Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

ZAKAT KONTEMPORER DAN SEJARAH LAZISMU MEMANTIK WAWASAN FILANTROPI ISLAM DALAM PEMBEKALAN MAHASISWA UMJ

KOTA TANGERANG SELATAN -- Dalam upaya meningkatkan lulusan yang berkompetensi dalam bidang tata kelola zakat dan wakaf, sebanyak 40 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mendapatkan pembekalan berupa persiapan studi lapangan Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf Fakultas Agama Islam (FAI). Pembekalan tersebut mengusung tema "Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf dalam Mewujudkan Amil Profesional" dan berlangsung di Gedung Aula KH Mas Mansoer FAI UMJ pada Selasa (07/05).

Tujuan pembekalan ini, menurut Dekan FAI UMJ, Sopa, sebagai wujud pengayaan, pengetahuan dan keterampilan. Di Muhammadiyah sendiri, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sedang menyelesaikan naskah buku akademik tentang Zakat Kontemporer. "Artinya perkembangan zakat dan tata kelolanya akan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman dan persoalan yang dihadapi umat Islam," ujarnya.

Dalam kajian lain di Majelis Ulama Indonesia, khususnya Komisi Fatwa juga tengah mengkaji apakah zakat masuk dalam wilayah keuangan negara atau bukan. Di sini jelas, lanjut Sofa, bahwa zakat secara teori dan praktik senantiasa dikaji dalam berbagai pendekatan. Harapannya, Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat (BAZ), bisa berkiprah dengan baik serta memberikan sumbangsih dalam mengentaskan kemiskinan dan kesejahteraan umat.

Selain dibekali pengetahuan perkembangan zakat kontemporer, para peserta pembekalan ini sedapat mungkin dapat melengkapi kompetensinya dengan wawasan kritis, yaitu bagaimana zakat secara teori dan zakat secara praksis bisa beradaptasi dengan perkembangan informasi dan teknologi. "Dari pembekalan yang diikuti mahasiswa semoga wawasan yang diperoleh bermanfaat setelah lulus nanti dan siap memasuki dunia kerja," imbuhnya.

Dalam laporannya, Ketua Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf FAI UMJ, Ali Idrus mengatakan, sampai dengan saat ini ada 110 orang mahasiswa yang aktif dalam program studi ini. Sementara dari jumlah mahasiswa pada semester delapan, awalnya terdapat 52 orang yang mengikuti pemenbekalan hari ini. Karena ada beberapa kendala yang aktif mengikuti berjumlah 40 orang.

"Angkatan tahun 2020, ada di ujung perjalanan akademik. Karena itu, selain perkuliahan dan aktivitas magang berupa studi lapangan, selanjutnya mahasiswa akan mengikuti ujian komprehensif yang baru kemudian ditutup dengan ujian skripsi," papar Ali Idrus.

Meraka yang mendapat pembekalan ini akan disebar di beberapa LAZ dan BAZ, antara lain di Lazismu, BAZNAS, BAZIS DKI, LAZ Al-Azhar, dan LAZ di daerah Tangerang Selatan. Pembekalan ini bisa terlaksana untuk mencetak calomn amil yang professional dalam dunia filantropi. Hadir dalam pembekalan ini Direktur Utama Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ibnu Tsani yang juga berperan menjadi narasumber pembekalan studi lapangan kepada mahasiswa dan disambut antusias para peserta dalam meyampaikan materi Amil Zakat Profesional.

"Kami mewakili dari UMJ juga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu yang sudah menjadi mitra selama 4 tahun ini, baik dalam bidang penelitian, studi lapangan, dan lebih khusus sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Lazismu yang telah memberikan beasiswa Sang Surya sebanyak 47 orang di Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf UMJ.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
7 Mei 2024

HAEDAR NASHIR APRESIASI PROGRAM 1000 CAHAYA MLH YANG DIDUKUNG LAZISMU

JAKARTA -- Apresiasi tinggi diberikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir kepada Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah atas salah satu capaian besarnya melalui peluncuran program 1000 Cahaya. Acara ini berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No.62 Jakarta pada Senin (06/05). Program yang didukung oleh Lazismu tersebut menjadi salah satu bukti keseriusan dari MLH PP Muhammadiyah dalam menyikapi berbagai isu transisi energi hingga pada misi emisi nol bersih di Indonesia.

"Saya ucapkan selamat yang sebesar-besarnya pada hari ini untuk MLH PP Muhammadiyah yang telah memberikan inisiasi positif terhadap penjagaan alam. Pantas untuk diseriusi dan dijaga konsistensi ke depan, terlebih ini adalah ikhtiar terbaik kita sebagai manusia untuk lingkungan," ujar Haedar yang mengikuti acara tersebut secara daring.

Gerakan konkret yang digagas MLH sangat diapresiasi oleh Haedar. Ikhtiar ini bisa dimulai dari gerakan untuk pengurangan sampah dan usaha penyelamatan lingkungan. "Gerakan yang fokus pada aksi-aksi lingkungan yang mencerahkan dalam simbol cahaya pada prinsipnya adalah spirit menghadirkan usaha penyelamatan lingkungan hidup," tuturnya.

Kita semua, lanjut Haedar, sedang menghadapi berbagai persoalan yang perlu dihadapi dan dijawab dengan langkah seperti bagaimana memindahkan situasi yang gelap ke dalam situasi yang terang. Matahari masuk dalam bintang tata surya yang diciptakan sangat bermanfaat untuk bumi dan tenaga surya bisa menjadi alternatif energi terbarukan. Matahari dimanfaatkan sebagai proses fotosistesis bagi tumbuhan dan aktivitas manusia. "Peredaran bumi dan bulan yang di dalamnya ada matahari sebagai simbol pergantian siang dan malam," imbuhnya.

Artinya, menurut Haedar, saat ini dunia dihadapkan pada persoalan perubahan iklim yang menurut penulis buku Best Seller "David Wallace, The Uninhabitable Earth" bahwa bukan sekadar pemanasan global yang sedang dialami umat manusia, tetapi bumi dan dunia yang semakin mendidih dan akibat dari perubahan iklim ini telah membawa dampak yang lebih luas sehingga bumi dan alam semesta tidak bisa ditempati oleh manusia lagi. Dalam konteks ini Haedar mengajak untuk memulai dari hal kecil yang jika dilakukan secara berjamaah maka akan menjadi gelombang yang besar. "Kita rawat lingkungan di mana kita berada dan kita selamatkan keanekaragaman hayati kita dan ekosistem untuk menyelamatkan bumi," ajaknya.

Gerakan ini pun menjadi praksis gerakan penyelamatan lingkungan dan kemaslahatan hidup di tubuh bangsa dan umat, karena lingkungan merupakan satu-satunya tempat hidup kita. "Pesan saya, dengan gerakan 1000 Cahaya tidak berhenti dalam program yang dirancang semata tapi menjadi aksi nyata, betul-betul menjadi gerakan bersama secara individu dan kolektif untuk gerakan penyelamatan lingkungan dengan penuh tanggung jawab dan bagian dari kesadaran kolektif kita," tutup Haedar.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
7 Mei 2024

PROGRAM 1000 CAHAYA MLH, AWAL GERAKAN KOLEKTIF PENYELAMATAN BUMI

JAKARTA -- Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan program 1000 Cahaya. Peluncuran program tersebut berangkat dari krisis perubahan iklim yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Sementara program Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan dianggap masih jauh dari ideal, maka dibutuhkan aksi nyata untuk menyelamatkan bumi.

Ketua MLH PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung dalam acara peluncuran program tersebut di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No.62 Jakarta pada Senin (06/05) mengatakan bahwa program ini sudah dicanangkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MLH. "Dan hari ini diluncurkan, kita semua berharap dapat berdarma bakti agar Muhamamdiyah tetap hadir, jangan sampai kuat di atas dan rapuh di bawah," ungkapnya.

Selanjutnya, kita akan hidupkan apa yang disebut dengan sedekah energi. Azrul menegaskan, peta jalan sedang disusun oleh MLH untuk bisa mengaktivasi gerakan sedekah energi. Program ini akan dilanjutkan secara nasional dan digerakkan sampai ke tingkat ranting.

Melalui program 1000 Cahaya ini, MLH juga akan melibatkan pondok pesantren, sekolah, kampus, masjid, dan amal usaha Muhammadiyah lainnya. Dengan gerakan sedekah energi, Azrul berharap agar tiga tahun ke depan bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat. "Majelis Lingkungan Hidup telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk pelestarian lingkungan," paparnya.

Sebagai contoh, sambung Azrul, MLH mengawalinya dengan melakukan penanaman 1000 mangrove di Kabupaten Kulon Progo yang sampai akhir tahun bisa bertambah jumlahnya di kawasan yang lain. "Untuk itu, mari bersama-sama menyelamatkan bumi untuk perubahan iklim," ajaknya.

Koordinator Program 1000 Cahaya, Hening Parlan lebih lanjut menjelaskan tentang gerakan 1000 Cahaya pada agenda sosialisasi program yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan peluncuran ini. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi gerakan besar MLH terhadap misi emisi nol bersih yang digadang-gadang oleh pemerintah pada tahun 2050. Pada tahun pertama, program 1000 Cahaya menyasar pada beberapa segmen khusus yang menjadi sasaran program. Mulai dari sekolah, masjid, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), hingga pesantren.

"Beberapa sasaran utama kita dalam program 1000 cahaya adalah sekolah, masjid, ranting Muhammadiyah, dan pesantren. Paling tidak, program ini menjadi titik balik saat banyak amal usaha Muhammadiyah yang mulai berkonsentrasi pada gerakan penghijauan di masing-masing bidang usaha," tegas Hening.

Program 1000 Cahaya merupakan program yang lahir dari hasil kerja sama MLH PP Muhammadiyah dan Yayasan Visi Indonesia Raya yang didukung oleh Lazismu. Kerja sama ini menjadi salah satu bukti keseriusan dari MLH PP Muhammadiyah dalam menyikapi berbagai isu transisi energi hingga pada misi emisi nol bersih di Indonesia.

Direktur Yayasan Visi Indonesia Raya, Susanti Sitorus menyebutkan, pihaknya bertujuan untuk membantu Indonesia terkait energi serta empat sektor yang banyak menggunakan energi dan turut berkontribusi terhadap emisi. "Kami mendukung terhadap kelompok yang punya potensi dalam menggerakkan civil society, termasuk Muhammadiyah. Muhammadiyah seperti yang kita tahu dan sering kami sampaikan kepada mitra kami bahwa ini kelompok masyarakat sipil beragama yang dapat menggerakkan dan akselerasi yang bisa memberikan cahaya," terangnya.

Menurut Susanti, krisis energi menjadi masalah di seluruh dunia dan bahkan di negara-negara maju. Dampak perubahan iklim telah dirasakan secara empiris, bahkan beberapa negara telah merasakan dampak dari gelombang panas, seperti kenaikan suhu dalam sepekan terakhir. Di Asia Tenggara pun telah mengalami kenaikan.

"Urusan perubahan iklim tidak hanya sosial politik tetapi juga urusan ekonomi. Kami sambut gembira dengan Muhammadiyah untuk bermitra. Kami berkomitmen mendukung gerakan ini untuk tiga tahun ke depan. Kecil gerakannya tapi kalau masih di akar rumput diharapkan akan menjadi budaya aksi pelestarian lingkungan dan energi terbarukan serta efisien dengan tenaga surya sebagai penghematan. Kami ucapkan terima kasih atas dukungannya dalam mengembangkan program-program lingkungan seperti 1000 Cahaya ini," tutup Susanti.

Segmentasi gerakan MLH hingga hari ini mencakup banyak aspek lingkungan. Mulai dari sumber daya alam, sampah, hingga energi. Khusus pada program 1000 Cahaya yang diluncurkan ini menjadi gerakan MLH yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat akan betapa pentingnya kita sebagai manusia untuk secara perlahan mulai menggunakan energi yang bersih.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya energi bersih tanpa emisi, terhambat pada ketergantungan pada energi kotor yang selama ini mengelilingi berbagai aktivitas manusia. Hal itu menjadi salah satu dasar dari lahirnya program 1000 Cahaya. Sesuai dengan namanya, diharapkan program ini dapat memberikan penerangan pada masyarakat umum untuk lebih mencintai kelestarian alam dengan memilah dan memilih sumber energi yang jauh lebih baik.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
6 Mei 2024

LAZISMU DUKUNG PROGRAM 1000 CAHAYA, WUJUDKAN MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN RAMAH LINGKUNGAN

JAKARTA -- Program 1000 Cahaya yang diluncurkan oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Senin (06/05) mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Sesuai dengan namanya, program ini pun diharapkan dapat memberikan penerangan pada masyarakat umum untuk lebih mencintai kelestarian alam dengan memilah dan memilih sumber energi yang jauh lebih baik. Program ini juga menjadi gerakan MLH yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat akan betapa pentingnya kita sebagai manusia untuk secara perlahan mulai menggunakan energi yang bersih.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menilai gagasan dan aksi yang diusung MLH layak didukung oleh semua pihak. Ia mengucapkan selamat atas peluncuran program ini. Merespons dampak perubahan iklim adalah bagian dari komitmen Muhammadiyah agar dunia semakin cerah.

"Keputusan Muktamar Muhamamdiyah tentang perubahan iklim sebetulnya telah dikaji sejak Muktamar Muhammadiyah di Makassar. Kepedulian Muhammadiyah atas isu itu tidak berhenti pada perubahan iklim saja melainkan tentang energi yang terbarukan," tegas Abdul Mu'ti.

Langkah ini juga harus dilakukan secara lebih serius. Dunia sudah alami situasi mendidih dalam pemanasan global. Menurut Abdul Mu'ti, dampak serius perubahan iklim bukan sekadar krisis energi dan pangan, tetapi juga krisis politik yang mengubah politik kawasan atau geopolitik yang tentu saja berdampak pada Indonesia.

Dampak dari pemanasan global khususnya di Indonesia, lanjut Abdul Mu'ti bisa saja mengurangi wilayah perairan. Jika tidak diatasi, menurut para ahli diperkirakan akan mengubah peta dunia. "Mengapa peta dunia selalu ada perubahan setiap tahunnya, saya mengerti sekarang bahwa bisa jadi dari tahun ke tahun perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang tidak hanya disebabkan oleh alam itu sendiri tapi juga termasuk politik," ungkapnya.

Peristiwa alam memang bisa dilihat secara empiris. Di luar itu, sambungnya, perilaku manusia yang merusak alam masih banyak terjadi ketimbang dipicu oleh faktor alam itu sendiri. Misalnya proses industrialisasi yang tidak terkontrol adalah salah satunya.

"Tadi disebutkan ada ide sedekah energi, maka agenda besar Muhammadiyah secara bersama-sama bisa diupayakan agar energi terbarukan bisa dikembangkan dan dimanfaatkan. Dari sisi ketersediaan matahari bisa menjadi sumber energi yang terbarukan. Masjid dan kantor Muhammadiyah sudah menggunakan energi tenaga surya dan akan diteruskan ke amal usaha yang lain," jelas Abdul Mu'ti memberikan penguatan.

Karena itu, imbuh Abdul Mu’ti, Green School sudah sejak dahulu dicanangkan di lingkungan amal usaha Muhammadiyah. Tidak sebatas tanam pohon, lebih jauh lagi dengan gerakan alternatif lain yang bisa memicu perubahan perilaku untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan aktivitas yang ramah lingkungan. “Mengurangi aktivitas berkendara misalnya, dan membangun gerakan hijau atau green movement yang bisa dimulai dari budaya hidup sehat. Maka saya mengucapkan terima kasih kepada mitra-mitra kolaborasi Muhammadiyah yang selama ini telah bekerja sama untuk mendukung gerakan hijau yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah," pungkasnya.

Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Ibnu Tsani mengucapkan selamat dan sukses dengan peluncuran program 1000 Cahaya MLH ini. Pihaknya berkomitmen mendukung program dan gerakan isu lingkungan. Dalam pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah, Lazismu memiliki Pilar Lingkungan. "Ini menjadi salah satu pilar yang cukup strategis dalam rangka mencegah dan menanggulangi dampak krisis iklim," ujarnya.

Lebih jauh, Ibnu Tsani mengungkapkan, sebagai salah satu Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Muktamar telah menetapkan bahwa isu lingkungan menjadi salah satu prioritas yang wajib dikelola oleh seluruh UPP, termasuk Lazismu. Kemudian, dalam Risalah Islam Berkemajuan, salah satunya mencantumkan isu lingkungan sebagai prioritas.

"Selamat, Lazismu tetap berkomitmen mendukung program UPP dalam rangka mewujudkan Muhammadiyah sebagai gerakan ramah lingkungan," tutup Ibnu Tsani.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
6 Mei 2024

SINERGI LAZISMU DAN BPKH, RENOVASI DAN PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN BALI BINA INSANI

JAKARTA -- Kolaborasi Program Kemaslahatan dilakukan kembali oleh Lazismu dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI. Bentuknya adalah berupa bantuan renovasi dan Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Bina Insani di Kabupaten Tabanan, Bali.

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Gunawan Hidayat yang turut hadir dalam serah terima di Kantor Bupati Tabanan Bali pada Jumat (03/05) mengatakan, program pelaksanaan renovasi dan pembangunan pondok pesantren ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan perencanaan BPKH RI. Melalui Lazismu Wilayah Bali, dana kemaslahatan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat.

“Bersama anggota DPR RI Komisi VIII, Program Kemaslahatan bisa kembali dilanjutkan oleh Lazismu dan BPKH, bertepatan dengan kunjungan kerja anggota DPR di Tabanan, Bali,” ungkap Gunawan.

Dalam kesempatan itu, Gunawan menyebutkan, kunjungan kerja tersebut bagian dari pelaksanaan pengawasan, salah satunya terhadap penyelenggaraan agama dan pendidikan keagamaan, serta penyaluran bantuan sosial. Program bantuan itu berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang disalurkan melalui Lazismu dan BPKH.

“Dana kemaslahatan ini harus disampaikan ke masyarakat untuk edukasi bahwa BPKH berkontribusi untuk peningkatan mutu sarana kelembagaan pendidikan Islam. Dengan besarnya nilai manfaat ini yang kembali kepada masyarakat, diharapkan masyarakat mulai mendaftar haji bagi yang belum, akan lebih baik sejak usia muda,” tegas Gunawan.

Dalam acara serah terima renovasi dan pembangunan asrama Pondok Pesantren Bali Bina Insani, Badan Pengurus Lazismu Wilayah Bali yang diwakili oleh Edo mengatakan, dalam pelaksanaan Program Kemaslahatan ini Lazismu Wilayah Bali menjadi mitra pengawas sampai proses renovasi dan pembangunan selesai. Hal ini sejalan dengan apa yang diamanahkan Lazismu PP Muhammadiyah dari BPKH sebagai mitra pelaksana.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
5 Mei 2024

LAZISMU DUKUNG PENCEGAHAN STUNTING DI BANYUWANGI

KABUPATEN BANYUWANGI -- Dalam rangka mendukung program Banyuwangi Tanpa Stunting yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Lazismu turut serta berpartisipasi dalam pelatihan olah makanan cegah stunting. Acara yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi ini bekerja sama dengan USAID ERAT dan Santika Hotel.

50 orang ibu dari balita stunting dan ibu hamil mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/04) ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman tentang pentingnya penyajian dan pengolahan makanan harian dalam pemenuhan gizi seimbang.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Banyuwangi, Shohibul Burhan, kegiatan ini merupakan bentuk program kemitraan Lazismu kepada siapapun, termasuk Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Acara ini juga bagian dari program Lazismu yaitu pendayagunaan di bidang kesehatan dan peningkatan sumber daya manusia, sehingga tidak selalu berupa penanganan korban bencana saja.

"Senang sekali kami bisa diberi kesempatan bergabung dan terlibat, serta bisa memberikan pembelajaran kepada ibu-ibu. Generasi yang sehat dimulai dari pentingnya yang kita konsumsi ada nilai sehatnya pula. Maka dari pelatihan ini mari kita manfaatkan dengan baik," ujar Shohibul dalam sambutannya.

Ucapan terima kasih dilayangkan oleh Kepala Bidang Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Banyuwangi, Hanifan kepada pihak-pihak yang telah ikut terlibat dalam penanganan stunting di daerah tersebut. Aksi ini merupakan ikhtiar untuk menuju zero stunting. "Berbagai cara dilakukan, salah satunya pelatihan cara olah makanan sehat cegah stunting seperti ini. Sebelumnya diupayakan pemberian bantuan paket makanan cegah stunting, namun dalam bentuk mentah. Setelah evaluasi, perlu adanya pola lanjutan cara mengolahnya serta edukasi makanan sehat harian," tuturnya.

Lebih jauh, Hanifan menjelaskan bahwa edukasi seperti ini perlu diterapkan karena masalah utama stunting adalah pola pengasuhan dan asupan makanan bagi penderitanya. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjalin kerja sama dengan semua sektor untuk menyukseskannya agar dapat menjangkau seluruhnya.

Pada akhir kegiatan ini, Lazismu Kabupaten Banyuwangi menandatangani nota kerja sama dengan USAID ERAT, Dinas Kesehatan dan Santika Hotel dalam pelatihan pengolahan makanan cegah stunting. Ke depannya, pola seperti ini akan dilanjutkan di kecamatan lain dengan angka yang stuntingnya masih tinggi. Pelatihan ini pun tidak hanya untuk daerah dengan skala prioritas angka stunting tertinggi saja, namun dapat diturunkan di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, Dinas Kesehatan akan melakukan monitoring dan evaluasi dengan melibatkan puskesmas setempat.

[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
4 Mei 2024
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross