

Melalui Program Kemaslahatan 2021 dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI, pembangunan asrama putri ini dapat terwujud. Peresmiannya dilakukan pada Kamis (20/10) dengan dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lombok Timur, Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monev, Anggota Komisi VIII DPR RI, Direktur Muhammadiyah Boarding School Selong, serta para tamu undangan.
Ketua PDM Kabupaten Lombok Timur, Abdul Malik dalam laporannya menyebutkan, cikal bakal bangunan Pondok Pesantren MBS Selong adalah pembangunan gedung pada tahun 2019 lalu. Setelah itu, pengembangan MBS Selong terus dilakukan. Saat ini, sekolah yang telah dua tahun mendapatkan izin dari Kementerian Agama RI ini telah memiliki banyak santri.
"Santri kita untuk menopang sekolah yang ada, SMA Muhammadiyah yang MBS, alhamdulillaah yang tinggal menjadi santri. Didalamnya ada LKSA, jumlahnya sampai saat sekarang ada 125an santri," sebut Abdul Malik.
Alasan pembangunan pondok pesantren di Kabupaten Lombok Timur ini dikemukakan oleh Marliadi yang mewakili PWM Nusa Tenggara Barat. Berawal dari keresahan akan berkurangnya ulama di Muhammadiyah menjadi dasar. Meski ada banyak kader Muhammadiyah yang bahkan bersekolah hingga ke luar negeri, namun kebutuhan untuk membangun karakter keindonesiaan pada diri santri tentunya harus melalui pondok pesantren.
"Tentu Muhammadiyah berkepentingan untuk membangun karakter keindonesiaannya itu melalui pondok pesantren. InsyaAllah kalau sudah dididik, diberikan modal dasar dari pesantren, dari Boarding School Muhammadiyah, insyaAllah karakter keindonesiaannya itu akan kuat," ujar Marliadi.
Dalam pengelolaan pondok pesantren di lingkungan Muhammadiyah, menurut Marliadi, harus taat kepada aturan-aturan yang ditetapkan oleh persyarikatan. Ada tiga bentuk pengelolaan pesantren di Muhammadiyah. Yang pertama adalah bentuk regulasi. Kedua, standarisasi kurikulum. Ketiga, melakukan monitoring dan evaluasi.
Terakhir, Marliadi berharap agar bantuan yang telah disalurkan ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya. "PWM memberikan semacam dorongan motivasi, bagaimana sumbangan bantuan dari siapa saja yang ikut memberikan bantuan itu dikelola dengan sebaik-baiknya. Jangan cuma pandai menerima tetapi tidak pandai memanfaatkan. Kami yakin karakter Muhammadiyah tidak hanya cuma pandai menerima," tegasnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin yang hadir langsung dalam peresmian ini mengajak untuk bersyukur atas bantuan yang telah diberikan oleh BPKH RI. Bentuk rasa syukur ini adalah dengan memanfaatkan bantuan secara optimal. "Bagaimanapun proses sampai terbangunnya asrama putri ini memerlukan perjuangan waktu yang tidak singkat. Oleh karena itu, setelah ini bisa menjadi kenyataan, kita syukuri dengan pemanfaatan yang optimal. Ustadz-ustadz menjadi lebih nyaman untuk mengajar dan adik-adik santri bisa tinggal di asrama dengan suasana belajar yang makin nyaman, sehat, sehingga tujuan visi misi pesantren ini bisa terlaksana dengan optimal," ajaknya.
Mahli pun mengingatkan kembali tagline Lazismu yang mengajak untuk berbagi. Dengan semangat ini diharapkan dapat menumbuhkan Muhammadiyah di manapun berada. "Lazismu taglinenya adalah memberi untuk negeri. Di mana-mana Muhammadiyah berkembang, di situ ada semangat memberi yang luar biasa. Semangat berbagi inilah yang membuat Muhammadiyah di berbagai tempat itu tumbuh begitu dahsyatnya," terang Mahli.

Mewakili BPKH RI, Indriayu Afriana selaku Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monev menjelaskan, dalam menjalankan program-program kemaslahatan, pihaknya juga menggandeng mitra kemaslahatan, salah satunya adalah Lazismu. Selain mengucapkan terima kasih kepada Lazismu, ia juga memberikan apresiasi kepada anggota Komisi VIII DPR RI, Nanang Samoedra yang telah membantu mengarahkan hingga program ini terlaksana di Kabupaten Lombok Timur.
"Bapak Nanang Samoedra sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang alhamdulillah beliau menjadi wasilah BPKH dalam membantu bapak ibu di wilayah Selong, Kabupaten Lombok Timur. Kami tidak punya cabang, bagaimana kami bisa mengetahui kebutuhan yang ada di Lombok Timur? Alhamdulillah kami dibantu oleh bapak Nanang Samoedra yang sudah memberikan masukan mengenai bantuan yang layak di wilayah Lombok Timur. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Nanang Samoedra sehingga peran dari BPKH dalam meningkatkan kemaslahatan umat ini dapat terus berlangsung," ungkapnya.
Indriayu yang hadir secara daring juga mengharapkan agar bantuan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat. "Terakhir kami mohon bantuan ini digunakan sesuai fungsinya, dirawat, dan dijaga. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan luas untuk kemaslahatan umat di wilayah Lombok Timur," pungkasnya.
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI, Nanang Samoedra mengungkapkan ketertarikannya kepada pondok pesantren atau boarding school. "Saya sangat senang dengan boarding school. Jadi boarding school itu adalah lembaga pendidikan impian saya. Akan kita bandingkan, orang-orang yang bersekolah di boarding school dengan sekolah umum hasilnya seringkali beda," ucapnya.
Nanang juga mengucapkan selamat dan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terwujudnya pembangunan asrama putri ini. "Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pimpinan di sini bahwa akhirnya sampai juga asrama santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Selong ini bisa terwujud. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam mewujudkannya dan mudah-mudahan semua mendapatkan nilai ganjaran dari Allah SWT," harapnya.

Acara Serah Terima Pembangunan Asrama Putri Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Selong, Kabupaten Lombok Timur ini ditandai dengan penyerahan simbolis dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Nanang Samoedra Direktur Muhammadiyah Boarding School Selong, Abdul Khalid. Setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin, menandai dimulainya penggunaan asrama putri ini. Dengan adanya fasilitas asrama putri, Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Selong diharapkan dapat menyerap santri lebih banyak lagi pada tahun-tahun berikutnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Kepala Bidang Sosial Mayarakat HMJ THP, Muhammad Adi menuturkan, aksi ini dilakukan guna membantu saudara-saudara di Kabupaten Tapanuli Utara. Meski tidak bisa turun langsung ke lokasi, melalui penggalangan dana ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk menolong mereka yang terdampak bencana. "Karena saudara kita sangat membutuhkan di sana, seperti makanan, medis, dan juga tempat tinggal sementara. Kami tidak bisa melakukan aksi secara langsung disana, yang bisa kami lakukan hanya membantu tenaga untuk mengumpulkan donasi dari Pekanbaru untuk bencana di Tapanuli ini," jelasnya.
Adi melanjutkan, hasil dari penggalangan dana ini akan disalurkan melalui Lazismu Kota Pekanbaru. Ia pun berharap agar dana tersebut dapat berguna bagi masyarakat Tapanuli Utara yang terdampak gempa. "Kami sedang mencari sebuah komunitas dalam kegiatan sosial, kebetulan HMJ THP dan kami juga pernah menyalurkan dana donasi ke Lazismu Pekanbaru. Semoga donasi yang telah disalurkan dapat berguna bagi masyarakat Tapanuli dan mendapatkan berkah, ridho, serta hidayah dari Tuhan yang Maha Esa," ungkapnya.
Manajer Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo menerangkan bahwa gempabumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara menggugah keprihatinan kita semua. Ia pun menyambut baik aksi yang dilakukan oleh HMJ THP. Aksi ini dapat meringankan beban mereka yang terdampak bencana melalui donasi yang disalurkan.
"Bencana gempa yang terjadi di Tapanuli Utara menimbulkan dampak kerusakan bagi masyarakat yang berada di daerah lokasi bencana tentunya menumbuhkan keprihatinan dan simpati kita semua. Alhamdulillah, teman-teman mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Riau segera tanggap dan berinisiatif menggalang dana kemanusiaan yang diperuntukkan untuk membantu meringankan kesusahan saudara kita yang terkena bencana kemudian menitipkan dana ini melalui Lazismu Pekanbaru," sambut Agung.
Penyaluran dana yang dihimpun tersebut, jelas Agung, akan berkoordinasi dengan jaringan Lazismu yang ada di lokasi bencana. Bantuan yang diberikan dapat berupa perbaikan dan pemulihan bangunan yang rusak maupun kebutuhan lainnya. "Nantinya kita akan berkordinasi dengan jaringan Lazismu yang bergerak di lokasi bencana untuk dapat menyalurkan bantuan ini yang mungkin diarahkan untuk recovery perbaikan bangunan yang rusak ataupun kebutuhan lainnya.
Penggalangan dana tersebut dilaksanakan pada Ahad (09/10) di simpang Tabek Gadang Pekanbaru. Total penghimpunan berjumlah Rp. 1.300.000,- yang langsung disalurkan kepada Lazismu Kota Pekanbaru. Para pengguna jalan yang melintas terlihat antusias dengan memberikan bantuan dana.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yaitu Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Badan Pengurus Lazismu. Perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) yang berhadir yaitu Ketua Majelis Dikdasmen dan Koordinator Wilayah (Korwil) dari Sumatra Utara, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Turut berhadir Direktur The HEAD Foundation, Direktur Enuma Indonesia, serta perwakilan kepala sekolah dan guru penerima program EdutabMu baik secara langsung maupun daring.
Mewakili Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Muarawati Nurmalinda dalam sambutannya menuturkan, program EdutabMu ini merupakan bagian dari kerja-kerja Muhammadiyah yang dituangkan melalui Lazismu. "Esensi Lazismu yang dikelola oleh Muhammadiyah yang berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah juga kontribusi masyarakat untuk pembangunan, untuk dunia pendidikan. Kerja-kerja Muhammadiyah yang jauh lebih dahulu dan esensinya berasal dari zakat, infak, sedekah, bahkan wakaf dari keluarga besar Muhammadiyah," ujarnya.
Dalam menjalankan programnya, Lazismu mengikuti perkembangan zaman. Contohnya dari sisi pendidikan, saat ini dunia menjadi tanpa batas. Dunia pendidikan sudah tidak lagi memiliki batas ruang. "Mengikuti perkembangan zaman bahwa dunia sekarang tanpa batas. Dunia pendidikan sudah borderless, tidak ada batas ruang," terangnya.
Muarawati melanjutkan, tata kelola zakat sudah berubah. Kini, parameter yang digunakan bukan lagi seberapa banyak zakat yang dihimpun, tetapi seberapa jauh daya guna zakat tersebut bagi penerima manfaat. Ia pun menegaskan bahwa program EdutabMu bukan hanya bersifat jangka pendek, namun juga memiliki dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.
"Sekarang, fenomena sudah berubah. Seberapa jauh kita mampu menggunakan dana zakat untuk menjadikan mereka yang menerima zakat itu pada suatu saat menjadi pemberi zakat. Jadi kita harapkan anak-anak yang hari ini menerima program EdutabMu, tahun 2040 mereka adalah orang-orang yang berdampak pada kualitas pendidikan dan kepercayaan dirinya. Mereka akan menjadi pemimipin dan orang yang bermanfaat. Secara ekonomi mereka akan lebih baik dan menjadi pemberi zakat. Ini bukan sekadar program jangka pendek," tegas Muarawati.
Direktur Enuma Indonesia Juli Adrian memaparkan tiga komitmen dari pihaknya terhadap program EdutabMu ini. Pertama, Enuma akan selalu menghadirkan produk yang terbaik. Kedua adalah memberikan dukungan layanan terhadap penggunaan EdutabMu. Ketiga, Enuma menggandeng pihak terkait untuk memperluas program EdutabMu hingga bisa mencapai lebih banyak lagi sekolah dan siswa Muhammadiyah di Indonesia.
"Komitmen kami dari Enuma terhadap program ini ada tiga. Pertama, kami berusaha menghadirkan produk terbaik. Yang kedua dari segi learning support. Yang ketiga, kami bersama-sama dengan tim dari Dikdasmen memikirkan bagaimana caranya memperluas program ini ke sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah yang lain," ucap Juli.
Juli juga mengharapkan agar program EdutabMu dapat memberikan banyak manfaat bagi para peserta didik. Hal ini merupakan bagian dari upaya membantu mereka untuk mencapai cita-cita. "Kita sebagai orang tua dan guru hanya menjadi busur saja. Kita menjadi busur terbaik bagi mereka agar mereka bisa melesat secepat mungkin mencapai sasaran. Mudah-mudahan program EdutabMu ini membantu murid-murid kita lebih mampu berpikir, lebih kreatif, memecahkan masalah dan lain-lain, tidak hanya literasi," harapnya.
Director of Development The HEAD Foundation, CD Liang yang memberikan sambutan secara daring mengungkapkan, pihaknya memilih bekerja sama dengan Muhammadiyah dalam program EdutabMu karena yakin bahwa Muhammadiyah memiliki tata kelola yang baik. Di samping itu Muhammadiyah juga memiliki guru-guru dan kepala sekolah yang dapat memberikan hasil positif dalam penggunaan aplikasi Sekolah Enuma yang terpasang dalam EdutabMu di sekolah-sekolah Muhammadiyah. "Kami memilih untuk memberikan dukungan kepada sekolah Muhammadiyah karena kami yakin Muhammadiyah memiliki sumber daya organisasi dan manajemen yang baik. Muhammadiyah juga memiliki guru-guru dan kepala sekolah yang dapat memberikan hasil positif dalam penggunaan Sekolah Enuma," ungkapnya.
CD Liang melanjutkan, The HEAD Foundation mendapatkan tiga pelajaran berharga dari penerapan Sekolah Enuma dalam dua tahun terakhir. Pertama, EdutabMu menjangkau anak-anak usia dini. Oleh karena itu, peranan guru dalam mendampingi anak-anak untuk menggunakan EdutabMu sangatlah penting. Beruntung menurutnya, Enuma dan The HEAD Foundation yang bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah memiliki tim yang terus bekerja keras untuk melatih para guru dalam menggunakan aplikasi Sekolah Enuma yang ada pada perangkat EdutabMu.
"Kedua, kami harus efisien dalam penerapan Sekolah Enuma. Dengan harga perangkat keras dan lisensi dari Sekolah Enuma yang tidak sedikit ini, kami berharap bahwa EdutabMu dapat dipergunakan sebaik mungkin. Kami tidak ingin hanya berada di dalam lemari sekolah. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memastikan EdutabMu dapat dipergunakan oleh lebih banyak pelajar," lanjut CD Liang.
Terakhir, CD Liang menjelaskan, aplikasi Sekolah Enuma pada perangkat EdutabMu akan terus dikembangkan berdasarkan analisis data dari pengguna. Ia berharap, kinerja program Sekolah Enuma akan dapat ditingkatkan. "Ketiga, analisis terhadap Sekolah Enuma sangat penting. Sebagai perangkat digital, Sekolah Enuma mengumpulkan data seperti berapa lama anak menggunakan EdutabMu, bagaimana anak berproses, dan seberapa cepat mereka belajar. Dengan analisis data, kami bisa meningkatkan kinerja program Sekolah Enuma," pungkasnya.
Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Kasiyarno menyebutkan, Muhammadiyah selalu menerapkan prinsip nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah. Pertama adalah semangat untuk berkemajuan. Pendidikan Muhammadiyah bersifat inklusif, tak hanya untuk warga muslim saja. "Sekolah Muhammadiyah bukan hanya untuk orang Islam, non muslim pun banyak. Jadi kita ini sifatnya inklusif. Jadi kalau Enuma membantu kita, tidak hanya membantu orang muslim, tapi seluruh Indonesia. Kita tidak ingin bangsa kita ini menjadi statis, tapi harus dinamis," sebutnya.
Kasiyarno melanjutkan, "Kedua, kita harus punya semangat modernisasi sistem pendidikan. Zaman dulu, Ahmad Dahlan menggabungkan antara pendidikan tradisional dengan pendidikan barat. Kita tidak tabu menggunakan sistem pendidikan barat di Muhammadiyah, karena sejak awal memang sudah seperti itu konsepnya."
Terakhir, terang Kasiyarno, Muhammadiyah juga menanamkan semangat memberikan nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan modern. "Kita ingin mewarnai pendidikan di Muhammadiyah ini tidak hanya sekadar memberikan ilmu-ilmu umum, namun juga mewarnai dengan nilai-nilai Islam. Kita juga harus mengajarkan agama dalam rangka untuk membangun karakter," ujarnya.

Program EdutabMu Batch II ini kemudian diluncurkan secara simbolis oleh Kasiyarno, ditandai dengan penyerahan EdutabMu kepada masing-masing Korwil dari Sumatra Utara, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber Penasihat Ahli Lazismu PP Muhammadiyah yang juga menginisiasi program Edutabmu, Hilman Latief; Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan Penanggungjawab EdutabMu, Kasiyarno; Rektor Universitas SiberMu (Siber Muhammadiyah), Bambang Riyanta, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan Korea Selatan, Gogot Suharwoto. Diskusi ini bertajuk Diseminasi Program EdutabMu "Digital Learning Acceleration".
Program EdutabMu berangkat dari situasi pandemi Covid-19 yang memaksa banyak pelajar harus menempuh pendidikan secara luring. Padahal, ada banyak materi pembelajaran yang tidak dapat diakses karena keterbatasan sarana internet. Selain itu, kualitas materi pembelajaran dan sumber daya guru yang dimiliki sekolah tidak merata. Dengan kehadiran program EdutabMu yang didukung oleh aplikasi Sekolah Enuma, akselerasi pembelajaran diharapkan dapat dilakukan secara efektif dan efisien, khususnya untuk mengantisipasi "learning loss" dan meningkatkan pencapaian literasi dasar bagi pelajar di sekolah Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Beasiswa Darwis memiliki nilai lebih dari program serupa yang ada di lingkungan Muhammadiyah. Staf program KL Lazismu Mantrijeron, Afifah Zulfahummifta Hidayat menjelaskan, program ini menerapkan sistem pembinaan langsung yang diberikan oleh para mentor. Selain itu, para penerima manfaat program ini juga akan menjalani ujian setiap semester.
"Program Beasiswa Darwis menerapkan sistem pembinaan dengan proses pembinaan langsung oleh para mentor dan ada ujian pada setiap semesternya. Penyaluran santunan Beasiswa Darwis setiap bulannya terbagi dengan beberapa kategori, yaitu Rp. 75.000,- untuk siswa SD, Rp. 105.000,- untuk siswa SMP dan Rp. 135.000,- per masing-masing anak," terang Afifah.
Kepala KL Lazismu Mantrijeron, Gilang Destya Widodo dalam keterangannya pada Rabu (12/10) berharap agar program Beasiswa Darwis dapat memberikan manfaat yang lebih panjang dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola. "Model pengelolaan yang berkelanjutan ini diharapkan bisa berjangka panjang sehingga ada ilmu yang bermanfaat kepada anak-anak. Semoga setiap amal kebaikan yang dikerjakan oleh anak asuh yang mengikuti program ini dapat mengalirkan pahala seluruh donatur yang mendukung program Darwis," harapnya.
Anisa Suci Insani, salah satu anak asuh penerima manfaat program Beasiswa Darwis menyampaikan kesan bahwa pembinaan ini sangat menyenangkan dan bermanfaat. Ia telah mengikuti program ini sejak usia sembilan tahun. "Sangat menyenangkan. Dari yang awalnya saya tidak mengetahui sesuatu menjadi mengetahui dan juga saat mentor menyampaikan materi kami lebih mudah memahaminya dan juga lebih mudah menerimanya. Para mentornya juga sangat baik dan juga sangat ramah, jadi saat pembinaan itu suasananya tidak tegang, tidak canggung sama sekali. Saat pembinaan juga kami sering berbagi pengalaman pribadi sehingga menambah pengetahuan kami," ungkapnya.
Meski masih terbilang muda, program Beasiswa Darwis memiliki kegiatan yang beragam. Pembinaan program dilakukan dua kali dalam sebulan, yaitu pada hari Ahad. Pada pembinaan ini, setiap penerima manfaat program wajib mengisi lembar mutaba'ah. Lembar ini merupakan media kontrol agar para mentor dapat memantau perkembangan ibadah dari penerima manfaat.
Selain pemantauan melalui lembar mutaba'ah, para penerima manfaat juga wajib mengikuti ujian sholat, hafalan doa sehari-hari, dan hafalan surah pendek. Ujian ini dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Saat ini sudah ratusan anak asuh yang mengikuti program Beasiswa Darwis dibimbing oleh pihak KL Lazismu Mantrijeron. Tujuan dari pembinaan ini adalah agar penerima manfaat tidak hanya mendapatkan beasiswa semata, namun juga mendapatkan bimbingan keagamaan, baik teori maupun praktik langsung. Selain itu, para penerima manfaat dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan serta semakin religius dalam menjalani kehidupan sehingga mampu mengantarkan mereka dalam meraih cita-citanya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Estiparia Febriani/Risma Khumairo Aulia Khasanah]

Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Cahyono saat peluncuran pada Kamis (06/10) menegaskan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperkuat nilai-nilai sosial. Dalam praktiknya, Gerakan 48 Aksi Sosial ini juga menggandeng majelis yang ada di lingkungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta. "Dalam rangka perkuat nilai-nilai sosial, Lazismu DI Yogyakarta bersama majelis tingkat wilayah membagikan bantuan kepada penerima manfaat. Kegiatan ini untuk menyongsong muktamar Muhammadiyah yang ke-48," tegasnya saat memberikan laporan kegiatan.
Senada dengan Cahyono, Ketua PWM DI Yogyakarta, Gita Danupranata menuturkan bahwa kerja sama antar majelis dalam kegiatan ini adalah untuk memudahkan dalam dakwah di persyarikatan. Menurutnya, aksi sosial semacam ini merupakan bagian dari cara dakwah Muhammadiyah, yaitu memberikan santunan kepada penerima manfaat yang rentan kemiskinan maupun warga dhuafa yang membutuhkan. "Ini merupakan ciri khas Muhammadiyah untuk berbagi, semoga menjadi amal saleh dan jadi ciri dakwah persyarikatan Muhammadiyah," ujarnya.
Program-program yang dijalankan antara lain Peduli Guru dengan pemberian 4800 paket sembako kepada guru TK ABA yang dimotori oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah DI Yogyakarta. Untuk bidang kesehatan dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian 2000 suplemen vitamin kepada pengemudi ojek online, Medical Check Up (MCU) untuk mubaligh dan mubalighat Muhammadiyah se-DI Yogyakarta, serta Muhammadiyah Peduli Stunting. Selain itu juga ada santunan untuk dhuafa, santunan untuk difabel, dan penanganan TB melalui melalui kerja sama Lazismu dan PKU Muhammadiyah Yogyakarta Gamping.
Di samping penyaluran bantuan kepada penerima manfaat yang membutuhkan juga dilakukan penanaman 4800 pohon sebagai bentuk gerakan penghijauan bumi yang dilakukan oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH). Bantuan sarana dan prasarana juga diberikan kepada sekolah melalui program Save Our School (SOS) melalui Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen). Sementara bantuan kepada guru-guru TK mendapatkan dukungan dari BPD DI Yogyakarta Syariah.
Lazismu Wilayah DI Yogyakarta juga meramaikan acara dengan mendirikan gerai dengan memamerkan produk binaan UMKM seperti kacang bawang, sapu, pisau, hingga membagikan pohon buah gratis. Selain itu Lazismu juga menawarkan berbagai layanan zakat, infak, dan sedekah. Tak lupa di gerai Lazismu juga menyediakan cenderamata Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah serta MJE.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya, Warsono menyampaikan, filantropi Islam merupakan praktik kedermawanan. Tidak hanya dilakukan oleh individu semata, praktik ini juga digiatkan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ). "Saat ini konsep filantropi Islam berkembang dengan pesat. Praktiknya filantropi Islam tidak hanya dilakukan oleh individu tetapi berkembang dengan banyak berdiri Lembaga Amil Zakat," ungkapnya.
Dengan ikhtiar pemberdayaan melalui konsep dana zakat produktif, menurut Warsono, Lazismu Kota Surabaya pun ikut serta berperan aktif. Wujud peran ini salah satunya adalah melalui penyaluran bantuan RombongMU. "Saat ini di Indonesia banyak lembaga zakat yang ikut berperan dalam upaya pemberdayaan melalui konsep dana zakat produktif, salah satunya Lazismu Kota Surabaya yang ikut berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Bina Mandiri Wirausaha (BMW) dan RombongMu," ujarnya.
Warsono kemudian menceritakan, turunnya perekonomian yang juga menghantam aktivitas usaha mikro kecil menengah (UMKM) tidak lepas dari pandemi Covid-19 yang mendera negeri ini. Untuk itu, upaya membangkitkan UMKM diharapkan dapat turut serta membangkitkan perekonomian. "Sektor UMKM dapat dijadikan salah satu penggerak kebangkitan ekonomi. Karena itu, sejumlah hambatan di sektor UMKM harus segera diatasi agar peluang pertumbuhan ekonomi pasca pandemi bisa bangkit kembali," harapnya.
Melalui penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan, Lazismu Kota Surabaya menyalurkan dua unit RombongMu. Bantuan untuk Anang Sugianto diterima langsung oleh sang istri yang tinggal di Jalan Kapas Madya, Kota Surabaya. Sementara RombongMu kedua diserahkan kepada Hartono, warga Kota Surabaya yang tinggal di Tubanan Baru. Rencananya, gerobak usaha ini akan dipergunakan untuk berjualan soto ayam dan bubur kacang hijau.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

