

SIDOARJO -- Seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat penanganan pascabencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PP Muhammadiyah (MDMC) mengumumkan masa transisi dari tanggap darurat fokus ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi Lazismu dan Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, kini saling sinergi pada pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Mewakili Lazismu Jawa Timur, Aditio Yudono sekaligus koordinator respons tanggap bencana mengatakan bahwa pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi warga terdampak gempa bumi di beberapa titik lokasi Flores, NTT dimaksudkan memberikan dukungan penguatan dan pendampingan agar para penyintas dapat bangkit dan kuat kembali.
"Alhamdulillah MDMC Jawa Timur dengan dukunganLazismu Jawa Timur telah melaksanakan giat respons tanggap darurat bencana selama kurang lebih 60 hari sejak dua hari pascagempa bumi, 15 Agustus 2026 yang lalu”, ujarnya di Gedung Kemanusiaan Lazismu Jawa Timur, Buduran, Sidoarjo, (10.10/2026).
Kini tahapan respons bencana telah beralih dari tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Lazismu Jawa Timur mengutus 5 orang anggota MDMC sebagai Tim awal untuk rehabilitasi rekonstruksi. Dalam kaitan ini Lazismu terus memberikan dukungan terhadap MDMC mendampingi penyintas dengan program penguatan pada area pendampingan.
Setelah berakhirnya masa tanggap darurat bencana gempa bumi oleh pemerintah daerah di beberapa kabupaten di pulau Flores NTT, MDMC Jawa Timur menghentikan pengiriman relawan dengan tetap mengevaluasi program-program yang telah berjalan.
Sementara itu, Ketua MLHPB PWM yang juga bergiat di MDMC Jawa Timur, M. Rofii memaparkan program terpadu rehabilitasi dan rekonstruksi Muhammadiyah Jawa Timur dijadwalkan berlangsung intensif selama 5 bulan. “Terhitung mulai 10 Oktober 2026 hingga akhir Februari 2027”, kata Rofi'i.
Dalam suatu rapat bersama MDMC Jatim dengan Lazismu di kawasan Jemursari Surabaya (6/10/2026), Ia mengungkapkan bahwa Muhammadiyah hadir tidak hanya saat tanggap darurat memuncak, tetapi teguh mendampingi hingga masyarakat bangkit, mandiri, dan tangguh menghadapi masa depan.
"MDMC Jatim menerjunkan tim spesialis multi sektor secara bertahap ke titik-titik terdampak di daratan pulau Flores, khususnya kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada”, ujarnya.
Adapun program rehabilitasi dan rekonstruksi ini meliputi program spesifik di antaranya pendidikan, hunian transisi layak huni, penyediaan infrastruktur air bersih, penyediaan rumah ibadah, pemulihan dan pemberdayaan ekonomi, mitigasi dan penguatan jamaah Tangguh bencana.
Program ini akan terus dikoordinasikan bersama pemerintah daerah setempat (BPBD), tokoh masyarakat, dan mitra jejaring kemanusiaan di Flores, untuk memastikan penerima manfaat dapat disasar dengan tepat sasaran.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jatim]

KOTAWARINGIN TIMUR -- Di tengah musim kemarau panjang, beragam peristiwa menyelimuti provinsi Kalimantan Tengah. Mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga krisis air bersih akibat kekeringan.
Sejak asap tebal menutup wilayah ini, Muhammadiyah melalui One Muhammadiyah One Respons (OMOR) telah melakukan aksi layanan tanggap darurat di beberapa titik yang terdampak.
Kali ini, akibat kemarau panjang, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk membuka akses air bersih, sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan ke empat titik di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Ahad (4/10/2026).
Penyaluran bantuan air bersih tersebut merupakan bantuan tahap ketiga yang dilakukan Muhammadiyah Kotawaringin Timur. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi sejumlah unsur, yakni MDMC Kotim, LAZISMU Kotim, PD Pemuda Muhammadiyah, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Aisyiyah Kotim, DPD IMM Kalimantan Tengah, BEM Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA), IPM serta IMM Kotawaringin Timur dan komunitas Amang Ojek.
Aksi kemanusiaan ini juga menggandeng Komando Distrik Militer (Kodim) 1015 Sampit. Kolaborasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Perwakilan LLHPB Aisyiyah, Etty Silviani, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian aksi nyata yang terus dilakukan Muhammadiyah terhadap masyarakat yang terdampak kesulitan air bersih. Menurutnya, penanganan persoalan air membutuhkan sinergi agar bantuan dapat menjangkau warga secara lebih luas.
“Penyaluran air bersih juga memperlihatkan hubungan sosial yang kuat antara relawan dan masyarakat. Terutama di desa Lempuyang, warga menyambut kedatangan relawan dengan antusias. Mereka bahkan memberikan beras kepada para relawan sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan”, tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Lazismu Kotim, Ahirul Agus, menyampaikan bahwa aksi tanggap darurat karhutla merupakan kelanjutan dari rangkaian program kemanusiaan Muhammadiyah selama musim kemarau tahun ini.
“Karhutla tidak hanya persoalan kebakaran, tetapi juga krisis kesehatan dan kemanusiaan. Karena itu Muhammadiyah berupaya hadir sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan”, pungkasnya.
Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari praktik kepedulian sosial dan lingkungan. Penanganan persoalan air bersih merupakan pemenuhan kebutuhan dasar. Di samping itu, juga menyangkut ketahanan masyarakat menghadapi dampak kekeringan dan perubahan kondisi lingkungan.
Terdapat empat lokasi menjadi sasaran penyaluran air bersih. Masing-masing berada di Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kampung Seranggas, Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, RT 01 Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, serta Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit.
Kolaborasi antara organisasi Muhammadiyah, lembaga filantropi, perguruan tinggi, dan unsur TNI menunjukkan bahwa persoalan kemanusiaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Penyaluran 20.000 liter air bersih pada sesi ketiga ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak di tengah kondisi yang sulit.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]/Lazismu Kalteng]

DENPASAR -- Penguatan program kurban membutuhkan strategi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penguatan itu diarahkan pada penyaluran manfaat kepada penerima dan keterlibatan peternak dalam program pemberdayaan.
Melalui program Muhammadiyah Berdaya Guna (MBG), Lazismu mendorong keterlibatan peternak Sapi di Bali untuk mengembangkan ekosistem program Rendangmu. Pengembangan program ini dibahas bersama jajaran Muhammadiyah dan Lazismu di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (3/10/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir, Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan, Ketua PWM Bali Husnul Fahmi, Ketua PDM Kota Denpasar Tatang Wisnu Wardhana, perwakilan Lazismu Denpasar Eko Purwanto, serta Ketua PDM Karangasem Harsono.
Program peternakan sapi Muhammadiyah Berdaya Guna diarahkan untuk mengoptimalkan potensi peternakan sapi masyarakat sekaligus memperkuat rantai pasok Rendangmu yang diproduksi di Bali. Dengan skema ini, sapi yang dibutuhkan untuk program dapat diperoleh dari peternak lokal sehingga manfaat ekonomi dapat berputar di tengah masyarakat.
Ketua PDM Karangasem Harsono menyampaikan, daerahnya memiliki potensi peternakan sapi yang cukup besar. Meskipun sebagian masih dijalankan dalam skala rumah tangga, usaha tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Potensi tersebut salah satunya berkembang di lingkungan Ranting Muhammadiyah Kecicang. Peternak setempat bahkan telah memiliki pengalaman dalam memasok sapi hingga ke Pulau Jawa. Menurut Harsono, potensi yang telah tumbuh ini perlu terus diperkuat agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Ketua PDM Kota Denpasar Tatang Wisnu Wardhana turut mengapresiasi pengembangan program tersebut. Menurutnya, keberadaan Rendangmu telah menunjukkan bahwa program kurban dapat memberikan dampak lebih luas ketika terkoneksi dengan potensi ekonomi masyarakat.
Ia berharap sinergi antara Muhammadiyah dan Lazismu di Jawa Tengah dan Bali mampu menjangkau lebih banyak pihak, mulai dari peternak, pengelola produksi, hingga masyarakat penerima manfaat.
Sementara itu, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi melalui semangat kewirausahaan sosial. Menurutnya, aktivitas ekonomi memiliki posisi penting dalam perjalanan dakwah Islam.
Ia mendorong warga Muhammadiyah agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mengambil peran sebagai produsen. Pengembangan peternakan sapi, menurut Tafsir, dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun ekosistem ekonomi yang terhubung dari hulu hingga hilir. Semangat itu diwujudkan melalui pengembangan peternakan yang tidak berhenti pada proses pemeliharaan dan penjualan sapi.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan menjelaskan, Rendangmu telah memasuki tahun keenam pelaksanaan di Bali. Karena itu, pengembangan program selanjutnya diarahkan pada penguatan ekosistem agar semakin banyak potensi lokal yang terlibat.
Menurut Dwi, wilayah seperti Karangasem dan Kintamani memiliki potensi peternakan yang dapat dihubungkan dengan kebutuhan sapi untuk produksi Rendangmu. “Ini sudah tahun keenam Rendangmu dijalankan di Bali. Yang perlu diperkuat ekosistemnya. Maka sapi bisa didapat dari peternak lokal, diproduksi di Bali. Manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat”, ujarnya.
Perkembangan program Rendangmu juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada awal pelaksanaan, jumlah sapi yang dikelola berada pada kisaran 30 hingga 50 ekor. Pada pelaksanaan terakhir, jumlah tersebut telah berkembang menjadi 487 ekor sapi.
Lazismu menargetkan kapasitas program dapat meningkat menjadi sekitar 500 hingga 600 ekor sapi. Pertumbuhan itu sekaligus membuka peluang bagi peternak lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok program secara berkelanjutan.
Selain mendukung program kurban, Rendangmu memiliki keunggulan daya simpannya hingga dua tahun. Nilai manfaat ini untuk berbagai kebutuhan terutama di saaat program kemanusiaan. Produk ini juga menjadi salah satu makanan siap saji yang dapat didistribusikan dalam respons kebencanaan.
Melalui peternakan sapi Muhammadiyah Berdaya Guna, Lazismu berupaya mengembangkan kurban sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan. Peternak diperkuat pada sektor hulu, sementara pengolahan Rendangmu menjadi penghubung agar manfaat kurban dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sinergi ini diharapkan dapat membangun model pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal dari hulu hingga hilir.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jateng]

DENPASAR -- Kolaborasi Muhammadiyah Jawa Tengah dan Muhammadiyah Bali terus diperkuat melalui bidang dakwah, pendidikan, dan filantropi. Semangat itu terwujud dalam Tabligh Akbar dan Sosialisasi Bali International Muhammadiyah University (BIM University) yang berlangsung di Mushola Ahmad Dahlan, Denpasar, Bali, Ahad (4/10/2026).
Lebih dari 500 warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitarnya di Denpasar mengikuti kegiatan tersebut. Hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir, Rektor BIM University Harun Joko Prayitno, Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan, Ketua PWM Bali Husnul Fahmi, serta Ketua PDM Denpasar Tatang Wisnu Wardhana.
Selain menjadi ruang dakwah dan silaturahim, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi Muhammadiyah lintas wilayah. Sinergi ini diarahkan untuk mendorong perkembangan pendidikan sekaligus memperluas manfaat gerakan filantropi Muhammadiyah di Bali.
Ketua PWM Bali Husnul Fahmi mengatakan, Muhammadiyah telah tumbuh dan berkembang di Bali sejak stahun 1930. Dalam perjalanannya, Muhammadiyah membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat serta tumbuh melalui semangat gotong-royong.
Ia berharap konsolidasi dakwah tersebut semakin memperkuat gerakan Muhammadiyah di Bali. Lebih jauh lagi, hadirnya BIM University menjadi tonggak penting bagi pengembangan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi.
Rektor BIM University Harun Joko Prayitno menjelaskan bahwa BIM University resmi menjadi bagian dari Muhammadiyah sejak 21 April 2026. Menurutnya, pengelolaan perguruan tinggi tersebut menjadi amanah besar yang membutuhkan dukungan bersama dari seluruh unsur persyarikatan.
“BIM University sudah resmi menjadi milik Muhammadiyah. Kami ingin generasi muda di Bali dapat melanjutkan pendidikan di BIM University. Mohon doa dan dukungan agar kampus ini terus berkembang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya pendidikan yang berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan pendidikan karakter.
Menurutnya, Bali yang dikenal luas hingga tingkat internasional memberikan ruang strategis bagi Muhammadiyah menghadirkan wajah Islam yang berkemajuan. Karena itu, kehadiran perguruan tinggi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, mampu membangun harmoni dengan masyarakat.
Tafsir juga mengajak warga Muhammadiyah untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan alam. Pesan tersebut disampaikan dengan mengingatkan makna tadabur dalam Surah Ali Imran ayat 190 serta pentingnya semangat jihad dan ijtihad dalam kehidupan.
Sinergi antara Jawa Tengah dan Bali juga diwujudkan melalui penguatan gerakan filantropi. Lazismu Jawa Tengah memberikan dukungan sebesar Rp70 juta untuk mendukung penguatan Lazismu di Denpasar.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antardaerah untuk memperkuat kapasitas Lazismu sekaligus memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat. Sinergi diharapkan berkembang dalam bentuk program-program pemberdayaan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Ketua PDM Denpasar Tatang Wisnu Wardhana turut menyoroti manfaat kolaborasi yang sebelumnya telah terbangun melalui program RendangMu. Menurutnya, RendangMu tidak hanya hadir sebagai program sosial, tetapi juga menjadi sarana syiar dakwah yang manfaatnya menjangkau masyarakat Muhammadiyah di Bali.
Kolaborasi Jawa Tengah dan Bali menunjukkan pentingnya jejaring antardaerah dalam memperkuat gerakan Muhammadiyah. Pertemuan tersebut tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi diarahkan pada kerja bersama dalam dakwah, pendidikan, filantropi, serta pemberdayaan masyarakat.
Melalui penguatan jejaring tersebut, Muhammadiyah dan Lazismu diharapkan dapat terus menghadirkan program yang berkelanjutan serta memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jateng]

BANDUNG -- Antusiasme terpancar dari para manajer dan perwakilan Lazismu daerah saat mengikuti Rapat Koordinasi dan Asesmen se-Jawa Barat yang berlangsung di Kantor Lazismu Jawa Barat, Bandung, pada Kamis (1/10/2026).
Forum tahunan ini menjadi ajang penting bagi pejuang amil daerah untuk saling merefleksikan kinerja, menimba ilmu, dan memperkuat koordinasi kelembagaan. Forum ini merupakan ruang belajar untuk menyerap inspirasi guna memperbaiki tata kelola serta pelayanan zakat di daerah masing-masing.
Perwakilan dari Lazismu Kabupaten Bekasi, Riswanto, mengungkapkan rasa syukurnya dapat berpartisipasi langsung dalam rangkaian asesmen dan rapat koordinasi kali ini. Menurut Riswanto, proses asesmen yang dijalani memberikan gambaran jernih mengenai poin-poin evaluasi dalam tata kelola manajemen di wilayahnya.
"Kegiatan asesmen dan rakor hari ini luar biasa. Membuka pemahaman kami dan bisa menemukan berbagai kekurangan dari sisi tata kelola, sekaligus mendapatkan masukan dan materi yang luar biasa dari para pemateri,” ujarnya.
Ia mengaku jauh lebih termotivasi untuk mempraktikkan ilmu yang didapat dan merealisasikannya bersama rekan-rekan di kantor layanan Lazismu Kabupaten Bekasi.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh peserta lain dari lini operasional keuangan. Siti Nur Asyiah, Staf Keuangan Lazismu Kota Cirebon, menyebutkan bahwa rakor ini memberikan kesegaran dan energi baru bagi para staf di daerah.
"Alhamdulillah, melalui kegiatan ini kami bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas, pemateri yang menginspirasi, serta motivasi dan semangat baru”, pungkasnya. Kami menyadari, keberhasilan lembaga sangat bergantung pada kemauan kita bersama untuk mau memperbaiki sistem dan koordinasi.
Harapannya, Lazismu bisa terus maju dan menjadi tempat yang sangat bermanfaat, baik bagi para muzaki maupun masyarakat yang membutuhkan.
Semangat dan komitmen para peserta ini disambut hangat oleh Manajer Area Lazismu Jawa Barat, Sani Sonjaya. Ia mengatakan, peningkatan kapasitas dan kompetensi para manajer serta staf di daerah merupakan kunci utama dalam mewujudkan Lazismu Jawa Barat yang unggul dan masuk dalam jajaran Top 3 Nasional.
Sebagai tindak lanjutnya, Lazismu Jawa Barat juga telah menyiapkan workshop susulan untuk merancang rencana aksi jangka pendek dalam tiga bulan ke depan. Langkah ini memastikan seluruh hasil pembelajaran membuahkan rekomendasi kepada peserta agar dapat langsung diwujudkan menjadi aksi nyata di lapangan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jabar/M. Aqbil]

BLITAR -- Cangkang telur sebagai lapisan paling luar berfungsi melindungi bagian isi telur. Protein hewani yang terkandung dalam telur bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Kualitas telur sangat ditentukan bagaimana merawat ayam petelur yang baik.
Di Kabupaten Blitar, tepatnya di Desa Ampel Gading, Kecamatan Selorejo dan Desa Tunggorono, Kecamatan Doko, terdapat kelompok usaha peternakan. Mereka terdiri dari 20 orang penerima manfaat Kampung Berdaya Unggas yang berlatar belakang buruh tani, pekerja serabutan, pelaku usaha mikro hingga pekerja yang sudah pensiun.
Keberadaannya merupakan upaya yang dilakukan Lazismu Jawa Timur dalam intervensi program pemberdayaan untuk berkomitmen mengoptimalkan pendayagunaan dana zakat produktif melalui program Kampung Berdaya Unggas Petelur.
Perwakilan Lazismu Jawa Timur, Agus Lukman Hidayat mengatakan program pemberdayaan ini menggunakan pendekatan holistik dari aset hingga pemasaran dengan rantai nilai yang terintegrasi.
“Program Kampung Berdaya Unggas Petelur tidak sekadar memberikan bantuan fisik, melainkan menerapkan sistem pendampingan hulu-ke-hilir”, ujarnya saat Divisi Monitoring dan Evaluasi Lazismu Pusat mengunjungi kandang unggas pada, Rabu, (23/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa bantuan berupa penyediaan kandang, bibit ayam petelur (pullet), pakan, obat-obatan, serta pendampingan teknis dan medis rutin difasilitasi penuh melalui kerja sama dengan kemitraan lokal. Salah satunya Dayat Farm dari pelaku usaha Jatinom dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat.
Kami tidak hanya memberikan bantuan berupa modal aset, tetapi membangun ekosistem usaha. Bantuan dialokasikan lengkap mulai dari sarana produksi hingga integrasi pemasaran rantai nilai (value chain).

Intervensi Secara Komprehensif
Lazismu dengan pilar ekonomi lewat Peternakan Masyarakat Mandiri, merancang program ini untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat (mustahik) berbasis potensi wilayah yang berkelanjutan.
Sigit Prasetyo selaku pendamping bersama Ketua PDM Blitar mengambil langkah sinergis untuk memastikan pemberdayaan ekonomi yang dirancangnya bernilai ekonomis. Sigit mengutarakan untuk meningkatkan margin keuntungan peternak, hasil produksi telur diarahkan langsung ke pasar lokal dan toko-toko eceran tanpa melalui jalur tengkulak.
“Strategi ini memberikan nilai tambah keuntungan sekitar Rp 1.000 hingga Rp1.500 per kilogram telur yang langsung dirasakan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga”, pungkasnya.
Dengan demikian ada transformasi ekonomi warga dan potensi wilayah yang bisa digali sehingga pemberdayaan masyarakat dalam skala kecil-menengah ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi penerima manfaat dan masyarakat sekitarnya.
Nilai manfaat itu dirasakan langsung oleh Budi Santoso salah seorang penerima manfaat dari Desa Tunggorono, Kecamatan Doko. Budi mengungkapkan dalam prosesnya ada perubahan mendasar dalam perekonomian keluarganya.
“Sebelum adanya program ini, Ia hanya bergantung pada pekerjaan serabutan di sektor pertanian dan buruh bangunan dengan penghasilan pas-pasan”, ungkapnya.
Budi mengatakan, sebelumnya penghasilan yang didapat sangat tidak menentu. Pada periode pertama kami mengelola 400 ekor ayam, dan sekarang di periode kedua jumlahnya sudah berkembang menjadi 688 ekor. Hasil penjualannya sangat membantu menopang kebutuhan harian dan biaya sekolah anak yang terus meningkat.
Potensi geografis wilayah Blitar dengan kondisi udara yang sejuk dan minim polusi memberikan peluang jitu dalam keunggulan strategis yang mendukung ketahanan fisik ayam serta produktivitas telur jangka panjang.
Oleh karena itu, kata Sigit, pendampingan berkelanjutan dan pembinaan karakter usaha adalah kunci sukses program ini yang terletak pada pola pendampingan intensif dan batas waktu yang elastis.
Tentu saja pemantauan dilakukan secara berkala melalui kunjungan serta komunikasi melalui saluran jejaring online. "Dunia peternakan dengan dinamika teknisnya sangat tinggi, mulai dari efisiensi pakan hingga manajemen revaksinasi agar produktivitas dan kualitas cangkang telur tetap terjaga”, bebernya.
Target kami bukan sekadar memberi bantuan modal, melainkan membentuk mentalitas usaha jangka panjang. Dalam skema tata kelola keuangan, sambung Sigit, penerima manfaat diarahkan untuk mengalokasikan maksimal 25% hasilnya untuk konsumsi.
Sementara itu, sisanya sebesar 75% dikembalikan sebagai modal re-investasi usaha secara berkelanjutan hingga 4 – 5 periode dalam skala 6 – 8 tahun. Target jangka panjangnya, menaikkan kapasitas populasi ternak secara mandiri dari ratusan menjadi ribuan ekor.
Dari Pemberdayaan ke Penguatan Spiritual
Dalam perannya, Lazismu sebetulnya memainkan peran penting di luar aspek ekonomi. Program Kampung Berdaya Unggas Petelur turut menampilkan penguatan sosial dan nilai-nilai keagamaan sebagai rintisan program Kampung Berkemajuan.
Mistamaji misalnya seorang penerima manfaat dari Desa Ampel Gading, Kecamatan Selorejo yang juga aktif sebagai Ketua PCM Selorejo, menyebutkan bahwa seleksi penerima manfaat diselaraskan dengan keaktifan warga dalam kegiatan keagamaan masyarakat.
"Pemberdayaan berjalan berdampingan dengan pembinaan dakwah yang inklusif. Di Tingkat cabang dan ranting, peternak diajak aktif dalam pengajian serta kajian rutin jamaah. Bahkan kebersamaannya memupuk gotong-royong antarwarga lintas elemen sosial masyarakat”, tuturnya.
Keberlanjutan program Kampung Berdaya Unggas Petelur yang dirancang Lazismu Jawa Timur diharapkan dengan zakat produktif yang disalurkan dapat terus berkembang. Mampu mengentaskan kemiskinan, serta bisa mengubah penerima manfaat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki) yang mandiri dan berkemajuan di masa depan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

