

MELBOURNE -- Jarak ribuan kilometer memisahkan Australia dan Kalimantan. Di Melbourne, Sydney, Brisbane, Canberra, Perth, Adelaide, hingga Darwin, masyarakat umumnya menikmati udara yang relatif bersih. Berdasarkan data IQAir tahun 2025, rata-rata indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) Australia berada pada angka 24, termasuk kategori sangat baik.
Namun, bagi warga Muhammadiyah yang bermukim di Australia, kenyamanan itu justeru menghadirkan cerita kontras yang memilukan ketika menyaksikan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti permukiman saudara-saudara sebangsa di Kalimantan.
Mereka mungkin tidak menghirup asap yang sama, tetapi kepedulian membuat warga Muhammadiyah di Australia ikut merasakan sesaknya. Kepedulian ini tidak berhenti pada ungkapan simpati di media sosial.
Melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia yang diketuai oleh Yudhistira Ardhi Nugraha, bersama Lazismu Australia sebagai penggerak galang donasi, warga Muhammadiyah di berbagai kota Australia bergotong-royong mengumpulkan bantuan untuk mendukung penanganan bencana di Indonesia.
Kepala Kantor Layanan Lazismu Australia, Darmawan mengaku turut merasakan sesaknya kabut asap Kalimantan meskipun berada ribuan kilometer dari lokasi bencana. Setiap hari melihat postingan teman-teman di Kalimantan.
“Fotonya buram semua karena asap, padahal tidak diedit dan tidak pakai filter. Lihat fotonya saja sudah bikin sesak, apalagi mereka yang harus menghirup udara seperti itu setiap hari”, ujarnya melalui pesan daring pada Jum’at, 16 Oktober 2026.
Sementara itu, kata dia, kami di sini masih bisa menikmati udara bersih. Menurutnya, kondisi tersebut mendorong warga Muhammadiyah di negeri Kangguru tersebut untuk ikut berbuat sesuatu, meskipun tidak bisa turun langsung ke lokasi bencana.
Solidaritas tersebut diwujudkan melalui penyaluran dana sebesar Rp 41.712.408 kepada Lazismu Pusat melalui skema muqayyadah, yakni donasi yang penggunaannya secara khusus diperuntukkan bagi program tertentu sesuai amanah para donatur.
Dalam hal ini, sambung Darmawan, dana dialokasikan untuk mendukung penanganan dua bencana, yakni gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan karhutla di Kalimantan. Untuk pascabencana gempa bumi Di NTT, dukungan Lazismu Australia diarahkan pada kegiatan tanggap darurat, terutama penerjunan relawan dan pelayanan kesehatan melalui EMT Muhammadiyah di bawah koordinasi MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).
Sementara itu, kata Darmawan, di Kalimantan, bantuan difokuskan pada pengoperasian rumah oksigen sebagai bagian dari respons kemanusiaan terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla.
Berbeda dengan gempa bumi yang menimbulkan kerusakan fisik secara langsung. Ancaman karhutla sering kali datang melalui udara yang dihirup setiap hari. Dampaknya, peningkatkan risiko gangguan pernapasan mengancam kesehatan, terutama anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya.
Dalam situasi ini, rumah oksigen menjadi salah satu bentuk dukungan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Kehadirannya memperlihatkan penanganan bencana tidak hanya berbentuk evakuasi atau distribusi logistik, tetapi juga upaya melindungi kesehatan masyarakat dari dampak lingkungan yang memburuk.
Jarak Bukan Suatu Alasan
Kolaborasi antar diaspora tersebut menghadirkan kekuatan jaringan Muhammadiyah yang melampaui batas geografis. Keberadaan PCIM Australia dan Lazismu Australia menggerakkan solidaritas di luar negeri. Dalam kondisi berbeda, Lazismu Pusat bersama jaringan MDMC menghubungkan dukungan itu dengan kebutuhan penanganan bencana di lapangan.
Dari Darwin hingga Melbourne, kepedulian melintasi ribuan kilometer menuju NTT dan Kalimantan. Sebab, untuk merasakan penderitaan sesama, seseorang tidak harus berada di tempat yang sama. Oleh karena itu, dalam mengulurkan tangan jarak bukan suatu alasan.
Lazismu Australia bersama PCIM Australia berkomitmen untuk terus menggerakkan partisipasi warga Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia di Australia dalam berbagai program dakwah, sosial, dan kemanusiaan, sekaligus memperkuat sinergi dengan jaringan Muhammadiyah di tanah air.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Australia]

JAKARTA -- Lazismu meraih penghargaan kategori Lembaga Amil Zakat (LAZ) Mitra Terbaik dalam ajang Grand Baznas Award 2026. Dalam kategori itu Lazismu menerima piagam penghargaan dari Baznas.
Penghargaan itu diterima oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, dalam acara yang berlangsung di Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
“Kontribusi yang dinilai tersebut merupakan upaya Lazismu untuk turut memperkuat ekosistem zakat nasional. Semoga program-program Lazismu memberikan dampak dan bisa meningkatkan kepercayaan kepada muzaki, mustahik dan masyarakat pada umumnya”, kata Mujadid.
Lazismu sebagai lembaga filantropi Islam terbuka untuk berkolaborasi. Hadir bersama - sama mitra memberikan kontribusi terhadap bangsa sehingga program-program yang didukung melalui dana zakat bisa lebih produktif dan menjangkau penerima manfaat secara lebih luas.
Lazismu dalam kiprahnya mencatat program-program yang dijalankan senantiasa bermitra dengan para pemangku kepentingan baik di sektor keuangan, industri dan teknologi informasi maupun komunitas profesional lainnya di lingkungan internal dan eksternal Muhammadiyah.
Sebagai contoh saat merespons situasi tanggap darurat pascagempa bumi di NTT, Lazismu melibatkan banyak mitra dan komunitas relawan profesional untuk mendirikan rumah sakit lapangan melayani kesehatan penyintas bersama Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang sudah terverifikasi oleh WHO.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Mujadid berharap nilai manfaatnya mampu membangkitkan motivasi, khususnya gerakan zakat di Indonesia untuk memperkuat ekosistem zakat nasional. “Serta mendorong gerakan zakat di Indonesia untuk terus berkontribusi menciptakan program-program yang produktif dan berkelanjutan”, pungkasnya.
Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan ini, terutama kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah serta mitra-mitra Lazismu yang telah mendukung ekosistem gerakan zakat di Indonesia.
Penghargaan ini jangan sampai membuat kita terlena, justeru menjadi pemantik bagi amil Lazismu di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanan dalam melaksanakan program-programnya yang berdampak.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

KALIMANTAN BARAT -- Menjemput impian anak agar di khitan bagi setiap orang tua memiliki peran penting pada proses tumbuh kembang anak. Tidak semua orang tua bisa segera melakukan khitan anaknya. Faktor biaya masih jadi kendala saat impitan ekonomi datang.
Untuk menjembatani hal itu, Lazismu Kalimantan Barat bersama Permata Bank Syariah menggelar Khitan Ceria Gratis bagi keluarga yang membutuhkan. Kolaborasi ini terlaksana Pada hari Ahad, (11/10/2026), di Desa Kiungkang, Kecamatan Nanga Taman, di kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Melalui kegiatan ini, Lazismu bersama Permata Bank Syariah berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi dan kepedulian terhadap kesehatan anak. Dalam sinergi tersebut, disalurkan juga bingkisan kepada penerima manfaat berupa perlengkapan sekolah, kain sarung, dan uang saku.
Program ini juga menjadi wujud sinergi antara lembaga filantropi Islam dan sektor perbankan syariah dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ketua Lazismu Kalimantan Barat, Ismail Syailillah, menyampaikan bahwa kegiatan Khitanan Ceria Gratis merupakan bentuk kepedulian sosial.
Dengan sinergi ini, diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga. “Memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak, serta memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di Kalimantan Barat”, tandasnya.
Senada dengan hal itu, perwakilan UPZDK Permata Bank Syariah Pontianak, Dede Ari Mulyawan menyampaikan bahwa program Khitanan Ceria Gratis adalah komitmen dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi anak-anak serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dede menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini. Ia mengatakan partisipasi itu komitmen dan kepedulian dalam menebarkan kebaikan serta berbagi kebahagiaan bersama masyarakat Nanga Taman.
Pihaknya berharap kolaborasi bersama Lazismu dapat terus berlanjut secara produktif dan berkelanjutan, sehingga mampu menghadirkan dampak yang lebih luas serta menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.
Sementara itu, Muhamdi mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sekadau dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Nanga Taman, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini dengan lancar.
Dalam pelaksanaannya, Lazismu Kalimantan Barat dan UPZDK Permata Bank Syariah Pontianak, menggandeng tenaga medis profesional dari Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak, Puskesmas Nanga Taman, dan Puskesmas Selalong. Keterlibatan mereka dihadirkan untuk mendukung pelayanan yang layak dan prima bagi penerima manfaat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kalbar]

SEMARANG -- Pasokan air bersih sangat dinanti warga Kalisegoro, kota Semarang. Pasalnya, kebutuhan air bersih itu untuk mendukung kegiatan warga dalam mengoptimalkan kegiatan ibadah di Masjid Nurul Huda.
Sebelumnya, masjid itu alami kendala pasokan air bersih yang sempat mengentikan kelancaran aktivitas ibadah dan sekolah. Tak hanya itu, kegiatan Taman Pendidikan al-Qur’an juga terganggu karena aliran air bersih tersendat.
Problem yang dialami warga Kalisegoro disambut Lazismu Kota Semarang. Sebagai Solusi Lazismu dan Aisyiyah segera melakukan penyaluran bantuan air bersih untuk memasok kelancaran air di Masjid Nurul huda.
Dalam aksinya, relawan MDMC dan relawan LLHPB Aisyiyah memprioritaskan fasilitas umum di Kalisegoro. Hasilnya, bantuan pasokan air bersih langsung mengalir ke Masjid Nurul Huda dan TPQ SekolahQu, pada Kamis, (8/10/2026). Satu unit armada tangki memasok kebutuhan air di SD Ummul Quro di lingkungan masjid tersebut.
Kepala Sekolah SD Ummul Quro, Dondi Eko Meilani, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih dari Lazismu. Dondi mengatakan, krisis air bersih sempat mengganggu jalannya aktivitas kebersihan dan kenyamanan sekolah saat musim kemarau.
“Akibatnya, pengelola sekolah kesulitan menjaga kebersihan tempat wudhu dan sanitasi. Kehadiran bantuan air bersih kini menjadi angin segar bagi guru dan siswa”, ujarnya. Menurutnya, pasokan air ini sangat krusial untuk menjaga kelangsungan kegiatan belajar-mengajar.
Mewakili Lazismu Kota Semarang, Muhammad Rokhi Nazir merasa bersyukur. Akhirnya persoalan itu segera mendapat solusinya. Nazir mengapresiasi sinergi unit usaha persyarikatan yakni PT Surya Amanah Sejahtera dan relawan.
“Ini membuktikan komitmen bersama terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Alhamdulillah, pada siang hari ini kita telah menyalurkan air bersih,” jelasnya. Surya Amanah Sejahtera (SAS) merupakan Badan Usaha Milik Muhammadiyahdi bawah PDM Kota Semarang. Melalui produk unggulannya, Surya Bening, BUMM ini mendukung penuh penanganan krisis air.
Dengan demikian, kolaborasi ini memperluas daya jangkau bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan. Tim relawan MDMC dan relawan LLHPB Aisyiyah mendampingi seluruh proses penyaluran. Sementara itu, tim Lazismu Kantor Layanan Gunungpati 2 mengawal proses pengisian air hingga tuntas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Semarang]

CIAMIS -- Merealisasikan program bantuan akses air bersih dan sanitasi melalui program instalasi pipa di Dusun Ciputih, Desa Tenggeraharja, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, menjadi tantangan baru bagi Lazismu Jawa Barat.
Upaya memenuhi kebutuhan dasar air, Lazismu Jawa Barat sebelumnya meninjau langsung lokasi sasaran yang informasinya dilayangkan warga Dusun Ciputih lewat pengajuan proposal. Kegiatan berlangsung sejak Selasa, (6/10/2026), untuk mengalirkan air bersih dari sumber mata air Pegunungan Cimarela langsung ke pemukiman warga.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Barat, Endang Mahbub, meninjau langsung ke lokasi bersama tim program menyatakan bahwa program instalasi pipa ini merupakan jawaban sekaligus respons Lazismu atas kebutuhan mendesak warga setempat untuk memperoleh air bersih.
"Program ini berangkat dari usulan warga Dusun Ciputih yang mengalami kesulitan air bersih. Kami memasang pipa dari sumber mata air Pegunungan Cimarela hingga ke pemukiman warga dengan jarak kurang lebih hampir 3 kilometer," ujar Endang di lokasi kegiatan instalasi pipa, pada Rabu (7/10/2026).
Meskipun wilayah Jawa Barat sempat terdampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino, debit air dari mata air Pegunungan Cimarela terbukti tidak mengalami kekeringan. Hal ini menjadikan sumber mata air tersebut ideal untuk memenuhi kebutuhan harian warga.
Solusi Di Kemarau Panjang
Proses pembangunan instalasi pipa hingga hari kedua telah mencapai 80 persen. Ada kemajuan program di lapangan sehingga diharapkan pada hari ketiga, rangkaian pipa penghubung sudah terinstalasi sepenuhnya ke titik penampungan utama di Dusun Ciputih.
Selanjutnya, dalam satu hingga dua hari ke depan, tim bersama warga akan melanjutkan proses instalasi pipa distribusi langsung ke rumah-rumah penerima manfaat. Program ini juga menjadi bagian penting menjaga kesehatan keluarga lewat program SAUM (sanitasi untuk masyarakat).
Partisipasi masyarakat dalam program instalasi pipa air bersih di Ciamis, murni lahir dari kesadaran bersama. Salah seorang warga RT 20 RW 10 Dusun Ciputih, Agus, menyampaikan bahwa masyarakat bergotong-royong untuk tujuan dan kepentingan bersama.
“Gotong royong ini benar-benar sukarela dari warga, tidak ada paksaan sama sekali. Kita kan sudah biasa gotong-royong, jadi begitu ada kegiatan seperti ini warga langsung ikut berpartisipasi", kata Agus.
Agus menuturkan, selain memikul pipa dari titik bawah, warga juga bekerjasama membabat semak belukar dan mencangkul tanah di lereng curam agar posisi pipa aman. "Di jalur yang curam, kita buatkan ceruk galian pakai cangkul. Pipanya ditanam supaya aman dan tidak gampang bergeser atau terinjak hewan ternak seperti kerbau yang lewat", jelasnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari seluruh elemen Desa Tenggerharja. Kepala Desa, Ketua RT, Ketua RW, hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan ibu-ibu Dusun Ciputih, sigap menyiapkan makanan dan minuman untuk menndukung pekerja di area bukit.
“Selama program berlangsung kebutuhan konsumsi berupa makanan dan air selalu terpenuhi. Dukungan dan peran ibu-ibu selama ini langsung mengantarkan konsumsi kepada para pekerja”, terangnya.
Hal senada dikatakan Miah yang turut membantu pekerja dengan menyediakan konsumsi. “Makanan dan air kami masak yang biayanya dari ibu-ibu di rukun tetangga. Semua itu diberikan kepada warga yang bekerja”, pungkasnya.
Bertahun-tahun warga Dusun Ciputih mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. Kekeringan selalu menjadi masalah tahunan. Kondisi ini mendorong warga mengajukan proposal ke Lazismu Jawa Barat untuk mengalirkan air dari mata air Pegunungan Cimarela yang dikenal tidak pernah kering.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jabar]

YOGYAKARTA -- Audit berkala oleh lembaga sertifikasi independen untuk memantau dan memastikan bahwa suatu organisasi atau lembaga tetap konsisten menjalankan sistem manajemen mutu sesuai standar.
Aspek kepatuhan dan peningkatan berkelanjutan yang terverifikasi menandakan bahwa suatu organisasi atau lembaga mampu mendeteksi risiko yang akan dihadapi secara dini. Lebih jauh lagi, mampu menemukan potensi ketidaksesuaian lebih awal sebelum berdampak besar pada kinerja operasionalnya.
Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jum’at (9/10/2026) melaksanakan 2nd Surveillance Audit ISO 9001:2015 bersama auditor TÜV Rheinland, Abdul Manan Aruli dan rekan sebagai wujud menata pelayanan kepada masyarakat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran struktural Lazismu UMY sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam menjaga kualitas pengelolaan, meningkatkan profesionalitas sumber daya manusia (SDM), serta memastikan Audit ISO 9001:2015 bukan sekadar kegiatan pemeriksaan rutin, melainkan bagian penting dari upaya memastikan sistem manajemen mutu benar-benar diterapkan dalam setiap proses kerja organisasi.
Kepala Kantor Lazismu UMY Wahyu Manuhara Putra menegaskan, Lazismu di UMY mengalami perkembangan pesat dari tahun ke tahun. “Perkembangan itu perlu diimbangi penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar lembaga mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional dan terpercaya”, terangnya.
Bagi Lazismu UMY, kata Wahyu, audit ini diperlukan untuk mengevaluasi kesesuaian prosedur dengan pelaksanaan di lapangan, mengidentifikasi potensi perbaikan, serta memastikan pengelolaan lembaga terus berkembang sesuai standar mutu yang diterapkan.
Keberadaan ISO 9001:2015 merupakan standar internasional untuk sistem manajemen mutu yang membantu organisasi membangun proses kerja secara terstruktur, konsisten, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.
Melalui surveillance audit atau audit pengawasan berkala, penerapan sistem tersebut ditinjau untuk memastikan kesesuaiannya tetap terjaga setelah sertifikasi diperoleh. Audit ini juga membantu organisasi mengevaluasi efektivitas proses kerja dan menindaklanjuti peluang perbaikan secara berkelanjutan.
Wahyu menekankan pentingnya pengembangan kompetensi amil melalui keikutsertaan dalam berbagai program sertifikasi dan pelatihan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta profesionalitas SDM dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Selain itu, Lazismu UMY terus berupaya memastikan penyaluran dana dilaksanakan sesuai syariat Islam dan tepat sasaran, sehingga amanah para donatur dapat diterima oleh pihak yang berhak dan memberikan manfaat secara optimal.
Pelaksanaan audit ISO 9001:2015 memiliki manfaat strategis bagi Lazismu UMY. Pertama, audit membantu memastikan konsistensi penerapan prosedur dan standar kerja di seluruh bagian organisasi. Kedua, audit menjadi sarana evaluasi untuk menemukan potensi ketidaksesuaian maupun peluang peningkatan kualitas.
Ketiga, audit mendorong budaya kerja yang lebih disiplin, terukur, dan bertanggung jawab. Keempat, penerapan sistem manajemen mutu yang efektif dapat mendukung peningkatan kepercayaan para donatur, mitra, dan masyarakat terhadap pengelolaan lembaga.
Dalam konteks pengelolaan zakat, sistem manajemen mutu berperan mendukung proses penghimpunan, pengadministrasian, dan penyaluran dana agar berjalan tertib dan konsisten. Meski demikian, kepatuhan terhadap syariat Islam dan ketepatan sasaran penyaluran tetap memerlukan penerapan ketentuan syariah serta prosedur pengelolaan yang sesuai.
Berdasarkan pemaparan hasil audit, menurut auditor TÜV Rheinland, Abdul Manan Aruli, Lazismu UMY memperoleh hasil tanpa temuan ketidaksesuaian (nonconformity), baik kategori mayor maupun minor. “Auditor mencatat empat observasi positif (positive observations) serta satu peluang perbaikan (opportunity for improvement) yang menjadi catatan penting bagi lembaga untuk mempertahankan praktik kerja yang telah berjalan baik”, pungkasnya.
Hal ini, sambung Manan, sekaligus menindaklanjuti peluang perbaikan yang teridentifikasi. Dalam tinjauan 2nd Surveillance Audit tahun 2026, Lazismu UMY sudah sesuai sertifikasi SNI ISO 9001:2015.
Melalui audit ini, Lazismu UMY memastikan sistem manajemen mutu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan lembaga. Tujuan akhirnya adalah membangun proses kerja yang semakin efektif, meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat akuntabilitas pengelolaan, serta menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan komitmen terhadap evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, Lazismu UMY terus berupaya menjaga kepercayaan para donatur dan memastikan amanah yang dititipkan dikelola secara amanah dan profesional. Upaya ini menjadi bagian dari langkah Lazismu UMY untuk terus bertumbuh, memperluas manfaat, dan memberikan pelayanan terbaik.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu UMY]

