Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Hapus Air Mata Penyintas, Muhammadiyah Salurkan Bantuan Operasional dan 1.400 Paket Rendangmu

MANGGARAI TIMUR -- Di tenda pengungsian bantuan kemanusiaan telah dikemas untuk para penyintas. Bantuan logistik terdiri dari Rendangmu dan Family Kit serta School Kit yang telah tiba terlebih dahulu bersamaan dengan bantuan pendukung lainnya yang diperoleh dari hasil galang dana kemanusiaan Lazismu lewat program Indonesia Siaga.

Selain itu, Muhammadiyah menyalurkan bantuan operasional untuk Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Type 1 Fixed, dalam bentuk Bantuan Operasional Posko Muhammadiyah serta 1.400 paket rendang untuk penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Ahad, (6/9/2026). Penyerahan bantuan dipusatkan di Pos Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah, Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara (Sambi Rampas), Manggarai Timur.

Agenda ini dihadiri oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pusat Budi Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur Tintin, Camat Lamba Leda Utara Emilianus Sarjanit, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Direktur Utama Lazismu Pusat Barry Adhitya, Direktur Fundraising Lazismu Pusat M. Sholeh Farabi, serta 27 personil tim relawan medis EMT.

Camat Lamba Leda Utara, Emilianus Sarjanit, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat dan uluran tangan Muhammadiyah pascabencana yang melanda wilayahnya sejak 15 Agustus lalu.

"Kami benar-benar jatuh pascagempa. Bingung harus ke mana, dan uluran kasih dari Tim Muhammadiyah membangkitkan semangat kami kembali. Terima kasih telah menghapus air mata kami", ujar Emilianus.

Emilianus melaporkan, sebanyak 2.294 rumah di wilayahnya mengalami rusak parah, sementara 8.333 jiwa masih bertahan di tenda pengungsian. Selain itu, dua Puskesmas setempat (Puskesmas Dampek dan Puskesmas Beleng) serta 80 persen fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat, sehingga layanan kesehatan dan kegiatan belajar mengajar (KBM) harus dilaksanakan di tenda darurat.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, dokter Tintin, mengungkapkan, tantangan besar yang dihadapi daerahnya pada awal bencana akibat hilangnya jaringan komunikasi dan keterbatasan kesiapsiagaan darurat. Dari total 29 Puskesmas di wilayah tersebut, sebanyak 12 Puskesmas mengalami rusak parah (kategori merah) dan seluruh alat kesehatannya tidak dapat diselamatkan.

"Hadirnya MDMC, EMT Muhammadiyah, serta berbagai universitas dan relawan sangat membantu kami. Layanan Rumah Sakit Lapangan dari EMT membuat kepulihan masyarakat jauh lebih cepat teratasi”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ketua LRB PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa MDMC langsung mengaktifkan simpul koordinasi (Poskornas di Jogja, Poskorwil di Ende, dan Poskorda di kabupaten terdampak) sejak hari pertama bencana. Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah berstandar WHO ini diterjunkan dengan skema dua rotasi tim (shift) selama satu bulan penuh, bekerja sama dengan nakes lokal dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

“Bagi kami, kesehatan dan pendidikan adalah dua hal yang tidak boleh berhenti saat bencana. Selain layanan medis, Muhammadiyah bersama Kemendikdasmen juga merancang pembangunan ruang kelas darurat agar anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan”, pungkasnya.

Dalam pengarahannya, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menekankan bahwa kehadiran Muhammadiyah adalah wujud dari gerakan kolektif dan komitmen solidaritas kemanusiaan.

"Misi kemanusiaan Muhammadiyah didasari spirit tolong-menolong dalam kebajikan. Menghadapi situasi sulit (aqabah) membutuhkan ketahanan mental dan kerja sama yang kuat. Tim EMT ini dipersiapkan matang bertahun-tahun sesuai standar WHO agar bisa bekerja profesional di mana pun bencana terjadi", jelas Hilman.

Hilman menambahkan, Muhammadiyah akan terus mendampingi proses pemulihan masyarakat Manggarai Timur hingga masa tanggap darurat dan rekonstruksi usai melalui penggalangan dana dan penguatan jejaring relawan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
7 September 2026

Tiga Pekan Tinggalkan Pekerjaan Layani Penyintas, PP Muhammadiyah Apresiasi Tugas Kemanusiaan Relawan

MANGGARAI TIMUR -- Relawan Muhammadiyah berjibaku sediakan makanan bagi penyintas di pengungsian lewat layanan dapur umum. Pada situasi lainnya, relawan kesehatan andalkan fasilitas rumah sakit lapangan tangani pasien. Relawan lainnya menyortir bantuan logistik berupa family kit, school kit, rendangmu dan bantuan lainnya untuk disalurkan tepat waktu.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah bertugas selama hampir tiga pekan dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief mengungkapkan, pengabdian para relawan selama berada di lapangan bukan perkara mudah.

Sebagian dari mereka harus meninggalkan pekerjaan dan aktivitas profesional untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. “Atas nama PP Muhammadiyah, saya ucapkan terima kasih, seluruh relawan mengawal proses yang berjalan tiga pekan di lapangan”, ujar Hilman di Dampek, Manggarai Timur, NTT pada Ahad, (6/9/2026).

Ini bukan perkara mudah. Alhamdulillah, saya dengar teman-teman relawan yang lain telah datang untuk mengganti jadwal. Ini momentum yang baik kita menjaga keberlanjutan. Menurutnya, kesinambungan aksi layanan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam respons bencana oleh Muhammadiyah.

Ia mengingat ungkapan di lingkungan gerakan persyarikatan bahwa relawan-relawan Muhammadiyah berusaha datang lebih awal ketika bencana terjadi dan kembali pulang paling akhir setelah proses penanganan layanan kemanusiaan berjalan.

Hilman menuturkan, sebagian relawan yang diterjunkan merupakan tenaga kesehatan dan dokter spesialis yang harus meninggalkan keluarga dan tempat praktiknya selama menjalankan misi kemanusiaan.

“Relawan-relawan ini meninggalkan pekerjaannya. Dokter-dokter spesialis yang praktik, meninggalkan ruang kerjanya selama tiga minggu”, katanya.

Pengorbanan itu, lanjut Hilman, tidak dapat dilepaskan dari spirit keagamaan yang menjadi dasar gerakan kemanusiaan Muhammadiyah. Ia mengutip pesan Al-Qur’an, wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā, yakni saling bekerja sama dalam kebajikan dan ketakwaan.

Hilman juga menyinggung Surah Al-Balad yang berbicara tentang al-‘aqabah, yakni jalan yang berat dan sulit. Menurutnya, pesan Al-Qur’an itu mengajarkan keberanian untuk mengambil keputusan nyata dalam membantu sesama, seperti memberi makan, menolong masyarakat dalam kesulitan, serta hadir bagi kelompok rentan.

“Kita tidak sedang bicara pribadi. Alhamdulillah, Muhammadiyah dan tentu organisasi keagamaan yang lain memperkuat level itu sehingga kita menjadi gerakan kolektif”, ujarnya. Ia menambahkan, kesiapan para relawan Muhammadiyah merupakan hasil proses panjang yang dibangun melalui konsolidasi internal, antara lain bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), LAZISMU, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), serta berbagai unsur Persyarikatan.

Salah satu bentuk penguatannya dilakukan melalui pengembangan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang telah dipersiapkan sejak 2018. Proses itu mencakup peningkatan pengetahuan, kapasitas dan keterampilan, prosedur, sertifikasi, serta mentalitas relawan dalam memberikan pelayanan kedaruratan.

“Kami tidak ingin semangat kawan-kawan ini terhambat hanya karena masalah administrasi,” jelas Hilman. Ia menyebut proses panjang ini memungkinkan relawan Muhammadiyah bergerak dengan standar yang lebih jelas, baik dalam penanganan bencana di dalam negeri maupun dalam misi kemanusiaan internasional.

Hilman menilai capaian ini merupakan hasil perjuangan bersama MDMC, tenaga kesehatan, relawan, serta banyak pihak yang selama bertahun-tahun membangun kapasitas kemanusiaan Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang turut berperan dalam proses penanganan bencana di NTT.

Menurutnya, kerja kemanusiaan membutuhkan kekuatan kolektif karena proses pemulihan tidak berlangsung singkat. “Misi keagamaan dan kemanusiaan itu perlu kerja keras yang luar biasa. Kalau tidak kuat dan tidak kolektif tentu sangat berat. Kita ingin membangun persaudaraan kemanusiaan yang kuat dari proses yang kita jalankan”, pungkasnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
7 September 2026

Sertifikasi Kompetensi, 40 Amil Berikhtiar Perkuat Profesionalisme Pengelolaan Zakat

SLEMAN -- Tugas amil bukan hanya tentang menghimpun dan menyalurkan zakat. Di luar tugas itu, ada tanggung jawab untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas serta memastikan pengelolaan dana umat dilakukan secara profesional dan transparans.

Semangat untuk terus belajar inilah yang menjadi bagian dari pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Amil yang diikuti oleh 40 amil pada Sabtu (5/9/2026). Kegiatan ini adalah sertifikasi kompetensi amil perdana yang diselenggarakan Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah.

Acara sertifikasi tersebut berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya, Jalan Kaliurang KM 12,5, Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sertifikasi kompetensi amil merupakan salah satu langkah Lazismu DIY mendorong peningkatan kualitas sumber daya amil. Dengan proses ini, pengalaman yang telah dimiliki amil dalam menjalankan tugas sehari-hari diperkuat dengan proses pengukuran kompetensi sesuai standar yang ditetapkan.

Uji kompetensi ini rangkaian final dari proses peningkatan kapasitas amil yang telah dilakukan sebelumnya. Diawali melalui sekolah amil yang berlangsung selama dua bulan, yakni pada Mei hingga Juni 2026. Materi yang diberikan dalam sekolah amil disusun dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), materi yang diujikan dalam sertifikasi ini sesuai kebutuhan yang dihadapi amil di lapangan.

Dengan demikian, proses uji kompetensi menjadi tahap akhir untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dan kemampuan yang telah diperoleh peserta selama rangkaian peningkatan kapasitas tersebut dapat diterapkan dalam tugas keamilan.

Rangkaian kegiatan dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus LAZISMU DIY, Jefree Fahana, serta Direktur LSP Muhammadiyah, Filosa Gita Sukmono, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan sertifikasi kompetensi.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus LAZISMU DIY, Jefree Fahana, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengingatkan bahwa proses peningkatan kapasitas merupakan bagian penting dari perjalanan seorang amil yang amanah.

“Semakin kita mencari ilmu, insyaallah Allah akan memberikan derajat kepada kita,” ujar Jefree. Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar proses untuk memperoleh pengakuan kompetensi. Lebih dari itu, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, daya tahan, serta kepercayaan diri amil dalam mengelola lembaga zakat.

Jefree juga mengajak para peserta untuk menjadikan proses sertifikasi sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas diri. Ilmu yang diperoleh, menurutnya, harus dapat diterapkan dengan percaya diri dalam menjalankan pekerjaan yang pada akhirnya memberikan dampak bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur LSP Muhammadiyah, Filosa Gita Sukmono, menyampaikan bahwa sertifikasi menjadi bagian penting dalam memberikan pengakuan terhadap kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Muhammadiyah.

Filosa menjelaskan, seseorang yang menjalankan tugas sebagai amil, tentu punya pengalaman dan kemampuan yang diperoleh dari proses kerja. Namun, pengalaman itu, perlu diperkuat melalui proses sertifikasi agar kompetensi yang dimiliki ada pengakuan dari pihak ketiga.

“Kita mengaku sebagai amil, tetapi itu hanya kita sendiri yang mengakui. Kita butuh pengakuan pihak ketiga,” ungkapnya.

Ia menilai, LSP Muhammadiyah hadir sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia Muhammadiyah melalui sertifikasi profesi. Proses uji kompetensi menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki sekaligus mengukur kesesuaiannya dengan standar kompetensi.

Filosa berharap sertifikasi kompetensi amil dapat menjadi daya gerak peserta untuk terus berkembang dengan peningkatan kualitas profesionalnya. Kompetensi yang semakin baik diharapkan dapat selaras dengan penguatan tata kelola lembaga dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

“Untuk itu, selamat melaksanakan uji kompetensi. Selamat bertugas kepada Asesor, dan untuk peserta silakan dipersiapkan hal-hal yang nanti bisa menunjukkan bahwa peserta kompeten di skema tersebut,” pesannya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DIY]

SELENGKAPNYA
7 September 2026

Lazismu Catat Penghimpunan Program Indonesia Siaga untuk Gempa Bumi NTT Sebesar Rp 6 Miliar

JAKARTA -- Pasca gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), 15 Agustus 2026 Muhammadiyah langsung memobilisasi sumberdaya dari semua unsur yang tergabung di Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau biasa dikenal Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) dari berbagai daerah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Surat Edaran nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tanggal 20 Agustus 2026, juga telah menginstruksikan kepada seluruh masjid untuk melakukan penggalangan dana Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Bencana Gempa Bumi di NTT yang telah terlaksana pada hari Jum’at tanggal 21 Agustus 2026. Alhamdulillah, hingga 3 September 2026, dana terhimpun tercatat Rp 6.099.163.820 dan telah disalurkan untuk mendukung aksi-layanan kemanusiaan Muhammadiyah sebesar Rp. 3.455.958.814.

Dalam mendukung respons gempa bumi di NTT, Muhammadiyah mengirimkan berbagai klaster, pada bidang kesehatan Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Fixed diturunkan terdiri dari 50 personil. Tim EMT dengan standar WHO bekerja untuk mendirikan RS Lapangan berlokasi di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur yang hancur akibat gempa bumi. Tim EMT Muhammadiyah diturunkan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan akan bertugas selama 30 hari sejak 17 Agustus 2026. 

Selain EMT Type-1 Fixed, layanan kesehatan juga dilakukan oleh EMT Mobile yang menyasar lokasi-lokasi pengungsian tidak terjangkau. Tim EMT Mobile yang diturunkan dari berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah di Indonesia.

EMT Muhammadiyah hingga 3 September 2026, tercatat telah menangani penyintas terdiri dari 85 pasien bayi, 229 pasien balita, 266 pasien anak, 150 pasien remaja, 2.173 pasien dewasa, 22 pasien ibu hamil dan 799 pasien lansia.

Berdasarkan hasil pemeriksaaan di rumah sakit lapangan, sebaran diagnosis tertinggi pada penyintas dilaporkan 437 penyintas mengalami infeksi saluran pernapasan, 372 penyintas mengalami nyeri otot dan pegal-pegal, 233 penyintas mengalami hipertensi, 186 penyintas mengalami gejala rasa tidak nyaman atau nyeri bagian sekitar perut, 153 penyintas mengalami sakit kepala dan nyeri leher hingga tengkuk.

Sampai berita ini diturunkan, pada Jum’at (4/9/2026), menurut Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, penyaluran dana donasi dan Infak Salat Jumat masih akan terus dilaksanakan untuk melanjutkan respon dan tahapan rehabilitas-rekonstruksi serta membangun ketangguhan masyarakat.

Dukung terus aksi-layanan Muhammadiyah merespon gempa bumi di NTT melalui: https://donasi.lazismu.org/ dan update melalui dashboard di https://lazismu.org/dashboardresponntt

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
4 September 2026

Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT

JAKARTA -- Pasca gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo melanda 7 kabupaten di NTT, Muhammadiyah langsung bergerak melalui pilar kemanusiaan yang digawangi MDMC dan Lazismu. Tahap awal respons dilakukan dengan berkoordinasi pihak setempat dan mendirikan Pos Koordinasi Wilayah yang berlokasi di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, kabupaten Ende.

Pos Koordinasi Wilayah ini berperan penting dalam merencanakan dan mengevaluasi aksi layanan kemanusiaan dan sampai saat ini telah mendirikan 7 Pos Koordinasi Daerah di 7 kabupaten dan 10 Pos Pelayanan di masing-masing kabupaten terdampak.

Dalam penyaluran bantuan kemanusiaan program Indonesia Siaga, setidaknya melalui tiga klaster layanan prioritas relawan di lapangan, yaitu layanan kesehatan, layanan non kesehatan dan layanan logistik. Layanan Kesehatan melalui EMT Type-1 Fixed dan EMT Mobile telah menjangkau 2.215 perempuan dan 1.487 laki-laki penyintas gempa bumi.

Sementara itu, untuk bantuan kemanusiaan klaster non-kesehatan, layanan dapur umum yang didirikan telah melayani sebanyak 1.750 jiwa, pendirian sanitasi dan air bersih di 2 titik, dan melaksanakan layanan psikososial kepada 1.773 jiwa.

Layanan kemanusiaan Muhammadiyah juga didukung dengan penyaluran logistik berupa mobil dapur umum, mobil taktis, 500 paket family kit, school kit 600 paket, 1.440 kaleng Rendangmu dan terpal sepanjang 500 meter. Dukungan logistik pengobatan juga diberikan oleh Tim Medis atau EMT Mobile dari masing-masing Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang bertugas.

Lazismu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. “Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan Muhammadiyah di lapangan atas kerja-kerja kemanusiaan dan tentu terima kasih kepada donatur dan jamaah salat Jumat atas kepercayaannya sehingga aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah kepada penyintas bencana di NTT dapat terus dilanjutkan”, kata Barry Adhitya, Direktur Utama Lazismu, pada Jum'at (4/9/2026).     

Lazismu akan senantiasa memantau dan mengevaluasi program Indonesia Siaga di NTT agar dana yang terhimpun dari masyarakat dapat dioptimalkan untuk masa pemulihan pasca gempa bumi di NTT dan dilanjutkan Insya Allah sampai tahap rehabilitas dan rekonstruksi untuk membangun ketangguhan masyarakat.

Dukung terus aksi layanan Muhammadiyah merespons gempa bumi di NTT melalui: https://donasi.lazismu.org/ dan ikuti perkembangan informasinya lewat: https://lazismu.org/dashboardresponntt

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
4 September 2026

Peduli Bencana Karhutla, PT Alifindo Mitra Bersama Salurkan 34 Ribu Masker Lewat Lazismu

JAKARTA -- Ancaman bahaya kabut asap di wilayah Kalimantan memperburuk kualitas udara. Risiko terpapar saluran pernapasan di depan mata. Akibat kebakaran hutan dan lahan aktivitas masyarakat tidak berjalan normal.

Melalui program Indonesia Siaga, Lazismu berkolaborasi dengan PT Alifindo Mitra Bersama menyalurkan bantuan berupa 34.760 masker untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta tenaga medis yang tengah bertugas di wilayah Kalimantan.

Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko penyakit saluran pernapasan akibat paparan asap pekat yang melanda sejumlah titik di Kalimantan. PT Alifindo Mitra Bersama, selaku distributor alat kesehatan dan perlengkapan keselamatan kerja (K3), memasok langsung kebutuhan masker tersebut untuk perlindungan diri yang tepat standar.

Direktur Penghimpunan dan Kerja Sama Lazismu Pusat, M. Sholeh Farabi, menyambut baik sinergi langsung bersama produsen dan penyedia alat kesehatan tersebut, pada Senin, (31/8/2026), setelah serah terima simbolik di Kantor PT Alifindo Mitra Bersama, Bekasi.

"Kami mengapresiasi kerja sama yang terjalin langsung dengan pihak penyedia masker. Bantuan ini sangat krusial, berharap masker yang disalurkan dapat memberikan perlindungan nyata dan meringankan beban warga penyintas karhutla di Kalimantan", ujarnya.

Representative HR Department PT Alifindo Mitra Bersama, Altair Saga, mengatakan bahwa aksi penanggulangan dampak bencana merupakan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap lingkungan dan kemanusiaan.

"Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak dari Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Melalui program CSR, berupa donasi 34 ribu masker ini, PT Alifindo Mitra Bersama berkomitmen mendukung upaya perlindungan ekosistem demi masa depan bumi yang aman”, pungkasnya.

Upaya ini, sekaligus memprioritaskan kesehatan masyarakat luas dan tenaga medis dari bahaya penyakit saluran pernapasan. Ke depan, sambung Altair, kami berharap sinergi baik dengan Lazismu dapat terus ditingkatkan agar memberi dampak positif yang lebih luas bagi kemaslahatan umat.

Melalui pendistribusian ini, Lazismu dan PT Alifindo Mitra Bersama berharap dapat mempercepat pemulihan kesehatan warga serta mendukung efektivitas kerja para petugas lapangan dalam menanggulangi Karhutla.

PT Alifindo Mitra Bersama adalah perusahaan perdagangan umum dan distributor alat kesehatan serta perlengkapan keselamatan kerja (K3) industri, khususnya sektor elektronik dan otomotif. Perusahaan menyediakan berbagai produk perlindungan diri dan keselamatan kerja berkualitas tinggi, termasuk distributor resmi masker merek Comet, sarung tangan industri, dan perlengkapan antistatis.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
3 September 2026
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross