

HULU SUNGAI TENGAH - Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Kalimantan Selatan melalui MDMC Hulu Sungai Selatan menurunkan beberapa relawan medis ke beberapa Pos Layanan (Posyan) MDMC Kalimantan Selatan, salah satunya yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada tanggal 19-25 Januari 2021.
Relawan medis ini menggelar layanan kesehatan kepada para penyintas bencana banjir. Hal ini dilakukan sebagai respon pasca terjadinya banjir yang melanda kabupaten tersebut, khususnya dalam bidang kesehatan.
Dr. Didi Kurniadi selaku perwakilan MDMC Hulu Sungai Selatan menerangkan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan didasari adanya indikasi penurunan tingkat kesehatan masyarakat.
"Kami memprediksi pasca banjir tentunya akan ada penurunan tingkat kesehatan masyarakat akibat dari higienitas yang kurang, ditambah lagi aktivitas fisik yang meningkat karena harus membersihkan sisa-sisa bencana banjir," terangnya.
Ia pun menambahkan, keluhan yang cukup banyak dirasakan selama kegiatan layanan kesehatan ini berupa penyakit kulit. "Karena ini berupa bencana banjir, kami menemukan keluhan warga tidak jauh dari penyakit kulit seperti kutu air, selain itu ada pula yang mengeluhkan kelelahan," imbuhnya.
Senada dengan itu, Miftah Farih selaku Ketua Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi (TDRR) MDMC Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa pemberian layanan ini merupakan bagian dari tahap rehabilitasi.
"Kegiatan layanan kesehatan ini merupakan bagian rehabilitasi pasca bencana di bidang kesehatan karena bagaimanapun warga terdampak tidak sedikit yang mengeluhkan menurunnya kesehatan tubuh," imbuhnya.
Relawan medis yang diturunkan dalam aksi tersebut terdiri dari dokter spesialis, dokter umum serta paramedis seperti perawat dan bidan, serta ditambah beberapa personil non medis. Warga cukup antusias dengan adanya layanan kesehatan yang digelar selama beberapa hari tersebut. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya warga yang antre guna mendapatkan layanan. Sesuai dengan data yang terhimpun, total penerima manfaat layanan ini adalah sebanyak 887 jiwa.
Pos Layanan Muhammadiyah yang memberikan layanan kesehatan terdapat di lima lokasi, yaitu di Masjid Mujahidin, Desa Hantakan, Desa Aluan, Desa Murung A, dan Desa Pagat. Selain relawan medis Muhammadiyah yang tergabung dalam MDMC ikut pula relawan perorangan maupun yang berasal dari organisasi profesi seperi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawan Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan lain-lain
Reporter: M. Nashir/Yusuf

MAKASSAR - Wujud kepedulian terhadap sesama dilakukan Lazismu Sulsel. Dimana, Lazismu Sulsel turun langsung membantu Ibu Suprapti (40) yang tinggal bersama dengan tiga anaknya.
Supriati tinggal dengan tiga anaknya sepeninggalan Almarhum suaminya sejak 2018, sudah setahun beliau tinggal dikontrakan yang berukuran 2 x 6 m di jalan Bitoa Baru Lorong. 3 No.14 Kelurahan Bitoa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Dilansir dari Sulsel Fajar, Manager Lazismu Sulsel, Ahmad Hunain mengatakan, Suprapti saat ini bekerja sebagai Cleaning Service di salah satu perusahaan swasta di Kota Makassar. Penghasilan yang minim membuatnya harus bekerja ekstra dan terkadang harus lembur untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya terutama untuk keperluan anaknya yang masih sekolah.
“Beliau menjadi tulang punggung di keluarganya. Karena kesulitan ekonomi sejak ditinggal sang suami beliau terpaksa harus meminjam uang ke rentenir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Meskipun sekarang beliau sudah bekerja tapi belum mampu untuk melunasi hutangny, penghasilanya hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dimasa pandemic covid-19 semakin memperburuk situasi ekonomi beliau karena sempat dirumahkan selama 3 bulan,” paparnya.
Melihat kejadian tersebut, tim Lazismu Sulawei Selatan segera melakukan survey guna melakukan pengecekan kondisi keluarga Ibu Suprapti. Survey tersebut dilakukan untuk melihat kelayakan calon mustahik guna memaksimalkan dana zakat yang sudah dititipkan para muzakki.
“Bantuan Pelunasan Bantuan Hutang sebanyak Rp. 5.000.000,- dan mendampingi Ibu Suprapti melunasi hutang direntenir,” katanya.
Ditambahkan bahwa, Lazismu Sulawesi Selatan adalah lembaga amil zakat yang salah satu tugasanya berupa pengumpulan dan pendistribusian zakat kepada orang yang berhak menerima.
“Salah satu peruntukan penerima manfaat dana zakat adalah Ghorim yaitu orang yang terjerat hutang karena keterdesakan keperluan biaya hidup, dengan dasar inilah Lazismu Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan kepada Ibu Suprapti selaku Ghorim yang terjerat hutang karena kebutuhan ekonomi,” tambahnya, Senin, 25 Januari.

KALIMANTAN SELATAN - Hingga hari ini (26/01) Muhammadiyah melalui MDMC Kalimantan Selatan masih terus melaksanakan respon tanggap darurat banjir Kalimantan selatan. Meski di beberapa tempat banjir sudah surut, namun di berbagai tempat layanan untuk membantu warga terdampak masih terus dilaksanakan. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berdaya guna bagi para penyintas.
Salah satu komponen penting dalam koordinasi adalah ketersediaan fasilitas telekomunikasi, dalam hal ini internet untuk memudahkan alur koordinasi antar relawan serta pengiriman informasi dalam penanganan dampak bencana banjir ini. Menyadari hal ini, PT. Telkom turut membantu menyediakan fasilitas internet gratis bagi para relawan, salah satunya di Pos Koordinasi dan Pos Layanan MDMC.
Arif Yulianto, General Manager Telkom Witel Kalimantan Selatan dalam keterangannya menyampaikan terjadinya musibah banjir yang melanda Kalimantan Selatan hampir diseluruh kabupaten-kota, menjadi keprihatinan buat seluruh warga.
"Oleh karena itu untuk memudahkan dalam pengiriman informasi terkait dengan perkembangan penanganan dampak dari musibah banjir ini, Telkom memberikan layanan internet gratis di beberapa posko yang ada, salah satu nya adalah di Posko MDMC," katanya.
Ia pun berharap dengan adanya jaringan internet di beberapa posko dapat menunjung kegiatan para relawan dalam penanganan musibah banjir.
Sementara itu, Firman Hadi, Perwakilan Pos Koordinasi Induk Muhammadiyah untuk penanganan bencana banjir Kalimantan Selatan mengucapkan terima kasih fasilitas pendukung berupa internet gratis melalui program Telkom Peduli.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan ini karena saat ini kami memerlukan internet cepat guna mempermudah komunikasi ke pos layanan yang berada di berbagai daerah," ungkapnya.
Senada dengan salah satu relawan Penanggung Jawab Data Informasi MDMC Kalimantan Selatan, Rosida Rizkya, menjelaskan bahwa internet yang diberikan sangat cepat sehingga menjadikan pihaknya mudah berkomunikasi ke penanggung jawab di pos layanan.
"Karena kami menghimpun data dari Pos Layanan Se-Kalimantan Selatan untuk setiap harinya, memperbaharui berbagai macam data seperti jumlah logistik yang di terima dan disalurkan, jumlah relawan beserta aksi di lapangan dan lain lain," jelasnya.
Fasilitas layanan internet gratis dari Telkom ini dapat dinikmati di Pos Koordinasi Induk Muhammadiyah yang berada di Sekolah Akhlak SD Alam Martapura, Kabupaten Banjar dan Pos Layanan Muhammadiyah di Kantor Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Layanan ini berlangsung selama masa tanggap darurat penanganan bencana banjir di Kalimantan Selatan.
Berdasarkan update laporan situasi terkini dari MDMC Kalimantan Selatan per tanggal 24 Januari 2021 warga masih membutuhkan berbagai macam bantuan seperti makanan siap saji, kebutuhan bayi (popok, susu bayi) dan tenda pengungsian. Layanan dapur umum juga masih dijalankan di beberapa titik seperti Pos Layanan Masjid At Taqwa Kabupaten Banjar, Pos Layanan Mandiangin, Karangintan dan Sungai Alang. Sedangkan di Hulu Sungai Tengah (HST) relawan MDMC Hulu Sungai Selatan melaksanakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang melibatkan dokter spesialis, dokter umum, dan perawat, serta melakukan aksi pembersihan sampah sisa-sisa banjir.
Reporter: M. Nashir/Yusuf

HULU SUNGAI TENGAH - Banjir selalu menyisakan banyak persoalan. Selain dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur, banjir dapat menimbulkan tumpukan sampah di berbagai tempat. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan warga, karena tumpukan sampah tersebut dapat mengundang berbagai penyakit, disamping tidak sedap dipandang mata.
Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Hulu Sungai Selatan tergerak untuk melakukan aksi pembersihan sampah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang terdampak cukup parah akibat banjir yang melanda Kalimantan Selatan. Aksi yang digelar pada Sabtu, (23/1) ini melibatkan lebih dari 75 orang relawan Muhammadiyah yang berasal dari berbagai unsur yang ada di Muhammadiyah, seperti Lazismu Hulu Sungai Tengah dan Lazismu Hulu Sungai Utara, KOKAM, Tapak Suci, anak-anak panti asuhan dan lainnya.
Selain itu, dua buah dump truck, satu pompa air untuk kebersihan serta satu buah excavator juga dikerahkan untuk menunjang aksi ini. Lokasi aksi berlangsung di blok pasar 3 Murakata, Perumahan Dokter, serta Amal Usaha Muhammadiyah berupa SD dan TK ABA.
MDMC Hulu Sungai Selatan yang diwakili oleh dr. Didi Kurniadi menyampaikan bahwa dalam aksi tersebut tidak banyak menemui kendala yang berarti, kecuali bau yang menyengat dan banyaknya warga yang menyaksikan aksi tersebut.
"Adapun kendala yang terjadi di lapangan tidak terlalu signifikan, hanya saja sampah yang sudah menumpuk menimbulkan bau yang sangat menyengat. Selain itu, karena dilaksanakan di pasar, banyak masyarakat yang ikut menonton sehingga menimbulkan kemacetan saat aktivitas lalu lalang dump truck," jelasnya.
Ia juga berharap agar pemerintah daerah setempat dapat lebih memperhatikan permasalahan yang timbul pasca banjir, agar dapat mengurangi dampak yang dapat meluas akibat banjir ini.
Sementara itu, M. Yani dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengungkapkan bahwa pihaknya sangat memerlukan bantuan karena keterbatasan armada dan personil, serta peralatan untuk mengangkut sampah pasca banjir. Ia pun berterima kasih atas aksi pembersihan sampah yang dilakukan oleh Muhammadiyah ini.
"Kami bersyukur sekali atas bantuan dan partisipasi dari rekan relawan Lazismu, MDMC, dan Muhammadiyah karena memang dalam penanganan pasca bencana ini sudah pasti salah satu efeknya adalah tumpukan sampah. Bantuan dari relawan Muhammadiyah ini sangat membantu sekali. Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah sangat berterimakasih atas peran Muhammadiyah, Lazismu serta MDMC dalam membantu selama bencana dan pasca bencana. Insya Allah kami selalu siap bersinergi dalam giat kemanusiaan," jelasnya.
Penanganan bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah terus berjalan. Tak hanya saat tanggap darurat, fase rehabilitasi pun menjadi perhatian Muhammadiyah untuk membantu warga terdampak banjir. Eri Norrahman, Koordinator Pos Layanan (Posyan) Muhammadiyah yang berada di Kantor Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah menegaskan bahwa Muhammadiyah berusaha memberikan yang terbaik serta berusaha mencari peluang bantuan yang tidak terjamah oleh relawan lain, salah satunya dengan membantu pembersihan sampah kota pasca banjir.
"Alhamdulillah, selama kami membuka Posyan Muhammadiyah dalam penanganan darurat bencana, dukungan kawan-kawan di persyarikatan sangat luar biasa. Lazismu, MDMC, Kokam dan semua unsur persyarikatan Muhammadiyah se-Kalimantan Selatan bahkan provinsi tetangga seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah juga berperan luar biasa bahu membahu membantu dalam penanganan banjir di Hulu Sungai Tengah," imbuhnya.
Reporter: M. Nashir/Yusuf

PEKANBARU - Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, S.Si resmikan Kantor Layanan Lazismu (KLL) yang ke 14 di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru di Jalan Senapelan nomor 10 A, Kampung Bandar, Senapelan, Kota Pekanbaru, pada Rabu (27/01/21).
“Luar biasa Lazismu Pekanbaru dan juga SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru, sudah berkolaborasi pembukaan Kantor Layanan Lazismu Pekanbaru yang ke 14 dan tentu harapan saya ini bisa bersinergi berkolaborasi dengan pemerintah kota di dalam membangkitkan kembali ekonomi dikawasan Kampung Bandar ini karena Kampung Bandar ini sejarah awal berdiri Kota Pekanbaru,” jelasnya sebagaimana dilansir dari amirariau,
Hari Siyanto, SE, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekanbaru menjelaskan tujuan dibentuknya Kantor Layanan Lazismu Pekanbaru untuk mempermudah masyarakat menunaikan zakat, infak dan sedekah, serta untuk mempermudah membantu masyarakat kurang mampu.
“Tujuannya yang pertama adalah untuk mempermudah masyarakat untuk menunaikan ibadah dalam bentuk zakat, infak dan sedekah, yang kedua bagi masyarakat sekitar akan lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru Al Gafar, S. Pd, MM mengajak seluruh guru-guru, karyawan, wali murid dan masyarakat sekitar untuk menunaikan zakat, infak dan sedekahnya ke kantor layanan SMK Muhammdiyah 1 Pekanbaru.
“Terutama internal di dalam guru-guru karyawan orang tua siswa silahkan menunaikan zakat, infak dan sedekahnya di kantor layanan SMK Muhammdiyah 1 Pekanbaru, dari kita untuk kita. Jadi dia berzakat, bisa membantu untuk siswa yang kurang mampu disini dan tentunya kedepannya kita bisa membantu masyarakat sekitar sekolah,” jelas Al Gafar.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekanbaru Syafrizal Syukur, S.Ag berharap dana zakat, infak dan sedekah tersebut bisa dimaksimalkan dilingkungan sekolah untuk membantu siswa-siswa kurang mampu.
“Satu, bagaimana supaya zakat dapat ditagih kepada yang wajib membayar. Kedua, infak dan sedekah bisa dimaksimalkan dilingkungan sekolah, termasuk relawan dari wali murid, atau siswa itu sendiri. Ketiga, kita punya siswa-siswa yang standar ekonominya masih dibawah sejahterah maka ada yang tidak mampu membayar sekolah bisa dibantu,” pungkasnya.

BANYUMAS - Lazismu Banyumas salurkan dana zakat untuk program pendidikan melalui Beastudy Sang Surya pada hari Senin (25/01/2021), bertampat di Aula Abu Dardiri Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas. Sebelum penyerahan beasiswa, para mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa S1 dan S2 ini diberi pembekalan oleh Sabar Waluyo selaku Manajer Lazismu Banyumas untuk meningkatkan semangat kuliah mereka.
Sabar Waluyo menegaskan bahwa mahasiswa penerima Beastudy Sang Surya harus merasa bangga karena terpilih menjadi penerima diantara banyak mahasiswa lain yang mencoba untuk mendaftar. Beliau juga mengungkapkan agar mereka harus bisa menyelesaikan studi mereka dan menjadi pribadi yang sukses.
“Anda harus bangga mendapat beasiswa dari uang zakat, nanti suatu saat anda memberikan zakat akan menjadi beasiswa pula untuk orang lain,“ ujar Sabar Waluyo ketika pembekalan.
Penerima yang datang dalam acara yang dilaksanakan pada hari tersebut sebanyak 18 mahasiswa dengan asal kampus yang berbeda – beda mulai dari IAIN Purwokerto, UNWIKU Purwokerto, Institut Pertanian Bogor (IPB), UIN Yogyakarta, Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Jember hingga Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Total uang beasiswa yang mereka dapat berbeda–beda tergantung kebutuhan penerima manfaat sesuai dengan hasil analisis tim Lazismu Banyumas.
Batis Reka Guliwan salah satu penerima Beastudy Sang Surya yang merupakan mahasiswa UNWIKU Purwokerto demisioner Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial Politik mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lazismu Banyumas atas bantuan beasiswa yang diterimanya.
“Tentu sesuai yang diberikan Lazismu maka, uang beasiswa Lazismu akan saya gunakan untuk keperluan pendidikan kaitannya dengan pembiayaan dan seterusnya,“ ujar Batis ketika ditanya tim media Lazismu Banyumas. Batis juga berharap beastudy Lazismu bisa terus ada dan semakin menambah jumlah penerimanya.
Sejalan dengan Batis, Fitrotul Khusna mahasiswi IAIN Purwokerto semester 5 juga mengungkapkan agar Beastudy Sang Surya semakin banyak jumlah penerimanya karena banyak dari teman–temannya menanyakan ingin mendapatkan beastudy tersebut.
Selanjutnya akan ada penyerahan beastudy sang surya lagi untuk mahasiswa dari kampus lain seperti Univeristas Muhammadiyah Purwoketo (UMP) dan Univeritas Terbuka (UT) Purwokerto.
Sabar Waluyo juga mengugkapkan rasa terima kasihnya kepada muzaki dan munfiq yang telah memberikan donasi melalui Lazismu Banyumas sehingga dapat terwujud program Beastudy Sang Surya ini.
Repoter : Romi/Tansah

