

TUBAN - Pada hari Rabu (18/11), Lazismu Tuban menyelesaikan pembangunan bedah rumah milik Zumali, pria Pucangan, Keamatan Palang, Kabupaten Tuban. Rumah yang sebelumnya berdinding bambu, rapuh, dan bocor kini telah berdinding semen dan terlihat kokoh.
Abdul Malik, Sekretaris Lazismu Tuban menyebut bahwa proses bedah rumah memakan waktu selama kurang lebih tiga minggu dengan biaya pembangunan sebesar Rp 30.000.000,-. Dana tersebut berasal dari donatur. Penyerahan ini berbarengan dengan Milad Muhammadiyah ke 108.
"Pak Zumali adalah buruh tambang di gunung kapur yang penghasilannya pas-pasan. Ia pernah menderita sakit liver dengan cukup parah. Istrinya rumah tangga dan tidak bekerja sehingga Pak Zumali menjadi tulang punggung keluarga," ujar Malik sebagaimana dilansir dari lazismujatim.org.
Malik menceritakan bahwa Zumali yang merupakan aktivis Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) ini memiliki dua anak. Anak pertama menderita autis dan tidak sekolah karena permasalahan biaya. Selain itu, jauhnya jarak antara rumah dengan Sekolah SDLB juga menjadi kendala tersendiri. Adapun anak kedua sedang menempuh pendidikan kelas tiga Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 2 Cendoro.
Penyerahan bangunan rumah secara simbolis dilakukan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban, Nurul Yakin, SH. Nurul Yakin menyebut bahwa penyerahan bantuan ini adalah wujud nyata dari zakat yang telah disalurkan oleh muzakki melalui Lazismu Tuban.
Ia mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infaq, dan sodaqoh melalui Lazismu sebagai lembaga zakat yang terpercaya.
“Dana zakat itu digunakan untuk mendukung program bedah rumah Lazismu dalam pilar sosial dan Kemanusiaan. Selain itu masih banyak lagi kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh Lazismu Tuban untuk membalik posisi tangan di bawah menjadi tangan di atas dengan aksi yang dapat membantu sesama,” jelasnya.

PATI - Lazismu Kabupaten Pati memberikan bantuan bedah rumah bagi 3 keluarga sekaligus. 3 keluarga tersebut merupakan warga kurang mampu di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati. Secara simbolis, rumah diserahkan pada Kamis (12/11).
3 keluarga tersebut antara lain keluarga Parni, Eni Harwati, dan Mamik. Aisyah, bagian IT Lazismu Pati menyebut bahwa mimpi mereka untuk memiliki rumah layak huni telah terwujud. Ia berharap rumah tersebut bisa menambah kenyamanan keluarga penerima manfaat dalam berisitirahat, beribadah, dan beraktivitas.
"Setelah ini mereka bisa dengan baik menjaga ketiga rumah tersebut dan menjaga kepercayaan masyarakat dan keluarga besar Lazismu Pati termasuk orang yang wajib menunaikan zakat (muzakki) yang telah mempercayakan pengelolaan dana ZISnya kepada lazismu Pati,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Saminnews, Rabu (18/11).
Aisyah menyebut bahwa kegiatan berlangsung dengan penyerahan surat keterangan Hak Pakai Bangunan dari Desa Muktiharjo kepada penerima manfaat program bedah rumah. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan kunci kepada ketiga penerima manfaat, dan ditutup dengan doa oleh tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Margorejo, Polsek Margorejo, Dandim Margorejo, Kepada Desa Muktiharjo, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pati, Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Pati, dan perwakilan donatur.
Menurutnya sudah ada beberapa permohonan bantuan bedah rumah yang lain kepada Lazismu Pati. Namun Lazismu Pati akan melakukan assessment terlebih dahulu terkait kebutuhan masing-masing pemohon.
"Sudah ada beberapa yang mengajukan kepada kami. Akan tetapi masih dalam proses survey rumah yang bersangkutan,” tandasnya.

Pacitan - Merespon banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari yang lalu di Pacitan, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan terus bahu-membahu membantu korban. MDMC Pacitan mengeluarkan Laporan Harian pada Minggu (22/11).
Sampai Laporan Harian dikeluarkan, ada 35 Keluarga dengan jumlah 124 jiwa yang terdampak secara langsung dari bencana longsor tersebut. 124 korban tersebut masih mengungsi di tempat evakuasi sementara, baik di Balai Desa atau rumah keluarga yang aman. Korban terus bertambah seiring dengan tingginya intensitas hujan yang turun.
Kebutuhan dasar yang diperlukan oleh MDMC bersama relawan Muhammadiyah yang lain adalah cairan disinfektan, hygiene-kit, kompor, alat masak, dan alas tidur. Untuk mencukupi kebutuhan ini, Lazismu Pacitan membuka donasi kepada donatur untuk membantu korban banjir dan longsor.
Update yang disampaikan dalam laporan tersebut adalah bahwa MDMC telah melaksanakan evakuasi dan penjemputan warga yang tempat tinggalnya rawan longsor. Keputusan ini dilakukan setelah terjadi hujan dengan intensitas ringan–tinggi selama hampir satu jam. MDMC juga membersihan dan membenahi tempat dapur umum, akibat air hujan masuk ke uang dapur.
Selain itu, Lazismu Pacitan bersama MDMC Pacitan melakukan koordinasi dengan Kepala Desa setempat terkait rencana pengerahan relawan Muhammadiyah untuk bersama-sama menyiapkan lahan hu nian baru bagi warga terdampak longsor, pemasangan spanduk edukasi masyarakat, dan rencana pembukaan posko layanan MDMC - Lazismu di MTs Muhammadiyah Gembuk. Rencana pembukaan posko layanan di Gembuk melibatkan relawan dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gembuk.
Dapur umum yang akan didirikan dibantu oleh Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Pacitan, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Pacitan, dan karyawan/guru BA/MIM/MTs Muhammadiyah Gembuk.

PULANG PISAU - Lazismu Pulang Pisau menyalurkan paket donasi sembako ke 23 guru SMK Muhammadiyah Kahayan Kuala, SMP Islam Kahayan Kuala, dan TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal Kahayan Kuala. Hal ini dilaksanakan dalam rangka berkhidmat untuk umat dengan menjalankan program-program donasi yang mampu menjangkau seluruh daerah Pulang Pisau.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (7/11) ini berbarengan dengan pertemuan dan pembinaan guru oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau dan dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah.
Kahayan Kuala terletak di pesisir Provinsi Kalimantan Tengah, dengan jarak tempuh 2-3 jam dari Pusat Kabupaten Pulang Pisau. Menurut keterangan Bonni Febrian, Sekretaris Lazismu Pulang Pisau, kondisi sekolah di pesisir Kalteng ini layak dibantu dan perlu mendapatkan perhatian khusus. Jumlah guru dan kepala sekolah di ketiga sekolah tersebut hanya 23 orang.
"Disana guru-gurunya berjuang untuk mengembangkan pendidikan. Maka kita bantu walaupun tidak banyak. Tapi mereka sangat mengapresiasi. Sayangnya, karena letak geografis yang jauh kami jarang kesana. Cuma harapannya nanti bisa ngasih bantuan buku dan alat-alat pembelajaran yang lain," jelasnya kepada lazismu.org.
Lazismu menyalurkan paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, susu kaleng, dan teh. Bonni berharap bantuan ini dapat menambah semangat para guru dalam berjuang untuk mengembangkan pendidikan di daerah pesisir.
"Lazismu Pulang Pisau ini baru berdiri 2 tahun yang lalu. Jadi masih merintis. Tapi alhamdulillah karena support para donatur kita bisa memberikan ke guru-guru walaupun nggak banyak. Semoga bisa bermanfaat," imbuhnya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada para muzakki dan donatur yang telah menyalurkan ZIS melalui Lazismu Pulang Pisau. "Semoga Allah memberikan pahala dan keberkahan hartanya dan meridhoi niat baiknya. Dan semoga wabah pandemi covid-19 segera berakhir," tegasnya. (Yusuf)

SUNGAI PENUH - Dalam rangka memaksimalkan pelayanan, Lazismu Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi membuka Kantor baru di Kelurahan Sungai Penuh, Senin (23/11). Tempat yang baru ini lebih strategis untuk mengenalkan Lazismu ke masyarakat daripada kantor sebelumnya.
Indra Mustika, Kepala Kantor Lazismu Sungai Penuh menyebut beberapa faktor yang membuat Lazismu Sungai Penuh untuk pindah. Pertama, kondisi kantor sebelumnya relatif kecil. Kedua, Lazismu yang berdiri sejak tahun 2017 ini mencari tempat yang strategis di pusat kota. Ketiga, Lazismu mencari tempat yang lebih besar, lebih nyaman, dan bisa memaksimalkan pelayanan.
"Semoga dengan pindah ke kantor baru ini penghimpunan ZIS kita jadi lebih maksimal. Selain itu, semoga masyarakat juga lebih mengenal Lazismu Kota Sungai Penuh," ujarnya kepada lazismu.org.
Ia berharap masyarakat bisa menaruh kepercayaannya kepada Lazismu dalam menyalurkan ZISnya.
Ia menyebut bahwa salah satu program Lazismu Sungai Penuh adalah memberikan paket sembako kepada lansia jompo. Dari data yang ia kumpulkan, ada hampir 1000 lansia jompo yang membutuhkan bantuan.
"Kita rutin setiap bulan memberikan paket sembako konsumtif ke mereka. Ratusan jumlahnya. Selain setiap bulan, kita juga memberikan di momen-momen tertentu seperti lebaran. Ada yang tinggal di rumah 3x4, mengenaskan kondisi mereka," imbuh Indra.
Menurutnya, Lazismu Sungai Penuh harus bisa bersinergi dengan Lazismu Pusat dan Lazismu Wilayah-Wilayah agar penerima manfaat semakin luas dan beragam. (Yusuf)

BEKASI - Lazismu Kota Bekasi memberikan kontribusi nyata dengan selalu eksis bergerak memberikan donasi. Tim Lazismu Kota Bekasi beserta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bekasi, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kota Bekasi, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) mengawal secara langsung pendistribusian bantuan untuk korban bencana banjir bandang di Garut dua pekan silam.
Bantuan yang diberikan antara lain 100 paket sembako, alat kebersihan, dan baju layak pakai beberapa dus. Bantuan diterima secara langsung oleh PDM Kabupaten Garut. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan dalam rangka keprhatinan dan komitmen kemanusiaan.
Wati Setianingsih, Ketua Lazismu Kota Bekasi menyebut bahwa Lazismu Kota Bekasi selalu turut serta dalam penggalangan dana jika terjadi bencana, sekalipun diuar Kota Bekasi. Lazismu Kota Bekasi pernah menyalurkan bantuan untuk korban bencana ke Sukabumi.
"Meskipun Kota Bekasi langganan banjir, tapi bencana dimanapun akan tetap kita bantu. Mau di daerah manapun, sekalipun di pelosok negri, kita harus saling membantu. Dulu waktu banjir Bekasi, Lazismu Batam dan Sukabumi juga datang membantu," jelasnya.
Sebelumnya, Lazismu Kota Bekasi telah melaksanakan penggalangan dana untuk korban banjir Garut. Dana yang terkumpul dari penggalangan ini adalah Rp. 15.000.000,- dan disalurkan dalam bentuk paket sembako dan alat kebersihan.
Soekandar Ghazali, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota bekasi mengajak kepada seluruh masyarakat agar mendonasikan dananya melalui Lazismu.
"Hidup ini singkat. Maka, melalui persyarikatan banyak proyek-proyek akherat, termasuk mengantarkan donasi ke Garut ini. Ini bagian dari amal jariyah kita. Nilai donasi kita di mata Allah akan dibalas dengan kebaikan," ujarnya.
Lazismu Kota Bekasi terus bergerak dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan filantropi, dengan cara pendirian Kantor Layanan. Hingga saat ini, dari 13 kecamatan yang ada di Kota Bekasi, 9 di antaranya memiliki Kantor Layanan Lazismu. (Yusuf)

