

Surabaya – LAZISMU. Dalam rangka Idul Adha 1440 H / 2019 M Lazismu Kota Surabaya sebagaimana tahun-tahun sebelumnya akan menyelenggarakan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan Idul Qurban. Pada kali ini, bekerjasama dengan RS Muhammadiyah Surabaya, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gayungan, serta JTV.
Kegiatan Baksoskes akan dilaksanakan pada Ahad, 11 Agustus 2019 di Panti Asuhan-Pesantren Muhammadiyah Gayungan, Masjid Al-Muttaqin Gayungan, kerjasama dengan PCM Gayungan dan RS PKU Muhammadiyah Surabaya, serta kegiatan bakti sosial di Muhammadiyah Training Centre Wonosalam Jombang.
Adapun agendanya ialah Pertama, Penyembelihan dan Pembagian Daging Qurban. Kedua, Pembagian 4 Unit Kursi Roda kepada Sahabat Disabilitas, Ketiga. Pengobatan Gratis kepada 100 orang Warga Dhuafa. Keempat. Pemberian 3 Sepeda Pancal untuk Dhuafa Rentan Putus Sekolah. Kelima. Pemberian 15 School Kit pada 15 Anak Yatim.
Ketua Lazismu Kota Surabaya, Sunarko mengajak segenap para dermawan muslim berpartisipasi mensukseskan kegiatan tersebut.
“Sehubungan dengan kegiatan diatas kami menjak para dermawan Muslim untuk berpartisipasi demi suksesnya kegiatan di maksud,” ajak Sunarko.
Program Qurban untuk Kemanusiaan dalam praktiknya juga diperuntukkan untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang akan diberikan kepada dhuafa, Selain itu, ada Qurban bencana dalam bentuk Rendang dan Kornet.
Menurut Sunarko, Qurban adalah perwujudan syukur, bukti cinta dan taqwa kepada Allah SWT. “Semoga diterima Allah SWT. Aamiin,” ucapnya.
Sebagaimana yang terdapat dalam Al Qur’an, Surat Al-Ma’idah Ayat 27,
ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".
Bagi segenap warga muslim yang ingin berqurban dapat transfer ke rekening Qurban LAZISMU SuKo Bank Muamalat: 77250 4 01 00 0 00000 an. Qurban LAZISMU Kota Surabaya atau BNI Syariah: 8800188880 a.n. Lazis Muhammadiyah Surabaya. (bp)
(Sumber: Lazismusby.com)

Surabaya – LAZISMU. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kota Surabaya melaksanakan pentasyarufan kursi roda di ruang Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Ahad (21/7/2019).
Ketua Lazismu Kota Surabaya, Sunarko, mengatakan, puji syukur kepada Allah hari ini kita bertemu di tempat yang mulia ini dalam keadaan sehat wal'afiat.
"Bapak Ibu sehat semua ya?," tanya Sunarko.
"Sehat Pak," jawab seluruh penerima bantuan itu.
Sehat itu, sambung dia, sangat mahal harganya, maka kita harus mengaplikasikan dalam bentuk ibadah kepada Allah.
"Alhamdulillah, Hari ini kami bisa mentasyarufkan 5 kursi roda kepada sahabat disabilitas. Kelima penerima tersebut adalah Bapak Karjono dengan alamat Platuk Donomulyo Kenjeran Surabaya,” ucapnya.
"Bapak Suginanto dengan alamat Kalijudan Surabaya, Bapak Subaki Kebraon Surabaya, Bapak Djuwon Jatis Tengah dan Ibu Sulikah dengan alamat Tambak Asri Surabaya," lanjutnya.
Masih kata Dia, pentasyarufan kursi roda secara simbolis diberikan pada hari ini. "Kursi Roda itu nanti akan diantarkan oleh petugas Lazismu kerumah masing-masing dan seluruh biaya ditanggung Lazismu," jelas Sunarko.
"Semoga bantuan kursi roda ini bisa bermanfaat bagi yang bersangkutan dan para donatur senang dan bahagia,” ucapnya.
"Bagi donatur atau pembaca bisa menyalurkan bantuan ZISnya melalui BANK SYARIAH MANDIRI 99398 2 01 00 0 00000 A/n.Infaq LAZISMU kota Surabaya dan BANK MUAMALAT 76640 2 01 00 0 00000 A/n.Infaq LAZISMU Kota Surabaya," pungkasnya. (bp)
(Sumber: Lazismusby.com)

Medan – LAZISMU. Lembaga Amil Zakat, Infak & Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Medan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Kamis (25/7/2019) di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Penandatanganan kerjasama ini ialah untuk menanamkan didalam diri kaum muda dengan memberikan rasa kepedulian terhadap sesama.
Dalam kesempatan itu, Asritanarni Munar, Dekan Fakultas Pertanian UMSU mengungkapkan, syukur alhamdulillah atas penandatangan MoU dengan Lazismu. “Alhamdulillah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Fakultas Pertanian dengan Lazismu.
Pihaknya berharap dengan adanya program ini dapat berjalan dengan baik dan sejalan dengan UMSU yang melakukan Nine Golden Habits. “Mudah-mudahan program ini dapat bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Muhammad Arifin Lubis, Ketua Lazismu Kota Medan, menuturkan bahwa Lazismu Kota Medan hadir di Fakultas Pertanian UMSU, yakni melaksanakan program Filantropi Muda.
Menurut Arifin, Program ini adalah bentuk kerjasama yang sangat baik dimana kita ingin mengedukasi anak-anak muda kaum milenial untuk gemar berbagi kepada sesama. Ia juga menekankan kalau program ini adalah wujud dari pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian UMSU dan Lazismu Kota Medan. “Nantinya program-program Lazismu Kota Medan akan kita sinergikan dengan Fakultas Pertanian,” jelasnya.
“Filantropi ini nantinya akan kita kelola setiap bulannya, dan ini adalah bagian dari syiar kita mudah-mudahan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya bisa terbantu dengan program-program Lazismu Kota Medan dengan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara,” tambahnya.
Penandatanganan tersebut dilakukan di Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II. Dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian UMSU beserta Wakil Dekan I, Dosen Fakultas Pertanian UMSU dan seluruh staf UMSU, Dewan Syariah Lazismu Kota Medan, Badan Pengawas Lazismu Kota Medan, Badan Pengurus Lazismu Kota Medan, seluruh staf Lazismu Kota Medan, serta Mahasiswa/i Fakultas Pertanian UMSU.
Dengan adanya Program Pendidikan Filantropi Muda yang diperuntukkan untuk generasi millenial kaum muda dengan tujuan sebagai edukasi agar membiasakan diri gemar untuk ber-Infak & shadaqah sebagai wujud kepedulian, yang saat ini minim sekali kaum muda mau peduli terhadap sesama. Dan kini Lazismu hadir mengajak seluruh kaum muda untuk bersama-sama merasakan dan membantu umat yang membutuhkan. (bp)

Belitung – LAZISMU. Di Tanjungpandan, Kamis (25/7/2019) Lazismu Belitung bekerja sama dengan klinik Aisyah dr. Anton melaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk Bapak Sa'amin.
Kegiatan ini digagas karena bermula silaturahim Lazismu Belitung ke rumah Bapak Sa'amin beberapa waktu yang lalu.
Silaturahim ini awalnya memang pemberian santunan paket sembako kepada beliau atas informasi yang kami dapatkan mengenai kondisi keadaannya yang serba kekurangan.
Tepatnya hari Senin (21/7/2019) lalu, Lazismu Belitung mendatangi rumah Bapak Sa'amin di desa Perawas untuk memberikan santunan. Dari informasi yang kami dapatkan bahwa beliau hanya tinggal berdua dengan isterinya.
Sementara, kondisi kesehatan beliau memperihatinkan. Dengan penglihatan yang sudah kabur ditambah sakit dibagian tulang punggung dan pinggang menjadikannya susah untuk bergerak, sehingga aktivitas sehari-hari sebagian besar hanya dihabiskan berbaring di ranjang.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, hanya mengandalkan isterinya yang berjualan daun simpor di pasar Tanjungpandan. Sedangkan, bapak Sa'amin dan isterinya tidak mempunyai anak.
Melihat kondisi keadaan ini, Lazismu Belitung bekerja sama dengan klinik Aisyiah dr. Anton lewat tim medisnya dan didampingi langsung Harun Alrasyid, Bagian Program Kegiatan Lazismu Belitung, memberikan tindakan berupa pemeriksaan kesehatan yaitu cek darah dan tindakan medis lainnya.
Harapannya, dari hasil pemeriksaan ini didapatkan informasi mengenai sakit yang diderita Bapak Sa'amin, sehingga dapat diambil tindakan medis berikutnya. Mari dukung program Ta'awun Kesehatan Lazismu Belitung dengan berzakat infak dan shodaqoh.
Ta’awun kesehatan ini, menurut Nadhirin, Ketua Lazismu Belitung, program bantuan kesehatan dari pendayagunaan dana infak. “Harapannya lewat program kegiatan Ta'awun masyarakat dhuafa dapat terbantu,” harap Nadhirin. (bp)

Jawa Timur – LAZISMU. Ketua Lazismu Jawa Timur, drh Zainul Muslimin menyatakan ritual penyembelihan hewan kurban pada perayaan Idul Adha tidak hanya bernilai ibadah di mata Allah SWT dan berimplikasi sosial. Ternyata dalam ibadah yang berakar pada sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail itu menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar.
Zainul memaparkan, data perolehan hewan kurban Lazismu se-Jatim pada tahun 2018, misalnya, mencapai 6.866 ekor sapi dan 19.092 ekor kambing.
“Kalau perolehan se-Jatim kita kalkulasi ke dalam rupiah, maka jumlahnya bisa mencapai Zainul Muslimin Rp.191.000.000. Nah, itu baru di internal Muhammadiyah Jatim nilainya sudah hampir dua ratus miliar. Apalagi ditambah yang di luar. Pastinya lebih besar. Bisa mencapai triliunan rupiah,” katanya ketika dihubungi PWMU.CO, Selasa (23/7/2019).
Sayangnya, kata dia, potensi ekonomi yang sedemikian besar itu belum tergarap secara maksimal. Apalagi terkelola dengan baik untuk penguatan dan pemberdayaan ekonomi umat Islam.
“Kita itu butuh puluhan ribu hewan kurban setiap tahunnya. Kalau saja kita bisa memenuhi kebutuhan hewan kurban minimal untuk kita sendiri, itu sudah luar biasa nilai ekonominya,” paparnya.
Maka, Zainul pun mengajak warga Muhammadiyah utamanya, serius untuk menggarap potensi ekonomi yang sedemikian besar dari aktivitas penyembelihan hewan kurban. Salah satunya dengan melakukan pemberdayaan para peternakan sapi dan kambing kurban.
“Jangan sampai potensi ekonomi yang begitu besar itu tidak berdampak langsung untuk perberdayaan dan penguatan ekonomi umat Islam. Atau malah diambil oleh orang lain yang notabene bukan Muslim,” ungkapnya.
Alumni Fakultas Kedokteran Hewan IPB itu menyebutkan, saat ini populasi sapi di Indonesia semakin merosot. Begitu pula dengan kambing dan domba. “Sekarang sapi Kuta sudah mulai impor tidak kurang 750.000 ekor per tahunnya,” tuturnya.
Zainul melanjutkan, mungkin domba dan kambing tidak lama lagi akan bernasib sama. Sebab, setiap bulan tidak kurang dari 10.000 ekor kambing disembelih untuk kebutuhan akiqah.
“Nah, yang disembelih itu banyak yang betina karena harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan jantan. Kalau itu terus berlangsung, maka populasi kambing akan turun drastis. Solusinya mungkin dengan impor,” tandasnya. (bp)
(Sumber: Pwmu.com)

Perempuan itu bernama Kusuma. Sudah setahun ini ia berjualan aneka minuman ringan, makanan dan kudapan ringan lainnya. "Selama ini pembeli yang mampir ke warung alhamdulillah ada saja dalam sehari. Setiap hari dari usaha warungan ini saya bisa mengantongi keuntungan Rp120 ribu,” katanya.
Hadirnya warung sebagai usaha kecil-kecilan berkat Lazismu Sragen yang memberikan bantuan usaha untuk pemberdayaan dalam bentuk program 1000 UMKM. “Saya sangat berterima kasih kepada Lazismu yang telah memerhatikan masyarakat yang duafa seperti saya,” pungkasnya.
Kusuma mengenang ceritanya, saat itu menangis bersama kedua anaknya karena tidak punya uang untuk biaya awal masuk sekolah. “Saya memohon, berdoa diberikan kemudahan untuk melunasi biaya sekola anak saya,” kenangnya.
Alhamdulillah beberapa hari setelah itu saya diberi bantuan oleh pengusaha soto dan beberapa kerabat,” jelasnya. Saya harus bersyukur, berapapun hasil yang diterima saya tetap bersedekah semoga dibukakan pintu rejeki oleh AllahSWT, harapanya.
Kusuma mengaku bahagia karena sekarang ini, bisa membuka usaha sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Di sela-sela waktu senggangnya, Kusuma juga bisa memantau anak-anaknya. Meski berdagang, kadang warung tidak selalu ramai, ia terus termotivasi dan berharap semoga modalnya bertambah besar sehingga ia dapat lebih mengembangkan usahanya.
Usaha warungan yang digelutinya merupakan tumpuannya menghidupi kedua anaknya seorang diri. Anaknya yang pertama baru masuk sekolah di MAN Sragen sedangkan anaknya yang kedua juga baru masuk sekolah di MTs Sragen. (ls)

