Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Berprestasi Bersama Lazismu Kota Blitar

Start writing here...

Lazismu kota Blitar bersama dengan PD. Pemuda Muhammadiyah Kota Blitar menyalurkan bantuan dari para donatur berupa bantuan pendidikan yang diberikan secara tunai kepada pelajar mulai dari siswa Sekolah Dasar sampai Universitas yang berasal dari keluarga tidak mampu dimana para pelajar tersebut memiliki prestasi dan semangat belajar yang sangat tinggi. Program bantuan pendidikan ini dilakukan secara rutin setiap 1 semester sekali. Dalam kurun waktu 1 semerter penerima bantuan pendidikan terpilih 1 anak. Yang terbaru, tepat pada tanggal 28 Agustus 2019 bantuan pendidikan tersebut diberikan secara tunai sebesar Rp 1.000.000 kepada adik Anisa yang merupakan siswi kelas 8 SMP Negeri 1 Kota Blitar. Diharapkan dengan adanya bantuan penyaluran pendidikan yang sedemikian, pelajar kota Blitar yang mempunyai semangat belajar yang tinggi mampu berkompetisi dengan pelajar yang lain tanpa memikirkan beban biaya pendidikan mereka. Maka dari itu, mari kita sukseskan bersama mewujudkan mimpi para pelajar untuk meraih cita-citanya dengan menyalurkan bantuannya ke Lazismu Kota Blitar..

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Bantu Faris Melanjutkan Sekolah

Pendidikan merupakan hak setiap anak. Namun itu yang tidak
dirasakan Muhammad Ibnu As-Farisi (15 tahun). Karena keterbatasan ekonomi,
Faris yang harusnya masih sekolah SMP ini harus menghidupi nenek dan juga
adiknya dirumah.

Ayahnya mengalami gangguan psikologis, sehingga tidak
bekerja, dan ibunya pergi dari rumah. Neneknya, Siti Fatimah terkena diabetes
akut, sehingga saat ini tidak bisa melakukan banyak aktivitas.

“Saya tidak punya kompor, magic jar juga sudah rusak, jadi
untuk makan saya beli di tetangga,” ujar Faris.

Setiap harinya, Faris harus bekerja sebagai karyawan warung makan
dengan gaji Rp. 20.000/hari. “Saya ingin sekolah, namun kondisi ekonomi
mengharuskan saya bekerja,” ujarnya.

Mari kita bantu meringankan kondisi Faris dengan membelikan
kompor, magic jar, tabung gas dan juga sembako untuk mengurangi beban Faris.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Atasi Kekeringan, Lazismu Bojonegoro Salurkan Air dan Tinjau Waduk Di Desa Sumberharjo.

 

Kekeringan bukan suatu hal yang langka lagi bagi masyarakat kabupaten Bojonegoro, setiap tahunya Masyarakat di beberapa kecamatan Di kabupaten Bojonegoro selalu merasakan dampak kekeringan yang di akibatkan panjangnya musim kemarau yang melanda. Tentu saja hal ini merepotkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang biasa di gunakan untuk mandi, cuci pakaian, memasak dll.

Seperti yang terjadi di desa Sumberharjo, Kecamatan Sumberejo hari ini. Rabu, 11 September 2019. Lazismu Bojonegoro menyalurkan air bersih sebanyak 20.000 Liter kepada warga setempat untuk mendapatkan bantuan air bersih.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh Ketua Wilayah Lazismu Jawa Timur, Bapak drh. Zainul Muslimin.selain menyalurkan air bersih, lazismu bojonegoro juga bekerja sama dengan warga setempat untuk membangun tandon air yang akan digunakan untuk mengantisipasi kekeringan di tahun-tahun berikutnya. "Untuk tahun depan kita harapkan jauh-jauh hari sebelum musim kemarau kita sudah mempersiapkan segala hal untuk menanggulangi bencana kekeringan ini" Imbuh drh. Zainul Muslimin ketika meninjau waduk di desa setempat. 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Kenalkan Gerakan Filantropi Ke Sekolah, Lazismu Lamongan Anjangsana Ke Sekolah

LAMONGAN - Lazismu Lamongan Jawa Timur intens berupaya memfasilitasi dan mensinergikan program - program sekolah dengan Filantropi.

Caranya, Lazismu Lamongan gencar anjangsana ke sekolah - sekolah untuk menyukseskan program tersebut.

Sekolah pertama yang menjadi rujukan dan contoh, adalah MI Muhammdiyah 04 Brangsi Kecamatan Laren.


Bersama wali murid dan sesepuh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Brangsi, Lazismu Lamongan mensosialisasikan Program Sekolah Sedekah dalam acara Klinik Madrasah dan Launching Program Filantropi, Jumat (16/8/2019).

Manajer Eksekutif Lazismu Lamongan, Irvan Shaifullah mengungkapkan, bahwa program sekolah sedekah ini tidak hanya berbasis filantropi semata, tapi juga memberdayakan anak anak muda dalam komunitas pembelajaran.

"Sekolah sedekah kami harapkan menjadi platform baru dunia pendidikan terutama di Lamongan, untuk mengintegrasikan filantropi dan pendidikan,"ungkapnya dihadapan 150 peserta yang hadir.

Program yang dapat dimanfaatkan sekolah diantaranya, selain dapat menjadi jembatan penyaluran dan pendayagunaan zakat infaq dan shodakoh (ZIS) adalah game philatropi, sedekah sampah serta program lainnya.

"Dan itu diberdayakan dengan memaksimalkan potensi anak muda setempat maupun Ortom yang tergabung dalam komunitas," ungkapnya.

Apalagi warga Brangsi khususnya, pemberdayaan ZIS sudah jalan, infaq qurban juga sudah tertata dengan baik.

Terbukti pada Idul Adha kemarin mampu memberikan beberapa ekor kambing ke daerah pengembangan ranting, dan cabang melalui Lazismu.

Sementara itu, Sumarianta, Kepala Sekolah MIM 4 Brangsi berterima kasih yang sebesar-besarnya.

" Seperti gayung bersambut, kita sinergikan program sekolah dengan program Lazismu, Insya Allah kami sudah akan mulai bergerak," ungkapnya.

Gerakan ini, tandas Sumarianta, murni untuk kepentingan umat. Gerakan filantropi seperti ini, gerakkan bersama.
"Kembalinya juga akan kepada umat, " katanya.

Anak - anak sejak kecil sudah diajarkan untuk saling tolong menolong, humanis dan itu yang harus dipupuk bersama.

"Saya mewakili guru dan semua wali murid menyambut baik program ini, dan akan langsung bergerak," pungkasnya.


SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Bantu Gunawan Berdaya Melalui Gerobak Gorengan

 Hidup serba pas-pasan, Gunawan menghidupi seorang istri dan anak-anaknya yang masih belia. Awalnya, ia bekerja sebagai cleaning service sejak 7 tahun yang lalu, namun nasibnya kurang beruntung. Ia terpaksa harus di PHK secara tiba-tiba. Sejak saat itu hidupnya tak menentu, untuk makan sehari-hari pun susah. Bahkan lelaki paruh baya ini harus rela bekerja naik bus Mojokerto-Surabaya, dengan menukarkan botol bekas sebagai pengganti ongkos biayanya.

Gunawan pertama kali datang ke Zakat Center Lazismu Kab. Mojokerto, setelah mendapat memo dan arahan dari Lazismu Jawa Timur. Keinginannya sederhana, ia hanya ingin segera membayar hutang karena jika tidak rumah miliknya terpaksa disita.

8 km jarak dari rumah ke Zakat Center Lazismu, ia tempuh setiap hari dengan sepeda ontel milik tetangganya. Bapak 4 anak itu menceritakan kondisinya yang sedang terlilit hutang dan akan disita rumahnya. Tak perlu waktu lama, amil Lazismu segera menyurvei kediaman Gunawan. Dan benar, keluarga Gunawan hidup dengan keterbatasan dan relatif jauh dari kata layak. Dengan anak-anak yang masih kecil, Gunawan tentu memerlukan pekerjaan untuk menfakahi keluarganya. Akhirnya, bapak 45 tahun ini diberikan kesempatan untuk bekerja di Lazismu Kabupaten Mojokerto sebagai tukang kebun. 

Jumat (26/7/19) tim Lazismu Kab Mojokerto kembali mendatangi rumah Gunawan, untuk mengantarkan bantuan ashnaf gharim agar ia segera terbebas dari jerat hutang. Selain itu, bantuan sembako juga turut diberikan guna meringankan kebutuhan sehari-harinya.

Lazismu Kabupaten Mojokerto berencana membantu membeli gerobak untuk membuka usaha gorengan di depan rumahnya. Dengan harapan, pemberdayaan ini dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ayo bantu berdayakan Gunawan, salurkan donasi anda melalui Lazismu Kabupaten Mojokerto !

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Guru Ahsin Memilih Mengabdi di SD Muhammadiyah Meski Lulus Seleksi Non-ASN

Semarang – LAZISMU. Perawakannya sedang, kulitnya sawo matang, murah senyum dan ramah kepada siapapun. Itulah kesan pertama yang terpantul dari seorang guru muda, yakni Ahsinun Nikmah. Biasa disapa Ahsin, usianya 23 tahun. Sehari-hari mengabdi di sekolah dasar milik persyarikatan Muhammadiyah Kota Semarang.

Berprofesi menjadi guru adalah cita-citanya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Terlahir dari orang tuanya yang berprofesi sebagai guru. Darah guru yang mengalir di tubuhnya berasal dari sosok ayah yang dulu merangkap kepala sekolah di sekolah dasar (SD) Muhammadiyah 16. Di sekolah itu Ahsin pernah menjadi peserta didik dan sekarang bertugas mengajar di sana.

Baginya banyak kenangan masa kecil yang bisa diceritakan di setiap kesempatan saat melihat di berbagai sudut sekolah itu. Menjadi guru, kata Ahsin adalah panggilan jiwa. Di sekolah inilah ide-ide kreatifnya terasah untuk mengembangkan kemampuan dirinya dalam dunia pendidikan. Apalagi sekolah yang berada di jalan Tegalsari Perbalan, Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Ahsin mengajar sebagai guru kelas mata pelajaran Bahasa Inggris. Di lain waktu Ahsin juga meluangkan waktunya memberikan keterampilan kepada siswa-siswi dan aktif membina peserta didik dalam kegiatan pramuka. Di sekolah Ahsin dipercaya juga sebagai asisten kepala sekolah untuk tata kelola administrasi perkantoran dan kegiatan di luar sekolah.

Di tengah rutinitasnya Ahsin mengaku senang. Mengabdikan diri untuk lembaga pendidikan merupakan pengalaman yang mengasyikkan. Kepala sekolah SD Muhammadiyah 16, Nur Fuadah, mengatakan, memercayakan tugas kepada Ahsin karena ingin memberikan kesempatan pada guru yang lebih muda untuk berkembang. “Dengan menyalurkan potensi, Ahsin diharapkan dapat berkreasi lebih maksimal untuk sekolah,” katanya.

Mengajar adalah tantangan tersendiri bagi Ahsin. Di antara puluhan anak didiknya, justeru dia banyak belajar dari karakter anak yang beragam. “Ada yang penurut dan tidak sedikit juga yang bermasalah,” kisahnya. Tugas guru mendampingi dan memberikan motivasi agar peserta didik dan guru bisa memecahkan persoalan bersama-sama.

Salah satu peristiwa yang membuat terharu kepala sekolah, ketika beberapa waktu lalu, Ahsin mengikuti seleksi dan lulus sebagai calon pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN). Kabar gembira itu membuat kepala sekolah bahagia. Ahsin mengungkapkan, kepala sekolah memberikan kebebasan kepada semua guru sekolah untuk mengikuti seleksi ASN maupun non-ASN.

Pada saat pemberkasan non-ASN, beberapa guru yang dinyatakan lulus tes non-ASN tidak hadir di sekolah. Kepala sekolah merasa kehilangan beberapa guru berkualitas seperti Ahsin. Dalam kondisi itu kepala sekolah harus segera mengambil tindakan guna menjaga kelangsungan proses pembelajaran di sekolah. Dia harus menyusun ulang semua rencana kegiatan yang telah berjalan, rapat darurat pun di gelar siang itu.

Berbagai kemungkinan dengan bayangan resikonya berkecamuk dalam pikirannya. Dalam kondisi itulah dirinya benar-benar merasa kehilangan seorang asisten dan guru yang banyak memberikan motivasi dalam membantu menyukseskan setiap kegiatan sekolah. Seakan dirinya mendadak kerdil.

Kepala sekolah menunggu rapat dimulai dengan memikul kegundahan. Memandang setiap guru yang masuk ruangan dengan harapan yang tidak menentu. Meski semua guru sudah hadir, tidak seorang pun dari mereka yang mampu mencairkan suasana. Dengan suara berat, kepala sekolah tetap memulai rapat darurat hari itu juga.

Rapat sudah berjalan, tiba-tiba terdengar suara salam dari luar ruangan. Hadir seorang yang tidak diharapkan. Betapa terkejutnya semua orang, ternyata yang datang Ahsin. Harusnya Ahsin mengikuti pemberkasan calon pegawai non-ASN. Nyatanya, Ahsin memilih hadir di ruang rapat sekolah.

Sontak suasana di ruang rapat berubah total. Isak tangis kepala sekolah dan guru-guru lainnya pecah karena kedatangan Ahsin dengan komitmen yang tak terduga. Semua terharu, kepala sekolah langsung menggagalkan rapat yang sedang digelar, kedatangannya sudah cukup menjawab semua permasalahan yang dipikul sekolah tersebut.

Berdasarkan penelusuran tim media Lazismu, sekolah dasar tempat Ahsin mengajar menjadi bagian dalam program pendidikan di Lazismu. Karen aitu, Lazismu, menjadi satu lembaga amil zakat nasional yang memiliki peran dalam mendukung sekolah dasar itu dalam fase perkembangannya.

Hasan selaku Kepala Kantor Lazismu Kota Semarang saat dihubungi (17/9/2019), mengatakan peran Lazismu selama ini antara lain memberi bantuan beasiswa, bantuan guru, dan bantuan fisik sekolah. Bahkan setiap bulan, lanjut Hasan, melalui program Save Our School (SOS), Lazismu membantu operasional rutin kepada 5 sekolah.

Pada semester pertama 2019 beasiswa diberikan kepada 280 siswa SD, pada semester ini ditingkatkan menjadi 400 siswa. Termasuk bantuan guru yang akan diberikan pada bulan November, saat peringatan milad Muhammadiyah. Tidak hanya di sekolah tempat Ahsin mengajar, Lazismu juga memberikan bantuan beasiswa dan bantuan guru untuk 28 sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menegah atas.

Bagi Ahsin sendiri, ketika ditanyakan tentang peran Lazismu, terhadap dunia pendidikan, Ahsin menilai peran Lazismu selama ini sangat strategis untuk membantu mereka yang membutuhkan melalui donasi dan amanah donatur (muzaki). Pendidikan merupakan pilar terpenting dalam pemberdayaan masyarakat lewat dana zakat, infak dan sedekah.

Dalam kacamata Lazismu, Guru Ahsin merupakan sosok guru yang memegang teguh komitmennya. Diperlukan guru yang luar biasa untuk mengajar di sekolah yang biasa-biasa saja. Karakter pantang menyerah Ahsin dalam menghadapi segala keterbatasan bukanlah segalanya. Komitmen itulah yang telah dibuktikan dengan tindakan seorang guru, seperti Ahsinun Nikmah yang telah banyak menyumbangkan prestasi di sekolah itu. (cs)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross