

ENREKANG -- Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Sulawesi Selatan merupakan bagian penting dari konsolidasi nasional untuk memastikan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan.
Penegasan ini disampaikan Lazismu Pimpinan Pusat, yang diwakili Badan Pengurus Hafizh Syafa'aturrahman, dalam Rakerwil yang dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Enrekang, pada Sabtu, (31/1/2026).
Menurut Hafizh, Lazismu tidak bekerja secara parsial, melainkan dalam satu sistem nasional yang terhubung dari pusat hingga daerah. “Pelaporan Lazismu dilakukan secara rutin dan terstandar, tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga secara nasional”, ujarnya. Hal ini menjadi wujud komitmen Lazismu dalam menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik.
Ia menegaskan, seluruh pedoman dan panduannya telah dirancang untuk mengakomodasi program yang terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan, serta sejalan dengan visi besar Muhammadiyah. Seluruh program Lazismu, menurutnya, merupakan turunan dari keputusan dan amanat Muktamar Muhammadiyah, sekaligus tunduk pada regulasi dan hukum negara.
“Rakerwil adalah forum kebijakan yang terkonsolidasikan,” pungkasnya. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan rencana kerja Lazismu Wilayah dan Daerah dengan rencana strategis nasional Lazismu Pusat.
Rakerwil Lazismu Sulawesi Selatan yang mengusung tema Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkemajuan ini dihadiri seluruh perwakilan Lazismu Daerah se-Sulawesi Selatan. Forum ini diharapkan memperkuat sinergi kelembagaan Lazismu dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Melalui Rakerwil ini, Lazismu PP Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperkuat Lazismu di seluruh wilayah agar tetap berada dalam satu visi Persyarikatan, sekaligus mampu menjawab tantangan sosial secara nyata dan berkelanjutan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Enrekang]

CIANJUR – Gempa bumi di Cianjur pada tahun 2002 silam, menyisakan misi kemanusiaan yang masih berlanjut. Salah satunya melalui tahap pemulihan membuka akses layanan kesehatan dalam bentuk klinik pratama.
Pada Juli 2025 lalu, Lazismu memanfaatkan tanah wakaf seluas 2700 meter2 yang dikekola Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cianjur untuk dijadikan Klinik. Peletakan batu pertama dimulai sebagai cikal bakal berdirinya Klinik Muhammadiyah, di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang pascabencana gempa bumi.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui program Indonesia Siaga, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Kabupaten Cianjur resmi beroperasi mulai hari ini, Sabtu (31/1/2026). Peresmian digelar dan dihadiri langsungu oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, bersama jajaran pemerintah kabupaten dan pimpinan Muhammadiyah.
Klinik Muhammadiyah yang berlokasi di Desa Sarampad didirikan atas inisiatif bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cianjur yang berkolaborasi dengan Lazismu Pusat dan Lazismu Jawa Tengah. Awalnya, sebagai respons cepat pemulihan setelah gempa, kata Ketua PDM Cianjur, Saepul Ulum.
"Pembangunan klinik berhasil dilakukan atas respons positif dari Lazismu Pusat dan Lazismu Jawa Tengah. Pembiayaan bantuan kemanusiaan mencakup alat kesehatan hingga dana operasional”, jelasnya. Alhamdulillah, klinik ini 99 persen setelah berdiri sudah siap beroperasi. Saepul berharap surat izin operasional dapat segera diproses di pemerintah daerah.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur, dokter Hani Zahia Suarsa. Ia menjelaskan, ide pembangunan lahir karena minimnya layanan kesehatan di kawasan yang juga merupakan lokasi rawan bencana tersebut.
"Berawal dari bencana gempa bumi 2022, kami melihat ada kebutuhan mendesak yaitu layanan kesehatan. Harapan kami, klinik ini diterima masyarakat Cianjur dan sesuai mimpi kami, dalam lima tahun ke depan bisa berkembang menjadi Rumah Sakit Tipe D", pungkasnya.
Apresiasi datang dari Pemerintah Kabupaten Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, yang turut hadir bersama Wakil Bupati. Dalam peresmian itu, Bupati Cianjur, Wahyu Ferdian mengapresiasi langkah Muhammadiyah. Ia mengakui Kabupaten Cianjur masih membutuhkan banyak bantuan mengingat sisa-sisa dampak gempa dan pergeseran tanah masih dirasakan.
"Muhammadiyah memiliki sekolah, universitas, klinik, hingga rumah sakit. Maka dari itu, tidak salah jika Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi muslim terkaya keempat di dunia", kata Bupati Cianjur memuji.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Desa Sarampad dan sekitarnya. "Mudah-mudahan gedung yang merupakan sumbangan dari para donatur bisa bermanfaat lebih luas bagi masyarakat Cianjur untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang bermutu," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, menyoroti jaringan kesehatan gerakan dakwah muhammadiyah yang mendunia. Mendikdasmen memuji desain bangunan klinik muhammadiyah dan menyoroti perkembangan pesat amal usaha Muhammadiyah di usia yang ke-113 tahun ini.
"Bagus sekali desainnya. Kurang lebih 113 tahun lalu, Muhammadiyah hanya perkumpulan kecil di Kauman, Yogyakarta. Sekarang sudah berkembang hingga internasional dengan 31 kantor di luar negeri, di mana lima di antaranya (Amerika, Australia, Jepang, Mesir, Malaysia) telah diakui pemerintah setempat," jelas Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti menambahkan, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur ini merupakan klinik ke-19 di Jawa Barat. Secara nasional, Muhammadiyah kini mengelolanya dengan total 500 unit layanan kesehatan, yang terdiri dari 300 klinik dan 128 rumah sakit.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/athif]

PEMATANG SIANTAR – Renovasi masjid Taqwa telah selesai. Masjid yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kelurahan Dwikora Kecamatan Siantar Barat, saat ini berdiri megah dengan pembiayaan renovasi bersumber dari dana program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Hari ini, pasca-renovasi, Masjid Taqwa diserahterimakan oleh BPKH. Hadir dalam seremoni serah terima Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq dan Badan Pengurus Lazismu Pusat, Muarawati Nurmalinda, yang disambut tarian Tortor Somba oleh pelajar SMP 12 Muhammadiyah Kota Siantar pada Jum’at, (30/1/2026).
Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Amri Yusuf, dalam kesempatan itu mengatakan, BPKH dalam prosesnya, proposal renovasi masjid itu diajukan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Lazismu Kota Siantar, pada tahun 2024.
“BPKH baru bisa menyalurkan bantuannya tahun 2025, yang secara rinci diperuntukan untuk pembangunan kubah masjid, pintu gerbang dan pagar,” papar Amri meyakinkan bahwa program kemaslahatan ini menjadi optimal nilai manfaatnya.
Amri menjelaskan bahwa BPKH dalam tugasnya mengelola dana haji dari calon jamaah haji dan dana wakaf. Adapun bantuan renovasi pembangunan Masjid Taqwa, sambung Amri, bersumber dari dana wakaf umat.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Siantar, Sailan Nasution, menyampaikan terima kasihnya kepada BPKH dan Lazismu Pusat atas dukungannya sehingga masjid ini selesai direnovasi. “Dalam perjalanannya, Lazismu Pusat sudah mendampingi dan menjemput dana bantuan BPKH itu,” ujarnya.
Tidak lupa, kepada Wamendikdasmen atas kehadirannya ke Siantar, turut memberikan nilai dakwah, kata Sailan setelah penyematan ulos kepada Fajar sebagai penghargaan adat. Sailan menjelaskan, di kompleks Masjid Taqwa, ada sekolah Muhammadiyah, dari tingkat TK, SD, SMP dan SMK.

Sementara itu, Badan Pengurus Lazismu Pusat, Muarawati Nurmalinda mengatakan, renovasi masjid ini telah melalui proses audit. “Transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian tak terpisahkan sebagai kolaborasi program kemaslahatan antara BPKH dan Lazismu”, ujarnya.
Sampai proses serah terimanya tersebut, lanjut Muarawati, Lazismu masih terus mendampingi sampai dengan proses pelaporannya hingga tuntas secara kualitas. Lazismu tutut menyampaikan terima kasih kepada BPKH dan semua pihak atas dukungannya. Muarawati mengatakan sebelumnya BPKH telah melakukan visitasi memastikan renovasi telah tuntas.
Dalam kesempatan yang sama, Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, lewat sambutannya mengatakan masjid berfungsi sebagai tempat ibadah perlu dioptimalkan, khususnya untuk turut membentuk karakter generasi muda yang baik.
“Masjid Taqwa Muhammadiyah sedapat mungkin bisa menarik generasi muda untuk menjadikan masjid sebagai tempat yang aman dan nyaman. Sehingga, mampu mengantisipasi dampak negatif media sosial”, paparnya.
Makmurkan masjid sebagai tempat terbuka dan inklusif, tandasnya. Maka perlu membangun sarana pendidikan dengan sistim gotong - royong.
Turut hadir dalam serah terima itu, Wali Kota Pematangsiantar yang diwakili oleh Asisten II Zaenal Siahaan, Wesly Silalah, sejumlah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, PD Muhammadiyah serta Aisyiyah Kota Siantar, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Siantar, Natsyir Armaya Siregar yang juga mewakili MUI Kota setempat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SEMARANG – Keberadaan fundraising dalam lembaga filantropi merupakan pondasi utama. Tujuan khususnya adalah menghimpun dana sebanyak -banyaknya untuk keberlangsungan suatu lembaga.
Peran strategis fundraising juga perlu diikuti dengan kecakapan sumber daya amilnya. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi tim fundraising menjadi tolok ukur sejauh mana perolehan yang ditarget dapat terpenuhi dengan achievement.
Menilai pentingnya hal itu, Lazismu Wilayah Jawa Tengah kembali menghadirkan komitmennya dalam penguatan sumber daya amil di aspek penghimpunan. Melalui Sekolah Amil Fundraising yang digelar pada Senin, (26/1/2026), di Hotel Candi Indah, segenap jajaran pimpinan serta eksekutif Lazismu dari berbagai daerah mengikuti agenda itu di kota Atlas.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan fokus kegiatan selama dua hari ke depan dari aspek pembaruan dan penguatan SDM. Menurutnya, penguatan kapasitas eksekutif melalui keilmuan yang mendalam adalah kunci utama untuk membangun dan menjaga kepercayaan donatur.
“Fundraising adalah ujung tombak dari proses keberlanjutan Lazismu. Mengutip ayat zakat, Ia mengatakan bahwa kata kuncinya adalah ‘ambillah’. Seorang fundraiser harus mampu berkomunikasi secara persuasif sebagai satu kesatuan yang utuh tentang ajaran Islam,” tegasnya.
Kemampuan amil, sambung Mujadid Rais, adalah kemampuannya memaknai penjelasan ajaran islam tentang zakat untuk memberikan rasa tenang secara spiritual bagi masyarakat saat menunaikannya. Ia menilai pentingnya akuntabilitas. Seluruh kantor Lazismu akan menjalani audit syariah untuk mendukung gerakan dakwah Persyarikatan Muhammadiyah secara lebih profesional.
Senada dengan hal itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, menyampaikan urgensi pelaksanaan sekolah amil ini. “Peningkatan skill dan sertifikasi amil sangat krusial, terutama dalam menghadapi momentum besar filantropi Islam”, pungkasnya.
Sekolah Amil Fundraising kali ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan yang ditandai dengan sertifikasi amil. Lebih khusus lagi, Dwi mengungkapkan bahwa untuk mewarnai event besar istimewa yaitu Ramadan dan Idul Adha. Dengan bekal sertifikasi BNSP, diharapkan para amil memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional dalam menghimpun dana dari umat.
Dukungan atas terselenggaranya Sekolah Amil Fundraising datang dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Ahmad Hasan, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, memberikan motivasi kepada para peserta. Ia berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi legalitas formal, tetapi benar-benar menjadi lokomotif bagi amil dalam aktivitasnya.
“Selamat melaksanakan Sekolah Amil Fundraising. Mudah-mudahan ini menjadi satu kekuatan untuk Muhammadiyah dan juga Lazismu Jawa Tengah, dengan target penghimpunan yang cukup fantastis, Rp 400 miliar,” ungkapnya penuh optimis.
Sebagai informasi Sekolah Amil Fundraising bertujuan meningkatkan kapasitas para amil, baik di aspek ritel maupun digital. Di samping itu, mempersiapkan amil menuju sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari Badan Pengurus, Manajer, dan Eksekutif Lazismu Daerah se-Jawa Tengah serta perwakilan luar Jawa Tengah turut ambil bagian dalam pelatihan intensif ini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jateng]

JAKARTA – Wujud pendidikan karakter tidak hanya dipahami peserta didik di ruang kelas. Pendidikan karakter sejatinya dibentuk dengan sikap dan tindakan seperti empati, peduli dan saling tolong menolong. Implementasi sikap dan tindakan tersebut dipraktikan langsung oleh siswa dan siswi Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, Cijantung, Jakarta dengan galang dana untuk penyintas banjir Sumatera.
Hasil penggalangan dana itu terkumpul sebesar Rp 261.305.474, yang diperoleh dari infak dan sedekah para siswa dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK serta para guru dan karyawan di lingkungan yayasan di Jakarta dan Bekasi. Demikian disampaikan Endang Titiek Soerjandari, Ketua Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, pada Rabu (28/1/2026), di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta.
“Kami dari yayasan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana banjir dan longsor di Sumatera”, kata Endang. Keluarga besar yayasan menyampaikan rasa duka dan prihatin mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh.
“Islam mengajarkan untuk saling tolong menolong, spirit ini yang menjadi landasan untuk saling menguatkan dan saling membantu khususnya saudara – saudara kita di Sumatera yang sedang diuji sejak November tahun lalu”, paparnya.
Semoga bantuan ini, yang kami serahkan melalui Lazismu bermanfaat untuk para penyintas. Endang mengungkapkan, alasan mengapa perwakilan siswa dan siswi kami ajak ke Lazismu? Supaya peserta didik bisa menyaksikan bagaimana proses penyerahan donasi mengadirkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
“Insyaallah bantuan ini dapat meringankan dan sebagai penyambung asa kepada penyintas sebagai rasa empati kami”, sambungnya. Kami memercayakannya kepada Lazismu yang amanah dan profesional. Ini sudah yang kesekian kalinya, terima kasih atas sinergi yang terjalin, pungkasnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman. “Donasi kemanusiaan untuk penyintas di Aceh dan Sumatera akan segera disalurkan”, tandasnya. Setelah November Lazismu telah berkoordinasi dengan MDMC dan semua pihak untuk menerjunkan relawan.
Kami perlu sampaikan juga, sambung Mujadid Rais, bahwa yayasan ini beberapa waktu lalu juga menyalurkan bantuan lewat Lazismu ke Palestina. Secara bertahap kami telah menyalurkan dan berkolaborasi dengan pihak-pihak yang saling sinergi melalui jalur Yordania dan Mesir. Saat ini, Lazismu sedang menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dan di Aceh masih terus berlangsung penyaluran bantuan kemanusiaan.
Perkuat Pendidikan Karakter
Langkah pedagogis yang dilakukan Yayasan Masjid Panglima Besar Soerdirman dalam mengimplementasikan pendidikan karakter turut diapresiasi Kemendikdasmen yang diwakili oleh Arif Jamali Muis. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh guru, siswa dan pengurus Yayasan dalam mengumpulkan donasi jauh lebih penting.
“Nilai-nilai kemanusiaan dan agama untuk saling tolong menolong merupakan bentuk praktik sikap dan tindakan dari pendidikan karakter”, ujarnya. Ia menilai, aspek kognitif saat ini berhenti di pendidikan kita. Anak-anak kita paham dan tahu tapi berhenti di kognitif.
Mengapa bisa terjadi, menurutnya karena tidak menyelelami dan menerapkan apa yang diajarkan. Tentu saja, lanjut Arif, pendidikan karakter di Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman diajarkan makna infak, sedekah dan zakat dalam pelajaran agama islam. Dan ternyata lebih jauh dari itu penerapannya.
“Pendidikan karakter yang sesungguhnya juga menarik dari apa yang dilakukan para guru tidak hanya meyerahkan kepada Lazismu, tapi anak-anak diajak ketemu langsung dengan pengurus dan amil Lazismu, serta mengerti apa yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah,” jelasnya.
Sementara itu, Arina Maharani salah seorang siswi SMA Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, Kelas 2, mengatakan bersama keluarga besar Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman menghimpun dana untuk peduli terhadap penyintas banjir Sumatera. "Kami punya jiwa untuk peduli dan empati. Untuk kawan - kawan di sana yang sedang terkendala pendidikan, jangan putus asa karena pendidikan bisa diperoleh dari mana saja", katanya.
Secara simbolis serah terima donasi peduli penyintas bencana Aceh dan Sumatera dari Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman kepada Lazismu disaksikan oleh para guru, pengurus yayasan dan siswa – siswi serta jajaran pimpinan Lazismu Pusat di antaranya Wakil Badan Pengurus Lazismu Pusat Barry Adhitya, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani dan Direktur Fundraising Lazismu Pusat Mochamad Sholeh Farabi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JEMBER – Komitmen kolaborasi merupakan aksi nyata yang tanpa dukungan entitas lain aktivasi program di Lazismu Jember dapat bergerak menyasar penerima manfaat melalui dukungan dan kepercayaan donatur.
Manager Fundraising Lazismu Jember, Dedi Miftahul Hamzah, mengatakan, komitmennya itu dalam memperkuat tata kelola dan penghimpunan dana dengan memberikan apresiasi kepada Kantor Layanan Lazismu (KLL) yang selama ini aktif berkolaborasi bersama. Apresiasi itu, kata dia, menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi, inovasi, serta konsistensinya dalam mengelola amanah donatur.
Pemberian apresiasi berupa award ini dilaksanakan pada Rapat Pleno Daerah Lazismu Jember bersamaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bakorwil 3 yang digelar di Situbondo pada 23 - 24 Januari 2025. Momentum tersebut dipilih sebagai komunikasi strategis bahwa evaluasi kinerja dan pemberian apresiasi kepada KLL merupakan bagian penting penguatan organisasi.
Hal ini bukan sekadar seremoni, menurutnya pemantik semangat untuk menumbuhkan budaya kolaborasi, profesionalisme, serta peningkatan kualitas penghimpunan dan pelaporan dana umat.
Untuk kategori Penghimpunan Terbaik, penghargaan diberikan kepada KLL Cakru yang dinilai konsisten dalam capaian dan mampu menjaga kepercayaan donatur. Sementara itu, KLL Masjid Umar Bin Khattab Pakusari meraih penghargaan kategori Kreativitas Penghimpunan Terbaik berkat inovasi program adaptif, mampu menjangkau partisipasi masyarakat lebih luas.
Pada kategori Tata Kelola dan Pelaporan, KLL Wuluhan berhasil meraih penghargaan Laporan Administrasi Terbaik. Capaian ini menjadi bukti bahwa pengelolaan administrasi yang rapi, tertib, dan akuntabel memiliki peran penting dalam menjaga kredibilitas lembaga.
Adapun penghargaan amil Progresif, diberikan kepada Mochamad Yusuf dari KLL Tempurejo, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, semangat belajar, serta kontribusinya dalam mendorong gerakan filantropi Lazismu di tingkat lokal.
Mochamad Yusuf amil dari KLL Tempurejo menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Jember atas apresiasinya. Semoga di tahun 2026 semua KLL bisa meraih target yang telah disepakati bersama.
Sebagai informasi, wilayah kerja Lazismu di kabupaten Jember, ada 14 KLL yang saat ini telah berjalan. Sejauh ini ada pertumbuhan positif, tidak hanya sisi capaian penghimpunan, tapi dari kualitas administrasi serta kreativitas program.
Lazismu Jember juga menyoroti KLL Wuluhan yang menunjukkan capaian adalah hasil, sementara administrasi adalah proses. Keduanya harus seirama agar amanah donatur bisa dikelola secara amanah dan berkelanjutan.
Lazismu Daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh awardee dan KLL yang terus berproses. Harapannya, penghargaan ini mampu menjadi inspirasi bagi KLL lainnya untuk terus bertumbuh, meningkatkan kualitas pelaporan, serta memperluas dampak program.
Dalam agenda apresiasi tersebut, Lazismu Jember menghadirkan empat kategori award sebagai tolok ukur kinerja KLL, yakni Kantor Layanan dengan Penghimpunan Terbaik, Kantor Layanan dengan Kreativitas Penghimpunan Terbaik, Kantor Layanan dengan Laporan Administrasi Terbaik, serta Amil Progresif.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jember/arief]

