

JAKARTA -- CIMB Niaga Syariah secara simbolis menyerahkan bantuan hewan ternak kurban kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lazismu di Graha CIMB Niaga, Jakarta, pada Senin, (25/5/2026). Penyerahan ini merupakan bagian dari aktivitas sosial tahunan yang konsisten dilaksanakan oleh CIMB Niaga Syariah di seluruh jaringan kantor cabangnya di Indonesia.
Dalam sambutannya, Chief Sharia Compliance dan Legal CIMB Niaga Syariah, Syamsul Aidi Bahtiar, menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial unit usaha syariah dan bank syariah tersebut kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah seluruh nasabah kami, CIMB Niaga Syariah sendiri, dan seluruh manajemen, sehingga CIMB Niaga Syariah dapat tetap lebih baik lagi, tambah besar, serta sukses dalam rencana spin-off-nya," ujarnya.
Acara penyerahan turut dihadiri oleh jajaran manajemen dari kedua belah pihak. Dari CIMB Niaga Syariah, hadir Astri Piescarini (Head of Sharia Consumer dan Emerging Business Banking) serta Perdana Agro Nugroho (Head of Sharia Marketing Communication dan Branding). Sementara dari pihak Lazismu, hadir Ibnu Sani selaku Direktur Utama, didampingi oleh Mochammad Sholeh Farabi (Direktur Penghimpunan) dan Atif (Divisi Digitalisasi dan Komunikasi).
Direktur Utama Lazismu, Ibnu Sani, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi CIMB Niaga Syariah yang telah mempercayakan penyaluran hewan kurban kepada Lazismu selama tiga tahun berturut-turut. “Kerja sama ini sebelumnya juga telah berjalan erat pada aspek layanan perbankan untuk penghimpunan dana”, ujarnya.
Saat ini, Lazismu dan CIMB Niaga Syariah tengah berada dalam proses diskusi intensif untuk menjajaki program digitalisasi penghimpunan dan penyaluran zakat melalui kanal digital. Kolaborasi strategis ini, kata Ibnu, direncanakan akan mengakomodir pemanfaatan teknologi blockchain demi kemajuan bersama.
Mengenang Warisan Pemikiran Almarhum Prof. Hamim Ilyas
Dalam kesempatan itu, kedua belah pihak menyampaikan rasa duka yang mendalam, sekaligus memanjatkan doa bersama untuk almarhum Profesor Hamim Ilyas, yang pernah membersamai Lazismu sebagai Dewan Pengawas Syariah.
Ibnu Sani mengenang beberapa warisan pemikiran penting almarhum yang beririsan langsung dengan zakat dan Lazismu. Salah satunya adalah fatwa Majelis Tarjih yang diputuskan oleh almarhum, yang menyatakan bahwa ibadah Dam haji boleh dilaksanakan di tanah air. Selain itu, almarhum juga merumuskan landasan bahwa kripto dapat dikenakan sebagai objek pajak.
Landasan teknologi zakat kripto tersebut kini telah diakomodir ke dalam rencana pengembangan digitalisasi yang sedang dikerjasamakan antara Lazismu dan CIMB Niaga Syariah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA – Dalam aksi korporasinya, MNC Asset Management melakukan proses pembersihan pendapatan hasil investasi reksa dana yang tidak sesuai syariah kepada dua lembaga nirlaba, yakni Lazismu dan Nassarudin Umar Office (NUO). Pendapatan non halal ini wajib disalurkan untuk kegiatan amal dan sosial dalam manajer investasi.
Kegiatan ini, secara simbolis, dilaksanakan di Gedung MNC Bank Tower, Jakarta, pada Senin (25/5/2026), bersamaan dengan rangkaian acara syukuran hari jadi ke-26 MNC Asset Management.
Direktur MNC Asset Management, Dimas Aditya Ariadi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan pengelolaan produk reksa dana syariah dilakukan secara transparans dan sesuai dengan prinsip syariah.
“Pembersihan pendapatan hasil investasi yang tidak sesuai syariah adalah bagian dari komitmen kami dalam menjaga tata kelola pengelolaan reksa dana syariah agar tetap sesuai dengan prinsip syariah”, ujarnya. Kami berharap dana yang disalurkan kepada Lazismu dan Nassarudin Umar Office dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Ketua Dewan Pengawas Syariah MNC Asset Management, Nuryana Hidayat juga menyampaikan bahwa proses pembersihan pendapatan non-halal merupakan bagian penting dalam menjaga kepatuhan syariah pada produk investasi syariah.
“Melalui proses pembersihan ini, MNC Asset Management menunjukkan komitmennya menjaga kepatuhan pada prinsip syariah dalam pengelolaan reksa dana syariah. Dana yang bersumber dari pendapatan yang tidak sesuai syariah tidak bisa diakui sebagai keuntungan perusahaan dan investor, maka harus disalurkan untuk kepentingan sosial dan kemaslahatan umat,” ujarnya.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, mengucapkan terima kasih kepada MNC Asset Management atas kerjasama selama kurun waktu dua tahun ini. “Bantuan yang diberikan dari hasil investasi yang tidak sesuai syariah ini merupakan keputusan yang sangat kami hormati untuk menunjukan bahwa tata kelolanya telah menerapkan prinsip syariah”, jelasnya.
Dana bantuan tersebut akan kami alokasikan untuk kegiatan sosial yang bermanfaat untuk masyarakat. Kepercayaan MNC Asset Management kepada Lazismu merupakan suatu apresiasi bahwa dukungan pengelolaan investasi secara syariah dapat bermanfaat untuk program sosial.
Sementara itu, Direktur Keuangan Nassarudin Umar Office (NUO) Karim Bakri juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama MNC Asset Management. “Kami mengapresiasi komitmen MNC Asset Management dalam menjalankan prinsip syariah secara konsisten. Dana yang diterima akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan program kemaslahatan umat yang dijalankan oleh Nassarudin Umar Office,” ujarnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA -- Inisiatif sosial bisa datang dari ide yang sederhana. Mustahil implementasinya dilakukan sendiri. Karena itu, PT. Asuransi Allianz Syariah Indonesia, menyesuaikan cara bersinergi dan bertindaknya dengan spirit berbagi. Jika tidak, momentum Idul Adha tak berbeda dari biasanya.
Sebagai bagian dari pelaku industri keuangan syariah, Asuransi Allianz Syariah Indonesia, pada hari Raya Idul Adha 1447 H, mengamanahkan penyaluran 1000 paket sedekah daging kurban untuk masyarakat Indonesia.
Tahun ini, Allianz Syariah mempercayakan Lazismu sebagai penyalur amanah untuk membantu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan tepat sasaran, khususnya di wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Secara simbolis, penyerahan 1000 paket sedekah daging resmi dilakukan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, pada Senin, (25/5/2026).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Allianz Syariah untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan prinsip syariah yang menekankan semangat saling tolong-menolong. Tidak hanya berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial dan spiritual yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie A. Najas, mengatakan bahwa Idul Adha merupakan momentum yang mengingatkan kita tentang keikhlasan, kepedulian, dan pentingnya berbagi manfaat kepada sesama.
Melalui kolaborasi bersama Lazismu, Allianz Syariah ingin menghadirkan 1.000 paket sedekah daging kurban sebagai wujud nyata semangat berbagi kebaikan penuh keyakinan, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara lebih luas.
”Terutama saudara-saudara kita di wilayah terdampak bencana. Inisiatif ini juga merupakan cerminan komitmen Allianz Syariah dalam menjalankan nilai-nilai Maqasid Syariah”, ujarnya. Seperti menghadirkan perlindungan dan kebermanfaatan yang relevan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat tolong-menolong yang menjadi inti dari prinsip syariah.
Dengan sinergi ini, kata Elmie, Allianz Syariah mempercayakan Lazismu sebagai mitra penyalur karena jangkauan distribusi dan pengalamannya dalam mengelola program sosial-keagamaan yang menyentuh masyarakat secara langsung.
”Dengan dukungan jaringan yang luas dan pendekatan distribusi yang tepat sasaran, penyaluran 1.000 paket sedekah daging kurban diharapkan dapat memberikan manfaat yang tepat sasaran dan merata”, pungkasnya.
Ibnu Tsani, Direktur Utama Lazismu Pusat, menyambut baik amanah dan kolaborasi bersama Allianz Syariah dalam Idul Adha tahun ini. ”Kepercayaan ini menjadi ikhtiar bersama untuk memperluas manfaat kurban agar dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan”, jelasnya.
Terutama, sambung Ibnu, wilayah terdampak bencana dan sebagai wujud mendukung ketahanan pangan dengan pengelolaan yang ramah lingkungan. Kami berkomitmen untuk menyalurkan amanah ini secara tepat sasaran dengan didukung jaringan Lazismu yang tersebar di berbagai daerah.
Sejumlah kerjasama sudah dilakukan Allianz Syariah dan Lazismu. Inisiatif sosial kali ini merupakan kelanjutan dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program sosial yang berdampak dan relevan bagi masyarakat.
Ke depan, Allianz Syariah akan terus memperkuat perannya sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan nilai-nilai syariah dengan kebutuhan nyata masyarakat, melalui berbagai inisiatif yang menghadirkan perlindungan sekaligus kebermanfaatan yang lebih luas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA -- Pada hari Jum’at, 22 Mei 2026, menjadi hari yang sarat pengalaman dan pembelajaran yang bermakna. Pasalnya, sebanyak 11 orang peserta Philanthropy Academy Lazismu Pusat, dinyatakan telah menyelesaikan program magang selama satu tahun sebagai praktik baik program pemberdayaan.
Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Lutfi Kautsar, mengatakan, program pemberdayaan ini dirancang pada akhir 2024 menuju 2025, sebagai inovasi program pendistribusian dan pendayagunaan dan menjadi solusi dalam masalah yang terjadi di lapangan.
“Dalam kesempatan kerja yang tersedia, selalu ada syarat melamar pekerjaan ditandai dengan pengelaman kerja minimal 1 tahun. Persyaratan inilah yang menjadi dasar pemberdayaan peserta Philanthropy Academy Lazismu Pusat yang dilaksanakan selama satu tahun”, ujarnya.
Jadi seluruh peserta mengikuti program ini,sambung Ardi, dari awal tahapannya, pertama pelatihan dan pengenalan Lazismu secara kelembagaan, bagaimana proses bisnisnya. Kemudian dilaksanakan pelatihan kerja lapangan di Lazismu Pusat.
Ardi menceritakan, ketika program ini dibuka sebanyak 50 orang mendaftar. Kemudian di seleksi menjadi 16 orang. Lalu dalam perjalanannya, berkurang menjadi 13 orang. Pada akhirnya yang tersisa menjadi 11 orang. “Ada banyak alasan yang akhirnya gugur di tengah jalan, salah satunya mereka telah keterima kerja di instansi lain”, jelasnya.
Sejauh ini para peserta sudah melewati dua fase Latihan dan praktik kerja lapangan selama 1 tahun. Satu fase belum terlaksana yaitu mendesain program bersama. Pada hari ini, 11 orang yang bertahan dilepas secara resmi sebagai bentuk rasa syukur bahwa program pemberdayaan menjadi begitu penting.
“Ini bukan pelepasan sepenuhnya, tapi awal Kawan-kawan Philanthropy Academy untuk bisa berkarya misal di Lazismu atau lembaga lainnnya. Bekal inilah yang perlu Kawan-kawan bawa dan jaga dalam berkarya selanjutnya”, pungkasnya.
Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan, bahwa praktik baik ini bukan yang terkahir. Semua yang yang terseleksi pada dasarnya juga bagian dari seleksi ranah kehidupan praktis sehari hari.
“Dulu waktu pelatihan kita belum memikirkan istilah akademi. Kalau kita telusuri di zaman Yunani kuno, kata akademi ini berangkat dari makna sekolah yang artinya waktu luang untuk mendapat wawasan dan berbagi pengalaman hidup yang bermakna”, paparnya.
Philanthropy Academy ini merupakan yang pertama, sebagai Batch 1. Bisa jadi setelah pelepasan ada pertemuan kembali dalam berkarya. Apa yang Lazismu berikan selama 1 tahun ini hanya berupa bekal. Yang terpenting, kata Mujadid Rais, kekuatan ilmu yang dibarengi kesiapan jasmaniah dan khazanah keilmuan lain.
“Latar bekakang program pemberdayaan ini, bersumber dari banyak kajin studi, dan semuanya bermuara pada ketauhidan. Belajar dari kisah Muaz bin Jabal ketika diutus Nabi ke suatu daerah untuk menegakan tauhid. Pesan yang disampaikan pertama kali adalah Nabi Muhammad SAW, adalah utusan Allah”, tandasnya.
Buat peserta Philanthropy Academy, lanjutnya, ada Pelajaran berharga, pertama di sini untuk mengarungi kehidupan ke depannya membutuhkan kesiapan tauhid sebagaimana perintah zakat untuk memanifestasikan ketakwaan dengan menyucikan harta dan jiwa. Kedua, jika sudah menyebar ke berbagai tempat untuk tetap mengingat Lazismu dan tetap berbuat kebajikan.
Salah seorang peserta Philanthropy Academy, Tadjul Arifin, mewakili peserta lainnya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lazismu Pusat atas kesempatan yang diberikan ini. “Ada banyak pembelajaran yang bermakna bahwa dalam bekerja membutuhkan perencanaan dan kerja sama tim yang saling melengkapi untuk kesuksesan suatu program”, tuturnya.
Satu tahun ini, kami manfaatkan sebaik mungkin dengan segenap penugasan dan tanggung jawab, jujur dikatakan bahwa ini merupakan kesempatan yang berharga bagi kami. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Lazismu selama satu tahun ini.
Menandai proses pelepasan peserta Philanthropy Academy di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, secara resmi masing-masing penerima manfaat program pemberdayaan ini, secara simbolik diberikan Samir oleh jajaran pimpinan Lazismu Pusat sebagai tanda kelulusan program pemberdayaan tersebut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

CILACAP — Pemberdayaan terhadap narapidana terorisme (napiter) penting diberikan sebagai upaya konkret memutus rantai radikalisme. Langkah ini dilakukan untuk mencegah mereka kembali ke jaringan teror agar tumbuh kemandirian dan percaya diri bahwa stigma sosial kerap membuat sulit mereka kembali ke masyarakat.
Lazismu Cilacap bersama Indensos Densus 88 AT dan DPD Juru Sembelih Halal (JULEHA) Cilacap menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal bagi narapidana terorisme (napiter) di Lapas Besi Nusakambangan, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program deradikalisasi sekaligus pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat. Pelatihan berlangsung di lingkungan Lapas Besi Nusakambangan, yang diikuti oleh 28 peserta yang berasal dari Lapas Besi, Lapas Gladakan, dan Lapas Ngaseman.
Hadir dalam kegiatan itu Iwan Zuli dan Kossa dari Indensos Densus 88 AT, Kepala Lapas Besi Muda Husni, Manajer Lazismu Cilacap Budi Santoso, serta Rofiqul Mustaqim bersama tim DPD JULEHA Cilacap.
Dalam pelaksanaannya, ungkap Manajer Lazismu Cilacap, Budi Santoso, peserta mendapatkan materi terkait tata cara penyembelihan halal sesuai syariat Islam, teknik penyembelihan yang benar, hingga praktik langsung di lapangan.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan produktif sekaligus membangun semangat perubahan positif bagi para warga binaan. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pembinaan warga binaan melalui pendekatan keterampilan dan pemberdayaan”, ujarnya.
“Persyarikatan Muhammadiyah melalui Lazismu berkomitmen mendukung program pemerintah dalam upaya memberikan pembekalan kepada warga binaan, termasuk melalui pelatihan juru sembelih halal ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Besi Nusakambangan, Muda Husni, menyambut baik sinergi berbagai pihak dalam mendukung proses pembinaan napiter. “Pelatihan semacam ini dapat menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat dan membuka peluang usaha ketika para warga binaan telah menyelesaikan masa pidana”, jelasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Lazismu Cilacap berharap program pembinaan berbasis keterampilan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan proses reintegrasi sosial yang lebih baik bagi warga binaan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Cilacap]

INDRAMAYU – Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), kembali memberikan nilai manfaat untuk bidang pendidikan kepada masyarakat di Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Kolaborasi bersama Lazismu di program ini, berhasil mewujudkan ruang kelas baru untuk peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar.
Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Haurgeulis, sebagai penerima manfaat mendapatkan bantuan program kemaslahatan tersebut. Secara resmi, kegiatan ditandai dengan prosesi penandatanganan serah terima dan pengguntingan pita, oleh BPKH dan Lazismu kepada Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Haurgeulis, yang disaksikan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Indramayu dan instansi pemerintah setempat, pada Rabu, (13/5/2026).
Kepala MI Muhammadiyah Haurgeulis, Finda Fitria Trisno menyampaikan terima kasih kepada BPKH dan Lazismu, atas bantuan pembangunan ruang kelas baru. “Bantuan ini, harapan baru dalam peningkatan kualitas pembelajaran sehingga peserta didik merasa nyaman”, katanya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua PDM Indramayu, Djunaidi Karso, bahwa atas sinergi program itu, program kemaslahatan BPKH bisa berkontribusi dalam mendukung pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan. “Pembangunan sarana pendidikan merupakan investasi besar dalam mencetak generasi Islam yang unggul dan berkemajuan”, ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Muarawati Nur Malinda, mengungkapkan nilai penting kolaborasi dalam membangun pendidikan. Ia menjelaskan, kemitraan strategis ini merupakan bagian dari upaya menguatkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Indramayu.
Nilai manfaat itu kembali ditegaskan Deputi BPKH RI, Miftahudin, adanya program kemaslahatan BPKH untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada umat. Sektor pendidikan sebagai prioritasnya yang juga akan berdampak di bidang sosial keagamaan. Ia berharap ruang kelas baru bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemajuan pendidikan.
“Sumber dana pembangunan ruang kelas baru itu, berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kemudian dana ini dimanfaatkan kembali melalui program kemaslahatan untuk mendukung pendidikan”, paparnya.
Bersamaan dengan acara peresmian tersebut, BPKH, Lazismu, PDM Indramayu, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Indramayu, Camat Haurgeulis dan tokoh masyarakat, melakukan peninjauan langsung ruang kelas baru. Kolaborasi ini menjadi penanda spirit gotong-royong dan kepedulian sosial terhadap masa depan pendidikan Islam di Kabupaten Indramayu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

