


JAWA TIMUR – Kinerja pelaporan Lazismu Jawa Timur akan diuji dalam proses audit. Dengan serentak, seluruh kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur resmi melaksanakan audit eksternal selama lima hari secara bergantian.
Agenda strategis ini diawali dengan pelaksanaan pembukaan audit di Gedung PWM Jawa Timur dan diikuti oleh seluruh kantor daerah se-Jawa Timur secara online pada Senin (22/6/2026) bersama Kantor Akuntan Publik Abdul Hamid dan Rekan.
Pemeriksaan menyeluruh dilakukan dalam proses audit. Selaras dengan hal itu, laporan posisi keuangan, laporan perubahan dana, serta laporan arus kas Tahun Buku 2025, baik di tingkat wilayah hingga daerah disajikan untuk dicermati dan dikaji oleh auditor.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, dalam sambutannya mengatakan, audit eksternal bagi lembaga amil zakat bernilai penting. Proses audit ini memiliki esensi yang sama seperti konsep hisab dalam ajaran Islam, tuturnya.
"Audit ini seperti hisab dalam Islam. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita yang nyata atas amanah dana umat yang dikelola", ujarnya.
Membersamai pelaksanaan audit, Ketua Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memotret kinerja keuangan lembaga secara objektif. Ia berharap, setelah proses audit selesai, pihak KAP dapat memberikan rekomendasi dan saran-saran konstruktif untuk perbaikan serta peningkatan tata kelola Lazismu Jawa Timur ke depan.
"Setelah audit ini selesai, diharapkan ada saran dan rekomendasi untuk perbaikan Lazismu Jatim ke depannya, sehingga kualitas tata kelola kita semakin meningkat", kata Imam Hambali.
Optimisme senada juga disampaikan Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Hidayatur Rahman. Dalam arahannya, Ia menekankan pentingnya integrasi sistem di era digital. Pihak PWM mendorong agar pasca-audit ini, Lazismu se-Jawa Timur dapat terkonsolidasi dengan lebih baik, khususnya dalam menerapkan sistem penghimpunan data secara real-time untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi publik.
Audit eksternal ini suatu komitmen Lazismu seluruh Indonesia. Untuk menjaga prinsip objektivitas (imparsial audit) dan profesionalisme sehingga proses pemeriksaan keuangan Lazismu menggandeng Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid & Rekan.
Dalam penugasan di wilayah Jawa Timur, KAP Abdul Hamid & Rekan menerjunkan tim auditor sejumlah 7 orang. Mohammad Rizky Setiawan bertindak sebagai salah satu auditor sekaligus supervisor yang bertugas di Lazismu Jawa Timur.
Pelaksanaan audit eksternal ini menjadi bukti konkret komitmen Lazismu Jawa Timur dalam menerapkan prinsip tata kelola lembaga amil zakat yang amanah, profesional, dan transparans. Acara pembukaan audit eksternal ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Lazismu serta perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang memberikan arahan serta sambutan resmi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jatim]

YOGYAKARTA – Sebagai salah satu upaya melakukan penilaian dengan keakuratan dan kepatuhan, pada Senin, (22/6/2026) Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pembukaan Audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY.
Kegiatan secara luring ini menjadi penanda dimulainya proses audit laporan keuangan yang akan berlangsung selama empat hari, terhitung dari 22 Juni - 25 Juni 2026. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Ketua LAZISMU DIY Jefree Fahana, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY yang membidangi Lazismu Ariswan, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, tim auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan, jajaran amil Lazismu Daerah se-DIY, kantor layanan, serta media partner.
Ketua Lazismu DIY, Jefree Fahana, mengatakan audit adalah bentuk kepatuhan lembaga terhadap regulasi sekaligus amanah dalam mengelola dana masyarakat. “Audit merupakan sarana untuk memastikan seluruh proses penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas”, paparnya.
Agenda tersebut bukan kegiatan rutin tahunan, tetapi amanah yang harus dijalankan oleh lembaga pengelola dana masyarakat. Jefree memastikan seluruh proses pengelolaan dana dilakukan secara terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jefree mengungkapkan pada tahun ini sebanyak 105 kantor layanan di area kerja Lazismu DIY terlibat dalam proses audit. Ia mengapresiasi dukungan Lazismu Daerah yang intens mendampingi kantor layanan meningkatkan kualitas tata kelola dan kesiapan administrasi.
Dari sisi nilai penghimpunan, yang mengikuti proses audit terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, nilai penghimpunan yang teraudit mencapai Rp 44 miliar, dan meningkat menjadi Rp 48 miliar di tahun 2024. Selanjutnya, pada tahun 2025 nilai penghimpunan mencapai Rp 77 miliar.
“Peningkatan penghimpunan itu menandai adanya kemajuan dalam konsolidasi dan tata kelola Lazismu DIY. Harapannya, semakin banyak kantor layanan yang siap mengikuti audit sehingga kualitas pengelolaan dana umat semakin baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY yang membidangi Lazismu, Ariswan dalam sambutannya menegaskan, audit merupakan bagian penting dari budaya organisasi Muhammadiyah dalam menjaga amanah dan profesionalitas pengelolaan dana umat.
Audit bukan sebagai instrumen pengawasan semata, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan introspeksi bagi organisasi. “Kita harus membiasakan menghisab diri sebelum dihisab. Audit salah satu bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan masyarakat kepada Lazismu,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyerukan kepada seluruh elemen Lazismu untuk menjadikan audit sebagai budaya organisasi yang sehat. Menurutnya, audit adalah upaya membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan.
“Audit bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi harus menjadi tradisi organisasi untuk menjaga transparansi, profesionalisme, dan kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu”, katanya.
Mujadid Rais juga mendorong seluruh kantor layanan untuk menyiapkan dokumen dan data yang dibutuhkan auditor serta mendokumentasikan proses audit sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.
Pada kesempatan yang sama, tim auditor dari Kantor Akuntan Publik Abdul Hamid dan Rekan, Syamsul Bahri, menyampaikan kesiapan untuk melaksanakan pemeriksaan laporan keuangan selama empat hari ke depan.
“Dokumen yang akan diperiksa meliputi laporan keuangan lembaga, bukti transaksi, dokumentasi program, rekening bank, serta sistem pencatatan keuangan yang digunakan oleh Lazismu DIY dan unit-unit yang menjadi objek audit”, terangnya.
Melalui pelaksanaan audit kali ini, Lazismu DIY berharap dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan, memperkuat kepercayaan para muzaki, serta memastikan dana yang dititipkan masyarakat dikelola dengan amanah, profesional, dan memberikan nilai manfaat yang luas bagi pemberdayaan umat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DIY]

BANDAR LAMPUNG – Rangkaian kegiatan audit dilakukan Lazismu Wilayah untuk pelaporan keuangan tahun buku 2025. Lazismu Wilayah Lampung bersama 12 kantor daerah dan 18 kantor layanan mengikuti rangkaian proses audit pada, Kamis (18/6/2026).
Proses audit yang dilaksanakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan, diawali dengan agenda pemeriksaaan objektif di lapangan (fieldwork audit) yang dilakukan secara daring satu minggu sebelumnya.
Adapun serangkaian pertemuan virtual dengan auditor hingga ditutup melalui exit meeting pada, Kamis, 18 Juni 2026. Audit ini merupakan bagian dari komitmen Lazismu dalam memperkuat tata kelola lembaga, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah di seluruh wilayah Lampung.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pengurus wilayah, pimpinan kantor daerah, pimpinan kantor layanan, serta tim auditor dari KAP Abdul Hamid dan Rekan, demikian disampaikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Lampung, Syafrimen.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kelancaran proses audit. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim auditor KAP Abdul Hamid dan Rekan serta seluruh kantor daerah dan kantor layanan yang telah mengikuti proses audit Tahun Buku 2025 dengan baik.
“Audit ibarat medical check-up bagi sebuah lembaga. Temuan dan rekomendasi auditor merupakan resep yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas kelembagaan Lazismu ke depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, tim auditor dari KAP Abdul Hamid dan Rekan menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian dalam hasil audit. Salah satu catatan utama adalah perlunya implementasi yang lebih optimal terhadap kebijakan sentralisasi kantor layanan kepada kantor pembentuknya.
“Hingga saat ini yang masih menjadi tantangan dalam penerapannya di lingkungan Lazismu se-Provinsi Lampung adalah implementasi kebijakan sentralisasi kantor layanan”, terang salah satu tim auditor.
Meski demikian, auditor juga memberikan apresiasi atas komitmen dan kesungguhan Lazismu Lampung dalam mengikuti seluruh tahapan audit sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sejak Kick Off Meeting Audit Nasional.
Kepatuhan terhadap jadwal audit dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga standar tata kelola. Melalui proses audit ini, Lazismu Lampung berharap dapat melakukan perbaikan berkelanjutan, memperkuat sistem pengelolaan organisasi, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana ZISKA yang profesional, amanah, dan transparans.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Lampung]

JAKARTA – Cerita pilu mewarnai warga Kebon Kosong Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada awal Juni 2026 lalu, kawasan padat penduduk di belakang Pasar Jiung porak-peranda dilalap api. Kebakaran hebat di hari Senin terjadi pukul sembilan malam yang diduga dari korsleting listrik dan langsung menyambar rumah-rumah warga.
Menurut data yang dihimpun Pemerintah Kota Admisnitrasi Jakarta Pusat, dalam laman resminya bahwa imbas dari kebakaran tersebut menghanguskan hampir 304 bangunan dengan rincian terdapat 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak.
Sebagai wujud kepedulian dan aksi nyata kemanusiaan, Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Pusat menyalurkan paket bantuan bagi warga dan siswa yang menjadi korban kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran. Penyerahan bantuan ini berlangsung pada Sabtu, (13/6/2026).
Ketua PDM Jakarta Pusat, Bambang Tri Purnomo, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia mengatakan bahwa penggalangan bantuan ini merupakan bagian solidaritas dan empati dari berbagai unsur di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
"Musibah tidak bisa diprediksi, tetapi sebagai bagian dari Masyarakat turut merasakan duka terhadap para penyintas. Jangan lihat jumlah besar kecilnya bantuan ini, semua kami upayakan untuk meringankan beban bapak dan ibu sekalian", ujar Bambang memohon keikhlasannya.
Agenda penyaluran bantuan ini juga diisi dengan kajian penyejuk hati yang disampaikan Wakil Ketua PDM Jakarta Pusat, Suhur Samiun. Suhur memberi penyemangat bahwa musibah tak dapat ditolak, namun yang paling penting adalah bagaimana menyikapi musibah dengan aksi tolong – menolong bagi saudaranya yang dilanda kesulitan.
"Siapa saja yang membantu melonggarkan kesesakan saudaranya, Allah akan memberikan balasan yang sama di dunia dan di akhirat. Sekarang kita dibantu, semoga insyaallah berikutnya kita mendapat giliran kesempatan untuk memberikan bantuan," jelasnya.
Bantuan kemanusiaan untuk penyintas sudah datang dari berbagai pihak. Adapun Lazismu Pusat datang bersama dengan Kantor Layanan Lazismu PDM Jakarta Pusat, untuk para penerima manfaat yang telah diasesmen sebanyak 33 penyintas.
“Penyintas menerima paket bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan harian termasuk perlengkapan mandi untuk menunjang proses pemulihan pasca-bencana”, ungkap Dedy Supriyadi, Ketua Kantor Layanan Lazismu PDM Jakarta Pusat. Adapun 16 penyintas di antaranya merupakan siswa sekolah, sedangkan 17 lainnya adalah warga setempat.
Tak hanya itu, Lazismu Pusat turut memberikan bantuan berupa penyaluran daging kurban dari DAM Haji dalam kemasan siap saji kepada seluruh penerima manfaat. "Khusus untuk anak-anak sekolah, kami juga memberikan bantuan School Kit (tas, buku, dan alat tulis). Saat ini, kata Dedy, pihaknya berkoordinasi dengan Lazismu Pusat agar para siswa yang terdampak bisa mendapatkan bantuan pendidikan.
Respons OMOR di Awal Pasca-Kejadian
Aksi dan respons tanggap darurat sebenarnya telah dilakukan sejak awal pasca-bencana. Muhammadiyah langsung mendirikan posko air bersih dengan menggerakkan One Muhammadiyah One Response (OMOR). Aksi kolektif ini melibatkan kolaborasi antara Lazismu, MDMC, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Berdasarkan data yang dikantongi MDMC Jakarta Pusat, ada satu tempat ibadah yang terdampak di area seluas 5 ribu meter per segi. Penyintas mengungsi di tenda-tenda sementara serta tenda-tenda darurat di sekitar lokasi kejadian.
Melalui penyaluran bantuan ini, Lazismu berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan para penyintas agar mereka dapat segera bangkit dari masa-masa sulit.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA – Amil Lazismu wilayah DKI Jakarta telah menyiapkan dokumen kelengkapan audit. Di salah satu ruangan gedung pimpinan wilayah muhammadiyah di bilangan Kramat Raya itu, enam orang auditor dari kantor akuntan publik Abdul Hamid dengan cermat melihat satu per satu dokumen yang tersusun rapih.
Tahapan audit Lazismu Wilayah DKI Jakarta dilakukan sebagai bentuk kepatuhan dan kewajiban yang telah diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Hari itu, Senin, 2 Juni 2026, Lazismu Wilayah DKI dan beberapa kantor layanan berbasis kampus dan rumah sakit secara bergiliran menjalani proses audit eksternal.
Ketua Badan Pengurus Lazismu DKI Jakarta, Lambang Saribuana, mengatakan seluruh amil menyambut proses audit dengan kesiapan dokumen. “Audit ini kewajiban administratif tata kelola lembaga amil zakat. Suatu ikhtiar kami menjaga amanah agar setiap amanah yang dititipkan bisa dipertanggungjawabkan dengan transparans dan akuntabel”, ujarnya.
Lambang menambahkan, Lazismu DKI menjadi kantor wilayah pertama yang di audit, setelah itu kantor layanan yang ada di kampus dan rumah sakit. Laporan audit akan jadi pada bulan September atau Oktober 2026. Nilai manfaat dari audit untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan profesionalitas.
Di hari kedua, proses audit dilakukan di kantor Lazismu daerah dan kantor layanan berbasis cabang dan ranting. “Audit dilaksanakan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Selatan”, jelasnya.
Kantor layanan berbasis amal usaha yang diaudit ada tiga, Kantor Layanan Lazismu Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Uhamka, dan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka putih. Sementara itu, sambung Lambang, kantor layanan berbasis cabang dan ranting ada dua, yakni Kantor Layanan Lazismu kebayoran dan Kantor Layanan Lazismu Rawamangun.
Dalam periode audit tahun 2025 ini, dokumen yang diperiksa meliputi laporan keuangan, bukti transaksi, dan rekening bank. Masing-masing kantor Lazismu dilakukan sampling dan auditor mewawancara pengurus dan amil.
Menurut catatan Lazismu Wilayah DKI, total penghimpunan yang berhasil dicapai sebesar Rp 18 miliar, dan perolehannya meningkat dari tahun ke tahun. Ada puluhan ribu lebih penerima manfaat. Kebencanaan menjadi pilar program kemanusiaan yang banyak diminati terutama bantuan logistik kebencanaan, seperti saat bencana banjir di Aceh dan Padang.
Menurut Lambang, audit menjadi instrumen penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi Islam. “Hasil auditnya nanti bermanfaat untuk para muzaki sehingga mengetahui bagaimana dana yang diamanahkan dikelola dan dimanfaatkan dalam program-program pentasyarufan yang dijalankan,” jelasnya.
Mewakili Lazismu Wilayah DKI Jakarta, Lambang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini turut mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan program-program Lazismu. Lebih khusus kepada pimpinan wilayah muhammadiyah DKI Jakarta, pimpinan daerah Muhammadiyah, cabang dan ranting, serta kader, relawan, dan masyarakat yang terus membersamai gerakan zakat di ibu kota Jakarta.
Sejurus dengan hasil audit nanti, kami akan terus memperbaiki tata kelola dan layanan dalam segenap program Lazismu di DKI Jakarta. Lewat audit ini semoga laporan informasi yang disampaikan kepada semua pihak, muzaki dan mustahik dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas layanan baik di program pendistribusian dan pendayagunaan serta penghimpunan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DKI]

BENGKULU – Lima tahun paska audit yang di mulai tahun 2020 hingga tahun 2025, Lazismu Wilayah Bengkulu kembali melaksanakan audit oleh Kantor Akuntan Publik Abdul Hamid dan Rekan, pada Jum’at. 5 Juni 2026.
Pelaksanaan audit dimulai dari entry meeting, yaitu agenda pertemuan awal antara tim pemeriksa keuangan dengan Lazismu Wilayah Bengkulu sebelum proses audit dimulai. Ketua Kepatuhan Audit dan Keuangan, Jessy Obastika yang didampingi Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Wilayah Bengkulu, Abdul Hafiz, beserta Perwakilan dari peserta audit masing-masing kantor daerah dan kantor layanan mengikuti proses pelaksanaan audit.
Jessy mengatakan, proses audit dibagi menjadi dua sesi. “Sesi pertama dimulai dari empat kantor yaitu Kantor Lazismu Wilayah Bengkulu, Kantor Lazismu Daerah Rejang Lebong, Kantor Layanan Lazismu Bengkulu Utara dan Kantor Layanan Penarik,” jelasnya.
Sementara itu, sesi kedua audit meliputi tiga kantor yaitu Kantor Layanan Lazismu Muara Aman, Kantor Layanan Lazismu Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan Kantor Daerah Lazismu Kaur.
Dalam kesempatan itu, Jessy mengungkapkan, ada dua asepek yang ditekankan pada proses audit yaitu aspek tata kelola organisasi dan aspek pelaporan keuangan. Dalam hal ini, kata Jessy, pembentukan kantor layanan dan optimalisasi sentralisasi pengelolaan pada dasarnya kantor layanan melakukan penyetoran dana ZISKA yang diterima kepada Kantor Daerah untuk dicatat dan diakui sebagai penerimaan di Laporan Keuangan Kantor Daerah.
Di samping itu, dalam aspek pelaporan keuangan, Jessy mengatakan, pengelolaan kas dan setara kas semua kantor yang diaudit memetakan dana rekening bank berdasarkan dana zakat, dana infak dan dana amil.
“Dari hasil proses audit ini Lazismu Wilayah Bengkulu perlu inventarisasi kembali atau pemeriksaan fisik Aset Tetap, sekaligus memberikan kodefikasi setelah membuat pedoman yang mengatur tentang Kodefikasi Aset Tetap dan Aset Kelolaan”, paparnya.
Hal ini dilakukan sebagai kajian atas perlakuan akuntansi penggunaan aset milik PWM/PDM/AUM yang dimanfaatkan untuk operasional amil, guna memastikan kesesuaiannya dengan PSAK 409 dan substansi pengendalian aset.
Dalam tata kelola ke depannya, berdasarkan rekomendasi dari auditor, Lazismu Wilayah Bengkulu harus terus berupaya melakukan perbaikan adanya pedoman terkait standarisasi kelengkapan dokumentasi laporan pertanggungjawaban atas penyaluran atau beban operasional.
Dalam sesi penutup (exit meeting) Wakil Ketua Kepatuhan Audit dan Keuangan Wilayah terus mengawal proses audit semua kantor dari awal hingga akhir bersama amil eksekutif Lazismu Wilayah Bengkulu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]



MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL
Jakarta, 20 Mei 2026
Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.
Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.
Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.
Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.
Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.
Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.
Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:
Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.
Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.
Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.
Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.
Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.
Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih
Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.
Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.
Fisik Hewan Kurban
Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).
Kesehatan Hewan Kurban
Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.
Usia Hewan Kurban
Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.
Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.
Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.
Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.
Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"
Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.
Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ujian Tanpa Batas
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.
Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.
Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”
Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.
Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.
Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.
Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.
Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.
Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

