

Kepala Bidang Sosial Mayarakat HMJ THP, Muhammad Adi menuturkan, aksi ini dilakukan guna membantu saudara-saudara di Kabupaten Tapanuli Utara. Meski tidak bisa turun langsung ke lokasi, melalui penggalangan dana ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk menolong mereka yang terdampak bencana. "Karena saudara kita sangat membutuhkan di sana, seperti makanan, medis, dan juga tempat tinggal sementara. Kami tidak bisa melakukan aksi secara langsung disana, yang bisa kami lakukan hanya membantu tenaga untuk mengumpulkan donasi dari Pekanbaru untuk bencana di Tapanuli ini," jelasnya.
Adi melanjutkan, hasil dari penggalangan dana ini akan disalurkan melalui Lazismu Kota Pekanbaru. Ia pun berharap agar dana tersebut dapat berguna bagi masyarakat Tapanuli Utara yang terdampak gempa. "Kami sedang mencari sebuah komunitas dalam kegiatan sosial, kebetulan HMJ THP dan kami juga pernah menyalurkan dana donasi ke Lazismu Pekanbaru. Semoga donasi yang telah disalurkan dapat berguna bagi masyarakat Tapanuli dan mendapatkan berkah, ridho, serta hidayah dari Tuhan yang Maha Esa," ungkapnya.
Manajer Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo menerangkan bahwa gempabumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara menggugah keprihatinan kita semua. Ia pun menyambut baik aksi yang dilakukan oleh HMJ THP. Aksi ini dapat meringankan beban mereka yang terdampak bencana melalui donasi yang disalurkan.
"Bencana gempa yang terjadi di Tapanuli Utara menimbulkan dampak kerusakan bagi masyarakat yang berada di daerah lokasi bencana tentunya menumbuhkan keprihatinan dan simpati kita semua. Alhamdulillah, teman-teman mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Riau segera tanggap dan berinisiatif menggalang dana kemanusiaan yang diperuntukkan untuk membantu meringankan kesusahan saudara kita yang terkena bencana kemudian menitipkan dana ini melalui Lazismu Pekanbaru," sambut Agung.
Penyaluran dana yang dihimpun tersebut, jelas Agung, akan berkoordinasi dengan jaringan Lazismu yang ada di lokasi bencana. Bantuan yang diberikan dapat berupa perbaikan dan pemulihan bangunan yang rusak maupun kebutuhan lainnya. "Nantinya kita akan berkordinasi dengan jaringan Lazismu yang bergerak di lokasi bencana untuk dapat menyalurkan bantuan ini yang mungkin diarahkan untuk recovery perbaikan bangunan yang rusak ataupun kebutuhan lainnya.
Penggalangan dana tersebut dilaksanakan pada Ahad (09/10) di simpang Tabek Gadang Pekanbaru. Total penghimpunan berjumlah Rp. 1.300.000,- yang langsung disalurkan kepada Lazismu Kota Pekanbaru. Para pengguna jalan yang melintas terlihat antusias dengan memberikan bantuan dana.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yaitu Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Badan Pengurus Lazismu. Perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) yang berhadir yaitu Ketua Majelis Dikdasmen dan Koordinator Wilayah (Korwil) dari Sumatra Utara, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Turut berhadir Direktur The HEAD Foundation, Direktur Enuma Indonesia, serta perwakilan kepala sekolah dan guru penerima program EdutabMu baik secara langsung maupun daring.
Mewakili Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Muarawati Nurmalinda dalam sambutannya menuturkan, program EdutabMu ini merupakan bagian dari kerja-kerja Muhammadiyah yang dituangkan melalui Lazismu. "Esensi Lazismu yang dikelola oleh Muhammadiyah yang berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah juga kontribusi masyarakat untuk pembangunan, untuk dunia pendidikan. Kerja-kerja Muhammadiyah yang jauh lebih dahulu dan esensinya berasal dari zakat, infak, sedekah, bahkan wakaf dari keluarga besar Muhammadiyah," ujarnya.
Dalam menjalankan programnya, Lazismu mengikuti perkembangan zaman. Contohnya dari sisi pendidikan, saat ini dunia menjadi tanpa batas. Dunia pendidikan sudah tidak lagi memiliki batas ruang. "Mengikuti perkembangan zaman bahwa dunia sekarang tanpa batas. Dunia pendidikan sudah borderless, tidak ada batas ruang," terangnya.
Muarawati melanjutkan, tata kelola zakat sudah berubah. Kini, parameter yang digunakan bukan lagi seberapa banyak zakat yang dihimpun, tetapi seberapa jauh daya guna zakat tersebut bagi penerima manfaat. Ia pun menegaskan bahwa program EdutabMu bukan hanya bersifat jangka pendek, namun juga memiliki dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.
"Sekarang, fenomena sudah berubah. Seberapa jauh kita mampu menggunakan dana zakat untuk menjadikan mereka yang menerima zakat itu pada suatu saat menjadi pemberi zakat. Jadi kita harapkan anak-anak yang hari ini menerima program EdutabMu, tahun 2040 mereka adalah orang-orang yang berdampak pada kualitas pendidikan dan kepercayaan dirinya. Mereka akan menjadi pemimipin dan orang yang bermanfaat. Secara ekonomi mereka akan lebih baik dan menjadi pemberi zakat. Ini bukan sekadar program jangka pendek," tegas Muarawati.
Direktur Enuma Indonesia Juli Adrian memaparkan tiga komitmen dari pihaknya terhadap program EdutabMu ini. Pertama, Enuma akan selalu menghadirkan produk yang terbaik. Kedua adalah memberikan dukungan layanan terhadap penggunaan EdutabMu. Ketiga, Enuma menggandeng pihak terkait untuk memperluas program EdutabMu hingga bisa mencapai lebih banyak lagi sekolah dan siswa Muhammadiyah di Indonesia.
"Komitmen kami dari Enuma terhadap program ini ada tiga. Pertama, kami berusaha menghadirkan produk terbaik. Yang kedua dari segi learning support. Yang ketiga, kami bersama-sama dengan tim dari Dikdasmen memikirkan bagaimana caranya memperluas program ini ke sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah yang lain," ucap Juli.
Juli juga mengharapkan agar program EdutabMu dapat memberikan banyak manfaat bagi para peserta didik. Hal ini merupakan bagian dari upaya membantu mereka untuk mencapai cita-cita. "Kita sebagai orang tua dan guru hanya menjadi busur saja. Kita menjadi busur terbaik bagi mereka agar mereka bisa melesat secepat mungkin mencapai sasaran. Mudah-mudahan program EdutabMu ini membantu murid-murid kita lebih mampu berpikir, lebih kreatif, memecahkan masalah dan lain-lain, tidak hanya literasi," harapnya.
Director of Development The HEAD Foundation, CD Liang yang memberikan sambutan secara daring mengungkapkan, pihaknya memilih bekerja sama dengan Muhammadiyah dalam program EdutabMu karena yakin bahwa Muhammadiyah memiliki tata kelola yang baik. Di samping itu Muhammadiyah juga memiliki guru-guru dan kepala sekolah yang dapat memberikan hasil positif dalam penggunaan aplikasi Sekolah Enuma yang terpasang dalam EdutabMu di sekolah-sekolah Muhammadiyah. "Kami memilih untuk memberikan dukungan kepada sekolah Muhammadiyah karena kami yakin Muhammadiyah memiliki sumber daya organisasi dan manajemen yang baik. Muhammadiyah juga memiliki guru-guru dan kepala sekolah yang dapat memberikan hasil positif dalam penggunaan Sekolah Enuma," ungkapnya.
CD Liang melanjutkan, The HEAD Foundation mendapatkan tiga pelajaran berharga dari penerapan Sekolah Enuma dalam dua tahun terakhir. Pertama, EdutabMu menjangkau anak-anak usia dini. Oleh karena itu, peranan guru dalam mendampingi anak-anak untuk menggunakan EdutabMu sangatlah penting. Beruntung menurutnya, Enuma dan The HEAD Foundation yang bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah memiliki tim yang terus bekerja keras untuk melatih para guru dalam menggunakan aplikasi Sekolah Enuma yang ada pada perangkat EdutabMu.
"Kedua, kami harus efisien dalam penerapan Sekolah Enuma. Dengan harga perangkat keras dan lisensi dari Sekolah Enuma yang tidak sedikit ini, kami berharap bahwa EdutabMu dapat dipergunakan sebaik mungkin. Kami tidak ingin hanya berada di dalam lemari sekolah. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memastikan EdutabMu dapat dipergunakan oleh lebih banyak pelajar," lanjut CD Liang.
Terakhir, CD Liang menjelaskan, aplikasi Sekolah Enuma pada perangkat EdutabMu akan terus dikembangkan berdasarkan analisis data dari pengguna. Ia berharap, kinerja program Sekolah Enuma akan dapat ditingkatkan. "Ketiga, analisis terhadap Sekolah Enuma sangat penting. Sebagai perangkat digital, Sekolah Enuma mengumpulkan data seperti berapa lama anak menggunakan EdutabMu, bagaimana anak berproses, dan seberapa cepat mereka belajar. Dengan analisis data, kami bisa meningkatkan kinerja program Sekolah Enuma," pungkasnya.
Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Kasiyarno menyebutkan, Muhammadiyah selalu menerapkan prinsip nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah. Pertama adalah semangat untuk berkemajuan. Pendidikan Muhammadiyah bersifat inklusif, tak hanya untuk warga muslim saja. "Sekolah Muhammadiyah bukan hanya untuk orang Islam, non muslim pun banyak. Jadi kita ini sifatnya inklusif. Jadi kalau Enuma membantu kita, tidak hanya membantu orang muslim, tapi seluruh Indonesia. Kita tidak ingin bangsa kita ini menjadi statis, tapi harus dinamis," sebutnya.
Kasiyarno melanjutkan, "Kedua, kita harus punya semangat modernisasi sistem pendidikan. Zaman dulu, Ahmad Dahlan menggabungkan antara pendidikan tradisional dengan pendidikan barat. Kita tidak tabu menggunakan sistem pendidikan barat di Muhammadiyah, karena sejak awal memang sudah seperti itu konsepnya."
Terakhir, terang Kasiyarno, Muhammadiyah juga menanamkan semangat memberikan nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan modern. "Kita ingin mewarnai pendidikan di Muhammadiyah ini tidak hanya sekadar memberikan ilmu-ilmu umum, namun juga mewarnai dengan nilai-nilai Islam. Kita juga harus mengajarkan agama dalam rangka untuk membangun karakter," ujarnya.

Program EdutabMu Batch II ini kemudian diluncurkan secara simbolis oleh Kasiyarno, ditandai dengan penyerahan EdutabMu kepada masing-masing Korwil dari Sumatra Utara, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber Penasihat Ahli Lazismu PP Muhammadiyah yang juga menginisiasi program Edutabmu, Hilman Latief; Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan Penanggungjawab EdutabMu, Kasiyarno; Rektor Universitas SiberMu (Siber Muhammadiyah), Bambang Riyanta, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan Korea Selatan, Gogot Suharwoto. Diskusi ini bertajuk Diseminasi Program EdutabMu "Digital Learning Acceleration".
Program EdutabMu berangkat dari situasi pandemi Covid-19 yang memaksa banyak pelajar harus menempuh pendidikan secara luring. Padahal, ada banyak materi pembelajaran yang tidak dapat diakses karena keterbatasan sarana internet. Selain itu, kualitas materi pembelajaran dan sumber daya guru yang dimiliki sekolah tidak merata. Dengan kehadiran program EdutabMu yang didukung oleh aplikasi Sekolah Enuma, akselerasi pembelajaran diharapkan dapat dilakukan secara efektif dan efisien, khususnya untuk mengantisipasi "learning loss" dan meningkatkan pencapaian literasi dasar bagi pelajar di sekolah Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Beasiswa Darwis memiliki nilai lebih dari program serupa yang ada di lingkungan Muhammadiyah. Staf program KL Lazismu Mantrijeron, Afifah Zulfahummifta Hidayat menjelaskan, program ini menerapkan sistem pembinaan langsung yang diberikan oleh para mentor. Selain itu, para penerima manfaat program ini juga akan menjalani ujian setiap semester.
"Program Beasiswa Darwis menerapkan sistem pembinaan dengan proses pembinaan langsung oleh para mentor dan ada ujian pada setiap semesternya. Penyaluran santunan Beasiswa Darwis setiap bulannya terbagi dengan beberapa kategori, yaitu Rp. 75.000,- untuk siswa SD, Rp. 105.000,- untuk siswa SMP dan Rp. 135.000,- per masing-masing anak," terang Afifah.
Kepala KL Lazismu Mantrijeron, Gilang Destya Widodo dalam keterangannya pada Rabu (12/10) berharap agar program Beasiswa Darwis dapat memberikan manfaat yang lebih panjang dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola. "Model pengelolaan yang berkelanjutan ini diharapkan bisa berjangka panjang sehingga ada ilmu yang bermanfaat kepada anak-anak. Semoga setiap amal kebaikan yang dikerjakan oleh anak asuh yang mengikuti program ini dapat mengalirkan pahala seluruh donatur yang mendukung program Darwis," harapnya.
Anisa Suci Insani, salah satu anak asuh penerima manfaat program Beasiswa Darwis menyampaikan kesan bahwa pembinaan ini sangat menyenangkan dan bermanfaat. Ia telah mengikuti program ini sejak usia sembilan tahun. "Sangat menyenangkan. Dari yang awalnya saya tidak mengetahui sesuatu menjadi mengetahui dan juga saat mentor menyampaikan materi kami lebih mudah memahaminya dan juga lebih mudah menerimanya. Para mentornya juga sangat baik dan juga sangat ramah, jadi saat pembinaan itu suasananya tidak tegang, tidak canggung sama sekali. Saat pembinaan juga kami sering berbagi pengalaman pribadi sehingga menambah pengetahuan kami," ungkapnya.
Meski masih terbilang muda, program Beasiswa Darwis memiliki kegiatan yang beragam. Pembinaan program dilakukan dua kali dalam sebulan, yaitu pada hari Ahad. Pada pembinaan ini, setiap penerima manfaat program wajib mengisi lembar mutaba'ah. Lembar ini merupakan media kontrol agar para mentor dapat memantau perkembangan ibadah dari penerima manfaat.
Selain pemantauan melalui lembar mutaba'ah, para penerima manfaat juga wajib mengikuti ujian sholat, hafalan doa sehari-hari, dan hafalan surah pendek. Ujian ini dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Saat ini sudah ratusan anak asuh yang mengikuti program Beasiswa Darwis dibimbing oleh pihak KL Lazismu Mantrijeron. Tujuan dari pembinaan ini adalah agar penerima manfaat tidak hanya mendapatkan beasiswa semata, namun juga mendapatkan bimbingan keagamaan, baik teori maupun praktik langsung. Selain itu, para penerima manfaat dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan serta semakin religius dalam menjalani kehidupan sehingga mampu mengantarkan mereka dalam meraih cita-citanya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Estiparia Febriani/Risma Khumairo Aulia Khasanah]

Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Cahyono saat peluncuran pada Kamis (06/10) menegaskan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperkuat nilai-nilai sosial. Dalam praktiknya, Gerakan 48 Aksi Sosial ini juga menggandeng majelis yang ada di lingkungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta. "Dalam rangka perkuat nilai-nilai sosial, Lazismu DI Yogyakarta bersama majelis tingkat wilayah membagikan bantuan kepada penerima manfaat. Kegiatan ini untuk menyongsong muktamar Muhammadiyah yang ke-48," tegasnya saat memberikan laporan kegiatan.
Senada dengan Cahyono, Ketua PWM DI Yogyakarta, Gita Danupranata menuturkan bahwa kerja sama antar majelis dalam kegiatan ini adalah untuk memudahkan dalam dakwah di persyarikatan. Menurutnya, aksi sosial semacam ini merupakan bagian dari cara dakwah Muhammadiyah, yaitu memberikan santunan kepada penerima manfaat yang rentan kemiskinan maupun warga dhuafa yang membutuhkan. "Ini merupakan ciri khas Muhammadiyah untuk berbagi, semoga menjadi amal saleh dan jadi ciri dakwah persyarikatan Muhammadiyah," ujarnya.
Program-program yang dijalankan antara lain Peduli Guru dengan pemberian 4800 paket sembako kepada guru TK ABA yang dimotori oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah DI Yogyakarta. Untuk bidang kesehatan dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian 2000 suplemen vitamin kepada pengemudi ojek online, Medical Check Up (MCU) untuk mubaligh dan mubalighat Muhammadiyah se-DI Yogyakarta, serta Muhammadiyah Peduli Stunting. Selain itu juga ada santunan untuk dhuafa, santunan untuk difabel, dan penanganan TB melalui melalui kerja sama Lazismu dan PKU Muhammadiyah Yogyakarta Gamping.
Di samping penyaluran bantuan kepada penerima manfaat yang membutuhkan juga dilakukan penanaman 4800 pohon sebagai bentuk gerakan penghijauan bumi yang dilakukan oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH). Bantuan sarana dan prasarana juga diberikan kepada sekolah melalui program Save Our School (SOS) melalui Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen). Sementara bantuan kepada guru-guru TK mendapatkan dukungan dari BPD DI Yogyakarta Syariah.
Lazismu Wilayah DI Yogyakarta juga meramaikan acara dengan mendirikan gerai dengan memamerkan produk binaan UMKM seperti kacang bawang, sapu, pisau, hingga membagikan pohon buah gratis. Selain itu Lazismu juga menawarkan berbagai layanan zakat, infak, dan sedekah. Tak lupa di gerai Lazismu juga menyediakan cenderamata Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah serta MJE.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya, Warsono menyampaikan, filantropi Islam merupakan praktik kedermawanan. Tidak hanya dilakukan oleh individu semata, praktik ini juga digiatkan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ). "Saat ini konsep filantropi Islam berkembang dengan pesat. Praktiknya filantropi Islam tidak hanya dilakukan oleh individu tetapi berkembang dengan banyak berdiri Lembaga Amil Zakat," ungkapnya.
Dengan ikhtiar pemberdayaan melalui konsep dana zakat produktif, menurut Warsono, Lazismu Kota Surabaya pun ikut serta berperan aktif. Wujud peran ini salah satunya adalah melalui penyaluran bantuan RombongMU. "Saat ini di Indonesia banyak lembaga zakat yang ikut berperan dalam upaya pemberdayaan melalui konsep dana zakat produktif, salah satunya Lazismu Kota Surabaya yang ikut berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Bina Mandiri Wirausaha (BMW) dan RombongMu," ujarnya.
Warsono kemudian menceritakan, turunnya perekonomian yang juga menghantam aktivitas usaha mikro kecil menengah (UMKM) tidak lepas dari pandemi Covid-19 yang mendera negeri ini. Untuk itu, upaya membangkitkan UMKM diharapkan dapat turut serta membangkitkan perekonomian. "Sektor UMKM dapat dijadikan salah satu penggerak kebangkitan ekonomi. Karena itu, sejumlah hambatan di sektor UMKM harus segera diatasi agar peluang pertumbuhan ekonomi pasca pandemi bisa bangkit kembali," harapnya.
Melalui penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan, Lazismu Kota Surabaya menyalurkan dua unit RombongMu. Bantuan untuk Anang Sugianto diterima langsung oleh sang istri yang tinggal di Jalan Kapas Madya, Kota Surabaya. Sementara RombongMu kedua diserahkan kepada Hartono, warga Kota Surabaya yang tinggal di Tubanan Baru. Rencananya, gerobak usaha ini akan dipergunakan untuk berjualan soto ayam dan bubur kacang hijau.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Dalam rangka penyusunan RAPB 2023, Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar kegiatan bertajuk "Workshop Penyusunan RAPB" yang berlangsung secara daring. Acara ini diikuti oleh perwakilan dari 27 kantor wilayah Lazismu, masing-masing diikuti empat orang peserta yaitu dua orang staf keuangan, satu orang Wakil Ketua Badan Pengurus Bidang Keuangan, dan satu orang dari Badan Pengawas. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada Senin-Selasa (27-28/09).
Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin dalam sambutannya menyebutkan, persiapan dalam menyambut periode baru di Lazismu pada berbagai tingkatan perlu untuk dilakukan. Salah satu bentuknya adalah menyiapkan instrumen berupa RAPB. "Kita perlu menyiapkan berbagai instrumen untuk periode mendatang. Siapapun mereka yang akan memimpin Lazismu di berbagai level, pusat, wilayah, daerah, maupun kantor layanan, insyaAllah Lazismu ke depan akan makin baik. Bagian dari usaha itu adalah penyiapan berbagai instrumen," ujarnya.
Mahli kemudian menyampaikan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) Keuangan Lazismu akan segera diluncurkan. SIM Keuangan ini akan sangat membantu dalam penyusunan RAPB Lazismu mendatang. "SIM Keuangan kita insyaAllah akan bisa diluncurkan dalam minggu-minggu ini, tinggal beberapa trial and error dan itu sudah kita cermati dari hari ke hari. Diharapkan akhir bulan ini, maksimal awal bulan depan SIM Keuangan ini akan siap. Tentu saja sangat membantu dalam kita menyusun RAPB Tahun Anggaran 2023 yang akan datang." terangnya.
Dalam pengantarnya, Ketua Badan Pengawas Lazismu PP Muhammadiyah, Muhammad Akhyar Adnan menegaskan bahwa masa perpanjangan dua tahun bagi pengurus Lazismu akibat pandemi yang menunda pelaksanaan Muktamar pada 2020 lalu dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya sebagai periode perbaikan tata kelola yang baik (good governance). Ia berharap agar tata kelola yang baik ini dapat diwariskan kepada pengurus Lazismu selanjutnya. "Periode ini merupakan periode perbaikan good governance. Sehingga mudah-mudahan good governance yang kita ciptakan ini menjadi legacy, menjadi kenang-kenangan indah bagi pengurus Lazismu ke depannya. Karena apa yang kita kerjakan akan menjadi catatan sejarah, baik yang bersifat bagus maupun buruk," tegasnya.
Akhyar kemudian memaparkan dalam materinya bahwa setiap manusia sejatinya adalah manajer atau pemimpin. Oleh karena itu, semua pun akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang dikelolanya. Oleh karena itu, perencanaan yang baik akan menentukan terhadap apa yang dikelola dalam Lazismu.
"Kita semua adalah manajer atau pemimpin. Setiap kita adalah pemimpin atau manajer dan kita akan diminta tanggung jawab. Manajer memiliki empat fungsi, ada fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi penggerakan, dan fungsi pengendalian. Apa yang kita sedang kerjakan merupakan fungsi kita sebagai perencanaan," papar Akhyar.
Perencanaan, menurut Akhyar, memiliki peran penting. Bentuk dari perencanaan tersebut adalah anggaran, yaitu perencanaan dalam bentuk angka. Di sinilah perencanaan disiapkan dalam RAPB. "Semua berawal dari perencanaan. Perencanaan begitu penting, anggaran adalah perencanaan dalam bentuk angka, itu esensinya. Jadi perencanaan tidak cukup dengan saya mau apa. Meski nanti pada akhirnya karena kita bicara angka, ya berapa angkanya. Itulah yang dibahas dan disiapkan dalam RAPB," ungkap Akhyar.
Akhyar pun mengutip Q.S. Al-Hasyr ayat 18. Dalam tafsirnya, ayat ini menegaskan pentingnya evaluasi diri atau muhasabah serta perencanaan. Ia pun berpesan agar amil Lazismu dapat membuat perencanaan yang baik agar tata kelola Lazismu pun dapat berjalan dengan baik. "Sukses tergantung pada perencanaannya. Makin bagus perencanaannya, makin bagus hasilnya. Dengan punya perencanaan kita akan punya tujuan yang jelas," pungkasnya.
Sementara itu Hilda selaku anggota Badan Pengawas Lazismu PP Muhammadiyah menjelaskan, anggaran memiliki arti penting pada setiap tahapan manajemen. Anggaran inilah yang akan menjadi rujukan dalam aktivitas di Lazismu. Realisasi dari anggaran tersebut kemudian dituangkan dalam penyusunan laporan keuangan yang mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109.
"Anggaran diawali dari tahapan perencanaan, kemudian akan digunakan dalam proses-proses manajemen selanjutnya, sehingga sampai akhirnya kepada realisasi. Kalau untuk tahapan realisasi, dari realisasi kegiatan yang kita rencanakan, kemudian kita letakkan target-target dalam sebuah anggaran akan tercermin dalam laporan keuangan. Untuk laporan keuangan sudah ada standar, karena laporan keuangan pasti ke arah akuntansi. Kita sudah mengenal bahwa penyusunan laporan keuangan lembaga zakat sudah ada aturannya, diatur di PSAK 109," jelas Hilda.
Terakhir, Hilda berharap bahwa kegiatan ini akan dapat menunjang penyusunan laporan keuangan yang baik. Dengan demikian, ada keselarasan antara RAPB dengan laporan keuangan. "Karena kegiatan nanti ini muaranya adalah dalam pelaporan keuangan, kemudian nanti kita diaudit, sehingga pengukuran dan perencanaan berikutnya kita juga berharap nanti akan terjadi kesinambungan antara laporan keuangan dengan format anggaran kita, sehingga kita nanti akan mudah mengomparasikannya," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

