Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Gibran Bahagia Bola Matanya Baru, Cita-Citanya Menjadi Penghafal Al-Qur’an

Lampung – LAZISMU. Bola mata sebagai elemen
organ tubuh memiliki bagian-bagian yang sangat kompleks dalam mekanisme
penglihatan. Dalam indera penglihatan, peran mata begitu penting ketika
menangkap cahaya dari dunia sekitarnya. Informasi yang ditangkap indera
penglihatan juga bagian dari bagaimana cara manusia mempersepsikan sesuatu yang
dilihatnya.

Namun jika bola mata ini tak berfungsi maka akan sangat memengaruhi penglihatan manusia. Termasuk penglihatan Azka Gibran Rabanni (4) karena kedua bola matanya palsu. Gibran menderita retinoblastoma beberapa tahun lalu. Setelah dioperasi, bola matanya yang ada adalah imitasi.

 

Gibran anak
pertama dari pasangan Sri Sundari (27) dan Yulianto Riwibowo (28) warga kampung
Bandar Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah. Di usianya yang masih
balita, ia   harus hidup tanpa indera penglihatan. Usianya
terus bertambah, dan memengaruhi ukuran bola mata yang dikenakannya. Jika tidak
diganti bola mata imitasinya akan jatuh. Kata ayahnya, Yulianto, Gibran dalam
usia tumbuh kembangnya menderita kanker.

 

“Rongga mata
berkembang makin besar seiring dengan usianya yang bertambah,” katanya. Sekarang
ini sering jatuh dengan sendirinya, sehingga bola matanya perlu diganti
disesuaikan dengan rongga mata yang ada, tambahnya. Yulianto sangat membutuhkan
bantuan agar bola mata anaknya bisa diganti.  

 

Kabar tentang
Gibran, telah diterima Lazismu. Salah seorang warga Terusan Nunyai mengabarkan
kepada Ketua Lazismu Lampung Tengah, M. Hasan Basri pada 7 Oktober 2019. Hari
itu juga   Lazismu Lampung Tengah bersama BMT Fajar,
mengunjungi kediaman Yulianto untuk mendapatkan informasi yang sesungguhnya.

 

Mlihat kondisi
ini, Lazismu tergerak dan menginisiasi penggalangan donasi. Respons donatur positif
untuk memberikan perhatian. Penggalangan dana dilakukan bersama-sama melibatkan
BMT Surya Abadi dan BMT Asyafiiayah.

 

Berikutnya, penggalangan
donasi dilakukan pada Rabu, 9 Oktober 2019, Allhamdullilah dalam waktu empat
hari donasi untuk adik Gibran sudah terpenuhi. Selanjutnya, Lazismu menyerahkan
donasi pada Kamis, 17 Oktober 2019 sebesar Rp. 21.710.000. Untuk penggantian
selanjutnya Lazismu Lampung Tengah siap membantu.

 

Hasan mengucakan
terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan donasinya melalui Lazismu
Lampung Tengah, semoga apa yang telah dilakukan dapat bermanfaat bagi mereka
yang membutuhkan, terutama masyarakat yang ada di Lampung Tengah.

 

Ibu Gibran, Sri
Sundari mengucakan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Lazismu yang
telah membantu putranya. Dalam waktu dekat Gibran akan segera mendapatkan bala
mata palsu yang baru. Sundari menuturkan, Sri Sundari menuturkan, jika putranya
bercita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an. Gibran bila ditanya cita-citanya apa?
Jawabnya jadi penghafal Al-Qur’an, dan ingin sekali mencium Hajar Aswad. “Selama
ini kesehariannya biasa saja, untuk hafalan Al-Qur’an sudah 2 juz,” katanya. (hs)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Dukung Program Hapus Tato IMS

Jakarta - LAZISMU. Lazismu mendukung Program Roadshow Hapus Tato Islamic Medical Service (IMS) yang berlangsung di Yogya, Bojonegoro, Bali, dan Lombok. “Lazismu turut mendukung program Hapus Tato IMS kali ini dengan meminjamkan mobil ambulan sebagai operasional selama kegiatan berlangsung dari bulan Oktober hingga November 2019. Tidak hanya ambulan, LazismU insyaAllah juga akan mensupport operasional kegiatan,” terang Direktur IMS, Imron Faizin (20/10).

Sebagai lembaga yang bergerak melayani masyarakat di bidang kesehatan IMS sangat terbuka dalam sinergi dengan pihak manapun. “Karena dalam sinergi dan kolaborasi, banyak program keumatan di bidang kesehatan, termasuk membantu sahabat hijrah lebih baik dalam meniti kehidupannya. Sejauh ini tercatat 4000 jiwa telah mendapatkan manfaat layanan hapus tato IMS,” jelas Imron.

 

Hapus Tato yang diselenggarakan di Bojonegoro pada 19 Oktober 2019 juga mendapat respon positif dari peserta yang hadir dengan menanyakan langsung kapan pelaksanaan untuk yang kedua kalinya.

Wakil Ketua Lazismu Bojonegoro Rudi Suparno dan tim yang datang langsung menyaksikan jalannya kegiatan hingga selesai menyatakan bahwa kegiatan hapus tato ini memiliki nilai dakwah yang cukup tinggi untuk kalangan anak muda.

“Program Hapus Tato ini bernilai dakwah sangat tinggi di kalangan anak muda. Sangat penting jika terus dipadukan,” ucapnya. Kedepan, Rudi berkeinginan kuat untuk memadukan program MDMC atau penanggulangan kebencanaan dengan hapus tato yang notabenenya dikelola oleh anak-anak muda. “Insya Allah kita akan sinergi lagi dengan IMS untuk hapus tato ke depannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekjen POROZ (Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat) Rizaludin Kurniawan yang juga Direktur Program Lazismu menegaskan bahwa Program Hapus Tato yang diinisiasi IMS merupakan program yang patut didukung. "Program hapus tato merupakan dakwah yang riil. Harus disupport dan dukung," tegasnya. (ims)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Ecoprint Cantik Bukan Batik

Banjarnegara - LAZISMU. Program pemberdayaan ekonomi kerja bareng Wardah Cosmetic dan Lazismu di Kabupaten Banjar Negara mulai membuahkan hasil. Produksi kain ecoprint yang melibatkan 90 warga desa itu telah menghasilkan ratusan potong kain untuk baju, hijab dan pashmina.

Pada acara Amil Camp nanti Teh Pupung Pursita sebagai pelatih ahli kain ecoprint akan hadir untuk memamerkan hasil produksi kain ecoprint kepada amil Lazismu. Teh Pupung juga menyiapkan 300 lembar kain ecoprint dengan desain cantik yang bisa dibawa pulang para peserta dengan harga khusus.

Kain ecoprint itu diproduksi kelompok warga di dua desa: Merden dan Mertasari, Banjar Negara, Jawa Tengah. Program ini diinisiasi Lazismu dengan biaya penuh dari Wardah Cosmetic. Pelaksana program adalah kelompok usaha ecoprint di bekerjasama dengan Lazismu Kabupaten Banjar Negara.

Setelah berhasil memproduksi kain ecoprint, Lazismu dan Wardah Cosmetic akan menyelenggarakan pelatihan tahap dua, yakni pelatihan pemasaran dan pengelolaan usaha. Dalam pelatihan ini, Lazismu akan menggandeng badan usaha milik Lazismu (Bumal) dan Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM).

 

Direktur Utama Bumal Lambang Saribuana dan Direktur Eksekutif BTM Agus Yulianto telah setuju berkunjung ke Banjar Negara seusai acara Amil Camp di Bandung. Dalam kunjungan selama dua hari itu, diharapkan bisa menemukan model pemasaran dan pengelolaan usaha yang sesuai dengan semangat Bumal dan BTM.

Produksi kain ecoprint di Banjar Negara adalah rintisan untuk menemukan model pemberdayaan ekonomi dengan sasaran kelompok perempuan. Kelak, model ini bisa ditiru atau diduplikasi di tempat lain. Bisa dengan konten yang sama, ecoprint juga, bisa juga dengan konten berbeda.

Wardah Cosmetic mengalokasikan dana pemberdayaan ekonomi untuk perempuan sebesar Rp 4 miliar pada tahun 2019. Khusus untuk program ecoprint ini, dana yang disalurkan mencapai Rp 237 juta. Dana digunakan untuk menyelenggarakan pelatihan, modal kerja dan operasional usaha untuk 3 bulan.

Selain kain ecoprint, Wardah Cosmetic dan Lazismu juga akan menyalurkan dana pemberdayaan tersebut untuk beberapa kegiatan ekonomi para perempuan.

Program yang sudah dipersiapkan antara lain: produksi saus tomat khusus untuk masakan Italia ‘’Tomato Lezato’’ di Kabupaten Bandung Barat, pembangunan miniplant pengolahan ikan laut sesuai standar industri pengalengan di kampong nelayan pantai Selatan Jawa Barat dan peternakan ayam kampung di Klaten, Jawa Tengah. (jto)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Menjawab Peningkatan Angka Kemiskinan Di Sumenep, KL Lazismu Resmi Diluncurkan

Sumenep – LAZISMU. Perluasan kantor
layanan (KL) Lazismu tahun ini kembali bertambah, di Kabupaten Sumenep, Madura,
Jawa Timur. Keberadaan KL tersebut secara resmi dibuka peluncurannya oleh
Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief, di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Jl.
Urip Sumoharjo 8A Pabian Sumenep, Madura, Jawa Timur (20/10/2019).

Peluncuran yang berlangsung pukul 08.00 WIB, dihadiri Ketua Lazismu Jawa Timur, Zainul Muslimin, Komisaris PT. Pembangkitan Jawa Bali, Defy Indiyanto Budiarto, Wakil Pengasuh Ponpes Al-Islah Sendangagung Lamongan, Piet H. Khaidir, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Moh. Yasin, dan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sumenep, Hamdan, serta 201 undangan meriahkan acara ini.

 

Acara
bertajuk Berderma untuk Kemakmuran Masyarakat Sumenep: Strategi Membangun Kekuatan
Ekonomi Melalui Lazismu, resmi dibuka. Direktur Lazismu Sumenep, Abd. Manan
Rifa’ie menyampaikan, berdirinya KL Lazismu Sumenep untuk membantu lembaga
zakat pemerintah dalam menyalurkan dan mendistribusikan zakat.

 

Disamping
itu, Lazismu juga mempunyai visi dan misi untuk membantu Pemerintah dalam
menekan angka kemiskinan. “Kemiskinan adalah persoalan yang sampai saat ini
masih sulit ditangani oleh pemerintah, sehingga dengan adanya lembaga ini
diharapkan dapat mengurangi beban pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan
khususnya di Kabupaten Sumenep dengan meningkatkan potensi zakat.” katanya.

 

Menurutnya,
Lazismu diharapkan nantinya dapat menjadi penyambung kebutuhan masyarakat
Sumenep yang akan menunaikan zakat. Dan peran Lazismu dapat menyosialisasikan
pentingnya untuk kesadaran membayar zakat, infak dan sedekah sebagai amal
jariyah di kemudian hari.

 

Direktur
Utama Lazismu, Hilman Latief, dalam sambutannya mengatakan, amat mengapresiasi
atas kehadiran Lazismu di sini, terbentuknya lembaga pengelola zakat non
pemerintah atas inisiatif pengurus Muhammadiyah.

 

Sebagai
lembaga zakat di luar pemerintah, KL Lazismu Sumenep hendaknya dapat bersinergi
dengan lembaga zakat pemerintah dalam pengelolaan zakat yang pelaksanaannya bisa
dengan melakukan pemetaan dalam mengelola zakat. Misalnya, Lazismu dan BAZ
hendaknya selalu duduk bersama membahas bagaimana untuk mengoptimalkan
potensi-potensi zakat,” jelasnya.

 

Potensi
zakat di Sumenep, terang Hilman, perlu ditingkatkan agar dapat mengurangi angka
kemiskinan dan kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Hilman meminta agar lembaga-lembaga
pengelola zakat, baik milik pemerintah atau bukan selalu menyosialisasikan
zakat.

 

Masih
ada kelemahan di dalam praktiknya seperti kemampuan kita untuk mencari
sumber-sumber zakat yang masih terbatas. Hal itu disebabkan kesadaran
masyarakat untuk menunaikan zakat masih rendah sehingga memang perlu
sosialisasi agar masyarakat gemar berzakat dan lebih terakomodir,” sambungnya.

 

Upaya
ini tanggung jawab kita semua dan para pemangku kepentingan, Islam telah memberikan
  kita semua perintah yang bersumber dari Al-Qur’an untuk mengambil hak kaum duafa dari harta kita. Bisa dibayangkan jika masyarakat gemar berzakat, maka tidak menutup kemungkinan dapat menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep yang akan berdampak luas pada proses pembagunan,” paparnya.
(gempardata/sn/why)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Akan Gelar Amil Camp 2 di Lembang, Bandung

Jakarta – LAZISMU. Lembaga Amil
Zakat Nasional, Lazismu, akan menyelenggarakan kegiatan Amil Camp 2019 dengan
tema Membangun Profesionalitas Amil Berkemajuan. Kegiatan ini diselenggarakan dengan
tujuan menggali kapasitas dan kemampuan amil dalam mengidentifikasi isu-isu filantropi
yang beririsan dengan Sustainable Development
Goals
(SDGs) dan gerakan dakwah pencerahan Muhammadiyah.

Acara akan berlangsung pada 23 – 25 Oktober 2019, yang berlokasi di Lembah Villa Bougenvile, Jl. Cibodas, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.


Ketua Pelaksana Amil Camp 2, Falhan Nian Akbar, mengatakan, Amil Camp ini sudah tahun kedua. Sebelumnya dilaksanakan di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh Amil Lazismu dari seluruh Indonesia. “Lazismu juga mengundang praktisi filantopi lainnya, gubernur Jawa Barat, ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan tokoh lainnya,” kata Falhan.   


 
Ada banyak kegiatan nantinya, sambung Falhan. Selain temu amil nasional, ada juga kegiatan outbond, api unggun dan kegiatan menantang lainnya yang akan diikuti para amil. Dalam kehidupan sehari-hari amil dalam pengembangan kapasitasnya memerlukan kegiatan baik secara formal maupun informal.

 

Sementara
itu, Tatang Ruchyat selaku Sektretaris Pelaksana Amil Camp 2, mengungkapkan,
tahun ini Amil Camp 2 ditargetkan 250 peserta hadir di Lembang. Diharapkan amil
dapat mengaplikasikan dengan menggabungkan unsur edukasi dan adventure sehingga
mendapat pengwtahuan dan pengalaman baru.

 

Pembukaannya
dimulai besok, siang hari, kata Tatang. Hingga saat ini, para peserta Amil Camp
2 dari seluruh Indonesia sedang menuju Bandung dari daerahnya masing-masing.
Tatang mengatakan, konsep Amil Camp 2 dirancang bersama-sama para amil sebagai bentuk
kegiatan yang dapat memotivasi para amil dalam melaksanakan aktivitasnya
sehari-hari. (na)

 

 

 

 

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Akan Berikan Seragam Sekolah untuk Siswa - Siswi PAUD Di Sorong

Papua Barat - LAZISMU.  Keberadaan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diluncurkan Lazismu dan Aisyiyah Kota Sorong pada 25 Agustus 2019, dalam perkembangannya mendapat respons yang positif. Penambahan jumlah siswanya terus berkembang.

Ketua Lazismu Papua Barat, Kamaluddin, mengatakan, saat peluncuran dulu siswa sudah dikenalkan pembelajaran dasar berhitung, mengenal huruf dan hafalan doa-doa.

Secara resmi proses belajar mengajar dilaksanakan pada 9 September 2019. Bersama Aisyiyah Kota Sorong, untuk menunjang proses pembelajarannya, kata Kamauddin (19/10/2019), terdapat dua guru dan satu orang tenaga administrasi.

"Seluruh siswa PAUD berjumlah 22 orang, beberapa anak yang lain usianya sudah 7 tahun karena belum melanjutkan ke sekolah dasar (SD)," katanya. Seluruh siswa di sini merindukan pakaian seragam. Kamal mengajak para dermawan untuk turut membantu siswa PAUD di sini agar mereka juga dapat belajar dengan gembira, semoga harapan ini segera terkabul.

Lazismu mengambil inisiatif seluruh siswa dibebaskan dari biaya. Semuanya disediakan secara gratis agar anak-anak di sini bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak. Hal ini kami lakukan karena semua murid yang ada asli putra-putri Papua Barat, katanya.

 

Dalam kesempatan berbeda, Kamaluddin yang juga salah satu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Sabtu kemarin menyerahkan bantuan berupa kumpulan Khutbah Jumat dan Idul Fitri dan Idul Adha yang dikumpulkan melalui majalah Suara Muhammadiyah. Alhamdulillah buku-buku itu diterima oleh Imam Masjid Al-Hijrah di ruangan kelas PAUD Lazismu. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross