

YOGYAKARTA – Respons kemanusiaan terhadap bencana banjir di Sumatera terus dilakukan One Muhammadiyah One Respons (OMOR). Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang didukung oleh Lazismu masih mengoptimalkan pos-pos kordinasi yang berada di tiga provinsi tersebut.
Sejak akhir November lalu, bencana ini dipicu oleh curah hujan ekstrem akibat fenomena Siklon Tropis Senyar yang berdampak signifikan pada ketiga wilayah itu. Dalam perkembangan respons yang dilakukan hingga 19 Desember 2025, dampak bencana tercatat sangat luas.
Jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.068 jiwa, luka-luka sekitar 7.000 jiwa, korban hilang 190 jiwa, serta lebih dari 537.000 jiwa terdampak dan mengungsi. Kerusakan juga terjadi pada ratusan ribu rumah warga serta fasilitas umum, termasuk sekolah, layanan kesehatan, tempat ibadah, jembatan, dan perkantoran.
OMOR sebagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana telah mengoperasikan Pos Koordinasi Nasional serta pos koordinasi wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Menurut Wakil Sekretaris MDMC, Budi Santoso, respons dilakukan melalui berbagai klaster layanan, meliputi pelayanan kesehatan, distribusi logistik, dapur umum, layanan psikososial, pembersihan lingkungan, pembangunan jembatan darurat, penyediaan air bersih dan sanitasi (WASH), hingga hunian darurat.
“Total penerima manfaat layanan MDMC hingga saat ini mencapai lebih dari 22.000 jiwa yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota terdampak”, imbuhnya. Selain itu, ratusan relawan Muhammadiyah dari berbagai daerah dikerahkan untuk memperkuat respons di lapangan, bekerja sama dengan BPBD, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat setempat.
MDMC juga mencatat kerusakan pada sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di sektor pendidikan dan keagamaan, yang turut terdampak akibat banjir dan tanah longsor di ketiga provinsi tersebut.
Saat ini, berdasarkan keterangan Budi Santoso, kebutuhan mendesak di lokasi terdampak meliputi hunian sementara, air bersih dan sanitasi, layanan kesehatan lanjutan, perlengkapan tidur, serta dukungan pemulihan awal bagi warga terdampak.
MDMC mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat solidaritas dan dukungan kemanusiaan bagi para penyintas bencana. Muhammadiyah melalui MDMC berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan dan penguatan ketangguhan masyarakat ke depan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/MDMC]

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dalam laman resminya, pada Rabu (17/12/2025), terdapat penambahan jumlah korban meninggal dalam bencana Sumatera akibat dampak dari banjir bandang dan tanah longsor menjadi 1.053 jiwa.
Informasi terkini tersebut, disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, yang disiarkan lewat siaran pers secara live melalui akun Youtube resmi BNPB Indonesia pada Selasa, (16/12/2025).
Abdul Muhari menjelaskan bahwa informasi ini dimulai dari rekapitulasi umum hasil pencarian dan pertolongan di hari ini. “Kondisi sebelumnya korban meninggal dunia sejumlah 1.030 jiwa pada Senin per tanggal 15 Desember 2025’, paparnya.
Hari ini, ada penambahan korban meninggal dunia sebanyak 18 jiwa di Aceh, dengan rincian di Aceh Utara 1 jiwa dan Aceh Tamiang sebanyak 17 jiwa, kata Muhari dalam konferensi pers. Sementara itu di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara korban meninggal bertambah menjadi 5 jiwa. Total keseluruhan korban meninggal dunia sebanyak 23 jiwa.
Jumlah korban meninggal dunia rinciannya berdasarkan provinsi antara lain, Aceh sebanyak 449 jiwa, Sumatera Utara 360 jiwa, dan Sumatera Barat sejumlah 244 jiwa. “Totalnya untuk korban meninggal dunia menjadi 10.53 jiwa yang sebelumnya berjumlah 1.030 jiwa”, tandasnya.
Muhari mengatakan sejauh ini masih proses pencarian untuk korban yang hilang. Berdasarkan provinsi jumlah orang yang masih hilang di Aceh sebanyak 31 jiwa, di Sumatera Utara 79 jiwa dan di Sumatera Barat sebanyak 90 jiwa. Total keseluruhan korban yang masih hilang di tiga provinsi sebanyak 200 jiwa.
Sementara untuk jumlah pengungsi, dalam keterangan Muhari, tercatat ada 606.040 jiwa pada Selasa (16/12/2025). Dengan demikian, sambung dia, jumlah pengungsi berkurang dari sehari sebelumnya sebanyak 608.980 jiwa. “Jumlah pengungsi paling banyak berada di Aceh 571.201 jiwa, lalu Sumatera Utara 21.579 jiwa, dan Sumatera Barat sebanyak 13.260 jiwa," terangnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SUMBAR – Kebersamaan dalam konsolidasi dan koordinasi dilakukan relawan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana di Sumatera. Sejalan dengan arahan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, kebersamaan itu harus dibalut dengan sikap dan rasa empati dan simpati.
Koordinasi Lazismu dan MDMC dalam respons tanggap darurat telah dilakukan sejak diturunkannya tim relawan dari berbagai wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Jawa Barat dan wilayah lainnya. Dukungan penuh bagi relawan yang tergabung dalam One Muhammadiyah One response (OMOR) dilakukan Lazismu melalui penghimpunan dan pilar program Indonesia Siaga.
Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Lutfi Kautsar, dari lokasi bencana Sumbar, Selasa (16/12/2025) mengatakan bahwa sejauh ini konsolidasi dan koordinasi terus dilakukan oleh Lazismu, MDMC dan para pemangku kepentingan.
“Lazismu secara nasional telah melakukan penggalangan dana program Indonesia Siaga. Sampai saat ini terus dilakukan mengingat pasca-bencana ada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Ardi.
Bantuan yang disalurkan Lazismu untuk bencana di Sumatera sebesar Rp 3 miliar bagi para korban yang terdampak. Masing-masing lokasi yaitu Aceh, Sumut, dan Sumbar sebesar Rp 1 miliar. “Bantuan kemanusiaan itu untuk tahap respons tanggap darurat, penyediaan kebutuhan posko di Aceh, Sumut dan Sumbar, kesehatan, psikosisial, logistik, wash, dan pendidikan,” jelasnya.
Wakil Ketua MDMC, Indrayanto, mengatakan dalam fase tanggap darurat melalui Lazismu dan MDMC masih terus mengkonsolidasikan bantuan banjir dan tanah longsor untuk Aceh dan Sumatera. Lembaga Resiliensi Bencana PP Muhammadiyah melalui MDMC telah mengirimkan tim asistensi tanggap darurat membersamai MDMC Wilayah terdampak.
“Para relawan telah membuka Pos Koordinasi dan Komando sebagai pusat kendali penanganan dan manajemen sumber daya,” pungkasnya. Tim MDMC se-Regional Sumatera dan MDMC se-Jawa digerakkan sebagai tim wilayah pendukung untuk membantu membuka 16 titik Pos Pelayanan.
Indra menambahkan penugasan dan penempatan tim wilayah pendukung meliputi Aceh, Sumut dan Sumbar. MDMC wilayah pendukung tersebut mendirikan Pos-Pos Pelayanan, dengan jenis layanan antara lain: Layanan kesehatan, psikososial, air bersih, hunian darurat, pendidikan darurat, distribusi permakanan dan non-makanan.
“Penerima manfaat yang sudah dilayani sejumlah 14.381 jiwa, di 14 kabupaten kota terdampak di tiga propinsi,” paparnya. Sejauh ini relawan yang bertugas sejumlah 355 personil terdiri dari Tim EMT MDMC dari 14 RS Muhammadiyah – Aisyiyah, Tim Psikososial dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah - Aisyiyah, Tim Logistik dari Lintas Ortom, Tim Manajemen Poskor dan Datin MDMC serta Tim SAR Muhammadiyah.
Indra mengabarkan penugasan relawan pada fase tanggap darurat Muhammadiyah sampai 5 Januari 2026, dan akan dilanjutkan fase transisi darurat ke pemulihan sampai bulan Maret 2026.
“Relawan Muhammadiyah berupaya mendistribusikan bantuan menembus daerah-daerah yang belum tersentuh, cuaca masih hujan, listrik masih padam, sinyal internet terganggu, akses jalan masih menjadi tantangan yang dihadapi”, pungkasnya.
Adapun dukungan bantuan Muhammadiyah berbasis hak dan menjaga harkat martabat yang inklusif bagi masyarakat terdampak, MDMC sebagai pelaksana distribusi bantuan yang didukung penuh Lazismu selalu menjaga akuntabilitas bagi semua pihak yang menyalurkan bantuannya melalui pos-pos layanan muhammadiyah maupun melalui Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SUMUT – Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan rombongan dalam kunjungan penanggulangan bencana di Sumatera Utara, kehadirannya fokus untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan sejak awal hadir untuk menyampaikan amanah berupa bantuan bagi warga yang terdampak.
Hal itu disampaikan Haedar Nashir pada Senin, (15/12/2025) di Auditorium Gedung PWM Jl. Sisingamangaraja No.136, Pasar Merah Barat Medan, bersama para tokoh dan pimpinan wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah Sumatera Utara.
Haedar mengatakan kami juga membawa amanah dari donatur yaitu Yendra Fahmi untuk berbagi dalam penanggulangan bencana. Sebagian rejekinya masing-masing sebesar Rp 1 miliar untuk Aceh, Sumut dan Sumbar.
Termasuk juga bantuan dari Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada titipan dari dana yang terkumpul di lingkungan persyarikatan masing-masing Rp 1 miliar. “Jika digabung semuanya masingh – masing lokasi yang terdampak sebesar Rp 2 miliar dengan total Rp 6 miliar”, jelas Haedar. Adapun yang melalui Pimpinan Pusat Muhammadiyah sepenuhnya dengan proses administrasi sebagaimana dengan tata kelolanya.
Mewakili seluruh anggota, kader, pimpinan dan institusi persyarikatan, sambung Haedar, kami sampaikan duka cita mendalam untuk seluruh masyarakat yang terdampak di tiga kawasan ini. Lebih khusus lagi di Aceh yang sangat berat hadapi musibah ini.
Atas musibah itu, harta benda mereka hilang dan rusak, kita bisa merasakan hal itu karena tidak mengalaminya dan terasa sekali penderitaan saudara kita. Di samping itu, kita tetap berusaha dan berduka cita secara spiritual melalui doa bahwa setiap musibah itu tidak dikehendaki oleh siapa pun walau dalam kondisi yang lain musibah itu ada unsur campur tangan manusia.
“Sesuatu yang sudah terjadi itu adalah takdir Allah, maka yang diperlukan ikhtiar untuk menanggulangi agar bisa tertantangani dan mengajak semua untuk menerima dengan kesabaran dan tawakal,” pungkasnya.
Haedar juga berpesan agar kita tidak menjadi pemberontak ruhaniyah kepada Tuhan atau mungkin di saat genting seperti ini saling menyalahkan yang situasinya tidak sangat tepat. Alhamdulillah DNA Muhammadiyah untuk selalu membantu penanggulangan bencana yang terjadi di Aceh, Sumut dan Sumbar, yang mencul adalah semangat kebersamaan untuk menolong.
“Dengan spirit dan pengabdian luar biasa MDMC dan Lazismu dari pusat sampai wilayah dan daerah itu luar biasa, para dokter yang dihimpun di mejelis dan lembaga, PKU serta rumah sakit dan semua amal usaha terlibat dengan mengumpulkan dana,” paparnya.
Dana yang terkumpul itu masuk ke Pimpinan Pusat satu pintu melalui One Muhammadiyah One response (OMOR) sebagai semangatnya dan untuk infak yang hari Jum’at itu semuanya merupakan semangat dan apresiasi dukungan untuk terlibat., Apalagi dukungan netizen untuk berinfak dan sholat ramai- ramai di Muhammadiyah adalah bukti dukungan dan kebersamaan itu.
Kesulitan yang dihadapi tidak mudah sepenuhnya di tangani, ada lokasi bencana yang terisolasi dan di Aceh alhamdulilah sudah terurai satu persatu dan kita perlu hargai presiden yang sudah tiga kali datang ke Aceh.
Semoga peran dan tugas BNPB saling terintgerasi satu sama lain untuk mencari jalan keluar dan menyelesaikan urusan yang pokok dalam situasi ini dan paling mendesak hal itu sudah jadi bagian dari semangat dan harus terus dilakukan.
Tumbuhkan Rasa Empati dan Simpati
Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kata Haedar, telah menyampaikan edaran untuk ikut berpartisipasi dan berharap di tengah suasana musibah itu kesatuan sikap di internal organisasi, di tubuh bangsa di level nasional, wilayah dan provinsi sangat diperlukan lebih, termasuk di era sosial media yang informasinya cepat dan beragam.
“Jika tidak pandai mengelola mental dan ruhani di tengah musibah itu bisa-bisa kita berantakan untuk menyelesaikan masalah dan Muhammadiyah hadir untuk mempelopori itu ke semua tingkatan pimpinan dan majelis - lembaga harus satu sikap dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah”, tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Haedar Nashir menekankan untuk menumbuhkan kepekaan, rasa empati dan simpati dengan sikap saling menolong. “Harus ada jiwa ketuhanan, harus ada jiwa insani dan irfani, yang saya yakin dengan itulah selalu ada keinginan berbuat bersama Muhammadiyah bukan dengan kepentingan yang lain”. tutupnya.
Pada agenda kunjungan itu, dipenghujung acara dilaksanakan penyerahan bantuan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama pengusaha Fahmi kepada Pimpinan PWM/PWA Sumatera Utara, didampingi Rektor UMSU, Agussani, yang kemudian dilakukan penandatanganan berita acara sebagai wujud komitmen bersama dalam penanggulangan bencana.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

MADIUN – Proses pembangunan Masjid At-Tholhah telah selesai dilaksanakan sebagai bagian program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Peresmian dan serah terima dilakukan oleh Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji Fadlu Imansyah kepada takmir Masjid At-Tholhah pada Sabtu, (13/12/2025), yang menjadi peristiwa bersejarah bagi peningkatan syiar Islam di Kabupaten Madiun.
Peresmian Masjid At-Tholhah yang berada di Dusun Mojorejo, Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy, Sekretaris Badan Pelaksana BPKH Ahmad Zaky, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Madiun Agus Tricahyo, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Caruban Mukhlis, Camat Wonoasri Maskuryatim, Kapolsek Wonoasri Eka Supriyadi dan Danramil Wonoasri Muslikin.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak, yang telah memberi kontribusi nyata sehingga masjid ini bisa berdiri dengan megah. Hari berharap Masjid At-Tholhah dapat dioptimalkan peran dan fungsinya sehingga memakmurkan masjid dapat diisi tidak hanya dengan kegiatan ibadah, melainkan dengan kegiatan kajian ilmu dan program kemasyarakatan yang berkelanjutan.
“Semoga masjid ini bisa menjadi laboratorium akhlak bagi generasi muda Kabupaten Madiun, menumbuhkan nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan persatuan,” pungkasnya.
Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji Fadlu Imansyah mengakui baru pertama kali ke Madiun. Hari ini, katanya, hadir meresmikan agar masjid ini dapat terus di makmurkan. Lazismu yang menjadi miitra dan membangun masjid ini.
“Momen istimewa dan meresmikan masjid ini tidak sekadar bangunannya tapi masjidnya megah dan kokoh kendati perlu ada perluasan ke depannya akan terus kita dukung dan bantu”, katanya. Ia mengharapkan masjid ini ramai oleh para jamaah dipenuhi doa dan harapan sehingga ramai bukan saat peresmian tapi di hari biasa dan bulan puasa penuh dengan keberkahan.
Hal ini bagian dari ikhtiar BPKH untuk program kemaslahatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mjudah-mudahan ibadahnya nyaman terutama ada madrasah di samping masjidnya dan tempat belajar yang menyenangkan sehingga menguatkan silaturahim.
Keberhasilan masjid At-Tholhah di bangun atas kolaborasi banyak pihak dan Lazismu serta mitra kemaslahatan yang membersamai dari awal sejak April hingga Oktober. Masjid yang makmur, sambung Fadlu sebagai cerminan umat yang kuat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengatakan suatu saat masjid ini sebagai tempat yang representatif untuk dakwah, terima kasih kepada bupati Madiun atas atensinya yang besar sehingga masjid ini berdiri megah.
“Dari Lazismu juga membantu daerah sini terutama untuk pemberdayaan dan upaya memakmurkan masjid masih membutuhkan dukungan”, ungkapnya. Seiring waktu, akan kita desain untuk semua kegiatan yang strategis seperti pengajian dan kultum. Yang paling penting, kata Muhadjir, ada semangat kebersamaan seperti yang sudah dirintis para pendahulunya. Selain itu, ada semoiga ada program pemberdayan dari Lazismu di masjid ke depannya secara bertahap.
Membersamai peresmian tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais bersyukur bahwa pada malam hari ini bisa ikut meresmikan dan silaturahim dengn masyrakat di Madiun. “Pada kesempatan ini ternyata ada rumah orang tua kami dan bisa bersilaturahim dengan Bapak Muhadjir Effendy”, tandasnya.
Kolaborasi Lazismu dan BPKH sudah berjalan kurang lebih tujuh tahun. Kolaborasi untuk memberikan manfaat kepada umat, mudah-mudahan bisa terus memberikan kemaslahatan. Masjid ini dibangun selama 6 bulan dengan proses yang dimulai dari asesmen lapangan sejak Oktober 2024.
“Secara teknis pembangunannya berjalan enam bulan dengan alokasi anggaran cukup besar senilai Rp 2 miliar. Alhamdulillah dikerjakan bersama oleh mitra terpercaya yaitu Mentari Prima Niaga dari Yogyakarta”, pungkasnya. Dari April sampai Oktober 2025, tentu saja ada proses yang panjang.
Selama itu pula kami berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy dan BPKH untuk sama-sama menuntaskan pembangunan masjid ini. Alhamdulillah kita saksikan hasilnya semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat secara umum di Madiun khususnya di Kecamatan Wonoasri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SURAKARTA -- Lazismu Kota Solo menggelar kegiatan Pra Rapat Kerja Daerah (Pra Rakerda) pada Ahad (14/12/2025). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan dihadiri oleh Dewan Pengawas Syariah, Badan Pengurus, serta Badan Eksekutif Lazismu Kota Solo.
Pra Rakerda menjadi forum strategis mengevaluasi kinerja dan keuangan Lazismu Kota Solo tahun 2025 sekaligus merumuskan arah kebijakan dan target penghimpunan tahun 2026. Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Solo, Reynal Falah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi seluruh amil dan relawan.
Ia mengatakan capaian penghimpunan dan penyaluran hingga November 2025 merupakan hasil kerja kolektif dan meningkatnya kepercayaan masyarakat. “Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh amil dan relawan, Lazismu Kota Solo mampu memenuhi target penghimpunan dan penyaluran hingga bulan November 2025,” ujar Reynal.
Reynal juga menyoroti berbagai inovasi yang telah dilakukan, salah satunya Program Sepatu untuk Negeri yang dinilai berhasil mendorong partisipasi masyarakat secara luas. Selain itu, kepercayaan publik juga tercermin dari capaian penggalangan dana peduli bencana. Hingga saat ini, Lazismu Kota Solo telah menghimpun dana kebencanaan sebesar Rp 444.654.401.
Paparan laporan kinerja dan keuangan tahun 2025 disampaikan Wahid Hamdani, Manager Eksekutif Lazismu Kota Solo. Dalam laporannya, Wahid menjelaskan tren pertumbuhan penghimpunan selama delapan tahun terakhir yang menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2025, realisasi penghimpunan tercatat sebesar Rp14.224.495.425, melampaui target Rp14.060.000.875 atau mencapai 102 persen.
Wahid juga memaparkan capaian penyaluran zakat dan infak. Penyaluran zakat tahun 2025 mencapai Rp1.788.880.041, yang mayoritas dialokasikan untuk asnaf fakir miskin, disusul fisabilillah, amil, ibnu sabil, gharimin, dan kebutuhan administrasi perbankan. Sementara itu, penyaluran infak tercatat sebesar Rp12.636.135.387, dengan porsi terbesar pada pilar sosial-dakwah, disusul pilar kurban, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, kelembagaan, dan ujrah amil.
Pada sesi evaluasi, anggota Dewan Pengawas Syariah Lazismu Kota Solo, Agung Nur Probohudono, memberikan catatan strategis terhadap kinerja tahun 2025. Ia menilai capaian penghimpunan Lazismu Kota Solo sudah sangat positif, namun masih memerlukan penguatan dari sisi struktur dan keberlanjutan.
“Secara umum, total penghimpunan Lazismu Kota Solo tahun 2025 sangat signifikan. Namun, struktur penghimpunan masih didominasi oleh infak, sementara potensi zakat masih cukup besar untuk terus dioptimalkan,” ujarnya.
Menurut guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini, pola penghimpunan juga masih sangat dipengaruhi faktor musiman. “Lonjakan penghimpunan pada bulan Ramadan sangat tinggi, sementara pada bulan-bulan non-Ramadan relatif datar. Ini menunjukkan perlunya strategi penghimpunan yang lebih berkelanjutan dan tidak semata berbasis momentum,” jelasnya.
Terkait penyaluran, Agung menilai pilar sosial-dakwah masih menjadi dominan. “Ke depan, porsi program ekonomi dan produktif perlu diperkuat agar dana ZIS tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian mustahik,” tambahnya.
Pra Rakerda kemudian dilanjutkan dengan pembahasan laporan, evaluasi, serta penyusunan target dan rencana strategis tahun 2026. Dalam forum tersebut, Lazismu Kota Solo menyepakati target penghimpunan sebesar Rp20 miliar pada tahun 2026.
Menanggapi target tersebut, Reynal menyatakan optimisme. “Dengan ikhtiar yang terencana, inovasi berkelanjutan, dan dukungan masyarakat, semoga target penghimpunan Rp 20 miliar pada tahun 2026 dapat tercapai,” ujarnya.
Melalui Pra Rakerda ini, Lazismu Kota Solo meneguhkan komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme pengelolaan ZIS serta memperluas dampak sosial bagi umat dan masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/M. Arifin]

