Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Lazismu Salurkan 27.000 Liter Air Bersih di Tiga Kecamatan di Banyumas

BANYUMAS -- Kekeringan tidak hanya melanda kabupaten Cilacap, sejumlah wilayah di kabupaten Banyumas, di kecamatan dan desa mengalami kekeringan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas ada sejumlah 8.371 kepala keluarga terdampak kekeringan.

Sementara itu, hingga pertengahan Agustus 2026, distribusi air bersih telah menjangkau 39 desa atau kelurahan dengan total 1,311 juta liter air. Kondisi itu menggerakan jaringan relawan Lazismu dan MDMC Banyumas dalam program Indonesia Siaga untuk merespons bencana hidrometeorologi seperti kekeringan air saat ini.

Fokus bantuan penyaluran air bersih dari Lazismu Banyumas, menyasar tiga kecamatan yang dianggap sebagai wilayah paling parah terdampak kekeringan. Kecamatan itu meliputi kecamatan Sumpiuh, Ajibarang dan Gumelar, di Kabupaten Banyumas.   

Seperti disampaikan dalam akun resmi media sosial Lazismu Banyumas (2/9/2026), sebanyak 27.000 liter air bersih tuntas dalam 1 hari didistribusikan untuk 200 kepala keluarga terdampak kekeringan di Desa Sawangan dan Desa Jingkang, Kecamatan Ajibarang.

Penyaluran juga menyasar Kecamatan Gumelar, bantuan air bersih dikirim ke Desa Samudera, Samudera Kulon, dan Telaga. Sekitar 1.000 liter air bersih diserahkan melalui Camat Gumelar untuk warga terdampak.

Distribusi air bersih kembali dilakukan di Kecamatan Sumpiuh. Bantuan disalurkan ke Desa Karanggedang, Kebokura, Kemiri, Kradenan, dan Nusadadi. Sumber air bersih diproleh dari mata air milik Ibu Tuniyem, kader PC Aisyiyah Sumpiuh di Desa Lebeng.

Sumber air bersih diperoleh dari mata air milik Ibu Tuniyem, kader PC Aisyiyah Sumpiuh di Desa Lebeng. Titik sumber air ini menjadi penyambung kebutuhan warga atas akses air bersih selama kemarau.

Salah seorang relawan MDMC Sumpiuh, Gustono, sigap mengatur distribusi air bersih agar merata. “Air bersih ini layak untuk untuk diminum, selain itu warga bisa menggunakannya untuk masak dan mandi. Yang paling penting sebelum anak-anak berangkat sekolah air harus tersedia jangan sampai telat distribusinya”, pungkasnya.

Warga terdampak kekeringan sangat terbantu dengan kehadiran tangki air bersih. Salah seorang warga, Badriyah, dari Desa Nusadadi, Sumpiuh, mengaku sangat terbantu. “Alhamdulillah ada bantuan air bersih. Pakaian sekolah cucu saya bisa kembali bersih setelah di cuci dengan air bersih”, imbuhnya.

Respons senada disampaikan warga lain yang terdampak. Dengan adanya pasokan rutin air bersih, kegiatan rutin rumah tangga dan sekolah bisa kembali berjalan normal kendati kemarau belum berakhir.

Titik sumber air ini menjadi satu-satunya harapan utama warga selama kemarau dalam akses air bersih. Relawan MDMC Sumpiuh, Gustono, bertugas mengatur distribusi agar merata. “Air bersih ini layak dikonsumsi untuk minum. Warga juga menggunakannya untuk keperluan masak dan mandi. Yang paling penting, saat anak-anak berangkat sekolah air tersedia, karena itu, kami jaga agar tidak telat distribusi”, ujarnya.

Relawan dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas bersama Yayasan Gerakan Beramal Baik juga mendukung Lazismu untuk bergerak cepat. Air bersih terus didistribusikan ke desa-desa terdampak.

Jelang akhir Agustus 2026, aksi respons bencana kekeringan ini mampu menjawab atas 28.222 jiwa yang tercatat dampak kekeringan. Mewakili PDPM Banyumas, Subhan Purnomo Aji mengatakan Muhammadiyah Banyumas dan Gerakan Beramal Baik berkomitmen untuk terus bergerak selama dibutuhkan.

“Musim kemarau masih berlangsung, selama hujan belum turun mengisi mata air sumur warga kami akan terus distribusikan air bersih”, katanya dengan penuh komitmen. Relawan juga tidak berhenti mengajak masyarakat untuk ikut berdonasi mambantu warga lain yang terdampak kekeringan di wilayah kabupaten Banyumas.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Banyumas]

SELENGKAPNYA
3 September 2026

Darurat Asap Muhammadiyah Desak Penanganan Karhutla, Lazismu Dirikan Rumah Oksigen

PONTIANAK -- Bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat dampak dan bahayanya setali tiga uang dengan provinsi lainnya di kepulauan Kalimantan. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu, 30 Agustus 2026, kondisi titik api terpantau sebanyak 946 titik secara nasional.

Pada skala provinsi, menurut Kemenhut dalam Siaran Persnya (31/8/2026), penanganan karhutla terbanyak dilakukan di Kalimantan Tengah sebanyak 21 lokasi, disusul Kalimantan Barat 16 lokasi, Sumatera Selatan 13 lokasi, Kalimantan Selatan 11 lokasi, Jambi 9 lokasi, Riau 8 lokasi, dan Kalimantan Timur 7 lokasi.

Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat menyampaikan pernyataan sikap dan sejumlah desakan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Desakan tersebut, dilansir dari Pontianak Info (31/8/2026) bahwa menyusul meningkatnya jumlah titik panas di provinsi itu.

Bersandar pada data yang mereka rujuk dari BMKG Kalbar dan BPBD Provinsi Kalimantan Barat, terdeteksi ribuan titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah. Sementara itu, MLH menilai lonjakan titik api pada 29 Agustus 2026 tercatat 6.050 titik yang menunjukkan peningkatannya harus secepatnya diantisipasi.

Melalui desakan itu, MLH mengatakan wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi mencakup Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Melawi. Diketahui bahwa wilayah tersebut memiliki kawasan ekosistem gambut yang dinilai rentan terhadap kebakaran bawah permukaan.

Kondisi itu menjadi perhatian serius, karena kebakaran pada ekosistem gambut tidak hanya terjadi di permukaan. Panas bara api di bawah permukaan tanah dapat tetap menyala sehingga sulit untuk dipadamkan jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Rumah Oksigen Darurat Asap

Sebagai upaya respons bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Lazismu mendirikan rumah oksigen yang menjadi ruang aman bagi masyarakat terdampak. Tujuannya untuk mendapatkan udara yang bersih serta oksigen dalam layanan pendukung kesehatan selama kabut asap kian membahayakan.

Muhammadiyah Kalimantan Barat melalui dukungan Lazismu dalam program Indonesia Siaga, terus menggalang donasi kemanusiaan dan menyediakan titik – titik rumah oksigen untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla.

Lazismu Kalimantan Barat merinci titik-titik rumah oksigen tersebut sebagai berikut:     

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
3 September 2026
Berdayakan UMKM, Lazismu Pacu Kemandirian Ekonomi Pak Ali Usman Lewat Bantuan Gerobak Sate

Berdayakan UMKM, Lazismu Pacu Kemandirian Ekonomi Pak Ali Usman Lewat Bantuan Gerobak Sate  

MEDAN – Rasa sate padang akrab di lidah orang Indonesia. Racikan bumbu dan kuah kental berwarna kuning menambah daya tarik daging sapi yang ditusuk runcing bambu. Di Medan, Sate Padang Ali Usman bisa ditemui di Jalan Paku Gang Sutar, Kota Medan.

Amil Lazismu di Kota Medan beberapa waktu yang lalu mengunjunginya. Nama lengkapnya Ali Usman Nasution. Pasalnya Pak Ali Usman membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kapasitasnya dalam berdagang. Lewat program pemberdayaan ekonomi, Lazismu menjembataninya agar tetap berdaya.

Seiring waktu, Lazimu Kota Medan mengabulkan kebutuhan yang dibutuhkan Pak Ali Usman.  Sebagai seorang pelaku usaha kecil, melalui Program Merdeka UMKM Duafa dan Disabilitas, Lazismu memberikan bantuan berupa gerobak mesin dan spanduk usaha, pada Ahad, 31 Agustus 2026, di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kota Medan, Muhammad Rifki, yang hadir dalam penyaluran itu, mengtaakan bahwa program pemberdayaan ekonomi merupakan bentuk komitmen Lazismu dalam menghadirkan nilai manfaat kepada masyarakat.

“Bantuan ini merupakan bentuk ikhtiar Lazismu untuk mendukung para pelaku usaha dari kalangan duafa agar dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonominya”, terangnya.

Kami berharap bantuan sarana usaha ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas dan keberlangsungan usaha Pak Ali Usman. Ia menambahkan, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada tahap penyaluran.

Selanjutnya, di lain waktu usaha sate padang milik Pak Ali Usman akan menjadi salah satu UMKM binaan Lazismu di Kota Medan. Melalui pembinaan dan pendampingan, ia berharap usaha tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pak Ali Usman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Lazismu serta seluruh pihak dan para donatur yang telah mendukung usahanya. ““Saya sangat bersyukur bahwa bantuan gerobak dengan mesin ini serta perlengkapan usaha sangat begitu  berarti”, ucapnya.

Bantuan ekonomi ini, bagi saya sehari-hari sangat membantu untuk menjalankan dan mengembangkan usaha sate padang. Semoga seluruh kebaikan para donatur mendapatkan balasan dan keberkahan.

Melalui Program Merdeka UMKM Dhuafa dan Disabilitas, Lazismu Kota Medan terus berupaya mengoptimalkan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya melalui program-program pemberdayaan yang produktif dan berkelanjutan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Medan]

SELENGKAPNYA
2 September 2026
Kalteng Merah Menyala, 53 Orang Terpapar Asap Dilarikan ke Rumah Oksigen Muhammadiyah

Kalteng Merah Menyala, 53 Orang Terpapar Asap Dilarikan ke Rumah Oksigen Muhammadiyah

KALIMANTAN TENGAH -- Pantauan satelit menampilkan kepulauan Kalimantan merah menyala. Akibat kebakaran hutan dan lahan, sebanyak 74,640.61 hektar lahan hangus terbakar. Kabut asap yang kian pekat, drastis memperluas jangkauan orang terpapar asap bahkan hingga ke negera tetangga.

Bertambahnya jumlah titik api di pulau Kalimantan mengakibatkan paparan asap terhadap masyarakat kian mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan melaporkan per tanggal 27 Agustus 2026, kualitas udara di kepulauan itu tidak sehat dan 5 juta lebih warga terdampak. Bahkan berdasarkan indeks standar pencemaran udara (ISPU) dari Kemenkes, provinsi Kalimantan Barat dinyatakan dalam situasi yang berbahaya.

Dalam situasi itu, One Muhammadiyah One Response (OMOR) melalui Pos Komando dan Koordinasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah telah melakukan siaga tanggap darurat bersama Lazismu dan elemen persyarikatan lainnya. Para relawan Muhammadiyah masih terus memberikan layanan untuk warga yang terdampak.

Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani mengatakan Pos Komando dan Koordinasi masih terus mendata termasuk layanan yang diberikan dalam program Indonesia Siaga. Dari laporan di lapangan, kata Fitriani, Senin (31/8/2026), selain turut melakukan pemadaman dan pendinginan, Pos Koordinasi di sini siap siaga melayani rumah singgah oksigen, mobil oksigen, layanan kesehatan lapangan, pembagian masker, dan layanan nutrisi serta edukasi.

“Rumah Oksigen di Kalimantan Tengah, beroperasi mulai pukul 08.00 – 16.00 waktu setempat. Beralamat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono, KM 1,5, Palangka Raya”, ujarnya.

Relawan Muhammadiyah terdiri dari unsur pimpinan Aisyiyah dan ortom.  Fitiriani merinci, jumlah relawan terdiri dari relawan pemadam 10 orang, relawan medis 60 orang, relawan logistik 30 orang dan relawan poskor 15 orang.

Menurut laporan layanan Rumah Singgah Oksigen Muhammadiyah, sampai dengan 30 Agustus 2026 telah melayani 7 orang yang mengalami gangguan pernapasan. Hingga hari ini, kata Fitriani, penerima manfaat Rumah Oksigen Muhammadiyah mencapai 53 orang.

Lazismu Kalimantan Tengah lewat program Indonesia Siaga senantiasa mendukung respons bencana kebakaran hutan dan lahan. Penggalangan dana kemanusiaan terus dilakukan untuk memberikan nilai manfaat kepada warga yang terdampak.

Kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi adalah tabung oksigen, Masker N95, obat-oabatan dan vitamin, alat pelindung diri untuk relawan di lapangan, dan nutrisi untuk relawan yang bertugas serta alat pemadam api.    

Selaras dengan program Indonesia Siaga, Ketua LRB/MDMC Kalimantan Tengah, Heru Setiawan, mengungkapkan peran Pos Koordinasi bagian dari gerakan respons bencana Muhammadiyah akibat kebakaran hutan dan lahan dengan garis koordinasi.

“Kami berupaya menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan masyarakat maupun para relawan yang berada di lapangan,” ujarnya.

Melengkapi informasi dari Ketua MDMC Kalimantan Tengah, Ketua Poskor, Inayati Muharini mengatakan bahwa Poskor Muhammadiyah telah diaktifkan sepekan yang lalu. Dan direncanakanakan beroperasi sampai dengan Senin, 21 September 2026. Masa operasional tersebut disesuaikan dengan perkembangan kondisi yang ada mengikuti status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kalteng]

SELENGKAPNYA
31 Agustus 2026
Status Darurat Bencana Berakhir, EMT Muhammadiyah Tangani 2.222 Penyintas Gempa NTT

Status Darurat Bencana Berakhir, EMT Muhammadiyah Tangani 2.222 Penyintas Gempa NTT

NUSA TENGGARA TIMUR -- Status keadaan darurat bencana pascagempa yang telah ditetapkan oleh Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, melalui surat keputusannya, Nomor 229/KEP/HK/2026, selama 14 hari telah berakhir yang dimulai pada 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026.

Sampai hari ini, jumlah korban meninggal dunia pasgempa NTT sebanyak 120 jiwa. Penyintas yang mengalami luka-luka atau sakit sejumlah 1.658 jiwa. Sementara itu, jumlah penyintas yang mengungsi sebanyak 183.673 jiwa, berdasarkan data visual antarmuka yang disajikan BNPB per tanggal 31 Agustus 2026.

Jumlah pengungsi terbanyak ada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 jiwa, selanjutnya disusul Kabupaten Nagekeo sejumlah 50.276 jiwa. Lalu di Kabupaten Manggarai Timur sekitar 30.098 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 27.564, Kabupaten Ngada sejumlah 19.369 jiwa, Kabupaten Sikka 5.658 jiwa, dan Kabupaten Ende sebanyak 152 jiwa.    

Kondisi para penyintas pascagempa NTT secara psikologis masih dalam situasi mental yang belum pulih. Karena itu, layanan kesehatan dan psikososial masih terus diberikan agar para penyintas mendapat penanganan yang aman dari tim medis.

Hingga 26 Agustus 2026, Kementerian Kesehatan menerjunkan 392 tenaga kesehatan. Merespons cepat krisis kesehatan pascagempa di tujuh kabupaten di Kepulauan Flores,NTT, seperti dilansir dalam laman resminya. Ada dua rumah sakit (RS) lapangan berbasis tenda udara didirikan untuk memastikan yang luka berat segera mendapat tindakan medis.   

*RS Lapangan Muhammadiyah Tangani 2.222 Penerima Manfaat*

Melalui program Indonesia Siaga, Tim Medis Darurat (EMT) Muhammadiyah selama 30 hari dalam masa tugasnya masih akan terus melayani warga yang terdampak. Dalam laporan pelayanan kesehatan EMT yang diterima Lazismu, terhitung dari 17 Agustus 2026 hingga 28 Agustus 2026, tim medis darurat telah menangani 2.222 pasien lewat layanan kesehatan.

Dari aksi kemanusiaan tersebut, Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah yang berstandar WHO, mendata status kesehatan warga terdampak berdasarkan kelompok umur.  Selama dua pekan lebih berjalan, tim medis telah melayani kesehatan bayi, balita, anak, remaja, dewasa dan lansia.

Berdasarkan jenis kelamin, terdata ada 1.328 pasien perempuan, dan terdapat 894 pasien laki-laki dan 13 pasien ibu hamil telah menerima manfaat dari layanan kesehatan. Dengan demikian, EMT Muhammadiyah merinci bahwa berdasarkan usia terdapat 54 pasien bayi, 128 pasien balita, 178 pasien anak, 78 pasien remaja, 1.317 pasien dewasa dan 467 pasien lansia.

Dari hasil pemeriksaaan dan tindakan medis tersebut, ada 437 penyintas yang mengalami infeksi saluran pernapasan. Dan sebanyak 372 penyintas mengalami nyeri otot dan pegal-pegal (myalgia), 233 penyintas mengalami hipertensi, 186 penyintas mengalami gejala rasa tidak nyaman atau nyeri pada bagian sekitar perut (dyspepsia), 153 penyintas mengalami sakit kepala dan rasa nyeri leher hingga tengkuk (chepalgia).

Menurut Ketua EMT, Dokter Corona Rintawan di lapangan, pada hari-hari sebelumnya tim medis darurat menemukan kasus-kasus trauma atau cedera yang sudah tertangani. Di samping itu, ditemukan juga penyakit infeksi yang mulai meningkat menjangkiti para penyintas.

“Setelah mendapat penanganan dari tim medis darurat dan dari data – data yang ada menunjukkan bahwa terjadi penurunan kasus-kasus trauma atau cedera dan kenaikan panyakit-penyakit infeksius yang kemungkinan muncul karena kondisi di sekitar lingkungan pengungsian”, kata Dokter Corona dari Rumah Sakit Lapangan, pada Senin, (31/8/2026).

Untuk itu, kata Dokter Corona, edukasi dan pendampingan pola hidup sehat di pengungsian menjadi penting mulai dari pemanfaatan sanitasi dan akses air bersih. Dengan demikian, penyintas dapat mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan dasar di lingkungan sekitar tenda pengungsian.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
31 Agustus 2026
Lazismu Kucurkan Rp 100 juta Lewat Pilar Pendidikan, 200 Siswa Terima Beasiswa Mentari

Lazismu Kucurkan Rp 100 juta Lewat Pilar Pendidikan, 200 Siswa Terima Beasiswa Mentari

CIREBON – Dua ratus siswa menerima manfaat dari pilar pendidikan program Beasiswa Mentari. Penyaluran beasiswa itu dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI ke-81, yang bertajuk Kado Kemerdekaan Anak Bangsa (KKAB).

Penyelenggara program ini Lazismu Kabupaten Cirebon dengan menyasar para siswa di sekolah-sekolah lingkungan persyarikatan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon.

Penyerahan simbolis dilaksanakan pada Kamis, (27/8/2026), di Lapangan Mini Soccer, Jalan Tuparev No. 70, Kompleks Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian apel pembukaan siswa baru sekaligus momentum memperingati semangat kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Barat, Chafid Seffriyadi, mengatakan Program Beasiswa Mentari KKAB adalah wujud nyata kepedulian Lazismu terhadap keberlanjutan proses pendidikan anak-anak.

Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu menghadirkan dukungan nyata agar setiap anak memiliki kesempatan untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Dalam pelaksanaannya di Kabupaten Cirebon, Lazismu Jawa Barat turut berkontribusi melalui dukungan sejumlah beasiswa.

“Memaknai kemerdekaan tidak hanya merayakannya, tetapi juga dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk terus belajar dan mengejar impiannya. Melalui program ini, kami ingin semangat kemerdekaan hadir dalam bentuk nyata membantu pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Cirebon, Mohamad Ranudin, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan komitmen Lazismu Kabupaten Cirebon untuk mendukung pendidikan siswa di lingkungan sekolah persyarikatan.

“Program Beasiswa Mentari Kado Kemerdekaan Anak Bangsa disalurkan dengan total senilai Rp100 juta untuk sekitar 200 siswa,” pungkasmnya. Kami menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Jawa Barat yang telah mendukung terselenggaranya program ini.

Para penerima manfaat beasiswa berasal dari kalangan yatim-piatu, duafa, siswa berprestasi, dan siswa penghafal Al-Qur’an. Harapannya, kata Ranudin, bantuan beassiwa ini dapat meringankan kebutuhan pendidikan sekalian memberi semangat belajar agar berprestasi.

Salah seorang penerima manfaat, Zacky Syahril Assyawal, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan melalui Program Beasiswa Mentari Kado Kemerdekaan Anak Bangsa. Zacky berharap kesempatan yang diraihnya bisa  membantu memenuhi kebutuhan pendidikannya.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan beasiswa ini. Bantuan ini sangat berarti untuk membantu kebutuhan sekolah saya. Semoga program seperti ini terus ada dan semakin banyak siswa yang bisa mendapatkan nilai manfaat”, katanya.

Hadir dalam penyerahan beasiswa, Bupati Cirebon, Imron bersama Lazismu Jawa Barat, Ketua PDM Kabupaten Cirebon Novan Hardiyanto, Majelis Dikdasmen, Lazismu Kabupaten Cirebon, serta para siswa dari sekolah-sekolah persyarikatan. Kehadiran berbagai unsur menandai adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, persyarikatan, dan lembaga filantropi.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kab. Cirebon/ade]

SELENGKAPNYA
31 Agustus 2026
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross