

KOTA SEMARANG -- Antusias masyarakat merespons program Balik Kerja Bareng BPKH 2024 terbilang cepat. Sejak dibuka dan dirilis proses pendaftarannya secara daring pada bulan Ramadhan lalu, peminatnya langsung berlomba-lomba untuk mendaftar. Menjelang pelepasan program tersebut di Masjid Agung Jawa Tengah, para peserta dari pagi hari sudah berdatangan untuk melakukan registrasi ulang. Berdasarkan informasi dari panitia yang dikelola Lazismu Wilayah Jawa Tengah, peserta yang dibagi menjadi dua gelombang ini tembus 960 orang sebagai penerima manfaat.
Dari pantauan Lazismu di lokasi, antrean registrasi berjalan tertib. Sebagian dari penerima manfaat juga berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di tenda yang sudah disediakan oleh panitia. Empat orang tenaga medis yang bertugas memeriksa kesehatan dengan ramah melayani pemudik. Tenaga medis yang ditugaskan merupakan kolaborasi Lazismu dengan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang, terdiri dari 1 juru mudi, dan 3 orang perawat.
Salah seorang pemudik yang berhasil ditemui, Arik Subapoh mengatakan bahwa ia memperoleh informasi mudik BPKH dari media sosial. Pria asal Blora, Jawa Tengah ini sudah lebih dari 15 tahun tinggal di Jakarta. Arik bekerja sebagai juru teknisi perusahaan jasa transpotasi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta.
Bersama seorang istri dan 4 anaknya, Arik telah lolos pendaftaran. "Alhamdulillah saya sekeluarga lolos verifikasi. Ini yang pertama kali ikut program bersama Lazismu melalui Balik Kerja Bareng BPKH," terangnya.
Program ini menurut Arik sangat bermanfaat untuk dirinya dan kelurga. Di tengah keterbatasan ekonomi, nilai manfaatnya dapat membantu meminimalisir pengeluaran untuk pulang kampung. Arik pun mengaku senang karena selain mendapatkan layanan kesehatan dan fasilitas lainnya, ia bisa bersilaturahim dengan pemudik dari daerah lainnya.
"Malahan dari 4 kursi yang diterimanya, BPKH justru memberikan kejutan dengan menambahkan 2 kursi jadi sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang akan turun di tujuan akhir Terminal Pulogebang," sambut Arik dengan nada semringah.
Hal senada dialami Andini dan suaminya yang berasal dari Purworejo, Jawa Tengah. Sejak 2007, ia sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi. Setelah terverivikasi ikut Balik Kerja Bareng BPKH, mudik menjadi aman dan nyaman.
"Saya punya keluhan vertigo, tadi disarankan oleh tenaga medis saat diperiksa untuk tetap menjaga fisik selama mudik dan makan serta minum yang sehat. Ditambah lagi tidak dianjurkan stres selama perjalanan yang tidak bisa diprediksi sebelumnya," ucap Andini senang seraya mendapat informasi berharga.
Andini mengaku mendapat banyak saudara baru dari daerah yang ada di Jawa Tengah seperti Purwodadi, Sragen, dan lainnya. Ia sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan BPKH. "Melalui program ini yang memudahkan untuk bersilaturahim dengan keluarga, dan jangkauan program ini membuat nyaman karena tiket kembali ke Cikarang sulit didapat," tutupnya.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

KOTA SEMARANG -- Setelah resmi dibuka pada Ramadhan 1445 H, para penerima manfaat program bertajuk "Balik Kerja Bareng BPKH 2024" mulai diberangkatkan pada hari ini, Ahad (14/04). Mereka yang lolos registrasi bergembira untuk kembali ke Jakarta dan sekitarnya setelah melepas rindu dengan mudik ke kampung halaman. Pelepasannya berlangsung di halaman Masjid Agung Jawa Tengah dengan fasilitas armada bus eksekutif sebanyak 20 unit.
Rombongan bus dalam program ini secara bersama-sama dilepas oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI dan Lazismu. Pelepasan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Ahmad Hasan Asy'ari, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah Dwi Sasana Ramadhan, serta Muhyiddin selaku Ketua Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Gunawan Hidayat dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena program ini bisa berlangsung dengan lancar. "Semoga dalam pelaksanaaannya aman dan bermanfaat," harapnya.
Gunawan mengungkapkan, keberadaan Lazismu adalah menjadi bagian dari mitra BPKH. Ada 12 lembaga yang mendapat amanah dari BPKH selama Ramadhan termsuk Lazismu. Program Balik Kerja Bareng BPKH merupakan bagian dari program yang berkesinambungan sejak Ramadhan.
Oleh karena itu, lanjut Gunawan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kepercayaannya yang telah mendukung acara yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah ini. "Atas kepercayaannya kepada Lazismu, sekali lagi kami sampaikan terima kasih. Semoga kami bisa melaksanakannya dengan amanah," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Arief Mufraini selaku Anggota Badan Pelaksana BPKH mengatakan, program tersebut tidak hanya hadir di Kota Semarang, tetapi juga ada di Solo dan Yogyakarta. Oleh karena itu, program Balik Kerja Bareng BPKH merupakan ikhtiar untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dari dana abadi umat yang dikelola oleh BPKH.
"Adapun pilihan diksi Balik Kerja ditonjolkan sebagai bentuk memaknai mudik yang tidak sekadar balik ke kampung, tapi kembali kerja dengan makna yang selaras dengan kembali ke fitrah (fitri) agar lebih bisa berkarya saat kembali ke Jakarta dan sekitarnya," sambung Arief.
Dengan adanya program ini, Arief menegaskan bahwa dana maslahat BPKH bisa dimanfaatkan dan didistribusikan kepada penerima manfaat dengan tepat sasaran. Salah satunya adalah melalui program Balik Kerja Bareng BPKH. "Mewakili BPKH, kami ucapkan terima kasih kepada Lazismu yang telah mempersiapkan prosesnya di Masjid Agung Jawa Tengah sehingga kawan-kawan semua dan penerima manfaat bisa kembali bekerja dengan penuh semangat," pungkasnya.
Sementara itu, Abdul Wachid selaku Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI mengungkapkan, BPKH merupakan salah satu mitra di DPR RI. "Dan pada hari ini dengan kegiatan sosialnya dapat membantu masyarakat dengan nyata," ucapnya.
Harapannya, tutur Abdul Wachid, program ini bisa dilanjutkan dan ditingkatkan lagi. Apa yang telah didapatkan dari Jakarta juga dapat memberikan manfaat yang besar setelah kembali ke kampung halaman. Begitu juga dengan dana abadi umat harus bisa ditingkatkan nilai manfaatnya. "Kami sampaikan apresiasi kepada BPKH, walikota, dan semua pihak sehingga program ini berjalan lancar," terangnya.
Setelah melepas 10 bus eksekutif pada hari ini, Lazismu dan BPKH RI akan kembali melepas 10 bus eksekutif berikutnya tanggal 15 April 2024. Penerima manfaat akan diantar ke tujuan akhir, antara lain terminal Pulogebang dan Kampung Rambutan Jakarta Timur, Baranangsiang Bogor, dan Poris Tangerang.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

KABUPATEN SIDOARJO -- Siapa sangka, buku antologi berjudul Kenangan Kisah di Masa Pandemi adalah buah karya seorang gadis berusia 14 tahun yang masih duduk sebagai santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Chrisanti, sang penulis buku tersebut adalah seorang penggiat literasi. Pada usia yang masih sangat dini sejak TK hingga kini, ia sudah tertarik dengan dunia tulis menulis.
Malang bagi Chrisanti, pada usia 4 tahun gadis berwajah oval ini telah ditinggal ayahnya dan menjadi yatim. Ibunya, Eva Novianti pun harus berjuang keras untuk menghidupi dan memastikan pendidikan anaknya tersebut terpenuhi. Baginya, sekolah adalah prioritas utama meskipun sejak suaminya meninggal kondisi ekonomi keluarga menjadi kurang stabil dan semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ketiga anaknya.
"Dulu suami bekerja di perusahaan IT, meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas saat pulang kerja. Saat suami masih ada semua kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah bisa tercukupi, tidak seperti sekarang ini," kenang perempuan 37 tahun ini lirih.
Seakan menjadi titik kritis dalam hidup, Eva mencoba untuk bangkit. Sejak itu, ia berjuang dengan modal uang peninggalan almarhum suami. Dimulai dengan berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan ketiga anaknya. Usaha awal adalah berjualan baju muslim. Selama beberapa tahun, usaha ini dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Namun sejak pandemi Covid-19 menghantam, pendapatan mulai surut sehingga modal yang dipakai pun habis demi menutup kebutuhan hidup.
"Sejak pandemi usaha busana muslim saya tutup. Saya jualan apa saja yang bisa untuk makan dengan modal seadanya. Mulai jualan sayuran keliling dan menjualkan makanan titipan para tetangga. Setiap pagi saya keliling berjualan di sekitar perumahan agar bisa memenuhi kebutuhan. Untuk bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari saja sudah bersyukur," ungkap Eva.
Beruntung, keadaan hidup keluarga ini terdengar oleh Lazismu Kabupaten Sidoarjo. Melalui Pilar Pendidikan, Lembaga Amil Zakat (LAZ) milik Muhammadiyah ini mencoba memberi perhatian kepada Eva. Sang buah hati, Chrisanti, mendapatkan bantuan berupa Beasiswa Mentari, sebuah program kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan dalam bentuk beastudi kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Walau kondisi ekonomi yang semakin sulit tapi saya bertekad anak-anak saya harus tetap bisa sekolah. Alhamdulillah, Chrisanti mendapat bantuan biaya pendidikan dari Lazismu Sidoarjo," ujar Eva saat dikunjungi amil Lazismu Kabupaten Sidoarjo, Yekti Pitoyo.
Waka Kurikulum Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur, Faizah Khilmiyah menceritakan keseharian Chrisanti di sekolah tersebut. "Chrisanti mempunyai bakat berbicara di depan umum, sering mengisi ceramah di kelas, baca puisi, dan suka menulis. Salah satu karya buku antaloginya adalah Kenangan Kisah di Masa Pandemi, ditulis bersama teman-temannya di pondok dan ada beberapa tulisan puisi dan novel yang belum diterbitkan," terang Faizah.
Chrisanti aktif dalam berbagai kegiatan dan sering mengikuti perlombaan yang diadakan oleh sekolah. Selain suka menulis, ia juga mengikuti kegiatan ekstra kurikuler Tapak Suci dan bergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Semoga Beasiswa Mentari akan mengantarkan Chrisanti untuk meraih mimpi.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT -- Menunaikan zakat merupakan sebuah kewajiban bagi umat muslim. Sebagai sebuah lembaga terpercaya yang mengelola zakat, Lazismu menjadi pilihan terbaik dalam menunaikan zakat. Pj Bupati Tulang Bawang Barat, Lampung, Muhammad Firsada menyerahkan pembayaran zakatnya melalui Lazismu Kabupaten Tulang Bawang Barat pada Senin (08/04).
Zakat tersebut diterima langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Tulang Bawang Barat, Bambang Wiyono. Ia pun menyambut baik pembayaran zakat yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan di daerah tersebut. "Zakat merupakan kewajiban seorang muslim yang harus dipenuhi untuk menyempurnakan ibadah dan merupakan salah satu rukun Islam yang ketiga setelah shalat," sambutnya.
Apa yang telah dilakukan oleh Pj Bupati Tulang Bawang Barat tersebut, sambung Bambang, akan mendorong keadilan sosial dan mampu mengentaskan kemiskinan. Jika zakat dikelola dan didayagunakan secara maksimal akan memberi dampak yang signifikan bagi penyelesaian persoalan yang ada.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulang Bawang Barat, H. Susilo Aris Nugroho dengan kepercayaan Pj Bupati Tulang Bawang Barat kepada Lazismu dalam menunaikan zakat. Menurutnya, hal tersebut merupakan cerminan komitmen dalam edukasi untuk membayar zakat sehingga dapat membantu menekan kemiskinan.
"Ini merupakan bentuk kepercayaan atas lembaga yang kami kelola dan bentuk komitmen Pemerintah Daerah Tulang Bawang Barat dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mengeluarkan dan membayar zakat sebagai peningkatan kesejahteraan dan akan membantu menurunkan kemiskinan," terang Susilo.
Kehadiran Lazismu di Tulang Bawang Barat sebagai institusi pengelola zakat dengan manajemen modern dapat menghantarkan zakat menjadi bagian dari penyelesaian masalah sosial masyarakat yang terus berkembang. Saat ini sudah terbentuk unit-unit Kantor Layanan Lazismu di hampir keseluruhan kecamatan hingga ke ranting dan masjid-masjid yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA SEMARANG -- Lazismu telah melakukan persiapan agenda Balik Kerja Bareng BPKH di Masjid Agung Jawa Tengah. Program Kemaslahatan antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI dan Lazismu ini telah diluncurkan pada Senin (25/03) lalu yang akan memfasilitasi para perantau yang bekerja dan mencari nafkah untuk kembali ke Jakarta. Hingga malam ini, Lazismu Wilayah Jawa Tengah selaku pelaksana kegiatan masih melakukan monitoring di lokasi pemberangkatan setelah dilakukan gladi resik siang tadi.
Persiapan dipastikan berlangsung matang pada hari ini (13/04) menjelang agenda utama yang akan dilangsungkan besok pada 14 dan 15 April 2024. Program Balik Bareng BPKH tahun ini merupakan yang kedua kalinya, setelah tahun sebelumnya program serupa menyediakan moda transportasi secara gratis untuk pemudik di 3 titik, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Tahun ini BPKH RI kembali menggandeng Lazismu untuk berkolaborasi.
Persiapan tersebut menurut Upik Rahmawati selaku selaku Manager Kemitraan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah antara lain memastikan manifes penerima manfaat sesuai dengan data KTP. Di samping itu, kesiapan dan kesehatan fisik pengemudi bus juga menjadi perhatian penting agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.
Sejurus dengan persiapan lainnya, Lazismu memfasilitasi para penerima manfaat dengan proses registrasi dan daftar ulang, sambung Upik. Yang tak kalah penting mitigasi program Balik Kerja Bareng BPKH yang dilaksanakan bersama Lazismu ini adalah menyiapkan pusat informasi dan penanganan keluhan, mulai dari keberangkatan sampai dengan proses perjalanan dan tiba di lokasi tujuan masing-masing.
Mewakili Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Kukus Tri Wijanto pada kesempatan yang sama mengungkapkan, koordinasi dengan para pemangku kepentingan telah disiapkan sejak jauh hari. Beberapa instansi pemerintah seperti kantor Walikota, Kapolda, dan instansi kesehatan dijajaki agar partisipasi semua pihak saling melengkapi. Koordinasi ini juga dilakukan dengan pihak pengelola Masjid Agung Jawa Tengah sebagai titik pemberangkatan.
Para tamu undangan juga telah dipastikan. Kukus yang didaulat menjadi penanggung jawab kegiatan ini melanjutkan, di antara yang akan hadir adalah Komisi VIII DPR RI, BPKH RI, Kapolda Jateng, Lazismu PP Muhammadiyah, Walikota Semarang, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Lazismu Wilayah Jawa Tengah, dan pengelola Masjid Agung Jawa Tengah.
Berdasarkan agenda program Balik Kerja Bareng BPKH, Lazismu akan memberikan layanan dengan menyiapkan panduan tips mudik dengan aman serta 20 bus eksekutif untuk 960 penerima manfaat yang akan diberangkatkan masing-masing 10 bus pada tanggal 14 dan 15 April 2024. Para penerima manfaat yang sudah melakukan registrasi program Balik Kerja Bareng BPKH ini dapat turun di tujuan akhir, antara lain Terminal Pulogebang dan Kampung Rambutan Jakarta Timur, Baranangsiang Bogor, serta Poris Tangerang.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

KABUPATEN BLORA -- Warga Desa Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah mendapatkan bantuan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Bantuan tersebut berupa 40 Al-Qur'an yang diperuntukkan bagi warga desa tersebut. Warga pun memberikan apresiasi karena sebelumnya mushola yang ada di desa ini tidak memiliki Al-Qur'an sebanyak itu.
"Bantuan ini sangat berguna bagi warga yang tinggal di RT 3 Desa Sambong. Mushola At-Taqwa yang kini menjadi pusat perkembangan Muhammadiyah di bawah pengelolaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sambong hanya memiliki 3 buah Al-Qur'an. Itupun milik warga. Saya berharap dengan bantuan dari PP Muhammadiyah ini dapat membantu warga belajar membaca dan memahami Al-Qur'an," ungkap Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sambong, Darmanto.
Penyerahan Al-Qur'an tersebut merupakan rangkaian kegiatan Bakti Sosial Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sambong bekerja sama dengan PKU Muhammadiyah Cepu, Kantor Layanan Lazismu Cepu, serta SMK Muhammadiyah II dalam rangka Syiar Ramadhan 1445 H. Selain menyasar warga, PP Muhammadiyah juga menyerahkan Al-Qur'an kepada 8 mushola di desa tersebut.
Acara ini juga dihadiri oleh Mariman Darto selaku Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah, Mariman Darto. Ia berharap agar pembagian Al-Qur'an ini bertujuan untuk menghapus buta Al-Qur'an, sekaligus memudahkan masyarakat untuk belajar dan mendalami Al-Qur'an.
"Ini bulan yang tepat. Saya mengapresiasi Muhammadiyah menyelenggarakan program berbagai Al-Qur'an ini. Momentumnya tepat. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil. Program pembagian Al-Qur'an ke warga masyarakat ini sangat penting agar warga mudah belajar dan mendalami berbagai penjelasan dan petunjuk yang membedakan antara yang haq dan yang batil," jelas Mariman.
Sebagai warga Sambong, Mariman pun menyadari bahwa masalah buta Al-Qur'an menjadi kendala bagi masyarakat. Apalagi ketersediaan Al-Qur'an itu juga sangat terbatas. Ia berharap agar ranting Muhammadiyah yang baru terbentuk terus bersemangat untuk mengajarkan berbagai petunjuk yang ada di dalam Al-Qur'an.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

