

Berdasarkan informasi yang disampaikan dari Pos Koordinasi melalui MDMC, lokasi pendampingan warga terdampak berada di lima titik. Lima titik itu meliputi Desa Kamiri, Desa Kappuna, Desa Radda, Kelurahan Bone dan Desa Panampung. Jumlah relawan yang dikerahkan sebanyak 159 personil, demikian disampaikan perkembangannya oleh Khaeruddin Makkasau (26/7/2020).
Sampai saat ini, jumlah penerima manfaat yang mendapat bantuan pelayanan medis sebanyak 42 jiwa dan bantun logistik sebanyak 1732 KK. Kebutuhan yang diperlukan para warga terdampak antara lain makanan, air bersih, air mineral, makanan dan kebutuhan bayi, kebutuhan perempuan, selimut, alas tidur, sarung, tandon air, genset, dan nutrisi bagi bayi dan ibu hamil serta menyusui.
Berdasarkan catatan dari lokasi penampungan warga terdampak yang disampaikan oleh Pos Koordinasi, ada kebutuhan lainnya yang perlu mendapat perhatian, antara lain, masjid darurat, sekolah darurat dan hunuian sementara bagi warga terdampak.
Di kabupaten Luwu Utara, MDMC terus berkoordinasi dengan BPBD setempat dan semua pihak dalam kegiatan mitigasi bencana ini. Sampai data ini dikeluarkan, banjir bandang ini telah memakan korban sebanyak 38 jiwa, korban luka 51 orang, dalam pencarian 10 orang dan yang selamat berada di pengungsian sebanyak 14.483 orang (na)

Jakarta – LAZISMU. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, hari ini Selasa, 28 Juli 2020, secara simbolis menyerahkan sapi berbobot 1 ton kepada lembaga amil zakat Muhammadiyah atau Lazismu di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyahyang akan dikurbankan pada hari raya Idul Adha 1441 H.
Sebelum penyerahan secara simbolis, Anies Baswedan yang dalam hal ini diwakili oleh Aceng Zaini selaku Biro Dikmental Pemrov DKI, mengucapkan terima kasih kepada Lazismu atas kesempatannya sehingga acara penyerahan simbolis sapi kurban ini dapat terlaksana. Aceng menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Gubernur DKI yang berhalangan hadir kepada segenap pimpinan Lazismu.
Bapak Gubernur DKI berharap kegiatan ini bisa terus dikoordinasikan dan ditingkatkan. “Sehingga kegiatan ini ke depannya bisa terus eksis dan dinamis di mana-mana dan Jakarta manis,” kata Aceng Zaini menyampaikan pesan dari Anies Baswedan.
Dalam kesempatan itu, Direktur Lazismu Edi Suryanto, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memercayakan kepada Lazismu menyerahkan hewan kurbannya untuk disalurkan kepada penerima manfaat.
Lazismu pada Idul Adha tahun ini mengusung tema Qurban Untuk Ketahanan Pangan, yang secara nasional diselenggarakan oleh masing-masing kantor layanan baik di tingkat wilayah dan daerah maupun diunit-unit terkecil. “Tak hanya di dalam negeri, Lazismu juga menyalurkan kurban di luar negeri seperti Palestina, Rohingya dan Yaman,” jelasnya.
Lazismu juga dalam rangka memperkuat ketahanan pangan, menyuguhkan kurban dalam bentuk kemasan. “Kemasan yang diproses secara halal dalam bentuk rendang,” katanya. Kurban kemasan ini lebih efisien dan tahan lama untuk menjangkau yang lebih luas, sambung Edi.

Sementara itu, hadir dalam penyerahan, Ahmad Luthfi Fathullah selaku Ketua Baznas (Bazis) DKI, yang turut menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Lazismu. Ada hikmah yang bisa dipetik dalam momen kurban tahun ini, kata Luthfi. Di tengah pandemi ini, semoga dengan berkurban kita semua diberi kekuatan untuk melewati ujian ini. “Bisa saja dengan berkurban dan memakan daging kurban kita diberi kekebalan dari bahaya penyakit,” paparnya.
Pada penyerahan simbolis ini, Aceng Zaini yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, juga menyaksikan penyerahan kalung kurban bertuliskan Sapi Qurban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedandari Ketua Baznas (Bazis) DKI kepada Lazismu yang diwakili oleh Direktur Lazismu Edi Suryanto.
Turut hadir dalam penyerahan Agus Tri Sundani selaku Ketua Majelis Tabligh mewakili PP Muhammadiyah, Dewan Pengawas Bazis DKI Ahmad H. Abu Bakar dan Pimpinan Aisyiyah DKI Jakarta. (na)

Luwu Utara – LAZISMU. Sudah satu pekan lebih tim relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Luwu Raya melakukan mitigasi bencana pasca-banjir bandang di kabupaten Luwu Utara pada 13 Juli 2020. Bantuan logistik dan kebutuhan lainnya termasuk psikososial telah dilakukan para relawan di titik-titik kumpul para pengungsi.
Di luar kondisi itu, ada sebuah desa yang bernama Beringin Jaya, berada di kecamatan Baebunta Selatan, kabupaten Luwu Utara. Lokasi ini kawasan yang terisolir. Untuk menuju ke sana harus menempuh jarak 1 kilometer dengan berjalan kaki. Ada tiga titik lokasi di daerah tersebut, dan harus menyebrang sungai menggunakan perahu untuk menyusuri medan agar sampai di Desa Beringin Jaya.
Menurut laporan MDMC Sulawesi Selatan, para relawan sudah sampai di sana kemarin (27/7/2020). Dan sebelumnya tim relawan telah memberikan sekitar 3 ton beras, sembako dan bantuan lainnya. Adapun Senin kemarin, relawan yang terdiri dari tenaga medis MDMC Luwu Raya mendatangi lokasi terisolir itu untuk memastikan kondisi kesehatan warga terdampak.
Salah seorang relawan medis MDMC, dr. Rifqi, mengatakan, upaya relawan masuk ke daerah terisolir ini untuk memastikan kondisi kesehatan warga. Selain itu, tim medis juga membawa bantuan berupa asupan nutrisi berupa suplemen dan buah-buahan.
Tak hanya memeriksa kesehatan mereka, kehadiran kita ingin mendengar keluhan warga terdampak di mana kondisi kesehatan mereka juga rawan terhadap penyakit karena berada di pengungsian, ujar dr. Rifqi.
Ada tiga dusun yang terisolir, khususnya warga yang selama ini mengeluhkan kesehatannya, mengalami gangguan seperti gatal-gatal, maag, sakit kepala dan asam urat, sambungnya.
Kepala Dusun Seruni, M. Nasir, mengatakan sebagai bagian dari lokasi yang ada di desa Beringin Jaya, kami mewakili warga sangat berterima kasih kepada seluruh relawan, lebih khusus tim relawan MDMC Luwu Raya yang datang langsung mengunjungi para korban dengan membawa bantuan sembako.
“Terima kasih banyak kepada relawan MDMC Luwu Raya atas bantuan sembakonya, yang juga menurunkan tim medisnya untuk melihat langsung maupun mendengar keluhan kesehatan warga,” ungkapnya. Semoga para relawan mendapat perlindungan dan terus bisa berbagi dan berbuat yang terbaik untuk umat.
Di lokasi terpisah, relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Selatan, Senin kemarin turut mendatangi kawasan terisolir, yakni Desa Maipi. Para relawan untuk sampai ke lokasi menempuh waktu kurang lebih 3 jam dengan berjalan kaki untuk memastikan bantuan yang diantar dapat terdistribusi kepada warga terdampak. (na)

Lhokseumawe – LAZISMU. Hari Raya Idul Adha akan tiba, di hari bahagia ini umat Islam akan
meyelenggarakan penyembelihan hean kurban. Senafas dengan tahun sebelumya,
Lazismu di Lhokseumawe sejak satu pekan terakhir, telah mendistribusikan tanda
kupon kepada penerima manfaat, terutama kaum duafa melalui koordinator
masing-masing.
Ketua Lazismu Lhokseumawe, Farhan Zuhri Baihaqi, mengabarkan, kupon-kupon itu telah kita koordinasikan ke masing-masing penaggung jawab, untuk dibagikan ke masyarakat kurang mampu. “Ada sekitar 900-an kupon pengambilan daging kurban, semua diedarkan oleh masing-masing koordinator di empat kecamatan dalam Kota Lhokseumawe,” paparnya.
Sebagai bukti atau tanda pengambilan daging hewan kurban, penerima manfaat harus membawanya untuk diserahkan saat pengambilan, yang berlangsung di hari raya kedua, tepatnya Sabtu 1 Agustus 2020 mulai pukul 11.00 - 14.00 WIB, bertempat di halaman Masjid Taqwa Muhammadiyah Lhokseumawe.
Farhan mengungkapkan, warga yang datang nanti, di waktu yang telah ditentukan, sudah bisa berkumpul di pelataran Masjid Taqwa, beralamat di Jalan Listrik, Gampong Jawa Baru, Kecamatan Banda Sakti,” jelasnya.
Pada saat pengambilan gading hewan kurban nanti, warga diwajibkan memakai masker dan jaga jarak. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan virus corona dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sambung Farhan.
Di samping itu, panitia kurban, juga telah memberikan informasi kepada penerima manfaat, untuk pengambilan daging hewan kurban di luar jam (waktu) yang telah tentukan, tidak akan dilayani mengingat protocol kesehatan yang perlu diperhatikan.
Dalam keterangannya, Lazismu Kota Lhokseumawe sampai hari ini telah menghimpun hewan kurban yang terdiri dari 8 ekor Sapi dan 13 ekor kambing. Lazismu masih membuka kesempatan bagi warga yang akan menunaikan kurban, agar dapat menghubungi kami di nomor kontak panitia 0813 9701 0400, kata Farhan. (na)

Mojokerto – LAZISMU. Kantong plastik biasa digunakan untuk wadah menempatkan sesuatu barang, makanan atau lainnya. Lambat laun penggunaan kantong plastik mulai ditinggalkan masyarakat karena dampak yang ditimbulkan menumpuknya sampah plastik yang sulit diurai.
Sebagai upaya mengurangi dampak sampah plastik, Lazismu kabupaten Mojokerto dalam program Qurban Ketahanan Pangan, memberikan alternatif untuk mengemas daging setelah penyembelihan hewan kurban.
Apalagi kurban tahun ini masih di tengah wabah Covid-19. Lazismu tak lagi membagikan kantong plastik kepada penerima manfaat dalam membagikan daging kurban seperti tahun sebelumnya. Sebagai penggantinya, besek yang terbuat dari anyaman bambu dinilai lebih ramah lingkungan.
“Penggunaan besek untuk kemasan daging ramah lingkungan sebagai wujud mengkampanyekan dan edukasi jamaah agar beralih dari kantong plastik yang tidak ramah lingkungan,” ungkap Manager Lazismu Kabupaten Mojokerto Khoirul Azmi Ridho.
Langkah itu sejak 24 – 28 Juli 2020, dilaksanakan Lazismu kabupaten Mojokerto dengan membagikan 2.000 besek ke seluruh panitia penyembelihan hewan qurban melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di setiap kecamatan. “Angka ini berdasarkan data potensi kurban 2019 yang dilaporkan masing-masing kecamatan ke Lazismu,” paparnya.

Sekretaris PCM Kutorejo, Nurhadi menyambut baik inovasi ini. “Besek untuk daging kurban untuk mengurangi sampah plastik, meski jumlanya belum bisa banyak, setidaknya ada usaha ikut serta menjaga penumpukan sampah plastik di planet bumi ini,” terangnya.
Besek tersebut merupakan fasilitas yang diberikan cuma-cuma dari Lazismu untuk dibagikan sesuai alokasi pembagian yang direncakana panitia penyembelihan di masing-masing kecamatan.
Di tahun mendatang, Ridho berharap masyarakat bisa lebih menyadari risiko yang ditimbulkan akibat penumpukan sampah plastik. “Besek sebagai alternatifnya untuk kemasan daging ramah lingkungan mulai digalakkan agar lingkungan tetap terjaga dari polusi sampah,”bebernya.
Selain pengurangan penggunaan plastik, edukasi pengelolaan daging kurban yang berkemajuan diwujudkan Muhammadiyah melalui kurban kemasan berupa Rendangmu.
Rendangmu diolah dari hewan kurban yang disembelih di hari tasyrik. Setelah melalui proses pengalengan, daging kurban yang sudah berupa masakan rendang dalam kaleng tersebut siap didistribusikan sesuai bagian pekurban dan penerima manfaat.
Sampai 28 Juli 2020, setidaknya sudah lebih dari Rp 50 juta terhimpun untuk kurban. Selain itu, dua orang tercatat menunaikan kurban internasional melalui Lazismu yang akan disalurkan ke Rohingya. Perolehan ini meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 25 juta. (ich)

Mojokerto - LAZISMU. Kebaikan ibarat air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Bergerak dengan cepat, membasahi setiap tempat yang disinggahi. Karena terus mengalir, seperti suatu kebaikan yang membekas pada diri manusia.
Kebaikan itu tercermin pada tiga orang ibu-ibu di Kecamatan Trawas. Ketiganya mengawali impiannya dengan ‘patungan’ melalui kaleng infak 3S yang diedarkan Lazismu. Rupiah demi rupiah, lembar demi lembar, koin per koin, tak terasa selama sebulan terkumpul angka Rp 400 ribu.
Nilainya tidak seberapa, namun kaleng infak tersebut membuka mata dan hati setiap orang untuk menggugah kesadaran berbagi. Ibu-ibu di sekitar Dusun Kemlagi, Desa Kesiman, Kecamatan Trawas tertarik ikut infak serupa. Ibu-ibu pegiat Aisyiyah yang juga Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Trawas berinisiasi mengundang Lazismu untuk menjelaskan lebih jauh tentang program Lazismu kepada ibu-ibu Aisyiyah.
Kegiatan itu dihadiri sekira 20 orang yang terdiri dari ibu-ibu dan empat orang lainnya bapak-bapak dari pengurus Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Cabang Trawas, Abdul Wahab mengatakan, itu cerita yang disaksikannya 15 Juni lalu. Karena itu, barang siapa mengadakan pertemuan yang bertujuan baik dan mencegah perbuatan buruk, Insya Allah bernilai kebaikan, dan kita ini termasuk di dalamnya.
Dalam kesempatan yang sama, Manager Lazismu Kabupaten Mojokerto, Khoirul Azmi Ridho menyampaikan bahwa potensi zakat di bumi Majapahit ini masih sangat besar. Dari mpopulasi dan jumlah penduduknya berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tak sampai satu persen yang sudah menyalurkan zakatnya. “Padahal yang daftar haji sampai antre-antre, tapi zakatnya nanti-nanti,” ujarnya.
Berbuat kebaikan dilakukan oleh setiap orang. Termasuk berbagi dengan infak dan sedekah tak perlu menunggu menjadi kaya dahulu. Slogan itu sudah sejak lama digaungkan Lazismu kepada calon donatur. Memang tak perlu menunggu kaya agar bisa bersedekah. Maka langkah Lazismu untuk menyapa mereka yang ingin berbagi rejeki, kaleng filantropi keluarga sakinah disediakan untuk memudahkan.
Kaleng infak itu bisa ditempatkan di masing-masing rumah, sehingga seluruh anggota keluarga bisa berinfak. Setiap bulan, lanjut Ridho, jika sudah penuh amil Lazismu yang akan menjemputnya untuk dikumpulkan.
Tak menunggu lama, kaleng infak langsung diserbu hadirin. Masing-masing antusias mengambil kaleng infak yang siap dibawa pulang ke rumahnya. Berawal dari dari tiga orang, tumbuh menjadi puluhan orang. Semakin banyak kaleng infak yang terisi, semakin banyak penerima manfaatnya. (ich)

