

Musim kemarau yang tak kunjung berakhir makin memperparah keadaan di beberapa kecamatan di kabupaten Bojonegoro, pasalnya sudah beberapa bulan terakhir bencana kekeringan telah melanda dibeberapa kecamatan di Bojonegoro yang tak kunjung usai. Hal ini Tentu saja menyulitkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Air dalam melakukan aktivitas sehari-hari baik untuk mandi, mencuci, masak dll.
Melihat banyaknya kecamatan yang mengalami kekeringan, maka Lazismu Bojonegoro pun turut serta membantu warga dalam menghadapi bencana kekeringan ini, Lazismu berencana menyalurkan 120.000 Liter air untuk mengatasi bencana kekeringan ini selama 1 minggu kedepan di 6 kecamatan yang terletak di Bojonegoro dengan bekerja sama dengan AMCF.
Kegiatan pun dimulai hari ini, Senin,16 September 2019 Lazismu menyalurkan 20.000 Liter air di kecamatan Tambak rejo, tepatnya di desa Gamongan. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00. Warga pun terlihat sangat terbantu atas kegiatan penyaluran air bersih ini. seperti yang di ungkapkan oleh bapak jiran bahwa "Kekeringan tahun ini yang paling parah mas di bandingkan tahun-tahun sebelumnya", Rochmad selaku Kaur Kesra desa Gamongan juga mengungkapkan ketika tidak ada yang memberikan bantuan air di desa ini, warga banyak yang mencari di desa-desa tetangga yang jaraknya cukup jauh "Kami juga berharap agar desa kami dapat bantuan truk tangki agar setiap kekeringan kami mampu mencarikan sumber air dan mempermudah kami untuk menyalurkanya ke masyarakat" tambah beliau.
Mari turut serta membantu saudara kita yang terkena bencana kekeringan di kabupaten Bojonegoro dengan cara Transfer ke No. rekening Bank Syariah Mandiri 7098456893 A.n Lazismuh Bojonegoro

Palangkaraya –
LAZISMU.
Warga terdampak menggunakan masker setelah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
semakin meluas. Akibat kabut asap yang pekat ini warga juga terdampak infeksi
saluran pernapasan (ISPA). Di Kalimantan Tengah (Kalteng), warga menderita
batuk-batuk, sesak napas dan mata perih akibat kabut asap. Berdasarkan data dinas
kesehatan provinsi Kalteng, terdapat 11.591 jiwa terdampak ISPA.
Sejak
dua bulan lalu, Muhammadiyah Disaster Management
Center (MDMC) telah bergerak membantu warga yang terdampak. MDMC membagikan
masker gratis dan memberikan bantuan berupa pemberian nutrisi menggunakan Mobil
Oksigen ke area titik – titik api yang ditinggali oleh masyarakat.
Aksi
tanggap darurat yang dilakukan MDMC meinginisiasi bantuan oksigen. Pertama
mobil oksigen yang sudah berjalan satu bulan lalu. Kedua, rumah oksigen
Muhammadiyah, ditempatkan di gedung dakwah Muhammadiyah Kalteng yang berada di
pusat kota sekitar perkantoran, pusat pendidikan dan pemukiman warga.
Sejak
diinisiasi pada 16 September 2019, kehadiran Rumah Oksigen Muhamamdiyah segera
disebarluaskan informasinya kepada warga yang terdampak. Menurut Wakil Ketua
MDMC Kalteng, Jeri Ripaldon, Rumah Oksigen hari ini sudah beroperasi. “Operasionalnya
mulai dibuka pukul 08.00 sampai pukul 21.00 WITA,” jelasnya.
Pembukaannya
baru kemarin, kata Jeri. MDMC akan menginformasikan bertahap, hari ini sudah
mulai berdatangan. Ada 5 warga terdampak tadi yang berhasil ditangani, tambah Jeri
saat mengamati di lapangan (17/9/2019). “Meski warga sudah mulai banyak
berdatangan, oksigen kemasan kaleng banyak dicari warga,” papar Jeri yang juga koordinator
Tim Siaga Bencana (TSB) PWM Kalteng.

Karena
terbatas, MDMC belum bisa membagi sesuai harapan masyakat soal oksigen kemasan
kaleng tersebut. Dalam beberapa hari respons tanggap darurat ini, MDMC Kalteng
telah menyiapkan langkah-langkah, antara lain melakukan konsolidasi dengan Pimpinan
daerah Muhammadiyah (PDM) terdampak.
Jeri
menjelaskan, langkah berikutnya adalah pelaksanaan mobil oksigen yang aktif
jemput bola bagi masyarakat terdampak dan bagi petugas atau relawan yang berada
di lapangan dan mengalami sesak atau gangguan pernapasan saat bertugas. Di
samping itu, Jeri mengatakan, ada beberapa kasus kecelakaan lalu lintas yang disebabkan
oleh jarak pandang yang buruk.
Selain
itu, MDMC Kalteng, juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya. MDMC diminta BPBD agar Relawan Muhammadiyah
ditugaskan setiap dua orang menempati posko kelurahan yang terdampak asap
kebakaran baik untuk aksi pemadaman dan pendinginan titik api bersama tim
TNI/Polri serta BPBD.
Langkah
selanjutnya, MDMC juga melakukan pemberian makanan dan gizi tambahan bagi
petugas dan rawan karhutla yang bertugas di lapangan, pungkas Jeri. (na)

Yogyakarta - LAZISMU.
Peristiwa kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) yang
terjadi di sebagian wilayah Indonesia sejak 2 bulan lalu, menyita perhatian nasional yang perlu ditangani serius. Pulau Sumatera dan Kalimantan merupakan wilayah yang
terdampak sampai dengan September ini. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bergerak cepat dalam respons tanggap darurat untuk menolong masyarakat
yang terpapar kabut asap.
Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, mengatakan, sejak awal terjadi kebakaran, Relawan Muhammadiyah telah bergerak membagikan masker, membuat rumah oksigen keliling, pemberian makanan dan gizi tambahan, serta menerjunkan relawan bersama TNI ikut serta membantu memadamkan kebakaran.
Budi menambahkan, pergerakan Relawan Muhammadiyah telah terjaring
di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat,
Sumatera Selatan, Riau dan Jambi.
Ketua MDMC
Palangka Raya, Aprie Husin Rahu, menerangkan, kondisi
masyarakat saat ini kesulitan mendapatkan udara
segar, baik di titik area kebakaran maupun di kota. Masyarakat banyak mengalami
sesak napas akibat terpapar asap kebakaran yang tidak henti–hentinya mengudara.
“Karena asap
semakin pekat, aktivitas sekolah diliburkan hingga 20 September 2019 nanti,
bahkan para pekerja kantor juga sudah diimbau untuk bekerja sampai jam siang
saja,” ujar Aprie.
Selain itu Relawan
Muhammadiyah telah bergerak melalui berbagai dukungan dari
wilayah sebagai first responder di garis depan. Tanggap darurat bencana ini yang dilakukan oleh MDMC mendapat dukungan
penuh di antaranya dari Lazismu,
RS Muhammadiyah, Aisyiyah, KOKAM, Nasyiatul Aisyiyah, IPM dan IMM, bahkan
di daerah sempit pergerakan relawan cukup rapi dan efektif.
Hal itu diperkuat
dengan pernyataan Aprie, MDMC telah melakukan aksi responsif
sejak 23 Juli 2019 lalu. Dalam kegiatan respons, MDMC
Palangka Raya melakukan aksi pemberian masker gratis dan pemberian nutrisi
menggunakan Mobil Oksigen ke area titik – titik api yang ditinggali oleh
masyarakat.

Melalui Mobil Oksigen,
setiap hari relawan MDMC Palangka Raya diturunkan sebanyak 10 orang baik dari
tim medis maupun tim evakuasi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat
memberikan pelayanan dan membantu memadamkan kebakaran di titik area kebakaran.
Namun tidak sedikit dari relawan yang ditugaskan untuk berkililing menggunankan Mobil Oksigen mengalami lemas dan sesak napas. Dengan kondisi itu,
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya meminta MDMC Palangka Raya untuk aktif di posko milik BPBD dalam satu komandonya. Relawan
Muhammadiyah akan ditugaskan setiap 2
orang menempati posko kelurahan yang terdampak asap kebakaran dan melayani
masyarakat terdampak.
Selain itu,
MDMC Palangka Raya juga menginisiasi Rumah Oksigen yang baru diaktifkan hari
ini. Rumah Oksigen diinisiasi di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
(PWM) Palangka Raya dengan tujuan untuk melayani kebutuhan masyarakat terdampak kabut asap. Adapun Rumah
Oksigen akan dikelola oleh rekan – rekan MDMC Provinsi, dengan fasilitas yang
sudah sesuai dengan standar dinas kesehatan. (az/timmdmc)

Pekanbaru –
LAZISMU.
Dampak ketebalan kabut asap turut dirasakan masyarakat di kota Pekanbaru.
Kebakaran hutan dan lahan yang menjadi pusat perhatian serius ini bagi Lazismu di
kota Melayu direspons dengan menginisiasi Rumah Evakuasi. Kondisi darurat
inilah yang menggerakkan amil Lazismu untuk meluncurkannya di Rumah Singgah
Pasien (RSP) Perinasia Jalan Wonosari Tangkerang, Kecamatan Bukit Raya, Kota
Pekanbaru (18/9/2019).
Hadir
dalam peluncuran Rumah Evakuasi Kabut Asap, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota
Pekanbaru Hari Siyanto, Wakil Ketua KADIN Riau Dedy Basyir, Yayasan Perinasia
Zulfikri, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pekanbaru Dede Firmansyah, serta Yoda Agung dan Mapala Universitas
Muhammadiyah Riau (UMRI).
Dalam
rilisnya Lazismu Kota Pekanbaru mendirikan 3 Posko Rumah Evakuasi Tanggap
Darurat Asap yang terdiri dari Posko Rumah Singgah Pasien Perinasia yang
beralamat di Jl. Wonosari No.18 Kelurahan Tanggerang Selatan, Kecamatan Bukit
Raya. Selanjutnya, Posko Rumah Singgah Umum Jl. Sarwo Edi/Suka Terus II No.7
Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sail dan Posko Klinik Pratama UMRI Jl. Tuanku
Tambusai Ujung, Simpang Tiga Arengka (SKA) Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan,
Pekanbaru.
Ketua
Badan Pengurus Lazismu Kota Pekanbaru, mengatakan, dalam melihat kasus kabut
asap ini sudah masuk kedalam situasi darurat nasional, sehingga sangat perlu berhati-hati
dengan dampak asap yang kian menebal. “Lazismu bersama kawan-kawan yang ada
berkolaborasi menyediakan Rumah Singgah Pasien (RSP) ini untuk masyarakat yang
terkena dampak asap,” kata Hari.
Lebih
lanjut Hari mengatakan, pihaknya tidak saja menyediakan tempat tetapi semua
peralatan juga sudah disiapkan, bahkan sudah ada ambulans yang stand by 24 Jam Non Stop untuk jemput bola ke masyarakat yang
terdampak.
Di
Posko ini, Lazismu juga akan memfasilitasi Lansia yang datang, jadi tidak ada
lagi masyarakat yang terlantar dengan kasus masalah asap ini. “Siapa saja yang
datang ke rumah evakuasi ini akan dilayani secara medis dan kami memfasilitasi kebutuhan
seperti oksigen, kamar dan alat makanan,” tandasnya.
Dalam
kesempatan yang sama, dokter Zulfikri menyampaikan bahayanya dampak kabut asap
ini bagi kesehatan ibu hamil dan belita. “kelompok rentan ini perlu perhatian
juga karena banyak yang perlu ditangani khusus. Bencana kabut asap ini berdampak
kepada anak yang baru lahir, bisa mengakibatkan idiot,” jelasnya.
Ketua
MDMC Pekanbaru Dede Firmansyah, menambakan, agar masyarakat dapat manfaatkan
rumah singgah ini, mari bersama-sama kita sosialisasikan kepada masyarakat yang
betul-betul membutuhkan.
”Tentu
kita berharap masyarakat Provinsi Riau dapat memanfaatkan atas kehadiran rumah
evakuasi ini apalagi ini disediakan gratis jadi cukup meringankan masyarakat
yang mau inap di rumah evakuasi ini,” terang Dede. (st)

Palembang –
LAZISMU.
Kabut asap yang terus menebal imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah
menurunkan kualitas udara menjadi rendah dan berbahaya untuk kesehatan. Sejak
dinyatakan siaga darurat oleh Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) di 6
provinsi, masyarakat diimbau untuk mengenakan masker.
Data
terbaru yang dirilis BNPB, khususnya di Sumatera Selatan, ada 482 titik api
yang terus mengeluarkan asap pada lahan yang luasnya 11.826 hektar. Sebelumnya
yang teridentifikasi hanya 115 titik api. BNPB mengerahkan 9 helikopter dan
1.512 personil untuk melawan kabus asap di provinsi itu.
Berdasarkan
laporan dari Muhammadiyah Disaster
Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan,
kota Palembang sudah tercemar asap yang pekat. MDMC, ortom dan mitra internal
yang tergabung dalam OMOR (One
Muhammadiyah One Response) berkooordinasi dengan pihak-pihak terkait
memberikan penyuluhan kepada warga terdampak.
Langkah
darurat yang dilakukan MDMC bersama OMOR, membagikan masker kepada pengguna
jalan di dua titik, terutama di simpang lalu lintas jalan raya Kol H. Burlian dan jalan raya Soekarno Hata, kata
Khoirin selaku Koordinator Divisi Tanggap Darurat MDMC Sumatera Selatan
mengabarkan kepada Lazismu (18/9/2019).

Para
relawan selain membagikan masker di ruas jalan itu, juga turun langsung ke
lapangan terutama ke sekolah-sekolah. Sebagai upaya mencegah bahaya Infeksi
Saluran Pernapasan (ISPA) relawan mendampingi siswa bagaimana mengenakan masker
yang benar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 129 kemarin.
Dalam respons tersebut, kata Khoirin telah dibagikan sekitar 1.400 masker. Terlibat dalam kegiatan ini 20 orang relawan yang terdiri dari MDMC PWM Sumsel 1 orang, Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumsel 1 orang, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PWA Sumsel 1 orang, PK IMM STIKES Aisyiyah Palembang 10 orang, serta BEM STIKES Aisyiyah Palembang 7 orang.
Kegiatan
pembagian masker dan penyuluhan kesehatan tersebut dilakukan atas dukungan dari
STIKES Aisyiyah Palembang, PWA Sumsel,
MDMC PWM SUMSEL dan PWM Sumsel yang secara umum tergabung dalam OMOR.
Di
lokasi berbeda, MDMC Kalimantan Tengah turut mengerahkan relawan dengan
menginisiasi mobil oksigen dan rumah oksigen. Menurut keterangan Ketua MDMC PP
Muhammadiyah, Budi Setiawan, sejak awal terjadi kebakaran, Relawan Muhammadiyah
telah bergerak membagikan masker, membuat rumah oksigen keliling, pemberian
makanan dan gizi tambahan, serta menerjunkan relawan bersama TNI ikut serta
membantu memadamkan kebakaran.
Pergerakan
Relawan Muhammadiyah terjaring di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah,
Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi, kata
Budi melalui rilisnya yang diterima Lazismu satu hari yang lalu. (na)

Pontianak – LAZISMU. Dampak kabut asap yang sampai ke Kota Pontianak, berakibat pada diberhentikannya aktivitas belajar-mengajar di sekolah. Informasi ini disampaikan MDMC Pontianak setelah pemerintah setempat mengeluarkan edaran informasi ini. Dalam pantauan MDMC, sejak Senin (16/9/2019) sekolah di Pontianak, Kalimantan Barat diliburkan untuk mengurangi dampak asap pada anak.
Bukan berarti aktivitas dihentikan sepenuhnya, beberapa sekolah tetap buka seperti SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Sekolah ini justeru memanfaatkan ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) diubah fungsinya untuk Rumah Oksigen Muhammadiyah, terletak di Jalan Paris II, Kota Pontianak.
Aktivasi umah oksigen Muhammadiyah merupakan inisiasi dari Relawan Muhammadiyah Kalimantan Barat. Tim medis MDMC Kalimantan Barat diturunkan untuk merespons dampak kabut asap bagi kesehatan. Tim medis berasal dari perawat STIKES Muhammadiyah.
Sekretaris MDMC Kalimantan Barat, Denny Haryanto, menyatakan, dalam menanggulangi kabut asap telah dilakukan koordinasi dengan lembaga, organisasi, dan amal usaha Muhammadiyah di bawah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat. Selain memberikan pelayanan melalui rumah oksigen dan pembagian masker, MDMC Kalimantan Barat bersama pemadam kebakaran dan BPBD turut serta memantau lokasi titik api dengan berkoordinasi dengan otoritas setempat.
MDMC berupaya mengoptimalkan penanganan dampak asap karhutla, ini sesuai dengan amanat MDMC PP Muhammadiyah tentang penanggulangan bencana dengan menerjunkan Tim Asistensi ke Riau dan Palangka Raya. Tim asistensi mengkoordinasikan sumber daya Muhammadiyah yang tergabung dalam One Muhammadiyah One Response (OMOR) di lokasi terdampak.
Sampai saat ini, kabut pekat masih mencemari Kota Pontianak, warga Kalimantan Barat sangat membutuhkan masker dan penambahan tabung oksigen (aulia/mdmc).

