

SUMUT – Pascabencasna banjir yang melanda provinsi Sumatera Utara, masih terdapat sekolah yang belum bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Salah satunya yang dialami Sekolah Dasar (SD) Bunda Kandung di kecamatan Polonia, Kota Medan.
Sekolah Dasar Bunda Kandung, saat banjir melanda kondisinya memprihatinkan. Air yang meluap sudah menggenangi separuh bangunannya. Meja dan kursi rusak terendam banjir. Sarana pendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti komputer, printer, proyektor dan lainnya tak bisa diselamatkan.
Proses pemulihan pascabanjir masih terus berlangsung. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Lazismu melalui program pemulihan sekolah terdampak bencana berkolaborasi menyalurkan bantuan kemaslahatan umat bagi sekolah terdampak banjir di Kota Medan.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Kamis, (29/1/2026), bertempat di SD Bunda Kandung, Bantuan diserahkan langsung oleh Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, yang turut disaksikan oleh Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Hafizh Syafaaturrahman, Wakil Ketua PWM Sumatera Utara M. Basir Hasibuan, Ketua Lazismu Sumut Syahrul Amsari, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Sumut, Aswin Bancin, dan jajaran pimpinan terkait serta Kepala Sekolah SD Bunda Kandung Bukhari Muttaqin, serta para guru.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, mengatakan bantuan yang diberikan meliputi pengecatan gedung sekolah, karpet, kipas angin, genset, proyektor, laptop, dan printer. Sulis ikut prihatin yang mendalam atas musibah banjir di kota Medan.
“BPKH bersinergi dengan mitra program kemaslahatan Lazismu. Dana bantuan bersumber dari program kemaslahatan BPKH yakni dana abadi umat yang diperuntukkan untuk mendukung kegiatan sosial dan dakwah, pemberdayaan ekonomi umat dan lainnya”, ungkapnya.
Secara umum program kemaslahatan BPKH berasal dari nilai manfaat dana abadi umat yang dikelola BPKH. Dari dana yang dikelola itu, sambung Sulis, hasilnya berupa nilai manfaat dan diperuntukan dalam pelaksanaan program ini.
“Pada tahun 2025, BPKH telah memberikan bantuan sebesar Rp 24,7 miliar untuk penyintas banjir di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Fokus bantuan untuk kebutuhan dasar pangan dan sandang”, ujarnya.
Sulis mengatakan, di tahun 2026, BPKH menambahkan nilai bantuan dari dana abadi umat sebesar Rp 10 miliar untuk kegiatan program pascabencana berupa pemulihan terutama di masalah infrastrukturnya
Di SD Bunda Kandung, lanjutnya, ini pertama kali BPKH bersama Lazismu melakukan penyerahan bantuan dalam bentuk pengecatan bangunan, melengkapi sarana pendukung seperti karpet, kipas angin dan sarana pendukung lainnya untuk kegiatan belajar mengajar yaitu lapop, printer dan genset. Sebelumnya BPKH memberikan bantuan untuk SMP Muhammadiyah 48 dan SD Muhammadiyah 19. Hampir sama untuk memenuhi sekolah yang memang terdampak banjir dan kebanyakan rusak.
“Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sarana dan prasarana sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan optimal pascabencana banjir”, ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama. Wakil Ketua PWM Sumatera Utara, M. Basir Hasibuan, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada BPKH dan Lazismu. Ia mengapresiasi program kemaslahatan umat yang dijalankan BPKH secara kolaboratif.
“Bantuan yang diberikan berdampak langsung, khususnya bagi sekolah seperti SD Bunda Kandung. Harapannyua bantuan yang ada dapat memulihkan proses KBM di sekolah ini, dan bantuan ini sangat membantu sekolah ini dalam satuan Pendidikan,” pungkasnya.
Mewakili Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hafizh Syafa'aturrahman mengatakan, apa yang dilakukan Lazismu merupakan bagian dari melaksanakan peran, tanggung jawab dan akuntabilitasnya.
“Kita lakukan audit oleh eksternal dan terpercaya. Alhamdulillah tahun 2024 mendapatkan WTP. Kami dari aspek layanan mengutamakan muzaki dan mustahik dengan fasilitas program yang telah di asesmen dan tepat sasaran”, tandasnya.
Hafizh menambahkan, Lazismu melaksanakan program respons darurat dilakukan dengan satu pintu khususnya untuk bencana Sumatera dan Aceh. “Ini merupakan amanah dan arahan dari PP Muhamamdiyah yang harus terkoordinasi termasuk kebutuhannya yang diasesmen oleh MDMC sampai dengan pengiriman relawan di lapangan sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan sinergisitasnya”, paparnya.
Kepalsa Sekolah SD Bunda Kandung Bukhari Muttaqin menyampaikan terima kasih kepada BPKH, Lazismu dan semua pihak yang telah mendukung program ini. Pascabanjir ini sekolah kami belum melaksanakan KBM.
“Secara formal begitu karena mengalami kerusakan sarana dan prasarana. Sementara para guru yang juga tinggal di sekitar sekolah mengalami hal yang sama rumahnya juga terdampak”, tuturnya. Mudahan mudahan di awal Februari bisa normal kembali, harap Bukhari seraya berbahagia mendapat bantuan dan dukungan dari BPKH dan Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

