

Parepare – LAZISMU. Belasan anak usia sekolah dari Tingkat SD hingga SMA tersenyum bahagia saat Lazismu Kota Parepare bersama pengurus Majelis Taklim Izzatul Islam Bukit Madani mengunjugi sekaligus menghibur mereka pasca kebakaran yang terjadi beberapa hari lalu di Jalan Ketilang, Tembo Lopie, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang (30/12/2019).
Ada 11 anak yang kami terima datanya dari pihak kelurahan yang bertugas melakukan pendataan sejumlah siswa dari berbagai sekolah dan tingkatan yang berbeda. Mereka terdiri dari 3 anak yang duduk di SD Kelas 2: 1 perempuan, Kelas 3 : 2 Perempuan dan 1 laki-laki, Kelas 6: 1 laki-laki. Di tingkatan yang lain, SMP Kelas VII: 1 perempuan, Kelas VIII: 1 perempuan dan SMA: Kelas XI: 2 perempuan serta tingkat mahasiswa: 2 laki-laki.
Adik-adik ini tentunya merasa terpukul dengan musibah kebakaran ini, betapa tidak seluruh perlengkapan dan kebutuhan sekolah mereka ludes terbakar tiada tersisa. Lazismu Parepare mengajak Majelis Taklim Izzatul Islam bersama-sama menghibur mereka, karena mereka tak lainj adalah tetangga yang sangat akrab dengan para korban ini.
Ada banyak kebutuhan para korban namun Lazismu fokus di program pendidikan, dengan memberikan beasiswa dan bantuan pendidikan. Diharapkan setelah libur semester ini bisa masuk sekolah dan tetap belajar dengan fokus. “Jangan sampai mereka terhalang kegiatan belajarnya karena tak memiliki perlengkapan sekolah,” kata Saiful Amir selaku Sekretaris Lazismu Kota Parepare.
Selain perlengkapan belajar, Lazismu juga menyerahkan beras berkah. Saiful berharap, adik-adik tidak trauma dengan kejadiaan ini. Ini kunjungan awal, dan akan tetap mendampingi adik-adik kita ini terus belajar agar tidak putus sekolah. Lazismu tidak sekedar membantu sekali, namun sambung Saiful, akan terus mendampingi berdasarkan kebutuhan mereka. Ada 2 orang yang berstatus mahasiswa, kata Saiful, Lazismu akan memeberikan beasiswa untuk 1 semester.
Erna
Rasyid Taufan, Ketua Lazismu Kota Parepare, menyampaikan empati yang mendalam
kepada para korban kebakaran. Kesabaran dengan menerima musibah ini sebagai
bentuk rasa syukur dan untuk semakin mendekatkan diri kepad apencipta agar
dijauhkan dari bala bencana yang besar. Adik-adik korban kebakaran begitu
bahagia menerima bantuan alat sekolah (school kit) dan beasiswa sambil
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Semoga berkah, kata mereka. (sf)

Parepare – LAZISMU. Di penghujung 2019, SD Muhammadiyah 4 Kota
Parepare melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan
Smart Indonesia sebagai pihak konsultan yang berperan melakukan pendampingan
manajemen dan organisasi untuk mewujudkan SD Muhammadiyah 4 Parepare sebagai
sekolah yang unggul.
Penandatanganan nota kesepahaman itu berlansung pada Sabtu, 28 Desember 2019 yang dirangkai dengan dialog akhir tahun dengan tema "Mewujudkan Sekolah Unggul Muhammadiyah: Dari Mana Memulainya?
Hadir dalam Diskusi, Erna Rasyid Taufan selaku Ketua Lazismu yang juga sebagai dewan penyantun SD muhammadiyah 4 ini, Indra Wijaya selaku Direktur Smart Indonesia. Dialog ini diikuti oleh berbagai stakeholders Muhammadiyah anatara lain, Pemuda Muhammadiyah, IMM, Nasyiatul Aisyiyah, Para Pimpinan Kepala SD Muhammadiyah dan pegiat pendidikan lainnya.
Usai penandatanganan MoU, Erna Rasyid Taufan, menuturkan dalam paparan materinya, Lazismu punya program Save Our School sebagai bentuk perhatian dan dukungan untuk mewujudkan pendidikan yang unggul dan berkualitas.
Salah satu objek dampingan program Lazismu adalah SD muhammadiyah 4, untuk menjadi sekolah yang memiliki ciri khas keunggulan. Jadi Lazismu mendukung sepenuhnya sebagai salah satu program pendayagunaan zakat dan infak pada pilar pendidikan.
Sarana dan prasarana termasuk gaji gurunya dari Lazismu. Oleh Karena itu, lanjut Erna, masyarakat dan semua pemangku pentingan untuk dapat menyukseskan program ini. Salah satunya dengan cara menjadi donatur dan mendaftarkan anak atau cucunya sebagai peserta didik di sekolah ini.

“Apalagi Lazismu juga berkolaborasi dengan Smart Indonesia yang punya pengalaman meningkatkan puluhan sekolah menjadi berkualitas dengan reputasi yang baik,” jelasnya.
Indra Wijaya selaku Konsultan Pendidikan Islam khususnya TK dan SD menyampaikan, dengan pengalaman panjang bekerja dan menjadi konsultan seperti SPIDI (Sekolah Pendidikan Islam Darul Istiqamah) Al-Insyirah, SHOID (Showatul Is'ad) dan kini jumlahnya 20-an sekolah yang telah kami dampingi.
“Mewujudkan sekolah unggul harus dimulai dari merubah mind set para guru. Karena guru tidak saja mengajar tetapi juga jadi pembina dan pendamping peserta didik yang menggembirakan,” bebernya.
Bentuk kerjasama Smart Indonesia dengan SD Muhammadiyah 4 Kota parepare meliputi pendampingan, pengembangan menejemen dan organisasi, serta pencapaian visi misi dan melakukan akselerasi keunggulan.
Menurutnya, ada beberapa ciri khas keunggulan, yakni sekolah kreatif dengan pendidikan berbasis penanaman karakter, tahfidz Al-Quran dan penguasaan pada dua bahasa asing yaitu Arab dan Inggris serta bahasa coding sebagai respons atas memasuki era digital.
Sekarang pilihannya hanya dua. Apakah mau
sekolah murah dengan kualitas rendah atau sekolah dengan berani berinvestasi
dengan garansi kualitas unggul. “Mudah-mudahan di SD Muhammadiyah ini akan
diterapkan Full Day School dengan segala program esktrakurikuler yang
menggembirakan dan menyenangkan,” papar sarjana psikologi ini. (sf)

Belitung – LAZISMU. Di Kecamatan Gantung,
Belitung Timur, Lazismu melaksanakan program khitanan
massal untuk 100 duafa yang dilaksanakan di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Gantung (22/12/2019). Kegiatan
ini bekerja sama dengan pengurus panti asuhan putra Muhammadiyah serta panitia
Milad Muhammadiyah ke-107 di Belitung Timur.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Belitung Timur H. Suyatno Taslim, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Belitung TimurH. Thohardjo BA, Ketua LAZISMU Belitung Timur Ahmad Yani, Pimpinan Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Gantung H. Firman Triyono, serta perwakilan organisasi Muhammadiyah lainnya di Belitung Timur juga dihadiri warga sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapat alat tulis sekolah, kain sarung, peci dan makanan ringan. Ketua Lazismu Belitung Timur,Ahmad Yani menyampaikan, kegiatan ini merupakan program khitanan massal pertama Lazismu Belitung Timur di tahun berdirinya 2019, beberapa waktu lalu juga sudah melaksanakan kegiatan senam lansia dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Lazismu berupaya akan terus menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah dari para muzaki melalui program-program yang telah disusun yang terbagi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat dan ekonomi.
Kegiatan
seperti ini merupakan komitmen Lazismu sebagai wujud aksi Memberi Untuk Negeri. Lazismu mengucapkan
banyak terima kasih kepada
seluruh muzaki yang telah berzakat, berinfak dan bersedekah melalui
Lazismu. Semoga amal jariyah semua
pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini mendapat balasan yang setimpal dengan kebaikan yang lebih baik. (lb)

Jakarta – LAZISMU. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jabodetabek
menjelang pergantian tahun mengakibatkan sejumlah wilayah di beberapa titik
terendam banjir. Merespons peristiwa banjir tersebut, Muhammadiyah dalam hal
ini melalui Muhammadiyah Disaster
Management Center (MDMC) mengerahkan penuh bantuan sesuai kebutuhan
lapangan.
Respon awal sudah dilakukan sejak Rabu, 1 Januari 2020 oleh potensi wilayah Muhammadiyah di DKI Jakarta dan daerah Bekasi. Tercatat tim dari RSIJ Cempaka Putih, RSIJ Sukapura, RSIJ Pondok Kopi beserta relawan Muhammadiyah dari berbagai elemen seperti mahasiswa bergerak untuk memberikan bantuan kepada korban yang terdampak banjir.
Dalam keterangannya, yang diterima Lazismu sampai hari ini, tim bantuan dari beberapa daerah dikerahkan untuk membantu operasi tanggap darurat di Jabodetabek. Rabu malam, 4 personil tim asistensi MDMC bergerak dari Yogyakarta dan Bandung untuk beroperasi membantu Pimpinan Muhammadiyah setempat mengelola bantuan darurat.
Dalam kesempatan lain, 20 personil SAR Muhammadiyah digerakkan dari relawan Muhammadiyah DIY dan Jawa Tengah. Satu unit mobil taktis UHAMKA, satu unit mobil taktis dari UMJ, satu unit mobil dapur umum digerakkan untuk mendukung operasi dan pergerakan relawan.
Adapun Induk Pos Koordinasi Tanggap Darurat berada di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl Menteng Raya No 62, Jakarta Pusat, dengan Koordinator Operasi Mashuri Masyuda.
“Kami coba dukung optimal operasi tanggap darurat di Jabodetabek ini, mengingat prediksi BMKG yang menyatakan musim hujan pada Januari ini puncaknya bisa terjadi di akhir Januari” kata Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan pada Rabu (1/1/2020).
Menurutnya, unit bantuan lain juga sudah disiapkan untuk membantu bila diperlukan, seperti tim dari RS Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.
“Fokus perhatian lainnya ditujukan kepada semua daerah yang berpotensi banjir selain Jabodetabek. Seperti banjir di Sumatera Barat dan Bengkulu yang juga terjadi minggu lalu” jelas Budi. Menurutnya dukungan bantuan juga disiagakan dari berbagai elemen seperti Lazismu, KOKAM, ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah.
Respons Awal
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris MDMC, Abdul Malik, mengatakan, respons awal yang telah dilakukan pada 1 Januari 2020 dimulai dengan penyebaran informasi kepada masyarakat melalui pimpinan serta warga Muhammadiyah dengan berkoordinasi kepada Pusdatin BPBD DKI Jakarta.
Selanjutnya, menggerakkan relawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ke di RSIJ Cempaka Putih untuk koordinasi dengan pihak rumah sakit yang sekelilingnya sempat ada genangan banjir. RSIJ Cempaka Putih sendiri tidak memerlukan evakuasi pasien, dan berkas-berkas sudah diamankan.
Tim
Relawan Mahasiswa UHAMKA sudah bergerak
di daerah Klender untuk berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Sedangkan Tim Relawan
UMJ sudah ke daerah Ciledug melakukan assessment,
dan anggota
Korps Relawan Muhammdiyah (KawanMU) Majelis Pelayanan Sosial sebanyak 15 orang
juga sudah bergabung. Dilaporkan juga tim dari Lazismu Manggarai sudah
menghimpun bantuan masyarakat. Kebutuhan yang diperlukan warga saat ini adalah
paket makanan, dan paket alat-alat kebersihan. (mu/na)

Lhokseumawe – LAZISMU. Setelah sempat viral beberapa hari yang lalu, seorang gadis tertelan jarum pentol, di daerah Kandang, Lhokseumawe, akhirnya mendapat respons dan bantuan dari Lazismu setempat, Senin 30 Desember 2019. Lazismu menyerahkan donasi pendampingan berupa uang tunai kepada Bunga Adelia melalui Ibunya.
Berdasarkan informasi dari Lazismu Lhokseumawe, orangtua Adelia, dalam hal ini ibunya yang bernama Zainabon, berstatus sebagai orangtua tunggal. Adelia memiliki dua saudara. Zainabon berdoa disamping berusaha agar anaknya bisa sembuh akibat jarum pentol itu.
Demikian disampaikan Farhan Zuhri selaku Ketua Lazismu Lhokseumawe. Pada Juli lalu, musibah itu terjadi, Adelia secara tak sengaja kemasukan jarum pentol melalui mulutnya hingga membuatnya terus dalam keadaan sakit. “Adelia mengeluarkan darah dari hidung dan telinga nya, sehingga dirujuk ke RSUCM untuk penangganan lebih lanjut melalui keterangan Zainabon,” katanya Farhan.

Farhan Zuhri mengatakan,kita mendapatkan informasi dari Ustadz Jafar selaku pengurus panti asuhan Muhammadiyah Gandapura, di mana tempat Bunga menetap dan belajar bersama anak-anak panti lainnya.
Menurut Farhan, selain memberikan donasi Lazismu juga melakukan pendampingan dan memberikan bantuan sebesar Rp 500 ribu. Pendampingan dilakukan untuk berobat jalan kepada Bunga Adelia. Selain itu, ia berobat ke desa dengan pola tradisional, Alhamdulillah, melalui izin Allah ibunya Adelia menyampaikan bahwa jarum pentol yang berada ditubuh anaknya telah keluar ketika buang air besar, kata Farhan.
Zainabon bersyukur, berkat
pertolongan Allah, tim medis
berhasil mengeluarkan jarum tersebut dari tubuh anaknya. Farhan berkomitmen
nantinya akan memberikan modal usaha kepada Ibu Zainabon. Diketahui selama ini beliau menjemput rezeki
dengan berjualan kue buatannya di kedai-kedai terdekat tempat beliau tinggal. (fr)

Bogor – LAZISMU. Relawan Muhammadiyah yang bertugas dalam respons bencana banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, dikabarkan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indonesia kepada Lazismu (6/1/2020), berhasil menembus Kampung Sarongge, Desa Cisarua, yang merupakan kampung paling terisolir akibat bencana banjir yang terjadi pada Minggu, 5 Januari 2020.
Keberhasilan menembus Kampung Sarongge, berawal dari rangkaian assesment atas situasi di di lokasi-lokasi terdampak banjir longsor yang cukup parah dan terisolir. Lokasi sasarannya selain Kampung Sarongge,ada Kampung Leuwijamang dan Kampung Pojok. Pelaksana assesment yang berhasil masuk ke kampong terisolir itu berjumlah 6 orang yang berasal dari MDMC PP Muhammadiyah 2 orang, MDMC Kabupaten Bogor 3 orang dan 1 orang MDMC DIY.
Untuk menuju Kampung Sarongge tim relawan harus menempuh perjalanan panjang dan sangat berliku sejauh 28 km dari pos pelayanan Muhammadiyah dalam tanggap bencana longsor di Kampung Parigi, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Sebagai gambaran panjang dan berlikunya jalur yang dilalui dari pos layanan Muhammadiyah menuju Balai Desa Harkat Jaya berjarak sekitar 1 kilometer dari pos layanan, itu pun masih bisa ditempuh dengan kendaraan. Beberapa puluh meter dari balai desa itu jalan terputus total sepanjang 2 kilometer.
Itu baru titik pertama tempat terjadinya longsor, masih ada sekitar 27 km jalan untuk sampai Kampung Sarongge. Sepanjang jalan menuju Sarongge,bisa melihat pemandangan banyak punggung bukit yang sudah dan akan longsor (red: ada rekahan-rekahan), jumlahnya mungkin sampai ratusan.
Kampung Sarongge memang tidak terdampak secara langsung terkena longsor namun akses jalan satu-satunya menuju kampung-kampung terdekat di Desa Cisarua terputus total tertutup material longsor berupa lumpur dan pepohonan. Areal yang tertutup material longsor sepanjang sekitar 500 meter yang tersebar di beberapa bagian.
Untuk bisa keluar dari kampungnya warga membuat jalur darurat disela-sela material longsor yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Meskipun masih bisa dilalui, tapi risiko melewati jalur sangat tinggi karena kontur medan mempunyai kemiringan lebih dari 70 derajat dan berada di bibir jurang yang dalam.

Kondisi Kampung Leuwijamang
Sementara itu Kampung Leuwijamang adalah kampung yang terdampak paling parah di Desa Cisarua, letaknya sebelum Kampung Sarongge. Di kampung ini ada 20 rumah terkena banjir dan longsor. Dari 20 rumah tersebut 17 rumah hilang tak berbekas, sementara untuk korban baik luka maupun meninggal dunia tidak ada.
Lokasi hilangnya ke-17 rumah tersebut,merupakan kawasan relokasi warga Leuwijamang dari lokasi tinggal sebelumnya masih di kampung yang sama namun berpotensi longsor. Siapa sangka di tempat relokasi yang baru ditempati 3 tahun tersebut, warga justru tertimpa banjir dan longsor yang sebelumnya dihindari.
Untuk mencapai Kampung Leuwijamang membutuhkan perjuangan berat karena jalur jalan menuju ke sana terputus di tiga titik akibat longsor. Di titik pertama tebing di samping kanan jalan longsor menimpa bahu jalan sehingga menyebabkan bahu jalan tersebut ikut longsor dan hanya tersisa sedikit bagian saja yang bisa dilalui.
Di titik longsor kedua lebih parah lagi karena bahu jalan tertimpa longsor dari tebing di samping kanan dan amblas longsor semua, tanpa menyisakan sedikitpun bahu jalan. Untuk bisa menuju Leuwijamang dan Sarongge melalui jalur tersebut, warga terpaksa harus menuruni tebing dengan kemiringan sekitar 80 derajat dengan kondisi penuh lumpur.
Sedangkan titik longsor ketiga bahu jalan hanya tersisa kurang dari satu meter dan amblas ke jurang yang dalamnya puluhan meter serta sangat curam. Bahu jalan tersisa itu berlumpur dengan kedalaman bervariasi 5-50 cm.
Saat
ini kebutuhan mendesak warga adalah bahan makanan pokok seperti beras, minyak
goreng, ikan, roti, telur, daging, mie dan bumbu dapur. Bahan hunian seperti
tenda terpal ukuran 4x6 maupun yang rol. Sarana penerangan berupa mesin pembangkit (genset) untuk
lampu emergency yang bisa diisi tenaganya dan peralatan masak seperti tabung
gas, kompor, panci, wajan dan dandang. (Sapari-MDMC)

