

PAREPARE – Anggota kepolisian dari Markas Polres Kota Parepare merespons kampanye zakat yang digelar Lazismu Kota Parepare selama Ramadan 1447 Hijriah. Hal ini merupakan langkah presisi dari korp Bhayangkara untuk memperkuat semangat berbagi dengan menunaikan zakat fitrah.
Penyerahan zakat fitrah dari anggota Polres Kota Parepare tersebut berlangsung pada Senin (16/3/2026), di Markas Polres setempat. Penyerahan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Parepare untuk memastikan zakat yang dihimpun dapat dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran melalui lembaga zakat yang terpercaya.
Wakapolres Kota Parepare menyampaikan bahwa zakat fitrah merupakan kewajiban setiap muslim yang memiliki kemampuan. “Pelaksanaannya di lingkungan kepolisian menjadi momentum untuk meningkatkan nilai keimanan, kepedulian sosial, serta solidaritas terhadap masyarakat yang membutuhkan,” kata Kompol Saharuddin.
Saharuddin berharap melalui zakat fitrah dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kami juga mempercayakan pengelolaan zakat ini kepada Lazismu Kota Parepare agar disalurkan secara tepat sasaran dan bermanfaat bagi para mustahik.
Merespons antusias korp Bhayangkara itu, perwakilan Lazismu Kota Parepare, Muhammad Islah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Polres Kota Parepare. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi amanah besar yang akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Kepercayaan yang diberikan oleh Polres Kota Parepare merupakan bentuk sinergi yang sangat baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” ujarnya. Insya Allah zakat fitrah yang telah diserahkan ini akan segera didistribusikan kepada para mustahik yang membutuhkan.
Lebih lanjut, ungkap Sekretaris Lazismu Kota Parepare tersebut, bahwa Lazismu Kota Parepare terus berkomitmen untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara transparans, profesional, dan tepat sasaran.
Penyaluran zakat fitrah nantinya akan diprioritaskan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf), khususnya masyarakat kurang mampu, fakir-miskin, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan menjelang lebaran nanti.
Kegiatan penyerahan zakat fitrah ini, sambungnya, menjadi wujud nyata kolaborasi antara institusi kepolisian dan lembaga amil zakat dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya dapat lebih terarah dan memberikan dampak yang lebih luas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Parepare]

BOGOR — Senja belum sepenuhnya turun ketika langkah-langkah warga mulai memenuhi halaman Masjid Nurul Ikhwan di Kampung Melati RT 03 RW 01, Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Dari anak-anak hingga orang tua, mereka datang dengan satu tujuan yang sama: meramaikan masjid di bulan suci Ramadan.
Di tempat inilah program “Back to Masjid” terlaksana pada Ahad (16/3/2/026). Sebuah inisiatif yang mengajak masyarakat kembali memakmurkan rumah ibadah melalui rangkaian kegiatan keagamaan, kajian, serta kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program ini lahir dari semangat warga Kampung Melati yang ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum menghidupkan kembali aktivitas masjid. Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan dari Lazismu Pusat bekerja sama dengan Paragon Corp, sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan lebih luas manfaatnya bagi masyarakat sekitar.
Ketua DKM Masjid Nurul Ikhwan Uka Iskandar menyampaikan rasa syukurnya atas kolaborasi yang terjalin dalam program Ramadan tahun ini.
“Ucapan terima kasih kepada Lazismu Pusat yang telah bersedia berkolaborasi bersama kami dalam program Ramadan ini,” ujarnya.
Bagi warga Kampung Melati, masjid bukan sekadar tempat menunaikan ibadah. Ia adalah ruang perjumpaan, tempat bertumbuhnya kebersamaan, sekaligus tempat masyarakat saling menguatkan. Karena itu, berbagai kegiatan dihadirkan sepanjang Ramadan agar masjid kembali menjadi pusat kehidupan sosial dan spiritual warga.
Ketua RT 03 Kampung Melati Reza Kurniawan menjelaskan bahwa program tersebut berawal dari inisiatif masyarakat setempat yang ingin menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hidup di lingkungan mereka.
“Program ini merupakan program yang diinisiasi oleh warga Kampung Melati yang kemudian mendapatkan support penuh dari Lazismu Pusat, dalam hal ini juga Paragon,” jelasnya.
Sepanjang Ramadan, Masjid Nurul Ikhwan dipenuhi beragam aktivitas keagamaan. Mulai dari salat tarawih berjamaah, buka puasa bersama di masjid, hingga kajian-kajian Islami yang mengajak masyarakat memperdalam pemahaman agama.
Sekretaris Pelaksana Ramadhan 1447 Lazismu, Fathin Rabbani Sukmana, mengatakan bahwa program Back to Masjid menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan kembali semangat masyarakat dalam memakmurkan masjid.
“Bulan Ramadan menjadi landasan belajar untuk kembali menjadi insan yang murni bagi semua usia. Puasa bukan hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga menjadi momentum memperkuat spiritualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semangat Back to Masjid diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menghidupkan masjid, seperti berbagi takjil, kajian keislaman, i’tikaf, serta aktivitas sosial lainnya yang melibatkan masyarakat.
“Setiap proses yang dilakukan Lazismu memiliki niat agar semangat masyarakat tetap terjaga, terutama dalam hal infak dan sedekah,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan kajian keislaman yang disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor, Didin Mahyudin. Dalam kajiannya, ia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk memperkuat keimanan sekaligus memperbanyak amal kebaikan.
Melalui program Back to Masjid, Masjid Nurul Ikhwan perlahan kembali menjadi ruang yang hidup bagi masyarakat. Bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga tempat bertemunya harapan, ilmu, dan kepedulian.
Kesederhanaan Kampung Melati, Ramadan menghadirkan pesan yang sederhana namun kuat: ketika masjid kembali dipenuhi langkah jamaah, kebersamaan pun tumbuh kembali di tengah masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JEMBER - Di tengah aktivitas warga yang mulai bersiap menyambut waktu berbuka puasa, suasana di RT 02 RW 17 Kelurahan Kaliwates, Kabupaten Jember, pada Senin (9/3/2026) tampak lebih ramai dari biasanya. Warga berkumpul di sekitar selokan lingkungan di belakang Kantor Samsat Jember, membawa ember berisi benih ikan nila yang akan ditebar bersama. Program CINTA SiPeka sendiri merupakan inovasi yang digagas oleh Lurah Kaliwates Abdul Khamil dengan melibatkan berbagai pihak. Lazismu Jember berperan dalam penyediaan ayam, pakan, serta renovasi kandang, sementara proses pembinaan masyarakat dilakukan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Jember.
Di sudut lain, kandang ayam petelur yang baru dipersiapkan berdiri sebagai tanda mulainya sebuah ikhtiar baru. Dari ruang sederhana di lingkungan warga inilah program pemberdayaan masyarakat mulai digerakkan untuk mengubah potensi sekitar menjadi sumber penguatan ekonomi keluarga sekaligus pemenuhan gizi masyarakat.
Launching program yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut dihadiri oleh Dima Akhyar (Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Pemerintah Kabupaten Jember), Abdul Khamil (Lurah Kaliwates), Arief Nur Hartanto (Manager Program Lazismu Jember), serta perwakilan Majelis Lingkungan Hidup, Majelis Pemberdayaan Masyarakat, LP UMKM PD Muhammadiyah Jember, pengurus Forum RT/RW, kader posyandu, dan masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan diawali dengan penebaran benih ikan nila di selokan lingkungan warga. Aksi sederhana tersebut menjadi simbol dimulainya program urban farming yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber pangan sekaligus potensi ekonomi keluarga.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan ayam petelur Kuntara kepada warga penerima manfaat. Program ini tidak hanya mendorong usaha rumah tangga berbasis peternakan kecil, tetapi juga menghadirkan dukungan terhadap pemenuhan gizi keluarga melalui distribusi telur.
Sebagian telur dari ayam petelur tersebut bahkan diserahkan kepada kader posyandu sebagai bentuk dukungan terhadap program peningkatan gizi masyarakat dan upaya pencegahan stunting di lingkungan setempat.
Manager Program Lazismu Jember Arief Nur Hartanto menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pengelolaan zakat produktif yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Zakat produktif yang dikelola Lazismu bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Bantuan yang diberikan bukan sekadar konsumsi, tetapi menjadi modal usaha agar penerima manfaat mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Abdul Khamil, program ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan solusi sederhana namun berdampak bagi masyarakat perkotaan.
“Melalui program CINTA SiPeka, kami ingin menghadirkan inovasi yang sederhana tetapi berdampak besar. Lingkungan di sekitar warga dapat dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan gizi,” katanya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Jember. Dima Akhyar menilai inovasi tersebut selaras dengan arah pembangunan daerah yang menekankan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Program inovasi dari Kelurahan Kaliwates ini sangat selaras dengan arah pembangunan daerah. Pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat seperti ini menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup warga,” tuturnya.
Bagi warga penerima manfaat, program ini membawa harapan baru. Pak Tole, salah satu warga yang menerima manfaat dari program tersebut, mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Selain bisa membantu menambah penghasilan, kami juga mendapatkan sumber pangan yang bergizi untuk keluarga,” ucapnya.
Menjelang waktu berbuka, kegiatan launching ditutup dengan buka puasa bersama. Di tengah kebersamaan itu, program CINTA SiPeka bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal menuju kemandirian ekonomi sekaligus peningkatan gizi keluarga.
Jika berjalan sesuai harapan, model pemberdayaan ini diharapkan dapat menjadi contoh inovasi sosial yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Kabupaten Jember untuk membuka jalan bagi perubahan dari mustahik menuju muzaki melalui kerja bersama dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jember]

JAKARTA -- Berbagi kepedulian di bulan suci Ramadan adalah momentum menebar kebaikan terhadap sesama. Dalam semangat berbagi itu, Lazismu menggelar Semarak Ramadan di Kenari, Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2026.
Program kepedulian tersebut meliputi program Tebar Takjil, edukasi zakat, santunan anak yatim, hingga buka puasa bersama amil yang sukses diselenggarakan di bilangan Jambrut, Kelurahan Kenari. Kegiatan ini menjadi nilai penting untuk mempererat silaturahim antara lembaga filantropi, pemerintah setempat, dan masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan program Tebar Takjil yang dimulai pukul 16.00 WIB. Sebanyak 300 paket berbuka puasa yang berisi makanan berat, penganan ringan (snack), dan es buah didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Pembagian takjil ini menyasar masyarakat sekitar kawasan Jambrut serta para pengemudi ojek online yang sedang mencari nafkah. Proses distribusi berjalan sangat tertib karena menggunakan sistem kupon yang telah dibagikan kepada warga pada hari sebelumnya.
Sebelum agenda buka bersama amil, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, dalam sambutannya mengatakan acara ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat dengan hadirnya Ibu Ojoh Juhariah selaku Lurah Kenari yang turut hadir.
Mujadid Rais menyampaikan terima kasihnya atas kesempatan ini, sehingga Lazismu bisa hadir bersama dengn unsur Kelurahan Kenari untuk berbagi kepedulian bagi warga sekitar. “Ini adalah agenda Lazismu menyemarakan bulan suci ramdan untuk berbagi kepada warga sekitar di Kantor Lazismu Pusat,” ujarnya.
Lurah Kenari, Ojoh Juhariah, mengapresiasi apa yang telah diinisiasi oleh Lazismu di kelurahan Kenari untuk berbagi kepedulian sosial. “Kami sampaikan juga ucapan terima kasih kepada Lazismu atas bantuannya untuk Sebagian warga kenari,” pungkasnya.
Kami telah berkoordinasi dengan banyak pihak, kata Ojoh. Mulai dari unsur kelurahan Kenari sendiri, dan pihak RT dan RW setempat untuk menyukseskan acara ini. Alhamdulillah warga di sekitar kantor Lazismu Pusat, terutama di jalan Jambrut, bisa ikut berpartispasi dan hadir dalam acara buka bersama dan berbagi untuk warga duafa.
Menjelang waktu berbuka puasa, Dewan Pengawas Syariah Lazismu Pusat, Izza Rohman, memberikan suntikan semangat melengkapi ibadah puasa Ramadan. Pada sesi edukasi zakat dan Ramadan, Izza menekankan tentang nilai-nilai dan keutamaan berzakat dan bersedekah.
“Zakat tidak hanya ibadah khusus, di dalamnya ada banyak pelajaran berharga jika dikaji lebih dalam,” paparnya. Di dalam al-Qur’an, zakat tidak dimaknai semata dengan soal harta, tetapi bagaimana zakat dengan keutamaannya dan pengelolaannya mampu memberikan nilai manfaat yang berdampak pada muzaki dan mustahik,” jelasnya.
Di penghujung acara, Lazismu memberikan bantuan Kado Ramadan untuk anak-anak dari panti asuhan setempat. Tidak hanya menerima bantuan special, mereka diajak menikmati hidangan bersama – sama yang telah disiapkan untuk berbuka puasa.
Rangkaian acara yang penuh berkah ini ditutup dengan ramah tamah antara para amil, warga sekitar, dan jajaran pihak Kelurahan Kenari. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar yang juga didukung penuh Paragon Corp.
[kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

PEKANBARU -- Warga lanjut usia (Lansia) dan duafa yang berlokasi di RT 05, RW 01, Kelurahan Pulau Karomah, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru bersuka cita. Pasalnya, Lazismu Pekanbaru berbagi kebahagiaan pada Ramadhan 1447 H, dengan menyalurkan Kado Ramadan.
Sebanyak 23 paket disalurkan kepada lansia, termasuk 61 orang duafa di lokasi yang sama merasakan kebahagiaan. Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Pekanbaru, Cidi Firmansyah menjelaskan, Kado Ramadan serta santunan yang diberikan merupakan zakat dari donatur tetap Afdhal kepada Lazismu Kota Pekanbaru.
"Alhamdulillah hari ini Lazismu Pekanbaru sebagai perpanjangan tangan muzaki bisa menyalurkan Paket Kado Ramadan untuk lansia sebanyak 23 paket dan 61 santunan untuk duafa,” pungkasnya. Ini merupakan Amanah muzaki tetap yang memercayakan Lazismu Pekanbaru sebagai wadah penyalurannya, sambungnya pada Rabu (11/3/2026).
Firman juga tidak lupa bermunajat kepada muzaki itu agar diberikan kemudahan atas segala urusan serta diberikan keberkahan. "Melalui zakat ini semoga Bapak Afdhal senantiasa diberikan kemudahan segala urusan, diberikan kesehatan, panjang umur, diberkahi hidupnya," ujar Firman seraya mendoakan.
Sementara itu, Afdhal mengatakan bahwa ia sadar, rejeki yang ada terdapat 2,5 % hak para mustahik. "Harta titipan yang berlebih tentunya ada hak-hak para mustahik yang harus disalurkan. Sebab jika tidak disalurkan maka hidup tidak akan menjadi berkah," ungkapnya
Salah seorang lansia penerima Kado Ramadan, Dahniar, mengucapkan terima kasih kepada donatur Afdhal dan Lazismu Pekanbaru "Alhamdulillah, mewakili yang lain mengucapkan terima kasih atas bantuan ini yang telah memerhatikan lansia-lansia seperti kami. Ini sangat berharga bagi kami yang sudah usia lanjut," tutupnya.
Kolaborasi Bersama Baznas
Dalam rangkaian program Ramadan ini, Lazismu Pekanbaru juga melayani masyarakat melalui dua program unggulan yang digelar secara bersamaan, yaitu Program Taman Lansia dan Program Muliakan Yatim, yang berlangsung di Masjid Taqwa Muhammadiyah Pasar Cik Pun, Jalan Kusuma, Pekanbaru, pada Ahad (15/03/2026).
Lazismu Pekanbaru menyalurkan paket Kado Ramadhan untuk 28 lanjut usia dan santunan untuk 10 anak yatim yang hadir dengan penuh semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau sebagai mitra strategis Lazismu Pekanbaru dalam memperluas jangakauan program sosial keagamaan di Kota Pekanbaru.
Manager Lazismu Pekanbaru, Fadhullah Nury, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar lembaga dalam memuliakan kaum duafa, terutama para Lansia dan anak yatim.
ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekedar pemberian bantuan sesaat, melainkan bentuk kepedulian berkelanjutan agar para Lansia dan anak-anak yatim tetap merasakan perhatian dan kasih sayang.
"Program ini bentuk komitmen Lazismu Pekanbaru untuk memastikan para Lansia dan anak-anak yatim khususnya di Pekanbaru tetap merasakan perhatian, dicintai, disayang dan tidak dilupakan," ungkapnya.
Sementara Itu Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekanbaru, Rahmani, berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta berterimakasih kepada Baznas Riau yang telah bersedia berkolaborasi dalam program kebaikan
"Semoga penyaluran paket kado Ramadhan untuk Lansia dan juga santunan untuk anak-anak yatim ini bisa memberikan manfaat di bulan Ramadhan dan juga tak lupa ucapan terimakasih kepada Baznas Riau yang telah berkolaborasi kepada Lazismu Pekanbaru," ujarnya.
Salah satu momen yang paling berkesan dalam kegiatan ini adalah sesi kajian motivasi yang disampaikan oleh Ibunda Mulyati Umar dalam motivasinya, ia mengajak para Lansia untuk tetap semangat, aktif dan produktif di usia senja. Melalui program ini, Lazismu Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berdampak.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pekanbaru]

JAKARTA – Jum’at sore di kawasan jalan Sudirman masih ramai dilewati pengendara. Sebagian pekerja pulang lebih awal, sebagian yang lain memilih pulang kerja menjelang tiba waktu magrib. Para pekerja yang berjalan kaki mulai menuju Stasiun MRT Dukuh Atas sore itu (13/3/2026).
Tak jauh dari gedung perkantoran, pegiat sepeda gowes berkumpul di sisi jalur pendestrian. Dua sepeda dengan warna mencolok menyita perhatian. Pasalnya, dua unit sepeda itu berwarna kuning dan jingga. Desain dan bentuknya berbeda dari sepeda pada umumnya.
Di antara pedal dan dua kemudinya terdapat kargo (carrier) untuk menaruh barang, kata Sanny T. Wijaya, Koordinator Kemitraan dan Gerakan Sosial dari komunitas Bike to Work Indonesia, yang berkolaborasi dengan Lazismu untuk berbagi takjil. “Aksi sosial dengan berbagi takjil berupa makanan siap saji dilakukan untuk para pengemudi ojek online, penjual kopi keliling, petugas kebersihan serta masyarakat pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi,” ujar Sanny yang hobi gowes.
Menurut Sanny, kegiatan berbagi ini merupakan bentuk kepedulian komunitas pesepeda terhadap masyarakat yang tetap bekerja di jalan menjelang waktu berbuka puasa. “Relawan dari Bike to Work Indonesia dan amil Lazismu turun langsung menyapa pekerja,” pungkasnya.
Mereka membagikan takjil agar para pekerja yang masih di jalan dapat berbuka lebih nyaman setelah aktivitas harian. Sanny menyampaikan apresiasi kepada Lazismu atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan berbagi ini. Ia menilai, kerja sama tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dalam menebar kebaikan di bulan ramadan.
Gowes untuk Aktivitas Ramah Sosial
Bersepeda bagi anggota Bike to Work Indonesia tidak sebatas aktivitas menjaga kesehatan atau gaya hidup ramah lingkungan. Komunitas ini juga membawa pesan untuk menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama.
Penangung Jawab Tebar Takjil Program Ramadan Lazismu, Alfan Rivera, menyambut baik kolaborasi bersama Bike to Work Indonesia. Hari Jum’at itu, sambung Alfan, titik kumpul bersama tepat di Bike To Work Charter Jakarta Pusat, persis di depan hotel All Seasons Hub Dukuh Atas.
“Kegiatan berbagi dimulai pukul 16.00 WIB. Semua persiapan lengkap dengan seratusan paket takjil dengan sepeda kargo (carrier) yang memang biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan oleh pegiatan sepeda gowes ini yaitu B2W,” imbuhnya.
Alfan berharap agar agenda kemanusiaan dan sosial harus terus digaungkan dan dilaksanakan, apalagi berkolaborasi dengan komunitas ramah lingkungan seperti ini dapat memberikan dampak yang lebih luas.
Syukur alhamdulillah, para penerima manfaat tebar takjil menyambut hangat dan antusias. Pengendara ojol dan para pedagang di sekitar lokasi, kata salah seorang pekerja yang turut menikmati takjil ini menyampaikan terima kasih. karena saat jelang waktu berbuka terkadang tidak sempat untuk membeli atau menyediakan takjil.
“Dengan adanya program Tebar takjil dari Lazismu dan Bike to Work memudahkan kami yang masih berada di jalan untuk mencari makanan dan minuman sekadar untuk berbuka puasa,” paparnya.
Sebelum tebar takjil berakhir, komunitas Bike to Work Indonesia, mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, khususnya dengan menyisihkan sebagian rezeki melalui Lazismu. Momen di penghujung Ramadan, pada 10 hari terakhir merupakan waktu-waktu yang penuh keberkahan untuk berbagi terhadap sesama.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

