Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Gandeng GO-PAY, Lazismu Dorong Peningkatan ZIS Digital

Jakarta – LAZISMU.
Kemajuan teknologi mendorong pertumbuhan ekonomi dengan lebih banyak pilihan
pada masyarakat. Para perintis uang elektronik telah mengembangkan jangkauannya
untuk memberi kemudahan kepada masyarakat. Kali ini, GOJEK dan GO-PAY bersinergi
dengan Lazismu mengajak masyarakat untuk berzakat, berinfak dan bersedekah
secara elektronik.  

 

Kolaborasi
filantropi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU)
antara GOJEK, GO-PAY dan Lazismu. “Pertama kali diluncurkan pada 2015, GOJEK
telah berkembang menjadi super app
yang membentuk ekosistem untuk saling menghubungkan jutaan konsumen dengan
jutaan mitra pengemudi, mitra usaha (merchant)
dan penyedia layanan (service provider).

 

Kami
selalu mencari cara bagaimana bisa membantu masyarakat menawarkan berbagai
kemudahan, termasuk dalam berdonasi,” tutur Nila selaku Chief Corporate Affairs
GOJEK di Hongkong Café, bilangan MH. Thamrin, Jakarta (19/3/2019).

 

Pihaknya
bangga dan merasa terhormat dapat bekerjasama dengan Lazismu yang memiliki
jangkauan luas di 29 provinsi, 200 kabupaten kota dan 528 kantor layanan. “Kami
sangat senang bekerja sama dengan Lazismu karena kami melihat kesamaan misi
dalam menciptakan dampak sosial untuk Indonesia. Dalam penyaluran zakat, infak,
dan sedekah (ZIS), Lazismu memiliki berbagai program untuk pemberdayaan
masyarakat dan distribusi serta transparansinya tidak perlu diragukan,” tambah
Nila.

 

Dalam
kesempatan itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief, mengapresiasi
kolaborasi Lazismu, GOJEK dan GO-PAY dalam memberikan kemudahan pada masyarakat
untuk berdonasi. Lazismu senantiasa mencari cara baru bagaimana mempermudah
masyarakat berdonasi, termasuk memperkenalkan metode zakat, infak dan sedekah
non-tunai yang berkerja sama dengan GO-PAY.

 

Melalui
metode pembayaran zakat, infak dan sedekah non-tunai ini, akan tercatat dalam
sistem kami sehingga menjadi lebih transparan. “Termasuk upaya kami juga dalam
meningkatkan layanan kepada masyarakat,” jelas Hilman.

 

Lebih
lanjut kata Hilman, dana yang terhimpun dari donasi melalui GO-PAY akan
dimanfaatkan kepada mereka yang membutuhkan lewat program-program
pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak dan sedekah. “Lazismu senantiasa
mendorong setiap inovasi yang berupaya memudahkan orang untuk berzakat zakat
melalui berbagai layanan digital, baik digital banking, melalui e-commerce
maupun financial technology,” tuturnya.

 

Menurutnya,
GOJEK dan GO-PAY merupakan mitra strategis dalam mencapai tujuan tersebut
karena keduanya memiliki jumlah pengguna dan jangkauan yang luas.

 

Sementara
itu, Galuh Chandra Kirana, SVP Marketing GO-PAY mengatakan lewat kerjasama ini
metode pembayaran lewat GO-PAY bisa langsung terintegrasi dengan aplikasi
Lazismu. “Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan metode scan QR dari
GO-PAY yang akan langsung masuk ke rekening Lazismu.

 

Untuk
agenda ke depan, GO-PAY dan Lazismu akan memberikan pelatihan wirausaha ke
mahasiswa Universitas Muhammadiyah di 5 kota di Indonesia. Memperluas jangkauan
pengetahuan melalui dampak teknologi ke mahasiswa di universitas-universitas
dibawah naungan Muhammadiyah. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

GIZMA, Jurus Jitu Menggerakkan Zakat Milenial di UMSIDA

Sidoarjo –
LAZISMU.

Gerakan filantropi dalam dunia akademis memiliki peluang dan tantangan
tersendiri. Peluangnya dalam kampus memiliki potensi yang besar karena di dalamnya
ada banyak mahasiswa-mahasiswi dengan talenta yang beragam.

 

Adapun
tantangannya adalah bagaimana mengatur waktu luang mahasiswa di tengah
kesibukannya berkuliah agar dapat berpartisipasi dan terlibat aktif dalam
gerakan filantropi di kampus.

 

Di
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) misalnya, Lazismu berdiri di tengah
aktivitas mahasiswa yang beragam. Bahkan menurut Fundraiser Lazismu Umsida,
Prayekti, selama 2018 potensi dana yang terkumpul di kampus ini sebesar Rp 1,9
miliar. Dalam menggerakkan potensi yang besar ini, menurutnya butuh strategi
dan kekuatan yang besar pula yakni dengan melibatkan mahasiswa.

 

Demikian
disampaikan oleh Prayekti pada acara pembinaan Ke-Islaman dan Kemuhammadiyahan
bagi organisasi mahasiswa di Gedung Fakultas Ekonomi Bisnis, Umsida, 9 April
Maret lalu bahwa prospek dan capaian Lazismu pada 2018 berjalan dengan baik.

 

“Capaian
tersebut berasal dari kolaborasi dengan organisasi mahasiswa. Dana sebesar itu,
telah disalurkan lewat program dakwah sosial,” katanya saat dihubungi tim media
Lazismu (28/3/2019).

 

Namun
dibalik itu, lanjutnya, masih menyisakan beberapa hal antara lain belum
tergarapnya potensi ZIS 10.000 mahasiswa dan ribuan alumninya.

 

Gerakan filantropi berbasis kampus yang dikembangkan Lazismu Umsida, mulai unjuk gigi sejak 1 Januari dengan menempati kantor di Gedung C kampus 1. Saat itu desaign programnya memang khusus untuk pemberdayaan mahasiswa. Lazismu sadar karena segmen yang digarap adalah mahasiswa yang notabene generasi milenial.

 

“Memberikan
edukasi zakat yang menyenangkan kepada generasi model ini tentu butuh waktu
yang tidak instan,” jelasnya. Perlu  upaya maksimal, kerja keras dan kerja cerdas untuk
menggali potensi itu.

 

Jurus
jitu yang diterapkan mengajak para pentolan organisasi mahasiswa bersama-sama
menggerakkan para anggotanya agar memiliki jiwa berbagi (filantropi). Peduli
dan menyintai kemanusiaan. Salah satunya dengan aktif mengerakkan program GIZMA
(Gerakan Infak Zakat Mahasiswa) yang relawannya adalah mahasiswa sendiri.

 

Beruntung,
teknologi informasi sangat membantu kegiatan ini. Contohnya ada masjid butuh
bantuan pembenahan kemudian difoto dan diviralkan untuk penggalangan dana langsung
direspons positif. Pendampingannya menjadi salah satu tugas Lazismu.

 

Di
era revolusi teknologi 4.0 ini, Lazismu juga sudah menyiapkan teknologi
fundraising dengan QR Code. “Sistem laporan keuangannya pun ditampilkan secara
online dengan fitur infogram otomatis,” ungkap Yekti yang juga alumni Umsida.

 

Sebagai
bentuk inovasi, telah diluncurkan Kotak Infak Milineal, Kotak Infak All in One, yakni kotak infak yang bisa
menggunakan uang tunai maupun uang digital.

 

Yekti berharap sebagai amil di Lazismu banyak mahasiswa penerima beasiswa Sang Surya yang bisa merintis karir sebagai amil. Karena masa depan Lazismu ada di pundak generasi milenial yang sadar gerakan filantropi (na/pwmu).

 

 

 

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Resmikan Tempat Cuci Tangan “Padasan Mardiko”, MPM – Lazismu Kampanyekan Hidup Sehat di Komunitas Pemulung

BantulLAZISMU. Tempat
Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul merupakan lokasi titik kumpul
aktivitas pemulung bekerja sehari-hari. Di TPST ini kegiatan pemberdayaan Majelis
Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah juga berlangsung untuk
mendampingi para pemulung.

 

Implementasi konkretnya tertuang
dalam kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilaksanakan MPM bersama
Lazismu dengan peresmian 'Padasan Mardiko' atau tempat cuci tangan bagi
kelompok pemulung dampingan MPM, Makaryo Adi Ngayogyokarto (Mardiko) pada Sabtu
(23/3/2019).

 

Padasan Mardiko menjadi titik kumpul
bagi para pemulungng untuk mempraktekkan PHBS. Disela aktifitas memulung yang
mereka lakukan. Muhammad Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah mengatakan,
adanya padasan tempat cuci tangan, setidaknya sebagai jawaban atas permasalahan
yang terjadi pada pola hidup sehat pemulung.

 

"Permasalahan dikelompok
pemulung dengan kesehatan karena lingkungan mereka merupakan masalah yang akut
dan kronis, hadirnya padasan ini setidaknya menjadi salah solusi atas
permasalahan tersebut," ungkap Yamin.

 

Sehingga kampanye PHBS bagi kelompok terpinggirkan seperti pemulung bukan hanya jargon, tapi menjadi aksi nyata dalam menjaga kesehatan pemulung ini. Sementara itu, untuk keberlanjutan penggunaan atas pengadaan tempat cuci tangan ini, pada tahap awal suplai air masih dari bantuan MPM PP. Tapi untuk setelahnya, kelompok Mardiko akan mengurusnya sendiri.

"Untuk suplai air cuci tangan
pada awal kita masih dukung, nanti setelahnya kelompok ini sendiri yang
menyediakan air tersebut. Meski demikian, kita masih mengetuk pintu bagi para
donatur yang memiliki perhatian terhadap kesehatan kelompok pemulung,"
tambahnya.

 

Menyambung yang dikatakan M. Nurul
Yamin, Maryono, Ketua kelompok pemulung Mardiko menyampaikan terimakasih kepada
MPM yang telah memiliki perhatian kepada kesehatan pemulung. Hadirnya padasan
ini, kemanfaatannya bisa dirasakan dan meninggkatkan pola hidup sehat pemulung
yang sebelum adanya padasan pemulung kurang begitu memperhatikan kebersihannya.

 

"Sebelumnya, kita setelah memulung
dan istirahat untuk makan. Kita jarang dan hampir tidak mencucui tangan,
langsung makan saja. Semoga dari adanya padasan ini bisa merubah perilaku hidup
seperti itu," katanya.

 

Ia juga berharap, perhatian yang diberikan oleh MPM bisa memicu pihak lain untuk ikut serta memberikan perhatian terhadap kesehatan kelompok marginal pemulung dan kelompok marjinal lainnya. (a'n/muhammadiyah)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Gelar Rakerwil, Lazismu DKI Serahkan Bantuan bagi 21 Guru dan 2 Sekolah Muhammadiyah

Jakarta – LAZISMU.
Lembaga amil zakat nasional persyarikatan Muhammadiyah DKI Jakarta dalam hal
ini Lazismu menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Hotel Balairung,
Matraman, Jakarta. Rakerwil diikuti oleh Lazismu se-DKI baik di tingkat
pimpinan daerah, cabang dan ranting maupun di lingkungan amal usaha
Muhammadiyah.

 

Rakerwil
berlangsung pada 29 – 30 Maret 2019, dengan materi bahasan terkait fikih zakat,
manajemen kelembagaan dan program, serta strategi fundraising. Manager Regional
Lazismu DKI Jakarta, Budi Fajrin mengatakan perhelatan ini merupakan amanah Lazismu
Pusat.

 

Melalui
Rakerwil ini, lanjut Budi sebagai ajang konsolidasi, koordinasi dan komunikasi
dengan semua unsur persyarikatan dan AUM. Selain itu, ada dua poin yang perlu
disampaikan menurutnya. “Pertama soal optimalisasi pembentukan Lazismu di
tingkat persyarikatan, kedua, dalam rangka memperkuat komunikasi dan koordinasi,”
jelasnya.

 

Budi
menambahkan, Lazismu harus bergerak seoptimal mungkin sehingga bagi yang sudah ada
Lazismu baik di tingkat daerah dan cabang serta AUM dengan kantor layanannya perlu
ditingkatkan kembali. “Sedangkan yang belum berdiri  agar dapat terbentuk untuk program
pemberdayaan dan sosial dakwah,” terangnya.

 

Dalam
kesempatan itu, Ketua PWM DKI yang diwakili oleh Wakil Ketua Drs. H. Tjuandi
mengungkapkan semua yang berpartisipasi dalam persyarikatan harus mampu
melakukan tafsir terrhadap rukun Islam.

 

Rukun
Islam adalah ketundukan seorang muslim kepada tiang agama dan akidah.  “Syahadat adalah ketundukan lisan, salat merupakan
ketundukan fisik dan tidak boleh sombong, puasa ketundukan hati dan nafsu,
zakat ketundukan kepada harta dan haji merupakan ketundukan dari rukun-rukun
Islam sebelumnya,” paparnya.

 

Tjuandi
menilai bahwa amil dan pengurus Lazismu dalam konteks modern ini bukanlah peminta-minta
dalam arti tekstual, melainkan seorang mujahid yang berjuang untuk pemberdayaan
umat.

 

Pada
kesempatan itu, Badan Pengurus Lazismu Nuryadi Widji Harjono mengatakan,
partisipasi semua unsur persyarikatan merupakan sumber potensi gerakan zakat. “Termasuk
ortom-ortom yang ada di Muhammadiyah dan mendorong gerakan zakat di tingkat
gerakan Aisyiyah,” tandasnya.

 

Kantor
layanan ini, lanjut Nuryadi menjadi wadah koordinasi antar unsur di
persyarikatan sehingga dapat memperkuat dakwah sosial dan pemberdayaan umat,
ungkapnya.     

 

Di
sela-sela acara Rakerwil, Lazismu DKI menyerahkan bantuan yang disaksikan
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI untuk program Save Our School (SOS) kepada SD
Muhammadiyah 52 Bukit Duri, dan SD Muhammadiyah 16 Tanjung Lengkong, Jatingera,
Jakarta. Di samping itu, juga diberikan bantuan kepada 21 Guru dalam program
Peduli Guru. (na)  

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Gelar Konser Amal, Lazismu Gandeng Salam Charity Hadirkan Maher Zain

Jakarta – LAZISMU. Lembaga kemanusiaan internasional Salam Charity bersama dengan
lembaga amil zakat nasional, Lazismu menggelar Malam Amal Kemanusiaan, dengan
tajuk “Melayani Negeri Sepenuh Hati" dengan menghadirkan penyanyi kondang
asal Swedia Maher Zain dan pelantun lagu reliji Opick Tombo Ati yang juga
dimeriahkan oleh Indah Dewi Pertiwi.

Demikian disampaikan Lazismu dalam konferensi
pers di Mandarin Hotel Jakarta, (19/3/2019). Menurut Direktur Utama Lazismu,
Hilman Latief, malam amal tersebut digelar di Komplek Gedung Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Senayan, Jakarta. Tujuan malam
amal ini ditujukan untuk penghimpunan donasi bagi pembangunan 2000 hunian
sementara (huntara) tahan gempa yang disertai toilet komunal dan sumur bor
beserta 50 paket kelas baru di wilayah Indonesia yang terdampak bencana.

Hilman mengatakan, Lazismu menargetkan
terkumpulnya donasi sebanyak Rp. 22,5 miliar, dengan target lokasi penerima
manfaat pada 8 lokasi se-Indonesia, yaitu Lombok, Kabupaten Donggala, Kabupaten
Sigi, Kota Palu, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Serang, dan jumlah
penerima manfaat sebanyak 5.618 kepala keluarga atau 30.405 jiwa.

"Kami menawarkan kepada calon donatur yang
ingin berdonasi berupa paket huntara, toilet komunal dan sumur bor senilai 10
juta per unit, sementara untuk kelas baru senilai 50 juta per paket," jelas
Hilman.

Hilman juga mengungkapkan, malam amal kemanusiaan
tersebut sebagai wujud aksi perdana untuk menghimpun donasi sesuai yang
ditargetkan Lazismu. Prosesnya akan terus berjalan untuk menggalang dana
kemanusiaan sampai batas waktu tertentu.  

Dalam malam konser amal tersebut, Hilman
menuturkan ada sekitar100 mitra donatur Lazismu yang telah diundang dari 700
penonton yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Maher Zain menyatakan akan
bertolak ke wilayah terdampak bencana, Palu, untuk memberikan dukungan moril
secara langsung. Bersama Salam Charity dan Lazismu secara bersama-sama ingin
memberikan perhatian dan kepedulian. “Sebagai seorang muslim, lanjut Maher kita
harus tolong-menolong, kata peraih Double Platinum ini dibawah lebel Universal
Music Indonesia.

Maher mengatakan, mengapa kami ada di sini? Karena
kami ingin ke lokasi terdampak pasca-bencana. Kami ingin tahu lebih dekat,
menyaksikan sendiri, dan kami ingin merasakan dengan cara yang lain,” ungkap
Maher. (na)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Rakorwil Lazismu, Gerakan Filantropi sebagai Pusat Keunggulan Dakwah

Semarang -  LAZISMU. Seluruh perwakilan Lazismu daerah tingkat kabupaten dan kota se-Jawa Tengah bertemu dalam forum Rapat Koordinasi Wilayah di Hotel Candi Indah Semarang, pada Sabtu 30 Maret 2019. Lembaga amil zakat besutan Muhammadiyah tersebut berkoordinasi membahas sinergisitas yang melibatkan unsur pimpinan.

 

Pertemuan
itu resmi dibuka oleh pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah H. Tafsir,
M.Ag. Dalam amanatnya, Tafsir menyampaikan tiga misi utama persyarikatan yang
dia tekankan dalam berapa poin penting.

 

Pertama,
membangun pusat unggulan persyarikatan. Lazismu adalah salah satu lembaga
unggulan di MLO PWM Jateng. Secara legal Lazismu mendapat mandat menghimpun,
mengelola dan menyalurkan dana ZISKA diharapkan bisa menjadi motor penggerak kegiatan
dakwah di persyarikatan. Menurutnya, Lazismu harus dikelola dengan asas
legalitas dan akuntabilitas yang bisa dipertanggungjawabkan.

 

Kedua,
membangun sinergi antar komponen persyarikatan. Kewenangan yang dimiliki
Lazismu, menjadi kesempatan untuk mengembangkan amal usaha lintas daerah maupun
wilayah. Tafsir mencontohkan jika Lazismu bisa membantu pendirian rumah sakit
di Lombok.

 

“Ini
perlu dikembangkan juga di daerah lain. Untuk itulah penting menyiapkan SDM yang
berkualitas didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai,” paparnya.

 

Ketiga,
pendampingan persyarikatan dan AUM. Dengan memanfaatkan dana ZISKA secara benar
serta penyaluran yang tepat. Diharapkan mampu membangkitkan organisasi
fungsional persyarikatan dengan baik.

 

Pada
kesempatan itu, Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dodok Sartono menyampaikan bahwa
Lazismu di Jawa Tengah mulai tahun ini memberlakukan aturan undang-undang zakat
secara ketat. Ada beberapa daerah yang dalam operasional pengelolaan zakat
belum sesuai dengan undang-undang, maka Lazismu mengambil keputusan untuk
menonaktifkannya.

 

“Namun
masih ada opsi yang bisa ditempuh, secepatnya memenuhi persyaratan yang
ditentukan dan menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku,” katanya. Ditegaskan
pula oleh Dodok, setiap tindakan penggalangan dana masyarakat mengandung konsekuensi
hokum. Oleh karenanya Lazismu tidak memberi toleransi atas pelanggaran hukum
yang terjadi di dalam tubuh organisasinya. (cs)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross