Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu

Perkuat Pendidikan Karakter, Yayasan Masjid PB Soedirman dan Lazismu Ajak Siswa Peduli Penyintas Bencana Sumatera

JAKARTA – Wujud pendidikan karakter tidak hanya dipahami peserta didik di ruang kelas. Pendidikan karakter sejatinya dibentuk dengan sikap dan tindakan seperti empati, peduli dan saling tolong menolong. Implementasi sikap dan tindakan tersebut dipraktikan langsung oleh siswa dan siswi Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, Cijantung, Jakarta dengan galang dana untuk penyintas banjir Sumatera.

Hasil penggalangan dana itu terkumpul sebesar Rp 261.305.474, yang diperoleh dari infak dan sedekah para siswa dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK serta para guru dan karyawan di lingkungan yayasan di Jakarta dan Bekasi. Demikian disampaikan Endang Titiek Soerjandari, Ketua Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, pada Rabu (28/1/2026), di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta.      

“Kami dari yayasan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana banjir dan longsor di Sumatera”, kata Endang. Keluarga besar yayasan menyampaikan rasa duka dan prihatin mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh.

“Islam mengajarkan untuk saling tolong menolong, spirit ini yang menjadi landasan untuk saling menguatkan dan saling membantu khususnya saudara – saudara kita di Sumatera yang sedang diuji sejak November tahun lalu”, paparnya.

Semoga bantuan ini, yang kami serahkan melalui Lazismu bermanfaat untuk para penyintas. Endang mengungkapkan, alasan mengapa perwakilan siswa dan siswi kami ajak ke Lazismu? Supaya peserta didik bisa menyaksikan bagaimana proses penyerahan donasi mengadirkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.

“Insyaallah bantuan ini dapat meringankan dan sebagai penyambung asa kepada penyintas sebagai rasa empati kami”, sambungnya. Kami memercayakannya kepada Lazismu yang amanah dan profesional. Ini sudah yang kesekian kalinya, terima kasih atas sinergi yang terjalin, pungkasnya.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman. “Donasi kemanusiaan untuk penyintas di Aceh dan Sumatera akan segera disalurkan”, tandasnya. Setelah November Lazismu telah berkoordinasi dengan MDMC dan semua pihak untuk menerjunkan relawan.  

Kami perlu sampaikan juga, sambung Mujadid Rais, bahwa yayasan ini beberapa waktu lalu juga menyalurkan bantuan lewat Lazismu ke Palestina. Secara bertahap kami telah menyalurkan dan berkolaborasi dengan pihak-pihak yang saling sinergi melalui jalur Yordania dan Mesir. Saat ini, Lazismu sedang menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dan di Aceh masih terus berlangsung penyaluran bantuan kemanusiaan.  

Perkuat Pendidikan Karakter

Langkah pedagogis yang dilakukan Yayasan Masjid Panglima Besar Soerdirman dalam mengimplementasikan pendidikan karakter turut diapresiasi Kemendikdasmen yang diwakili oleh Arif Jamali Muis. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh guru, siswa dan pengurus Yayasan dalam mengumpulkan donasi jauh lebih penting.

“Nilai-nilai kemanusiaan dan agama untuk saling tolong menolong merupakan bentuk praktik sikap dan tindakan dari pendidikan karakter”, ujarnya. Ia menilai, aspek kognitif saat ini berhenti di pendidikan kita. Anak-anak kita paham dan tahu tapi berhenti di kognitif.

Mengapa bisa terjadi, menurutnya karena tidak menyelelami dan menerapkan apa yang diajarkan. Tentu saja, lanjut Arif, pendidikan karakter di Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman diajarkan makna infak, sedekah dan zakat dalam pelajaran agama islam. Dan ternyata lebih jauh dari itu penerapannya.

“Pendidikan karakter yang sesungguhnya juga menarik dari apa yang dilakukan para guru tidak hanya meyerahkan kepada Lazismu, tapi anak-anak diajak ketemu langsung dengan pengurus dan amil Lazismu, serta mengerti apa yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah,” jelasnya.

Sementara itu, Arina Maharani salah seorang siswi SMA Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, Kelas 2, mengatakan bersama keluarga besar Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman menghimpun dana untuk peduli terhadap penyintas banjir Sumatera. "Kami punya jiwa untuk peduli dan empati. Untuk kawan - kawan di sana yang sedang terkendala pendidikan, jangan putus asa karena pendidikan bisa diperoleh dari mana saja", katanya.

Secara simbolis serah terima donasi peduli penyintas bencana Aceh dan Sumatera dari Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman kepada Lazismu disaksikan oleh para guru, pengurus yayasan dan siswa – siswi serta jajaran pimpinan Lazismu Pusat di antaranya Wakil Badan Pengurus Lazismu Pusat Barry Adhitya, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani dan Direktur Fundraising Lazismu Pusat Mochamad Sholeh Farabi.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
28 Januari 2026

Lazismu Jember Apresiasi Kinerja Kantor Layanan, Kolaborasi Wujudkan Pertumbuhan Penghimpunan

JEMBER – Komitmen kolaborasi merupakan aksi nyata yang tanpa dukungan entitas lain aktivasi program di Lazismu Jember dapat bergerak menyasar penerima manfaat melalui dukungan dan kepercayaan donatur.

Manager Fundraising Lazismu Jember, Dedi Miftahul Hamzah, mengatakan, komitmennya itu dalam memperkuat tata kelola dan penghimpunan dana dengan memberikan apresiasi kepada Kantor Layanan Lazismu (KLL) yang selama ini aktif berkolaborasi bersama. Apresiasi itu, kata dia, menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi, inovasi, serta konsistensinya dalam mengelola amanah donatur.

Pemberian apresiasi berupa award ini dilaksanakan pada Rapat Pleno Daerah Lazismu Jember bersamaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bakorwil 3 yang digelar di Situbondo pada 23 - 24 Januari 2025. Momentum tersebut dipilih sebagai komunikasi strategis bahwa evaluasi kinerja dan pemberian apresiasi kepada KLL merupakan bagian penting penguatan organisasi.

Hal ini bukan sekadar seremoni, menurutnya pemantik semangat untuk menumbuhkan budaya kolaborasi, profesionalisme, serta peningkatan kualitas penghimpunan dan pelaporan dana umat.

Untuk kategori Penghimpunan Terbaik, penghargaan diberikan kepada KLL Cakru yang dinilai konsisten dalam capaian dan mampu menjaga kepercayaan donatur. Sementara itu, KLL Masjid Umar Bin Khattab Pakusari meraih penghargaan kategori Kreativitas Penghimpunan Terbaik berkat inovasi program adaptif, mampu menjangkau partisipasi masyarakat lebih luas.

Pada kategori Tata Kelola dan Pelaporan, KLL Wuluhan berhasil meraih penghargaan Laporan Administrasi Terbaik. Capaian ini menjadi bukti bahwa pengelolaan administrasi yang rapi, tertib, dan akuntabel memiliki peran penting dalam menjaga kredibilitas lembaga.

Adapun penghargaan amil Progresif, diberikan kepada Mochamad Yusuf dari KLL Tempurejo, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, semangat belajar, serta kontribusinya dalam mendorong gerakan filantropi Lazismu di tingkat lokal.

Mochamad Yusuf amil dari KLL Tempurejo menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Jember atas apresiasinya. Semoga di tahun 2026 semua KLL bisa meraih target yang telah disepakati bersama.

Sebagai informasi, wilayah kerja Lazismu di kabupaten Jember, ada 14 KLL yang saat ini telah berjalan. Sejauh ini ada pertumbuhan positif, tidak hanya sisi capaian penghimpunan, tapi dari kualitas administrasi serta kreativitas program.

Lazismu Jember juga menyoroti KLL Wuluhan yang menunjukkan capaian adalah hasil, sementara administrasi adalah proses. Keduanya harus seirama agar amanah donatur bisa dikelola secara amanah dan berkelanjutan.

Lazismu Daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh awardee dan KLL yang terus berproses. Harapannya, penghargaan ini mampu menjadi inspirasi bagi KLL lainnya untuk terus bertumbuh, meningkatkan kualitas pelaporan, serta memperluas dampak program.

Dalam agenda apresiasi tersebut, Lazismu Jember menghadirkan empat kategori award sebagai tolok ukur kinerja KLL, yakni Kantor Layanan dengan Penghimpunan Terbaik, Kantor Layanan dengan Kreativitas Penghimpunan Terbaik, Kantor Layanan dengan Laporan Administrasi Terbaik, serta Amil Progresif.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jember/arief]

SELENGKAPNYA
25 Januari 2026

Relawan Muhammadiyah Merajut Kembali Mimpi Anak-Anak di Aceh Tamiang Melalui Sekolah Darurat  

ACEH TAMIANG -- Hamparan lumpur basah masih menggenangi Desa Sunting.  Sekelompok relawan kemanusiaan dari Jawa Timur sibuk menghidupkan suasana di bawah tenda sederhana.

Mereka adalah gabungan relawan kemanusiaan dari MDMC Jawa Timur, Lazismu Jatim, hingga para akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kehadirannya di garis depan bencana banjir bandang Kabupaten Aceh Tamiang ini untuk suatu misi dalam program Indonesia Siaga.

Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, mengapresiasi langkah segenap relawan tersebut. "Terima kasih MDMC Jawa Timur sudah mendampingi anak-anak di tempat korban bencana di Desa Sunting," ungkap Tri Suswati haru saat meninjau langsung sekolah darurat itu, pada Jumat (23/1/2026).

Nilai penting kehadiran para relawan Muhammadiyah ini diperkuat oleh data riset lapangan yang menunjukkan skala dampak bencana yang sangat luas. Tercatat, ada 438 KK terdampak di dua desa dampingan dengan rincian 203 KK di Desa Serba dan 235 KK di Desa Sunting.

Di antara ribuan penyintas, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan ekstra, yaitu ada 96 jiwa balita dan 108 jiwa lansia. Dukungan moril juga datang dari Sekretaris II TP PKK Pusat, Susana Harijani, yang turut mendampingi kunjungan tersebut.

"Dari kami tentu saja mendukung kerja kolaboratif baik ini, kerja amalnya semoga mendapat balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Terima kasih semangatnya, ujar Susana saat berbincang dengan para relawan di lokasi posko.

Klaster pendidikan menjadi titik paling kritis yang disentuh oleh para relawan asal Jawa Timur. Riset lapangan mencatat kerusakan masif pada 5 unit fasilitas pendidikan, di antaranya 1 unit MI Swasta di Dusun Tanjung mengalami rusak berat dengan kondisi atap roboh total.

Sementara fasilitas pendidikan lainnya mengalami kerusakan sedang hingga sarana belajarnya hanyut. Mengingat gedung sekolah yang ada saat ini tertutup material lumpur tebal, kehadiran 7 tenaga pendidik sukarela dari Muhammadiyah menjadi jaminan bahwa anak-anak tidak kehilangan waktu belajar.

Walaupun kondisi cuaca ekstrem dan debu pekat membatasi waktu belajar hanya dua jam sehari, keberadaan sekolah darurat ini memastikan rutinitas anak-anak tetap terjaga di tengah masa pemulihan.

Komitmen kolektif terus diperkuat melalui pemenuhan infrastruktur darurat yang berbasis pada kebutuhan nyata siswa, seperti pengadaan 200 paket bantuan School Kit, meja lipat, dan tikar guna menunjang kelayakan aktivitas belajar.

Selain pendidikan, sinergi ini juga meliputi layanan kesehatan rutin untuk mengantisipasi meluasnya penyakit infeksi saluran pernapasan dan penyakit kulit yang mulai menyasar pengungsi.

Melalui kolaborasi antara Lazismu Jatim, MDMC, dan unsur PTMA, para relawan membuktikan bahwa pendekatan kemanusiaan yang tulus dan berbasis data mampu menjadi energi baru bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dan merajut kembali mimpi mereka yang sempat terendam banjir.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jatim/wjy]

SELENGKAPNYA
24 Januari 2026

Targetkan Kawasan Terisolir, Lazismu dan MDMC Salurkan Bantuan di Pelosok Pidie Jaya

PIDIE - Lazismu Kabupaten Pidie bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melakukan pemetaan khusus dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di Kabupaten Pidie Jaya (18/1/2026).

Paket bantuan yang didistribusikan meliputi bahan pangan pokok (sembako), perlengkapan sanitasi, serta kebutuhan dasar lainnya untuk menunjang kesejahteraan masyarakat di pedalaman.

Ketua Lazismu Pidie Herryzal menjelaskan, penentuan prioritas ini bertujuan agar distribusi zakat, infak, dan sedekah lebih tepat sasaran serta menyentuh wilayah yang selama ini minim mendapatkan bantuan karena kendala geografis.

Aksi kali ini menetapkan masyarakat di daerah pelosok dan kategori rentan sebagai prioritas utama target sasaran. Pihak MDMC Pidie menambahkan, personil dikerahkan untuk memastikan bantuan sampai langsung ke tangan penerima manfaat.

“Kami tidak hanya sekadar membagikan bantuan, tetapi memastikan bahwa penyintas yang paling membutuhkan dan paling sulit dijangkau layak mendapatkan manfaat,” ujar Herryzal. Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari sembako premium, nutrisi tambahan untuk lansia, serta perlengkapan kebersihan diri.

MDMC mengerahkan armada khusus yang mampu menembus medan berat supaya menjamin logistik sampai langsung ke pintu rumah warga. Melalui program ini, Lazismu dan MDMC berharap dapat menciptakan pemerataan bantuan bagi seluruh masyarakat, tanpa terkendala jarak.

Selain menyalurkan logistik, tim di lapangan juga melakukan asesmen singkat terkait kebutuhan mendesak warga setempat untuk program pemberdayaan atau bantuan lanjutan di masa mendatang.

Bagi masyarakat yang ingin mendukung gerakan ini, donasi dapat disalurkan melalui Situs Resmi Lazismu atau kantor layanan Muhammadiyah terdekat, pungkasnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pidie Jaya]

SELENGKAPNYA
19 Januari 2026

Lazismu Pekanbaru Salurkan Bantuan School Kit untuk Siswa Penyintas Banjir di Agam

PEKANBARU -- Lazismu Pekanbaru mengambil peran strategis dalam penyaluran bantuan pilar program pendidikan untuk siswa dan siswi MTs Muhammadiyah Sungai Batang yang terdampak banjir.

Dengan memprioritaskan penyediaan bantuan alat-alat sekolah (School Kit), langkah ini dipilih berdasarkan penilaian di lapangan bahwa kebutuhan-kebutuhan untuk mendukung pendidikan sering kali terabaikan.

Manager Lazismu Pekanbaru, Fadhlullah menjelaskan bahwa bantuan School Kit didesain untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak penyintas yang terdampak bencana banjir yang kerap terlupakan.

“Untuk bantuan berupa sembako, pakaian dan irigasi air alhamdulillah telah terkumpul dari donasi masyarakat dan sudah disalurkan. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan banyak anak-anak yang kehilangan kebutuhan pendidikannya baik pakaian, tas dan alat tulis karena terbawa banjir dan longsor" ujarnya pada sabtu (17/01/2026).

Selanjutnya, Ia mengatakan, kebutuhan bantuan paket School Kit yang disalurkan tersebut terdiri dari seragam sekolah, tas, buku dan pena untuk 33 siswa dan siswi MTs Muhammadiyah Sungai Batang. Selain itu, Fadhlullah mengatakan, Lazismu Pekanbaru juga menyalurkan sembako untuk penyintas bencana banjir.

Sementara itu, Zulkaidir, Ketua Pos Koordinasi Bencana Alam Muhammadiyah Kabupaten Agam sangat berterimakasih kepada Lazismu Pekanbaru yang kembali memberikan perhatian terhadap warga terdampak khususnya anak-anak terdampak banjir dan longsor.

"Alhamdulillah ini adalah kali kedua Lazismu Pekanbaru turun di tempat kami. Atas perhatian dan dukungannya terhadap wilayah kami yang terdampak oleh bencana alam ini”, paparnya. Lebih lanjut, Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan keringanan kepada masyarakat yang terdampak dan meringankan beban mereka.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pekanbaru]

SELENGKAPNYA
18 Januari 2026

Hilman Latief: Filantropi dan Literasi Keuangan Syariah Harus Berdampak Nyata

JAKARTA – Momen menggembirakan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lazismu menggelar Kick Off Program Ramadhan dengan tema “Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa” pada Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian program Lazismu selama Ramadhan yang fokus pada penguatan peran zakat dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat melalui zakat dan literasi keuangan syariah.

Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam acara tersebut, menyampaikan pandangannya mengenai esensi Ramadhan bagi Lazismu.

Ia menilai maraknya kegiatan kajian keagamaan selama Ramadhan merupakan peluang strategis untuk membangun dan memperkuat literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Menurut Hilman, literasi keuangan syariah tidak hanya sebatas pemahaman zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen non-perbankan, tetapi juga perlu diperluas pada sektor perbankan dan asuransi syariah.

Kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan syariah yang komprehensif dinilai penting, karena tanpa literasi yang kuat, pertumbuhan industri keuangan syariah akan sulit berkembang secara optimal.

Lebih lanjut, Hilman menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam berbagai program kebajikan.

Ia menilai, makna berbagi di bulan suci tidak semata-mata diukur dari besaran materi, melainkan juga dari kontribusi kemampuan dan potensi yang dimiliki setiap individu.

Dalam konteks itu, Hilman mendorong Lazismu di seluruh wilayah Indonesia untuk mengembangkan pendekatan filantropi berbasis kewirausahaan.

Ia mencontohkan praktik baik yang telah berjalan melalui Pasar Ramadhan Kauman dan Pasar Ramadhan Jogokariyan, yang terbukti mampu membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui aktivitas usaha produktif.

Selain itu, Hilman juga menyoroti tingginya kepedulian publik terhadap isu-isu kemanusiaan, khususnya bencana di wilayah Sumatera. Memasuki Ramadhan, antusiasme masyarakat untuk berdonasi diperkirakan meningkat, sehingga Lazismu perlu memperkuat tata kelola dan akuntabilitas keuangan.

Ia menegaskan pentingnya sinergi dengan Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) PP Muhammadiyah agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien.

Melalui berbagai langkah tersebut, Hilman berharap program-program Lazismu selama Ramadhan 1447 Hijriah dapat menghadirkan keberkahan, kemaslahatan, serta kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/ Soleh]

SELENGKAPNYA
16 Januari 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu

Bagaimana Menghitung Zakat Profesi?

Ilustrasi Profesi

Menurut Fatwa Tarjih, Zakat Profesi adalah hasil dari Ijtihad Ulama mutaakhir yang di zaman Rasulullah SAW belum pernah dilakukan.

Dalam Musyawarah Nasional XXV tahun 2000 di Jakarta telah menetapkan bahwa zakat profesi wajib hukumnya dengan ketentuan nisab setara 85 gram emas 24 karat dengan kadar 2,5%. Dalam hal ini berarti zakat profesi diqiyaskan kepada zakat mal (harta).

zakat profesi dikeluarkan setelah dikurangi biaya hidup yang ma’ruf (layak), yaitu yang benar-benar biaya kebutuhan pokok atau kebutuhan primer, seperti kebutuhan pangan, sandang, perumahan, biaya pendidikan, kesehatan, transportasi dan sebagainya. Dan ukurannya adalah sesuai dengan ‘urf masing-masing daerah.

Hal ini didasarkan pada firman Allah:

يَسۡ‍َٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٞ كَبِيرٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَآ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَاۗ وَيَسۡ‍َٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَۖ قُلِ ٱلۡعَفۡوَۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَتَفَكَّرُونَ ٢١٩
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.“ (QS. Al-Baqarah: 219)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa menurut Ibnu Abbas, al-‘Afw adalah “sesuatu yang lebih dari kebutuhan keluarga”. Demikian juga diriwayatkan dari Ibnu Umar, Mujahid, ‘Atha, Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Muhammad bin Ka’ab, Hasan, Qatadah, Qasim, Salim, ‘Atha Khurasani, Rabi’ah bin Anas, dan lainnya berpendapat bahwa arti al-‘Afwu dalam ayat tersebut adalah “lebih”.

Hal ini juga ditunjukkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Abu Hurairah:

قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللهِ عِنْدِي دِينَارٌ قَالَ أَنْفِقْهُ عَلَى نَفْسِكَ قَالَ عِنْدِي آخَرُ قَالَ أَنْفِقْهُ عَلَى أَهْلِكَ قَالَ عِنْدِي آخَرُ قَالَ أَنْفِقْهُ عَلَى وَلَدِكَ قَالَ عِنْدِي آخَرُ قَالَ فَأَنْتَ أَبْصَرُ.
Artinya: “Seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah, saya memiliki satu dinar. Lalu Rasulullah saw menjawab: Nafkahkanlah untuk dirimu sendiri. Ia berkata lagi: Saya mempunyai yang lain lagi. Rasulullah saw menjawab: Nafkahkanlah kepada keluargamu. Ia berkata lagi: Saya mempunyai yang lain lagi. Rasulullah saw menjawab: Nafkahkanlah kepada anakmu. Ia berkata lagi: Saya mempunyai yang lain lagi. Rasulullah saw menjawab: Kau (berarti sudah) mempunyai kelapangan.”

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan seseorang, istri, dan anaknya lebih didahulukan daripada kebutuhan orang lain.

Muslim juga meriwayatkan dari Jabir, bahwa Rasulullah saw berkata kepada seorang laki-laki:

ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ فَإِنْ فَضَلَ عَنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَيْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا
[رواه مسلم]
Artinya: “Berikanlah terlebih dahulu untuk kepentingan dirimu; bila lebih, maka untuk istrimu; bila masih lebih, maka untuk keluarga terdekatmu; bila masih lebih lagi, berikanlah untuk lain-lain.” [HR. Muslim].

Meski hadis di atas tentang sedekah sunnah namun secara umum memberikan petunjuk tentang etika islam dalam berinfak dan sasarannya adalah sesuatu yang lebih sebagaimana yang dipahami oleh Jumhur Ulama.

Pengambilan zakat dari pendapatan atau gaji bersih dimaksudkan supaya hutang bisa dibayar bila ada dan biaya hidup seseorang dan yang menjadi tanggungannya bisa dikeluarkan, karena biaya hidup terendah merupakan kebutuhan pokok seseorang.

Sehubungan zakat profesi diqiyaskan kepada emas, maka disyaratkan adanya haul. Jadi, semua harta yang didapat selama satu tahun berjalan digabungkan, dan jika ada sisa harta dalam satu tahun yang mencapai nisab maka wajib dikeluarkan zakatnya.

Tetapi dalam hal ini boleh juga mempercepat pengeluaran zakat. Hal ini berdasarkan hadis dari Ali r.a.:

أَنَّ الْعَبَّاسَ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَعْجِيلِ صَدَقَتِهِ قَبْلَ أَنْ تَحِلَّ فَرَخَّصَ لَهُ فِي ذَلِكَ
[رَوَاهُ الْخَمْسَةُ إلاَّ النَّسَائِيّ]
Artinya: “Bahwa Abbas bin Abdul Muthallib bertanya kepada Rasulullah saw dalam menyegerakan (mempercepat) pengeluaran zakatnya sebelum datang waktu halalnya (satu tahun), lalu Nabi saw mengizinkan hal itu.” [HR. lima ahli hadis kecuali an-Nasa’i]

Asy-Syaukani dalam kitab Nailul Authar menyebutkan bahwa sanad hadis ini ada komentar, tetapi dikuatkan oleh hadis-hadis lain, di antaranya riwayat Abu Dawud dan Thayalisi dari hadis Abu Rafi’:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِعُمَرَ: إنَّا كُنَّا تَعَجَّلْنَا صَدَقَةَ مَالِ الْعَبَّاسِ عَامَ اْلأَوَّلِ
Artinya: “Sesungguhnya Nabi saw. berkata kepada Umar: Sesungguhnya kami telah mempercepat pengeluaran zakat harta Abbas pada tahun pertama.”

Jadi, jika mempunyai penghasilan tetap yang bisa diprediksi jika dihitung untuk waktu satu tahun ke depan telah mencapai nisab, maka bisa dikeluarkan zakatnya pada saat mendapatkan penghasilan itu.

Contoh Perhitungan Zakat Profesi

Gaji seorang pegawai sebuah perusahaan swasta nasional adalah Rp. 3.500.000,- per bulan. Setelah dipotong biaya hidup sehari-hari seperti biaya dapur/makan, pendidikan, kesehatan, listrik, pembayaran hutang dan kebutuhan pokok lainnya ternyata masih tersisa Rp. 1.850.000,- Jika dikalkulasi, dalam setahun ia mendapat Rp. 1.850.000,- x 12 = Rp. 22.200.000,-. Nishab zakat profesi adalah setara harga 85 gr emas murni 24 karat. Jika harga emas murni 24 karat per gram adalah Rp. 250.000,-, maka nishab zakat profesi adalah Rp. 21.250.000.

Dengan demikian, gaji pegawai tersebut sudah mencapai nisab dan ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 % x Rp. 1.850.000,- = Rp. 46.250,- jika dikeluarkan per bulan, atau 12 x 2,5 % x Rp. 1.850.000,- = Rp. 555.000,- jika dikeluarkan per tahun.

Artikel ini telah terbit di tarjih.or.id dengan sedikit perubahan redaksi.

SELENGKAPNYA
28 Maret 2023

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1444 H Seluruh Indonesia, Ini Dia Jadwal Selengkapnya

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1444 Hijriyah sudah resmi diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor :  1/MLM/I.0/E/2023 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, Dan Zulhijah 1444 Hijriah bahwa 1 Ramadhan akan bertepatan dengan 23 Maret 2023.

Berikut Link Download Jadwal Imsakiyah 1444 H seluruh Indonesia : KLIK DISINI.

SELENGKAPNYA
13 Maret 2023

Dana Zakat Boleh Untuk Modal Usaha?

Ilustrasi Dana Zakat Bisa Dijadikan Modal Usaha

Apakah Dana Zakat bisa dijadikan modal Usaha?

Banyak pertanyaan terkait hal ini, sebelum menuju jawaban kita lihat dulu dalil bahwa dana atau harta zakat sudah ditentukan peruntukannya oleh Allah SWT dan sudah dijelaskan melalui surat At-Taubah (9) : 60 yaitu :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللهِ وَاللهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ. [التوبة (9): 60]

Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) para hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan), sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. [QS. at-Taubah (9): 60]

Delapan golongan yang berhak menerima zakat menurut ayat tersebut terbagi kepada delapan golongan. Lalu apakah bisa Dana Zakat digunakan untuk modal usaha?

Jawabannya bisa dengan menggunakan dana zakat bagian dari golongan fakir dan miskin. Namun harus dengan sepengetahuan serta izin mereka. Sehingga perlu diberitahukan hak zakat mereka terlebih dahulu atau langsung kita berikan hak fakir dan miskin lalu dikumpulkan kembali dan mencatat nama-nama penerima sebagai pemegang saham usaha yang dikelola. Setelah itu, membuat kesepakatan pembagian keuntungan ataupun kerugian sesuai dengan jumlah saham.

Lalu bisa juga menggunakan dana zakat golongan Fi Sabilillah. Jika melihat mayoritas ahli tafsir, definisi dari Fi Sabilillah dalam ayat di atas yaitu untuk keperluan pertahanan, keamanan islam serta kaum muslimin.

Namun ada juga ahli tafsir yang berpendapat bahwa Fi Sabilillah merupakan lafaz umum yang mencangkup kepentingan umum seperti mendirikan madrasah, ruma sakit, membeli mobil jenazah (lihat Tafsir al-Manar, 10/504-506).

Berdasarkan pendapat terakhir, sebagian harta zakat bisa digunakan untuk usaha apa saja yang hal dan menguntungkan (termasuk untuk modal usaha produksi air mineral). Lalu keuntungan dari usaha tersebut harus disalurkan kepada mustahiq.

Dalam penggunaan dana zakat untuk modal usaha ada hal yang perlu diperhatikan yaitu kehati-hatian dalam menjalankan usaha agar modal dari harta zakat berkurang atau bahkan habis. 

Agar tidak mudah rugi, sebaiknya usaha yang dijalankan dengan modal harta zakat merupakan usaha yang berisiko rendah dan atau ada jaminan tidak rugi.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Tulisan ini bersumber dari : fatwatarjih.or.id dengan sedikit perubahan narasi
SELENGKAPNYA
13 Maret 2023
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2025 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross