

MINAHASA - Bersama dengan Lazismu, PT Midi Utama Indonesia Tbk, pemilk jaringan ritel modern Alfamidi menyalurkan bantuan berupa bahan pokok, seperti minyak goreng, gula pasir, susu kaleng, teh celup, dan mie instan.
Bantuan ini disalurkan secara bersamaan dengan dibukanya gerai Alfamidi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara, kepada warga yang kurang mampu dan terkena dampak pandemi COVID-19 di Kabupaten Mitra.
Bantuan yang berjumlah sekira 300 paket, diserahkan melalui Pemerintah Kabupaten Mitra.
“Pandemi COVID-19 belum berakhir. Lewat donasi konsumen Alfamidi kami terpanggil untuk membantu warga kurang mampu dan terkena dampak pandemi,” ujar Corporate Communication Manager Alfamidi, Arif L. Nursandi.
Dilansir dari beritamanado, ia menambahkan bahwa bentuk kepedulian ini sekaligus menjadi tanda kehadiran gerai Alfamidi di Kabupaten Mitra.
“Di Bulan Januari 2021 Alfamidi resmi membuka gerai di Kabupaten Minahasa Tenggara. Harapan kami kehadiran Alfamidi dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya,” tutur Arif Nursandi.
Menurutnya, Ekspansi Alfamidi di Mitra juga merupakan komitmen membantu pemerintah memulihkan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.
Salah satunya dengan berkontribusi dalam pendapatan asli daerah (PAD), sekaligus membuka lapangan kerja untuk menekan angka pengangguran, serta menyediakan kebutuhan harian dengan harga yang kompetitif.
Di sisi lain menurutnya, Alfamidi juga siap berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal dan menjadi mitra usaha kecil mikro dan menegah (UMKM).
“Nantinya UMKM bisa berjualan di depan Alfamidi dengan biaya sewa yang terjangkau,” katanya.
Di lain pihak, Bupati Mitra, James Sumendap, SH, melalui Asisten II Frits Hein Mokorimban mengatakan, kehadiran ritel modern seperti Alfamidi adalah untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Dirinya mengapresiasi Alfamidi atas kepedulian mereka yang memberikan bantuan bagi warga yang membutuhkan.
“Terima kasih untuk bantuannya, kami pemerintah akan menyalurkannya bagi warga yang sangat membutuhkan,” ujar Frits Mokorimban.

LAZISMU.ORG - Merespon gempa bumi yang terjadi di Majene dan Mamuju Sulawesi Barat, Lazismu bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mendirikan dapur umum posko di Sulawesi Barat.
Launching penyerahan dapur umum tersebut digelar secara daring pada Jumat (22/1). Anggito Abimanyu, Ketua BP BPKH dalam prosesi serah terima mengaku ikut bersimpati kepada korban bencara Sulawesi Barat. Ia berharap dapur umum dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
"Kami ikut bersimpati dan kami ingin berbagi. Dana ini berasal dari jamaah haji yang disisihkan. Jadi tidak mengganggu dana untuk keberangkatan haji. Dengan mengucapkan bismillah, kami serahkan kepada poskor Lazismu di Sulawesi Barat. Kepada pengurus Pimpinan Daerah 'Aisyiyah terima kasih," ujarnya.
Rahmat Hidayat, perwakilan BPKH dalam sambutannya menyebut bahwa bantuan tersebut adalah bentuk kecintaan kepada Allah.
"Yang penting kita ikhlas, ridho, dan bersabar dengan ujian yang Allah berikan kepada kita agar kita semakin dekat kepada Allah. Kita harus membangun semangat kebersamaan yang memang sudah ada di tengah-tengah kita," ujarnya.
Ia menyebut bahwa tujuan BPKH adalah memberikan kemaslahatan bagi umat Islam. BPKH hadir untuk memberikan bantuan, berkolaborasi, dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga kemanusiaan termasuk Lazismu.
"Lazismu sudah sama-sama kita kenal. Lazismu memiliki kompetensi yang luar biasa, daya juang yang luar biasa untuk turun ke daerah bencana dengan cepat dan tepat," imbuhnya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan oleh BPKH tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat. Namun itu adalah awal yang bisa diberikan. Ia berharap agar Allah selalu memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengatasi berbagai permasalahan.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Lazismu atas kerja sama yang dilakukan. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat Sulawesi Barat jika bantuan yang diberikan dianggap terlambat atau belum bisa memenuhi harapan masyarakat Sulawesi Barat.
Ketua Lazismu Pusat Nuryadi Wijiharjono menyebut bahwa Lazismu bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan BPKH dalam menggelar kegiatan ini.
"Ini sudah kesekian kalinya Lazismu dipercaya untuk mengelola dana abadi ini. Saya kira ini kesempatan yang baik," ujarnya.
Ia menyebut dapur umum ini sebagai awal untuk penanggulangan bencana yang panjang. Mengingat penanggulangan bencana akan dilakukan beberapa bulan kedepan bahkan hingga beberapa tahun.
"Dalam bencana, kemanusiaan itu menjadi hal yang utama. Tidak membeda-bedakan siapapun, namun kita harus bersatu dan bekerja sama untuk melakukan aktivitas kemanusiaan," pesan Nuryadi mewakili Lazismu Pusat.
Posko dapur umum Lazismu saat ini telah melayani ribuan penyintas gempa baik dalam hal logistik, pencarian korban, pengobatan, dan trauma healing. Layanan yang dilakukan juga menyebar hingga lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, dibantu oleh 100 lebih relawan profesional yang didatangkan oleh Lazismu-MDMC dari berbagai wilayah di Indonesia.
Reporter: Yusuf

BANYUMAS - Penyerahan bedah rumah Lazismu Banyumas kepada keluarga Ahmad Dasuki yang dilaksanakan pada hari Kamis (21/01/2021) bertempat di desa Sawangan Kecamatan Ajibarang diiringi oleh tangis haru.
Acara penyerahan dihadiri banyak elemen muai dari Manajer Lazismu Banyumas, Pimpinan Cabang Muhammdiyah (PCM) Ajibarang, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas, Kepala Desa Sawangan, serta relawan yan telah membantu terlaksananya progam tersebut. Rumah tersebut nantinya akan ditempati oleh Ahmad Dasuki bersama istri dan dua anak mereka.
Tangis haru dari keluarga Dasuki menyelimuti acara penyerahan bedah rumah tersebut. Bedah rumah untuk keluarga Dasuki merupakan sinergi antara Lazismu Banyumas kemudian Lintas Relawan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang terdiri dari KOKAM, MDMC dan Pemuda Muhammadiyah serta lintas komunitas.
Dasuki merupakan seorang takmir masjid yang mengalami musibah sehingga mengharuskan ia untuk menjual rumah lamanya. Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammdiyah (KOKAM) yang pertama kali mendengar cerita tersebut langsung merespon untuk membantu kesusahan yang dialami Dasuki dan keluarga.
“Alhamdulillah sejak survei langsung ada tanggapan dari Lazismu setelah itu tim relawan langsung bergerak untuk mulai membackup semuanya,“ ujar Imam, salah satu relawan MDMC.
Posisi rumah yang dibangun persis di depan Masjid yang dikelola oleh Ahmad Dasuki akan semakin meningkatan semangatnya dalam mengembangkan gerakan dakwah lewat Masjid. Harnen Julianto, PCM Ajibarang mengatakan bahwa nantinya ketika ada rumah di depan masjid ini menjadi makmur.
"Jadi lewat adanya rumah takmir di depan masjid akan semakin memakmurkan masjid,“ ungkap beliau ketika ditanya tim media Lazismu Banyumas.
Rumah yang telah selesai di bedah berukuran 6 x 6 dengan satu ruang utama dan dua tempat tidur serta dapur. Selain itu sebagai tanda rumah yang sehat, di dalamnya juga sudah dibangun kamar mandi. Ahmad Dasuki mengatakan akan menempati langsung rumah tersebut setelah acara penyerahan selesai. Rumah tersebut selesai dibedah secara profesional selama 7 hari dengan bantuan semua pihak baik relawan ataupun warga desa.
Tafsir, Kepala Desa Sawangan mengungapkan rasa terimakasihnya atas program bedah rumah yang diberikan kepada salah satu keluarganya. “Saya sebagai kepala desa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu terutama Cabang Muhammadiyah Ajibarang dan Muhammadiyah Banyumas."
Manajer Lazismu Banyumas menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen yang terlibat termasuk para donatur yang turut serta aktif memberikan donasi sehingga dapat menolong saudara kita yang membutuhkan salah satunya keluarga Dasuki ini.

BATANG - Tidak semua siswa sekolah mempunyai sarana HP untuk kegiatan pembelajaran secara daring dalam masa pandemi Covid-19 saat ini. Dikarenakan mereka berasal dari keluarga kurang mampu.
Atas usulan dari pihak sekolah, Lazismu Batang membantu sarana HP sebanyak 4 unit kepada siswa di SMPN 3 Reban Kabupaten Batang.
"Bantuan alat komunikasi ini diharapkan benar-benar tepat sasaran, maka data yang diusulkan pihak sekolah tentu saja berasal dari siswa-siswi yang benar-benar sangat membutuhkan," kata Sandhe selaku Kepala Kantor Layanan Layanan Lazismu Bawang.
"Dari 9 siswa yang diajukan dari kami baru bisa menthasharufkan 4, dan itupun kami seleksi dan survei berdasarkan kebutuhan. Untuk itu kami mengajak pihak-pihak lain di Kabupaten Batang juga tergerak hatinya membantu kesusahan anak sekolah yang tidak belajar secara daring karena tidak mempunyai HP," ujar Sandhe.
Kartini salah satu siswa penerima bantuan ini merasa senang dan bersyukur bisa mendapat HP dari Lazismu Batang.
"Saya senang sekali bisa mendapat bantuan HP dari Lazismu. Jadi saya bisa mengikuti pembelajaran daring," ucap kartini
Sementara itu kepala Sekolah SMPN 3 Reban, Moch. Santoso. S.Pd. M.Si. mengucapkan terimakasih kepada Lazismu Batang dengan adanya bantuan ini.
"Alhamdulillah Lazismu Batang bisa membantu anak didik kami di SMPN 3 Reban dalam pemenuhan kebutuhan HP untuk pembelajaran daring. Semoga ini menjadi amal ibadah dan terimakasih lazismu batang," ujarnya.
Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Reban, H. Purwanto, S.Pd. berharap adanya bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaiknya dan juga berpesan agar wali murid bisa mengawasi dari penggunaan HP.
"Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik baiknya dan saya berpesan kepada wali murid agar bisa mendampingi serta mengawasi pengguna HP untuk pembelajaran bukan bermain," ujar Purwanto. (fam)

MARTAPURA - Banjir yang melanda Kalimantan Selatan pada awal tahun ini menyebabkan ribuan warga harus mengungsi. Mereka tidak dapat tinggal di rumah akibat banjir merendam rumah. Di beberapa tempat, ketinggian air bahkan dapat mencapai hingga 3 meter sehingga hampir menenggelamkan rumah.
Warga mengungsi ke berbagai titik pengungsian, baik di rumah-rumah warga lain yang tidak terendam air, maupun di tempat ibadah, sekolah-sekolah, stadion, dan fasilitas umum lainnya. Sebagian besar dari pengungsi merupakan usia rentan seperti lansia dan anak-anak. Di beberapa titik pengungsian seperti Balai Latihan Kerja Provinsi Kalimantan dan SMA Muhammadiyah Martapura, terdapat banyak anak-anak yang harus mengungsi bersama orang tua mereka.
Dengan menggandeng PAUD Institute dan PG PAUD ULM Banjarmasin, relawan Muhammadiyah menggelar layanan psikososial di beberapa titik pengungsian. Dengan menggunakan Mobil Pintar PAUD Institute, berbagai permainan pun disajikan untuk anak-anak. Mobil Pintar ini dilengkapi dengan berbagai sarana multimedia, buku-buku dongeng dan menggambar, serta berbagai perlengkapan untuk bermain dan belajar anak-anak.
Mohammad Dani Wahyudi selaku Koordinator PAUD Institute Kalimantan Selatan menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan PAUD Institute Kalimantan Selatan dalam rangka membantu korban banjir di Kalimantan Selatan, khususnya dari kalangan anak-anak.
"Kegiatan ini ditujukan untuk menghibur anak-anak di lokasi pengungsian dan juga untuk membantu menghilangkan trauma mereka terhadap bencana alam yang telah mereka alami. Trauma healing yang dilakukan berisi kegiatan bermain, bercerita, mendongeng, membaca buku dan berbagai kegiatan yang menyenangkan bagi anak," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan tim relawan PAUD Institute sendiri, namun juga bekerjasama dengan relawan MDMC-Lazismu yang sangat berpengalaman dalam menangani bencana di berbagai daerah di tanah air.
Sementara itu, Adinda Widya Ramadhana Putri yang merupakan relawan psikososial MDMC-Lazismu menceritakan bahwa selain melakukan trauma healing, bermain, dan bernyanyi bersama anak-anak, para relawan juga membagikan makanan ringan dan boneka. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur.
"Terima kasih kepada sobat Lazismu yang telah menginfakkan donasinya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana," katanya.
Layanan psikososial akan terus digelar dalam respon tanggap darurat yang dilakukan oleh Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Selatan guna mengurangi beban para penyintas bencana banjir, khususnya anak-anak. Dengan adanya layanan ini diharapkan dapat menghadirkan kembali senyum ceria anak-anak yang terdampak bencana banjir, terutama ketika harus mengungsi dan meninggalkan rumah mereka.
Reporter: M. Nashir/Yusuf

BANJAR - Bantuan dari berbagai pihak terus mengalir kepada Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana banjir di Kalimantan Selatan. Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Selatan mendirikan Pos Koordinasi (Poskor) Induk yang berada di Sekolah Akhlak SD Alam Martapura, Kabupaten Banjar sebagai titik sentral koordinasi penanganan bencana banjir, serta titik sentral distribusi logistik kepada Pos Layanan (Posyan) pendukung yang tersebar di beberapa kabupaten/kota yang terdampak banjir.
Salah satu pihak yang mempercayakan bantuan banjir melalui MDMC Kalimantan Selatan adalah YBM PLN UIP Kalbagteng. Dengan dihadiri langsung oleh Arianto, Senior Manager KSDM PLN UIP Kalbagteng, pihaknya menyalurkan bantuan logistik ke Poskor Induk Muhammadiyah berupa sembako, susu, popok, pembalut dan bantuan lainnya pada Selasa (19/1) lalu. MDMC dipilih atas kinerja yang dilakukan dalam berbagai penanganan bencana di tanah air.
Arianto menyampaikan bahwa pihaknya menyampaikan bantuan ini agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh MDMC guna membantu warga terdampak. "Sehubungan dengan adanya bencana banjir di Kalimantan Selatan, kami dari YBM PLN UIP Kalbagteng datang kemari untuk menyampaikan bantuan berupa makanan dan minuman yang dapat dimanfaatkan oleh rekan-rekan kami dari MDMC," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan logistik juga diberikan guna mendukung operasional dapur umum yang ada di Poskor Induk Muhammadiyah.
Perwakilan Pos Koordinasi Induk Muhammadiyah, Firman Hadi yang mengelola bantuan logistik di Poskor Induk Muhammadiyah mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh pihak YBM PLN UIP Kalbagteng ini.
"Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada Muhammadiyah melalui MDMC, salah satunya oleh YBM PLN UIP Kalbagteng. Semoga bantuan ini dapat mendatangkan banyak manfaat untuk mereka yang menjadi korban bencana banjir," ungkapnya.
Selain bantuan dari berbagai pihak, Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan juga memberikan dukungan sepenuhnya dalam tanggap darurat bencana banjir di Kalimantan Selatan. Tak hanya bantuan berupa pendanaan, bantuan logistik dan kebutuhan penyintas juga digalang guna membantu mereka yang terdampak bencana ini.
Sementara itu, YBM PLN UIP Kalbagteng akan terus menjalin sinergi dengan Muhammadiyah dalam merespon bencana alam, khususnya di Kalimantan Selatan. Tak hanya dalam penyaluran logistik, bantuan lain juga diberikan seperti perbaikan infrastruktur jembatan darurat di daerah terisolir yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah bersama-sama dengan MDMC.
Reporter: M. Nashir/Yusuf

