

Program ini dimulai sejak Februari, di mana Jawa Barat dan DIY dipilih karena beberapa kawasan di provinsi ini ada kawasan yang warganya kesulitan untuk memeroleh akses air bersih.
Nazhori Author, Manager Program Kemanusiaan dan Lingkungan Lazismu mengatakan kerjasama ini merupakan kerjasama yang kesekian kalianya dengan MTT, melalui program pengadaan sumor bor.
Menurut keterangannya, di Jawa Barat lokasinya berada di Masjid Nurul Bayan, Kampung Lodaya Kolot Rt 01 Rw 24 Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari, Kabupaten Bandung. Sumur tersebut dipergunakan untuk keperluan air bersih oleh penduduk sekitar yang berjumlah 90 KK atau kurang lebih 300 Jiwa.
Sementara itu untuk di Yogyakarta, lokasi yang lebih dulu melkasanakan kegiatan pengadaan sumur bor adalah di kawasan Kulonprogo, tepatnya di Ngangin-Angin, Banyuroto, Nanggulan. Sumur ini nantinya juga akan dimanfaatkan oleh 40 KK untuk mendapatkan air bersih.
Di samping itu, imbuh Author, Masjid Ngaliyan, Ngargosari Samigaluh, Kulon Progo juga memperoleh bantuan ini. Sumur di Ngaliyan nanti akan digunakan untuk pemenuhan air bersih masyarakat yang berjumlah 40 KK.
"Alhamdulillah untuk kegiatan pengadaan sumur bor di Jawa Barat sudah selesai dan khususnya yang di Yogyakarta tepatnya di masjid yang berada di Ngaliyan masih dalam proses pengerjaan," ujarnya kepada lazismu.org.
Secara umum Author merinci, pengerjaan dalam program ini meliputi kebutuhan yang diprioritaskan dengan tahapan yang diawali dari persiapan, pengeboran sumur, pivanisasi, pemasangan pompa dan penampungan air serta pemasangan sambungan listrik dan sambungan viva menuju torn (penampungan air).
"Jika tak ada halangan diperkirakan pengerjaan sumur bor ini sudah bisa berakhir di bulan Mei 2021. Sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai tambahan untuk lokasi di DIY ada penambahan di kabupaten gunung kidul," tutup Author.
Reporter : Yusuf

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama KL Lazismu Mantrijeron dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiah Mantrijeron serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat FEB UAD dan Pemuda Muhammadiyah Mantrijeron di lima masjid berbeda.
Panitia menyediakan lebih dari 800 paket berbuka puasa dan 125 paket sembako untuk dhuafa. Suhaibun, ketua acara mengatakan bahwa masyarakat desa juga berhak merasakan suasana kebersamaan dan kebahagian berbuka puasa sebagaimana yang sering diadakan di masjid-masjid kota. Selain itu, peserta juga mendapatkan ilmu dari kajian berbuka puasa untuk menguatkan keimanan dan ukhuwah mereka.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dapat menyelenggarakan berbuka puasa bersama di desa Sidoharjo yang sangat dinantikan masyarakat disana. Suasana kebahagian sangat terasa disana karena memang mereka belum mampu menyelenggarakan acara seperti demikian sebelumnya. Acara ini bertujuan untuk menguatkan tali silaturhami dan aqidah Islamiyah masyarakat di desa. Kami sangat berterimakasih kepada donatur yang sudah berdonasi sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Sutardjo, tokoh masyarakat di desa Sidoharjo. Kehadiran keluarga besar Muhammadiyah Yogyakarta, khususnya Mantrijeron sangatlah membantu masyarakatnya untuk tetap bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa dan meneguhkan silaturahmi antar sesama.
“Kami sangat berterimakasih kepada kelurga besar Muhammadiyah Mantrijeron, terkhusus Lazismu Mantrijeron serta adik-adik IMM yang begitu peduli dengan kondisi keagamaan masyarakat kami. Kami sangatlah senang karena bisa diadakan acara seperti ini di desa kami ini sebagaimana di masjid-masjid di kota. Dari dulu kami juga ingin menyelenggarakan acara seperti ini tetapi terkendala dana dan SDM yang mengatur acara,” ujarnya.

Bank Ziska ini diinisiasi oleh Lazismu Jawa Timur dan bertujuan untuk membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir.
Kang Giri dalam sambutan pembukaan mengatakan sangat terinspirasi dari kegiatan yang dilakukan Lazismu untuk membebaskan pelaku UMKM dari rentenir.
“Selamat atas dilaunchingnya kampung UMKM berdaya bebas rentenir dan digitalisasi Bank Ziska di Dusun Jintab, Desa Wonokerto, Kecamatan Jetis. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dilansir dari laman resmi Pemkab Ponorogo, Kang Giri juga menambahkan bahwa kapitalis dan rentenir bisa dihadapi dengan ideologi itu keren. Maka dengan cara ini merupakan hal yang betul dalam melawan kapitalis.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Lazismu yang telah melahirkan Bank Ziska untuk terbebas dari rentenir.
Di Ponorogo sendiri ada sedikitnya 115 ribu penduduk miskin yang di bagi menjadi 4 strata. Menurutnya, hal ini menjadi PR bersama antara Pemkab, Lazismu, Lazisnu, dan Baznas. Agar masyarakat miskin tersebut produktif dan angka kemiskinan di Ponorogo bisa turun.
“Hal ini perlu kerja sama dan gotong royong, karena dengan adanya gotong royong kehidupan di Ponorogo lebih bagus,” pungkasnya.

Paket sembako tersebut diperuntukkan untuk fakir miskin dan dhuafa dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat. Para penerima manfaat berterima kasih kepada Lazismu Aceh Barat atas perhatian Lazismu kepada mereka.
Menurut para penerima manfaat, paket sembako tersebut sangat membantu di dalam melaksanakan puasa di bulan suci Ramadhan ini dan ditengah susahnya pemasukan ekonomi karena pandemi covid-19 ini.
Jumlah paket yang disalurkan oleh Lazismu Aceh Barat sebanyak 33 paket. Bantuan tersebut langsung disalurkan oleh Wakil Ketua Lazismu Aceh Barat Bapak Ir. Mahmud Idris dan didampingi oleh Sekretaris Lazismu Aceh Barat Mukhtaruddin, SP.
Selain itu, turut hadir Ketua Dewan Pengawas Lazismu Aceh Barat bapak Ir. Said mahjali, MM dan bidang Kesekretariatan Lazismu Aceh Barat Bapak Dedi Saputra.
Penyaluran paket sembako tersebut didistribusikan di beberapa desa. Yakni Desa Darat 1 orang mustahik, Desa Ujong Baroh 2 orang mustahik, Desa Kuta Padang 3 orang mustahik, Desa Blang Beurandang 1 orang mustahik, Desa Panggong 2 orang mustahik, Desa Suak Indra Puri 1 orang mustahik, Desa Gampa 2 orang mustahik, Desa Drien Rampak 4 orang mustahik, dan Desa Meurebo 1 orang mustahik.
Di samping itu paket sembako juga disalurkan ke Kecamatan Samatiga dalam rangka Safari Ramadhan Muhammadiyah pada hari Jumat (23/4). Dalam kegiatan ini, Lazismu Aceh Barat membantu sebanyak 18 mustahik fakir miskin dari berbagai Desa.
Mukhtaruddin, SP, Sekretaris Lazismu Aceh Barat berharap agar para muzakki dapat terus menyalurkan zakatnya melalui Lazismu Aceh Barat sehingga Lazismu Aceh Barat dapat terus melahirkan program yang membantu masyarakat.
"Alhamdulillah dan terima kasih kami ucapkan kepada donatur sebagai dermawan yang telah menyalurkan infak dan shadaqahnya ke Lazismu Aceh Barat. Semoga Allah SWT melipat gandakan rezeki bapak/ibu kaum muslimin dan muslimat serta sehat selalu dlm menjalankan ibadah puasa ramadhan 1442 H," ujar Mukhtaruddin.
Reporter: Yusuf

450 bungkus dibagikan di Jakarta, 450 bungkus dibagikan di Yogyakarta. Uniknya, selain membagikan takjil di masjid sebagaimana umumnya, Lazismu juga membagikan takjil kepada tenaga kesehatan di berbagai Rumah Sakit di Jakarta dan Jogja.
Hal tersebut adalah bentuk dukungan kepada tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi covid-19. Pembagian takjil kepada nakes sudah dilakukan sejak Ramadhan tahun lalu.
Selain itu, Lazismu juga akan membagikan takjil di Lapas. Falhan Nian Akbar, Manager Program Lazismu Pusat menyebut bahwa pihaknya sedang mengajukan perizinan untuk membagikan takjil di Lapas.
"Nanti kalau sudah turun izinnya, kita bagi 600 paket takjil di sana selama 6 hari berturut-turut," ujar Falhan kepada lazismu.org.
Ia menyebut bahwa takjil yang dibagikan adalah nasi box yang dibeli dari UMKM binaan Lazismu yang dulu pernah dibantu melalui program UMKM.
Falhan juga menyebut bahwa sepanjang Ramadhan, Lazismu memiliki 4 program utama, yaitu UMKM, Kado Ramadhan, Bakti Guru, dan Back to Masjid.
Kado Ramadhan memiliki beberapa kegiatan turunan, antara lain Sebar Takjil, Santunan Yatim, Santunan Lansia, Santunan Muallaf, Bakti Guru, Lebaran Mengabdi, Da'i Mengabdi, Paket Sembako, serta penyaluran zakat fitrah dan fidyah.
Selain Lazismu Pusat, geliat untuk membagikan takjid juga muncul di berbagai daerah di Indonesia melalui Lazismu setempat masing-masing. Antara lain di Bantul, Pekanbaru, Banyumas, Tangerang, Pulang Pisau, NTT, Pasuruan, Aceh Barat, dan beberapa tempat yang lain.
Reporter: Yusuf

"Kita sebagai jamaah kaum muslimin idealnya satu kesatuan. Salah satu yang bisa menjadi perekat adalah pelaksanaan zakat infak dan sedekah (ZIS). Karena dengan amal kebajikan itu ada penguatan solidaritas kolektif. Yang penting adalah membangun kesadaran individu dan kesadaran kolektif. Kesadaran sosial,” terang Hilman dalam program Ramadan TvMu, Rabu (13/5).
"Inilah maksudnya dalam taawun, empati yang dibangun,” tegas Hilman.

