

Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Sulsel, Dr. Rahim Razak mengatakan, melalui penyaluran paket kado Ramadhan ketahanan pangan ini, ia berharap akan lebih mendekatkan Lazismu Sulawesi Selatan kepada masyarakat. Ini diharapkan dapat mengedukasi terkait pentingnya kepedulian kepada sesama.

Bantuan tersebut adalah hasil kerja sama antara Lazismu Pusat dengan Alfamart yang telah dilaksanakan pada bulan November & Desember 2020. Dari 2 bulan kerja sama tersebut, Alfamart dan Lazismu menyalurkan 64 juta untuk bantuan alat ibadah.
Bantuan alat ibadah yang diberikan berupa 800 pcs sarung dan mukena di beberapa masjid dan mushola. 400 pcs di masjid dan mushola di DIY, sedangkan 400 sisanya di masjid dan mushola di Jabodetabek
Ardhi Luthfi Kautsar mewakili Lazismu Pusat berharap agar bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk semua.
"Tidak hanya untuk masjidnya saja, tapi juga bagi masyarakat di sekitar masjid bisa merasakan manfaat. Sehingga masjid bisa menjadi pusat kegiatan, pelayanan, dan pembinaan masyarakat," ujar Ardhi kepada lazismu.org.
Reporter: Yusuf

Dalam penyalurannya, Lazismu Sukoharjo bekerja sama dengan Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Pondok Grogol. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan agar Ranting 'Aisyiyah terus berkembang sehingga dapat membantu orang-orang yang membutuhkan.
Muslih Nur Wahid, Divisi Program Lazismu Sukoharjo menyebut bahwa bulan Ramadhan ialah bulan yang penuh dengan barokah. Segala bentuk sedekah sangat bernilai besar pada bulan tersebut, terutama di malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
"Kita dianjurkan untuk meningkatkan amalan-amalannya. Maka atas dasar tersebut Lazismu Kabupaten Sukoharjo tergerak untuk mengajak kepada kaum muslimin untuk meningkatkan salah satu amalan. Yaitu memperbanyak sedekah salah satunya melalui program parcel lebaran untuk kaum mustad'afin," ujar Muslih ketika ditemui di Kantor Lazismu Sukoharjo.
Menurut keterangannya, program tersebut mengarah kepada kaum mustad'afin agar lebaran nanti bisa ikut merayakan bersama keluarga.
Siti Zulaikah, Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Pondok Grogol menyampaikan ucapan terimakasih kepada Lazismu Kabupaten Sukoharjo yang sudah ikut mendukung salah satu kegiatan ramadhan di ranting tersebut.
"Kami ucapkan terimakasih jazakumullahu khoir atas bantuan dari Lazismu yang sudah membersamai kami dalam kegiatan ini. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik di akhirat kelak," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut pembagian bingkisan parcel dibagikan secara terpisah, mengingat kondisi saat ini masih dalam pandemi covid-19 sehingga dari total penerima dibagi menjadi beberapa titik agar tidak terjadi kerumunan.
Reporter: Yusuf

“Banyak yang berminat dan bahkan ada ekspatriat dari Norwegia yang membeli baju ecoprint. Ibu-ibu juga ada yang membeli jilbab hasil produksi ibu-ibu binaan Lazismu ini,” ujar Hilman Latief, ketua Badan Pengurus Lazismu yang pernah mendampingi tim ecoprint berpameran di Bali dalam sebuah ajang seminar bisnis internasional.
Senada dengan Hilman, Direktur Utama Lazismu, Sabeth Abilawa juga berharap pemberdayaan yang dilakukan Lazismu mampu meningkatkan semangat dan ekonomi peserta di tengah kondisi pandemi.
“Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program pemberdayaan perempuan ini, semoga hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat terutama peserta yang didampingi oleh Lazismu,” kata Sabeth yang sangat berpengalaman dalam bidang pemberdayaan masyarakat ini.
Koleksi busana yang dibuat oleh peserta juga mendukung kampanye #sustainablefashion melalui penggunaan kain serat alami, tidak menggunakan kancing plastik, menjahit tanpa vislin dan tidak menggunakan resleting.

Haryadi diamanati sebagai kepala kantor KLL. SK diserahkan secara langsung oleh Abdul Hakim dari Lazismu Kota Surabaya. Salah satu tujuan pendirian KL Lazismu tersebut adalah untuk merespons kegelisahan terhadap pemahaman dan pengelolaan zakat selama ini.
Dilansir dari Klikmu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonocolo H. Mukhlasin MPd mengatakan, zakat masih dipahami masyarakat sebagai sebuah kewajiban yang hanya datang pada bulan Ramadhan dan diakhiri pembagiannya pada saat malam 1 Syawal. Sehingga panitia harus dibubarkan setelah perayaan Idul Fitri.
“Dan zakat mal dan zakat fitrah habis terbagikan, padahal kebutuhan hidup fakir, miskin, dan anak yatim tidak hanya pada bulan Ramadhan dan Syawal. Melainkan masih ada 10 bulan lain yang harus kita selamatkan,” ujarnya.
Selain itu, mulainya timbul kesadaran baru masyarakat tentang zakat tidak hanya zakat fitrah yang diberikan dan disalurkan pada akhir Ramadhan. Tetapi sudah mengarah pada zakat mal. Termasuk di dalamnya zakat niaga, zakat profesi, zakat emas, ternak dan lain-lain.
“Berangkat dari itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonocolo mendirikan Kantor Layanan Lazismu (KLL) sebagai institusi pengelola zakat dengan manajemen modern yang dapat mengantarkan zakat menjadi bagian dari penyelesaian masalah atau problem solver sosial masyarakat yang terus berkembang,” paparnya.
Dalam acara tersebut, Dewan Syari’ah Lazismu Amin Ismail berpesan bahwa KLL Wonocolo harus mampu mengembangkan budaya kerja amanah, profesional, dan transparan. Selain itu, berusaha mengembangkan diri menjadi lembaga zakat terpercaya.
“Dengan spirit kreativitas dan inovasi, KLL juga senantiasa memproduksi program-program pendayagunaan yang mampu menjawab tantangan perubahan dan problem sosial masyarakat yang berkembang,” jelasnya.

"Alhamdulillah, di bulan penuh berkah ini Lazismu Uhamka dapat membagikan 500 kado Ramadan kepada outsourcing dan karyawan di lingkungan Uhamka. Hal ini, sebagai bentuk dari ikhtiar Lazism," ujarnya sebagaimana dilansir dari Kabar Pendidikan.

