

Bertempat di TK ABA 12 yang terletak di Gang Pusara, Kuin Selatan, Kota Banjarmasin, acara syukuran dilakukan sebagai awal dimulainya program Save Our School ini. Acara yang berlangsung pada Jumat (04/11) ini dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banjarmasin, Manajer Ziswaf Regional IX Bank Syariah Indonesia (BSI) Kota Banjarmasin, dan jajaran pengurus Lazismu Kota Banjarmasin.
Pada sambutannya, Sekretaris PDM Kota Banjarmasin, Nurdin Syahri sangat mengapresiasi program Save Our School Lazismu. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi sarana dakwah Muhammadiyah kepada warga Kota Banjarmasin. Ia pun berharap agar apa yang telah dilakukan oleh Lazismu mendapatkan dukungan dari semua pihak, terutama warga Muhammadiyah.
"Kami sangat mengapresiasi kinerja Lazismu yang terus memmberikan program pemberdayaan, sebagai bentuk dakwah persyarikatan kepada warga. Semoga ke depannya lebih banyak dukungan yang masuk dari semua unsur persyarikatan baik dari pimpinan dan warga muhammadiyah yang lainnya," ucap Nurdin dalam sambutannya.
Selain penyerahan bantuan program Save Our School kepada TK ABA, dalam kesempatan ini juga diberikan bantuan kepada guru-guru honorer SD Muhammadiyah 3 Kota Banjarmasin yang masih mendapatkan gaji di bawah UMR (Upah Minimum Regional). Sementara itu, Kantor Layanan (KL) Lazismu Al-Muhajirin juga turut menyerahkan bantuan untuk program Pendampingan Mualaf sebesar satu juta rupiah melalui program Pemberdayaan UMKM. Harapannya, bantuan ini dapat menambah modal usaha kecil yang dimiliki sehingga dapat menopang kehidupan sehari-hari.
Harry Muslim selaku Manajer Ziswaf Regional IX BSI Kota Banjarmasin mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berupaya memberikan dukungan untuk pemberdayaan masyarakat sebagai komitmen dalam membangun kekuatan ekonomi umat. Oleh karena itu, BSI Kota Banjarmasin sangat mendukung program-program yang telah dilaksanakan oleh Lazismu Kota Banjarmasin.
"BSI akan terus berupaya memberikan dukungan untuk pemberdayaan masyarakat karena itu merupakan komitmen kami dalam membantu kemaslahatan umat, sekaligus membangun kekuatan ekonomi umat. Kami juga sangat mendukung seluruh program yang dilaksanakan oleh Lazismu Kota Banjarmasin dalam membantu kemaslahatan umat," ungkap Harry.
Ucapan syukur juga disampaikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Banjarmasin, H. Sarbaini dalam sambutannya. Ia mengungkapkan, program Save Our School ini merupakan awal bantuan yang akan diberikan kepada seluruh sekolah Muhammadiyah yang ada di Kota Banjarmasin.
"Program Save Our School mulai kita kerjakan pertama di TK ABA 29, kemudian insyaAllah akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah swasta lainnya yang memerlukan bantuan ini. Selain itu kami mengucapkan terima kasih atas dukungan para donatur, lembaga, dan persyarikatan yang turut membantu LazisMu selama ini. Kami berharap kerja sama dalam pemberdayaan umat ini bisa terus berjalan," pungkas Sarbaini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Program Gaharu Muda (Everyone A Changemaker) telah menghasilkan 24 rencana aksi siswa dan 17 rencana aksi guru yang memberi solusi untuk berbagai masalah di bidang sosial dan lingkungan di sekitar sekolah. Setelah melalui proses yang ketat akhirnya diperoleh 6 Rencana Aksi Terbaik yang ditampilkan pada acara Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Kota Surakarta. Kemudian diperlukan langkah selanjutnya untuk menindaklanjuti rencana aksi yang telah dibuat oleh para peserta program agar inisiatif ini dapat memberi dampak yang nyata di masyarakat.
Rangkaian program Gaharu Muda ini kemudian ditutup pada Sabtu (26/11) secara virtual sebagai ruang bagi peserta dan pelaksana untuk melakukan refleksi dan apresiasi terhadap jalannya program yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah tersebut. Acara ini dihadiri oleh para panelis yang terdiri dari Ir. Nani Zulminarni (Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara), Dr. Mahli Zainuddin Tago, M.Si. (Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah), serta Dr. H. Sungkowo M, M.Si. (Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah).
Ketua Dikdasmen PP Muhammadiyah, Dr. H. Sungkowo M, M.Si. dalam acara tersebut berharap agar program Gaharu Muda dapat dilanjutkan pada periode berikutnya. Sementara itu, Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara, Ir. Nani Zulminarni berharap program ini dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenali diri dan lingkungannya agar menjadi pemimpin muda dalam mengembangkan gerakan perubahan yang lebih luas, mulai dari kampung hingga negara. Selain itu, para peserta yang terpilih juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan testimoni terkait pembelajaran yang didapat selama program ini berlangsung. Penyerahan sertifikat pun dilakukan oleh Ashoka Indonesia dan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah kepada perwakilan peserta dalam sesi terakhir.
Program Gaharu Muda didasari atas data jumlah pemuda dari Badan Pusat Statistik 2021 sebanyak sekitar 64,90 juta jiwa atau 23,90% dari total jumlah penduduk Indonesia. Anak muda ini merupakan bagian terpenting dari sumber daya manusia di Indonesia. Namun persoalan anak muda kerap kali menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar Indonesia benar-benar mampu memanfaatkan bonus demografi yang sudah terjadi sejak tahun 2012 ini dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2030 mendatang. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas anak muda Indonesia pun terus dilakukan, salah satunya dimulai dari sekolah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Kala itu Fadly mengira bahwa yang menawar hanya sekadar main-main saja. Namun ternyata, jual beli pun terwujud. Dengan wajah riang, Fadly mengucapkan terima kasih kepada salah seorang pembeli. Ia pun berseloroh bisa membuka donasi untuk korban gempa Cianjur.
Pemilik TAN Skin, Hendry Tan kemudian mendukung Fadly dalam berdonasi dari hasil penjualan toner Glass Skin bekas Fadly untuk membantu korban gempa Cianjur. Pihaknya kemudian mengalikan hasil penjualan toner tersebut sebanyak sepuluh kali lipat, sehingga angka donasi menjadi lima puluh juta rupiah. Setelah mendapatkan saran dan mencari informasi bersama Hendry Tan dan Gil Gladys (Direktur TAN Skin), Fadly yang sebelumnya bingung mencari lembaga untuk mengelola hasil donasi onlinenya menjatuhkan pilihan kepada Lazismu.
Pihak Fadly pun mewanti-wanti Lazismu untuk mengelolanya dana tersebut dan meminta rincian serta dokumentasi saat di lapangan. "Kita semua udah wanti-wanti ke tim Lazismu untuk minta rincian pengolahan dananya dan dokumentasi saat di lapangan," ujarnya.
Fadly pun berterima kasih kepada Hendry Tan dan Gil Gladys yang mendukung penggalangan donasi ini hingga berbuah manis. Bahkan sudah menambahkan donasinya yang dadakan sampai sepuluh kali lipat. "Semoga ini bukan kerjasama kita yang terakhir," tutupnya.
Penyerahan donasi dilakukan pada awal Desember 2022 secara simbolis di kantor Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Direktur Fundraising Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Edi Muktiono menjelaskan, pihaknya kedatangan tamu yang tak pernah terduga sebelumnya. Ada dua orang yang menyampaikan informasi bahwa kehadirannya untuk menyampaikan amanah donasi gempa Cianjur. "Mereka adalah selebgram atau artis yang dikenal dengan Fadly dan Tan Skin," jelasnya.
Fadly Faisal, sambung Edi, saat itu berhalangan hadir. Namun ia mengikuti rangkaian penyerahan donasi melalui video call. Edi pun mewakili Lazismu mengucapkan terima kasih atas kedatangan Fadly Faisal dan TAN Skin yang telah memercayakan donasinya untuk korban gempa Cianjur melalui Lazismu. "Alhamdulillah. TAN Skin dan Fadly menyerahkan hasil donasi untuk gempa Cianjur sebesar lima puluh juta rupiah," tandasnya.
Hasil donasi tersebut kemudian disalurkan kepada penerima manfaat dalam bentuk peralatan sekolah atau School Kit. Relawan di lapangan, Sani Sonjaya yang juga merupakan Manajer Regional Lazismu Wilayah Jawa Barat mengatakan bahwa lokasi penyaluran berada di Kampung Ciputri, Ciherang, Kecamatan Pacet. Di lokasi ini Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah mendirikan sekolah darurat untuk para penyintas anak-anak.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

Muarawati Nur Malinda yang hadir selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan mengharapkan, program EdutabMu merupakan bentuk investasi jangka panjang yang diharapkan dapat melahirkan peserta didik, guru, dan sekolah Muhammadiyah yang berkualitas. "Kami berharap sekolah penerima program EdutabMu benar-benar bisa memanfaatkan dan memaksimalkan program ini bagi kemajuan siswa, guru, dan sekolah," harapnya.
Selain bermitra dengan sekolah Enuma sebagai penyedia aplikasi untuk tiga mata pelajaran, Lazismu juga mendorong Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah untuk membuat aplikasi pembelajaran digital untuk materi-materi Islam, Kemuhammadiyahan, dan bahasa Arab atau Ismuba. Muarawati menerangkan, aplikasi ini diharapkan dapat segera selesai sehingga dapat diujicobakan kepada sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat program EdutabMu. Pihaknya pun selanjutnya dapat mendukung pembuatan aplikasi pelajaran lainnya.
“Kita sudah memberikan dukungan pada Dikdasmen untuk mengembangan aplikasi pembelajaran Ismuba. Dan saat ini kita sudah mulai mendistribusikan dana untuk pelajaran Kemuhammadiyahan. Harapannya ini segera selesai dan diujicobakan ke sekolah yang sudah terlibat dalam program EdutabMu. Selanjutnya kita bisa mendukung pembuatan pelajaran Ismuba lainnya, bahkan mata pelajaran umum lainnya," terang Muarawati.
Mewakili The Head Foundation, Dr. CD Liang saat memberikan sambutan di SD Muhammadiyah 34 mengaku sangat berbahagia lantaran melihat langsung bahwa murid-murid di sekolah ini dapat melakukan proses dan model pembelajaran yang sejatinya sedang terjadi di dunia global yaitu pembelajaran secara digital. "Sistem pembelajaran ini bukan berarti ingin menggantikan peran guru. Tapi tujuannya untuk melengkapi guru agar memiliki kapasitas, agar lebih lihai dan up-to-date dengan proses pembelajaran," ungkapnya.
Dr. CD Liang melanjutkan, aplikasi Sekolah Enuma yang menghadirkan pembelajaran Bahasa Indoneaia, Matematika dan Bahasa Inggris dapat memantau perkembangan siswa secara personal sesuai kemampuan dan minat yang ada pada masing-masing siswa. Oleh karena itu sangat penting bagi para guru untuk memantau perkembangan siswa melalui Learning Management System (LMS).
Saat mengunjungi SD Muhammadiyah 25 Medan, Lazismu bersama The Head Foundation didampingi pelaksana program Dikdasmen dan Enuma mendengarkan beragam permasalahan yang dihadapi oleh guru dan murid saat melaksanakan proses pembelajaran EdutabMu. Beberapa solusi pun diberikan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Selain The Head Foundation, program EdutabMu juga mendapatkan dukungan dari Bank Mega Syariah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Hal ini disampaikan oleh Muarawati Nur Malinda selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan saat acara bincang santai pada Senin (05/12) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Medan. Acara ini diikuti oleh pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Utara, Lazismu Kota Medan, dan Lazismu Kota Binjai. Lazismu Wilayah Sumatra Utara dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Basir Hasibuan, Ketua Badan Pengawas Syaiful Hadi, dan Eksekutif Andika serta Putrama Al-Khair.
Muarawati mengawali perbincangan tersebut dengan menjelaskan raihan terbaik Lazismu sebagai salah satu lembaga filantropi pengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA) pada Indonesia's SDGs Action Awards 2022. Pada ajang bergengsi ini, Lazismu meraih predikat Pemenang Terbaik I Kategori Filantropi. Penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada berbagai pihak yang turut mendukung pencapaian SDGs, salah satunya kepada lembaga filantropi.
Berikutnya, Muarawati menyinggung perubahan paradigma pendistribusian menjadi pemberdayaan yang ada di Lazismu. Pada awal kehadiran Lazismu, bantuan lebih diutamakan pada program-program jangka pendek dengan penyaluran untuk kebutuhan konsumtif. Namun kini ke depannya, Lazismu akan lebih berkonsentrasi pada kegiatan pemberdayaan yang memiliki kepentingan jangka panjang, misalnya membantu sektor ekonomi.
Muarawati kemudian menjelaskan 13 Rekomendasi Muktamar Muhammadiyah serta 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini menurutnya harus dipahami oleh semua pengurus Lazismu dan menjadi referensi dalam penyusunan program. Di antara bagian dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tersebut adalah mengakhiri kemiskinan, mengakhiri kelaparan, memastikan kehidupan yang sehat, mengahadirkan pendidikan yang inklusif, hingga memastikan terjadinya pertumbuhan ekonomi.
Beberapa contoh program Lazismu pun dijelaskan oleh Muarawati, seperti EdutabMu, Timbang (Tingkatkan Kemampuan Gizi Seimbang), dan Sekolah Cerdas. Ketiganya diusung sebagai "Best Practice" dalam Indonesia's SDGs Action Awards 2022. Dari ketiga contoh program tersebut, ia pun berharap dapat menginspirasi para pengurus Lazismu dalam menyusun program-program pemberdayaan dan berkelanjutan. Muarawati juga berdiskusi mengenai penyusunan program seperti isu stunting, beasiswa, dan ekonomi, serta berbagi cerita sukses Lazismu di salah satu daerah dengan program industri tapioka yang kemudian berkembang menjadi merek Rumah Mocaf Indonesia.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Perluasan cakupan pelayanan kepada para penyintas gempa di Kabupaten Cianjur ini menurut Koordinator Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Indrayanto akan fokus kepada enam layanan. "Kami akan fokus pada layanan kesehatan, hunian, air dan sanitasi, logistik makanan dan non makanan, dukungan psikososial serta pendidikan darurat," ujarnya.
Lima lokasi Posyan Muhammadiyah tersebut yaitu Posyan 1 Ciherang di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur yang akan dijalankan oleh MDMC Jawa Barat dengan tim pendamping psikososial dari Uhamka, Jakarta. Posyan 2 Cariu di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang akan dijalankan oleh MDMC Jawa Timur dengan dan pendampingan psikososial dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kemudian Posyan 3 Kampung Tipar Kaler di Desa Limbangsari, Kecamatan Cianjur akan dijalankan oleh MDMC Jawa Barat dengan kegiatan tim pendampingan psikososial dari MDMC Lampung. Posyan 4 Kampung Barukaso di Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang dijalankan oleh MDMC Jawa Tengah dengan tim pendamping psikososial dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Terakhir, Posyan 5 Kampung Cieundeur di Desa Cieundeur, Kecamatan Warungkondang akan dijalankan oleh MDMC DI Yogyakarta dengan tim pendampingan psikososial dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
Indrayanto melanjutkan, saat ini terdapat 175 personil yang ditempatkan untuk menjalankan kelima Posyan Muhammadiyah tersebut. Personil ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. "Nantinya para relawan akan ditempatkan secara bergantian, di rolling," imbuhnya.
Sementara itu, Ade Irvan Nugraha selaku Sekretaris MDMC Jawa Barat menuturkan, di Posyan 1 Ciherang, para relawan Muhammadiyah mendirikan sekolah darurat untuk anak-anak penyintas gempa. Sekolah tersebut berada di atas lahan pertanian milik warga. "Sekolah darurat ini menggantikan SD Negeri yang rusak, menggunakan lahan sayuran milik warga," tuturnya.
Sekolah ini bisa didirikan setelah kesepakatan tercapai dengan pemilik lahan yaitu biaya pengganti tanaman sebesar dua juta rupiah. Sekolah ini akan dijalankan dengan cara kolaborasi antara relawan Muhammadiyah dan guru-guru setempat yang selama ini mengajar para siswa. "Nanti diusahakan dari UMMI (Universitas Muhammadiyah Sukabumi)," terangnya.
Senada dengan Ade, Ketua Posyan Ciherang, Ridwansah melaporkan bahwa tiga unit tenda untuk sekolah darurat sudah didirikan pada Kamis (01/12). Tenda ini sedianya akan mampu menampung 381 anak-anak kampung Ciherang Rawajaya untuk mengikuti proses belajar mengajar. Sekolah darurat ini didirikan untuk membantu anak-anak penyintas gempa di Kampung Ciherang Rawajaya agar dapat kembali mengenyam pendidika guna meringankan beban psikologis pasca gempa. "Selanjutnya diharapkan agar anak terbiasa kembali menjalani aktivitas tanpa merasa takut atau cemas," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

