Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Lazismu dan IMM Pulang Pisau Bersinergi Jalankan Program Jum’at Berkah untuk Masyarakat Sekitar

PULANG PISAU - Jum’at adalah hari yang mulia dan penuh berkah bagi setiap Muslim untuk memperbanyak pahala infaq, dan  shadaqah.

Lazismu Pulang Pisau  terus konsisten  dalam menjalankan program kebermanfaatan sosial bagi masyarakat sekitar. Salah satu program rutin yang telah lama dijalankan adalah Jum'at berkah "Sarapan Pagimu," yang bertujuan menyalurkan amanah para muzakki dan donatur dengan memberikan donasi dalam bentuk makanan siap saji kepada para dhuafa, lansia, dan pekerja non formal setiap hari Jum'at pagi.

Adapun penerima manfaat program ini seperti lansia, dhuafa tidak bekerja, yatim, dan para pekerja non formal lainnya. Program ini sudah berjalan sejak pandemi melanda Indonesia dan sangat berdampak bagi masyarakat. Tapi meski masa pandemi telah berakhir, kegiatan tersebut tetap berlanjut hingga saat ini.

Dalam melaksanakan program, Lazismu Pulang Pisau selalu melibatkan para relawan dari berbagai elemen persyarikatan. Seperti saat Lazismu bersinergi dengan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Rosyad Saleh Pulang Pisau.

Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi generasi muda Muhammadiyah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) dan memperkuat sinergi antar elemen persyarikatan dalam menjaga semangat berorganisasi.

Sekretaris Lazismu Pulang Pisau, Bonni Febrian, menyampaikan apresiasi  terhadap para muzakki dan pihak yang telah rutin mendukung program ini. "Alhamdulillah, Lazismu dapat terus menyalurkan amanah dari para donatur untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Program 'Sarapan Pagimu' ini merupakan wujud nyata kepedulian berbagi terhadap sesama,  terutama kaum dhuafa, lansia, dan pekerja  non formal lainnya yang sering kali harus berjuang mencari nafkah sejak pagi hari," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan program Jumat berkah sekaligus dijadikan program pemberdayaan UMKM dengan memesan paket Jumat berkah kepada para pelaku UMKM yang ada di Pulang Pisau.

Kemudian Lazismu Pulang Pisau juga mengapresiasi inisiatif dari Ortom IMM Pulang Pisau melalui Komisariat IMM Rosyad Saleh yang telah bersedia untuk berkolaborasi sekaligus sebagai mitra pelaksanaan program Jum’at berkah.

"Lazismu tidak mungkin berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dari semua bagian persyarikatan termasuk Majelis, Lembaga, dan Ortom (MLO). Kami sangat apresiasi jika program-program sosial kebermanfaatan yang dilaksanakan oleh MLO dapat disinergikan dengan Lazismu, Kolaborasi dan sinergis antar elemen persyarikatan merupakan salah satu kunci proses berjalannya kinerja dalam menjaga ghirah berorganisasi. Di Muhammadiyah itu harus ada selalu ada gerakan, karena bergerak adalah salah satu ciri hidup, semoga semua MLO juga punya niat yang sama untuk selalu menghidupkan persyarikatan Muhammadiyah," imbuhnya.

Dengan adanya program ini, Lazismu Pulang Pisau berharap semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat serta semakin banyak pihak yang tergerak untuk berpartisipasi dalam aksi sosial ini.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program Lazismu agar kebermanfaatannya semakin luas dan berkelanjutan," pungkas Bonni.

Program "Sarapan Pagimu" ini menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata Muhammadiyah dalam menjawab tantangan kehidupan sosial di masyarakat. Dengan semangat berbagi dan gotong royong, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaat dari program ini.

Bagi warga masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program rutin Jum'at berkah, dapat menyalurkan Infak Sedekahnya melalui rekening Bank BNI 0715772512 atas nama Lazismu Pulang Pisau, atau datang langsung ke Kantor Layanan Daerah di Masjid KH Ahmad Dahlan Jalan lintas Kalimantan, simpang bundaran belah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dan  Layanan Jemput donasi  di Nomor Call Center 0813-4646-4345.

[Media dan Publikasi Lazismu PP Muhammadiyah/Bonni]

SELENGKAPNYA
23 Februari 2025

Lazismu Banjarbaru Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan Tahun 2023

KALSEL – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Banjarbaru kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas hasil pemeriksaan laporan keuangan tahun 2023.

Penganugerahan Opini WTP sekaligus Rapat Kerja Wilayah Lazismu Kalimantan Selatan dihadiri langsung oleh Ketua BP Lazismu Pusat, Imam Mujaddid Rais,. Acara ini berlangsung di PT JBG (Jorong Barutama Grestone), Kabupaten Tanah Laut, pada Jumat, 21 Februari 2025.

Opini WTP ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana Lazismu Banjarbaru, yang telah diaudit oleh KAP (Kantor Akuntan Publik) Abdul Hamid dan Rekan.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Lazismu Banjarbaru terus berkomitmen dalam menjalankan amanah para muzakki, donatur, dan masyarakat dengan tata kelola yang profesional serta sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

“Atas pencapaian ini, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para muzakki, donatur, dan masyarakat Kota Banjarbaru, beserta Para Pimpinan, Badan Pengurus, dan Badan Eksekutif Lazismu Banjarbaru, yang terus mendukung dan berkontribusi dalam menguatkan peran Lazismu sebagai lembaga zakat yang amanah,” demikian pernyataan resmi dari Lazismu Banjarbaru.

Dengan raihan WTP ini, Lazismu Banjarbaru semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas dampak program kemaslahatan bagi umat.

Ke depan, Lazismu Banjarbaru berkomitmen untuk menjaga integritas dalam pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah demi kemaslahatan umat dan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu Banjarbaru

SELENGKAPNYA
22 Februari 2025

BPKH dan Lazismu Serahkan Bantuan Program Kemaslahatan, Mobil Operasional Dakwah Untuk Ponpes Muhammadiyah Al-Furqon

TASIKMALAYA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui program kemaslahatan bersama Lazismu menyerahkan bantuan mobil dakwah untuk Pondok Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Proses penyerahan dilakukan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon, Tasikmalaya, oleh BPKH yang diwakili oleh Anggota Badan Pengawas BPKH Deni Suardini kepada Pimpinan Pondok Pesantren Uum Syarif Usman pada, Jum’at, 21 Februari 2025.

Seremoni penyerahan bantuan program kemaslahatan itu disaksikan oleh ⁠Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Bapak Mahmud, Badan Pengurus Lazismu Pusat Muarawati Nurmalinda, Deputy Program Kemaslahatan BPKH Miftahudin dan Manager Program Kemitraan Lazismu Pusat Upik Rahmawati.   

Anggota Badan Pengawas BPKH Deni Suardini mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara ini.  “Kami mengapresiasi perkembangan pondok pesantren Al-Furqon, selanjutnya dalam mendukung sarana prasarana yang ada, BPKH pada kali ini bisa memberikan jalan kemudahan untuk meningkatkan kinerja pondok pesantren berupa mobil operasional dakwah,” jelasnya.

Perlu kami sampaikan, sambung Deni, keberadaan BPKH dengan amanahnya berpijak dari UU Nomor 34 tahun 2014. Badan hokum public yang melakukan pengelolaan keuangan haji.

“Mandatnya dalam tata kelolanya, BPKH harus berprinsip pada syariah salah satunya melaksanakan ajaran islam secara kafah, terbebas dari unsur riba, dan unsur penipuan serta judi. Selain itu prinsipnya juga harus terbebas dari sesuatu yang haram dan subhat. Itulah prinsip pengelolaan keuangan haji oleh BPKH, termasuk prinsip memberikan nilai manfaat yang seluas-luasnya,” urai Deni.

Sementara itu, Badan Pengurus Lazismu Pusat Muarawati Nurmalinda, juga mengucakan rasa syukur dan terima kasihnya  bahwa BPKH telah melakukan penugasan kepada Lazismu melalui amanah program kemaslahatan untuk menyerahterimakan mobil operasional dakwah untuk pondok pesantren  Muhammadiyah Al-Furqon.

“Alhamdulillah amanah tersebut dapat kami tuntaskan. Ini adalah pengadaan sarana mobil dakwah dan rasanya senang jika Lazismu melakukannya untuk keluarganya sendiri,” pungkasnya.

Program ini diamanahkan ke Lazismu sejak Desember 2024, dan bisa terwujud hari ini, semuanya berjalan dengan lancar.

Ini bukan pertama kali pondok pesantren Muhammmadiyah Al-Furqon menerima bantuan dari BPKH. Bersama mitra kemaslahatan lainnya, ada juga bantuan beasiswa untuk siswa sebanyak 10 penerima manfaat.

“Mudah-mudahan ada kesempatan lagi buat para santri di sini. Semoga semua santri di mana pun berada mendapat kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya menerima layanan pendidikan yang baik,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputy Program Kemaslahatan BPKH Miftahudin hadir memberikan motivasi seru kepada para santri. Mihtahuddin tidak meragukan lagi motivasi para santri yang telah memilih pondok pesantren Al-Furqon sebagai tempat mencari ilmu.

Untuk menghibur para santri dengan motivasi edukatif, Miftahudin mengajak santriwan dan santriwati bermain peran dengan kata-kata motivasi seperti disiplin, berprilaku baik, konsisten, percaya diri, dan fokus dengan melontarkan kata-kata itu diartikan dengan bahasa sunda.

Mudir pondok pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Uum Syarif Usman begitu bahagia menyaksikan para santri hadir dalam acara tersebut dan mendapat motivasi. Selaku mudir ia bergembira menerima bantuan program kemaslahatan BPKH berupa mobil operasional dakwah, dan insyaallah akan dimanfaatkan dengan semestinya.       

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
22 Februari 2025

Delegasi Lazismu Resmi Dilepas Poroz Dalam Aksi Bersama untuk Palestina

JAKARTA – Panggilan kemanusiaan untuk Palestina kembali bergema. Lazismu yang menjadi anggota Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) melalui komitmen lanjutannya dalam Join Action for Palestine 2 untuk satu pekan ke depan akan melakukan aksi nyata kemanusiaan kepada masyarakat Palestina.

Delegasi dari Poroz ini dilepas secara simbolis oleh Waryono Abdul Ghafur Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag di Kantor Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Jakarta (21/2/2025).

Bersama dengan anggota Poroz lainnya, Lazismu memberangkatkan tim yang terdiri dari Lazismu Pusat, Lazismu Wilayah DIY, Lazismu Wilayah Jateng, Lazismu Wilayah Jabar dan Lazismu Wilayah Lampung.

Direktur Program Lazismu Pusat, Ardi Lutfi Kautsar mengatakan sebelumya Lazismu bersama Poroz menyalurkan bantuan melalui Yordania. Adapun untuk kesempatan kali ini di tahun 2025, misi kemanusiaannya melalui Mesir.

“Program kemanusiaan ini juga dilakukan Lazismu dengan dukungan Muhammadiyah melalui MuhamnmadiyahAid. Bantuan yang disalurkan tidak hanya karitatif, namun bersama mitra terpercaya, Lazismu memberikan bantuan pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kapasitas warga Palestina,” ujarnya.

Delegasi Lazismu Ardi menambahkan, sebagian warga Palestina itu juga mendapatkan kesempatan untuk kuliah di Indonesia melalui kerjasama dengan perguruan tinggi Muhammadiyah. Sejalan dengan program kemanusiaan itu, Lazismu juga melibatkan pimpinan cabang istimewa Muhammadiyah untuk berkolaborasi.

Adapun dalam Join Action for Palestine 2, sambung Ardi, Lazismu bersama PCIM Mesir akan mengunjungi rumah sakit Palestina di Mesir dan camp pengungsian warga Palestina di Mesir. Agenda utama lainnya adalah Lazismu bersama Poroz akan mengunjungi duta besar RI untuk Mesir.

Selama satu pekan ini, seperti disampaikan Ardi, Lazismu juga memohon dukungannya dari semua pihak untuk saling bahu membahu agar misi kemanusiaan ini berjalan sukses. Yang tak kalah pentingnya, dalam menyambut bulan Ramadhan, Lazismu akan selalu memberikan dukungan penuh bagi warga Palestina.

Agenda jangka panjangnya, Lazismu akan terus melakukan inisiasi melalui pertemuan-pertemuan strategis dengan organisasi kemanusiaan internasional. “Memperkuat jaringan kerja sama internasional merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kerjasama sebagai wujud mengembangkan dakwah lewat internasionalisasi Muhammadiyah di sektor kemanusiaan,” pungkasnya.    

Dalam kesempatan berbeda, pelepasan delegasi pertama dari Lazismu telah diberangkatkan pada 20 Februari 2025, yang dipimpin oleh Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.  

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
22 Februari 2025

Sambut Ramadhan, DPD IMM Kalteng Kolaborasi Bareng Lazismu Sebarkan Mubalig

KALTENG -- Bulan suci Ramadhan 1446 H semakin dekat. Menyambut kedatangannya, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Tengah (DPD IMM Kalteng), menggelar koordinasi kegiatan Sebarkan Mubalig dengan Lazismu Kalteng, pada Rabu, 19 Februari 2025, di kantor Lazismu, Jalan RTA. Milono. 1,5, Palangka Raya.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk mempererat dan memupuk semangat dakwah Muhammadiyah khususnya di Kalimantan Tengah, bersama dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) serta menyusun strategi dakwah yang lebih efektif menjelang Ramadhan.

Sebagai bulan yang penuh keberkahan, Ramadhan menjadi momentum penting bagi para mubalig atau kader Muhammadiyah dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang mencerahkan, konstruktif serta memberikan manfaat bagi umat.

Ketua DPD IMM Kalteng yang juga Kader PKUM, Aris Pratama G, mengatakan bahwa mubalig adalah penyambung lidah organisasi Muhammadiyah yang menegakkan dakwah yang ma’ruf dan berani mencegah kemunkaran.

Lebih jauh lagi, menurutnya, gerakan tajdid membawa pembaharuan dan kemurnian yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. "Masyarakat kita semakin beragam dalam pola pikir dan pemahaman keagamaan. Oleh karena itu, mubalig harus mampu menghadirkan dakwah yang inklusif, membangun, dan menyejukkan,” pungkasnya.

Kita tidak hanya menyampaikan dakwah mimbar, tetapi juga harus mampu menjadi fasilitator bagi umat dalam memahami dan mengamalkan Islam dengan penuh makna.

Senada dengan hal itu, Muhammad Fitriani dari Lazismu mengutarakan bahwa momen Ramadhan ini bagi Lazismu Kalteng serta daerah, harus hadir di tengah masyarakat. “Banyak memberi manfaat yang berkelanjutan, sehingga dengan adanya program mubalig berkemajuan ini dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat dalam menyerap informasi yang edukatif.

Selain itu, sambungnya, kegiatan ini nanti dapat memantik kader untuk sama-sama menciptakan ekosistem berorganisasi yang sinergis di Muhammadiyah terutama dalam program kemitraan antara majelis, lembaga serta organisasi otonom (ortom) di berbagai tingkatan. 

“Peran dakwah Muhammadiyah sangatlah penting jika dilakukan dengan kolaboratif, sehingga penyampaian dakwah tepat dan berguna bagi masyarakat, maka dari itu Lazismu Kalteng mendukung penuh mubalig berkemajuan ini” tutupnya.

Mewakili Lazismu Kalteng, kami mengajak para donatur untuk mendukung program ini melalui saluran donasi zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu Kalimantan Tengah. Donasi dapat disalurkan lewat nomor rekening BSI : 104 683 6886 (Infaq/Sedekah), BSI : 709 9271 7138 (Zakat), Muamalat  : 6310037466 (zakat), BPK : 1002020000221587 (Hibah & Program Terikat) rekening an. LazisMu PWM kalteng  Konfirmasi Donasi WA. 0822-5546-9065 (Lazismu Kalteng).

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/MF]

SELENGKAPNYA
20 Februari 2025

Zakat Memakmurkan Semua, “Strategic Giving” Mencari Model Tata kelola Filantropi Inklusif dan Berkemajuan (Bag - Terakhir)

Tema yang disuguhkan Lazismu memantik saya, dan saya suka sekali dengan istilah Zakat Memakmurkan Semua.

“Istilah yang hemat saya begitu inkulisif, dan senafas dengan buku kecil yang pernah saya tulis bersama dengan peniliti lain bahwa inklusif dalam konteks fundraising dan distribusi hemat saya, menjadi strategis karena salah satu problem bagi lembaga filantropi adalah eksklusifitasnya,” terangnya .

Pertanyaan pernah dilontarkan ke saya, “Ini kan kita filantropi berbasis agama, bagamana harus inklusif? Ternyata filantropi yang inklusif itu justeru kuat bahkan dilakukan oleh lembaga filantropi berbasis agama,” paparnya menceritakan atas pengalaman dari pertanyaan itu.

Dalam kondisi yang memungkinkan kita menghormati dan mengakui entitas lain. Lazismu saya pikir adalah contoh bagus dan berani untuk melakukan terobosan di mana donasi yang disalurkan tidak hanya di komunitas muslim tapi di komunitas non-muslim.

Konstruksi ijtihad dalam tarjihnya menurut saya luar biasa. Kalau kita mengikuti paradigma fikih yang lama, apakah kita melihat fikih yang lama ini dengan kasus mendistribusikan zakat fitrah menjelang idul fitri bisa saja dilakukan semua.

Pertanyaannya, dengan aksi itu apakah ada dampak yang kuat, effective giving atau tidak. Yang saya tahu bahwa zakat fitrah dalam kajian tarjih di Muhammadiyah bisa dilakukan sepanjang tahun sebelum idul fitri tahun selanjutnya. “ini luar biasa, mendorong ekosistem dan prakti filantropi kita semakin penuh impak,” imbuhnya.

Kemudian, dalam konteks berkelanjutan, jangan sampai kita lupa untuk masuk ke sektor itu, apalagi problem kita hanya dilakukan dengan cara yang lama. Upaya lembaga fialntropi termasuk Lazismu untuk masuk ke isu perubahan iklim saya pikir menjadi menarik dan luar biasa, karena Lazismu memberikan perhatian pada hal itu.

Sebagai penutup apa yang telah dijelaskan di awal, hemat saya dibutuhkan keberanian untuk mengkaji dan studi lebih dalam tentang persoalan-persoalan kontemporer. “Lazismu bagian dari muhammadiyah punya kekuatan dalam spirit pembaruan dalam melakukan ijtihad. Harapan saya upaya itu perlu dilakukan dengan penguatan zakat dan kelembagaannya,” tandasnya.

Karena itu langkah filantropi yang inklusif dalam konteks zakat memakmurkan semua yang saya pahami tidak sekadar dari sisi fisik, tapi juga inklusif masuk ke ruang-ruang yang lebih dalam, ruang untuk toleransi dan kebersaman. “Karena Indonesia dan dunia tidak bisa diselesaikan dengan satu kelompok dengan cara pandang ekslusif,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Mujadid Rais merespons bahwa ketika mendedah kontestasi masyarakat sipil dan negara, beririsan dengan reformasi tata kelola lembaga amil zakat, jadi sangat relevan dan memungkinkan untuk eksplorasi lebih jauh di lingkungan lembaga amil zakat.

Masih kuat dalam ingatannya, bahwa ada satu rekomendasi muktamar muhamamdiyah di solo, secara khusus ada enam, salah satunya tentang tata kelola reformasi filantropi di Indonesia.

Mujadid Rais menilai, tidak hanya soal tata kelola, lebih jauh lagi persoalan, sharing data juga penting dilakukan. Sejauh ini, Lazismu ingin mendorong penguatan bagaimana dengan ekosistem filantropi itu terutama pada aspek profesionalitas, transparani, akuntabilitas dan dampak program yang dijalankan tidak dalam kebutuhan jangka pendek tapi berkelanjutan.

“Pada perjalanannya ini menjadi diskusi kritis di Lazismu, dengan hadirnya R & D, persoalan kajian peta kemiskinan di Indonesia merujuk dari data TNP2K dan Kemenko PMK. Melihat angka kemiskinan turun tapi masih banyak kemiskinan ekstrem di banyak tempat,” kata Mujadid Rais.

Melihat fakta itu, adalah penting melihat realitas kemiskinan di luar Jawa, sementara lanjutnya, di Jawa sendiri juga masih ada. “Pekerjaan rumah untuk kita semua. Dan kita melihat potensi zakat dan hari ini kita bicara zakat memakmurkan semua, padahal menurut riset Baznas potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 300 triliun lebih, dan yang terkumpul potensi diangka Rp 40 triliun,” paparnya.

Maka ini harus ditilik lagi, bahwa pogtensi yang besar itu dan baru dicapai Rp 40 triliun, sementara bantuan sosial yang digelontorkan negara sebesar Rp 500 triliun. “Bayangkan itu, memang ada satu tata leola dan kedua harus betul dikejar potensi penghimpunan tersebut,” ungkapnya.  

Oleh karena itu, menurutnya, sinergi dan sharing data adalah penting. Karena ini terkait dengan program-program yang dilakukan lembaga amil zakat. Tantangan di masyarakat kita dan kita tidak menyalahkan masyarakat, berbanding lurus bagaimana upaya edukasi dan pemberdayaan di sisi ain.

Keduanya perlu saling belajar dan terkait tema kita ini kita perlu mengukur dan diskusi seberapa jauh peran kita menurunkan angka kemiskinan. Barangkali dalam ekonomi makro, hemat saya baru pada tahap mengurangi dan untuk menurunkannya saya pikir itu peran negara.

Sebagai contoh kebajikanya misalnya, Lazismu belajar dari pemberdayaan masyarakat di Banggai Sulawesi. Selama ini masyarakatnya masih tertinggal.  Mereka mulai dari belajar tentang kebutuhan mereka bagaimana pola hidup yang sehat, bagaimana akses belajar anak-anak mereka dan lainnya.

Secara bertahap, proses pemberdayaan itu tidak sebentar. Perlahan – lahan mereka sadar betapa pentingnya akses untuk memperkuat hidup yang bermakna. Dibangunlah tempat belajar yang sederhana dan seterusnya. “Saya melihat dan menemukan di sana kampung kosong kemudian hidup, masyarakat bergerak mulai belajar bertani dan seterusnya. Ini perjalanan panjang selama lima tahun, itu baru satu di Banggai, bagaimana dengan daerah yang lain,” ungkapnya dengan tanya.  

Sekali lagi, perlu kerja-kerja kolaboratif dan menjadi konsen bersama. Melihat kondisi yang ada apalagi perekonomian nasional, melihat data di akhir tahun kemarin, seiring adanya kenaikan pajak 12 persen yang secara ekonomi menurunkan angka kelas menengah.

Saya pikir ini jadi tantangan kita semua, saya setuju bagaimana peran zakat secara inklusif dan bisa menyentuh kalangan yang lebih luas, termasuk kelompok rentan difabel dan perempuan atau terbuka bagi kelompok lain yang rentan dalam situasi memperihatinkan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

 

SELENGKAPNYA
14 Februari 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross