

Menurut Sekretaris Lazismu Kota Parepare, pelaksanaan lomba dimulai pada 16 – 20, Agustus 2020. Di hari kemerdekaan, jenis-jenis lomba yang menarik diwujudkan untuk semua tingkatan mulai dari TK - SMA se-kota Parepare.
Semua lomba yang disuguhkan dilakukan secara virtual atau online karena masih mengikuti protokol kesehatan, kata Saiful. ”Perlombaan ini sifatnya terbuka, setiap peserta bebas memilih jenis lomba tidak hanya mewakili sekolahnya, tetapi juga mewakili dirinya sendiri,: ungkapnya.
Tujuan diadakannya lomba ini di masa pandemi Covid-19, sebagai ikhtiar menanamkan kecintaan kepada Negara dengan mengenang perjuangan para pahlawan dengan merebut kemerdekaan dari penjajah.
Ketua Lazismu Parepare, Erna Rasyid Taufan, mengapresiasi acara lomba ini dalam rangka HUT RI, walau masih dalam suasana Covid-19. Tetapi Lazismu Parepare menfasilitasi para siswa dari TK-SMA untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air dengan kegiatan lomba yang menarik dan edukatif.
“Kami mengajak semua orang tua, kepala sekolah dan guru mendorong siswanya mengikuti lomba ini, selain mengasah bakat dan talenta serta kreatifitas juga mengisi waktu para anak-anak yang banyak senggangnya dengan hal yang positif,” terangnya. (sf)

Sragen – LAZISMU. Musim kemarau yang melanda sebagian daerah di Jawa Tengah, khususnya Sragen, mendapat perhatian dari masyarakat dengan mengantisipasinya jika musim hujan tak kunjung datang. Salah satu desa di kecamatan Tangen, Desa Dukuh, termasuk wilayah yang siap mengantisipasi kekeringan ini.
Bersama dengan warga, lembaga amil zakat nasional, Lazismu kabupaten Sragen bergerak dengan membuat sumur resapan. Upaya antisipasi ini, bagi Lazismu Sragen merupakan bagian dari program bantuan yang menyasar lokasi desa, yakni Dukuh Glagah, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen.
Secara resmi, serah terima simbolis sumur resapan buatan diserahterimakan dari Lazismu dan Pemuda Muhammadiyah Sragen kepada desa setempat, yang dihadiri perwakilan dari Kecamatan Tangen, aparat pemerintahan Desa Dukuh, Polsek dan Koramil Tangen (13/8/2020).
Program bantuan sumur resapan dilaksanakan bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sragen, dengan membuat enam titik sumur resapan di desa tersebut. Disampaikan oleh Direktur Lazismu Sragen, Ronny Megas, bahwa Lazismu setiap tahun telah melaksanakan program ini, tetapi sebelumnya dalam bentuk droping air bersih.
“Setiap tahun, wilayah Sragen menjadi langganan musim kemarau yang mengakibatkan sumur-sumur air rumah warga menjadi kering. Tahun ini Lazismu ingin memberikan yang terbaik dengan pendekatan berbeda, yaitu dengan membuat program jangka panjang berupa sumur resapan,” bebernya.
Ronny mengatakan, Lazismu telah melakukan droping air bersih sejak awal berdirinya Lazismu pada 2010. Selain bantuan air bersih, lanjut Ronny, Lazismu juga melakukan banyak kegiatan di antaranya memberikan santunan kepada warga yang duafa maupun anak yatim di desa itu.
Mengapa Lazismu Sragen memilih program jangka panjang dengan membuat sumur resapan. Karena Lazismu berupaya dengan kemampuan yang terbatas dapat memutus rantai kekeringan yang ada di Desa Dukuht. ”Dengan enam sumur resapan, diharapkan air dapat mengalir kedua lokasi di dua RT, di antaranya RT 30 dan RT 31, yang di dalamnya ada 80-100 kepala keluarga.
.jpeg?access_token=34d44204-8778-40f0-9786-81cf60048448)
Pengadaan sumur resapan ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 45 juta. Dana tersebut kata Ronny, diperoleh dari hasil penghimpunan dana infak dan sedekah para dermawan yang mengamanahkannya melalui Lazismu Sragen.
Meski sumur resapan ini terbilang baru, dan manfaatnya belum bisa dirasakan dalam waktu dekat, tetapi dalam jangka waktu berikutnya semoga bisa mengantisipasi musim kemarau yang membuat warga kesulitan memeroleh air bersih.
Tak hanya memberikan bantuan sumur resapan buatan, Lazismu, sambung Ronny juga akan melakukan gerakan penghijauan dengan menanam kembali pohon-pohon yang dapat menyerap air seperti pohon beringin dan pohon jambu biji yang rencananya akan ditanam di sini.
Sebagai gerakan awal dan masih baru enam titik sumur resapan buatan, berikutnya di waktu yang lain, Lazismu Sragen punya target bisa memberikan bantuan kembali dengan membuat 20 sampai 30 titik sumur resapan buatan. Ronny melanjutkan, di daerah Glagah, ada 15 sumur namun saat kekeringan melanda hanya dua sumur yang menyisakan air. (lsr)

Surakarta- LAZISMU. Upaya mencegah penyebaran penyakit TBC, dilakukan SSR TB-HIC Care Aisyiyah bersama Lazismu Kota Solo, salah satunya membantu pasien TB untuk bertahan dan segera sembuh. Program filantropi kesehatan yang disinergikan ini kemudian dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman antara Aisyiyah dan Lazismu Kota Solo, pada Senin, (10/8/2020), di kantor SSR TB HIV Care Aisyiyah Surakarta, Dedung Dakwah Aisyiyah Surakarta.
Kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian Lazismu di bidang kesehatan dengan mendukung gerakan nyata SSR TB-HIV Care Aisyiyah untuk meringankan beban pasien dan keluarga.
Di samping itu, dalam program kesehatan ini kedua nbelah pihak bersepakat untuk memberikan semangat kepada pasien untuk tertib dalam berobat hingga tuntas.
“Agar dinyatakan sembuh oleh petugas kesehatan, maka dituntut peran aktif dari SSR TB-HIV Care Aisyiyah untuk intens melakukan pendampingan,” ungkap Ibu Nurhayati selaku Ketua SSR.
Divisi Fundraising Lazismu Kota Solo, Nur Aji S, berharap sinergi yang dilakukan tersebut semakin menguatkan semangat kader SSR TB-HIV Care Aisyiyah untuk lebih aktif dalam melakukan pendampingan.
“Kami berusaha menjalankan tujuan sebagai mitra penggalangan dana untuk program taawun kesehatan yang akan disalurkan salah satunya untuk penanggulangan penyakit TB di Surakarta,” jelasnya.
Lazismu
dan Aisyiyah melalui nota kesepahaman ini bersepakat untuk melakukan
penggalangan dana dan menyalurkan hasil penghimpunannya untuk program makanan
tambahan, suplemen, vitamin, sembako, serta biaya transportasi berobat bagi
pasien dan keluarga TB. (is)

Magelang – LAZISMU. Di Magelang Jawa Tengah, terdapat sebuah kampung yang bernama Kiringan. Sebuah kampung yang berada di Kelurahan Tidar Utara, Magelang Selatan. Orang pada umumnya mengenal sebagai kampung pemulung. Mayoritas warganya bermata-pencaharian sebagai pemulung.
Ciri khas kampung ini, hampir sama dengan lokasi-lokasi kampung pemulung lainnya, kumuh, setiap petak rumah berdinding kayu atau triplek. Lokasinya yang terpencil, menandakan kampung ini lebih tampak seperti lapak apalagi berada di sisi sungai Dadali.
Kampung ini pernah ditertibkan oleh pemerintah kota setempat. Perhatian pemerintah dan masyarakat juga tertuju bagaimana kampung ini memiliki kelayakan hunian yang aman dan nyaman.
Di mata mahasiswa, kampung ini sudah sangat dikenal. Seperti komunitas mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Magelang, pernah melakukan pemberdayaan hingga sampai saat ini yang berkolaborasi dengan Lazismu Kota Magelang. Lokasi ini menjadi tempat sebagai kampung binaan mereka.
Abdul Qodir salah seorang amil Lazismu, mengabarkan bahwa kampung itu belakangan ini menjadi perhatian. Bermula dari informasi komunitas IMM Magelang. Karena itu, sebagai langkah pembinaan di dalamnya ada Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang dikelola IMM Magelang, tiga kali dalam sepekan.
Idul Adha kemarin, Lazismu Kota Magelang menyalurkan hewan kurbannya di kampung pemulung ini. Sebanyak 15 ekor kambing disembelih sebagai amanah pekurban. Kurang lebih ada 10 kepala keluarga yang menghuni kampung itu. Abdul menambahkan, tiga ekor kambing dibagikan kepada warga setempat, dan daging segarnya dimasak untuk dinikmati makan siang.
Seorang amil Lazismu Kota Magelang, Fury Fariansyah, menyeritakan, ketika kambing-kambing yang akan dikurbankan itu diturunkan di pinggir jalan, puluhan warga menyambutnya. Mereka mengawal untuk membawa sampai di kampungnya. Jalannya gelap tanpa penerangan. Bermodalkan senter ponsel cerdas, hewan kurban itu siap di antar hingga kambing pun enggan berjalan.
Karena gelap, dan jalan setapak, salah seorang warga terjatuh ke dalam semak-semak. Jembatan bambu itu rapuh yang mengakibatkan dia terjatuh, kata warga lainnya. Namun, semua tetap yakin karena perjuangan harus tetap berjalan, akhirnya hewan kurban dari para pekurban yang menitipkan di Lazismu Kota Magelang tiba di Kampung Pemulung Kota Magelang.
Selebihnya, ada dua belas ekor kambing yang kita salurkan di sekitar kota Magelang. Sebanyak 250 kantong dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai data yang ada dari Kantor Layanan Lazismu di tiga kecamatan, Magelang Tengah, Magelang Selatan, dan Magelang Utara.
.jpeg?access_token=860bb58c-d28c-4304-9ca1-3b2e6c20f55d)
Ketua Lazismu Kota Magelang, Andi Triyanto, mengutarakan, bahwa di tahun ini, Lazismu melaksanakan dua program. Pertama, mengemas daging kurban dalam bentuk kaleng Rendangmu, dan kedua, menyalurkannya kepada penerima manfaat secara langsung setelah di sembelih di hara raya kurban.
“Ini bagian dari program kurban secara nasional yang bertema Qurban Untuk Ketahanan Pangan. Di saat pandemi Covid-19, Lazismu berupaya membuat program daging kurban dalam bentuk Rendangmu yang bisa diawetkan selama kurun waktu dua tahun,” pungkasnya.
Ia berharap dengan dikemas daging kurban akan lebih tepat sasaran bagi penerima manfaat, meski kurban sudah berlalu. Lazismu juga menyalurkan hewan kurban di lereng Merapi di Desa Wonolelo, Sawangan sebagai program penguatan syiar dakwah di kawasan Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu (PM3).
Tahun ini Lazismu Kota Magelang mentasarufkan amanah kurban sebanyak 18 kambing dan 1 sapi. Kami Lazismu Kota Magelang mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para sahibul kurban yang telah mengamanahkan hewan kurbannya melalui Lazismu Kota Magelang. Semoga menjadi amal baik dan bermanfaat.
Suroso selaku Koordinator Kampung Pemulung, mewakili warganya menyampaikan terimakasih kepada Lazismu Kota Magelang yang selama ini selalu peduli dengan kawan-kawannya yang senasib menjadi pemulung. Menurutnya, salah satu kegiatan kurban ini sangat bermanfaat. “Karena sejak tiga tahun tinggal kampung ini, baru kali ini ada hewan kurban yang dislaurkan di sini untuk warga,” tandasnya. (fhr)

Medan – LAZISMU. Erupsi Sinabung terus membumbung ke langit dalam pekan ini. Di taksir, kerugian lahan pertanian akibat eruspsi gunung Sinabung, mencapai Rp 41 miliar lebih. Ratusan hektar lahan perkebunan rusak. Sebagaian rumah warga di tiga kecamatan juga mengalami kerusakan.
Derita petani Sinabung masih akan berlanjut setelah 10 tahun gunung Sinabung terus memuntahkan material batu dan debu tebal. Berdasarkan pengamatan tim Lazismu Kota Medan di lapangan, yang dipimpin Muhammad Aridin, beberapa relawan dan amil diturunkan untuk mencari informasi lebih lengkap.
Dalam perjalanan menuju desa-desa yang dilanda hujan debu, pergerakan relawan sempat terhenti karena desa-desa yang menjadi tujuan kami merupakan desa-desa yang berada di dalam zona merah.
Tim Lazismu dan relawan yang turun ke lokasi, selain Muhammad Arifin, ada amil lainnya seperti Yudha Pratama, Putrama Al-Khair, Azwin Fahmi Veriansyah dan An-Nisa. Semua ekstra hati-hati menyusul material debu yang masih bergerak di udara.

Relawan tetap bersemangat ketika diberikan informasi terkini keadaan Gunung Sinabung oleh Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang memantau tiga gunung, yaitu Sinabung, Sibayak dan Pusuk Bukit.
Saat ini yang terjadi hanyalah erupsi-erupsi kecil yang dapat terkendali, kata Yudha, salah satu tim Lazismu yang berada di lokasi erupsi. Informasi yang diperoleh dari BPBD, dan berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, saat ini masyarakat sangat membutuhkan paket makanan bergizi, masker, obat tetes mata, serta obat kulit.
Lazismu Kota Medan, MDMC dan BPBD akan bekerjasama untuk melakukan pendistribusian bantuan agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan merata dengan baik.
Pada
hari yang sama, Lazismu sudah mendistribusikan ratusan masker kepada penduduk
yang terpapar abu Sinabung. Petani berharap ada bantuan sembako karena lahan
pertanian mereka hancur. (sh/infomu)

Magelang – LAZISMU. Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kaliangkrik, Magelang kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan dengan menggelar sunatan massal. Kegiatan yang bertajuk bakti sosial ini menggandeng Lazismu Kota Magelang, pada Selasa, akhir pekan awal Agustus.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sudah berjalan di tahun ke empat, meski musim pandemi, agenda ini tetap dijalankan meski harus dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Bagus Panuntun selaku Ketua AMM Kaliangkrik sekaligus ketua panitia mengatakan, dalam baksos kali ini terdiri dari kegiatan bakti sosial, antara lain, sunatan massal, sembako murah, dan juga pembagian baju pantas pakai secara gratis.
“Hanya tahun ini kita tidak ada pengobatan gratis karena pertimbangan mengurangi kerumunan di tengah pandemi,” katanya.
Bagus menambahkan, selain bagian dari pengabdian untuk umat, kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan AMM Kaliangkrik di antara Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan juga Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
“Semoga langkah ini menjadi bermanfaat untuk masyarakat Adipuro Kaliangkrik. Terima kasih juga saya ucapkan kepada PDM Kabupaten Magelang, Lazismu Kota Magelang, para donatur, serta para simpatisan yang mendukung berjalannya acara ini,” paparnya.
Ariq salah satu amil Lazismu Kota Magelang menuturkan, kegiatan ini merupakan sinergi antara AMM Kaliangkrik dan Lazismu Kota Magelang. Hal ini sesuai dengan Indikator Kinerja Layanan Lazismu (Ikal) 2020.
“Meski secara teritorial kota dan kabupaten, namun dalam kebaikan tak jadi masalah. Intinya adalah komunikasi. Karena kalau kita bisa berbuat, mengapa harus diam?,” tandasnya.
Dijelaskan Ariq, peserta sunatan massal diikuti sebanyak 7 anak. Semuanya merasa senang dan bahagia karena mereka bisa sunatan secara gratis dan dapat bingkisan.
Dalam kesempatan yang sama, Waluyo selaku Kepala Desa Adipuro mengucapkan banyak terima kasih kepada AMM Kaliangkrik dan Lazismu Kota Magelang serta semua pihak yang medukung acara yang bermanfaat ini.
“Terima kasih telah mengadakan baksos di desa kami, semoga ini menjadi agenda rutin meski saat ini sedang pandemi. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu,” ujarnya.
“Terus bermanfaat Lazismu. Jangan lelah berbuat untuk umat karena tagline Lazismu Kota Magelang tahun 2020 adalah terdepan dalam kebaikan,”, pesan Andi Triyanto selaku Ketua Lazismu Kota Magelang. (fhr)

