

Di sepanjang perjalanan, letak rumah warga yang mayoritas berkarya sebagai nelayan tidak serapat rumah pada umumnya. Beberapa perahu kayu bersandar di pinggiran kali muara persis di sisi pohon Mangrove.
Taja, lelaki berusia 30 tahun memegang kendali perahu sambil bercerita tentang dua mushola yang menjadi target bantuan program Ramadhan Lazismu yakni Back to Masjid. Katanya, dua mushola itu berada di lingkungan RW yang sama tetapi RT yang berbeda.
Informasi tentang mushola itu, pertama kali dikantongi Lazismu dari salah seorang karyawan Pimpinan Pusat Muhammadiyah bernama Kirno yang pernah mengunjungi Kampung Beting. Menurut Kirno, program Back to Masjid akan tepat jika disalurkan di Muara Gembong. Daerahnya terisolir dan warganya sangat membutuhkan, cerita Kirno meyakinkan dengan alasan kuat.
Ihwal informasi dari Kirno inilah yang akhirnya membawa amil Lazismu ke Kampung Beting, dan bertemu dengan Sunarta dan Sailun selaku pengurus mushola. Koordinator program Back to Masjid, Nazhori Author mengaku bahwa kedatangannya di sini untuk dua hari dari 7 – 8 Mei 2021 dalam rangka syiar Ramadhan yang kebetulan juga untuk menyampaikan amanah donatur.
Sailun menyambut gembira. Dia mengatakan mushola Darul Muklimin masuk di wilayah Rt 02 RW 02, Kampung Beting. Mushola di sini, ungkapnya tidak memiliki pengeras suara. Bahkan jika musim pasang air laut, mushola ini banjir. “Dinding mushola sebagian rusak karena air laut. Untuk berwudhu airnya juga asin," paparnya.
Di lokasi berbeda di mushola Al-Husna, amil Lazismu disambut Musda dan Jejen. Selaku pengurus mushola, Musda mengatakan tepat jika Lazismu datang ke kampung yang dihuni 50 lebih kepala keluarga ini. Mushola di sini sangat membutuhkan perhatian. Warga sangat senang mendengar kabar bahwa mereka akan mendapat bantuan untuk mushola.
Ada banyak hal yang Musda ceritakan perihal kondisi Kampung Beting. Mulai dari pendidikan, pola hidup bersih, sampai nasib nelayan yang kondisi ekonominya jauh dari sejahtrera. Musda mengatakan nelayan di sini tak sebahagia nama desanya.
"Sebelumnya ada 10 kepala keluarga yang rumahnya hancur akibat abrasi," kata Musda yang sejak 1991 mengadu nasib menjadi nelayan. Belum lagi jaring ikan (sero) setelah dipasang di titik spot yang ada ikan dan udang laut rawan untuk dicuri orang. Senada dengan Sailun, katanya, mushola Al-Husna tidak memiliki pengeras suara.
Ketika amil Lazismu diajak ke mushola itu, benar adanya. Bahwa pengeras suara yang ada tergeletak rusak. Musda dan Sailun saling mengenal meski rumahnya berjauhan. Musda dan Sailuin mengucapkan terima kasih kepada Lazismu atas bantuan ini.
Mereka tak menyangka Lazismu selain membawakan bantuan pengeras suara juga menyerahkan masing-masing ke mushola itu 5 paket mukena dan sarung, 20 Al-Qur'an dan terjemahannya, 2 dus masker, 2 jerigen hand sanitizer, dan karpet gulung.
Dari informasi keduanya, Lazismu semakin yakin bahwa program Back to Masjid tepat sasaran. Nazhori Author mengungkapkan, tidak hanya di Jabodetabek program ini dilaksanakan, tetapi secara nasional dilaksanakan oleh Lazismu di Wilayah, Daerah, dan Kantor Layanan lainnya di cabang dan ranting.
Author berharap dari program ini penerima manfaat dapat merasakan manfaatnya dan menambah kepercayaan masyarakat untuk dapat menunaikan zakat, infak dan sedekahnya melalui Lazismu. Di Ramadhan yang masih diselimuti pandemi, Lazismu yakin dengan tema Zakat Bangkitkan Indonesia, program-program Ramadhan tahun ini dapat berdampak terhadap peningkatan penghimpunan. (na)

Penyerahan zakat secara simbolis dilakukan secara daring, dan dihadiri oleh CEO PT Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subakat, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Hilman Latief, Direktur Utama Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah M Sabeth Abilawa, dan jajaran Lazismu Pusat yang lain.
Dalam penyerahan simbolis melalui aplikasi zoom tersebut, Nurhayati Subakat menjelaskan bahwa program penyaluran zakat melalui Lazismu sesaui dengan Corporate Initiative yang dituangkan dalam program CSR di 4 pilar, yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan lingkungan.
Nurhayati juga mengapresiasi kerja sama yang sejak lama sudah dijalin antara Wardah dengan Lazismu. Program terakhir yang dilahirkan dari kerja sama antara Lazismu dengan Wardah adalah pendampingan eco print.
Hybrid Fashion Show Ecoprint 2021 sukses digelar oleh Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu (5/5). Acara tersebut dihadiri secara daring oleh Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi, Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Hajriyanto Y Thohari, Direktur Utama Lazismu Muhammad Sabeth Abilawa, Direktur Bank Permata Syariah, Founder PT Paragon Innovation and Technology Nurhayati Subakat, dan ada sekitar 500 peserta yang hadir secara daring melalui YouTube resmi Lazismu.
Sabeth Abilawa menyebut bahwa zakat 2 miliar dari Wardah akan digunakan untuk membiayai program-program yang ada di 6 pilar Lazismu, antara lain ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah, sosial kemanusiaan, dan lingkungan.
"Alhamdulillah kerja sama Lazismu dengan Wardah terus terjalin. Saya berharap ke depan tetap terjalin karena Wardah cukup konsen di pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan eco print. Semoga bisa terus berlanjut," ujarnya ketika dihubungi lazismu.org.
Reporter: Yusuf

Aksi ini merupakan rangkaian pembagian 2 juta masker yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dan bekerja sama dengan Lazismu. Pembagian masker bertujuan agar para awak angkutan umum berpartisipasi dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Selain itu, awak angkutan umum yang menggunakan masker juga akan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan penumpang.
Paket sembako diharapkan dapat membantu kebutuhan pangan, terutama menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri. Awak angkutan umum merasa senang mendapatkan bantuan paket sembako. Pasalnya, pendapatan mereka di masa pandemi menurun.
"Kadang-kadang untuk beli bahan bakar bensin itu saja nggak bisa. Penumpang sekarang sangat minim sekali, sangat kurang sekali. Sehingga paket sembako ini sangat bermanfaat," ujar Makinun Ahmad, salah seorang penerima manfaat.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo Bambang Wen menjelaskan bahwa meskipun bantuan yang diberikan terbilang sedikit, namun diharapkan bisa bermanfaat bagi awak angkutan umum.
"Kami berharap bantuan yang sedikit ini bisa membantu para driver," ujarnya.
Donasi 2 juta masker dan 10 ribu paket sembako dari Kementerian Perhubungan ini merupakan hasil kegiatan lelang buku "Membangun Angkutan Merajut Bangsa" yang berhasil mengumpulkan sebanyak Rp 5 miliar yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan bersama Kompas TV yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.
Penyaluran donasi tersebar di area perhubungan, seperti terminal, stasiun, pelabuhan dan bandar di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Penerima bantuan makser dan paket sembako ini yang merupakan pekerja transportasi mulai dari sopir taksi, ojol hingga petugas langsir kereta api yang juga secara simbolis diserahkan di Stasiun Gambir beberapa waktu yang lalu.
Reporter: Yusuf

Paket sembako disalurkan setelah 3 RT di Kecamatan Grogol menjalani isolasi mandiri karena ada beberapa keluarga yang terkonfirmasi covid-19.
Sakir, Ketua RT sekaligus koordinator satgas covid-19 setempat mengungkapkan bahwa ada 22 warga yang terkonfirmasi positif covid-19. 4 diantaranya dirawat di rumah sakit.
Penyerahan paket sembako dari Lazismu dilakukan oleh Shodiq, anggota Badan Pengurus Lazismu Sukoharjo dan diserahkan kepada Ketua RT setempat. RT setempat yang akan menyalurkan ke warga yang menjalankan isolasi mandiri.
"Lazismu hanya menyalurkan dari para donatur yang mempercayakan sebagian hartanya kepada kami, semoga bermanfaat," ujar Shodiq.
Shodiq berpesan agar masyarakat selalu menjaga protokol kesehatan, memakai masker, serta menjaga kebersihan diri agar pandemi dapat segera teratasi.
Sakir mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan berharap Lazismu semakin bermanfaat bagi masyarakat.
Reporter: Muslih/Yusuf

Erdison, Ketua Pengurus Masjid Darul Ikhsan sangat bersyukur dengan diadakannya Pesantren Ramadhan tersebut karena melihat perkembangan anak-anak yang telah bisa membaca Alquran dengan baik.
"Alhamdulillah semangat dari anak-anak untuk kembali belajar Alquran sudah terlihat. Beberapa hari setelah pesantren diadakan alhamdulillah iqro' dan makhrojal huruf mereka sudah mulai bagus," jelasnya.
Ia berharap di tahun berikutnya bisa bekerjasama kembali dengan Lazismu Pekanbaru sehingga bisa kembali memberikan pendidikan kepada anak-anak di sekitar Masjid Darul Ikhsan.
Bunga Fitri, salah satu peserta Pesantren Ramadhan mengaku sangat senang mengikuti program Pesantren Ramadhan karena ia bisa belajar dengan teman-teman dan tentunya mendapatkan teman-teman baru.
"Seneng, bahagia karena bisa belajar mengaji, terus menghafal Al Qur'an. Kuis-kuis tentang Islam dan bisa dapat teman teman baru," jelasnya.
Agung Pramuryantyo, Direktur Lazismu Pekanbaru juga bersyukur program Pesantren Ramadhan bisa berjalan dengan lancar.
"Alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar. Kegiatan ini diikuti oleh hampir 120 orang anak. Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat bagi mereka dan memberikan keberkahan bagi masyarakat di sekitar masjid ini," ungkapnya.

Untuk bantuan ini, Lazismu Pusat menggelontorkan dana sebesar Rp. 326.650.000,-
"Secara total, Lazismu menggelontorkan dana sebesar Rp326.650.000 untuk program ini," ujar Mochammad Sholeh Farabi, Staff Divisi Penyaluran Bidang Ekonomi dan Kesehatan Lazismu Pusat.
Farabi menyebut bahwa penerima manfaat program ini sebanyak 100 orang, tersebar di 16 provinsi. Bahkan, ia menyebut ada 1 penerima manfaat dari luar negeri, yaitu dari Sudan.
"Penerima manfaat tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan. Bahkan ada 1 penerima manfaat dari luar negeri, yaitu Sudan," imbuhnya.
Selain memberikan bantuan modal usaha, Lazismu juga memberikan pendampingan di lapangan dan melalui media sosial. Pendampingan dilakukan untuk memastikan bahwa usaha yang dilakukan oleh penerima manfaat dapat berjalan lancar.
Mi'raj Karma Negara, salah satu penerima manfaat bantuan pemberdayaan UMKM binaan Lazismu dari Bogor menerima bantuan dana sebesar Rp. 3.100.000,-. Dana tersebut ia gunakan untuk membeli peralatan dan perlengkapan berjualan seperti tenda, meja lipat, kursi, dan spanduk. Sisanya ia gunakan untuk modal bahan makanan yang ia jual. Ia juga mendapatkan bekal pelatihan kewirausahaan secara online.
"Alhamdulillah setelah kami mendapatkan bantuan modal di bulan Ramadhan ini lebih semangat lagi dalam berjualan. Selain mendapatkan bantuan dana untuk modal, kami pun jadi memiliki perlengkapan untuk berjualan," ujarnya ketika dihubungi oleh lazismu.org.
Setelah mendapat bantuan tersebut, menurut pengakuan Mi'raj, ada rasa optimisme kembali dalam berdagang. Modal tersebut juga dapat digunakan untuk berjualan setelah selesai bulan Ramadan, untuk mencukupi keperluan dan kebutuhan sehari-hari setelah lebaran nanti.
"Kami doakan semoga Lazismu program-programnya semakin berkah dan bermanfaat, terutama bagi kami penerima manfaat dalam program bantuan ini. Dan semoga Lazismu dalam segala urusannya dimudahkan dan dilancarkan," pungkas Mi'raj.
Reporter: Yusuf

