

Konawe – LAZISMU. Lazismu bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Konawe datang ke lokasi pasca-banjir di dua kecamatan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Kamis, 23 Juli 2020.
Pada kegiatan sebelumnya, AMM Konawe telah melakukan aksi penggalangan dana selama tiga hari di Tugu Adipura Unaaha, dan berhasil menghimpun dana dari masyarakat sebesar Rp 10 juta. Hasil penggalangan itu, kemudian disalurkan di dua wilayah lokasi terdampak, yakni Masamba (Sulsel) dan Konawe (Sultra).
Adapun penyaluran bantuan terdampak banjir di Konawe berada di dua titik, yaitu di Desa Laloika Kecamatan Pondidaha dan Desa Waworaha Kecamatan Lambuya. Relawan menyusuri lokasi dengan menggunakan perahu sebagai transportasinya, demikian disampaikan salah seorang amil Lazismu Konawe.
Lebih rinci, bantuan yang disampaikan ke penerima manfaat terdiri dari 150 dus makanan siap saji, 60 pcs popok bayi, 50 dos air kemasan, dan 60 galon air minum untuk dibagikan ke penerima manfaat.

Darwis salah seorang tokoh masyarakat setempat, mengatakan, tiap tahun di desa tersebut telah menjadi langganan banjir. “Apabila hujan turun dengan intensitas tinggi, pasti banjir lagi,” kata Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pondidaha ini. Lebih lanjut, beliau sangat mengharapkan adanya perhatian khusus dari pemerintah kabupaten Konawe agar sekiranya bisa memberi solusi pencegahan banjir tahunan yang sering melanda tersebut.
Sementara itu, Yasin Abbas selaku Ketua Lazismu Konawe mengharapkan agar pemerintah kabupaten Konawe lebih proaktif dan serius menangani daerah-daerah rawan banjir, paling tidak ada upaya-upaya pencegahan sebelum datangnya musim penghujan. (na)

Banyumas – LAZISMU. Tanah yang subur jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik akan sangat berguna. Bisa ditanami tanaman yang bernilai ekonomi dan dapat memberdayakan orang lain dengan kegiatan yang produktif.
Di lahan produktif inilah di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Rawaheng, Cabang Wangon, memanfaatkan tanah wakaf seluas 1 hektar yang ditanami dengan pohon jeruk. Penanaman pohon jeruk ini sudah dilakukan sejak Januari 2017.
Kurang lebih 2,5 tahun berlangsung penanaman jeruk, maka pada 19 Juli 2020, dilaksanakan panen perdana. Jenis jeruk yang ditanam ialah jeruk lokal manis. Jeruk asli manis dan terasa seger banget, kata Wisnu, salah satu amil Lazismu Banyumas yang datang saat jeruk dipanen.
.jpeg?access_token=dfe6fa21-621a-4324-8353-e540a9ffbdb4)
Menurut Imam Sugiarto, Ketua Kantor Layanan (KL) Lazismu Wangon, di lahan ini tidak semuanya ditanami jeruk, sisa lahan berikutnya rencana akan ditanami pohon alpukat. Ia berharap kalau pemberdayaan ini dapat berkembang, selain buah jeruk, buah alpukat juga memiliki prospek yang bagus agar hasil panen lebih melimpah.
“Semoga warga yang mendapatkan manfaat dari pemberdayaan tanah wakaf produktif ini dapat belajar dengan beragam tanaman yang ada di sini,” katanya.
Direktur Eksekutif Lazismu Banyumas, Sabar Waluyo mengatakan, dari dana zakat, program pemberdayaan dapat dilakukan. Di sini ada lahan yang bisa dikelola oleh masyarakat menjadi lahan produktif.
“Tentunya akan berdampak pada meningkatkan akses ekonomi masyarakat dari sumber-sumber produktif program pemberdayaan,” katanya. Dari program zakat diharapkan juga ada upaya mengubah suatu kondisi masyarakat agar menjadi lebih baik.
“Tugas Amil pada dasarnya bagaimana memberdayakan seseorang atau lingkungannnya dengan kegiatan pemberdayaan. Bisa dengan pemberdayaan berbasis pertanian yang selanjutnya dapat mengangkat derajat mustahik menjadi muzakki sehingga dapat meningkatkan taraf ekonominya,” pungkasnya. (jnd)

Banyumas – LAZISMU. Apa jadinya jika salah satu bagian tubuh kita terdapat permukaan kulit yang tidak wajar. Tumbuh daging di kulit misalnya, yang sebelumnya tidak pernah ada. Seperti yang dialami Yahdi, siswa SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang, jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Ajibarang, kabupaten Banyumas.
Bagi pelajar yang masih aktif ini, tumbuhnya daging di bagian tubuhnya terasa mengganggu. Kesehatan Yahdi sebagai seorang pelajar mendapat kendala terutama saat bergaul dan belajar di sekolah. Di sekolah Yahdi harus berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.
Ujian kesehatan yang menimpa Yahdi, dengan tumbuhnya daging atau Keloid sudah lama diderita. Putra dari Bapak Ridwan ini, sejak dari sekolah dasar ada Keloid yang tumbuh di kepalanya. Seingatnya, kata Bapak Ridwan, kemunculan keloid itu setelah sembuh dari penyakit cacar.
Menurut keterangan Direktur Lazismu Banyumas, Yahdi sudah pernah menjalani operasi sebanyak dua kali, namun ternyata keloid di kepalanya masih tumbuh kembali. Kira-kira Yahdi dioperasi saat duduk di kelas 3 sekolah menengah pertama. “Ia kadang merasa tidak percaya diri ketika sekolah karena penyakitnya itu,” ujarnya.
Keloid yang tumbuh di kepala Yahdi, merupakan penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS. Melihat kondisi keluarga Bapak Ridwan yang tidak memiliki biaya untuk melakukan operasi untuk anaknya, Lazismu Banyumas tergerak untuk membantu siswa SMK jurusan TKJ ini.
Lazismu langsung mendatangi rumahnya yang berada di Desa Panembangan, Cilongok Banyumas (23/7/2020). Penyerahan bantuan dari Lazismu sebesar Rp 4 juta, diserahkan kepada Bapak Ridwan agar anaknya dapat segera mendapatkan tindakan medis.
Yahdi mengaku untuk makan saja, tidak berani memakan makanan yang mengandung penyedap rasa. Dia merasa setelah makan makanan yang mengandung penyedap rasa, keloid yang ada di kepalanya seperti semakin membesar. “Dulu setelah operasi, karena tidak menjaga pola makan keloid itu seperti makin membesar” ceritanya.
Yahdi mengucapkan terima kasih kepada donatur dan Lazismu yang telah memberikan perhatian atas penyakit yang dideritanya. Ia berharap penyakitnya bisa segera sembuh, dan berdoa jika kelak dioperasi berjalan lancar. (jnd)

Purbalingga – LAZISMU. Program pemberdayaan lembaga pendidikan Islam yang menekankan pentingnya menciptakan generasi penghafal Al-Quran menjadi bagian tak terpisahkan bagi Lazismu di Purbalingga. Bersama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat, lazismu berupaya menangkap kebutuhan para generasi muda Islam dengan mendirikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Purbalingga.
Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Al-Quran Darussalaam, Slinga, Desa Slinga Kecamatan, Kaligondang, Kabupaten Purbalingga adalah wujud implementasi Program Layanan Sosial, Dakwah dan Kemanusiaan bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga.
Andi Pranomo selaku Direktur Lazismu Purbalingga mengatakan, dengan program tersebut, Lazismu telah mentasarufkan bantuan berupa Al-Quran untuk menunjang kebutuhan para penghafal Al-Quran. “Dipondok pesantren tersebut pada Selasa, 21 Juli 2020, tepat pukul 10.00 WIB pentasarufan Al-Quran diterima langsung oleh Direktur Pondok Pesantren,” katanya.
Hadir dalam penyerahan itu, para ustadz Pondok Pesantren Darussalaam Slinga, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Slinga yang diwakili oleh Rochim, dan Ketua Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah Purbalingga yang diwakili oleh Aris Pujianto.
Dengan 15 mushaf ini, kata Andi, diharapkan dapat menambah semangat para santri untuk belajar dan menghafal Al-Quran. Lazismu akan berupaya meneruskan program ini dengan mentasyarufkan mushaf di semua Pondok Pesantren Muhammadiyah atau Lembaha Tahfidzul Quran yang ada di Purbalingga.
.jpeg?access_token=cad739b2-608e-415a-85e4-fe405ba284ad)
Selain menyalurkan bantuan mushaf, Lazismu Purbalinga pada 22 Juli 2020, juga menyaurkan bantuan untuk program Save Our School (SOS). Adapun sekolah yang menerima bantuan SOS antara lain, MIM Pringamba Losari, MIM Wlahar Losari, dan MIM Panunggalan Pengadegan.
Masing-masing MIM mendapat bantuan sebesar Rp 4 juta, yang penyerahannya disaksikan langsung oleh Sugiman selaku Majelis Dikdasmen PDM Purbalingga, PBG. Hambali dari PCM Losari, Parwoto dari PCM Pengadegan, A. Fauzi dari FGM Purbalingga, Prabowo dari PKG MIM Purbalingga, dan masing-masing kepala sekolah MIM dan para guru.
Dengan pentasyarufan ini, Sugiman selaku Majelis Dikdasmen Purbalingga mengajak semua pihak bersama-sama dengan Lazismu untuk terus berpartisipasi mendukung program ini. Tak lupa kami sampaikan terima kasih, kepada semua pihak yang mendukung program ini. (na)

Seperti dikutip dari laman khittah.co (27/7/2020), Sakinah dari perwakilan tim Psikososial MDMC Luwu Raya, mengatakan, tim yang mendampingi masyarakat pada masa tanggap darurat untuk memulihkan trauma pasca-bencana sehingga masyarakat mampu secara perlahan-lahan bangkit dari kesedihan agar kembali beraktivitas seperti biasa.
“Ini bentuk prihatin kami semua terhadap korban banjir di Masamba,” kata Sakinah saat dikonfirmasi usai menggelar layanan psikososial kepada warga terdampak korban, Sabtu, 25 Juli 2020.
Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palopo ini mengungkapkan, untuk relawan psikososial yang bertugas kami tempatkan di Pos Layanan (Posyan) Balebo, Kappuna & Pannampung. Mudah-mudahan akan terus kami lakukan dengan sistem roling, jadi untuk tahap awal kami buka dalam 10 hari ke depan.
Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris MDMC Sulsel Haeruddin Makkasau saat dihubungi (27/7/2020) mengatakan, pihaknya diamanahkan oleh pemerintah daerah menjadi bagaian dari penanggung jawab pelaksanaan psikososial terhadap korban bencana ini.

“Amanah ini menjadi tantangan bagi kami, apalagi di masa pandemi untuk tetap senantiasa mematuhi protokol Covid-19,” tuturnya. Pihaknya yakin semua tim bekerja aman, terkendali dan senantiasa melakukan komunikasi.
Haeruddin menambahkan, selain tim psikososial dari Universitas Muhammadiyah Palopo, MDMC juga akan memobilisasi tim relawan psikososial melalui perguruan tinggi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan.
“Secara bertahap, ke depan ada sebanyak 11 perguruan tinggi muhammadiyah (PTM) yang bakal diturunkan sebagai tim psikososial untuk kemudian dilibatkan dalam partisipasi tanggap darurat ke 7 Pos Pelayanan (Posyan) Muhammadiyah Luwu Raya,” katanya.
Besar harapan kami, lanjut Haeruddin, MDMC melalui mobilisasi relawan pada tingkat kolaborasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan dapat memaksimalkan tanggung jawab sebagaimana peran yang diamanahkan oleh pemerintah daerah. (na)

Malang – LAZISMU. Gerakan berbagi yang diluncurkan Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) bersama beberapa lembaga amil zakat, termasuk Lazismu di Kota Malang secara seremonial berlangsung pada Sabtu 4 Juli 2020, yang dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl Gajayana Kota Malang. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur, Perwakilan Gojek, para Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan ‘Aisyiyah (PDA) Kota Malang, serta para undangan dan para penerima manfaat.
Sebelumnya di beberapa kota, bersama figur publik papan atas seperti Slank, Luna Maya, Chef Arnold Poernomo, Kerenina Sunny, serta Giring Ganesha, penyaluran distribusi bantuan yang sudah terkumpul dilaksanakan di 17 kota di seluruh Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Medan, Depok, Tangerang, Bogor, Balikpapan, Manado, Palembang, Semarang, Surabaya, Malang, Padang, Solo, Yogyakarta, Makassar, dan Jayapura.
Adapun di kota Malang, Lazismu sebagai mitra YABB Perusahaan Online Gojek, mendapat amanah menyalurkan paket sembako sejumlah 450 paket, yang berisi berisi beras 5 kg, gula 1 kg, minyak 1 liter dan daging kornet. Kegiatan ini bertujuan meringankan beban dampak pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir.
Ketua PDM Kota Malang, Abdul Haris, dalam sambutannya menyatakan, Muhammadiyah senantiasa mengajak umat Islam beramal nyata, salah satunya dalam bentuk menghimpun dana bantuan dan disalurkan kepada mereka yang berhak. “Untuk itu, pimpinan Muhammadiyah bersama jajarannya, termasuk Lazismu senantiasa menjaga amanah dan kepercayaan dari donatur dan muzaki,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Reynando, perwakilan Gojek Malang Raya sangat menyembut baik kegiatan ini dan merupakan bentuk kepedulian kedua belah pihak, Lazismu dan Gojek, turut berperan serta membantu warga terdampak pandemi Covid-19 yang membutuhkan uluran tangan.
“Gojek selalu bekerjasama dengan para mitra terpercaya, termasuk dengan Lazismu. Dalam kegiatan aksi kemanusiaan, memberikan bantuan pangan kepada warga terdampak Covid-19 di Kota Malang. Semoga kerjasama ini terus berkelanjutan dan semakin erat di masa mendatang” kata Rio.
Ketua Lazismu wilayah Jawa Timur, Zainul Muslimin, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan tepat pada peringatan milad Lazismu yang ke-18. Lazismu didirikan pada 4 Juli 2002 sebagai bentuk respons Muhammadiyah guna menggerakkan potensi zakat umat Islam dan pengelolaan dana filantropi di Indonesia. Karena itu selain menyambut baik aksi bersama Gojek ini, ia juga menekankan para Amil Lazismu untuk terus berkerja keras dan meningkatkan giat fundraising guna membantu saudara-saudara kita yang masih berada di garis kemiskinan.
.jpeg?access_token=615bbddd-1f53-4a96-8e02-60e436074c45)
Disamping itu, Zainul mengajak semua pihak, memikirkan kegiatan Qurban yang salah satunya juga untuk mengatasi ketersediaan pangan yang berkelanjutan. Lazismu Wilayah Jawa Timur telah melaksanakan program Qurban kemasan selama 4 tahun, yakni daging qurban diwujudkan dalam bentuk makanan dalam kaleng, kornet dan rendang.
Ia mengajak semua pihak untuk turut serta lebih menyukseskan program Qurban untuk program ketahanan pangan yang manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Salah satu penerima manfaat program Lazismu bersama Gojek, Sana’i seorang marbot masjid penyandang disabilitas, merasa senang dan gembira telah dibantu oleh Lazismu-Gojek. Ia, disamping bertugas di Masjid, juga seorang loper koran yang turut merasakan dampak Covid-19.
“Terima kasih, Lazismu dan Gojek telah peduli kepada warga yang membutuhkan seperti saya ini. Pendapatan saya sebagai loper koran hanya Rp 20 – 30 ribu per hari. Ketika wabah pandemic berlangsung hampir tidak berpenghasilan sama sekali dari pengantaran koran, karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengantar koran ke rumah-rumah pelanggan. Apalagi beberapa waktu lalu diberlakukan PSBB,” ungap Sana’i.
Sementara itu, Wakil Ketua Lazismu Kota Malang, Anas Yusuf, mengatakan, pada tahap pertama ini dibagikan 305 paket bantuan pangan, sedangkan sisanya 145 paket dibagikan kepada para guru, marbot, pegiat sosial dakwah di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta driver gojek pada Kamis (9/7/2020). Kegiatan penyaluran ini tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, hadirin dan penerima manfaat menjaga jarak, cek suhu tubuh, mencuci tangan dengan hand sanitizer dan memakai masker.
Anas menambahkan, ia dan rekan-rekan amil Lazismu di Kota Malang merasa bangga mendapat kepercayaan dari pihak Gojek untuk menyalurkan paket bantuan kepada sasaran penerima yang salah satunya adalah pengemudi ojek yang terdampak Covid-19. Kepercayaan ini diwujudkan dalam bentuk pendistribusian yang tepat sasaran sesuai dengan data yang telah dihimpun. (ad)

