah diterjunkan ke lokasi terdampak. Pos Pelayanan (Posyan) juga didirikan di Islamic Centre Muhammadiyah yang beralamat di Jalan Cilengsar No. 10 Cipanas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Lazismu sebagai lembaga yang bernaung di bawah Muhammadiyah pun menyimpan harapan untuk kepemimpinan berikutnya. Hal ini disampaikan oleh Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D. selaku Penasihat Ahli Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah seusai acara peluncuran buku berjudul "Jejak Kebajikan, Cerita Aksi Layanan Lazismu" pada Jumat (18/11). Menurutnya, Lazismu saat ini telah banyak berkembang, meskipun diakui juga memiliki kekurangan.
"Saat ini sudah banyak perkembangan, banyak kekurangan juga. Tapi kita harapkan Lazismu ke depan bisa lebih solid, lebih mapan secara struktur, secara paradigmanya, dan secara capaiannya," ujar Hilman yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama.
Hilman pun berharap, keputusan-keputusan yang dihasilkan melalui Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 ini dapat dijalankan oleh Lazismu pada periode mendatang. InsyaAllah tahun ini, pada muktamar ini akan ada keputusan-keputusan baru yang terkait dengan rekomendasi isu-isu strategis, itu yang akan jadi bahan pertimbangan Lazismu, tentunya di masa periode berikutnya," ungkapnya.
Hilman Latief sebelumnya didaulat sebagai Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah. Saat diangkat menjadi Direktur Jenderal PHU Kementerian Agama, posisi pria kelahiran Tasikmalaya 47 tahun yang lalu ini digantikan oleh Dr. Mahli Zainuddin Tago, M.Si. yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah. Pada gelaran Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48, Hilman mengemban amanah sebagai bagian dari 13 orang anggota PP Muhammadiyah terpilih untuk periode 2022-2027.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Fathin Robbani Sukmana]

Pada pengantar yang diberikan oleh Muarawati Nurmalinda mewakili Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyebutkan bahwa buku ini berisi tentang beragam aksi kebajikan yang dilakukan oleh Lazismu pada kurun waktu beberapa tahun terakhir. Pembuatannya pun berawal dari penggalian cerita sukses dari Lazismu di wilayah dan daerah. Harapannya, berbagai cerita tersebut kemudian dapat menginspirasi kita.
"Akhirnya Lazismu pada hari ini akan meluncurkan sebuah buku Jejak Kebajikan, sebuah kumpulan cerita dari aksi-aksi kebajikan Lazismu, inovasi-inovasi, ijtihad-ijtihad tentang kebajikan berdasarkan kondisi riil di lapangan, sebuah ijtihad kebajikan dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan kepada Lazismu beberapa tahun terakhir. Cukup lama membuat buku ini, dari mulai sebuah ide, kemudian menggali cerita-cerita sukses di wilayah dan daerah, dan akhirnya memastikan ini cerita terbaik sebagai contoh yang bisa kita kembangkan di kemudian hari dan menjadi inspirasi untuk penyaluran dana yang disalurkan kepada kita," ujar Muarawati.
Hilman Latief selaku Penasihat Ahli Lazismu memberikan pandangannya bahwa ada hal-hal unik yang bisa ditemui dalam buku ini. Bukan menceritakan tentang kebanggaan yang telah dilakukan Lazismu, melainkan kontribusi yang telah diberikan untuk pembangunan. Ia juga berharap agar buku ini dapat menjadi bekal dan mendorong para amil dalam menjalankan berbagai program di Lazismu.
"Buku ini merupakan satu warisan dari sisi yang diimajinasikan oleh Lazismu dan kemudian diimplementasikan dalam tujuh tahun terakhir. InsyaAllah ini menjadi bekal buat aktivis Persyarikatan Muhammadiyah di waktu mendatang khususnya teman-teman yang bergerak di masyarakat. Ada hal unik yang ada di dalam buku ini. Buku ini bukan bercerita tentang kebanggaan apa yang telah kita lakukan, tetapi kita mendefinisikan kontribusi apa yang diberikan oleh Lazismu kepada pembangunan. Mudah-mudahan dengan terbitnya buku ini, kita ke depan semakin baik di dalam mengelola dan mengembangkan program-program, termasuk laporan kepada publik, termasuk publik internasional," tegas Hilman.
Sementara itu Puthut Ardianto mewakili Tim Program Ecoprint dengan aksi-aksi yang juga berkontribusi di dalam buku ini menerangkan, program ecoprint yang diusung oleh Lazismu memiliki dua hal mendasar yang selaras dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. "Ecoprint tidak hanya sekadar ecoprint, tetapi ketika kita mengusung ecoprint, paling tidak kita membantu untuk menyukseskan dua tujuan dari SDGs, yaitu tujuan nomor 12, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, dan nomor 13, penanganan perubahan iklim. Jadi dua tujuan ini yang menjadi salah satu dasar kenapa kita ingin menyebarkan virus-virus ecoprint. Bapak ibu yang ada di daerah yang memiliki sumber daya alam yang luar biasa bisa memanfaatkannya diolah menjadi sebuah produk dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi," terangnya.
Senada dengan Puthut, Elyusra Muallimin selaku Tim Program Timbang yang menjalankan kerja sama antara Lazismu dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) memaparkan, apa yang telah dilakukan oleh pihaknya memiliki tujuan untuk kebajikan, yaitu menekan angka stunting, seperti yang diceritakan dalam buku tersebut. "Proses kami mengurangi stunting di Cianjur cukup panjang. Kami mulai mengedukasi masyarakat yang tadinya tidak terlalu tertarik untuk datang ke posyandu, tidak terlalu tertarik untuk pemeriksaan keadaan anaknya, dan juga kondisi angka kekurangan gizi cukup tinggi. Karena stunting ini merupakan tanggung jawab bersama, kami hadir di sini sebagai organisasi masyarakat yang didukung oleh Lazismu," paparnya.
Sebagai penutup, penulis dari buku ini, Fauzan Sandiah menuturkan, buku ini merupakan persembahan bagi Amil Lazismu yang ada di seluruh Indonesia. Apa yang disajikan di dalam buku ini merupakan cerminan kerja Amil Lazismu dalam membantu umat. "Buku ini ditulis memakan waktu hampir lima bulan. Buku ini adalah persembahan dan juga hadiah untuk seluruh teman-teman Amil Lazismu seluruh Indonesia karena buku ini ditulis dan didedikasikan untuk merekam proses kreatif yang dilakukan oleh teman-teman Lazismu dan kegelisahan mereka untuk menjawab berbagai persoalan terkait dengan pengentasan kemiskinan, kebencanaan dan mitigasi, lingkungan hidup, pendidikan, sosial, dan masih banyak lagi," tuturnya.
Pada akhir acara, lima buah buku dibagikan kepada para hadirin yang menyaksikan acara ini. Untuk pemesanan dapat melalui tautan bit.ly/PesanBukuLazismu atau datang ke stand Lazismu di Zona 1 No.24-25 Muktamar Fair yang berlangsung di De' Tjolomadoe Cultural & Exhibition Center Karanganyar.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Hajriyanto memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan oleh Lazismu semalam ini. Ia pun mendorong agar amil Lazismu terus bersemangat dan melanjutkan kerja-kerja kemanusiaan yang telah dijalankan. Amanah dari para donatur harus terus dijalankan agar kepercayaan tersebut terus berlanjut.
"Kerja-kerja Lazismu tetap dilanjutkan ya, dalam bidang kemanusiaan, ekonomi, dan lain-lain, karena ini merupakan amanah dari para donatur dan saya berharap Lazismu bisa terus menjaga amanah dari para donatur tersebut," harap Hajriyanto.
Kedatangan Duta Besar LBBP untuk Lebanon ini disambut oleh Amil Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang berada di stand tersebut. Adi Rosadi selaku Ketua Pelaksana Tim Panitia Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 Lazismu PP Muhammadiyah menyebutkan, lokasi stand Lazismu cukup strategis sehingga memudahkan para pengunjung untuk menemukannya. "Stand kita berada tepat di ujung jalan, di belokan. Penataannya juga cukup menarik, selain diisi dengan berbagai permainan. Banyak juga doorprize untuk pengunjung," terangnya.

Menurut Adi, kedatangan Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon ke stand Lazismu memberikan kesan tersendiri kepada para amil. Pesan-pesan yang disampaikan dapat membangun semangat untuk menjaga amanah dalam berbagai program Lazismu. "Alhamdulillaah, beliau selalu memberikan semangat kepada Lazismu untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam melayani umat. Ini adalah bentuk perhatian beliau kepada lembaga kita," ujarnya.
Stand Lazismu juga memberikan layanan konsultasi ZISKA (zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya), gelar berbagai produk binaan Lazismu, permainan, Meet and Greet Samu Domu (ikon Qurban Lazismu), dan Visit Tour. Beragam dooprize juga akan memanjakan pengunjung yang mampir ke stand ini. Stand Lazismu dibuka sejak Kamis hingga Senin (17-21/11).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Berbagai program yang telah dijalankan oleh Lazismu mendapatkan apresiasi dari tokoh Muhammadiyah ini. Abdul Mu'ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menyampaikan ketertarikannya serta memuji program ecoprint. Ia pun sempat menanyakan bagaimana proses pembuatan ecoprint ini. "Ini menggunakan daun apa?" tanya Abdul Mu'ti.
Pertanyaan ini dijawab oleh Mochammad Sholeh Farabi selaku Manajer Program Ekonomi dan Kesehatan Lazismu PP Muhammadiyah. Ia menjelaskan, bahan-bahan yang digunakan adalah bahan yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan. "Semua daun bisa digunakan pak, seperti daun jati dan lain-lain, jadi ini memanfaatkan daun-daun yang ada di sekitar rumah," ujar Farabi.

Senada dengan Farabi, Falhan Nian Akbar selaku Manajer HRD, Event dan Diklat Lazismu PP Muhammadiyah yang pernah menjalankan program ecoprint menambahkan, pelatihan ecoprint Lazismu menyasar para penerima manfaat yang ada di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. "Program ecoprint ini untuk di wilayah Jawa Tengah, di antaranya Magelang, Klaten, Banjarnegara, Banyumas, dan Sragen. Pengembangan program ekonomi ini sangat membantu masyarakat apalagi di masa pasca pandemi," terang Falhan.
Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir juga menyampaikan apresiasinya terhadap program ecoprint Lazismu. Sebagai wilayah penerima program tersebut, masyarakat di sana merasakan manfaat ecoprint, terlebih pada masa pasca pandemi ini. "Pengembangan program ekonomi ini sangat membantu masyarakat apalagi di masa pasca pandemi," tuturnya.
Stand Lazismu menyajikan berbagai keseruan. Ada layanan konsultasi ZISKA (zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya), gelar berbagai produk binaan Lazismu, permainan, Meet and Greet Samu Domu (ikon Qurban Lazismu), serta Visit Tour. Beragam dooprize juga disediakan kepada para pengunjung yang mampir dan mengikuti berbagai permainan di stand yang dibuka mulai Kamis sampai Senin (17-21/11) ini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Sejak stand Lazismu dibuka pada Kamis (17/11), para pengunjung mulai berdatangan untuk mengunjungi. Berbagai hal menarik bisa ditemukan di sini. Ada konsultasi ZISKA (zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya), gelar berbagai produk binaan Lazismu, permainan, Meet and Greet Samu Domu (ikon Qurban Lazismu), dan Visit Tour. Para pengunjung juga akan mendapatkan beragam dooprize.
Ketua Pelaksana Tim Panitia Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Adi Rosyadi menjelaskan, stand Lazismu akan memeriahkan rangkaian Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 mulai Kamis hingga Senin (17-21/11). Selain ikut serta dalam Muktamar Fair, keberadaan stand ini adalah sebagai sarana edukasi dan lebih memperkenalkan Lazismu kepada pengunjung, khususnya warga persyarikatan. Pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai bingkisan.
"Lazismu sebagai lembaga milik persyarikatan ikut serta dalam perhelatan besar ini. Ini kesempatan untuk lebih memperkenalkan Lazismu kepada khalayak pengunjung muktamar. Kita juga akan memanjakan pengunjung dengan beragam doorprize," ujar Adi yang juga menjabat sebagai Manajer Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah.
Para pengunjung pun terlihat ceria menikmati berbagai permainan. Ular tangga adalah salah satu yang digemari. Di dalamnya ada muatan edukasi kepada mereka yang memainkannya. Para pengunjung dari SD Muhammadiyah 16 Surakarta misalnya. Tiga orang ibu-ibu Penggembira Muktamar ini turut serta dalam permainan ular tangga. Semuanya larut dalam permainan dan gembira saat mendapatkan hadiah dari Lazismu. "Edukasi, menggembirakan, dan menyemangati," tutur salah satunya saat ditanya tanggapan mengenai stand Lazismu.
Lazismu juga akan memeriahkan Muktamar Fair dengan meluncurkan buku berjudul "Jejak Kebajikan, Cerita Aksi Layanan Lazismu" pada Jumat (18/11) pukul 10.20 WIB hingga selesai. Acara ini akan berlangsung di Panggung Utama De Tjolomadoe. Narasumber yang akan berhadir yaitu Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D. (Penasihat Ahli Lazismu PP Muhammadiyah), Fauzan Sandiah (Penulis), Elyusra Muallaimin, S.Psi, M.M. (Tim Program Timbang), dan Putut (Tim Program Ecoprint).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

