

PALEMBANG -- Sejalan dengan bertambahnya usia, kekuatan fisik dan kesehatan lansia akan terus berkurang. Termasuk kualitas penglihatannya yang tidak setajam dulu dan memerlukan bantuan kaca mata.
Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan mata penting dilakukan lansia untuk mendukung aktivitasnya. Masih dalam spirit kemerdekaan RI ke- 81, Lazismu Kota Palembang menggelar bakti sosial dengan tajuk: "Merdeka Berbagi: Berbagi Kasih, Memberi Kebahagiaan untuk Lansia”. Kegiatan bakti sosial ini berkolaborasi dengan Optik Global dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan.
Ketua Lazismu Kota Palembang, Diky Wijayanto, mengatakan momentum hari kemerdekaan menjadi pesan pengingat untuk peduli dan memberikan perhatian kepada sesama, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan.
"Kemerdekaan yang kita peringati setiap tahun seharusnya memerdekakan hati kita untuk saling berbagi. Hari ini, lebih dari 60 lansia di Panti Jompo kami hadirkan agar perhatian dan bantuan mampu memberikan senyum yang merekah”, ujarnya pada Kamis, (27/8/2026).
Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Optik Global, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, seluruh donatur, dan relawan yang telah mempercayakan amanah ini kepada Lazismu. Semoga setiap rupiah yang disalurkan dan upaya yang dilakukan menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus.
Kehadiran Lazismu bersama mitra membawa kabar gembira bagi para lansia. Paket bantuan yang dibutuhkan lansia sehari-hari, meliputi pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis, paket sembako lengkap untuk kebutuhan pangan, bingkisan kebutuhan harian yang bermanfaat dan santunan sebagai bentuk perhatian.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari Optik Global, Sigit. P menyampaikan apresiasi dan adalah sebuah kehormatan bisa bersinergi dalam program ini. “Melalui pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata ini, kami ingin memastikan para lansia dapat menikmati hidupnya dengan penglihatan yang jelas dan nyaman”, paparnya.
Sehat penglihatan adalah hak setiap orang tanpa terkecuali, imbuhnya. Semoga langkah kecil ini membawa manfaat besar, dan semoga kita semua senantiasa diberkahi dalam setiap langkah kebaikan yang kita lakukan.
Hal senada disampaikan Parlan, mewakili Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Lazismu dan Optik Global. Kegiatan ini sangat sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia.
“Sinergi antara lembaga sosial, dunia usaha, dan pemerintah adalah kunci terwujudnya pelayanan yang benar-benar menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Semoga kerjasama ini terus terjalin dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut peduli dan berbagi”, terangnya.
Dalam bakti sosial ini ada dua tahap kegiatan dalam pelaksanaannya. Tahap pertama pemeriksaan mata pada 19 Agustus 2026. Tahap kedua, penyaluran kacamata, sembako dan santunan pada Rabu, 27 Agustus 2026, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Palembang]

MANGGARAI TIMUR -- Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team/EMT) Muhammadiyah yang terverifikasi oleh WHO, telah dikerahkan ke Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperkuat layanan kesehatan esensial pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah pada Program Indonesia Siaga, khususnya respons bencana yang didukung penuh Lazismu telah mendirikan tenda Rumah Sakit (RS) Lapangan di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT, pada Rabu (26/8/2026). Pendirian rumah sakit lapangan ini untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang terdampak gempa.
Ketua EMT Muhammadiyah, Dokter Corona Rintawan, pada Kamis, (27/8/2006), mengatakan penugasan ini merupakan langkah nyata komitmen Muhammadiyah dalam mempertahankan kualitas dan standar paska verifikasi oleh WHO sekaligus mencerminkan prinsip WHO EMT.
“Tim medis darurat sudah seharusnya hadir untuk memperkuat, bukan menggantikan sistem kesehatan lokal, sembari tetap terus menjaga peningkatan kualitas perawatan, koordinasi dan kemandirian operasional dalam layanan kesehatan”, tandasnya.
Untuk EMT Muhammadiyah, sambung Dokter Corona, misinya sangat jelas yaitu kami tidak datang ke Dampek untuk menggantikan Puskesmas yang ada. Justeru kami di sini hadir untuk membantu memastikan Puskesmas bisa terus berfungsi dengan optimal pascagempa.
Ia mengatakan misi ini menunjukkan bagaimana EMT nasional yang telah terverifikasi bisa menerjemahkan standar global. Bahkan menjadi dukungan yang terintegrasi secara lokal dan membantu menjaga kelangsungan layanan kesehatan penting selama kondisi darurat.
Keberadaan EMT tersebut menjadi signifikan terkait perkembangannya dalam laporan tampilan visual antarmuka digital BNPB sampai hari ini (28/8/2026), di Nusa Tenggara Timur terdapat 118 fasilitas layanan kesehatan yang terdampak. Sementara itu, jumlah orang yang sakit atau luka-luka sebanyak 1.674 jiwa.
Direncanakan Tim Medis Darurat Muhammadiyah akan menjalani tugasnya di masa tanggap darurat minimal selama 30 hari yang didukung oleh dua rosterlist. Rosterlist tersebut memuat sekelompok orang dalam tim medis berdasarkan peran dan tugasnya masing-masing di lapangan.
Adapun masing-masing rosterlist terdiri dari 25 orang yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, psikilog, safety and security officer dan logistik. Pada prinsipnya layanan kesehatan ini ada komposisi peralatan dan sumber daya manusianya yang sesuai standar WHO.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

PALANGKA RAYA -- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, memantik respons Muhammadiyah untuk terus memperkuat langkah aksi kemanusiaannya.
Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah melaporkan perkembangan respons penanganan karhutla kepada Ketua PWM Kalteng, Ahmad Syar’i, pada Rabu (26/8/2026).
Pertemuan koordinasi tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat PWM Kalteng, Jalan RTA Milono Km 1,5, Kompleks Perguruan Muhammadiyah Palangka Raya. Dalam pertemuan itu, jajaran LRB/MDMC memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan melalui Pos Komando dan Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Siaga/Tanggap Darurat Karhutla Kalimantan Tengah.
Ketua LRB Kalimantan Tengah, Heru Setiawan, mengatakan Poskor dibentuk untuk memastikan respons Muhammadiyah terhadap bencana berjalan terkoordinasi dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kami berupaya menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan masyarakat maupun para relawan yang berada di lapangan”, ujarnya.
Heru menambahkan bahwa penanganan kebencanaan Muhammadiyah mengedepankan pendekatan One Muhammadiyah One Response (OMOR). Melalui pendekatan tersebut, seluruh elemen persyarikatan dapat bergerak bersama dalam satu koordinasi di bawah LRB/MDMC. Lazismu turut memberikan dukungan dalam penggalangan dana kemanusiaan untuk program Indonesia Siaga.
Dalam hal ini, Poskor menjadi pusat pengendalian dan koordinasi sumber daya Muhammadiyah dalam mendukung masyarakat serta relawan yang terdampak maupun terlibat langsung dalam penanganan karhutla.
Respons di lapangan dilakukan melalui berbagai bentuk layanan. Di antaranya pengerahan relawan untuk membantu pemadaman dan proses pendinginan, penyediaan rumah singgah oksigen dan mobil oksigen, distribusi vitamin serta nutrisi bagi petugas dan relawan, pembagian masker, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Poskor Muhammadiyah, Inayati Muharini, menyampaikan bahwa Poskor telah mulai beroperasi sejak Jumat (21/8/2026). Operasionalnya direncanakan berlangsung hingga Senin (21/9/2026), namun waktu tersebut dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi karhutla dan status kebencanaan yang ditetapkan pemerintah.
Selain menjadi pusat koordinasi respons, Poskor juga berperan menghubungkan dan mengoordinasikan Pos Layanan (Posyan) Muhammadiyah di sejumlah daerah. Kehadiran Posyan dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan dan memastikan respons dapat menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.
Sampai berita ini diturunkan, Posyan Muhammadiyah telah terbentuk di bawah koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kotawaringin Timur dan PDM Kota Palangka Raya.
Ketua PWM Kalteng, Ahmad Syar’i, menyatakan dukungannya terhadap langkah LRB/MDMC dalam merespons karhutla. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi antarunsur Muhammadiyah sehingga kehadiran Persyarikatan dapat terus dirasakan masyarakat selama masa penanganan bencana.
Bagi Muhammadiyah, respons karhutla bukan semata tentang memadamkan api, tetapi juga memastikan keselamatan manusia, menjaga kesehatan relawan dan masyarakat, serta menghadirkan kepedulian di tengah situasi bencana.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Bonni]

KALIMANTAN TENGAH -- Kabut asap masih menutupi sejumlah wilayah di Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa berdasarkan data Sipongi Kemenhut, di Kalimantan Tengah terdapat 7,634.46 hektar lahan terbakar.
Selain itu, menurut BNPB melalui data BRIN (27/8/2026), masih ada sebanyak 5.168 titik api yang terdeteksi dalam waktu 24 jam terakhir. Sampai data ini dilaporkan oleh BNPB, baru 17.55 hektar lahan yang ditangani melalui operasi darat.
Meski demikian, satu unit patroli udara dikerahkan untuk lima operasi pemadaman api di kebakaran hutan dan lahan dari jalur udara dengan cara menjatuhkan air atau bahan kimia (water bombing) dalam jumlah tertentu menggunakan pesawat khusus.
Sejauh ini, situasi di Kalimantan Selatan masih diwarnai kabut asap tebal. Hal itu diperburuk oleh musim kemarau berkepanjangan yang mulai mendekati puncaknya. Warga sangat khawatir kabut asap tersebut berdampak pada kesehatannya. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ini menjadi ancaman serius.
Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu di Kalimantan Tengah, melakukan aksi nyata dengan respons bencana. Berkomitmen mendukung pemerintah dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan bencana karhutla.
Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, pada Kamis, (27/8/2026), mengatakan hingga kini masih berkoordinasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, MDMC, pemerintah dan berbagai pihak sebagai upaya menangani kabut asap yang kian mengganggu.
Hal itu diakui Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Evan Bastian bahwa relawan Muhammadiyah telah turun untuk bertugas di lapangan dengan dukungan Lazismu melalui penggalangan dana kemanusiaan.
“Kami menegaskan untuk seluruh relawan agar selalu mengutamakan keselamatan diri. Patuhi setiap prosedur operasi, gunakan alat pelindung diri, dan selalu berkoordinasi dengan BPBD serta alur komando di lapangan. Jangan memaksakan diri apabila kondisi dinilai berisiko tinggi, karena keselamatan adalah prioritas”, tandasnya.
Koordinator Relawan Lazismu Kalimantan Tengah, Anang Rahman, mengatakan tingginya angka kebakaran hutan dan lahan, terutama di Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya, mendorong relawan Muhammadiyah turun langsung membantu proses pemadaman di lapangan.
Menurutnya, kehadiran relawan menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus upaya mengurangi dampak bencana. “Ini menjadi bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar dari Muhammadiyah”, kata Anang.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Fitriani mengungkapkan melalui program Indonesia Siaga, sejumlah layanan telah dijalankan, antara lain penerjunan relawan untuk pemadaman dan pendinginan.
“Muhammadiyah lewat One Muhammadiyah One Response (OMOR) melakukan penyediaan rumah singgah oksigen, mobil oksigen, pemberian vitamin dan nutrisi bagi petugas serta relawan pemadaman, pembagian masker, hingga layanan kesehatan bagi Masyarakat”, terangnya.
Sebagai informasi, kegiatan respons bencana karhutla oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah meliputi pemadaman api di beberapa titik daerah Palangkaraya, Kotawaringin Timur, aktivasi rumah singgah oksigen di gedung dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah dan Kota Waringin Timur, mobil oksigen keliling di tempat keramaian, pertigaan,dan lokasi pemadaman, serta bantuan nutrisi untuk masyarakat dan tenaga pemadaman.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kalteng]

PONTIANAK -- Dukungan Muhammadiyah terhadap Lazismu untuk merespons bencana karhutla di Kalimantan Barat terus bergulir. Setelah koordinasi pimpinan Muhammadiyah pada Selasa, (25/8/2026) di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak, untuk aksi kemanusiaan mencegah asap yang terus meluas, Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM Kalbar turut mendukung Lazismu untuk program Indonesia Siaga.
Koordinator Pos Koordinasi (Poskor), M. Hermayani Putera, mengatakan Lazismu memiliki posisi strategis dalam menghimpun dukungan masyarakat untuk memperkuat gerakan kemanusiaan Muhammadiyah. Menurutnya, dukungan yang dihimpun melalui Lazismu dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan di lapangan.
“Ini soal dampak yang ditimbulkan. Masyarakat yang terpapar kondisi kesehatan akibat asap, kita hadirkan rumah oksigen. Kita juga konsen kepada kesehatan para relawan dan mengupayakan hadirnya dapur-dapur relawan,” kata Hermayani yang juga Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM Kalbar.
Hermayani menuturkan kebutuhan relawan di lapangan cukup beragam sehingga dukungan masyarakat perlu terus digerakkan. “Mencakup makanan bergizi, susu, air mineral, APD, masker, alat dan kebutuhan operasional di lapangan. Semua harus memastikan penggalangan dukungan pendanaan maupun suplai logistik lainnya tidak terputus”, tandasnya.
Dalam skema tersebut, Lazismu diharapkan menjadi salah satu motor penghubung terhadpa masyarakat dan dukungan publik sehingga kebutuhan di lapangan bisa dipetakan melalui Poskor dan unsur kebencanaan Muhammadiyah. Dengan pola itu, bantuan tidak berhenti pada proses penghimpunan, tetapi diarahkan berdasarkan kebutuhan prioritas di lapangan.
IMM dan Relawan Bagikan Ribuan Masker
Dampak asap terhadap masyarakat di Kalimantan Barat, menggerakan kepedulian atas kondisi kesehatan. Organisasi mahasiswa Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Muhammadiyah Kalimantan Barat bergerak melalui aksi kemanusiaan membagikan ribuan masker.
Aksi sosial ini sebagai respons terhadap kondisi kualitas udara yang terus memburuk di Kalimantan Barat akibat asap kerhutla. Aksi pembagian masker tersebut berlangsung di Bundaran Digulis Untan, Pontianak, dan Bundaran Gaforaya, Kubu Raya, pada pekan kemarin.
Selain Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa D3 Keperawatan, S1 Keperawatan, Administrasi Kesehatan, dan Bioteknologi, bergerak bersama membagikan masker.
Aksi serupa juga dilakukan Kantor Layanan Lazismu Politeknik 'Aisyiyah Pontianak yang ambil peran nyata mencegah dampak kabut asap dengan membagikan ribuan masker di Simpang empat lampu merah Jalan Ampera dan Simpang empat lampu merah Jalan Ahmad Yani.
Kegiatan ini didukung oleh Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Barat dan segenap sivitas akademik Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak. Tujuan program ini melindungi kesehatan dan mengajak semua pihak menjaga kelestarian lingkungan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Aep Mulyanto]

PONTIANAK -- Dalam rangkuman laporan kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada periode Minggu hingga Senin, 23 - 24 Agustus 2026, masih dilakukan upaya penanganan dari operasi darat dan operasi udara.
Berdasarkan data dari BNPB terkait informasi penanganan karhutla yang terkonfirmasi juga melalui Sistem Pemantauan Karhutla Kemenhut (Sipongi), disebutkan bahwa dari 6 provinsi prioritas yang ditangani untuk wilayah provinsi Kalimantan Barat merupakan yang terbanyak titik api (hotspot) sejumlah 1.836 dengan indikasi lahan terbakar seluas 38.310 hektar.
Situasi yang memanas itu menggerakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat, dalam hal ini bagi Lazismu untuk melakukan aksi kemanusiaan program Indonesia Siaga dalam merespons karhutla.
Ketua Lazismu Wilayah Kalbar, Ismail Syailillah, mengatakan Lazismu bersiap ambil bagian dalam merespons bencana karhutla lewat penghimpunan dan penyaluran dana masyarakat secara tepat sasaran.
“Peran Lazismu dalam merespons karhutla merupakan komitmennya sebagai lembaga amil zakat untuk menghadirkan manfaat zakat, infak dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan termasuk dalam situasi bencana”, paparnya.
Dukungan pendanaan menjadi penting, kata Ismail. Karena penanganannya tidak hanya membutuhkan relawan di lapangan, tetapi juga ketersediaan logistik dan biaya operasional yang memadai.
Wakil Ketua PWM Kalbar yang membidangi Majelis Pembinaan Kesehatan Umum dan Kesejahteraan Sosial sekaligus unsur Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Ishak Jumarang, menyampaikan bahwa keberlanjutan aksi kemanusiaan ini sangat bergantung pada dukungan seluruh unsur Muhammadiyah.
“Harapan kita melalui pertemuan kali ini dapat memaksimalkan keberadaan semua unsur yang ada di Muhammadiyah, baik ortom, AUM maupun lainnya, termasuk bagaimana dukungan pendanaan maupun mata rantai logistik agar terus berjalan”, tandasnya pada rapat koordinasi di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak, Jalan Ahmad Yani, Selasa, (25/8/2026).
Menurut Ishak, dari kejadian ini berdasarkan kebutuhan di lapangan cukup beragam, mulai dari makanan bergizi bagi relawan, air mineral, susu, alat pelindung diri (APD), masker, kebutuhan operasional pemadaman, dukungan transportasi, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap.
Untuk tahap awal respons bencana karhutla, Muhammadiyah di Kalimantan Barat akan fokus pada sejumlah titik di Pontianak dan Kubu Raya. Dua wilayah ini yang menjadi perhatian dalam penanganan dampak karhutla.
Respons di lapangan melibatkan SAR Muhammadiyah LRB-MDMC Kalimantan Barat, Tim Assessment MDMC Kalimantan Barat, serta kader IMM Kota Pontianak. Pembagian masker juga dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dari kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Pontianak.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Aep Mulyanto]

