

Jambi – LAZISMU. Ahad, 29
September 2019, seorang nenek bernama Rahmah (75) mendapat bantuan paket sembako
dari Lazismu Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Di usianya yang renta Nenek
Rahmah hidup seorang diri, di rumah kayu sederhana dalam kondisi yang memperihatinkan,
tinggal di Desa Koto Dian, Kecamatan Hamparan Rawang.
Nenek
Rahmah tidak sendiri, Lazismu juga bertandang ke rumah Nenek Nurjanah (91).
Kondisinya serupa dengan nenek Rahmah, tinggal di desa yang sama. Sebelumnya amil
Lazismu Kota Sungai Penuh, melakukan survei ke rumah kedua jompo tersebut.
Berdasarkan
informasi dari warga setempat, kesehatannya juga menurun. Perlu perhatian untuk
segera dapat menerima bantuan dari orang lain. Mendengar informasi itu, Indra
Mustika, selaku Kepala Kantor Layanan Lazismu Kota Sungai Penuh dan timnya
menyalurkan paket sembako untuk orangtua jompo yang bernama nenek Rahmah dan
Nenek Nurjanah (29/9/2019).

Bantuan
diserahkan oleh Indra Mustika kepada dua orang jompo tersebut. Nenek Rahmat
gembira bukan main. Dia mengucapkan terimakasih kepada Lazismu yang telah
membantu memberikan paket sembako.
Indra
Mustika, menjelaskan, Kantor Layanan Lazismu Kota Sungai Penuh pada dasarnya
memang memiliki Program Peduli Jompo. Menurutnya, sampai saat ini lebih dari
500 orangtua jompo mendapat bantuan dari Lazismu.
Lazismu
menyalurkan paket sembako dengan kategori yang telah ditentukan. “Adapun
kategori itu, Sangat Parah, Parah, dan Sedang,” ungkapnya. Indra mengajak
kepada donatur (muzaki) lainnya untuk bersama-sama membantu orangtua lanjut
usia. Bantuan bisa dalam bentuk zakat, infak dan sedekah ke Lazismu Kota Sungai
Penuh, pungkasnya. (idr)

Seram – LAZISMU. Gempa berkekuatan
6.8 SR yang mengguncang Ambon, pada 26 September 2019, berdampak pada kerusakan
rumah warga dan lebih dari 25 ribu warga mengungsi. Salah satu daerah terdampak
dari gempa Ambon adalah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Lebih dari 10.000
jiwa di kabupaten Seram masih mengungsi.
Sebagian
warga trauma terhadap gempa yang sampai saat ini masih mengguncang kepulauan Maluku.
Berdasarkan pantauan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indonesia
di Pulau Seram Bagian Barat, warga mengalami takut karena adanya isu tsunami. Sementara
itu, pengungsian di beberapa titik di dataran tinggi SBB.
Doni Halim Mutiasa, Tim Asistensi
MDMC Indonesia,
melaporkan (1/10/2019),
di antara sebaran titik pengungsi, SMA Muhamadiyah Dusun Kelapa Dua, desa Kairatu,
SBB menjadi salah satu titik Pos Pelayanan MDMC di provinsi Maluku. Di pos
pelayanan MDMC Kelapa Dua, total pengungsi sekitar 379 KK atau kurang lebihnya 1.500
jiwa.
“Warga
mendirikan tenda di sekitar SMA Muhammadiyah Kelapa Dua, denga fasilitas
seadanya,” kata Doni. Sanitasi belum tertata dengan baik, kebutuhan air bersih
belum mencukupi dan warga mulai terserang beberapa jenis penyakit, sambungnya.
.jpeg?access_token=20bec391-299a-4fbc-8c73-18689ba90637)
MDMC
maluku didampingi tim media dari Rumah Sakit (RS) PKU Gombong, Jawa Tengah, dan
Tim Relawan dari Kudus melakukan pendampingan pengungsi dengan program layanan
kesehatan, logistik, penataan shelter, dan dukungan psikososial. Doni merinci,
relawan dari Kudus yang diterjunkan sebanyak 4 orang, tim kesehatan dari RS PKU
Gombong sebanyak 3 orang (1 dokter, 2 perawat) dan relawan lokal SBB.
Dari
lokasi Doni mengabarkan, MDMC Indonesia masih dalam tahap berkoordinasi dengan
pihak-pihak pemangku kepentingan di SBB. Di sana ada posko induk Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Maluku dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Seram.
Sejauh ini MDMC Indonesia belum melakukan assessment, masih tahap koordinasi.
Pos
Layanan MDMC Indonesia di Dusun Kelapa Dua, langsung di bawah koordinasi Bapak Kepala
Sekolah SMA Muhammadiyah Kelapa Dua. Sampai saat ini, PDM SBB turut turun
bersama dan mendukung penuh keberadaan pos layanan. PDM sendiri hampir setiap
hari mendampingi kegiatan di pos layanan tersebut, tutup Doni. (na)

Medan – LAZISMU. Jas dengan warna
merah menyala bergerak menyusuri kota Medan. Bendera berkibar menambah gegap gempita
aksi yang dilakukan sekelompok mahasiswa dibawah naungan Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah (IMM). Sabtu, 28 September 2019, Pimpinan Cabang (PC) IMM Kota
Medan, dalam hal ini bidang sosial pemberdayaan masyarakat IMM se-kota Medan melakukan
panggalangan dana di Bundaran Lapangan Merdeka dan Simpang Jl. Yos Sudarso.
Disertai
spanduk dan poster puluhan kader IMM dengan sigap merespons dampak kebakaran
hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Tak hanya menggalang
dana, IMM di tingkat pusat pun sudah mengeluarkan pernyataan sikap terkait
kebakaran hutan dan lahan yang terjadi terus menerus.
IMM
dengan tegas menyatakan agar pemerintah benar-benar serius menangani karhutla
dan menindak tegas siapa-siapa saja yang ikut terlibat dalam kejadian tiap
tahunnya ini terkait karhutla di Sumatera dan Kalimantan.
Ketua
Umum IMM Kota Medan, Angga Fahmi, mengatakan kegiatan ini dilakukan sesuai
dengan instruksi Lazismu PP Muhammadiyah untuk merespons dan menggalang dana
membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana kabut asap. “Surat edaran
itu langsung disambut dan dikoordinir oleh PC IMM Kota Medan untuk melakukan
penggalangan dana kemanusiaan,” kata Angga.
Keterlibatan kader IMM se-kota Medan, sebagai dukungan atas seruan menjaga keseimbangan serta kelestarian lingkungan dan perubahan iklim.
Kesadaran akan pelestarian lingkungan tersebut menjadi salah satu isu penting
bagi kalangan muda, khususnya IMM yang juga menjadi rekomendasi hasil muktamar
Muhammadiyah di Makassar pada 2015.
Dalam
kesempatan yang sama, Muhammad Munir selaku Ketua Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat
IMM Kota Medan, mengungkapkan, penggalangan dana dan pernyataan sikap merupakan
salah satu tanggung jawab IMM. “Ciri khas IMM dalam gerakan sosial
kemasyarakatannya saling peduli dan berbagi terhadap saudara-saudara yang
terkena musibah seperti bencana,” pungkasnya.
Kegiatan
penggalangan dana untuk kemanusiaan ini dilakukan selama 4 hari dari Senin – Kamis,
23-26 September 2019 dengan titik sebaran di pusat kota Medan. IMM di tingkat cabang
dan komisariat sangat efektif berkontribusi dengan cara menghimpun dan
menyerahkan bantuan dana ini ke Lazismu Kota Medan. “Adapun total penghimpunan
dana kemanusiaan ini sebesar Rp. 19.082.100, dan akan disalurkan pada warga
yang terdampak kabut asap baik di Sumatera dan Kalimantan, terang Munir. (na)

Ngawi – LAZISMU. Berangkat dari
keprihatinan yang terus memuncak tentang bencana alam yang melanda di sebagian
wilayah Indonesia terutama Karhutla dan kriris air bersih karena kemarau
panjang. Di tambah lagi dengan berita di media massa yang mengabarkan semakin
buruknya kondisi di sana. Pada 22
September 2019, anggota Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ngawi
menggelar rapat kecil. Dalam rapat kecil itu, IPM menyikapi tindakan apa yang
harus ditempuh sebagai bagian dari pelajar di Indonesia. Akhirnya bersama ketua
domisioner periode 2017-2019, para anggota rapat sepakat untuk menggerakkan
komunitas yang bernama Kompas PM se- kabupaten Ngawi.
Kompas
PM adalah Komando Pasukan Pelajar Muhammadiyah. Komunitas internal di IPM yang
akan menjalankan aksi penggalangan dana. Menurut Miftakhuddin selaku Ketua PD
IPM Ngawi, aksi tersebut bukan hanya untuk Riau namun juga untuk membantu
bencana yang ada di kota Ngawi sendiri yaitu kekeringan.
Pada
saat rapat itu, kepengurusan PD IPM Ngawi, membuat surat perijinan dan mengurus
hal administrasi untuk kelancaran kegiatan aksi yang dilakukan Kompas PM.
Persiapan dilakukan, kata Uddin, IPM membuat Famplet, surat, dan kotak infak
yang terbuat dari kerdus bekas. Kegiatan ini bagian dari instruksi yang pada
hari itu pun harus selesai dikerjakan, sambung Uddin.
Di
hari berikutnya, 23 September, PD IPM Ngawi, bersama Kompas PM bergerak ke jalan-jalan
sebagai titik strategis penggalangan dana. “Ada 3 titik penggalangan dana sosial
kemanusiaan, di kota Ngawi, Widodaren, dan Mantingan,” katanya.
Kegiatan
dimulai saat pulang sekolah sekitar pukul 14.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB. Dalam
kegiatan tersebut IPM tetap memberi jeda pada setiap waktu salat Ashar tiba. “Jadi
penggalangan dana tidak perlu khawatir akan tertinggal-nya salat Ashar,” beber
Uddin sapaan Karin Miftahkhuddin.

Kegiatan
yang melibatkan komunitas Kompas PM, berjalan 4 hari. Sabtu malam Ahad, IPM kumpulkan
jadi satu semua uang yang telah terkumpul. Kisaran total semua donasi sebesar Rp
11.701.000.
Malam
Ahad kami kumpulkan sebab bersamaan dengan jadwal rapat bulanan PD IPM Ngawi,
agar mudah berkumpul. Ahad pagi perwakilan beberapa anggota PD IPM Ngawi dan Kompas
PM mengantarkan uang tersebut ke Lazizmu Ngawi melalui bapak Supeno.
Bapak
Supeno selaku Wakil Ketua Pengurus Lazismu Ngawi, sangat mengapresiasi dengan
apa yang telah IPM lakukan. ,Harapan IPM hanya ingin mereka yang membutuhkan
cepat diringankan bebannya. "Kita di Ngawi yang masih aman wajib bersyukur
atas kenikmatan yang masih terus kita rasakan sampai hari ini,” tutup Ketua PD
IPM Ngawi Miftakhudin. (na)

Tangerang – LAZISMU. Ada banyak cara bagaimana menumbuhkan kepekaan sosial untuk berbagi sejak dini. Salah satunya dengan menceritakan kelestarian alam. Jika alam rusak, tidak terawat maka akan menimbulkan dampak kerugian besar bagi lingkungan sekitarnya.
Contohnya peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan, bahaya api yang besar akan membakar benda-benda yang ada dan menimbulkan asap yang bisa mengganggu kesehatan. Banyak dampak yang ditimbulkan seperti batuk, mata perih dan sesak napas.
Demikian sekelumit cerita tentang pentingnya pendidikan karakter yang disampaikan Lazismu kepada siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 12, Pamulang, Tangerang Selatan (2/10/2019). Staf Fundraising Lazismu, Rini Febriani, mengatakan, kehadiran Lazismu di sekolah ini selain edukasi berbagi, mengajak siswa-siswi untuk aksi gerakan sekolah peduli asap. “Para siswa dan guru juga melakukan penggalangan donasi yang dilakukan selama 2 hari,” pungkasnya.

Sebagai simbol kepedulian, lanjut Rini, amil Lazismu, guru dan para siswa menggunakan masker bersama agar pesan intinya turut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang terdampak bencana asap di Sumatera dan Kalimantan.
Harapan siswa-siswi SD Muhammadiyah 12 Pamulang, mereka sangat ingin teman-teman mereka yang juga duduk di sekolah dasar baik di Sumatera dan Kalimantan, bisa bersekolah lagi dengan udaranya yang bersih.
Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 12 Pamulang, Nur Aisyah, mengatakan, semoga apa yang kita donasikan ini bermanfaat dan bisa menjadi amal kebaikan. “Tujuan kegiatan ini bersama Lazismu bukan hanya penghimpunan donasi untuk para korban saja, tapi juga edukasi berbagi sejak dini yang perlu kita tanamkan kepada para siswa-siswi untuk saling peduli dengan sesame,” jelasnya.
Lazismu mengucapkan terimakasih kepada pihak sekolah dan siswa-siswi yang telah ikut berpartisipasi dalam gerakan sekolah peduli asap. Di penghujung acara, hasil penghimpunan yang dikumpulkan selama dua hari sebesar Rp 25.506.000, diserahkan melalui Lazismu untuk para warga yang terdampak kabut asap dan bisa meringankan bebannya. (rn)

Jakarta – LAZISMU.
Program Beasiswa Mentari Lazismu kembali disalurkan bagi siswa yang berasal
dari keluarga dhuafa. Bantuan beasiswa diberikan dalam bentuk biaya pendidikan
bulanan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan siswa dan kebutuhan lainnya
untuk menunjang kegiatan di sekolah.
Kali ini Lazismu Kantor Layanan (KL) Manggarai memberi beasiswa mentari ke dua Sekolah Dasar (SD) di dua lokasi berbeda, yakni SD Muhammadiyah16 Bukit Duri dan SD Muhammadiyah 52, Kampung Melayu Kecil,Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa, (1/10/2019) di masing-masing sekolah.
Beasiswa
mentari Lazismu ini diberikan kepada 5 siswa-siswi di dua sekolah dasar
Muhammadiyah. Menurut Kepala Kantor Lazismu Manggarai, Lambang Saribuana, masing-masing
anak mendapat bantuan Rp 100 ribu per bulan, selamat satu tahun.
Program
ini, kata Lambang sudah berjalam selama 1 tahun. Penyerahan dilakukan dengan
mendatangi langsung ke masing-masing sekolah. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah
52, Mochamad Iksan menyasikan langsung pemberian beasiswa. Di lokasi berbeda,
Bapak Muchtar selaku pelaksana Tata Usaha SD Muhammadiyah16 turut menyaksikan
penyerahannya.

Lambang
menambahkan, beasiswa ini seperti biasa akan disalurkan setiap bulan selama satu tahun. Selain itu, ada 12 orang santri di madarasah kawasan Manggarai
yang menerima beasiswa, masing-masing juga menerima Rp 100 ribu per bulan.
Lambang
berharap anak-anak dari kelurga tidak mampu tetap dapat melanjutkan sekolah
meski impitan ekonomi membatasi motivasinya. Anak-anak yang berprestasi atau
tidak mampu, sepenuhnya dapat dibantu dengan beasiswa pendidkan melalui
Lazismu. (na)

