

Manajer Lazismu Kabupaten Sukoharjo, Mushlih, S.Ag. menyampaikan bahwa sasaran program ini adalah seluruh masyarakat Sukoharjo khususnya para mustahik yang diprioritaskan oleh Lazismu. Lazismu juga menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai program dalam acara pentasyarufan ini.
"Kegiatan Lazismu selama Ramadhan tahun ini di antaranya berupa Back to Masjid, Parcel Ramadhan, Kado untuk Relawan Covid, Kado untuk Anak Yatim Dhuafa, Usaha Bangkit dan Zakat Fitrah," ungkap Mushlih.
Mushlih kemudian menambahakan, pada kegiatan yang berlangsung hari Sabtu (09/04) ini Lazismu Kabupaten Sukoharjo juga menyerahkan bantuan kepada Masjid Barokah Karang Tengah Bendosari berupa peralatan sholat, mushaf Al-Qur'an, serta dan peralatan kebersihan. "Harapannya dengan adanya program ini bisa mendukung aktivitas masjid selama Ramadhan dan memperoleh kenyamanan dalam beribadah," ujarnya.
Mewakili PDM Sukoharjo, H. Djumari, S.Ag., M.Si. menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, sekaligus untuk memotivasi masyarakat agar tetap giat dalam berinfak dan bersedekah. "Tujuan program ini bagi mereka yang mendapatkan semoga lebih bermanfaat untuk membantu dan kami juga bisa menggerakkan masyarakat sehingga kami juga ikut bahagia karena banyaknya masyarakat yang berinfak, berzakat, serta berpartisipasi," ujarnya.
Salah seorang penerima manfaat pada kegiatan ini, Agus, menyampaikan terima kasih kepada PDM Sukoharjo, Lazismu Kabupaten Sukoharjo dan IMM Sukoharjo yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini. Ia berharap agar Lazismu bisa lebih dekat dengan masyarakat. "Harapan untuk Lazismu semakin mendekat ke masyarakat tentunya karena ini suatu lembaga diharapkan bisa menjadi penolong pertama bagi warga tentunya dalam segala hal, baik di bidang kesehatan, pendidikan atau pelaku usaha," harapnya.
Kegiatan ini berisi program-program Ramadhan 1443 H Lazismu, seperti Santunan Fakir Miskin, Back to Masjid, Parcel Relawan Covid-19, Kado Lebaran Anak Yatim Dhuafa dan Difabel, serta UMKM Berdaya. Dengan adanya program ini diharapkan jumlah warga yang datang ke masjid semakin banyak, seiring dengan antusiasme masyarakat dari tahun ke tahun yang semakin meningkat.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Dengan adanya izin operasional yang diserahkan pada Sabtu (09/04) ini, Lazismu Wilayah Kepri sudah dapat beroperasi untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah. Juanda, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kepri mengungkapkan rasa syukur atas izin yang telah di dapat ini. Menurutnya, izin ini akan berlaku hingga lima tahun ke depan.
"Lazismu secara nasional telah mendapatkan ijin operasional untuk lima tahun ke depan dari Kemenag RI, dan untuk perwakilan Provinsi Kepri pun Lazismu alhamdulillah juga telah dapat izin operasional untuk lima tahun ke depan. Artinya, para muzakki dapat berzakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu, karena sudah legal dan dapat mengurangi pajak," ujarnya.
Juanda kemudian melanjutkan, hingga kita Lazismu telah siap untuk beroperasi di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun. Ia berharap, keberadaan Lazismu juga akan dirasakan pada seluruh kota/kabupaten yang ada di Provinsi Kepri. Dengan demikian, manfaat yang diberikan oleh Lazismu dapat dirasakan secara luas.
"Saat ini, Lazismu sudah ada di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun. Sedangkan daerah-daerah lain di Kepri akan segera menyusul, sehingga Lazismu bisa ada di tujuh kabupaten/kota di Kepri. Mudah-mudahan dengan kehadiran Lazismu dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat dan berkontribusi bagi pembangunan setiap daerah di Provinsi Kepulauan Riau," pungkas Juanda.
Surat Keputusan Kemenag Provinsi Kepulauan Riau Nomor 196 Tahun 2022 ini menunjukkan bahwa Lazismu dapat melakukan penghimpunan dan penyaluran dana ZISKA (zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya) di Provinsi Kepri. Selain itu, dengan adanya legalitas ini, para muzakki yang menyalurkan zakatnya melalui Lazismu Wilayah Kepri pun akan mendapatkan potongan dalam pembayaran pajak.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Program Tani Bangkit di Mandiangin dikelola oleh Pemuda Muhammadiyah Cabang Mandiangin dengan jenis tanaman berbeda. yaitu porang dan cabai. Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta jajaran Organisasi Otonom (Ortom) di Kabupaten Banjar meninjau proses panen cabai yang bisa dikatakan telah berhasil ditanam pada Selasa (29/03) lalu.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Muhammadiyah (PM) Mandiangin, Hidayaturrizky menyampaikan, pihaknya menanam dua jenis tanaman namun yang berhasil adalah cabai. "Awalnya kami menanam porang dan cabai namun seiring berjalannya waktu hanya cabai yang berhasil. Dari awal pembibitan hingga sekarang sudah berkali-kali dipanen," ujarnya.
Dayat menjelaskan, untuk bantuan tahap awal pihaknya didukung oleh Lazismu, baik persiapan lahan, bibit, maupun pemeliharaan. "Sebagaimana diketahui program pertanian yang dikelola oleh Pemuda Muhammadiyah Mandiangin ini dibantu oleh Lazismu dalam berbagai hal hingga bisa menikmati keuntungan hingga saat ini," jelasnya.
Terakhir, Dayat menambahkan bahwa untuk lahannya sendiri merupakan lahan milik Muhammadiyah yang sudah lama tidak termanfaatkan. "Lahan yang kami garap sendiri bukan milik pribadi melainkan milik persyarikatn sendiri yang memang sudah lama dimiliki namun tidak termanfaatkan dengan baik," tambahnya.
Senada dengan itu, Hasmi Ridho, Staf Program KL Lazismu Mandiangin mengungkapkan, dukungan dari Lazismu untuk program Tani Bangkit ini sebagai ikhtiar dalam pemanfaatan lahan yang dimiliki Muhammadiyah. "Program Tani Bangkit mampu memanfaatkan lahan Muhammadiyah, selain itu para angkatan muda dalam hal ini Pemuda Muhammadiyah bisa mendapatkan keuntungan. Uang tersebut nantinya bisa digunakan untuk menjalankan organisasi atau bisa dikatakan adanya kemandirian," ungkapnya.
Hasmi kemudian menjelaskan, selain menanam cabai, pihaknya dulu sempat pula menanam porang namun masih belum membuahkan hasil. "Selain cabai yang mendapatkan keberhasilan hingga ada keuntungan, sempat pula mereka menanam porang namun belum membuahkan hasil. Itulah mungkin yang namanya proses, dengan keberhasilan penanaman cabai pun kami cukup berbangga karena program Tani Bangkit sendiri baru pertama kali kami laksanakan," jelasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Manajer Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo saat menyerahkan bantuan tersebut kepada warga terdampak bencana pada Selasa (29/03) menjelaskan, bantuan tersebut akan digunakan untuk membuat sekolah darurat serta musholla. Pasca gempa yang terjadi, proses belajar mengajar menjadi terganggu dengan hancurnya sekolah-sekolah.
"Bantuan yang disalurkan itu nantinya akan kita gunakan untuk membuat sekolah darurat untuk anak-anak, mengingat sekolah mereka saat ini sangat mengkhawatirkan untuk melaksanakan proses belajar mengajar dan juga bantuan tersebut digunakan untuk membangun musholla yang hancur terdampak gempa," ungkap Agung.
Ia juga berterima kasih atas kepedulian masyarakat Kota Pekanbaru yang sangat peduli kepada warga terdampak bencana gempa di Kabupaten Pasaman Barat. "Alhamdulillah Lazismu Pekanbaru hari ini menyalurkan bantuan yang terhimpun dari masyarakat Kota Pekanbaru yang peduli kepada warga yang terdampak gempa di Pasaman. Terima kasih atas kepedulian dan juga kepercayaannya kepada Lazismu Pekanbaru," ucapnya.
Salah satu jamaah Musholla Nurul Hikmah, Amriadi menjelaskan bahwa bantuan tersebut digunakan untuk membangun musholla semi permanen. "Kalau saat ini kami membuat yang semi permanen karena kami belum ada cukup dana, tapi jika nantinya ada bantuan yang cukup kami tentunya ingin membuat yang permanen sehingga membuat masyarakat nyaman melaksanakan ibadah," jelasnya.
Amriadi juga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan masyarakat Kota Pekanbaru yang telah peduli kepada mereka yang saat ini dalam kesusahan. "Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini sangat kami butuhkan, apalagi tempat ibadah selain musholla ini jauh jaraknya," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

Sementara itu, di Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah, Lazismu juga menyelenggarakan buka puasa bersama dengan paket takjil selama 20 hari pada bulan ramadhan tahun ini. Zainal Abidin, Sekretaris Pengurus Masjid At-Tanwir mengucapkan rasa syukur atas kerja sama yang dijalin bersama Lazismu sehingga kebutuhan berbuka puasa jamaah dapat terpenuhi.
"Alhamdulillah Lazismu dan DKM Masjid At-Tanwir sejak 2020 telah melaksanakan kerja sama pengadaan takjil buka puasa untuk para jamaah yang kebetulan sedang berada di kantor Muhammadiyah ketika bulan Ramadhan. Sajian yang dihidangkan beragam dan memenuhi standar kelengkapan dan gizi yang baik," ujarnya.
Zainal kemudian menambahkan, "Dari tahun ke tahun menu yang disajikan berupa air putih, air teh manis hangat, kurma atau kolak yang disantap ketika masuk waktu berbuka puasa. Untuk makan malam jamaah diberikan setelah pelaksanaan sholat magrib."
Menurutnya, dari tahun ke tahun nampak ada peningkatan menu dan pelayanan yang tepat. Untuk makan saat berbuka puasa disajikan dalam bentuk nasi kotak yang isinya disesuikan setiap hari untuk kebutuhan nutria berbuka puasa. Zainal menjelaskan, menu berbuka yang disajikan itu berisi lauk seperti ayam, daging, atau ikan, sambal pecel dan juga sayuran segar lainnya. Tak lupa ada tempe atau tahu dengan besaran untuk konsumsi per orang senilai 20 ribu rupiah.
"Menu seperti ini menurut kami sudah memadai untuk berbuka. Sajian makanan yang disediakan tiap harinya untuk 75 sampai 80 jamaah," pungkasnya.
Program Takjil Tangguh ini dilaksanakan secara nasional, baik Lazismu di tingkat wilayah maupun tingkat daerah di seluruh Indonesia. Sampai dengan kemarin (11/04) total takjil yang telah disalurkan sebanyak 6450 paket.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

