


BANDUNG - Keistimewaan Qur’an tak diragukan lagi. Kandungan isinya yang menebarkan cahaya harus dihadirkan dalam keseharian hidup manusia. Mukzijatnya memberikan dampak bagi umat manusia, baik yang membaca maupun yang mendengarkannya.
Dengan mengusung semangat “Tebarkan Cahaya Al-Qur’an”, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Jabbar fasilitasi Gramedia, Penerbit al-Qosbah dan Lazismu menyelenggarakan Gerakan Sejuta Qur’an, pada Sabtu (7/3/2026). Tujuan kegiatan ini mendorong semangat literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Digital Marketing & Merchandising Director Gramedia, Sugiarto menyampaikan bahwa Gerakan Sejuta Qur'an Jabar Istimewa merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan nilai kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Sebagai bagian dari semangat itu, Gramedia ingin terus mengambil peran dalam menghadirkan dampak sosial nyata melalui Gerakan Sejuta Quran Jabar Istimewa,” ujarnya. Kami berharap setiap Al-Qur’an yang didonasikan dapat menjadi sumber cahaya dan kebaikan yang tak terputus bagi penerimanya.
Gerakan Sejuta Qur'an Jabar Istimewa ini menjadi bagian dari upaya Gramedia dalam memperkuat peran toko buku bukan hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi dan gerakan sosial.
Direktur Utama Lazismu Pusat, Ibnu Sani, menilai bahwa kegiatan bersama Gramedia bukan kali pertama, kolaborasi yang terjalin sudah berjalan beberapa tahun lalu.
“Sinergi program dengan Gramedia sudah dilakukan Lazismu dengan menyalurkan Al-Qur'an ke berbagai daerah seperti Jabar, Jateng, Kalimantan, Lampung, Medan dan wilayah yang terdampak bencana. Kita targetkan bisa menyebar ke seluruh Indonesia,” tandasnya.
Sejauh ini, sambung Ibnu, untuk wilayah Bandung sendiri, pihaknya telah menyerahkan 2000 eksemplar baik kepada masyarakat umum, pondok pesantren dan warga yang membutuhkan. “Ini program jangka panjang dengan Gramedia, kita komitmen mengawal hingga satu juta Al-Qur'an,” jelasnya.
Merespons hal itu, pendakwah Dennis Lim mengatakan, apa yang dilakukan Gramedia, Lazismu dan Penerbit al-Qosbah, hendaknya mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat terutama umat Islam.
Intinya kita berlomba berbuat kebajikan, suatu amal baik di bulan Ramadhan, yang ganjarannya berlipat ganda. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat bisa bersama - sama mendukung agar Gerakan Sejuta Al-Quran ini bisa terwujud, mari kita berdonasi,” ajak Ustadz Dennis selepas menyampaikan tausiah.
Kolaborasi bersama Masjid Raya Al Jabbar dan para tokoh agama ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat program sekaligus mempererat sinergi dalam kegiatan sosial dakwah yang bisa terus tumbuh dan bermakna.
Dalam program ini tidak hanya sekadar momentum ibadah bersama. Ini adalah ikhtiar yang meliabatkan partisipasi publik dalam menghadirkan amal jariyah yang berkelanjutan. Caranya dengan berdonasi melalui saluran yang telah tersedia, mulai dari tunai (cash), EDC, hingga QRIS untuk memudahkan partisipasi masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA - Suasana kawasan Masjid At-Tanwir, Kompleks Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, terasa lebih semarak pada Sabtu (7/3/2026). Sejak menjelang waktu berbuka, halaman masjid mulai dipenuhi jamaah yang datang dari berbagai penjuru.
Aroma makanan dari stan-stan UMKM bercampur dengan suara percakapan hangat para pengunjung. Di antara keramaian itu, ratusan anak dari panti asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Jakarta dan sekitarnya tampak duduk berkelompok dengan wajah ceria. Mereka menjadi bagian penting dari kegiatan yang digelar oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid At-Tanwir dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh Muhammadiyah, di antaranya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrohman, serta Ketua DKM Masjid At-Tanwir Nur Achmad. Turut hadir pula perwakilan majelis dan lembaga PP Muhammadiyah, Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah DKI Jakarta, serta pimpinan Muhammadiyah tingkat wilayah hingga cabang se-DKI Jakarta.
Tabligh Akbar ini menjadi salah satu program kerja DKM Masjid At-Tanwir yang dirancang sebagai ruang dakwah terbuka bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diajak memperdalam pemahaman keislaman sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual selama bulan Ramadan.
Selain tausiyah keagamaan, kegiatan ini juga dirangkai dengan bazar Ramadan yang menghadirkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran bazar tersebut tidak hanya menambah semarak suasana, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.
Ketua Panitia Ramadan Cerah, Masruri, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang sebagai perpaduan antara dakwah, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan tabligh akbar kami rangkai dengan santunan anak yatim serta bazar UMKM agar jamaah dapat merasakan manfaat sosial dan ekonomi selama Ramadan,” ujarnya.
Di sela-sela kegiatan, panitia juga menyalurkan santunan kepada sekitar 150 anak yatim dari berbagai panti asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jakarta dan sekitarnya. Selain menerima santunan, anak-anak tersebut mengikuti sesi interaktif yang berisi motivasi, kuis hafalan Al-Qur’an, serta pembinaan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda.
Salah satu penerima manfaat, Ika Putri, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, rangkaian acara yang diselenggarakan terasa menarik dan memberikan pengalaman yang berkesan.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar. Isi ceramahnya mendidik dan tidak membosankan. Selain itu, ada santunan untuk anak-anak panti dan bazarnya juga ramai dengan berbagai pilihan,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Masjid At-Tanwir semakin hangat. Jamaah yang sejak sore memenuhi area masjid akhirnya berkumpul bersama untuk menutup rangkaian kegiatan hari itu. Di tengah kebersamaan tersebut, tabligh akbar dan bazar Ramadan bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi ruang pertemuan antara dakwah, kepedulian sosial, dan kebersamaan umat di bulan yang penuh berkah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

KULON PROGO - Sore itu di Masjid Al Akbar Bandara Internasional Yogyakarta ada yang berbeda. Sinar matahari mulai redup. Dari dalam bandara terdengar jelas lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari arah masjid. Barisan jamaah masjid mulai padat karena puluhan anak yatim dan penghafal Al-Qur’an duduk dengan wajah ceria menanti rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang digelar oleh Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Kegiatan ini bagian dari Program CSR InJourney Airports Safari Ramadhan 1447 H/2026 M. Program CSR InJourney Airports Safari Ramadhan adalah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) untuk berbagi keberkahan. Kegiatan ini mencakup penyaluran bantuan sembako, santunan anak yatim/penghafal Al-Qur'an, bantuan alat ibadah, dan renovasi masjid di wilayah sekitar bandara.
General Manager Bandara YIA, Ruly Artha, pada Jum'at (6/3/2026) mengungkapkan, keberadaan bandara tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi udara, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitarnya. “Bandara YIA tidak hanya berfokus pada pelayanan penerbangan, tetapi juga memperhatikan masyarakat sekitar. Salah satunya melalui kepedulian terhadap anak-anak yatim dan para penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan Safari Ramadhan menjadi momentum bagi perusahaan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di bulan yang penuh keberkahan.
Apresiasi atas kegiatan tersebut disampaikan Manajer Lazismu Kulon Progo, Heri Susanto. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bandara YIA atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak binaan Lazismu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada YIA atas kepeduliannya. Semoga kegiatan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak binaan kami untuk terus belajar dan menghafalkan Al-Qur’an," ungkapnya.
Penyaluran bantuan ini disalurkan dalam bentuk alat ibadah serta santunan kepada 100 anak yatim/piatu dan penghafal Al-Qur’an binaan Lazismu. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan bagi anak-anak untuk terus menapaki jalan pendidikan dan menguatkan kedekatan mereka dengan Al-Qur’an.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas bandara, Safari Ramadhan itu menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh di mana saja, menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

TANGERANG SELATAN - Datangnya Ramadan menambah hangat suasana di Masjid At-Taqwa Universitas Muhammadiyah Jakarta. Sejumlah paket kebutuhan pokok tersusun rapi, menunggu untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Bagi sebagian orang, paket sederhana itu mungkin tampak biasa. Namun bagi para duafa , bantuan itu menjadi penguat harapan untuk menjalankan Ramadan dengan lebih tenang. Melalui program Kado Ramadan, Lazismu Universitas Muhammadiyah Jakarta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek pada Kamis (5/3/2026).
Program ini menjadi wujud kepedulian sosial kampus dalam menghadirkan kebahagiaan Ramadan yang lebih merata. Sebanyak 1.600 paket Kado Ramadan disalurkan bertahap kepada para penerima manfaat. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari karyawan dan pensiunan UMJ, guru, anak yatim, kaum dhuafa, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), unsur persyarikatan Muhammadiyah, hingga masyarakat kurang mampu sekitar kampus.
Ketua Lazismu UMJ, Tajudin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kampus kepada masyarakat. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat empati dan memperluas kebermanfaatan.
“Program ini bentuk tanggung jawab moral dan sosial kita bersama. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan kampus dan Lazismu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ciampea, Sugiri, yang menilai kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang bulan puasa. Ia berharap program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Program Kado Ramadhan sendiri merupakan agenda sosial tahunan Lazismu UMJ yang didukung oleh penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dari civitas akademika UMJ serta para donatur. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jakarta menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kepedulian, mempererat kebersamaan, dan menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Setiap paket berisi kebutuhan pokok rumah tangga yang diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dalam mempersiapkan ibadah puasa. Bagi sebagian keluarga, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako, melainkan bentuk kepedulian yang menghadirkan rasa bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta ini turut dihadiri Rektor UMJ Ma'mun Murod, Ketua LPP AIK UMJ Fakhrurazi, serta Ketua Lazismu UMJ Tajudin. Kehadiran para pimpinan kampus dan unsur persyarikatan Muhammadiyah menunjukkan komitmen bersama untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu UMJ]

TANGERANG SELATAN - Menjelang waktu berbuka puasa, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) lebih ramai dari biasanya. Di antara lalu lalang mahasiswa dan masyarakat yang masih beraktivitas, sejumlah relawan berdiri di tepi jalan sambil membawa kantong-kantong berisi takjil. Senyum dan sapaan menjadi hal menyejukkan di tengah hiruk pikuk kegiatan Ramadan.
Melalui program Tebar Takjil, Lazismu Universitas Muhammadiyah Jakarta menyalurkan sebanyak 1.300 paket takjil kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama dua periode, pada Senin-Jumat (2–6/3/2026) dan Senin-Jumat (9–13/3/2026). Dengan sasaran mahasiswa serta masyarakat di sekitar lingkungan kampus yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Selain membantu masyarakat memperoleh hidangan berbuka puasa, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Tebar Takjil melibatkan kader Lazismu UMJ sebagai relawan utama. Distribusi takjil juga didukung oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) serta Nasyiatul Aisyiyah Tangerang Selatan yang turut membantu proses penyaluran kepada para penerima manfaat.
Ketua Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu UMJ Raden Alka Wali Hakim menjelaskan bahwa program Tebar Takjil merupakan bagian dari upaya Lazismu untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat selama bulan Ramadan.
“Program Tebar Takjil ini menjadi bentuk kepedulian Lazismu UMJ kepada mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus. Melalui kolaborasi dengan kader IMM sebagai mitra penyaluran, kami berharap bantuan ini dapat memberikan kemudahan bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa untuk berbuka tepat waktu,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari organisasi kemahasiswaan yang terlibat. IMM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ menilai program ini sebagai bentuk kolaborasi yang baik antara Lazismu dan organisasi mahasiswa dalam menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan kampus.
Salah satu penerima manfaat, Vito, mahasiswa Fakultas Agama Islam UMJ, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, pembagian takjil sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang masih berada di kampus menjelang waktu berbuka.
“Alhamdulillah, program ini sangat membantu kami, terutama yang masih berada di kampus saat waktu berbuka tiba. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap Ramadhan,” katanya.
Program Tebar Takjil merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial Ramadhan Lazismu UMJ yang didukung oleh penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah dari civitas akademika serta para donatur. Melalui kegiatan ini, Lazismu UMJ tidak hanya menghadirkan bantuan berbuka puasa, tetapi juga menumbuhkan budaya berbagi, mempererat kebersamaan, dan menghadirkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu UMJ]

KOTA LINTANG – Anak-anak di usia wajib belajar menjadi perhatian Lazismu ketika melakukan kunjungan kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir di Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Senin (9/3/2026).
Untuk membangkitkan semangat ibadah dan belajar di bulan suci Ramadan, amil dan relawan kemanusiaan menyalurkan bantuan berupa 64 mushaf Al-Quran kepada siswa-siswi SD Negeri Kota Lintang.
Kepala Sekolah SD Negeri Kota Lintang, Tusman, bersyukur karena murid-muridnya masih bersemangat untuk belajar. Apalagi di bulan Ramadan menerima hadiah mushaf Al-Qur’an Baru dari Lazismu. “Penyaluran bantuan ini memberikan motivasi kepada para murid. Anak-anak agar tak mudah patah semangat dan terus belajar melihat ke depan,” pesan Tusman penuh bahagia.
Tusman mengatakan kendati sedang berada di tengah kondisi sulit pascabencana, para siswa masih semangat belajar. Karena itu, mewakili sekolahnya Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para donatur atas perhatian dan bantuan langsung ke sekolah ini.
Dalam kunjungannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, turut memberikan pesan penyemangat kepada para siswa dan guru. Ia menyoroti pentingnya momentum Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada kitab suci.
"Sebagai bulan turunnya Al-Quran, kami dari Lazismu ingin menyampaikan Al-Quran ini kepada adik-adik dan para guru. Agar kita semua dapat memaksimalkan ibadah membaca Al-Quran di bulan yang penuh berkah ini," tutur Mujadid Rais.
Kunjungan berlangsung hangat dan interaktif. Ia menyempatkan diri berdialog langsung dan menanyakan progres ngaji para siswa selama Ramadan. Para siswa menjawab dengan antusias. Beberapa siswa dengan bangga menyebutkan bahwa mereka telah menyelesaikan bacaan hingga 3 sampai 5 juz.
Melalui kegiatan ini, Lazismu berharap bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga menjadi pelipur lara dan penyemangat bagi warga Kota Lintang, khususnya anak-anak, untuk bangkit dari dampak bencana banjir. Mengingat sulitnya akses air bersih menjadi pemandangan keseharian para penyintas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/athif]



Kotak infak di Masjid At-Takwa seperti tak pernah berhenti bergerak mengikuti barisan jamaah dari yang paling depan sampai barisan paling belakang di hari pertama tarawih sampai dengan malam ini. Jamaah masjid selalu siap sedia mengeluarkan sebagian rejekinya untuk bersedekah dan berinfak.
Inilah salah satu amalan utama di bulan suci Ramadhan yaitu bersedekah. Tidak hanya di masjid-masjid, sebagian besar kaum muslimin mengeluarkan sedekahnya untuk mereka yang membutuhkan pertolongan.
Puasa melatih umat Islam untuk peka terhadap lingkungan sosialnya. Peduli terhadap sesama sehingga kesalehannya berdampak terhadap orang lain dengan perilaku luhurnya. Perintah bersedekah dengan harta antara lain, disebutkan dalam Al-Qur’an surat al-Munafiquun, ayat 10, yang artinya berbunyi:
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, agar aku dapat bersedekah sehingga aku termasuk orang-orang yang saleh”
Dengan bersedekah akan ada nilai manfaat terutama kebaikan di dunia dan di akhirat. Manfaatnya di dunia, sesuai janji Allah SWT akan mengganti rejekinya yang lebih besar, sebagaimana dikatakan dalam firman-Nya:
“Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya”. (QS, Saba’: 39). Jika tidak memiliki harta sekalipun, seorang muslim dapat bersedekah dengan tanaga dan pikirannya untuk kebaikan bersama. Bahkan dengan senyum kepada saudara kita, kata Rasulullah termasuk bersedekah.
Keikhlasan bersedekah adalah prinsip ibadah. Karena itu, tidak ada orang jatuh miskin karena bersedekah. Dengan bersedekah, seorang dapat mengobati penyakit kikirnya bahkan menolak bala. Rasulullah SAW bersabda:
“Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk” (HR. Tirmidzi).
Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa dengan bersedekah dapat membentengi diri kita terhindar dari musibah. Disebutkan dalam suatu hadis berikut yang berbunyi:
“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan kulit.” (HR Thabrani).
Sedekah adalah satu dari sekian bukti keimanan seorang muslim yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa di bulan Ramadhan merupakan sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial kita terhadap sesama dengan berbagi sebagai ahli sedekah.
“Barang siapa yang termasuk ahli sedekah, niscaya Ia dipanggil (masuk surga) dari pintu sedekah” (HR. Shohih Bukhari)
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Fulan baru saja lulus sekolah dasar. Penampilan fisiknya sudah mengalami perubahan. Kendati wajahnya masih seusia anak-anak pada umumnya, suara Fulan terdengar sudah menebal. Sebagai anak laki-laki yang sedang tumbuh dan berkembang, Ia kadang bercermin melihat wajahnya yang berminyak dan tumbuh jerawat.
Tanda-tanda fisik di atas, merupakan hal yang biasa dialami oleh anak laki-laki, bahkan ciri lainnya ditandai dengan bermimpi. Semantara itu, bagi anak perempuan cirinya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama dalam hidupnya. Menurut ajaran Islam, tanda-tanda fisik yang dialami anak laki-laki dan perempuan itu disebut dengan masa akil-baligh.
Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seseorang yang sudah dewasa ada beban hukum yang dipikul berdasarkan perintah, larangan dan anjuran (Taklifi). Dalam hukum fikih disebut Mukallaf, yaitu seorang yang sudah dianggap melek hukum, sehingga apa yang dilakukan dan diucapkan sudah memenuhi unsur (nilai dasar dan ketentuan praktis) secara hukum.
Lalu, apa relevansinya Mukallaf dengan kewajiban berpuasa? Jawabannya, karena ada nilai-nilai dasar dan ketentuan hukum praktis serta hukum sebab akibat (Wad’i) bagi orang yang sudah dewasa maka puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib. Dari segi dalil jelas puasa Ramadhan diwajibkan kecuali bagi yang berhalangan secara syar’i seperti lansia, haid, dan nifas serta orang yang sakit keras.
Termasuk didalamnya seseorang yang belum Mukallaf tidaklah terbebani oleh hukum wajib berpuasa yang bersifat taklîfî. Tetapi kewajiban berpuasa itu, misalnya bagi anak-anak menjadi informasi edukatif yang memuat amalan – amalan yang dianjurkan sampai dengan kwajiban zakat fitrah yang harus ditunaikan.
Hukum Taklifi sendiri bersumber dari Allah SWT yang menandaskan perintahnya langsung melalui Firman-Nya yang dikuatkan oleh Sunnah Rasullulah. Beban itu diberikan kepada hambanya dalam bentuk (amal) perbuatan. Beban ini merupakan ujian dari Allah kepada mereka agar jelas siapa di antara hamba-Nya yang taat dan melanggar ketentuannya secara hukum.
Secara prinsip, para ahli ushul fiqh berpandangan bahwa dasar timbulnya pembebanan hukum dalam Islam adalah akal dan pemahaman. Artinya, seseorang baru bisa dibebani hukum jika berakal dan bisa memahami secara baik dan jelas beban yang ditujukan kepadanya. Jadi sederhananya, kewajiban berpuasa sebagai perintah merupakan ibadah wajib yang ditujukan untuk orang Islam yang berakal (dewasa).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Dalam Islam, setiap ibadah yang dikerjakan memiliki tuntunan dan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh kaum muslim dan muslimat. Menurut Tajih Muhammadiyah, Ibadah merupakan upaya setiap muslim mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan Allah SWT.
Puasa sebagai ibadah khusus (ibadah mahdhah) memiliki karakteristik yang unik, Dari segi waktu secara syariat ditentukan pada bulan yang spesial, yaitu bulan Ramadhan. Umat Islam di seluruh dunia mengamalkannya untuk meraih takwa. Melalui perintah-Nya, semua taat, tunduk dan penuh pengabdian.
Sesempurnanya manusia dihadapan Allah SWT, manusia adalah makhluk yang hina, dengan berpuasa itu tujuannya untuk mengekang hawa nafsunya yang kadang hina dan kosong. Puasa mampu mengendalikan hawa nafsu manusia. Rukun dan syarat berpuasa juga diatur oleh Islam sebagai ibadah wajib.
Hikmah Berpuasa
Puasa yang dilakukan umat Islam setiap tahunnya, memiliki hikmah hasanah terhadap setiap individu. Pada aspek jasmani puasa memberikan dampak kesehatan bagi tubuh manusia. Semantara itu, dalam aspek ruhani (spiritual) puasa berperan mendidik dan melatih pribadi muslim untuk menjadi beradab, tertib, dan mampu mengontrol kondisi psikologisnya secara emosional.
Pada aspek sosial, puasa juga melatih kepeduliaan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Empati terhadap mereka yang papa (dhuafa) dengan Ikhlas berbagi, bersedekah dan saling menghormati bahkan terhadap saudara yang bukan muslim. Tiba waktunya, setiap muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah dan zakat harta bagi yang sudah memenuhi syarat.
Hikmah berpuasa lainnya menjadikan individu sebagai pribadi yang berkarakter kuat. Berpuasa memantapkan pribadi muslim untuk meningkatkan kredibilitasnya. Pribadi yang tangguh, etis, dan berkarakter (ethos).
Berpuasa selama satu hari dari terbit fajar sampai matahari terbenam menghadirkan pribadi muslim yang mampu mewarnai kecerdasan emosionalnya. Tidak mudah tersinggung dan terpancing emosionalnya. Kontrol emosinya (pathos) berjalan seimbang namun tetap bermartabat.
Di samping itu, dengan berpuasa seorang muslim bisa memperkaya pengetahuannya tentang fenomena sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya. Kendati ada keterbatasan dalam dirinya, jiwa-jiwa yang terpelihara itu bangkit menggerakan motivasi spiritualnya untuk menggali hikmah puasa dengan pengatahuan (logos) yang dimilikinya agar tabir ibadah dapat diraih sebagai pengetahuan dan diparaktikan dengan tulus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

