

Sidoarjo – LAZISMU. Ratusan pelajar prasejahtera Madrasah Ibtidaiyah (MI) Salafiyah
Bahauddin, Taman, bersuka cita. Kamis pagi (28/11/2019) mereka mendapat bantuan
paket perlengkapan sekolah dari konsumen Alfamart yang dikelola oleh Lazismu.
Kegiatan ini merupakan hari kedua, setelah sebelumnya membagikan paket yang sama di SDN 231 Menganti, Gresik, Jawa Timur.
Yuni, pelajar kelas 6 MI Salafiyah Bahauddin, senang dapat buku karena sebelumnya belum pernah ada bantuan ke sekolahnya. "Buku tulis sekarang mahal kak, Alhamdulillah kami dapat bantuan," ujarnya.
Kepala MI Salafiyah Bahauddin, Nurul Huda, menyampaikan rasa terima kasihnya pada konsumen Alfamart dan Lazismu. "Bantuan ini sangat bermanfaat mendukung kegiatan belajar mengajar anak-anak kami. Terima kasih sekali lagi kami sampaikan," katanya.
Deni Saputra, pelajar kelas 6 SDN 231 Gresik, bolak-balik membuka paket buku dan alat tulis yang digenggamnya. "Saya makin semangat sekolah kalau begini," ujarnya tersenyum.
Diamini oleh perwakilan guru SDN 231, Aripin, yang mengucapkan terima kasih pada konsumen Alfamart dan Lazismu. "Anak didik kami begitu diberitahu akan mendapatkan paket buku sekolah, girangnya bukan main. Kami juga ikut senang," akunya di sela pembagian buku di halaman Toko Alfamart Pelem Watu 2 Gresik.
Paket yang dibagikan per anak berisi 20 buku tulis, satu set pensil, selusin pena tinta, dan satu set penggaris. Bantuan ini berasal dari uang receh kembalian belanja konsumen Alfamart yang dikelola oleh Lazismu.
"Setiap receh kembalian belanja konsumen, kami alokasikan pada mereka yang benar-benar membutuhkan. Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami pada konsumen," kata Mochammad Cholid, Area Coordinator Alfamart Gresik.
Lazismu dan Alfamart dalam program pendidikan dengan gerakan kepedulian sosial ini untuk
menjamin keberlangsungan pendidikan Indonesia yang lebih mencerahkan dan maju.
Dalam kegiatan ini bentuk kegiatan penyalurannya berupa pembagian seragam
sekolah, tas sekolah dan paket alat tulis sekolah.
"Kami berharap bantuannya bisa bermanfaat bagi penerima bantuan. Semakin banyak donasi terkumpul, semakin luas pula penerima manfaatnya," kata Febby Oddi, Area Coordinator Alfamart Sidoarjo. (so)

Parepare – LAZISMU. Kepedulian Lazismu Parepare di bidang pendidikan merupakan
aktualisasi dalam mewujudkan komitmennya pada program Save Our School (SOS).
Pada hari ini, Jumat, 13 Desember 2019, pukul 09.00 WITA, TK Aisyiyah Bustanul
Athfal (ABA) 1, memeroleh bantuan rehabilitasi sekolah.
Serah terima bantuan berlokasi di TK ABA 1, Jalan Lasinrang, Kecamatan Ujung Ketua Divisi Program Lazismu Parepare, Cahaya Anita, langsung menyerahkan kepada Ketua Dikdasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ujung, Hajah Rahmi, yang disaksikan Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Ujung, Hajah Nasma K dan segenap jajaran guru.
Kepedulian Lazismu Parepare dalam bidang pendidikan.Lazismu menyerahkan donasi untuk perbaikan sekolah TK ABA 1, yang akan dilakukan rehabilitasi di beberapa bagian sekolah yang rusak, ungkapnya.
Dana yang terhimpun dalam program Save Our School, berasal dari kerjasama dengan jamaah pengajian rutin Pimpinan Cabang dan Majelis Taklim PCA Ujung yang dikumpulkan melalui kaleng infak keluarga Lazismu. “Setelah terkumpul lalu kami bermusyawarah dengan jamaah untuk bersama-sama membantu sekolah TK ABA 1,” terangnya.
Hajan Nasma Ketua PCA Ujung, mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Parepare atas bantuan untuk sekolah ini. “Kami memang sedang mencari dana rehab sekolah agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ungkapnya. Alhamdulilah Lazismu hadir membantu semoga Lazismu semakin maju dan sukses,” katanya.
Ketua Lazismu Parepare, Erna Rasyid, menyampaikan, tanggung jawab Lazismu meliputi banyak aspek, termasuk di bidang pendidikan. Salah satu program unggulan Lazismu Save Our School berupaya mendukung berjalannya proses pendidikan yang berkualitas.
Karena itu, Lazismu gencar melakukan penggalangan donasi zakat, infak dan sedekah melalui majelis taklim dan pengajian rutin. Para ibu-ibu mengumpulkan donasinya setiap hadir pengajian melalui kaleng infak keluarga Lazismu. “Upaya kreatif ini semoga bisa dicontoh di majelis taklim atau pengajian lainnya,” pungkasnya. (sf)

Aceh – LAZISMU. Program
pemberdayaan kembali dilakukan lembaga amil zakat nasional, dalam hal ini
Lazismu di Desa Crot Jrat, Kota Juang, Kabupaten Bireun, Aceh. Lazismu
menyalurkan bantuan sebesar Rp 500 juta untuk penggemukan sapi melalui usaha
peternakan pada hari Senin, 16 Desember 2019.
Menurut Ketua Lazismu Bireuen, Fajar Ardiansyah, mengapa bantuan ini disalurkan di Desa Crot Jrat, dan bagaimana ceritanya. Jadi, berdasarkan cerita Fajar, awal mulanya, dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bireun, dokter Athaillah saat acara Rakernas di Lombok pada 5-7 Desember 2019.
Kata Fajar, beliau mengatakan kepada saya, akan mendapatkan bantuan pemberdayaan yang jumlahnya akan disampaikan. Saya terkejut, lalu bertanya siapa yang akan mengurus administrasi dan proposal sampai penentuan bantuan.
Lantas Fajar mengatakan, ketika sidang tarjih fikih keagamaan nasional di Aceh, pertengahan Oktober kemarin, menjadi momen yang pas bagi PDM Bireun menawarkan program penggemukan sapi kepada Ketua Lazismu Hilman Latief. Sudah ada sejak awal pengemukkan sapi tersebut, dengan jumlah 6 ekor sapi yang akan dikembangkan oleh PDM Bireun.
Pada awalnya dana tersebut diperuntukkan untuk Lazismu. Selanjutnya, dana itu diserahkan kepada PDM Bireun untuk pemberdayaan, lanjut Fajar.
Pimpinan Daerah Muhammadyah (PDM) Bireuen, dokter Athaillah A. Latif, mengatakan, bantuan zakat produktif ini sebesar Rp 500 juta untuk pengembangan ternak sapi. Ia berharap bantuan Lazismu tersebut bisa menjadi model dalam pengembangan program agro industri terutama peternakan penggemukan sapi.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Badan pengurus Lazismu, Mahli Zainuddin, mengatakan, pada kali ini program khusus untuk wilayah dan daerah yang memiliki program dan sudah berjalan perlu mendapat dukungan. Namun, memerlukan peningkatan skala. “Sumber dananya dari dana yang diperoleh hasil fundraising dengan isu yang terkait kawasan tersebut,” jelasnya.(na)

Parepare
– LAZISMU. Hampir sebulan lamanya proses pembangunan rumah Indo Jati ditunggu-tunggu kapan berakhirnya. Masa penantian
itu akhirnya terjawab, setelah selesai secara resmi diserahterimakan
pada Jum’at, 13
Desember 2019, pukul 16.00 WITA, di Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi
Selatan.
Pembangunan rumah Indo Jati merupakan bagian dari program Rumah Berkah yang dilaksanakan Lazismu Parepare. Alhamdulillah sukses dibangun atas kerjasama beberapa pihak, antara lain, TNI khususnya yang ada di Kodim 1405 Mallusetasi dengan Lazismu Parepare yang didukung oleh Yayasan Baitul Maal, PT PLN area Parepare dan Divre Bulog.
Prosesi penyerahan rumah ini diserahkan oleh Dandim 1405 Mallusetasi yang didampingi oleh Ketua Lazismu Kota Parepare, Hj. Erna Rasyid Taufan dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat.
Ketua Lazismu, Erna Rasyid Taufan, dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Dandim 1405 Mallusetasi karena telah menggandeng Lazismu Parepare dalam program bedah rumah ini. “Ini sinergi yang kesekian kalinya dengan pihak TNI, semoga sinergi kali ini terus terjalin di masa yang akan datang untuk kemaslahatan bersama,” katanya.
Dandim 1405 Mallusetasi, mengungkapkan,ini adalah program bina teritorial Kodim sebagai upaya untuk mendekatkan TNI dengan rakyat. Program bedah rumah dengan tema Bedah Rumah Tidak Layak Huni dalam rangka Binter terpadu tahun 2019.
Alhamdulillah
berkat kerjasama yang baik dengan Lazismu, PLN dan Bulog rumah Indo Jati bisa kita rampungkan
yang sebelumnya tinggal di gubuk yang sangat tidak layak huni, ungkap pria Kelahiran Sumatera ini. Kini Indo Jati dengan wajah sumringah menerima rumah
berkah yang selama ini diharapkan.
(sf)

Maluku
– LAZISMU. Kegiatan donasi lainnya yang
dikerjasamakan Alfamidi dan Lazismu di Ambon adalah pembagian paket School Kit. Penyerahan
donasi difokuskan ke sekolah yang lokasinya terdampak
bencana gempa bumi. Penerima
manfaatnya siswa dan siswi yang berasal dari keluarga duafa.
Menurut Yayan Hadiyanto selaku staf program Lazismu, ada 2 titik lokasi untuk kegiatan ini yaitu, SD Muhammadiyah Ambon dan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anshor di Batu Merah, Kota Ambon.
Yayan mengatakan, SD Muhammadiyah Ambon, merupakan salah satu sekolah di Kota Ambon yang terkena dampak dari gempa bumi beberapa waktu lalu. Dua ruang kelasnya rusak sehingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Bantuan ini berasal dari donasi konsumen Alfamidi yang dipercayakan kepada Lazismu dalam mengelolanya untuk disampaikan kepada penerima manfaat, jelasnya.
Sekolah
ini berada di Jl. Wara, Batu Merah, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. “Sebanyak 100 paket School kit dibagikan pada Jum’at, 13 Desember 2019, untuk murid yang membutuhkan. di sekolah ini,” katanya.
Haikal Tatisina selaku Kaur Kurikulum SD Muhammadiyah Ambon, mengucapkan terima kasih kepada Alfamidi, MDMC dan Lazismu yang telah memberikan bantuan School Kit. Semoga bermanfaat bagi anak-anak di sekolah ini dalam proses kegiatan belajar mengajar, katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pondok Pesantren Al-Anshor, Liang, Maluku Tengah, yang juga terkena dampak terparah akibat bencana gempa bumi di Maluku Tengah, mendapatkan bantuan. Beberapa ruangan kelas roboh sehingga untuk kegiatan belajar mengajar pun menggunakan musala yang ada di pesantren.
Yayan menjelaskan, Pondok Pesantren ini banyak menampung anak yatim, anak jalanan dan anak-anak dari kalangan kaum duafa di sekitar Liang dan Maluku tengah. Di sini pula pernah didirikan posko MDMC untuk mengkoordinir bantuan logistik kepada warga sekitar yang terdampak bencana gempa.
Syafrizal
Fahlevy selaku Sekretaris Pondok
Pesantren Al-Anshor, turut mengucapkan terima
kasih kepada Alfamidi, Lazismu dan MDMC atas bantuan yang diberikan kepada para santri. “Bantuan
ini sangat bermanfaat sekali bagi anak-anak dalam memenuhi
prasarana kegiatan belajar mengajar. Semoga kebaikan ini mendapat ganjaran yang setimpal,” pungkasnya. (yh)

Jakarta – LAZISMU.
Dewasa ini, bantuan kemanusiaan banyak diperbincangkan. Hal tersebut tak lepas
dari bencana yang sering terjadi baik akibat ulah manusia maupun peristiwa alam.
Jika dulu bantuan kemanusiaan diberikan atas dasar belas kasihan dan rasa
sayang kepada sesama manusia, saat ini telah berubah menjadi pekerjaan profesional.
Layaknya
aktivitas pekerjaan, memberikan bantuan kemanusiaan menuntut sebuah
spesialisasi dan pelatihan khusus sesuai dengan tuntutan kondisi korban dan bentuk
bencana yang terjadi. Demikian disampaikan Barry Adhitya salah seorang Badan Pengurus
Lazismu Pusat, pada Kamis, 19 Desember 2019, di Business Center, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dalam acara
Kuliah Tamu, Program Studi Ilmu Politik, dengan tema “Bantuan Kemanusiaan Internasional: Peran NGO Indonesia dan Peluang Karir Bagi Generasi Muda.”
Menurut
Barry, panggilan akrabnya, untuk menjadi pekerja kemanusiaan yang profesional,
seorang kandidat harus melengkapi dirinya dengan pendidikan dan pelatihan yang
diselenggarakan oleh badan-badan kemanusiaan, sehingga ia memiliki standar
kompetensi yang diakui secara internasional. “Tanpa sertifikasi itu, seorang
pekerja sosial akan sulit diterima masuk oleh negara yang mengalami bencana,”
teranganya.
Dalam
situasi lain, orang yang menjadi korban bencana membutuhkan penanganan yang
khusus dan cepat. Menurut Barry, kehadiran pekerja sosial jangan sampai menjadi
beban tambahan di tempat bencana. “Membantu dengan semangat saja tidak cukup.
Mereka harus berhitung bukan hanya membantu tapi juga survive di tempat bencana,” paparnya.
.jpeg?access_token=95f7360b-2188-478b-b1e1-4fb10bb67a60)
Dalam
kuliah tunggal yang dihadiri sekitar 60 mahasiswa, Barry juga mengatakan, Lazismu
sebagai organisasi Muhammadiyah telah banyak terlibat dalam berbagai bantuan
kemanusiaan baik di dalam maupun di luar negeri. Misalnya dimulai dengan
bantuan kesehatan untuk warga Palestina, bencana di Filipina, gempa di Nepal,
dan pengungsi Rohingya dari Myanmar. Bantuan yang disalurkan Lazismu, hasil
dari zakat dihimpun dari pribadi umat Islam dan perusahaan.
Ketika
salah seorang mahasiswa bertanya mengenai peluang karir di bidang bantuan kemanusiaan,
Barry menjelaskan, saat ini sudah
terbuka lebar pekerjaan sosial internasional baik yang ditangani oleh
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maun Lembaga Sosial Masyarakat (LSM)
internasional. Bahkan standar gaji pekerja sosial itu sangat tinggi, karena
mencakup asuransi hidup, biaya perjalanan dan tunjangan yang lain.
Untuk
terlibat di dalamnya, Barry menyarankan agar mahasiswa banyak bersilaturahim atau
membangun jaringan dengan lembaga sosial, menempa kemampuan berbahasa Inggris,
pengetahuan internasional, di samping pengetahuan teknis di lapangan. (zm/na)

