

"Warga sipil tentu saja adalah pihak yang paling menderita akibat konflik bersenjata, apalagi saat ini hampir sebahagian besar negara dan warga di dunia masih berjuang untuk keluar dari krisis pandemi COVID-19, termasuk Palestina," ujar IHA dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/5).
Mereka meminta semua pihak untuk mengedepankan langkah diplomasi dan negosiasi yang difasilitasi oleh PBB untuk mencapai perdamaian, berpedoman pada resolusi Dewan Keamanan PBB dan berdasarkan parameter yang disepakati secara Internasional.
Aliansi yang diikuti oleh 25 jaringan LSM/Ormas kemanusiaan tersebut mengutuk tindakan Israel yang mengusir warga Palestina di wilayah Sheikh Jarrah dan berlanjut pada penyerangan ke Jalur Gaza Palestina yang dilakukan secara membabi buta. Hal ini berdampak korban jiwa pada masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik ini. Khususnya perempuan dan anak – anak, termasuk serangan yang diarahkan kepada fasilitas umum seperti kantor perwakilan media – media, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.
Selain itu, mereka mendesak Israel untuk menghentikan segala tindakan agresi dan diskriminasi terhadap bangsa Palestina, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan mematuhi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948 dalam memberikan perlindungan secara luas kepada masyarakat sipil.
"Israel juga harus menghentikan segera tindakan yang secara nyata mengarah pada pelanggaran atas Hukum Kemanusiaan Internasional dan Konvensi Jenewa 1949 serta Protokol Tambahan 1977 yang mengatur perlindungan terhadap warga sipil dari konflik dan peperangan, khususnya anak–anak, perempuan, difabel, lanjut usia dan kelompok rentan lainnya," tegas IHA bersama Tokoh Penggerak Kemanusiaan Lintas Agama.
IHA juga mendesak Dewan Keamanan PBB agar memberikan sanksi kepada Israel atas tindakan yang telah melanggar prinsip - prinsip kemanusiaan, keamanan dan perdamaian internasional.
Mereka meminta otoritas Israel, Palestina, Yordania dan Mesir untuk membuka dan menjamin akses serta keamanan bagi pegiat dan organisasi kemanusiaan dalam memberikan bantuan kemanusiaan, pekerja medis dalam menjalankan tugas kesehatan dan pekerja media dalam menjalankan tugas jurnalisme.
"Mendukung langkah-langkah diplomatik yang telah dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam berbagai forum internasional dan mendorong peran kepemimpinan aktif Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB," imbuhnya.
Kepada masyarakat Indonesia lintas agama, mereka berpesan agar terus berdoa sekaligus memberikan dukungan moril maupun materil agar krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina segera berakhir.
Seluruh organisasi masyarakat yang tergabung dalam IHA tersebut menyatakan siap memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan kepada bangsa dan rakyat Palestina dengan tetap berkoordinasi melalui Pemerintah Republik Indonesia.
Reporter: Yusuf

Kementerian kesehatan Gaza mengatakan banyak warga Palestina yang tiba di rumah sakit dengan luka-luka.
Di Tel Aviv Israel, orang-orang bergegas untuk berlindung ke tempat penampungan bom sebagai peringatan sirene tentang tembakan roket yang masuk menggelegar di seluruh kota, dan militer Israel meluncurkan sistem pertahanan udara "Iron Dome" untuk mencegat roket Hamas.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk melanjutkan serangan terhadap Gaza selama "selama yang diperlukan", sementara pemimpin Hamas Ismail Haniya mengatakan, "perlawanan (akan terus berlanjut, dan) tidak akan menyerah."

Dengan demikian, jumlah korban di pihak Palestina telah mencapai 148 jiwa. termasuk 41 anak-anak. Sekitar 950 orang lainnya terluka. Di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina.
Merespon fenomena tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta supaya PBB sebagai representasi dunia internasional tidak tinggal diam.
Dilansir dari IBTimes, Haedar meminta dunia internasional jangan diam dan harus mengambil langkah tegas. Selama negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mengambil langkah maka Israel akan terus sewenang-wenang.
“Karena itu dunia internasional khususnya PBB dan semua negara di dunia internasional yang cinta kemerdekaan abadi hendaknya bertindak tegas terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan Israel, serta tidak boleh melindunginya. Hentikan segala bentuk kekerasan, kekejaaman, tindakan pengusiran, dan genosida Israel terhadap bangsa Palestina,” tegasnya.
Haedar menilai kekejaman Israel tersebut akan semakin meningkatkan eskalasi konflik bersenjata dan kekacauan yang kian meluas di kawasan-kawasan tersebut.
“Kondisi tidak menentu ini sudah berlangsung lebih sebulan dan berpeluang menambah bara konflik Israel dan Palestina yang berkepanjangan,” jelas Haedar pada Sabtu (15/5).
Pria kelahiran Bandung 25 Februari 1958 tersebut menjelaskan, sumber utamanya ialah keserakahan dan kebrutalan Israel yang sampai sekarang tidak pernah memperoleh kendali dan hukuman dari dunia internasional khususnya Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), yang justru sebaliknya terkesan dibiarkan dan melindungi.
Sejak pendudukan dan berdirinya negara Israel tahun 1948 di kawasan Yerusalem sebagai wilayah Palestina dan negeri tiga agama yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi jazirah ini tidak pernah sepi dari prahara perang, kekerasan, dan konflik berkepanjangan. Kini Israel dengan ambisi politik ekspansionisnya yang berkepanjangan terus ingin memperluas kawasan kekuasaannya, yang menjadi sumber berbagai masalah di wilayah dan negara Palestina.
“Inilah sumber utama kekacauan politik dan perang di wilayah ini yang meluas ke jazirah Timur Tengah,” jelas Haedar.
Reporter: Yusuf

Menurut beberapa media, ketegangan tersebut meningkat karena Israel mengusir warga Palestina dari rumahnya. Melihat konflik yang tak kunjung usai sejak awal abad ke-20 ini, Muhammadiyah melalui Program Muhammadiyah Aid tergerak untuk membantu korban sipil di Palestina.
Dr. Wachid Ridwan, Program Koordinator Muhammadiyah Aid mengajak seluruh warga Muhammadiyah di berbagai daerah untuk segera melakukan galang dana dan berinfak melalui Lazismu.
"Salurkan bantuan anda melalui Lazismu-Lazismu yang ada di berbagai daerah. Insyaallah dari mereka akan kita kumpulkan di Lazismu Pusat. Bersama dengan aktivis-aktivis Muhammadiyah di Pusat dan Daerah, kita salurkan bantuan terbaik kita," ujar Wachid.
Menurut keterangannya, Muhammadiyah Aid yang dibentuk oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah merupakan lembaga ad hoc, terdiri dari Hubungan Luar Negeri, MDMC, dan Lazismu. Muhammadiyah Aid bertugas untuk memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan khusus ke luar negeri.
Beberapa bantuan yang telah diserahkan dan masih berlangsung antara lain kepada Muslim Rohingya, Moro di Filipina, dan Palestina. Muhammadiyah Aid telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa di Universitas Islam Gaza, termasuk bantuan-bantuan kemanusiaan isidental ketika puasa, idul fitri, dan idul adha.
"Saat ini, mereka sangat membutuhkan bantuan kita. Kita tau bagaimana perjuangan mereka baik di Gaza, Yerusalem, maupun Tepi Barat. Jiwa pun mereka pertaruhkan demi bangsanya dan demi tanahnya," tutupnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui akun resminya juga dengan tegas mengatakan bahwa Muhammadiyah mengutuk keras serangan Israel yang penuh kekejaman dan nafsu ekspansi neokolonialisme. Menurut hemat Haedar, seharusnya di era modern ini tidak ada lagi pihak yang bertindak sewenang-wenang terhadap pihak lain atas nama aapun.
"Seluruh dunia yang pro demokrasi, hak asasi manusia, serta anti kekerasan dan peperangan mesti bangkit bersama menghentikan segala bentuk ekspansi dan serangan bersenjata oleh satu negara terhadap pihak lain yang berhak merdeka, bebas, dan damai di muka bumi," tegas Haedar.
Reporter: Yusuf

Noorliyani, Kepala PAUD Terpadu 'Aisyiyah Paringin menyampaikan rasa terima kasih bantuan yang diberikan oleh Muhammadiyah melalui Lazismu ini.
"Terima kasih para donatur, alhamdulillah kami sangat bersyukur atas bantuan dari Muhammadiyah ini. Tentunya sangat bermanfaaat untuk kami apalagi di tengah pandemi saat ini semua serba sulit," terangnya.
Sementara itu, staf Program dan Penghimpunan Lazismu Kabupaten Balangan, Nurul Ilmi menjelaskan kegiatan program dari Pilar Pendidikan Lazismu yang baru pertama kali dilaksanakan ini.
"Pendistribusian paket bantuan yang menyasar guru PAUD Terpadu 'Aisyiyah ini bisa dikatakan pertama kali kami laksanakan karena Lazismu Kabupaten Balangan sendiri bisa dibilang baru berdiri dan kami merasa perlu untuk membantu para guru yang mengabdikan diri di PAUD yang berada dalam naungan persyarikatan Muhammadiyah," jelasnya.
Nurul Ilmi juga menambahkan terkait penerima manfaat dan paket yang diterima. "Penerima manfaat program ini sejumlah 6 orang guru yang kami terima dari surat permohonan yang masuk, setelah itu di tindak lanjuti dengan penyerahan bantuan dengan paket senilai tujuh puluh lima ribu rupiah berisikan gula, teh, minyak, sarden serta bumbu dapur," tambahnya.
Sejak awal berdiri pada Januari 2021 lalu, Lazismu Kabupaten Balangan berkomitmen rutin dalam menyalurkan bantuan berupa paket sembako seperti yang telah dilakukan pada Februari lalu dengan menyalurkan sejumlah 85 paket yang menyasar RT. 12, 13, dan 14 di Kelurahan Paringin Kota, kemudian pada bulan ini ditambah dengan RT 15.
Oleh karena itu Lazismu Kabupaten Balangan terus membuka kesempatan untuk para donatur dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah terbaiknya untuk disalurkan melalui Bank Kalsel Syariah 963.03.01.00005.2 atau menyerahkan kepada pengurus secara langsung.
(MDN/Yusuf)

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua PDM Abdul Ghawi dan disaksikan oleh banyak pihak. Acara ini bersamaan dengan kegiatan Safari Ramadhan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Selatan yang bertempat di Masjid Ammar Bin Yasir, Tiwingan Lama.
Ginanjar Sutrisno selaku Manajer Lazismu Kabupaten Banjar yang ikut mendampingi penyerahan bantuan menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari banyak pihak.
"Penyerahan ini amanah dari banyak pihak yang terhimpun melalui Lazismu. Kami ucapkan terima kasih kepada Hiswana Migas Kalimantan Selatan, jamaah Masjid Mujahidin Belitung Banjarmasin yang banyak membantu, selain itu pula donatur individu yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT," ucapnya.
Ginanjar menambahkan bahwa untuk pengerjaan hunian tetap, Muhammadiyah menurunkan relawan yang tergabung di MDMC. Sinergi seperti ini dilakukan untuk mempercepat pengerjaan huntap tersebut.
"Untuk proses pengerjaan di lapangan dibantu oleh relawan MDMC. Dengan waktu pengerjaan kurang dari satu bulan akhirnya bisa terselesaikan," tegasnya.
Dihubungi secara terpisah, Hasbi Rivani, Ketua PDM Kabupaten Banjar menjelaskan pula bahwa Muhammadiyah senantiasa menggelorakan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sehari hari.
"Ini merupakan bentuk nyata Muhammadiyah dalam menjalankan nilai-nilai keislaman dengan berbuat nyata untuk membantu sesama yang sedang mengalami masalah agar bisa kembali ke dalam kehidupan normal," jelasnya.
Sementara itu Wahyudi sebagai penerima manfaat bantuan hunian tetap ini menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.
"Kami sekeluarga megucapkan terima kasih atas bantuan berupa hunian tetap yang dibangunkan oleh Muhammadiyah sehingga kami bisa beraktivitas dengan menempati rumah sendiri," ungkapnya.
Adapun Wahyudi selaku penerima manfaat hunian tetap ini merupakan korban bencana tanah longsor yang terjadi pada bulan Januari lalu. Bencana ini mengakibatkan rumah tempat tinggalnya rusak parah sehingga Wahyudi beserta keluarga harus tinggal menumpang di rumah orang tuanya.
(MDN/Yusuf)

